Anda di halaman 1dari 2

Nama : M.

Fitrah Hidayat

Nim : 013.06.0039

Critical Appraisal

Dapat menemukan pertanyaan penelitian

 Bagaimana prevalensi tenggelam yang tidak disengaja pada orang yang mengkonsumsi
atau tidak mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan psikotik?
Dapat menemukan metode penelitian
 Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan potong-lintang
Menyebutkan kesesuaian metode penelitian dengan tujuan penelitian
 Metode yang digunakan dalam penelitian ini kurang sesuai dengan tujuan penelitian
karena penelitian secara deskriptif tidak dapat menyimpulkan pengaruh atau hubungan
tenggelam yang tidak disengaja pada orang yang mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan
terlarang.
Dapat menilai populasi, sampel, penentuan sampel dari penelitian
1. Populasi target adalah orang yang tenggelam secara tidak sengaja pada tahun 2000
sampai 2009 dan tercatat dalam database laboratorium toksikologi fakultas kedokteran
universitas helsinski, finland.
2. Sampel dalam penelitinan ini menggunakan seluruh populasi yaitu semua orang yang
tenggelam secara tidak sengaja pada tahun 2000 sampai 2009 dan tercatat dalam database
laboratorium toksikologi fakultas kedokteran universitas helsinski, finland.
3. Penentuan sampel dari penelitian ini berdasarkan kriteria inklusi yaitu: tercatat dalam
database toksikologi forensik universitas helsinski tahun 2000 sampai 2009, dan
eksklusinya yaitu berusia kurang dari 15 tahun, mempunyai motif bunuh diri,
pembunuhan, tenggelam dengan niat yang tidak dapat ditentukan, kecelakaan lalu lintas,
bencana alam.
Sampel penelitian adalah 1746 orang tenggelam yang tidak disengaja yang
mengkonsumsi atau tidak mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan psikotik yang tercatat
dalam database toksikologi forensik universitas helsinski tahun 2000 sampai 2009.
Dapat menilai apakah teknik dan besar sampel sesuai dengan metode penelitian
 Sampel dalam penelitinan ini menggunakan seluruh populasi yaitu semua orang yang
tenggelam secara tidak sengaja pada tahun 2000 sampai 2009 dan tercatat dalam database
laboratorium toksikologi fakultas kedokteran universitas helsinski, finland.
Dapat menentukan variabel penelitian dan instrument yang digunakan
1. Variabel indepeden penelitian ini adalah obat-obatan dan alkohol, Variabel dependen
penelitian adalah tenggelam secara tidak sengaja.
2. Instrumen yang digunakan adalah database Laboratorium Toksikologi, Departemen
Kedokteran Forensik, Universitas Helsinki, menggunakan kode sifat-cedera-ICD-10 T75.
Dapat menilai analisis statistik yang digunakan, sesuai atau tidak dengan metode penelitian
 Penelitian ini tidak menggunakan analisis statistik karena bersifat deskriptif yaitu hanya
menggambarkan prevalensi dari tenggelam yang tidak disengaja pada orang yang
mengkonsumsi ataupun tidak mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan psikotropik.
Dapat menjelaskan kelebihan hasil penelitian
1. Penelitian ini memperluas data tentang pengaruh obat-obatan dan alkohol terhadap kasus
tenggelam.
2. Peneliti memaparkan dengan jelas kriteria inklusi dan kriteria ekslusi serta jenis uji
hipotesis yang digunakan.
3. Penelitian ini juga mendata kasus tenggelam yang tidak disengaja baik yan menggunakan
alkohol ataupun yang menggunakan obat-obatan yang mempengaruhi nervus kranialis.
4. Penelitian ini menjelaskan secara rincih tentang kelebihan dan kekurangan penelitian.
5. Penelitian ini menjelaskan tentang korban tenggelam yang menggunakan obat-obatan dan
alkohol dengan dosis terperinci.
Dapat menjelaskan kekurangan hasil penelitian
1. Tidak dijelaskan kelebihan dan kekurangan jurnal tersebut.
2. Tidak ada nilai signifikansi dalam jurnal tersebut.
3. Abstrak memuat lebih dari 250 kata.
Dapat menyimpulkan apakah jurnal dapat digunakan atau tidak
 Ya, meskipun mungkin terdapat perbedaan karakteristik populasi studi dengan Indonesia,
namun studi ini dapat memberikan tambahan data berupa gambaran prevalensi
tenggelam yang tidak disengaja pada orang yang mengkonsumsi atau tidak
mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan psikotik sehingga dengan adanya informasi ini
dapat dilakukan rekognisi lebih awal, dan intervensi secara lebih spesifik terhadap
kelompok-kelompok yang memang rentan untuk melakukan bunuh diri terutama pada
pasien psikiatrik dan alkoholik.