Anda di halaman 1dari 13

SNI 6989.

1:2019

Standar Nasional Indonesia

Air dan air limbah – Bagian 1:


Cara uji daya hantar listrik (DHL)

ICS 13.060.60 Badan Standardisasi Nasional


Daftar isi

Daftar isi..................................................................................................................................... i
Prakata...................................................................................................................................... ii
1 Ruang lingkup.....................................................................................................................1
2 Istilah dan definisi ...............................................................................................................1
3 Kesehatan dan keselamatan kerja .....................................................................................1
4 Cara uji ............................................................................................................................... 1
4.1 Prinsip.......................................................................................................................1
4.2 Bahan .......................................................................................................................1
4.3 Peralatan ..................................................................................................................2
4.4 Uji kinerja alat ...........................................................................................................2
4.5 Prosedur ...................................................................................................................2
5 Pengendalian mutu.............................................................................................................2
6 Bias dan presisi ..................................................................................................................2
Lampiran A ............................................................................................................................... 3
Lampiran B ............................................................................................................................... 4
Lampiran C ............................................................................................................................... 5
Bibliografi .................................................................................................................................. 7

Tabel B.1 – Konduktivitas ekuivalen, A, dan konduktivitas dari kalium klorida pada 25 ⁰C......4
Tabel C.1 – Kalibrasi internal konduktimeter dengan larutan KCl ............................................5
Tabel C.2 – Informasi DHL dalam CRM ...................................................................................5
Tabel C.3 – Hasil pengujian DHL dengan CRM .......................................................................6
Tabel C.4 – Batas keberterimaan %RSD dan %R untuk penentuan bias dan presisi metode
Hasil pengujian DHL dengan CRM .......................................................................6

i
Prakata

Standar Nasional Indonesia SNI 6989.1:2019 Air dan air limbah – Bagian 1: Cara uji daya
hantar listrik (DHL) merupakan revisi dari SNI 06-6989.1-2004.

Revisi dalam Standar ini meliputi perubahan pengertian jaminan mutu dan pengendalian mutu
menjadi pengendalian mutu, serta penambahan persyaratan kesehatan dan keselamatan
kerja, bias dan presisi, tabel korelasi antara konsentrasi kalium klorida (KCl) dan
konduktivitas,dan contoh perhitungan verifikasi metode.

Standar ini menggunakan Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater
23rd Edition (2017) Method 2510 sebagai referensi utama, dan telah melalui uji coba di
laboratorium pengujian dalam rangka verifikasi metode yang digunakan.

Standar ini disusun oleh Komite Teknis 13-03 Kualitas Lingkungan. Standar ini telah dibahas
dan disetujui dalam rapat consensus pada tanggal 2 Agustus 2018 di Jakarta, yang dihadiri
oleh wakil dari pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, yaitu perwakilan dari pemerintah,
pelaku usaha, konsumen dan pakar.

Standar ini telah melalui tahap jajak pendapat pada tanggal 27 Maret 2019 sampai dengan
tanggal 26 Mei 2019 dengan hasil akhir disetujui menjadi SNI.

Perlu diperhatikan bahwa kemungkinan beberapa unsur dari dokumen standar ini dapat
berupa hak paten. Badan Standardisasi Nasional tidak bertanggung jawab untuk
pengidentifikasian salah satu atau seluruh hak paten yang ada.

ii
Air dan air limbah – Bagian 1: Cara uji daya hantar listrik (DHL)

1 Ruang lingkup

Metode ini meliputi cara uji daya hantar listrik (DHL) air dan air limbah dengan menggunakan
alat konduktimeter.

2 Istilah dan definisi

Untuk keperluan penggunaan Standar ini, berlaku istilah dan definisi berikut:

2.1
air bebas mineral
air yang diperoleh dengan cara penyulingan ataupun proses demineralisasi sehingga
diperoleh air dengan konduktivitas 0,5 μS/cm sampai dengan 3 μS/cm

2.2
daya hantar listrik
kemampuan air untuk menghantarkan arus listrik yang dinyatakan dalam μmhos/cm (μS/cm)

2.3
larutan baku
larutan yang dibuat dengan melarutkan KCl dengan konsentrasi tertentu

3 Kesehatan dan keselamatan kerja

Cara uji yang ditetapkan ini menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Untuk mengurangi
risiko kecelakaan kerja di laboratorium, maka diperlukan:

a) Penggunaan alat pelindung diri (APD) diseseuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan
b) Penanganan bahan kimia secara aman mengacu kepada lembar data keselamatan bahan
(Safety Data Sheet, SDS)

4 Cara uji

4.1 Prinsip

Daya hantar listrik larutan diukur dengan elektroda konduktimeter berdasarkan pada jenis ion,
konsentrasi ion, mobilitas ion, valensi ion, dan suhu pengukuran.

4.2 Bahan

a) Air bebas mineral.

b) Larutan baku kalium klorida, KCl 0,01 M.


Larutkan 0,7456 g kalium klorida, KCl anhidrat yang sudah dikeringkan pada suhu 110 ºC
selama 2 jam dengan air bebas mineral dan encerkan sampai volume 1.000 ml. Larutan
ini pada suhu 25 ºC mempunyai daya hantar listrik 1412 μmhos/cm.

CATATAN Larutan baku kalium klorida dapat menggunakan larutan baku komersial yang tersedia di
pasaran.

1 dari 7
4.3 Peralatan

a) timbangan analitik dengan keterbacaan 0,1 mg;


b) konduktimeter;
c) pengaduk gelas atau magnetik;
d) labu ukur 1.000 ml;
e) termometer;
f) oven; dan
g) gelas piala.

4.4 Uji kinerja alat

a) Cuci elektroda dengan larutan baku KCl 0,01 M sebanyak tiga kali.
b) Lakukan internal kalibrasi dengan larutan baku KCl 0,01 M pada 25 ºC.
c) Lakukan sesuai dengan manual alat.
d) Nilai keberterimaan pada nilai presisi 0,1 % sampai 1,0 % dan nilai reprodusibilitas 1 %
sampai dengan 2 %, bila tidak sesuai lakukan kalibrasi eksternal.

CATATAN Apabila DHL contoh uji lebih besar 1412 μmhos/cm, lakukan tahapan pada 3.4 dengan
menggunakan larutan baku KCl sesuai Tabel B.1 pada Lampiran B

4.5 Prosedur

a) Bilas elektroda dengan contoh uji sebanyak 3 kali.


b) Celupkan elektroda ke dalam contoh uji sampai konduktometer menunjukkan pembacaan
yang stabil.
c) Catat hasil pembacaan skala atau angka pada tampilan konduktometer dan catat suhu
contoh uji serta laporkan hasil sesuai Lampiran A.

CATATAN Apabila konduktometer yang digunakan belum dilengkapi dengan Automatic


Temperature Compensation (ATC) maka lakukan kompensasi nilai DHL terhadap suhu
pengukuran.

5 Pengendalian mutu

a) Gunakan bahan kimia pro analisis (pa).


b) Gunakan alat gelas bebas kontaminasi.
c) Gunakan alat ukur terkalibrasi.
d) Dikerjakan oleh analis yang kompeten.
e) Lakukan analisis duplo untuk kontrol ketelitian analisis.

6 Bias dan presisi

Presisi dari konduktimeter komersial umumnya antara 0,1 % sampai dengan 1 %.


Reprodusibilitas 1 % sampai dengan 2 % dicapai setelah instrumen dikalibrasi. Contoh
perhitungan verifikasi metode ditunjukkan pada Lampiran C.

2 dari 7
Lampiran A
(normatif)
Pelaporan

Catat pada lembar kerja hal-hal sebagai berikut :

1) Parameter yang dianalisis.


2) Nama analis.
3) Tanggal analisis.
4) Nomor contoh uji.
5) Tanggal penerimaan contoh uji.
6) Kadar DHL dalam contoh uji.

3 dari 7
Lampiran B
(normatif)
Tabel korelasi antara konsentrasi kalium klorida (KCl) dan konduktivitas

Tabel B.1 – Konduktivitas ekuivalen, A, dan konduktivitas dari kalium klorida pada 25
⁰C

Konsentrasi KCl Konduktivitas Konduktivitas, k


(M atau ekuivalen, A (µmho/cm)
ekuivalen/L) (mho-cm2/ekuivalen)
0 149,9
0,0001 148,9 14,9
0,0005 147,7 73,9
0,001 146,9 146,9
0,005 143,6 717,5
0,01 141,2 1.412
0,02 138,2 2.765
0,05 133,3 6.667
0,1 128,9 12.890
0,2 124,0 24.800
0,5 117,3 58.670
1 111,9 111.900

Sumber: Standard Methods for the Examinations of Water and Wastewater 23rd Edition

4 dari 7
Lampiran C
(informatif)
Contoh perhitungan verifikasi metode

C.1 Kalibrasi internal konduktimeter dengan larutan baku KCl

Konduktimeter dikalibrasi internal dengan larutan KCl 0,05 M (konduktivitas 6.667), 0,01 M
(konduktivitas 1.412), dan 0,001 M (konduktivitas 146,9) dengan hasil sebagai berikut:

Tabel C.1 – Kalibrasi internal konduktimeter dengan larutan KCl

Kalibrasi dengan
Kalibrasi dengan Kalibrasi dengan
Pengulangan larutan KCl 0,001
larutan KCl 0,05 M larutan KCl 0,01 M
M

1 6667 1412 147

2 6662 1411 147

3 6665 1413 147

4 6666 1412 147

5 6665 1412 147

6 6667 1411 147

7 6667 1412 147

Rerata 6665,6 1411,9 147


Sumber: PT Sucofindo Cabang Bandung

Berdasarkan Tabel C.1 kalibrasi internal konduktimeter telah memenuhi persyaratan presisi
antara 0,1 % sampai dengan 1 %.

C.2 Verifikasi metode cara uji DHL dengan CRM

Hasil verifikasi cara uji daya hantar listrik (DHL) dengan penentuan trueness, bias dan presisi
metode adalah sebagai berikut:

Tabel C.2 – Informasi DHL dalam CRM

Informasi Certificate of Analysis


Conductivity
Cat. No. 698
Lot No. S225-698
Traceable to NIST SRM No. 919b
Assigned value 938 µS/cm

Certified value (915 ± 2,42) µS/cm

Standard deviation 0,26 %

5 dari 7
Berdasarkan informasi pada Tabel C.2, CRM dianalisis sebagaimana contoh uji dan diperoleh
hasil sebagai berikut:

Tabel C.3 – Hasil pengujian DHL dengan CRM

Pengulangan Hasil (µS/cm)


1 917
2 920
3 919
4 920
5 917
6 919
7 916
Rerata 918,29
Simpangan baku 1,60
Presisi metode (%RSD) 0,17
Sumber: PT Sucofindo Cabang Bandung

Tabel C.4 – Batas keberterimaan %RSD dan %R untuk penentuan bias dan presisi
metode Hasil pengujian DHL dengan CRM

Rentang Hasil
Persyaratan Keberterimaan pada (rata-rata Kesimpulan
presisi 1% DHL)

Presisi Metode(0,1 % – 1,0 %) (905,8 – 924,1) µS/cm 918,29 µS/cm Memenuhi

6 dari 7
Bibliografi

[1] ASTM D1125-14, Standard Test Method for Electrical Conductivity and Resistivity of
Water.

[2] ISO 7888:1985, Water quality – Determination of electrical conductivity.

[3] Laura Bridgewater et al. “Standard Methods for the Examination of Water and Waste
Water”. 23rd Edition. 2017. Washington DC: APHA, AWWA, and WEF. Methods 2510,
Conductivity.

7 dari 7
Informasi pendukung terkait perumus standar

[1] Komtek Perumusan SNI


Komite Teknis 13-03 Kualitas Lingkungan

[2] Susunan keanggotaan Komtek Perumusan SNI


Ketua : Noer Adi Wardojo

Wakil Ketua : Giri Darminto

Sekretaris : Diah Wati Agustayani

Anggota : 1. Ardeniswan
2. Henggar Hardiani
3. Muhamad Farid Sidik
4. M.S. Belgientie TRO
5. Noor Rachmaniah
6. Oges Susetio
7. Rina Aprishanty
8. Sri Bimo Andy
9. Sunardi
10. Yuli Purwanto

[3] Konseptor Rancangan SNI


Ir. Henggar Hardiani, M.Si. (Balai Besar Pulp dan Kertas, Kementerian Perindustrian

[4] Sekretariat pengelola Komtek Perumusan SNI


Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan,
Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.