Anda di halaman 1dari 25

BAB 1

1.1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar


Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan
pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah
kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah
Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities.
Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang
bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined). Dengan mempelajari
The Humanities diandaikan seseorang akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih
berbudaya dan lebih halus.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah
didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani
maupun rohani.
Untuk mengetahui ilmu budaya dasar sebagai kelompok ilmu pengetahuan
oleh Prof.Dr.Harsya Bachtiar yang mengatakan bahwa ilmu dan pengetahuan
dikelompokkan menjadi 3(tiga), yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu yang bertujuan mengetahui keteraturan hukum yang terdapat di alam
semesta ini, ilmu ini menentukan analisis yang digeneralisasikan untuk mencari
prediksi. Ilmu ini tidak mungkin 100% benar dan 100% salah, kelompok ilmu
alamiah yaitu : astronomi,fisika,kimia,biologi,kedokteran dan mekanik.
2. Ilmu-ilmu Social ( social science )
Ilmu yangmempelajari interaksi/hubungan antara manusia. Dan ilmu ini
tidak mungkin 100% benar, hampir mendekati kebenarannya,kelompok ilmu
sosiologi yaitu : sosiologi,politik,demografi,psikologi,antropologi sosial,sosiologi
huku.
3. Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti
kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. dalam hal ini, metode
pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyatan-pernyataan yang bersifat unik
diunakan dan kemudian diberi arti. Pada umumnya semua itu terdapat tulisan-

1
tulisan dan tidak ada sangkut pautnya dengan metode yang bersifat ilmiah.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan:

1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam.


2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran.
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan
sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa,
adat istiadat, budayadaerah dan budaya nasional.

Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat
Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:

1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala
keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek
kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial)
kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya
perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya
mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari
pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan
kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai
budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang
telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi,
yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif
akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

2
1.2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia
dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk
mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam
pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD sebagai salah satu usaha
untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas
wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik
yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut
dirinya sendiri.
Berpijak dari hal diatas, tujuan utama mata kuliah ilmu budaya dasar adalah
untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya
berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran
mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa
menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga
mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, terutama
untuk kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan
mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya
kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal
tersebut.
3. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu
berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para
akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Dengan ringkas dapat disebutkan bahwa tujuan IBD secara umum adalah :
Pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian,
pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang timbul dalam
lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan
kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan
lingkungan budaya dapat diperluas.

3
1.3. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah
pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup
kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah :

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah


kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan
pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing
keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan
(Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam
perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya
Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian.

Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana hubungan manusia


dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang pencipta
menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang dikembangkan
adalah:

1. Manusia Dan Harapan


 Kepercayaan
 Harapan

2. Manusia Dan Kegelisahan


 Keterasingan
 Kesepian
 Ketidakpastian

4
3. Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
 Kesadaran
 Pengorbanan

4. Manusia Dan Pandangan Hidup


 Cita-Cita
 Kebijakan

5. Manusia Dan Cinta Kasih


 Kasih Sayang
 Kemesraan
 Pemujaan

6. Manusia Dan Keindahan


 Renungan
 Kehalusan

7. Manusia Dan Penderitaan


 Rasa Sakit
 Siksaan
 Kesengsaraan

8. Manusia Dan Keadilan


 Kejujuran
 Pemulihan Nama Baik
 Pembalasan

5
BAB 2

2.1. Pengertian Manusia


Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-
partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh
manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik
yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu
fisika), manusia merupakan makhluk biologisyang tergolong dalam golongan
makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakanmakhluk
yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan,
sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk
sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin
mempunyai kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-
humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang
unsur-unsur yang membangun manusia
1. Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu
* Jasad * Hayat.
* Ruh * Nafas.
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
> Id, merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami
yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan
proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh
sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal
yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak
langsung melalui mimpi atau khayalan.
> Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan
dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya
dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti
oleh orang lain.
> Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego
dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri,
biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

6
2.2. Pengertian Hakekat Manusia
 Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu
kesatuan yang utuh.
 Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan
makhluk lainnya. Terdiri dari dua hal,yaitu perasaan inderawi dan
perasaan rohani. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya
terdapat pada manusia,misalnya:
1. Perasaan intelektual,
2. Perasaan estetis,
3. Perasaan etis,
4. Perasaan diri,
5. Perasaan sosial,
6. Perasaan religius.
 Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
 Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi),
mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan
berkarya.

2.3. Kepribadian Bangsa Timur


Budaya yang terdapat di dunia beraneka ragam.Bermacam-macam budaya
dikarenakan perbedaan peradaban daerah itu masing-masing,selain itu juga karena
letak geografis daerah tersebut.Manusia mendiami wilayah yang berbeda,ada yang
di wilayah Barat,Timur Tengah,dan Timur.Berada di lingkungan yang berbeda
membuat kebiasaan,adat istiadat ,budaya juga berbeda.perbedaan budaya tersebut
masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.Misalnya pada bangsa
timur,bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah,bangsa yang mempunyai
kepribadian baik,dan bangsa yang bersahabat.Banyak orang dari wilayah lain
yang tertarik pada kebudayaan bangsa timur.
Kepribadian bangsa timur berbeda dengan kepribadian bangsa barat, dari
wilayahnya, lingkungan, gaya hidup, kebudayaan dan kebiasaannya pun berbeda.
menjelaskan tentang kepribadian bangsa timur,sudah jelas kita semua tau bahwa
bangsa timur identik dengan benua Asia. Yang penduduknya sebagian besar
berambut hitam dan berkulit sawo matang, dan sebagian pula berkulit putih dan
bermata sipit.
Bangsa timur adalah bangsa yang dikenal sangat baik dan ramah, mempunyai sifat
toleransi yang tinggi dan saling tolong menolong. Bangsa barat saat berkunjung
ke wilayah negara timur, mereka pasti selalu berpendapat bahwa orang-orang
timur itu baik dan ramah. Bangsa timur dalam berpakaian pun tergolong sopan.
mereka pun sangat melestarikan budaya masing-masing dan mempunyai adat
istiadat yang di junjung tinggi.

2.4. Pengertian Kebudayaan


Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-
hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris,

7
kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah
atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits
dan Bronislow Malinowski berpendapat bahwa segala sesuatu yang terdapat
dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu
sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma,
ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain,
tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas
suatu masyarakat. Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi, Afrika.
Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,
yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai
anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan
yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat
dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu
bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan
untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2.5. Unsur-unsur Kebudayaan


Mengenai unsur kebudayaan, dalam bukunya pengantar Ilmu Antropologi,
Koenjtaraningrat, mengambil sari dari berbagai kerangka yang disusun para
sarjana Antropologi, mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang
dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang kemudian disebut unsur-unsur
kebudayaan universal, antaralain :
 Bahasa
 Sistem Pengetahuan
 Organisasi Sosial
 Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
 Sistem Mata Pencaharian
 Sistem Religi
 Kesenian

8
2.6. Wujud Kebudayaan
J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga
‘gejala kebudayaan’ : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini
diperjelas oleh Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud
kebudayaan :
Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan,
nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari
manusia dalam masyarakat
Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Mengenai wujud kebudayaan ini, Elly M.Setiadi dkk dalam Buku Ilmu Sosial dan
Budaya Dasar (2007:29-30) memberikan penjelasannya sebagai berikut :
1. Wujud Ide
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak
dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga
masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.
Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah
kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai
sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.
2. Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan
kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan
didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas
manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya
dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3. Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil
fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan.
Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.

2.7. Orientasi Nilai Budaya


Orientasi nilai adalah bersifat komplek tetapi terpola..pada prinsip.. yang
mengutamakan tatanan dan langsung pada tindakan dan pikiran manusia yang
berhubungan dengan solusi dalam memecahkan masalah.
Ada tiga asumsi:
1. Orang dalam semua budaya harus menemukan solusi untuk memecahkan
masalah
2. Solusi yang tersedia tidak terbatas
3. Satu solusi cenderung dipilih anggota budaya tertentu. Semua solusi yang
potensial tampak pada setiap budaya.

 Orientasi human nature


Human nature adalah menunjuk pada karakter pembawaan sifat manusia. Yang
dipandang sebagai berpembawaan baik, jahat atau campuran dari itu. Manusia
dipandang tidak hanya sebagai baik atau jahat tetapi juga untuk merubah dan tidak
dapat berubah. Kita harus mengakui bahwa hubungan manusia sebagai campuran
baik dan buruk sedangkan yang tidak sama adalah sebagai pandangan adalah
netral.

9
 Ada enam solusi potensial pada masalah ini yaitu;
1. manusia yang jahat tetapi dapat merubah
2. manusia itu jahat tapi tidak dapat dirubah
3. manusia adalah netral yang respek pada baik dan jahat
4. manusia adalah campuran baik dan jahat.
5. manusia itu baik tapi dapat berubah
6. manuysia itu baik dan tidak dapat berubah

 Orientasi nature/alam -person


Ada tiga tipe utama yaitu:
1. Menguasai alam: orientasi ini,melihat bahwa semua kekuatan alam dapat
mengatasi masalah
2. Harmoni dengan alam : orientasi ini bahwa disini tidak ada perbedaan antara
kehidupan manusia , sifat dan supernatural.
3. Penaklukan terhadap alam yang unggul di negara seperti Spanish Amerika,
yaitu kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dikerjakan untuk
mengontrol alam jika ada ancaman tidak sesuatupun yang dapat terlepas dari
bahaya.

 Orientasi waktu
Merupakan orientasi pada tiga masa yaitu
1. Waktu masa lalu adalah unggul dalam budaya dalam penempatan nilai yang
tinggi pada tradisi di masa lalu
2. Orientasi masa sekarang yaitu dimana orang-orang memberi perhatian yang
relatif kecil pada apa yang dikerjakan pada masa lalu dan pada apa yang akan
terjadi masa depan.
3. 0rientasi masa depan dimana memiliki nilai tinggi.

 Orientasi aktivitas
Aktivitas manusia dapat dilihat dalam tiga cara yaitu:
1. Doing, orientasi ini melibatkan pada tipe aktivitas yang hasilnya tampak pada
eksternal individu yang diukur dengan sesuatu
2. Being adalah merupakan lawan yang exterm dari orientasi doing
3. Becoming merupakan integrasi keseluruhan pada perkembangan diri.

 Orientasi relational
Menurut Kluckhon dan Strodbeck memisahkan tiga cara untuk
mengartikan hubungan dengan orang lain yaitu:
1. Individualism
orientasi ini ditandai dengan otonomi individu dengan kata lain individu adalah
unik dan sebagai entitas tersendiri. Prioritas tujuan dan sasaran nya adalah
memprioritaskan pada individu daripada kelompok.Contoh negara yang seperti ini
adalah Amerika Serikat
2.Orientasi langsung atau lineality
orientasi ini memfokuskan pada kelompok dengan tujuan kelompok adalah lebih
utama. Menurut Kluckhon dan Strodbeck kontinyuitas dari kelompok adalah
melalui waktu. Individu-individu adalah penting hanya untuk anggota kelompok
tersebut.Contohnya beberapanegara aristokrasi di Eropa.

10
3. Collaterality
orientasi ini memfokuskan pada kelompok tetapi bukan perluasan kelompok
melalui waktu. Agaknya fokus pada perluasan kelompok secara lateral/ ke
samping (anggota kelompok dari individu yang paling dekat dalam waktu dan
tempat). Tujuan dari kelompok ditas kepentingan individu. Pada kenyataannya
orang-orang tidak mempertimbangkannya kecuali vis a vis/ sebagai lawan
anggota kelompok. Contoh identifikasi orang jepang dengan perusahaannya di
mana dia bekerja atau universitas di mana dia belajar.

 Penerapan Orientasi
Nilai orientasi ini digunakan untuk memahami komunikasi dengan strangers.
Dengan mempertimbangkan dua budaya yang tampaknya mirip misalnya inggris
dan Amerika Serikat. Sementara ada juga yang mirip di permukaannya saja
ternyata berbeda orientasinya. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya
misunderstanding antara orang-orang dalam budaya yang berbeda.

2.8. Perubahan Kebudayaan


Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam
masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan
yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi
kehidupan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak
berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam
masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu :
kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam
bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan
terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan


yaitu:
1. Mendorong perubahan kebudayaan
2. Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah,
terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material).
3. Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan
kebudayaan, terutama generasi muda.
4. Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
Menghambat perubahan kebudayaan
5. Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah
seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
6. Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan
terutama generasi tu yang kolot.

11
Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
1. Faktor Intern
- Perubahan Demografis
- Konflik Sosial
- Bencana Alam
- Perubahan Lingkungan Alam

2. Faktor Ekstern
- Perdagangan
- Penyebaran Agama
- Peperangan

2.9. Kaitan Manusia Dan Kebudayaan


Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah
manusia sebagai perilaku kebudayaan. Dan kebudayaan merupakan obyek yang
dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya? Dalam
sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya adalah
bahwa walaupun keduanya berbeda tapi keduanya merupakan satu kesatuan.
Manusia menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan itu tercipta maka
kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa
keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.Contoh :

1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan


Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau
biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki
yang melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life )
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang
dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk
menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih
mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value)
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial
tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa
sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai
kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada
setiap individu.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang
berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang
pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka
bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat
hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat
tinggal.

12
BAB 3

3.1. Pendekatan Kesusastraan


Hampir di setiap jaman seni termasuk sastra memegang peranan
yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi
nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti
yang terdapat dalam filsafat atu agama. Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya
tidak normative, seni lebih mudah berkomunikasi, karena tidak normatif nilai-
nilai yang di sampaikan lebih fleksibal baik isinya maupun cara penyampainnya.
Orientasi the Humanities adalah ilmu : Dengan mempelajari satu sebagai dari
disiplin ilmu yang mencakup dalam the humanities, mahasiswa di harapkan dapat
menjadi homo humanus yang lebih baik.
Disamping itu ada beberapa alasan mengapa sastra mempunyai peranan yang
lebih penting hampir di setiap jaman.

1. Sastra mempergunakan bahasa, dimana bahasa mempunyai kemampuan untuk


menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk
memahami diri sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia
mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang
kemudian melahirkan ilmu engetahuan, manusia mempergunakan bahassa. Dalam
usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan
ilmu-ilmu social, manusia mempergunakan bahasa. Ddengan demikian, manusia
dan bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra
untuk berkomunikasi.

2. Sastra lebih mudah berkomunikasi, karena hakekatnya karya sastra adalah


penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa
adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang
berkomunikasi.

13
3. Sastra didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik dan
mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif.

Dalam hal ini, IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu
bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (The Humanities).
Namun semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian
mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan
kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.

3.2. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa


Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena
variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih
sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang
artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk
mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk
surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media
lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa
lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan
prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.

Prosa lama meliputi:

1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Cerita pelipur lara

Prosa baru meliputi:

1. Cerita pendek
2. Hikayat
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

14
3.3. Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi
Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :

1. Prosa fiksi memberikan kesenangan


Keistimewaan kesenangan yang di peroleh dari membaca fiksi adalah
pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri
peristiwa itu peristiwa/kejadian yang di kisahkan.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam
ensiklopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi
pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseoarang dapat menilai kehidupan berdasarkan
pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga
memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon
emosional/rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa
yang di sajikan ke dalam kehidupan sendiri.

15
3.4. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran ilmu budaya dasar tidak akan
diarahkan pada tradisipendidikan dan pengajaran satra dan pengajaran sastra dan
apresiasinya yang murni. Puisi dipakaisebagai media sekaligus sebagai sumber
belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yangterdapat didalam ilmu
budaya dasar. Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian,
dan kesenian meruapakan unsuredari kebudayaan. Jika diberi batasan, maka puisi
adalah batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai
kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui media bahasa yang
artistic/ekstetik,yang secara padu dan utuh dipadatkan dengan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas
penyair dalam

1. Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora,


perbandingan, alegori,dan sebagainya sehingga puisi menjadi segar,
hidup,menarik dan member kejelasan gambaranangan.
2. Kata-kata yang ambiguitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak
tafsir.
3. Kata-kata berjiwa, yaitu kata-kata yang telah diberi suasana tertentu, berisi
perasaan danpengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan
memukau.
4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-lata yang telah diberi tambahan nilai
rasa dan asosiasi– asosiasi tertentu.
5. Pengulangan yang berfungsi untuk mengintefsikan hal-hal yang di
lukiskan, sehingga lebihmenggugah hati.Dibalik kata-kata yang padat,
ekonomis dan sukar di cerna maknanya itu, puisi berisi potretkehidupan
manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa-
peristiwa kehidupanmanusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan
alam dan tuhan. Ia merupakan hasil penghayatandan pengalaman penyair
terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan tuhan yang
diekspresikannyamelalui bahasa yang artistic.

16
BAB 4

4.1. Pengertian Cinta Kasih


Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat
kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang
atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta
kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang
disertai dengan menaruh belas kasihan.

Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian
tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk
mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Cinta samasekali bukan
nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:

1. Cinta bersifat manusiawi


2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung
menuntut.

Cinta juga selalu menyatakan unsur - unsur dasar tertentu yaitu:

1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.


2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka
rela.
3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk
mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.

17
4.2. Cinta Menurut Ajaran Agama
Mungkin bisa dikatakan bahwa cinta adalah hal yang sangat berarti bagi
diri kita sepanjang hidup kita , kasih dimana sesuatu yang memiliki hal yang
sangat berarti untuk saling mengasihi antara sesame manusia. Bila kata cinta dan
kasih digabungkan menjadi satu menjadi cinta kasih ,akan menjadi kata yang
sangat bermakna bagi hidup kita. Cinta sendiri sangat sakral bagi hidup kita saling
mencintai , saling menyayangi dan saling pengertian , dimana semua ini
berhubungan dengan perasaan yang ada dalam hati yang timbul dari ketertarikan
pada suatu lawan jenis yang menjadi ingin rasa memiliki dan menjadi sepasang
yang tak ingin lepas dari sesuatu tersebut. Kasih yang menjadi pelengkap dari kata
cinta yang satu sama lain saling mengasihi dan menjaga hati dengan baik . tetapi
cinta jangan dilaksanakan dengan NAFSU dan GENGSI . kenapa
dengan NAFSU dan GENGSI karena kita memilih orang tersebut bukan karena
iri yang hanya mengikuti hawa nafsu saja dan malu terhadap lingkungan sekitar.
Pasti anda pernah mendengar pepatah “ kalau jodoh ga kan kemana”, nah dalam
hal ini bisa dikatakan kita memilih dengan sabar jangan terburu buru ,kita telaah
mana yang cocok dengan diri kita. Bila kita laksanakan dengan baik , kita akan
merasa nyaman dan senang. Zaman sekarang bisa dikatakan semakin ke zaman
akan semakin cepat orang merasakan cinta kasih, lalu satu lagi, pacar akan
menuruti kata pacarnya dibandingkan dengan orang tuanya , nah kita harus tahu
betul , apakan cinta kasih kita direstui atau tidak, karena apabila tidak maka akan
menjadi hubungan tidak baik

Cinta dalam agama islam. Simpang siur tentang cinta dalam agama islam , bisa
diartikan sebenarnya tidak boleh dikarenakan belum muhrim , karena dalam
agama islam belum boleh mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum menikah ,
apabila sudah menikah , baru boleh mencintai dan meiliki.

Sebenarnya cinta dalam agama islam adalah cinta kita terhadap sang pencipta ,
kita cinta terhadap semua yang telah diciptakan demi meneruskan hidup di dunia
yang harus kita syukuri atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikan
kepada kita di dunia , jangan lah kau mendustai apa yang telah diberikan oleh

18
Allah Swt,kita harus cinta melaksanakan segala apa yang telah diperintahkan dan
menjauhi segala larangannnya.

4.3. Kasih Sayang


Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta,
kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada
seseorang. Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka
hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebh dewasa lagi dan juga menuntut agar
suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut
dengan kasih sayang, mengasihi, atau saling menumpahkan kasih sayang.

4.4. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga
kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib.
Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata.
Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi
rasa cinta dan kasih.

Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:

lKemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal
pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang
menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.

lKemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam
perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat
terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.

lKemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada
usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.

19
4.5. Pemujaan
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat
memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian
pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME.
Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena
merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya. Cara Pemujaan
dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran
agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat
komunikasi manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan
merupakan suatu tambahan tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang lebih
indah.

4.6. Belas Kasihan


Belas kasihan adalah kebajikan satu dimana kapasitas emosional empati
dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu
sendiri,dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke
tertinggi prinsip-prinsip dalam filsafat,masyarakat,dan kepribadian.
Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif,seperti individu belas
kasih yang sering diberi milik kedalaman,kekuatan atau gairah . Lebih kuat dari
empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk meringankan
penderitaan orang lain.. Hal ini sering, meskipun tidak pasti, komponen kunci
dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam etika istilah,
berbagai ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan oleh
implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang lain apa yang Anda ingin mereka
lakukan untuk Anda.
cara-cara menumpahkan belas kasih:

1. Menunjukan bahwa kita peduli


2. Memberikan perhatian
3. Menjaga
4. Berbicara dengan lembut
5. Memberi sesuatu tanpa mengingatnya

20
4.7. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih erotis adalah ekskluvitas yang tidak terdapat dalam cinta
kasih persaudaraan dan cinta kasih ibu yang merupakan atraksi individual belaka.

21
BAB 5

5.1. KEINDAHAN
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek
dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni,
(meskipun tidak semua hasil seni indah), pemandangan alam (pantai, pegunungan,
danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung,
rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, tatanan, parabot rumah tangga dan
sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan tak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Di mana pun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati
keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran,
dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu
abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung
kebenaran berarti tak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah,
karena dasarnya tidak benar. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak
terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaeraha atau
lokal.
a. Apakah keindahan itu?
Berbicara tentang keindahan mau tidak mau kita harus menengok jauh ke
belakang yaitu jaman yunani kuna, abad ke-18. Pada saat itu pengertian keindahan
telah dipelajari oleh para filsuf. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis
Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu
diterjemahkan dengan kata “beautiful” , Perancis “beau” , Italia dan Spanyol
“bello” , kata-kata itu berasal dari bahaa Latin “bellum”. Akar katanya adalah
“bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi
“bonnellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Menurut luasnya dibedakan pengertian :
1. Keindahan dalam arti luas
2. Keindahan dalam arti estetik murni
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.

22
Jadi, pengertian yang seluas-luanya meliputi :
- Keindahan seni
- Keindahan alam
- Keindahan moral
- Keindahan intelektual.

b. Nilai Estetik
Dalam bidang filsafat, istilah nilai (estetik) seringkali dipakai suatu kata benda
abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness).
Nilai esktrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk
sesuatu
hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu
tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
c. Sebab Manusia Menciptakan Keindahan
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alamiah artinya itu wajar, tidak
berlebihan tidak pula kurang.

 MAKNA KEINDAHAN
Keindahan itu secara akademis sudah dikaji manusia sejak abad ke delapan belas,
pada saat para filsuf banyak tertarik untuk mengembangkan estetika, salah satu
cabang dari filsafat yang tidak lain berbicara tentang keindahan.
Pengelompokan pengertian keindahan yaitu :
1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau
landasannya.
2. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada cakupannya.
3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.

23
5.2. RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam
memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam- dalam. Renungan
adalah hasil merenung.

Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 macam ciri, yaitu:

1). Menyeluruh artinya pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau dari sudut
pandangan tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara
ilmu yang satu dengan ilmu ilmu yang lain,
2). Mendasar artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang
fundamental (ke luar gejala), sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap
bidang keilmuan.
3). Spekulatif artinya hasil pemikiran yang di dapat dijadikan dasar untuk
pemikiran pemikiran selanjutnya.

Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan atau


penciptaan keindahan didasarkan atas tiga macam teori. Dalam teori
pengungkapan dikatakan oleh Benedetto Croce, bahwa seni adalah pengungkapan
kesan kesan. Dalam teori metafisika, Plato mendalilkan adanya dunia ide pada
taraf yang tertinggi, sebagai realita Ilahi itu. Karya seni yang dibuat manusia
hanyalah merupakan nimemis (tiruan) dari realita dunia. Sedangkan dalam teori
psikologik dinyatakan bahwa sadar dari seorang seniman.

24
5.3. KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar rasi artinya
cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur
pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.
Dalam memadu rumah dan halaman, rumah yang bagus dengan halaman
yang luas dan tersusun rapi dengan bunga-bunga yang indah, orang akan memuji
keserasian itu. Dalam berpakaian sangat diutamakan keserasian warna dan bentuk
serta potongan tubuh. Atau dapat juga kita kagum atas kecantikan wanita atau
kecaapan pria pada waktu duduk.
Keserasian identik dengan keindahan, Sesuatu yang serasi tentu tampak
indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir
berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang
terdapat pada suatu hal.
Keserasian merupakan perpaduan antar warna , bentuk dan ukuran. Atau
keserasian merupakan pertentangan antara nada-nada tingg –rendah, keras-lembut,
panjang-pendek.

25