Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sebagai orang tua, tentunya kita akan merasa bahagia jika tumbuh
kembang anak berjalan dengan baik tanpa hambatan apa pun. Orang tua
patut merasa was – was dan khawatir, jika perkembangan dan pertumbuhan
anak tidak berjalan sesuai dengan yang semestinya. Walaupun
perkembangan anak berbeda satu dengan yang lainnya, namun seharusnya
orang tua mempunyai jam biologis dalam memprediksi perkembangan anak.
Kekhawatiran orang tua bukannya tanpa sebab ketika perkembangan
anak mengalami hambatan. Hal ini karena usia lahir sampai memasuki
pendidikan dasar merupakan masa keemasan dalam rentang kehidupan
manusia yang tidak bisa terulang. Masa ini disebut juga dengan “masa kritis”
dalam kehidupan, karena masa usia dini akan menentukan perkembangan
anak selanjutnya. Masa ini merupakan masa yang paling tepat untuk
meletakkan dasar -dasar pengembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa,
sosial – emosional, moral, kreatifitas dan perkembangan dasar lainnya.
Dengan demikian, upaya pengembangan seluruh potensi anak harus dimulai
pada usia dini supaya pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai
dengan maksimal. Agar anak mencapai perkembangan yang optimal,
dibutuhkan peran serta orang tua dan orang dewasa di sekitar anak untuk
memberikan rangsangan dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk
tumbuh kembang anak.
Hurlock (1978) menjelaskan, bahwa pertumbuhan berkaitan dengan
perubahan kuantitatif, yaitu peningkatan ukuran dan struktur. Dalam hal ini,
anak tidak saja menjadi lebih besar secara fisik, tetapi ukuran dan struktur
organ dalam dan otak juga meningkat. Akibat adanya pertumbuhan otak ank
mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk belajar, mengingat, dan
perfikir. Pertumbuhan merupakan semua hal yang berkaitan dengan
perubahan ukuran organisme dan dapat diamati, seperti: perubahan fisik,
peningkatan jumlah sel, ukuran, kuantitatif, tinggi badab, berat badan,
ukuran tulang, gigi dan lainnya. Sedangkan, Perkembangan berkaitan dengan
perubahan kualitatif dan kuantitatif. Dengan demikian perkembangan bisa
didefinisikan sebagai deretan progresif dari perubahan yang teratur dan
koheren. Progresif, menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing
anak untuk maju, bukannya mundur. Sedangkan teratur dan koheren
menunjukkan adanya hubungan nyata antara perubahan yang terjadi dan
yang telah mendahuluinya, atau yang akan mengikutinya. Perkembangan
adalah kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi yang kompleks dalam
pola yang teratur, dan dapat dipredisikan sebagai hasil dari pematangannya,
misalnya: perjalanan menjadi dewasa, proses dari suatau organisme individu
tumbuh secara organik, muni biologis atau adanya suatu peristiwa suatu
organisme yang berubah secara bertahap dari yang sederhana ke tingkat
yang lebih komples.
Berbeda dengan fase usia anak lainnya, anak usia dini memiliki
karakteristik seperti: memiliki rasa ingin tahu, merupakan pribadi yang unik,
suka berfantasi dan berimajinasi, masa paling potensial untuk belajar,
menunjukkan sikap egosentri, memiliki rentang daya konsentrasi yang
pendek, sebagai bagian dari makhluk sosial, bermain merupakan dunia masa
kanak – kanak. Masa kanak – kanak juga masa yang paling penting untuk
hidupnya, sebab masa kanak – kanak adalah masa pembentukan pondasi dan
masa kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya.
Setiap tahap perkembangan anak usia dini memiliki ciri atau tugas
perkembangan tertentu, yang dapat dijadikan standar atau perkiraan kasar
tentang hal – hal yang harus dikuasai anak pada tahap tertentu. Tahap
perkembangan bahasa/komunikasi anak usia 4-6 tahun: Anak dapat
berbicara dengan lancar dan menggunakan bahasa deskriptif, Mampu
mengatakan nama lengkap, umur, tanggal lahir, alamat rumah. Suka lelucon,
lagu – lagu dan sajak. Kosakata anak berkembang pesat sekitar 5.000 kata
pada saat berumur 5 tahun. Memperhatikan kata – kata baru dan asing dan
menanyakkan maknanya. Dapat meniru aksen orang lain yang ia denger.
Namun setelah di identifikasikan ada salah satu anak paud mentari usia
5 tahun, dalam berbicara masih belum sempurna. Anak tersebut mengalami
kesulitan berbicara secara umumnya, anak seusianya kesulitan kemampuan
dalam artikulasi, penyeluaraan dan kelancaran dalam berbicara. Anak
tersebut memiliki ciri, Tidak jelas mengucapkan kata misalnya “bilu” untuk
“biru”. Tidak lancar dalam mengucapkan kata -kata, misalnya anak berbicara
dengan suara cepat atau tersendat – sendat sehingga ucapannya tidak jelas
jika ia berbicara dengan ibu guru atau teman kelas.
Anak tersebut memiliki gejala – gejala yang terlihat pada perilaku
anak seperti: anak terlihat frustasi ketika berbicara cepat, Berusaha
mengulangi beberapa kata, Sulit mengucapkan kata – kata yang lengkap,
Saat berbicara lama dan banyak kata ee, Susunan kata tidak teratur, dan Dia
suka menangis jika kepunyaannya tidak ada sedangkan bu guru tidak
mengerti. Penyebab kurang lancar bicara dari anak tersebut dia tidak perna
bermain diluar rumahnya, tidak perna bersosialisai dengan banyak orang
dirumahnya hanya satu anak temannya, dia selalu ditakut – takuti sehingga
mempunyai ketakutan yang besar dan malu sama orang yang baru dia lihat.
Tidak banyak bergaul dengan teman sebaya.
Seperti yang telah saya paparkan diatas tentang permasalahan –
permasalahan yang muncul pada anak tersebut saya memberikan solusi agar
anak tersebut diberikan buku membaca/buku cerita, saat dia bicara dengan
guru selalu dibenarkan kosakatanya, dan kepada orang tua saya berikan
pemahaman agar anak lebih distimulasi, diberi keberanian, jangan perna
diberi rasa takut atau ditakut – takuti dan di anjurkan untuk bersosialisasi
dengan teman sebaya.

B. Identifikasi masalah
Dari hasil identifikasi permasalahan tentang anak kebutuhan khusus di
antaranya adalah:
1. Masih banyak pola asuh orang tua yang salah
2. Masih banyak anak yang tidak boleh untuk bergaul diluar rumah
3. Masih banyak anak kurang dalam bersosialisai dengan teman sebaya
4. Masih banyak menangani anak dengan cara ditakut – takuti

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan analisis masalah maka penulis
merumuskan permasalahan yang menjadi fokus perbaikan penulisan sebagai
berikut:
Apakah dengan masih banyak pola asuh orang tua yang salah dapat
menghambat tumbuh kembang anak seperti anak usia 5 tahun masih belum
lancar dalam berbicara.