Anda di halaman 1dari 3

Jawaban soal 16-4 :

Setuju. Pisah batas penerimaan kas yang benar kurang begitu penting dibandingkan pisah
batas penjualan, karena pisah batas kas yang tidak tepat hanya mempengaruhi saldo kas dan
piutang usaha, bukan laba. Akan tetapi, jika salah sajinya material, hal itu dapat
mempengaruhi kewajaran penyajian akun-akun tersebut.

Pengujian yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi pisah batas penjualan dengan asumsi
dokumen telah dipranomori yaitu langkah pertama mengevaluasi metode klien untuk
memperoleh pisah batas dan menentukan prosedur yang akan digunakan. Langkaah lainnya
yang dapat dilihat yaitu apakah klien telah melaksanakan pemisahan tugas antara fungsi
pengiriman dan dan penagihan dimana hal ini juga dapat meningkatkan kemungkinan
pencatatan transaksi pada periode yang tepat. Yang terakhir jika auditor yakin bahwa
pengendalian internal klien sudah memadai, auditor dapat memverifikasi pisah batas dengan
memperoleh nomor dokumen pengiriman untuk pengiriman terakhir yang dilakukan pada
akhir periode dan membandingkan nomor tersebut dengan penjualan yang dicatat pada
periode berjalan atau periode selanjutnya.

Jawaban soal 16-9 :

Konfirmasi adalah respons tertulis langsung dari pihak ketiga dan dianggap sebagai bukti
yang sangat terpercaya. Tujuan utama konfirmasi piutang usaha adalah memenuhi tujuan
eksistensi, keakuratan, serta pisah batas. Menurut saya apabila piutang usaha berjumlah
material maka auditor sebaik nya melakukan konfirmasi piutang usaha walaupun auditor
menilai bahwa pengendalian internal klien telah memadai, hal ini dilakukan agar
mendapatkan bukti yang akurat. Menurut saya konfirmasi yang paling baik dilakukan adalah
dengan formulir konfirmasi yang kosong, dimana dalam formulir ini auditor tidak
menyatakan jumlah pada konfirmasi tetapi meminta penerimanya untuk mengisi saldo atau
melengkapi informasi lainnya. Jenis konfirmasi ini akan membuat auditor mendapatkan bukti
yang lebih akurat.

PERTANYAAN TINJAUAN BAB 17

17-1 (Tujuan 17-1) Apa perbedaan utama antara (a) pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi dan (b) pengujian atas rincian saldo yang membuat sampling atribut
tidak tepat untuk pengujian atas rincian saldo?

Jawab : perbedaan utama antara (a) pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
transaksi dengan (b) pengujian atas rincian saldo terletak pada apa yang ingin di ukur oleh
auditor. Dalam pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi perhatian
utama nya adalah menguji efektivitas pengendalian internal dan tingkat salah saji moneter.
Sedangkan dalam pengujian atas rincian saldo, perhatian utamanya adalah menentukan
apakah jumlah dolar saldo akun mengandung salah saji yang material. Sampling atribut tidak
tepat untuk pengujian atas rincian saldo karena dalam pengujian ini auditor jarang
menggunakan tingkat keterjadian, sebaliknya aauditor menggunakan metod sampling yang
memberikan hasil dalam dolar.

17-2 (Tujuan 17-2) Definisikan sampling berstratifikasi dan jelaskan arti pentingnya dalam
auditing. Bagaimana auditor dapat memperoleh sampel berstratifikasi sebanyak 30 item dari
ketiga strata dalam konfirmasi piutang usaha?

Jawab : sampling berstratifikasi yaitu dimana auditor memisahkan populasi kedalam dua atau
lebih subpopulasi sebelum menerapkan sampling audit. Sampling berstratifikasi penting
dalam audit dalam situasi dimana salah saji cenderung besar atau kecil. Agar auditor
mendapatkan sampel bertingkat dari 30 item dari masing-masing tiga strata dalam konfirmasi
piutang, ia harus terlebih dahulu membagi populasi menjadi tiga strata saling ekslusif. Sebuah
sampel acak dari 30 item kemudian dipilih secara independen untuk masing-masing strata.

17-3 (Tujuan 17-2) Apa perbedaan antara titik estimasi total salah saji dan nilai salah saji
yang sebenarnya dalam populasi. Bagaimana perbedaan tersebut dapat ditentukan?

Jawab : titik estimasi total salah saji dalam populasi adalah proyeksi salah saji yang
ditemukan dalam sampel. Proyeksi ini didasarkan baik pada salah saji rata-rata dikali sampel
ukuran populasi, atau persen bersih dari salah saji dikali nilai buku tercatat sampel.
Sedanngkan nilai sebenarnya dalam populasi adalah jumlah bersih dari semua salah saji
dalam populasi dan hanya dapat diketahui apabila auditor melakukan audit 100%

17-4 (Tujuan 17-2) Evaluasi lah pernyataan berikut yang dibuat oleh auditor: “Dalam setiap
aspek audit, jika memungkinkan, saya menghitung titik estimasi salah saji dan mengevaluasi
apakah jumlahnya material. Jika material, saya menyelidiki penyebabnya dan terus menguji
populasi hingga saya menentukan apakah ada masalah yang serius. Penggunaan sampling
statistik dalam cara ini merupakan alat audit yang berharga”

Jawab : pernyataan itu menggambarkan bagaimana penyalahgunaan estimasi statistik dapat


mengganggu opini audit. Terkadang auditor memperlakukan titik estimasi sebagai nilai
populasi sebenarnya, padahal titik estimasi itu sendiri perhitungan nya didasarkan pada
sampel. Hal ini lah yang dapat menimbulkan permasalahan. Oleh sebab itu aditor harus
memproyeksikan dari sampel ke populasi untuk mengestimasi salah saji populasi.

17-5 (Tujuan 17-3) Definisikan sampling unit moneter dan jelaskan arti pentingnya dalam
auditing. Bagaimana sampling tersebut mengombinasikan fitur sampling atribut dan variabel?

Jawab : sampling unit moneter adalah metode dimana populasi didefinisikan sebagai dolar
individu (mata uang lainnya) yang membentuk saldo rekening. Sampling unit moneter
sekarang merupakan metode sampling statistik yang paling umum digunakan untuk pengujian
atas rincian saldo karena memiliki kesederhanaan statistik bagi sampling atribut serta
memberikan hasil statistik yang diekspresikan dalam dolar(mata uang lainnya yang sesuai).

17-6 (Tujuan 17-1, 17-2, 17-3, 17-4) Definisikan apa yang dimaksud dengan risiko sampling.
Apakah risiko sampling dapat diterapkan pada sampling nonstatistik, sampling unit moneter
(MUS), sampling atribut, dan sampling variabel? Jelaskan.
Jawab : risiko sampling adalah ketidakpastian yang disebabkan langsung oleh penggunaan
sampling, yaitu risiko dimana karakteristik dalam sampel tidak mewakili apa yang terdapat
dalam populasi. Risiko sampling terjadi setiap kali sampel diambil dari populasi, oleh karena
itu berlaku untuk semua metode sampling. Ada dua jenis risiko sampling yang dihadapi oleh
auditor saat menguji saldo akun yaitu ARIA dan ARIR. ARIA berlaku untuk semua metode
pengambilan sampel, sementara ARIR hanya digunakan dalam sampling variabel dan
estimasi perbedaan.

17-7 (Tujuan 17-1, 17-2) Apa perbedaan utama dari 14 langkah yang digunakan dalam
sampling nonstatistik untuk pengujian atas rincian saldo dibandingkan pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi?

Jawab : langakh-langkah dalam pengambilan sampel nonstatistik untuk pengujian atas rincian
saldo dan untuk pengujjian pengendalian hampi sama. Perbedaan utama adalah pengambilan
sampel untuk pengujian pengendalian berkaitan dengan pengecualian dan pengambilan
sampel untuk pengujian atas rincian saldo berkaitan dengan salah saji dolar. Hal ini
menyebabkan perbedaan dalam penerapan dua metode, tetapi langkah-langkah nya tetap sam.

17-8 (Tujuan 17-3) Sebanyak 2.620 item persediaan yang digambarkan pada pertanyaan 17-
14 telah ada dalam daftar persediaan setebal 44 halaman dengan 60 baris per halaman.
Totalnya dsajikan pada setiap halaman. Data tentang klien tidak disajikan dalam bentuk yang
dapat dibaca mesin. Gambarkan bagaimana sampel unit moneter dapat dipilih dalam situasi
ini.

Jawab :

17-9 (Tujuan 17-3) Jelaskan bagaimana auditor menentukan salah saji yang dapat ditoleransi
untuk sampling unit moneter(MUS).

Jawab : salah saji yang dapat ditoleransi pada umumnya sama dengan materialitas kinerja,
namun auditor dapat mengurangi jumlah salah saji yang dapat ditoleransi ini jika populasi
yang diuji kurang dari 100 persen. Dalam sampling unit moneter, salah saji yang dapat
ditoleransi digunakan penilaian awal tentang materialitas.

17-10 (Tujuan 17-2) Jelaskan apa yang dimaksud dengan risiko yanng dapat diterima atas
penerimaan yang salah (ARIA). Apa faktor audit utama yang mempengaruhi ARIA?

Jawab : ARIA adalah risiko sampel yang dipilih mendukung kesimpulan bahwa saldo akun
yang tercatat tidak mengandung salah saji yang material ketika dinyatakan salah saji secara
material (dianggap mengandung salah saji material tetapi ternyata tidak). Faltp utama yang
mempengaruhi keputusan auditor mengenai ARIA adalah penilaian risiko pengendalian
dalam model risiko audit. Jika pengendalian internal sudah efektif, risiko pengendalian dapat
dikurangi sehingga memungkinkan auditor untuk meningkatkan ARIA, yang pada akhirnya
ini akan mengurangi ukuran sampel yang diperlukan untuk pengujian atas rincian saldo akun
yang berkaitan.