Anda di halaman 1dari 6

Membuat Kursi dan Meja dari Ban Bekas

Alat dan bahan

 Ban Bekas
 Tali Tambang kayu
 Kayu Lapis / Triplek
 Vernis Kayu
 Lem Tembak
 Bor Listrik
 Beberapa Baut
 Gunting
Cara membuat kursi dan meja dari ban bekas:
Langkah 1: Potong papan atau triplek bentuk bulat sesuai ukuran ban 2 buah untuk atas dan bawah
Langkah 2: Bor triplek hingga mengenai ban, lalu pasang beberapa baut menggunakan obeng
Langkah 3: Lilitkan tali paracord mulai dari tengah-tengah triplek hingga menutup seluruh permukaan ban menggunakan lem
tembak
Langkah 4: Potong ujung tali dan rapikan
Langkah 5: Gunakan vernis agar hasilnya lebih bagus
Alat dan Bahan

1. Siapkan drum atau tong bekas


Membuat meja dan kursi dari tong bekas minyak/ oli.
2. Bersihkan terlebih dahulu drum
atau tong bekas tersebut, meliputi
bagian luar dan dalam.
3. Setelah bersih, biarkan kondisinya
mengering terlebih dahulu.
Kemudian potong drum menjadi
beberapa bagian, sesuai bentuk
kursi, lemari, meja atau furnitur
lain yang diinginkan.
4. Selanjutnya, cat keseluruhan drum
atau tong bekas sesuai dengan
warna favorit Anda.
5. Setelah dicat, jemur drum di bawah
sinar matahari langsung dan tunggu
sampai cat mengering dalam
beberapa hari.
6. Ketika cat telah mengering, pasang
bagian sofa atau busa di area yang
sudah terpotong (kecuali lemari).
7. Dan, voila! Kursi atau lemari dari
bahan drum bekas sudah siap
diletakkan pada berbagai ruangan
rumah.
Tips dan Trik

Meski terkesan mudah, namun Naufal menyarankan pembuatan furnitur dari drum bekas ini sebaiknya dilakukan oleh orang
yang sudah berpengalaman dalam menggunakan perkakas elektrik.
Tujuannya untuk menjaga keselamatan diri dari kesalahan fatal, mengingat proses pemotongan menggunakan mesin gerinda.
Sebelum memulai, langkah pertama yang harus dipersiapkan adalah gambaran pola furnitur yang diinginkan. Selanjutnya
persiapkan alat yang dibutuhkan, termasuk drum bekas sebagai bahan utama.
“Saran Saya, pergunakan drum bekas avtur (bahan bakar pesawat) atau oli dari Pertamina. Hal ini dikarenakan kualitasnya
lebih baik dan tebal, dibanding drum bekas lain yang umumnya lebih tipis dan mudah penyok,” jelas Naufal.
Harga drum bekas berkisar antara Rp95 ribu hingga Rp125 ribu. Variasi harga ini tergantung dari kondisi drum, apakah masih
dalam keadaan baik atau sudah ada yang penyok.
Terakhir yang mesti diperhatikan adalah pada saat proses penjemuran. Hindari menjemur drum ketika cuaca mendung, karena
bisa berakibat pada kusamnya warna cat. Komposisi antara cat dengan thinner juga turut memengaruhi hasil akhir furnitur
Anda.
KLIPING
“Perabot dari Barang Bekas”

PERANCANGAN RUANG DALAM

DISUSUN OLEH:
ADIARTHA RANTE
F 221 16 075

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR

PRODI S1 ARSITEKTUR