Anda di halaman 1dari 5

16-1 Bedakan antara pengujian atas rincian saldo, pengujian pengendalian, dan

pengujian substantif atas transaksi untuk siklus penjualan dan penagihan. Jelaskan
bagaimana pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi
mempengaruhi pengujian atas rincian saldo?
Jawab : Pengujian atas rincian saldo merupakan pengujian detail saldo yang tepat
untuk siklus penjualan dan penagihan yaitu piutang usaha, Dimana di dalam
pengujian rincian saldo ada sustu metodologi untuk merancang pengujian atas
rincian saldo tersebut. Metodologi tersebut terdiri dari tiga tahap. Merancang dan
melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian sustantif atas transaksi
merupakan tahap kedua dari metodologi tersebut. Jadi, dapat disimpulkan
pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan bagian
dari pengujian atas rincian saldo. Hasil pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi punya pegaruh terhadap sisa audit, terutama pengujian
substantif atas rincian saldo. Bagian yang paling dipengaruhi oleh pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dalam siklus penjualan dan
penagihan adalah saldo piutang uasaha, kas, beban piutang tak tertagih, dan
penyisihan untuk piutang tak tertagih. Jika hasil pengujian tak memuaskan, maka
auditor melakukan pengujian substantif tambahan. Pengaruh yang paling signifikan
dari hasil pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dalam
siklus penjualan dan penagihan adalah terhadap konfirmasi piutang usaha.
16-2 Evaluasi lah sudut pandang cyntia?
Jawab: HAL 111 POIN 1-4
16-3 sebutkan lima prosedur analitis untuk siklus penjualan dan penagihan. Untuk
setiap pengujian, uraikanlah salah saji yg dapat diidentifikasi?
Jawab: Tabel 16-1 halaman 99
16-4 Jelaskan mengapa anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan berikut “
Dalam sebagian besar audit, jauh lebih penting menguji dengan cermat pisah batas
untuk penjualan ketimbang untuk penerimaan kas”. Uraikan bagaimana anda akan
melaksanakan setiap jenis pengujian,dengan mengasumsikan dokumen telah
dpranomori?
Jawab: Setuju. Pisah batas penerimaan kas yang benar kurang begitu penting
dibandingkan pisah batas penjualan, karena pisah batas kas yang tidak tepat hanya
mempengaruhi saldo kas dan piutang usaha, bukan laba. Akan tetapi, jika salah
sajinya material, hal itu dapat mempengaruhi kewajaran penyajian akun-akun
tersebut.
Pengujian yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi pisah batas penjualan dengan
asumsi dokumen telah dipranomori yaitu langkah pertama mengevaluasi metode
klien untuk memperoleh pisah batas dan menentukan prosedur yang akan
digunakan.Langkah lainnya yang dapat dilihat yaitu apakah klien telah
melaksanakan pemisahan tugas antara fungsi pengiriman dan dan penagihan
dimana hal ini juga dapat meningkatkan kemungkinan pencatatan transaksi pada
periode yang tepat. Yang terakhir jika auditor yakin bahwa pengendalian internal
klien sudah memadai, auditor dapat memverifikasi pisah batas dengan memperoleh
nomor dokumen pengiriman untuk pengiriman terakhir yang dilakukan pada akhir
periode dan membandingkan nomor tersebut dengan penjualan yang dicatat pada
periode berjalan atau periode selanjutnya.
16-5 Identifikasilah 8 tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang uasaha.
Untuk setiap tujuan cantumkanlah satu prosedur audit?
Jawab: Hal 94
1. Piutang usaha dalam neraca saldo sama dengan file induk terkait, dan totalnya
telah ditambahkan dengan benar serta sama dengan buku besar umum.
Pengujian didasarkan pada aged trial balanced, yaitu menyajikan daftar saldo
dalam file induk piutang usaha pada tanggal neraca, termasuk saldo pelanggan
individual yang beredar dan rincian tiap saldo pada waktu tanggal penjualan
dan pada neraca (kecocokan saldo)
2. Piutang yang dicatat memang ada. Konfirmasi saldo pelanggan merupakan
pengujian atas rincian saldo yang palimh penting untuk menentukan
keberadaan piutang usaha yang dicatat. (keberadaan)
3. Piutang usaha yang ada telah dicantumkan. Sulit bagi auditor untuk menguji
saldo akun yang dihilangkan dari aged trial balanced kecuali mengandalkan
pada sifat menyeimbangkan sendiri file induk piutang usaha (kelengkapan)
4. Piutang usaha sudah akurat. Dengan melakukan konfirmasi akun dari neraca
saldo (keakuratan)
5. Piutang usaha diklasifikasikan dengan benar. Dengan mereview aged trial
balanceuntuk piutang yang material. (klasifikasi)
6. Pisah batas piutang usaha sudah benar. Salah saji pisah batas terjadi apabila
transaksi periode berjalan dicatat dalam periode selanjutnya. Tujuan pisah batas
untuk memverifikasi apakah transaksi yang mendekati akhir periode akuntansi
telah dicatat pada periode yang tepat. (pisah batas)
7. Piutang usaha dinyatakan pada nilai realisasi. Nilai realisasi piutang usaha
sama dengan piutang usaha dikurangi penyisihan piutang tak tertagih.
Penyisihan dihitung dengan mengestimasi total jumlah piutang usaha yang
diperkirakan tidak dapat ditagih. (Nilai realisasi)
8. Klien memiliki hak atas piutang usaha. Auditor dapat mereview notulen rapat,
membahasnya dengan klien, mengkonfirmasi dengan bank, memeriksa kontrak
hutang. (hak)
16-6 Mana dari delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang usaha
yang dapat dipenuhi sebagian oleh konfirmasi dengan pelanggan?
Jawab:
Konfirmasi piutang usaha merupakan salah satu dari delapan jenis bukti audit.
Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang usaha yang dapat dipenuhi
sebagian oleh konfirmasi dengan pelanggan adalah tujuan keberadaan, ketelitian,
dan pisah batas.
1. Yang dimaksud dengan tujuan keberadaan adalah apabila konfirmasi yang
dikirimkan kepada konsumen tidak memberi jawaban atas konfirmasi, maka
auditor harus memeriksa dokumen pendukung dan memastikan barang sudah
dikirm dan bukti adanya penerimaan kas untuk menentukan bahwa piutang
telah diterima pembayarannya setelah tanggal neraca.
2. Yang dimaksud dengan tujuan ketelitian adalah konfirmasi akun piutang usaha
yang dipilih dari daftar umur piutang. Apabila pelanggan tidak menjawab
konfirmasi , auditor akan memeriksa dokumen sama seperti tujuan keberadaan
dan melakukan pengujian dengan memeriksa pendebetan dan pengkreditan
pada masing2 akun pelanggan individual dengan membandingkan dengan
dokumen pengiriman barang.
3. tujuan pisah batas adalah untuk memeriksa apakah transaksi menjelang akhir
tahun buku telah dicatat pada periode yang tepat. Auditor mengandalkan
konfirmaasi piutang untuk mengungkap kesalahan penyajian pisah batas
penjualan, retur penjualan, dan penerimaan kas.

16-7 Sebutkan tujuan memfooting total kolom pada neraca saldo klien, menelusuri
nama pelanggan dan jumlah masing masing ke file induk piutang usaha, dan
menelusuri total ke buku besar umum. Apakah perlu menelusuri setiap jumlah ke
file induk, mengapa?
Jawab: Auditor menguji kecocokan (memfooting) informasi dalam daftar piutang
sebelum melakukan pengujian lain untuk memastikan bahwa populasi yang akan
diuji cocok dengan buku besar umum dan file induk piutang usaha. Kolom total dan
footing dalam kolom yang menggambarkan umur piutang harus diuji, sementara
totalnya pada neraca saldo dibandingkan dengan buku besar umum. Auditor juga
harus menelusuri sampel setiap saldo ke dokumen pendukung seperti salinan faktur
penjualan untuk memverifikasi nama pelanggan, saldo, dan umur pitang yang
sesuai.
16-8 Apa perbedaan antara pengujian keakuratan piutang usaha kotor dengan
pengujian nilai realisasi piutang?
Jawab: Nilai realisasi piutang usaha ( realizable value of account receivabels)
sama dengan piutang usaha kotor dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.
Untuk menghitung penyisihan, klien mengestimasi total jumlah piutang usaha yang
diperkirakan tidak dapat ditagih. Tentu saja, klien tidak dapat memprediksi piutang
di masa depan dengan tepat, tetapi penting bagi auditor untuk mengevaluasi apakah
penyisihan klien itu masuk akal dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada.
Untuk membantu melakukan evaluasi ini, auditor sering kali menyiapkan skedul
audit yang menganalisis penyisihan piutang tak tertagih.
16-9 Jawab: Konfirmasi adalah respons tertulis langsung dari pihak ketiga dan
dianggap sebagai bukti yang sangat terpercaya. Tujuan utama konfirmasi piutang
usaha adalah memenuhi tujuan eksistensi, keakuratan, serta pisah batas. Menurut
saya apabila piutang usaha berjumlah material maka auditor sebaik nya melakukan
konfirmasi piutang usaha walaupun auditor menilai bahwa pengendalian internal
klien telah memadai, hal ini dilakukan agar mendapatkan bukti yang akurat.
Menurut saya konfirmasi yang paling baik dilakukan adalah dengan formulir
konfirmasi yang kosong, dimana dalam formulir ini auditor tidak menyatakan
jumlah pada konfirmasi tetapi meminta penerimanya untuk mengisi saldo atau
melengkapi informasi lainnya. Jenis konfirmasi ini akan membuat auditor
mendapatkan bukti yang lebih akurat.
16-10 Bedakan antara konfirmasi positif dengan konfirmasi negatif serta sebutkan
situasi dimana masing2 konfirmasi itu harus digunakan. Mengapa kantor akuntan
seringkali menggunakan kombinasi konfirmasi positif dan negatif pada audit yang
sama?
Jawab: Konfirmasi positif merupakan Komunikasi dengan debitor yang meminta
pihak penerima untuk mengkonfirmasi secara langsung apakah saldo yang
dinyatakan dalam konfirmasi adalah benar atau salah. Konfirmasi negatif adaalah
Hanya meminta respon debitor tidak setuju dengan jumlah yang dinyatakan.
Konfimasi negatif dapat diterima jika seluruh situasi berikut ini tersedia: 1)Piutang
usaha tercipta dari akun-akun yang kecil 2) Penilaian resiko pengendalian dan risiko
inheren gabungan adalah rendah. tidak ada alasan untuk percaya bahwa penerima
konfirmasi tidak mungkin memberikan pertimbangannya.
Dibanding dengan konfirmasi negatif, konfirmasi positif lebih bisa
dipercaya karena auditor bisa melakukan prosedur tindak lanjut apabila jawaban
dari debitur tidak diterima.Apabila digunakan konfirmasi negatif, auditor biasanya
menekankan auditnya pada efektivitas pengendalian internal, pengujian substantif
transaksi, dan prosedur analitis sebagai bukti tentang kewajaran piutang usaha.
Konfirmasi yang akan dipilih auditor dapat bervariasi, diawali dengan tidak
menggunakan konirmasi pada beberapa situasi, hanya menggunakan konfirmasi
negatif, menggunakan baik konfirmasi negatif maupun positif, hingga hanya
menggunakan konfirmasi positif. Faktor utama yang mempengaruhi keputusan
auditor adalah materialitas piutang usaha, jumlah, dan ukuran saldo piutang
individual, risiko pengendalian, risiko bawaan, efektivitas konfirmasinya sebagai
bukti dan ketersedian bukti audit lainnya.