Anda di halaman 1dari 126

CONTOH SOAL DIKLAT PRAJAB

1. 1. Membantu menyiapkan (mengurus) apa yg diperlukan seseorang adalah pengertian


dari :
a. melayani c. membiarkan
b. menyuruh d. memerintah
2. Suatu ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu pembakuan pelayanan yang baik
adalah pengertian dari :
a. Standar pengabdian c. Standar pelayanan
b. Standar baku d. Standar prima
3. Salah satu pelayanan yang sangat baik dan atau pelayanan yang terbaik disebut sebgai
:
a. Pelayanan tunggal c. Pelayanan prima
b. Pelayanan standar d. Pelayanan umum
4. Pada pelayanan prima sektor publik tidaklah mencari untung, tetapi memberikan
pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara ;
a. Sangat baik c. Cukup
b. Baik d. Buruk
5. Kita meyakini bahaw kita telah dikutuk. Bagaimanapun kerasnya kita berusaha tapi
yang datang selalu hal hal buruk. Cara berpikir semacam ini merupakan jenis pola
pikir :
a. Pesimis b. Tanggung Jawab
b. Mandiri d. Reabilitas
6. Orang yang ada di pikirannya hanya satu “Saya pasti bisa”. Dari sekian banyak orang
sukses, kebanyakan dari mereka adalah
a. Pemikir pesimis b. Pemikir Positif
b. Pemikir Mandiri d. Pemikir Reabilitas
7. Adanya paradigma baru dalam manajemen yang berusaha memaksimumkan daya
saing organisasi melalui perbaikan secara berkesinambungan atas mutu barang, jasa,
manusia dan lingkungan organisasi disebut :
a. Total Quality Control c. Total Quality Capasitas
b. Total Quality Management d. Total Quality Responsibilitas
8. Suatu organisasi/perorangan yang menawarkan pelayanan kepada pelanggal yang
sifatnya tidak berwujud :
a. Jasa c. Pelayanan
b. Layanan d. Melayani

9. Berdasarkan jenisnya pelayanan dapat dibedakan tiga kelompok adalah , kecuali


a. Core service c. Total quality service
b. Fasilitating service d. Supporting service
10. Berikut ini merupakan karakteristik TQM :
a. Tampil ceria c. Berfokus pada pelanggan
b. Tampil sopan dan penuh hormat d. Semua jawaban benar

11. Pelayanan prima sesuai dengan pribadi prima adalah :


a. Tampil yakin c. Senang pada kewajaran
b. Tampil rapih d. Semua jawaban benar
12. Kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya
pemenuhan kebutuhan penerimaan pelayanan dan pelaksanaan ketentuan peraturan
perundang-undangan adalah pengertian dari.:
a. Pelayanan pimpinan c. Pelayanan publik
b. Proses pelayanan d. Kegiatan pelayanan
13. Alek Sobur : Kegiatan mental yang melibatkan otak disebut :
a. Bertindak c. Berpikir
b. Sikap d. Merenung
14. Pola pikir seseorang terbentuk melalui proses :
a. Bersumber dari pekerjaan c. Bersumber dari prosese sosial
b. Bersumber dari belajar d. Bersumber dari proses alam
15. Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika tidak terwujud
harapan itu, ia tetap bisa melihat sisi posisitipnya , disebut :
a. Ciri-ciri individu yang apatis
b. Ciri-ciri individu yang optimis
c. Ciri-ciri individu yang percaya diri
d. Ciri-ciri individu yang berpikir positif
16. Seseorang yang melihat masalah sebagai tantangan disebut :
a. Ciri-ciri individu berpikir negatif
b. Ciri-ciri individu berpikir positif
c. Ciri orang hidup pesimis
d. Ciri orang hidup optimis
17. Pimikir simpel, akurat dan pemikir optimis adalah jenis atau cara :
a. Perubahan pola pikir c. Pola pikir kuat
b. Jenis berpikir d. Pola pikir lemah
18 Suatu peristiwa masa lalu yg sgt membekas, dpt bersifat positip maupun negatip,
a. Imprint
b. Printin
c. Inprintt
d. Print

1. 1. Undang – undang yang mengatur tentang aparatur sipil Negara (ASN) adalah
undang-undang no :
a. UU No. 5 tahun 2014 c. UU No. 2 Tahun 2002
b. UU No. 43 Tahun 1999 d. UU No.20 Tahun 2003
2. Penilaian Prestasi Kerja (PPK) dibuat setiap tahun, untuk penilaian prestasi kerja
tahun 2014 masa periode penilainnya :
a. 1 Januari sd 1 Juni 2014 c. 1 Januari sd 31 Desember 2014
b. 1 Juni sd 1 Desember 2014 a. 1 Januari sd 1 April 2014
3. Batas usia pension (BUP) PNS yang menduduki jabatan fungsional (hakim) adalah
a. 57 tahun
b. 58 tahun
c. 59 tahun
d. 60 tahun
4. Pada penilaian prestasi kerja (PPK) nilai 91 – 100 sebutannya adalah :
a. Sangat baik c. Cukup
b. Baik d. Buruk
5. Keseluruhan upaya upaya untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas,dan derajat
prosfesionalisme penyelenggaraan tugas, fungsi, dan kewajiban kepegawaian yang
meliputi :perencanaan, pengadaan, pengembangan kualitas, penempatan, promosi,
penggajian, kesejahteraan dan pemberhentian, adalah
a. Manajemen PNS b. Manajemen PHL
b. Manajemen TNI d. Manajemen Polri

6. Apartur Sipil Negara (ASN) yang sah menurut undangundang ASN terdiri dari :
a. PNS dan PHL c. PHL dan PPPK
b. PNS dan PPPK d. PNS dan TNI
7. Jenjang kepangkatan pada PNS ada 17 tingkatan dan 4 Golongan bagi seorang
Pegawai Negeri yang berpangkat IV. C , memiliki sebutan .
a. Pembina TK I c. Pembina Utama Madya
b. Pembina b. Pembina Utama

8. Sanksi dari pelanggaran kode etik PNS adalah sanksi organisatoris berikut ini, kecuali
a. Berupa teguran tertulis dan atau pemberhentian sementara
b. Berupa masukan kepada instansi terkait tentang tindakan yang dilakukan
c. Berupa teguran tertulis dan atau pemberhentian dengan tidak hormat
d. Berupa penurunan pangkat satu tingkat di bawahnya
9. Pelaksanaan kode etik PNS diawasi oleh
a. KORPRI
b. MENPAN
c. LAN
d. BKN
10. Sebagai seorang PNS dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi merupakan
pengertian dalam upaya perwujudan dari ....
a. Goverment
b. Governance
c. Governing
d. Governor
1. 1. Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan teori kenyataan.
Indonesia merdeka dinyatakan oleh negara-negara yang menjajahnya pada saat itu.
Artinya bahwa....
a. pernyataan pertama benar akan tetapi pernyataan kedua salah
b. kedua pernyataan mempunyai hubungan timbal balik bagi Indonesia
c. pernyataan tersebut tidak berhubungan dengan Indonesia merdeka
d. Indonesia merdeka adalah anugerah dinyatakan oleh dunia internasional
2. Wawasan kebangsaan NKRI berkembang dari perjalanan sejarah yang panjang. Salah
satu pilihan tidak termasuk, yakni ….
a. ikrar Sumpah Pemuda 28 Okt 1928
b. sejarah ditindas kolonialisme
c. pergerakan Budi Oetomo
d. meluasnya faham fasisme
3. Sifat mental yang tidak mengandung moral nasional adalah....
a. jiwa merdeka
b. jiwa persatuan
c. jiwa kesukuan
d. jiwa konsekwen

4. Upaya membangun karakter akan tergambar dalam uraian hal-hal pokok berikut….
a. merupakan proses yang terus menerus dilakukan untuk membentuk tabiat, watak
dan sifat-sifat yang berlandaskan pada semangat pengabdian dan kebersamaan
b. menyempurnakan suasana hidup yang ada guna mewujudkan karakter yang
diharapkan dalam rangka membangun kualitas hidup bernegara.
c. membina karakter yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara yang dilandasi dengan nilai Pancasila
d. membina keutuhan kelompok sebagai landasan persatuan dalam kehidupan
bernegara yang berdasarkan pada konstitusi UUD 45.
5. Banyaknya warga yang mengajukan jaminan kesehatan untuk warga miskin, antrian
pelamar kerja, merupakan bentuk masalah wawasan kebangsaan yang harus ditangani
sebagai bagian dari masalah….
a. kesenjangan pembangunan antar wilayah yang belum merata
b. kegagalan sistem penyelenggaraan negara yang lepas kendali
c. kesatuan bangsa dan perekonomian yang kurang terarah
d. pengekangan demokrasi dan desentralisasi ekonomi.

6. Suatu negara adalah organisasi yang di dalamnya harus ada unsur-unsur sebagai
berikut…
a. wilayah yang permanen, rakyat dipimpin, sistem perekonomian yang berdaulat
b. wilayah yang permanen, ekonomi yang menopang, pemerintah yang berdaulat
c. pemerintah yang berdaulat, wilayah yang permanen, rakyat dipimpin
d. pemerintah yang berdaulat, kepemimpinan yang demokratis, rakyat dipimpin

7. Wawasan kebangsaan NKRI berkembang dari perjalanan sejarah yang panjang, seperti
dinyatakan berikut, yakni ….
a. sejarah penindasan kolonialisme, pergerakan Budi Oetomo, dan ikrar Sumpah
Pemuda
b. sejarah penindasan kolonialisme, meluasnya faham fasisme, dan pergerakan Budi
Oetomo
c. sejarah penindasan kolonialisme, meluasnya faham fasisme, dan ikrar Sumpah
Pemuda
d. ikrar Sumpah Pemuda, sejarah penindasan kolonialisme, dan pergerakan komunisme

8. Unsur deklaratif berdirinya suatu negara seperti disebutkan berikut ini, kecuali
a. Proklamasi Kemerdekaan dan diakuinya kemerdekaan suatu bangsa oleh negara lain
b. Proklamasi Kemerdekaan dan adanya falsafah serta dasar negara yang berdaulat
c. Kemerdekaan yang berdaulat, demokratis, dan adanya pengakuan atas negara lain
d. Kemerdekaan yang berdaulat dan diakuinya kemerdekaan suatu bangsa oleh negara
lain

9. Secara etimologi kata Staat maupun State berakar dari status atau statuni, yang
berarti menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat berdiri, dan menempatkan. Kata
status juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang menunjukkan sifat atau
keadaan tegak dan tetap. Kata status berasal dari bahasa :
a. Latin
b. Belanda
c. Jerman
d. Inggris

10. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 melatar belakangi konsep wawasan kebangsaan
Indonesia yang pada hakekatnya bebas dari….
a. suku bangsa, agama, dan jenis kelamin.
b. kekuasaan, batas wilayah, dan golongan
c. warna kulit, kepentingan, dan kekayaan.
d. kemerdekaan, kerakyatan, dan demokratisasi

1. Tindak pidana korupsi di kelompokan menjadi jwnis jenis tindak pidana, kecuali :
a. Merugikan keuangan negr c. Perbuatan curang
b. Suap menyuap d. coorporasi.

2. Unsur objektif suatu tindak pidana korupsi yaitu, kecuali :


a. Janji c. Kekayaan milik Negara
b. Kesempatan d. Hadiah
3. Ada berapa jumlah tindak pidana yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi ?
a. 6 c. 30
b. 7 d. 31
4. Seseorang dapat dijatuhi hukuman mati apanila yang bersangkutan melakukan korupsi dalam
keadaan ?
a. Keadaan luar biasa c. Keadaan bahaya
b. Keadaan terdesak d. Keadaan tertentu
5. Tindak pidana korupsi diatur dalam undang undang :
a. UU No 20 tahun 2001 c. UU No 30 tahun 2002
b. UU No 31 tahun 1999 d. UU No 31 tahun 1999 dan UU No 20 tahun 2001
6. Tugas KPK menurut UU No. 30 Tahun 2002 adalah :
a. Mengumpulkan informasi c. Menetapkan system pelaporan
b. Mengkordinasikan dengan penyidik d. Melakukan penyelidikan, penyidikan dan
penuntutan
tindak pidana korupsi
7. Tindakan melanggar hukum yang telah dilakukan dengan sengaja ataupun tidak dengan sengaja
oleh seseorang yang dapat dipertanggung jawabkan sebagai tindakan hukum merupakan
pengertian dari :
a. Tindakan pidana c. Tindak pidana
b. Perbuatan pidana d. Pidana
8. Dukungan masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dengan cara, kecuali :
a. Mengasingkan keberadaan koruptor c. Melaporkan apabila ada imdikasi korupsi
b. Tidak memilih pejabat koruptor d. Tidak melakukan tindakan korupsi
9. Tindak pidana korupsi diatur dalam undang undang :
a. UU No 20 tahun 2001 c. UU No 30 tahun 2002
b. UU No 31 tahun 1999 d. UU No 31 tahun 1999 dan UU No 20 tahun 2001
10. Penyebab terjadinya korupsi adalah :
a. Pemahaman masyarakat terhadap korupsi masih rendah
b. Korupsi merupakan hal yang lumrah
c. Pemberian hadiah kepada pejabat berupakan adat ketimuran
d. Aspek moral

SOAL AKUNTABILITAS DIKLAT SAT CPNS (Wiara JP)


1. Akuntabilitas dalam kegiatan sehari-hari sering disamakan dg responsibilitas atau
disebut ?
a. Tanggung jawab c. Acuh
b. Masa bodoh d. Cuex
2. Dalam akuntabilitas hubungan dua pihak antara individu/ kelompok / institusi
dengan masayarakat disebut ?
a. relationship Tanggung jawab c. relationship Acuh
b. relationship Masa bodoh d. Accountability is a relationship
3. Dalam dunia birokrasi, bentuk akuntabilitas setiap individu berwujud suatu laporan
yang didasarkan pada kontrak kerja, sedangkan utk institusi adlh LAKIPDalam
akuntabilitas hubungan dua pihak antara individu/ kelompok / institusi dengan
masayarakat disebut ?
a. LAKIP c. RENJA
b. LHKPN d. PROJA
4. Dalam akuntabilitas pertukaran sosial dua arah antara yang menuntut dan yang
menjadi bertanggung jawabnya (dalam memberi jawaban, respon, rectification, dan
sebaganya) disebut ?
a. Posisitf c. Interaktif
b. Lemah d. Negatif
5. Pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kpd otoritas yg lebih tinggi, misalnya
pertanggung jwban unit2 kerja (dinas) kpd pemerintah daerah, kemudian pemerintah
daerah kpd pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR disebut ?
a. Akuntabilias Posisitf c. Akuntabilitas Interaktif
b. Akuntabilitas vertikal d. Akuntabilitas Negatif
6. Hal yang Akuntabilitas personal mengacu pd nilai2 yg ada pada diri seseorang spt
kejujuran, integritas, moral dan etika. disebut ?
a. Akuntabilias Peseorangan c. Akuntabilitas Individu
b. Akuntabilitas vertikal d. Akuntabilitas Personal
7. Tanggung jawab organisasi pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja
yang adil, responsif dan bermartabat disebut ?
a. Akuntabilias Peseorangan c. Akuntabilitas Individu
b. Akuntabilitas paralel d. Akuntabilitas stakeholder
8. Keterkaitan dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas
sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi akuntansi, sistem informasi
manajemen, dan prosedur administrasi disebut ?
a. Akuntabilias Program c. Akuntabilitas Individu
b. Akuntabilitas Rencana d. Akuntabilitas Proses

9. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang berisi perencanaan dan


perjanjian kinerja pada tahun tertentu , pengukuran dan analisis capaian kinerja, serta
akuntabilitas keuangan. disebut ?
a. Laporan Kinerja c. Lapora Individu
b. Laporan Rencana d. Laporan Proses
10. Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan
publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta
alasan pengambilan suatu keputusan public diatur dalam UU np berapa ?
a. UU KIP No 14 Th 2008 c. UU KPU No 14 Th 2008
b. UU KPU No 14 Th 2017 d. UU KPK No 19 Th 2018

LATIHAN SOAL - KOMITMEN MUTU


WIARA JP
1. Yang bukan termasuk dalam Komitmen Mutu adalah ?
a. Efektivitas
b. Efisien
c. Inovasi
d. Survei
2. Ada beberapa tehnik dalam pelaksaan komitmen mutu salah satu tehnik perbaikan
mutu adalah ?
a. POAC
b. PODC
c. PDCA
d. PODCA
3. Dalam pelaksanaan tugas ASN memiliki beberapa peran salah atu fungsi dan peran
pegawai ASN, kecuali ?
a. pelaksana kebijakan publik
b. NKRI harga mati
c. Pelayan Publik
d. Perekat pemersatu bangsa
4. Pengertian dari pelayanan prima sudah barang tentu ada beberapa pendapat , salah
satu pengertian pelayanan prima menurut Jamaludin Ancok adalah ?
a. Mendengar dengan sabar dan aktif
b. Tangible
c. Reliability
d. Re sponziveness
5. Untuk mengetahui atau mengukur Mutu Pelayanan ?
a. Emphaty
b. courtesy
c. Efectivenessk
d. Assurance
6. Ada3 tindakan act sebagai tindak lanjut check, kecuali ?
a. adopt
b. addiction
c. adapt
d. abandon
7. Berdasarkan Kim and Mauborgne mengemukakan konsep strategi ?
a. Blue Ocean Strategy
b. Green Ocean Strategy
c. Blue Sky Strategy
d. Dark Sky Strategy

8. Alat pemasti mutu pelanggan berdasarkanOsborne and Plastrik ?


a. kejelasan petugas pelayanan
b. persyaratan pelayanan
c. ombudsman
d. prosedur pelayanan
9. Menurut Joe Tido, John Bessant dan Keith Pavit, fokus inovasi adalah, kecuali ?
a. product
b. practice
c. process
d. paradigm
10. Kategori Best Practices yang sesuai dengan majelis Sidang Umum PBB ? kecuali
a. hasilnya telah dibuktikan
b. hasil dari kemitraan yang efektif
c. nilai tambah kepada masyarakat
d. bersifat sustainable dari aspek sosek dan lingkungan

SISTEM ADMINISTRASI PENGGUNAAN PEGAWAI POLRI


I. Pilihan Ganda
1. Jabatan teknis yang tidak secara tegas tercantum dalam struktur organisasi (yang
ditetapkan oleh pejabat yang berwenang) tetapi berhubungan langsung dengan
pelaksanaan tugas pokok organisasi sehingga keberadaannya sangat diperlukan,
disebut
a. Jabatan Fungsional c. Jabatan karier
b. Jabatab Tetap d. Jabatan structural

2. Perkembangan dan kemajuan yang terbuka dalam mendapatkan Kedudukan


(jabatan-jabatan) tertentu, Kenaikan pangkat ,Kesempatan masuk pendidikan,
Pemindahan dan giliran penugasan, disebut :
a. Sistem c. Karier
b. Struktural d. Pembinaan
3. Jabatan yang secara tegas tercantum dalam struktur organisasi (yang ditetapkan
oleh pejabat yang berwenang) yang keberadaannya dalam rangka mendukung
terlaksananya tugas pokok organisasi, disebut jabatan
a. Fungsional c. Karier
b. Struktural d. Pembinaan
4. Kedudukan yang menunjukkan tingkat seseorang Pegawai Negeri Sipil berdasarkan
jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar
penggajian, disebut :
a. Pangkat c. Karier
b. Prestasi d. Pembinaan
5. Kenaikan Pangkat PNS dilaksanakan berdasarkan System Kenaikan Pangkat
Regular dan System Kenaikan Pangkat Pilihan, periode Kenaikan Pangkat PNS
ditetapkan pada tanggal :
a. 1 April dan 1 Oktober c. 1 Januari dan 1 Juli
b. 1 April d. 1 Oktober
6. Dalam lingkungan PNS terdapat 17 (tujuh belas) jenjang pangkat dan 4 (empat)
golongan, dimana setiap golongan dibagi dalam 4 (empat ruang), kecuali Golongan IV
yang dibagi kedalam 5 ruang, untuk PNS yang pangkat dan golomgam II. c, disebut :
a. Pengatur Muda c. Pengatur Muda Tingkat I
b. Pengatur d. Pengatur Tingkat 1
7. Pangkat puncak/tertinggi yang dapat dicapai oleh PNS sampai dengan : Pembina
Golongan ruang IV/a bagi yang memiliki ijazah ?
a. SLTP c. S1 / D4
b. SLTA d. Dokter, Apoteker, Magister (S2)
8. Suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai
terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja Pegawai Negeri Sipil disebut :.
a. Penilaian prestasi perseorangan c. Sasaran kerja pegawai
b. Penilaian prestasi kerja d. Sasaran program kerja
9. Rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang Pegawai Negeri Sipil
dalam jangka waktu satu tahun, disebut
a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP) c. Perilaku kerja pegawai
b. Sasaran Capaian d. Pedoman kerja
10. Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil terdiri atas unsur: Sasaran Kerja
Pegawai (SKP) dan perilaku kerja untuk Sasaran Kerja Pegawai (SKP) memiliki bobot
penilaian :
a. 50 % c. 70 %
b. 60 % d. 80 %

SOAL NASIONALISME
1. Rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh
dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan
dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini. Pengertian dari
a. Rasa kebangsaan c. Rasa kebersamaan
b. Rasa Cinra d. Rasa Bela Negara
2. Cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945 tentang diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa
Indonesia di tengah-tengah lingkungan nusantara arti dari :
a. Rasa kebangsaan c. Rasa kebersamaan
b. Wawasan Kebangsaan d. Nusantara
3. Animisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda di bumi (misalnya pohon, batu)
memiliki jiwa yang harus dihormati agar roh di balik benda tersebut tidak mengganggu
manusia, tapi bisa membantu mereka dari roh jahat sehingga mereka dapat menjalani
kehidupan sehari-hari dengan lancar. Arti dari
a. Animisme b. Sentralisme
c. Dinamisme d. Optimisme
4. Tokoh Sarekat Islam, mengkritik gagasan nasionalisme gaya Eropa yang
meminggirkan nilai-nilai ketuhanan dengan mengagungkan keduniaan.
a. Subandria b. Agoes Salim
c. Dharmawangsa d, Hatta Rajassa
5. Dalam pidatonya Soekarno mengemukakan bahwa dirinya tidak mendukung
gagasan Islam sebagai dasar negara, tapi memberi peluang bagi golongan Islam untuk
mengorganisir diri secara politik dan memberi pengaruh dalam keputusan politik di
lembaga perwakilan. Disampaikan pada tanggal
a. 1 Juni 1945 b. 1 Agustus 1945
c. 1 Desember 1945 d. 1 Jnuari 1945
6. Pengaruh Islam mulai dirasakan kuat di tandai dngan munculnya kerajaan-kerajaan
Islam seperti Samudera Pasai di Aceh.pada abad ke
a. abad 11 b. Abad 12
c. abad 13 d, abad 14
7. Salah seorang tokoh yang cukup dikenang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan
Indonesia terkait perjuangannya dalam memuliakan harkat kemanusiaan kaum terjajah
Beliau lahir tangga 31 Maret 1897 dari keluarga Lurah Bojongsoang, Bandung.
Menyelesaikan pendidikannya hingga adalah
a.Raden Tumenggung b. Oto Iskandar Di Nata
c. Dewi Sartika d. RA Kartini
8. Sebuah konsepsi politik tentang sebuah kesatuan politik yang berdaulat yang tumbuh
berdasarkan kesepakatan dan kontrak sosial yang meletakkan individu kedalam
kerangka kewarganegaraan (citizenship). Makna dari
a. Negara b. Kerajaan
b. Republik d, Wilayah
9. Salah satu perbedaan yang sangat menonjol dalam berdemokasi di negara
Indonesia adalah dengan adanya
a. Jejak pendapat b. Musyawarah mmufakat
c. Penunjukan d . Pemilihan
10. Dalam konteks profesionalisme, UU ASN memberlakukan sistem merit . Artinya,
ASN adalah jabatan profesional yang menuntut persaingan dan kompetensi.
Pengangkatan tidak bisa lagi dilakukan dengan sekehendak atasan pejabat politik ini
didsarkan kepada sistem
a.Partai b. Kekeluargaan
c. Kopetensi d. Penunjukan
http://wiarajp.blogspot.com/2019/04/contoh-soal-diklat-sar-cpns.html
1. Akuntabilitas dalam kegiatan sehari-hari sering disamakan dg responsibilitas atau
disebut ?
a. Tanggung jawab c. Acuh
b. Masa bodoh d. Cuex
2. Dalam akuntabilitas hubungan dua pihak antara individu/ kelompok / institusi
dengan masayarakat disebut ?
a. relationship Tanggung jawab c. relationship Acuh
b. relationship Masa bodoh d. Accountability is a relationship
3. Dalam dunia birokrasi, bentuk akuntabilitas setiap individu berwujud suatu laporan
yang didasarkan pada kontrak kerja, sedangkan utk institusi adlh LAKIPDalam
akuntabilitas hubungan dua pihak antara individu/ kelompok / institusi dengan
masayarakat disebut ?
a. LAKIP c. RENJA
b. LHKPN d. PROJA
4. Dalam akuntabilitas pertukaran sosial dua arah antara yang menuntut dan yang
menjadi bertanggung jawabnya (dalam memberi jawaban, respon, rectification, dan
sebaganya) disebut ?
a. Posisitf c. Interaktif
b. Lemah d. Negatif
5. Pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kpd otoritas yg lebih tinggi, misalnya
pertanggung jwban unit2 kerja (dinas) kpd pemerintah daerah, kemudian pemerintah
daerah kpd pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR disebut ?
a. Akuntabilias Posisitf c. Akuntabilitas Interaktif
b. Akuntabilitas vertikal d. Akuntabilitas Negatif
6. Hal yang Akuntabilitas personal mengacu pd nilai2 yg ada pada diri seseorang spt
kejujuran, integritas, moral dan etika. disebut ?
a. Akuntabilias Peseorangan c. Akuntabilitas Individu
b. Akuntabilitas vertikal d. Akuntabilitas Personal
7. Tanggung jawab organisasi pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja
yang adil, responsif dan bermartabat disebut ?
a. Akuntabilias Peseorangan c. Akuntabilitas Individu
b. Akuntabilitas paralel d. Akuntabilitas stakeholder
8. Keterkaitan dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas
sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi akuntansi, sistem informasi
manajemen, dan prosedur administrasi disebut ?
a. Akuntabilias Program c. Akuntabilitas Individu
b. Akuntabilitas Rencana d. Akuntabilitas Proses

9. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang berisi perencanaan dan


perjanjian kinerja pada tahun tertentu , pengukuran dan analisis capaian kinerja, serta
akuntabilitas keuangan. disebut ?
a. Laporan Kinerja c. Lapora Individu
b. Laporan Rencana d. Laporan Proses
10. Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan
publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta
alasan pengambilan suatu keputusan public diatur dalam UU np berapa ?
a. UU KIP No 14 Th 2008 c. UU KPU No 14 Th 2008
b. UU KPU No 14 Th 2017 d. UU KPK No 19 Th 2018

SOAL PELAYANAN PUBLIK DIKLAT SAT CPNS

1. Segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi


Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk
barang dan /atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat disebut ? .
a. Pelayanan publik c. Pekerjaan
b. Pelayanan d. Tindakan
2. Undang undang yang mengatur tentang pelayanan punlik adalah :
a. UU No 17 Th 2014 c. UU No 15 Th 2010
b. UU No 05 Th 2014 d. UU No 25 Th 2009
3. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat, pemerintah
perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan engevaluasi
hasilnya disebut ?
a. Partisipatif. c. Positif
b. Negatif d. Proaktif
4. Penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara
untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang
diselenggarakan tersebut, seperti: persyaratan, prosedur, biaya, dan sejenisnya disebut
?
a. Posisitf c. Transparan
b. Lemah d. Rahasia
5. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan
memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya disebut ?
a. Rahasia c. Proaktif
b. Responsif d. Transparan
6. Penyelenggaraan pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan fasilitas dan
sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga negara melalui pajak yang mereka
bayar. Oleh karena itu semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat
dipertanggung-jawabkan secara terbuka kepada masyarakat. disebut ?
a. Akuntabilias Peseorangan c. Akuntabilitas Individu
b. Akuntabilitas vertikal d. Akuntabel
7. Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah memiliki
berbagai tujuan. salah satu tujuan yang penting adalah melindungi warga negara dari
praktik buruk yang dilakukan oleh warga negara yang lain disebut ?
a. Peseorangan c. Individu
b. Paralel d. Berkeadilan
8. Keterkaitan dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas
sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi akuntansi, sistem informasi
manajemen, dan prosedur administrasi disebut ?
a. Akuntabilias Program c. Akuntabilitas Individu
b. Akuntabilitas Rencana d. Akuntabilitas Proses

9. Beberapa kata kunci yang perlu diketahui dan dilaksanakan dalam praktek
pelayanan kepada pengguna jasa antara lain :
a. Atensi, Senyum, Salam, Tolong, Maaf, Terima kasih
b. Berdiam diri, tolong, acuh
c. Masa bodoh , maaf
d. Maaf, Terima kasih
10. Sikap sopan yang harus diperlihatkan kepada pihak lain dalam suatu komunikasi
disebut ?
a. Politeness c. Positif
b. Resfecfull d. Atentif

KERANGKA UMUM
RANCANGAN / LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR ANEKA
I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
b. Tugas pokok dan fungsi
1) Visi/misi
2) Tugas pokok dan fungsi
II. RANCANGAN/PELAKSANAAN
a. Kegiatan (minimal 7 kegiatan)
b. Tahapan kegiatan
c. Out put / hasil kegiatan
d. Nilai-nilai dasar
e. Konstribusi terhadap visi/misi
f. Penguatan nilai-nilai organisasi (bias berbentuk table tetapi
yang lebih baik berbentuk deskripsi)

III. PENUTUP
RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
DI (TEMPAT TUGAS)

Logo Dinas/Instansi/
Skpd/Unit Kerja

Oleh :

…………………………..
Nosis ……………………

PESERTA DIKLAT PRAJABATAN GOL ……


ANGKATAN…….. TAHUN ……….

DINAS/INSTANSI/SKPD/UNIT KERJA
………………………………………….
TAHUN

CONTOH RANCANGAN AKTUALISASI

I. PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia yang tertera dalam Pembukaan Undang-undang
Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu upaya untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa dilakukan melalui pendidikan. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 dinyatakan bahwa,
“pendidikanadalahusahasadardanterencanauntukmewujudkansuasanabelajardan proses
pembelajaran agar siswasecaraaktifmengembangkanpotensidirinyauntukmemilikikekuatan
spiritual keagamaan, pengendaliandiri, kepribadian, kecerdasan, akhlakmulia, sertaketerampilan
yang diperlukandirinya, masyarakat, bangsa, dannegara”.
Tujuan nasional tersebut belum sepenuhnya terlaksana karena adanya beberapa hal yang masih
terkendala. Guru merupakansalahsatupenentukeberhasilanpencapaiantujuannasionalbangsa
Indonesia yaitumemilikikekuatan spiritual keagamaan, pengendaliandiri, kepribadian,
kecerdasan, akhlakmulia, sertaketerampilan yang diperlukandirinya, masyarakat, bangsa, dan
Negara.
Kondisikenyataanpadasaatinimasihjauhdaricapaiantujuannasionaltersebutdibuktikandengankasus
tawuranantarapelajar yang sekaranginimakinbanyakterjadi, kurangnya rasa disiplinpesertadidik,
perkelahianantarapelajar, kurangnya rasa nasionalismepelajarkepadanegara Indonesia.
Dampakdarikondisitersebutadalahterjadinyadegradasi moral padagenerasibangsa.
Sementara itu visi Indonesia pada tahun 2045 adalah Indonesia Emas. Untuk menuju Indonesia
emas, diperlukan kerjasama antar berbagai aspek dalam pemerintahan Indonesia. Peran dari
Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadisalahsatutolakukurkeberhasilanbangsa Indonesia. Aparatur
Sipil Negara (ASN) memegang peranan strategis dalam penerapan berbagai kebijakan publik
yang ada di Indonesia.
Di matamasyarakatkinerjadari ASN dinilai masih kurang baik.Hal inidikarenakanbanyaknya
ASN yang terjeratkasus hukum mulaidarikasuskorupsi, pelecehansexual,perbuatanmesum,
mabuk-mabukan, judidankelakuan-kelakuanlainnya yang takpantasdilakukanolehseorang ASN.
Kenyataaninimembuatmasyaratmenganggapbahwa ASN belum biasamenerapkan nilai-nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi sebagai pelayan
masyarat.
Sebagai sebuahsolusiuntuk kembalimewujudkankepercayaanmasyarakatdan Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang profesional, diperlukan pola baru dalam pendidikan dan latihan (diklat)
prajabatan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan zaman. Salah
satulangkahdalampemecahanmasalahiniadalahdengan penanaman nilai-nilai dasar Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dalam kegiatan Prajabatan Golongan III.InternisasidanAktualisasinilai-
nilaidasarPegawaiNegeriSipilmerupakantahapan yang penting. Adapun nilai-nilai dasar tersebut
adalah akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA).
Lima hal pokok/dasar dari aneka masing-masing memiliki nilai dasar sendiri. PNS diwajibkan
untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai ANEKA dalam tugas pokok sesuai dengan jenis dan
tugas pekerjaannya.

1. Visi dan Misi


a. Visi
“ Berbudaya, menguasai Iptek, Beriman dan Bertaqwa “
Indikator
1) Berbudi luhur dan berjiwa sosial.
2) Unggul dalam bidang akademik dan non akademik.
3) Unggul dalam perolehan nilai UN
4) Terwujudnya prinsip keteladanan dalam pengamalan ajaran agama, pembinaan karakter, dan
pengembangan budaya.
b. Misi
1) Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik
2) Membentuk pribadi yang santun dan disiplin belajar siswa melalui pembinaan kesiswaan dan
keagamaan
3) Mengoptimalkan PBM dan BK serta evaluasi pembelajaran terukur lengkap dan terpadu
4) Menerapkan pendidikan berbasis potensi daerah yang terintegrasi dengan mata pelajaran
5) Memiliki keterampilan berbahasa inggris dan komputer
6) Menggunakan TIK dalam pembelajaran dan managemen sekolah
7) Menjalin komitmen dengan lembaga pendukung, masyarakat, dan stakeholder melalui komite
sekolah.

2. Tugas Pokok dan Fungsi


a. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
b. Guru Sebagai Pendidik.
Guru adalah pendidik yang memiliki tanggung jawab utuh terhadap hasil yang dicapai peserta
didik dalam semua aspek, menjadi tokoh, panutan bagi para peserta didik dan lingkungannya.
Oleh karena itu guru harus mempunyai standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup
tanggung-jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Guru harus memahami nilai-nilai, norma-moral
sosial, serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga
harus bertanggung jawab terhadap tindakannya dalam proses pembelajaran di sekolah.
c. Guru Sebagai Pengajar.
Di dalam tugasnya, guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari
sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang
dipelajari. Guru berperan dalam melakukan transfer ilmu dan nilai sehingga tujuan pendidikan
mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya dapat tercapai.
d. Guru Sebagai Pembimbing.
Guru sebagai pembimbing dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan
pengetahuan dan pengalamannya yang bertanggung-jawab. Sebagai pembimbing, guru harus
merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus
ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
e. Guru Sebagai Pengarah.
Sebagai pengarah guru harus mampu mengarahkan peserta didik dalam memecahkan
permasalahan-permasalahan yang dihadapi, mengarahkan peserta didik dalam mengambil suatu
keputusan terkait studinya maupun kehidupan yang lebih luas. Guru juga dituntut untuk
mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya, sehingga peserta didik dapat
membangun karakter yang baik bagi dirinya dalam menghadapi kehidupan nyata di masyarakat.
f. Guru Sebagai Pelatih.
Aspek pendidikan mencakup kognitif, afektif dan psikomotorik, sehingga proses pendidikan dan
pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga
menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih, yang bertugas melatih peserta didik dalam
pembentukan kompetensi dasar sesuai dengan potensi masing-masing peserta didik.
g. Guru Sebagai Penilai.
Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian, karena penilaian merupakan proses menetapkan kualitas
hasil belajar, atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran peserta
didik. Sebagai suatu proses, penilaian dilaksanakan dengan prinsip-prinsip dan dengan teknik
yang sesuai. Penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap,
yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Maka, guru perlu memiliki pemahaman,
kesiapan, pengetahuan, keterampilan dan sikap yang memadai dalam bidang evaluasiSebagai
seorang guru sudasepatutnyaselalu ingat terhadap tugas pokok dan fungsi, agar seorang guru
melekat sesuai dengan perkembangan jalan. Dengan menyadari tugas pokok dan fungsi maka
layak disebut guru profesional.
Adapun tugas pokok dan fungsi seorang guru secara konkret adalah sebagai berikut :
a. Membuat / menyusun Program Pembelajaran
1) Program Tahunan
2) Program Semester
3) Menyusun Silabus
4) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pengajaran
5) Menetapkan Standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
b. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
c. Menyusun alat penilaian dan melaksanakan penilaian hasil belajar
d. Membuat dan mengisi daftar nilai siswa.
e. Melaksanakan Analisis Hasil Belajar
f. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.
g. Melaksanakan kegiaan bimbingan siswa dalam proses belajar mengajar
h. Membuat atau menggunakan alat peraga dalam kegaiatan belajar mengajar
i. Melakukan invosi serta kreatifitas yang menumbuhkan minat belajar siswa
j. Mengikuti kegiatan MGMP secara berkesinambungan
k. Mengkuti kegiatan pengembangan Kurikulum
l. Melaksanakan tugas terentu di sekolah
m. Melakukan pengembangan setiap bidang studi yang menjadi tanggungjawabnya
n. Membuat Lembaran Kerja Siswa ( LKS )
o. Membuat catatan – catatan tentang kemajuan belajar siswa yang dibina
p. Meneliti daftar hadar sebelum memulai melaksanakan kegiatan mengajar
q. Melakukan /mengatur ruang kelas, ruang praktikum agar terjaga kebesihan dan keIndahan,
keamanan , ketertiban serta kenyamanan bagin setiap guru mengajar
r. Disiplin waku mengajar agar target ketuntasan tercapai
s. Mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan pangkat
t. Mematuhi kode etik profesional guru
u. Disamping tugas pokok di atas, guru juga membantu Kepala Sekolah dalam urusan
Penyelenggarakan Pendidikan di Sekolah.
v. Menjadi wali kelas.
Tugas pokok dan fungsi wali kelas sebagai berikut :
a) Pengelola kelas
b) b. Mengenal dan memahami situasi kelasnya.
c) c. Menyelenggarakan Administrasikan kelas meliputi :
1) Denah tempat duduk siswa
2) Papan Absen siswa
3) Daftar Pelajaran di kelas
4) Daftar Piket Kelas,
5) Struktur Organisasi Pengurus Kelas
6) Tata Tertib siswa di kelas,
7) Buku Kemajuan Belajar.
8) Buku Mutasi Kelas.
9) Buku Peta Kelas
10) Buku Inventaris barang-barang di kelas
11) Buku Bimbingan kelas/ Kasus siswa
12) Buku Rapor
13) Buku Daftar Siswa Berprestai di kelas
d) Memberikan motivasi kepada siswa agar belajar sungguh-sungguh baik di sekolah maupun di
luar sekolah.
e) Memantapkan siswa di kelasnya, dalam mel;aksanakan tatakrama, sopan santun, tata tertib
baik di sekolah maupun di luar sekolah.
f) Menangani / mengatasi hambatan dan gangguan terhadap kelancaran kegiatan kelas dan atau
kegiatan sekolah pada umumnya.
g) Mengerahkan siswa di kelasnya untuk mengikuti egiatan-kegiatan sekolah sepertiUpacara
Bendera, Ceramah, Pertandingan dan kegiatan lanilla.
h) Membimbing siswa kelasnya dalam melaksanakan kegiatan Ekstrakurikuler (Peran serta kelas
dalam hal pengajuan calon pengurus OSIS, pemilihan ketua kelas, pemilihan siswa berprestasi,
acara kelas, dll ).
i) Melakukan Home Visit ( kujungan ke rumah / oang tua ) atau kelauarganya.
j) Memberikan masukan dalam penentuan kenaikan kelas bagi siswa di kelasnya.
k) Mengisi / membagikan Buku Laporan Pendidikan (Rapor) kepada Wali siswa.
l) Mengajukan saran dan usul kepada pimpinan sekolah mengenai siswa yang menjadi
bimbingannya.
m) Mengarahkan siswa agar peduli dengan kebersihan dan peduli dengan lingkungannya
n) Membuat Laporan tertulis secara rutin setiap bulan

II. PELAKSANAAN

A. NILAI-NILAI DASAR PNS


1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi
tanggung jawab yang menjadi amanahnya
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara,
dan sekaligus menghormati bangsa lain.
3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan atau
bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk
melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada hasil.
Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain : mengedepankan komitmen terhadap kepuasan
dan memberikan layanan yang sepenuh hati untuk menjaga dan memelihara.
5. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan untuk memberantass segala tingkah laku aatau
tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi,
merugikan negara atau masyarakat secara langsung maupun tidak.

B. RANCANGAN AKTUALISASI

1. MENGGUNAKAN VIDEO PEMBELAJARANDALAM KEGIATAN BELAJAR


MENGAJAR
a. Tahapan kegiatan
Penggunaan video pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajaradalah salah satu cara
meningkatkan antusiasme serta peningkatan pemahaman siswa dalam belajar matematika
Adapun tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
 Konsultasi dengan wakasek kurikulum, kepala laboratorium tentang proses kegiatan belajar
mengajar yang akan dilaksanakan di laboratorium komputer serta meminta ijin dan jadwal
kegiatan tersebut.
 Mempersiapkan komputer dan bahan ajar uang bebentuk video pembelajaran matematika
serta mengatur tempat duduk siswa
 Mempersilahkan siswa duduk sesuai kursi yang telah ditentukan.
 Melakukan proses pembelajaran
 Memberi tugas latihan
 Memeriksa hasil pekerjaan siswa

b. Output / Hasil Kegiatan


 Mengkomunikasikann dan menjadwalkan kegiatan pembelajaran menggunakan video adalah
suatu koordinasi yang merupakan sebuah penerapan nilai etika keorganisadian yang harus
dibangun ( ETIKA PUBLIK )
 Mempersiapkan, mengatur keberlangsungan proses kegiatan ini hingga mencapai tujuan dari
pembelajaran itusendiri sehingga siswalebih mudah memahami pelajaranmerupakansebuah
aktialisasi nilai dasar komitmen mutu(AKUNTABILITAS, KOMITMEN MUTU )
 Memeriksa hasil pekerjaan siswa secara teliti dan adil. ( NASIONALISME, pengamalan sila
ke 2)

c. Nilai-nilai Dasar
 Akuntabilitas
 Nasionalisme
 Etika Publik
 Komitmen Mutu
d. Kontribusi Terhadap Visi / misi
 Pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran merupakan sebuah langkah dalam
mencapai visi dana misi sekolah yaitu meningkatkan prestasi akademik dan non
akademik,mengoptimalkan proses Kegiatan Belajar Mengajardan BK serta evaluasi
pembelajaran terukur lengkap dan terpadu serta menggunakan TIK dalam pembelajaran dan
managemen sekolah.
e. Penguatan Nilai-nilai organisasi
 Dengan penggunaan video pembelajaran dalam kegiatan / pelaksanaannya menerapkan nilai-
nilai dasar ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, dan komitmen mutu
meningkatkanpelayanan sekolah sebagaiintansi pelayanan dalam bidang pendidikan yang
profesional, bertanggungjawab, dan adil.

2. MELAKUKAN SURVEY DENGAN ANGKET TENTANG PENGUASAAN MATERI


DAN MINAT SISWA TERHADAP PBM MELALUI VIDEO PEMBELAJARAN
a. Tahapan kegiatan
 Membuat dan menyusuninstrumen angket yang relevan
 Membagikan angket
 Menganalisis hasil survei
b. Output / Hasil Kegiatan
 Menyusun sebuah instrumen angket sebagai alat survei tentang pemahaman dan minat
pembelajaran menggunakan video pembelajaranmerupakan sebuah akuntabilitas dalam mencapai
suatu tujuan pembelajaran. (AKUNTABILITAS)
 Menganalisis hasil angket mengenai sebarapa pahamdan minat siswapembelajaran
menggunakan video pembelajaran merupakan sebuah jalan evaluasi terhadap sebarapa perlu
pembelajaran menggunakan video pembelajaran agar dapat dijadikan peningkatan mutu
(KOMITMEN MUTU)
c. Nilai-nilai Dasar
 Akuntabilitas
 Komitmen Mutu
d. Kontribusi Terhadap Visi / misi
 Pelaksanaan survei minat dan pemahaman materi sebagai lanjutan kegiatan PBM adalah
identifikasi tentang perbaikan dan optimalisasikegiatan proses belajar merupakan implementasi
dari visi dan misi yaitu mengoptimalkan PBM dan BK serta evaluasi pembelajaran terukur
lengkap dan terpadu.
e. Penguatan Nilai-nilai organisasi
 Pemberian angket sebagai survei melaksakan evaluasi suatu kegiatan merupakan suatu
feedback / masukan untuk kegiatan selanjutnya. Hal ini membentuk keterbukaan,tranparansi,
tanggungjawab dan profesionalisme pelayanan.

3. MEMBIMBING DAN MELAKSANAKANSHALAT BERJAMAAH


a. Tahapan kegiatan
 Menjelaskan tentang pentingnya shalat berjamaah
 Menjelaskan sanksi bagi siswa yang tak mengikuti shalat berjamaah
 Menuju Mesjid Sekolah dan melaksanakan shalat
b. Output / Hasil Kegiatan
 Pembiasaan shalat berjamaah dapat membentuk karakter siswa yang beriman dan bertakwa
kepada Allah Yang Maha Esa. Hal inimerupakan butirpengalamanpancasila sila ke -1 yang
secara tak langsung adalah bagian dari Nasionalisme. (NASIONALISME)
 Memberikan sanksi terhadap siswa yang melanggar suatuaturanmerupakan bagian dari
akuntabilitas dan komitmen mutu. (AKUNTABILITAS, KOMITMEN MUTU)
c. Nilai-nilai Dasar
 Akuntabilitas
 Nasionalisme
 Komitmen Mutu
d. Kontribusi Terhadap Visi / misi
 Pembimbingan shalat Dzuhur berjamaah membentuk karakter yang beriman dan taqwa akan
Allah YME menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme merupakan perwujudan visi sekolah berbudi
luhur, menguasai Iptek, beriman dan bertakwa.
e. Penguatan Nilai-nilai organisasi
 Sekolah mendidik dan membimbing siswa agar menjadi seorang insan yang beriman dan
bertakwa kepada Allah YME merupakan salah satu indikator bahwa sekolah bertanggungjawab
danprofesional

4. MEMBIMBING PERSIAPAN OSN MATEMATIKA


a. Tahapan kegiatan
 Berkoordinasi dengan wakasek kurikulum (OSN) tentang rencana kegiatan OSN
 Memilih siswa sebagai delegasi dalamkegiatan OSN matematika
 Memanggil siswa yang bersangkutan
 Menyusun materi yang akan disampaikan
 Melaksanakan pembimbingan OSN.
b. Output / Hasil Kegiatan
 Berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan OSNsecara sopan dan santun
membentuk komunikasi yang efektif dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Hal ini
mencerminkan nilai etika keorganisasian (ETIKA PUBLIK)
 Melakukan pembimbingan persiapan OSN matematikasebagai bagian dari tanggungjawab
dan berkomitmen ( AKUNTABILITAS, KOMITMEN MUTU)
c. Nilai-nilai Dasar
 Akuntabilitas
 Etika Publik
 Komitmen Mutu
d. Kontribusi Terhadap Visi / misi
 Kegiatan pembimbingan persiapan OSN matematika merupakan upaya nyata mewujudkan
visi sekolah yaitu meningkatkan prestasi akademik dan non akademik.
e. Penguatan Nilai-nilai Organisasi
 Komunikasi yang intens menciptakan keharmonisan lingkungan kerja hingga meningkatkan
produktifitas, tanggungjawab, profesionalisme.

5. MELAKSANAKAN LES ( BELAJAR TAMBAHAN ) MATEMATIKA UNTUK


KELAS 8 DAN PENGAYAAN UNTUK KELAS 9
a. Tahapan Kegiatan
 MelakukanAbsensi
 Melakukan Ice Breaking
 Menyampaikanmateri les untukkelas 8 danpengayaanuntukkelas 9
 Memberikansoal-soallatihan
 Memeriksapekerjaansiswa
 Memberikanpekerjaanrumah
b. Output / Hasil Kegiatan
 MelaksanakanAbsensipembelajaransebagaisalahsatutugaspokokseorang guru di
setiapawalpembelajaranmencerminkantanggungjawabseorang guru ( AKUNTABILITAS )
 Memaparkanmateripembelajaranmenggunakanbahasa yang sopan,
santundanmudahdipahamiolehsiswamerupakantuntutansertakewajibanseorang guru. ( ETIKA
PUBLIK, KOMITMEN MUTU )
 Melaksanankan proses
evaluasisecaraadilsesuaihasilpengerjaansiswasertatanpamendiskriminasikansiswatertentu.
(KOMITMEN MUTU, AKUNTABILITAS, NASIONALISME)
c. Nilai-nilai Dasar
 Akuntabilitas
 Nasionalisme
 Etika Publik
 Komitmen Mutu

d. Kontribusi Terhadap Visi / misi


 Kegiatantambahan jam belajarinibaik les untukkelas 8 maupunpengayaanuntukkelas 9
merupakansebuahcerminantanggungjawab (akuntabilitas)sertakesungguhan (komitmenmutu)
seorang guru dalamupayauntukmencapaivisidanmisisekolahyaituUnggul dalam bidang akademik
dan non akademik serta unggul dalam perolehan nilai UN
e. Penguatan Nilai-nilai Organisasi
 Melaksanakanbelajartambahandiluarjadwal regular
padadasarnyamencerminkanfungsisekolahsebagaipelayanandalampendidikan yang
memfasilitasikebutuhansiswahinggamenjadikanintansi yang professional dantanggungjawab.

6. MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA FACEBOOK SEBAGAI WADAH


KONSULTASI, TEMPAT BELAJAR DAN BERLATIH SOAL-SOAL.
a. Tahapan Kegiatan
 Membuatakununtukgrup FB
 Mensosialisasikankepadasiswatiapkelas
 Menjalinkomunikasidengansiswamenggunakanetika yang baiknamuntetapluwes
 Menguploadmateripembelajaran yang akandiberikan, menjelaskanmateri yang didiskusikan,
memberquis, memberikansoal-soallatihan
b. Output / Hasil Kegiatan
 Menciptakansuasanakekeluargaan yang harmonisdanlingkunganbelajar yang
nyamanmerupakanbagiandarisebuahkomitmendanetika public ( ETIKA PUBLIK, KOMITMEN
MUTU)
 Mengikutiaruspembaharuandanmengambilmanfaatdaripembaharuaan IT ( arusglobalisasi)
sertamemamfaatkanteknologiuntukduniapendidikansebuahcontoh
nyatabahwapancasilamenjadifilterisasi (NASIONALISME)
c. Nilai-nilai Dasar
 Etikapublik
 Komitmenmutu
 Nasionalisme
d. Kontribusi Terhadap Visi / misi
 Penggunaan sosisal media dan teknologi dalam proses pengembangan peserta didik adalah
bagian dari sebuah tujuan pendidikan di sekolah. Dengan kegiatan ini sekolah berharap mencetak
siswa-siswa yang menguasi tekhnologi dan dapat bersaing di kehidupan nyata nanti.
Pengggunaan sosisal media sebagai wadah pembelajaran merupakan salah satu strategi dalam
mewujudkan visi sekolah yakni menggunakan TIK dalam pembelajaran dan managemen
sekolah.
e. Penguatan Nilai-nilai Organisasi
 Penggunaan hal-hal yang baru serta mengikuti perkembangan jaman yang serba modern
adalah sebuah penguatan eksistensi, fleksibel dan keterbukaan sekolahterhadap perubahan.

7. MELAKUKAN HOME VISIT


a. Tahapan Kegiatan
 Berkonsultasi dengan Wakasek Kesiswaan
 Mengunjungi rumah siswa
 Berkomunikasi dengan orang tua siswa
 Analisis dan tindak lanjut hasil home visit
b. Output / Hasil Kegiatan
 Sebelum melakukan kunjungan ke tempat tinggal siswa terlebih dahulu berkonsultasi dengan
wakasek kesiswaan secara sopan santun tentang tujuan melakukan kunjungan ke tempat tinggal
siswa. Komunikasi yang dibangun dengan mengedepankan nilai etika publik membuat kegiatan
ini akan lebih berhasil. ( ETIKA PUBLIK)
 Berkomunikasi dengan orang tua / wali siswa, mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan
dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun. (ETIKA PUBLIK)
 Menganalisis tentang masalah yang dihadapi siswa serta mencari pemecahan solusi terbaik.
(KOMITMEN MUTU, AKUNTABILITAS)
c. Nilai-nilai Dasar
 Akuntabilitas
 Etika Publik
 Komitmen Mutu
d. Kontribusi Terhadap Visi / misi
 Melakukan home visit merupakansuatu upaya dalam mewujudkan visi dan misi sekolah yaitu
mengoptimalkan PBM dan BK serta evaluasi pembelajaran terukur lengkap dan terpadu.
e. Penguatan Nilai-nilai Organisasi
 Konsultasi dan komunikasi yang dibangun antara sekolah dengan orang tua siswa tentang
masalah-masalah yang terajadi dikehidupan keluarga siswa merupakan contoh nyata kepedulian
serta tanggungjawab sekolah.

8. MELAKSANAKAN TRYOUT UN
a. Tahapan Kegiatan
 MemintaijinkepadaKepalaSekolahuntukmelakukan Tryout UN
 Melaksanakan tryout
 Menganalisishasilpekerjaansiswa
b. Output / Hasil Kegiatan
 Meyampaikanmaksudpelaksanaan tryout UN dengansopan,
santunsertapenjelasanmaksuddantujuankepadakepalasekolahselakuatasan (ETIKA PUBLIK)
 Membuatsoalsevaliddansesuaidengankisi-kisisoalsertasesuaidenganmateri yang
telahdiberikanmerupakansuatu proses tanggungjawabprofesi guru. (AKUNTABILITAS)
 Dalammelakukanevaluasimemberikanpenilaian yang
objektifhinggamenumbuhkannilaiakuntabilitasdankomitmenmutu
c. Nilai-nilai Dasar
 Etikapublik
 Komitmenmutu
 Nasionalisme
d. Kontribusi Terhadap Visi / misi
 Tryout
inimenghasilkanbeberapamanfaatbagisekolahsalahsatunyatolakukursejauhmanakesiapansiswadal
ammenghadapi UN. Tentusaja hal ini merupakan bagian dari salah satu strategi dalam
mewujudkan visi sekolah yaitu Unggul dalam perolehan nilai UN
e. Penguatan Nilai-nilai Organisasi
 Sekolah sebagai instansi pelayanan dalam bidang pendidikan memberikan fasilititas kepada
siswa untuk melakukan pengukuran kesiapan siswa dalam mengahadapi UN. Hal ini merupakan
suatu bentuk tanggungjawab dan profesionalisme sekolah dalam pelayanan dibidang pendidikan.
Oleh karena itu tryout UN memupuk dan meningkatkan nilai tanggungjawab dan
profesionalisme sekolah.

III PENUTUP

Kesimpulan

Dari rencanakegiatanAktualisasi ANEKA yang akandilaksanakan di SMPN 1 Langkaplancar,


penulis menyimpulkan :

1. Aktualisasinilai-nilaiAkuntabilitas, Nasionalisme, EtikaPublik, KomitmenMutu, Anti Korupsi


(ANEKA) di SMPN 1 Langkaplancarakandilaksanakanmelalui 8 Kegiatan yang
dimulaidaritanggal 9 februari – 22 februari 2016.

2. Kegiatan yang akandilaksanakanmampumenjadiperwujudannilai-nilai ANEKA di


lingkunganSekolah SMPN 1
Langkaplancardansebuahlangkahawalsebagaisolusiterhadappeningkatanprofesionalisme ASN
khususnya guru sebagaitenagapendidik.

3. Kegiatan-kegiatantersebutmenjadisalahsatupilaruntukmewujudkanvisisekolahyaitu“
Berbudaya, menguasai Iptek, Beriman dan Bertaqwa “
Inovasi yang Berguna untuk Dunia Pendidikan
Tahukah kamu bahwa tanggal 1 November adalah Hari Inovasi Indonesia (HII)? Hari
Inovasi Indonesia dicetuskan pada 1 November 2015, tujuannya untuk mendorong
terciptanya budaya inovatif yang perlu ditumbuhkan oleh para pemimpin dan pelaku
bisnis.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “inovasi” berarti penemuan baru
yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Inovasi
memiliki kaitan yang cukup erat dengan teknologi, ide, dan pengetahuan. Teknologi
memang pada dasarnya diciptakan untuk memudahkan hidup manusia mulai dari segi
komunikasi hingga pendidikan.
Kolaborasi antara inovasi dan teknologi dapat sangat membantu kamu untuk belajar
lebih banyak dan lebih baik tentang banyak hal. Misalnya belajar bahasa Inggris,
Jepang, Mandarin, atau bahasa asing lainnya. Dengan bantuan teknologi, kamu bisa
mendengarkan cara pengucapan kosakata kamus bahasa Inggris atau bahasa lain
yang sedang dipelajari.

3. Pembelajaran Berbasis Permainan


Siapa yang tidak senang bermain game? Bermain game dilakukan untuk mengurangi rasa penat
setelah belajar. Nah, bagaimana kalau belajar sambil bermain game?
Suatu pendekatan di mana siswa belajar melalui permainan (game) disebut dengan game-based
learning (GBL) atau pembelajaran berbasis permainan. Materi belajar disampaikan dalam bentuk
permainan sehingga menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
Untuk memotivasi siswa, GBL tidak hanya bermain tapi juga memberi penghargaan agar siswa
lebih terpacu untuk belajar. Penghargaan dapat berupa level, lencana, atau hadiah yang didapat
siswa ketika menyelesaikan tugas tertentu.
pembelajaran berbasis permaian
https://squline.com/7-inovasi-yang-berguna-untuk-dunia-pendidikan/pembelajaran
Gerakan Literasi SDN Punten 01 Hasilkan Antologi Cerpen
Gerakan literasi sekolah yang dikembangkan oleh SDN Punten 01 Kota Batu
memberikan dampak positif. Pembiasaan membaca selama 15 menit tiap hari, yang
dilanjutkan dengan membuat resensi harian, membentuk pribadi siswa yang gemar
membaca dan menulis. Hal ini diakui oleh Qoriatul Azizah, S.Pd, guru Kelas IIIA SDN
Punten 01 Kota Batu.
Awalnya, membangkitkan minat baca di SDN Punten 01 memang tak mudah. “Harus
sedikit dipaksa agar siswa mulai mencintai buku,” terang guru yang akrab dipanggil Bu
Zizah ini, membuka pembicaraan.
Gerakan literasi oleh SDN Punten 01 ini menjadi salah satu bentuk dukungan dan
kolaborasi sekolah dalam mewujudkan tekad “Kota Batu Kota Literasi” yang
dicanangkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Batu pada November
2016. Mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas, pemangku kepentingan, hingga
orang tua murid SDN Punten 01 ikut mendukung gerakan literasi yang mulai berjalan
sejak 2016 ini.
Kepala Sekolah SDN Punten 01, Prihastutik, M.Pd, memperkuat kegiatan membaca 15
menit ini dengan program literasi bertajuk “Aku Bisa Menulis”. Melalui program ini,
seluruh siswa tidak hanya membaca, tapi juga menuliskan resensi dari buku yang telah
mereka baca tiap harinya.
Di Kelas IIIA, kegiatan ini berlangsung tiap pagi hari, sebelum mata pelajaran utama
dimulai. Zizah akan memandu kegiatan dengan mempersiapkan buku-buku bacaan
siswa yang menarik, dan menaruhnya di pojok baca kelas. Masing-masing anak boleh
memilih satu buku untuk dibaca dalam waktu 15 menit.
Tidak hanya siswa, guru pun wajib membaca buku saat kegiatan membaca 15 menit
dimulai. Setelah selesai membaca buku, siswa diajak untuk menuliskan resensi harian
berupa resume singkat dari halaman yang telah dibacanya pada hari itu. Secara
berpasangan, siswa juga diminta saling menceritakan buku yang telah selesai mereka
baca.
“Setiap hari, biasanya siswa mampu membaca 1-3 halaman buku bacaan. Selanjutnya,
halaman yang dibaca tadi dituangkan dalam resume harian secara singkat, begitu
seterusnya hingga siswa mampu menyelesaikan satu buku,” terang Zizah.
Zizah juga telah menyiapkan papan bertuliskan “Yang Aku Baca Hari Ini”. Di papan
tersebut, tiap siswa diminta menuliskan tema buku yang dibacanya pada hari itu dalam
satu kalimat singkat.
Berkat pembiasaan ini, siswa Kelas IIIA mulai mahir menulis cerita. Pencapaian ini tidak
membuat Zizah berpuas diri. Sebaliknya, dengan menggunakan pendekatan yang
kreatif, ia terus mendorong kemampuan menulis anak-anak didiknya. Salah satunya,
dengan memberikan tantangan menulis prosa dengan tema tertentu.
Suatu kali, ia memberikan tema tulisan: Indahnya Persahabatan, dengan sub-tema:
Sahabat Satwa. Penentuan temanya sendiri ia kaitkan dengan pembelajaran Tematik
Kelas III. Pada kesempatan ini tiap siswa diminta membawa ikan hias dari rumah
masing-masing. Sementara itu, Zizah sudah menyiapkan akuarium kosong sebagai
tempat ikan hias di kelas.
Tibalah saatnya siswa membawa ikan-ikan hias mereka ke sekolah. Semua siswa
terlihat bersemangat mengisi akuarium dengan air dan menghiasnya secantik mungkin.
Ketika semua ikan telah masuk ke dalam akuarium, Zizah mengajak murid-muridnya
untuk mengamati ikan-ikan itu. Mulai dari jenis atau nama ikan, tempat hidup mereka,
hingga menjelaskan bagaimana cara merawat ikan dan menyayangi hewan peliharaan.
Hasil pembelajaran dengan pendekatan kreatif ini sungguh luar biasa dan di luar
dugaan. Siswa berhasil membuat beragam cerpen tentang ikan yang sangat menarik.
“Rasanya sayang sekali bila cerpen hasil karya siswa Kelas IIIA ini hanya digunakan
sebagai pajangan di kelas,” ungkap Zizah.
Pemikiran ini membuatnya berinisiatif mengumpulkan semua tulisan para siswa, untuk
kemudian dibukukan dalam sebuah antologi cerpen. Ia pun mendiskusikannya dengan
paguyuban di kelasnya mengajar. Mereka sangat senang dan mendukung ide Zizah.
Berbekal dukungan mereka, Zizah kemudian mengetik ulang seluruh naskah, dan
membuat desain sampul bukunya. Zizah membawa naskah antologi tersebut ke
penerbit agar dapat dicetak menjadi buku. Tak hanya itu, Zizah juga mendaftarkan buku
tersebut ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mendapatkan ISBN.
Buku yang diberi judul Antologi Penulis Cilik Kelas IIIA SDN Punten 01 itu berhasil terbit
pada 2017 lalu. Mereka yang ingin memiliki buku ini bisa membelinya dengan harga
Rp20.000, yang sejatinya merupakan uang pengganti biaya cetak. Buku ini laris manis
diborong oleh para wali murid dan siswa sendiri.
Orang tua sangat bangga melihat anak-anak mereka mampu menghasilkan buku.
Bahkan, Zizah diminta untuk kembali menerbitkan buku karya siswa. Inovasi SDN
Punten 01 dalam bidang literasi membuat sekolah ini menjadi salah satu sasaran studi
pemetaan praktik menjanjikan oleh tim INOVASI.
Kepala Bidang Tunjangan Prestasi Kerja Dinas Pendidikan Kota Batu, Abdul Rais,
S.Pd, M.SI, mengungkapkan, Dinas Pendidikan Kota Batu sangat mengapresiasi guru-
guru inovatif seperti Azizah.
Ke depannya, para guru di Kota Batu yang sudah menelurkan karya atau media
pembelajaran yang bermanfaat untuk siswa, akan mendapat penghargaan.
Penghargaan berupa sertifikat dan pengakuan atas karya-karya mereka ini akan
diperhitungkan sebagai angka kredit. Perolehan angka kredit ini menjadi modal yang
sangat penting bagi guru dalam mempercepat kenaikan pangkat di jalur PNS.
“Siapa guru yang banyak menghasilkan karya dan prestasi, maka dia akan makin cepat
naik pangkat karena telah mengantongi banyak sertifikat dari Dinas Pendidikan Kota
Batu,” ungkap Abdul Rais.
https://www.inovasi.or.id/id/story/gerakan-literasi-sdn-punten-01-hasilkan-antologi-
cerpen/
Pola pikir ASN sebagai pelayan masyarakat

A. Latar Belakang
Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan
bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi
bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja
yang bekerja pada instansi pemerintah.
Pegawai Aparatur Sipil Negara (Pegawai ASN) adalah pegawai negeri sipil
dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan
atau diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan
perundang-undangan. Selanjutnya yang dimaksud dengan Pegawai Negeri
Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sedangkan yang
dimaksud dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat
berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka
melaksanakan tugas pemerintahan.
Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik; pelayan publik;
dan perekat dan pemersatu bangsa. Tugas Pegawai ASN adalah: 1. melaksanakan
kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
2. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
3. mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam menjalankan perannya, pegawai ASN sebagai pelayanan publik dan
demikian pentingnya pelayanan publik yang diberikan pemerintah kepada
masyarakat, sehingga sering dijadikan indikator keberhasilan suatu system
penyelenggaraan pemerintahan. Demikian juga dengan program reformasi nasional,
tidak akan ada artinya apa-apa manakala pelayanan publik ternyata
masih buruk. Apalagi dalam rangka mewujudkan good governance dimana
akuntabilitas menjadi salah satu prinsip yang harus dikedepankan dalam
penyelenggaraan pemerintahan oleh ASN sebagai pelayanan publik harus
mampu memberikan pelayanan yang akuntabel (pelayanan prima) di sektor
publik yang tidak bisa ditunda-tunda.
Kepercayaan masyarakat terhadap Pegawai ASN (PNS) yang cenderung
negatif (malas, korup, kurang melayani, tidak produktif, dan lain sebagainya)
membutuhkan reformasi/perubahan terhadap pola pikir yang berorientasi pada
pelayanan masyarakat .Reformasi birokrasi membutuhkan reformasi mendasar
yang harus dilakukan terlebih dahulu, yakni reformasi pola pikir (mindset). Pola
pikir sendiri terbentuk karena ’imprint’ yaitu suatu peristiwa masa lalu yang
sangat membekas. Imprint sendiri dapat bersifat positif maupun negatif. Selain
itu faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi pola pikir penyelenggara
pemerintahan, oleh karenanya bagi CPNS/PNS yang sudah terbentuk yang
disebabkan karena imprint maupun lingkungan yang bersifat negatif perlu
dilakukan perubahan agar dapat menunjukkan perilaku-perilaku positif guna
menjalankan pekerjaannya sehari-hari sesuai dengan konsep diri yang perlu
dimiliki seorang PNS.
Oleh karena itu Pegawai ASN harus selalu mengedepankan konsep diri,
antara lain (1) bekerja sebagai Ibadah, (2) menghindari sikap tidak terpuji, (3)
Bekerja secara profesional, (4) berusaha meningkatkan kompetensi dirinya
secara terus menerus, (5) Pelayan dan pengayom masyarakat, (6) Bekerja
berdasarkan peraturan yang berlaku (7) tidak rentan terhadap perubahan dan
terbuka serta bersikap realistis (8) mampu bekerja dalam tim, dan (9) Bekerja
secara profesional.
B. Deskripsi Singkat
Mata Diklat ini memfasilitasi peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan I,
Golongan II, dan Golongan III yang diangkat dari Tenaga Honorer Kategori1
dan/atau Kategori 2 sehingga mampu memiliki kesadaran mengubah pola pikirnya
sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan memberikan
pemahaman tentang pentingnya perubahan sikap dan perilaku ASN sebagai
pelayan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip pelayanan prima dan
praktik pelayanan yang baik terhadap masyarakat.
C. Manfaat Modul Bagi Peserta Diklat
Modul ”Pola Pikir ASN sebagai Pelayan Masyarakat” merupakan media
pembelajaran yang dirancang untuk memperjelas dan mempermudah peserta
diklat agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan
masyarakat yang baik.
Manfaatnya dengan memahami pola pikir ASN sebagai Pelayan Masyarakat
akan meningkatkan pemahaman peserta tentang karakteristik pelayanan dan
masyarakat yang dilayani sebagai pembayar pajak, sehingga masyarakat
wajib diberikan pelayanan (publik) yang baik.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Kompetensi Dasar
Setelah selesai mempelajari modul Pola Pikir ASN sebagai Pelayan
Masyarakat, peserta Diklat diharapkan mampu memahami teknik mengubah
pola pikir yang dibutuhkan oleh ASN sebagai pelayan masyarakat yang baik
sesuai dengan prinsip dan praktik pelayanan prima.
2. Indikator Hasil Belajar
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta dapat memahami pola pikir ASN
sebagai pelayan masyarakat yang baik dalam konteks:
a. Membangun persepsi diri sebagai pelayan masyarakat yang dilandasi
oleh nilai-nilai ASN;
b. Membangun persepsi diri terhadap warga/masyarakat sebagai pembayar
pajak yang harus dilayani dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip dan
praktik pelayanan prima; c. Membangun persepsi diri sebagai PNS pelayan masyarakat
yang
mendukung terjadinya percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan
kerjanya;
E. Materi Pokok Dan Sub Materi Pokok
1. Prinsip dan Praktik Pelayanan Prima;
2. Teknik mengubah pola pikir untuk membangun persepsi diri;
3. Kontekstualisasi nilai-nilai ASN, percepatan pemberantasan korupsi, dan
prinsip dan praktik pelayanan prima
4. Lembar Komitmen Nilai (LKN)
F. Estimasi Waktu
Alokasi waktu yang diberikan untuk pelaksanaan kegiatan pola pikir pegawai
negeri sipil sebagai pelayan masyarakat pada peserta Diklat Prajabatan CPNS
Golongan I, Golongan II, dan Golongan III yang diangkat dari Tenaga Honorer
Kategori1 dan/atau Kategori 2 adalah 24 (dua puluh empat) jam pelajaran PELAYANAN
PRIMA
A. Konsep Pelayanan
1.Pelayanan
Berkaitan dengan pelayanan, ada dua istilah yang perlu diketahui, yaitu
melayani dan pelayanan.Pengertian melayani adalah “membantu menyiapkan
(mengurus) apa yang diperlukan seseorang”. Sedangkan pengertian
pelayanan adalah “usaha melayani kebutuhan orang lain” (Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 1995). Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang
ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen (yang dilayani),
yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Hal ini sesuai dengan apa
yang disampaikan oleh Norman (1991: 14) mengenai karakteristik pelayanan,
yakni sebagai berikut:
a. Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan sangat berlawanan
sifatnya dengan barang jadi;
b. Pelayanan itu kenyataannya terdiri dari tindakan nyata dan merupakan
pengaruh yang sifatnya adalah tindakan sosial;
c. Produksi dan konsumsi dari pelayanan tidak dapat dipisahkan secara
nyata, karena pada umumnya kejadiannya bersamaan dan terjadi di
tempat yang sama.
Karakteristik di atas dapat menjadi dasar bagaimana memberikan
pelayanan yang terbaik. Pengertian yang lebih luas juga disampaikan oleh
Daviddow dan Utal (1989:19) bahwa pelayanan merupakan usaha apa saja
yang mempertinggi kepuasan pelanggan (whatever enhances customer
satisfaction). Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003, memberikan pengertian pelayanan publik yaitu
segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan
publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun
pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2.Standar Pelayanan
Standar pelayanan adalah ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu
pembakuan pelayanan yang baik. Dalam standar pelayanan ini juga terdapat
baku mutu pelayanan. Adapun pengertian mutu menurut Goetsch dan Davis
(1994), merupakan kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,
manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pihak
yang menginginkannya.
3.Pengertian Pelayanan Prima
Pelayanan prima merupakan terjemahan dari istilah “Excellent Service”
yang secara harfiah berarti pelayanan yang sangat baik dan atau pelayanan
yang terbaik.Disebut sangat baik atau terbaik, karena sesuai dengan standar
pelayanan yang berlaku atau dimiliki oleh instansi yang memberikan
pelayanan. Apabila instansi pelayanan belum memiliki standar pelayanan,
maka pelayanan disebut sangat baik atau terbaik atau akan menjadi prima,
manakala dapat atau mampu memuaskan pihak yang dilayani. Jadi pelayanan
prima adalah pelayanan yang mampu memuaskan harapan pelanggan.
Tentunya agar keprimaan suatu pelayanan dapat terukur, bagi instansi
pemberi pelayanan yang belum memiliki standar pelayanan, maka terlebih
dahulu perlu membuat standar pelayanan prima sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
4.Proses Pelayanan.
Pelayanan merupakan suatu proses. Proses tersebut menghasilkan suatu
produk yang berupa pelayanan, kemudian diberikan kepada pelanggan.
Sebagai contoh adalah proses pelayanan surat masuk. Proses pelayanan
surat masuk adalah sebagai berikut :
a. surat diterima oleh seorang petugas;
b. surat disortir (dipisah-pisahkan);
c. surat diterima pencatat surat dan kemudian dicatat dalam buku agenda
atau kartu kendali; d. Surat disampaikan ke pengarah surat;
e. Surat di distribusikan ke unit organisasi sesuai dengan alamat yang tertulis
dalam surat (sering disebut dengan istilah “unit pengelola”);
f. Surat diterima oleh unit pengolah.
5. Jenis Pelayanan
Berdasarkan jenisnya, pelayanan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok
(Gonroos, 1990), yaitu :
a. core service
core service adalah pelayanan yang ditawarkan kepada pelanggan, yang
merupakan produk utamanya. Misalnya untuk hotel adalah penyediaan kamar
dan untuk penerbangan adalah transportasi udara.Suatu lembaga pelayanan
mungkin mempunyai beberapa core service, misalnya perusahaan
penerbangan menawarkan penerbangan dalam negeri dan luar negeri.
b. facilitating service
facilitating service adalah fasilitas pelayanan tambahan kepada pelanggan,
misalnya pelayanan “front office” pada hotel atau pelayanan “check in” pada
transportasi udara. Facilitating service ini merupakan pelayanan tambahan
tetapi sifatnya wajib.
c. supporting service
supporting service merupakan pelayanan tambahan (pendukung) untuk
meningkatkan nilai pelayanan atau untuk membedakan dengan pelayananpelayanan
dari pihak “pesaingnya” yang bersifat tidak wajib. Misalnya
Restoran pada suatu hotel.Supportingnya adalah welcome drink sebagai
pelayanan tambahan yang disediakan untuk meningkatkan daya saing.
B. Tujuan dan Manfaat Pelayanan Prima
Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat
memenuhi dan memuaskan masyarakat serta memberikan fokus pelayanan
kepada masyarakat.Pelayanan prima pada sektor publik didasarkan pada
aksioma bahwa “pelayanan adalah pemberdayaan”.Pelayanan prima sektor publik
tidaklah mencari untung, tetapi memberikan pelayanan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat secara sangat baik atau terbaik.Dalam hal
memberdayakan masyarakat ini, pelayanan yang diberikan tidaklah bertujuan
selain mencari untung, juga menjadikan masyarakat justru terbebani atau
terberdayakan dengan pelayanan dari pemerintahan yang diterimanya.
Pelayanan prima merupakan suatu upaya peningkatan kualitas pelayanan
pemerintah kepada masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan untuk
pengembangan penyusunan standar pelayanan. Baik pelayan, pelanggan atau
stakeholder dalam kegiatan pelayanan, akan memiliki acuan mengenai
mengapa, kapan, dengan siapa, dimana dan bagaimana pelayanan mesti
dilakukan.
C. Prinsip-Prinsip Pelayanan
1. Kebijakan Pemerintah
Di Indonesia, upaya untuk menetapkan standar pelayanan publik dalam
kerangka peningkatan kualitas pelayanan publik sebenarnya telah lama
dilakukan. Upaya tersebut antara lain ditunjukan dengan terbitnya berbagai
kebijakan seperti:
a. Inpres No. 5 Tahun 1984 tentang Pedoman Penyederhanaan dan
Pengendalian Perijinan di Bidang Usaha;
b. Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 81
Tahun 1993 tentang Pedoman Tatalaksana Pelayanan Umum;
c. Inpres No. 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan Peningkatan Mutu
Pelayanan Aparatur Pemerintah Kepada Masyarakat;
d. Surat Edaran Menko Wasbangpan No. 56/Wasbangpan/6/98 tentang
Langkah-langkah Nyata Memperbaiki Pelayanan Masyarakat. Instruksi
Mendagri No. 20/1996;
e. Surat Edaran Menkowasbangpan No. 56/MK. Wasbangpan/6/98; Surat
Menkowasbangpan No.145/MK.Waspan/ 3/1999; hingga Surat Edaran
Mendagri No.503/125/ PUOD/1999, yang kesemuanya itu bermuara
pada peningkatan kualitas pelayanan f. Keputusan Menpan No 81/1993 tentang
Pedoman Tatalaksana
Pelayanan Umum;
g. Surat Edaran Depdagri No. 100/757/OTDA tentang Pelaksanaan
Kewenangan Wajib dan Standar Pelayanan Minimum, pada tahun 2002;
h. Kep. Menpan No: 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum
Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
i. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik.
j. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan
Undang -Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik
k. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi
Birokrasi Nomor 38 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja
Unit Pelayanan Publik.
Adapun yang dimaksud dengan standar pelayanan (LAN, 2003) adalah
suatu tolok ukur yang dipergunakan untuk acuan penilaian kualitas
pelayanan sebagai komitmen atau janji dari pihak penyedia pelayanan
kepada pelanggan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas.
Sedangkan yang dimaksud dengan pelayanan berkualitas adalah pelayanan
yang cepat, menyenangkan, tidak mengandung kesalahan, serta mengikuti
proses dan prosedur yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Jadi pelayanan
yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pihak yang melayani, tetapi juga
pihak yang ingin dipuaskan ataupun dipenuhi kebutuhannya.
Manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya standar pelayanan (LAN,
2003) antara lain adalah:
a. Memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa mereka mendapat
pelayanan dalam kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan,
memberikan fokus pelayanan kepada pelanggan/masyarakat, menjadi
alat komunikasi
b. antara pelanggan dengan penyedia pelayanan dalam upaya
meningkatkan pelayanan, menjadi alat untuk mengukur kinerja
pelayanan serta menjadi alat monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan c. melakukan
perbaikan kinerja pelayanan publik. Perbaikan kinerja
pelayanan publik mutlak harus dilakukan. Hal ini disebabkan tugas dan
fungsi utama pemerintah adalah memberikan dan memfasilitasi berbagai
pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan
dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam
rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan,
kesehatan, utilitas, sosial dan lainnya;
d. Meningkatkan mutu pelayanan. Adanya standar pelayanan dapat
membantu unit-unit penyedia jasa pelayanan untuk dapat memberikan
pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dalam standar pelayanan
dapat terlihat dengan jelas dasar hukum, persyaratan pelayanan,
prosedur pelayanan, waktu pelayanan, biaya serta proses pengaduan,
sehingga petugas pelayanan memahami apa yang seharusnya mereka
lakukan dalam memberikan pelayanan. Standar pelayanan juga dapat
membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja suatu
unit pelayanan. Dengan demikian, masyarakat dapat terbantu dalam
membuat suatu pengaduan ataupun tuntutan apabila tidak mendapatkan
pelayanan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan uraian di atas, maka standar pelayanan menjadi faktor kunci
dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Upaya penyediaan
pelayanan yang berkualitas antara lain dapat dilakukan dengan
memperhatikan ukuran-ukuran apa saja yang menjadi kriteria kinerja
pelayanan. Menurut LAN (2003), kriteria-kriteria pelayanan tersebut antara
lain:
a. Kesederhanaan, yaitu bahwa tata cara pelayanan dapat diselenggarakan
secara mudah, cepat, tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan
dilaksanakan oleh pelanggan;
b. Reliabilitas, meliputi konsistensi kinerja yang tetap menjaga saling
ketergantungan antara pelanggan dengan pihak penyedia pelayanan seperti menjaga
keakuratan perhitungan keuangan, teliti dalam
pencatatan data dan tepat waktu;
c. Tanggungjawab petugas pelayanan, yang meliputi pelayanan sesuai
dengan urutan waktunya, menghubungi pelanggan secepatnya apabila
terjadi sesuatu yang perlu segera diberitahukan;
d. Kecakapan petugas pelayanan, yaitu bahwa para petugas pelayanan
menguasai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan;
e. Pendekatan kepada pelanggan dan kemudahan kontak pelanggan
dengan petugas, Petugas pelayanan harus mudah dihubungi oleh
pelanggan, tidak hanya dengan pertemuan secara langsung, tetapi juga
melalui telepon atau internet. Oleh karena itu, lokasi dari fasilitas dan
operasi pelayanan juga harus diperhatikan;
f. Keramahan, meliputi kesabaran, perhatian dan persahabatan dalam
kontak antara petugas pelayanan dan pelanggan;
g. Keterbukaan, yaitu bahwa pelanggan bisa mengetahui seluruh informasi
yang mereka butuhkan secara mudah dan jelas, meliputi informasi
mengenai tata cara, persyaratan, waktu penyelesaian, biaya dan lain-lain;
h. Komunikasi antara petugas dan pelanggan, Komunikasi yang baik dengan
pelanggan adalah bahwa pelanggan dapat memperoleh informasi yang
berhak diperolehnya dari penyedia pelayanan dalam bahasa yang mereka
mengerti;
i. Kredibilitas, meliputi adanya saling percaya antara pelanggan dan
penyedia pelayanan, adanya usaha yang membuat penyedia pelayanan
tetap layak dipercayai, adanya kejujuran kepada pelanggan dan
kemampuan penyedia pelayanan untuk menjaga pelanggan tetap setia;
j. Kejelasan dan kepastian, yaitu mengenai tata cara, rincian biaya layanan
dan tata cara pembayarannya, jadwal waktu penyelesaian layanan
tersebut. Hal ini sangat penting karena pelanggan tidak boleh ragu-ragu
terhadap pelayanan yang diberikan;
k. Keamanan, yaitu usaha untuk memberikan rasa aman dan bebas pada
pelanggan dari adanya bahaya, resiko dan keragu-raguan. Jaminan keamanan yang
perlu kita berikan berupa keamanan fisik, finansial dan
kepercayaan pada diri sendiri;
l. Mengerti apa yang diharapkan pelanggan, Hal ini dapat dilakukan dengan
berusaha mengerti apa saja yang dibutuhkan pelanggan. Mengerti apa
yang diinginkan pelanggan sebenarnya tidaklah sukar. Dapat dimulai
dengan mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang diinginkan
pelanggan dan memberikan perhatian secara personal;
m. Kenyataan, meliputi bukti-bukti atau wujud nyata dari pelayanan, berupa
fasilitas fisik, adanya petugas yang melayani pelanggan, peralatan yang
digunakan dalam memberikan pelayanan, kartu pengenal dan fasilitas
penunjang lainnya;
n. Efisien, yaitu bahwa persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal
yang berkaitan langsung dengan pencapai sasaran pelayanan dengan
tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk
pelayanan;
o. Ekonomis, yaitu agar pengenaan biaya pelayanan harus ditetapkan
secara wajar dengan memperhatikan nilai barang/jasa dan kemampuan
pelanggan untuk membayar.
2. Komitmen Pelayanan
Pedoman untuk mencapai kesuksesan dalam memberikan pelayanan
dengan menggunakan indikator pelayanan seperti diuraikan diatas
memerlukan komitmen dari semua komponen/aparatur yang memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Dukungan dan komitmen yang dimaksudkan
disini adalah:
a. Kejelasan. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat diperlukan
kejelasan terhadap semua hal yang berkaitan dengan sistem dan
prosedur pelayanan menurut ketentuan yang berlaku pada organisasi
pemerintah (pusat, propinsi, dan kabupaten/kota), sehingga masyarakat
(pelanggan) dapat mengerti hak dan kewajibannya untuk mendapatkan
pelayanan yang prima dari aparatur birokrasi; b. Konsistensi. Aparatur birokrasi dalam
memberikan pelayanan kepada
masyarakat dituntut agar konsisten dalam menerapkan/melaksanakan
aturan (pelayanan), sehingga kesan yang selama ini berkembang di
masyarakat bahwa birokrasi sangat identik dengan “berbelit-belit, biaya
mahal dan waktu yang lama” dapat ditepis, sehingga pada gilirannya
akan merebut hati masyarakat. Untuk itu, janganlah menunjukkan atau
memperkenalkan ketidakkonsistenan antara sistem dan prosedur
pelayanan yang berlaku dengan kenyataan dan pandangan masyarakat;
c. Komunikasi. Katakan kepada semua masyarakat (pelanggan) bahwa
sistem dan prosedur pelayanan yang saya sampaikan merujuk pada
peraturan perundangundangan yang berlaku, sehingga masyarakat
(pelanggan) tidak perlu berpersepsi/berpretensi negatif pada aparatur
birokrasi yang memberikan pelayanan. Perhatikanlah aspek-aspek
psikologis yang dialami oleh pelanggan, sehingga tercipta suasana yang
harmonis antara pelanggan dan pelayan;
d. Komitmen. Bahwa dalam mengimplementasikan pelayanan prima
kepada masyarakat diperlukan komitmen yang kuat, mulai dari
mengambil keputusan sampai kepada pelaksana keputusan, sehingga
pelayanan prima kepada masyarakat dapat dilihat seperti dalam sebuah
orkes simphoni. Dalam orkes simphoni semua pemain mempunyai
komitmen yang kuat mulai dari tampilan pemainnya sampai pada nada
dan iramanya, sehingga hasil yang ditunjukkan dapat menyenangkan
semua orang.
3. Membangun Komitmen Pelayanan Kepada Masyarakat
Didalam upaya membangkitkan spirit kepercayaan masyarakat yang
menjadi target pelayanan publik, David Osborne memberikan lima prinsip
utama untuk membangkitkan kepercayaan masyarakat tersebut, yaitu:
Pertama; Masyarakat perlu diyakinkan bahwa birokrasi itu bukanlah suatu
gambaran tentang kebobrokan atau hantu (evil); dan masyarakat itu harus
merasa yakin bahwa untuk menopang peningkatan “Derajat Civilized” harus memiliki
suatu tingkat birokrasi yang bersifat efektif.Pemerintah harus
dipandang sebagai suatu mekanisme manajemen yang mampu mewujudkan
aspirasi masyarakat yang dilayaninya.
Kedua; Masyarakat perlu diyakinkan bahwa untuk meningkatkan kualitas
budaya masyarakat secara menyeluruh dibutuhkan kehadiran kualitas
pemerintahan yang bersifat efektif, produktif dan efisien. Perlu dipahami
bahwa dalam kondisi ekonomi dan sosial yang semakin bersifat
“Industrialized” dan pemerintahan dilihat dari aspek fungsi semakin meluas;
maka kecenderungan sentralisasi akan semakin besar dan akan mendorong
lahirnya standarisasi-standarisasi pelayanan baik secara kuantitatif maupun
secara kualitatif.
Ketiga; Masyarakat perlu diyakinkan bahwa kondisi sumber daya manusia
sebagai aparatur pemerintah, bukanlah suatu sentral permasalahan dalam
pelayanan publik; tapi sentral permasalahan terletak pada system pelayanan
publik yang diterapkan. Masyarakat harus percaya bahwa sebagian besar
aparatur pemerintah masih memiliki tanggung jawab yang sangat besar,
penuh dedikasi terhadap apa yang menjadi lingkup kerjanya; memiliki
keahlian prima; yang biasanya mereka berada pada perangkap system
birokrasi yang statis dan sangat menghambat kreativitas mereka. Lebih jauh
masyarakat harus memiliki suatu kepercayaan bahwa sistem birokrasi yang
statis itu bisa dirubah, dijadikan sistem yang bersifat energik bagi optimasi
pelayanan publik.
Keempat; Masyarakat harus diyakinkan bahwa pandangan liberalisme,
baik yang dimaksud dengan liberalisme tradisional atau liberalisme
konservatif dan spirit liberalisme lainnya perlu mendapat tempat lebih besar
dalam iklim kinerja pelayanan publik.Pelayanan publik perlu diikuti oleh
strategi privatisasi atau swastanisasi; untuk mampu mengimbangi
keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh pemerintahan dan untuk
kepentingan peningkatan kualitas pelayanan.Jadi perlu pertimbangan yang
dapat diterima oleh masyarakat secara menyeluruh, privatisasi/ swastanisasi
pelayanan publik. Kelima; Masyarakat perlu diyakinkan bahwa, setiap anggota
masyarakat
memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik
diberbagai sektor atau bidang pelayanan publik.
D. Standar Mutu Pelayanan
1.Pengertian Mutu Pelayanan Prima
W. Edwards Deming telah mengembangkan apa yang disebut “Total Quality
Management” (Manajemen Mutu Terpadu) (Gaspersz, 19970. Total Quality
Management (TQM) telah berhasil mengatasi berbagai permasalahan
diperusahaan, sehingga dapat meningkatkan mutu dan sekaligus menekan
biaya serta mengatasi permasalahan lainnya.
Pada awalnya TQM diterapkan di dunia usaha.Oleh karena
keberhasilannya, maka instansi pemerintah kemudian mencoba
menerapkannya, misalnya TQM diterapkan di Angkatan Udara Amerika Serikat
(Creech, 1996).Total Quality Management merupakan paradigma baru dalam
manajemen yang berusaha memaksimumkan daya saing organisasi melalui
perbaikan secara berkesinambungan atas mutu barang, jasa, manusia dan
lingkungan organisasi. TQM hanya dapat dicapai dengan memperhatikan halhal
berikut ini (Tjiptono, 1997):
a. Berfokus pada pelanggan. Yang menentukan mutu barang dan jasa adalah
pelanggan eksternal. Pelanggan internal berperan dalam menentukan mutu
manusia, proses dan lingkungan yang berhubungan dengan barang atau
jasa;
b. Obsesi terhadap mutu. Penentu akhir mutu adalah pelanggan internal dan
eksternal. Dengan mutu yang ditentukan tersebut, organisasi harus
berusaha memenuhi atau melebihi yang telah ditentukan;
c. Pendekatan ilmiah. Terutama untuk merancang pekerjaan dan proses
pembuatan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan
pekerjaan yang dirancang tersebut; d. Komitmen jangka panjang. Agar penerapan TQM
dapat berhasil,
dibutuhkan budaya organisasi yang baru. Untuk itu perlu ada komitmen
jangka panjang guna mengadakan perubahan budaya;
e. Kerjasama Tim. Untuk menerapkan TQM, kerjasama tim, kemitraan dan
hubungan perlu terus menerus dijalin dan dibina, baik antar aparatur dalam
organisasi maupun dengan pihak luar (masyarakat);
f. Perbaikan sistem secara berkesinambungan. Setiap barang dan jasa
dihasilkan melalui proses-proses di dalam suatu sistem/lingkungan. Oleh
karena itu, system yang ada perlu diperbaiki secara terus menerus agar
mutu yang dihasilkan meningkat;
g. Pendidikan dan pelatihan. dalam organisasi yang menerapkan TQM,
pendidikan dan pelatihan merupakan faktor fundamental. Disini berlaku
prinsip belajar merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak
mengenal batas usia.
2.Pelayanan Mengacu pada Kepuasan Pelanggan
Kepuasan didefinisikan sebagai tingkat perasaan seseorang setelah
membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dengan harapannya.Oleh
karena itu, maka tingkat kepuasan adalah perbedaan antara kinerja dengan
harapan. Dengan demikian apabila dikaitkan dengan pelanggan, maka
pelanggan dapat merasakan hal-hal sebagai berikut:
a. kinerja di bawah harapan, pelanggan merasa kecewa;
b. kinerja sesuai harapan, pelanggan merasa puas;
c. kinerja melebihi harapan, pelanggan sangat puas.
Bagi aparatur sipil negara, pelayanan perlu mendapat perhatian serius,
karena orang yang sangat puas akan mempunyai ikatan emosional dengan
suatu produk, dan ini menyebabkan loyalitas orang tersebut menjadi tinggi.
Oleh karena itu, aparatur pelayanan dihadapkan pada tantangan membangun
budaya organisasi, agar semua orang yang berada di lingkungan organisasi
bertujuan memuaskan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama
pelayanan prima.Oleh
karena itu setiap aparatur pelayanan berkewajiban untuk berupaya
memuaskan pelanggannya.Kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila
aparatur pelayanan mengetahui siapa pelanggannya, baik pelanggan internal
maupun pelanggan eksternal. Dengan mengetahui siapa pelanggannya, maka
aparatur pelayan akan dapat mengidentifikasi apa keinginan pelanggan.
Kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila keinginan atau harapan
pelanggan dapat terpenuhi. Mengenai mutu, Tjiptono (1997) menyatakan
bahwa sedikitnya ada tiga level (tingkat) harapan pelanggan, yaitu:
a. Harapan pelanggan yang paling sederhana dan berbentuk asumsi “must
have” atau “take it for granted”. Misalnya 1) saya berharap perusahaan
penerbangan menerbangkan saya sampai tujuan dengan selamat, atau 2)
saya berharap bank dapat menyimpan uang saya dengan aman dan
menangani saldo rekening saya dengan benar;
b. Pada level kedua, kepuasan pelanggan dicerminkan dalam pemenuhan
persyaratan dan atau spesifikasi tertentu. Misalnya 1) saya berharap
dilayani dengan ramah oleh pegawai perusahaan penerbangan, atau 2)
saya pergi ke bank dan tellernya ternyata sangat ramah, informatif dan suka
menolong transaksitransaksi saya;
c. Pada level ketiga ini pelanggan menuntut suatu kesenangan
(delightfulness) atau jasa yang demikian bagusnya, sehingga membuat
pelanggan tertarik. Misalnya 1) perusahaan penerbangan itu member
semua penumpang makanan yang sama dengan yang diberikan khusus
kepada penumpang kelas satu oleh perusahaan penerbangan yang lainnya.
Contoh lain adalah 2) semua karyawan melayani saya dengan penuh
respek dan menjelaskan sesuatunya secara cermat. Akan tetapi yang
paling mengesankan saya adalah ketika mereka menelepon saya dirumah
hari berikutnya dan menanyakan apakah saya baik-baik saja;
d. Dimensi Pelayanan Prima Gaspersz (1997) menyatakan bahwa ada
beberapa dimensi yang harus diperhatikan untuk meningkatkan mutu
pelayanan yaitu: 1) Ketepatan waktu pelayanan. Hal-hal yang perlu diperhatikan disini
terkait
dengan waktu tunggu dan waktu proses;
2) Akurasi pelayanan. Berkaitan dengan reliabilitas pelayanan dan bebas
dari kesalahan pelayanan;
3) Kesopanan dan keramahan dalam memberikan pelayanan. Terutama
bagi mereka yang berinteraksi dengan pelanggan eksternal seperti
operator telepon, petugas keamanan (SATPAM), pengemudi, staf
administrasi, kasir, petugas penerima tamu, perawat dan lain-lain;
4) Tanggung jawab. Berkaitan dengan penerimaan pesanan dan
penanganan keluhan dari pelanggan eksternal;
5) Kelengkapan. Berkaitan dengan lingkup pelayanan dan ketersediaan
sarana pendukung;
6) Kemudahan mendapatkan pelayanan. Berkaitan dengan banyaknya
“outlet” banyaknya petugas yang melayani, seperti kasir, staf
administrasi dan lainnya. Banyaknya fasilitas pendukung, seperti
komputer untuk memproses data dan lain-lain;
7) Variasi model pelayanan. Berkaitan dengan “inovasi” untuk memberikan
pola-pola baru dalam pelayanan;
8) Pelayanan Pribadi. Berkaitan dengan fleksibilitas, penangananan
permintaan-permintaan khusus, dan lain-lain.
9) Kenyamanan dalam memperoleh pelayanan. Berkaitan dengan lokasi,
ruang dan tempat pelayanan, kemudahan menjangkau, tempat parker
kendaraan, ketersediaan informasi, petunjukpetunjuk dan lain-lain;
10) Atribut pendukung pelayanan lainnya. Seperti lingkungan, kebersihan
ruang tunggu, fasilitas musik, AC dan lain-lain.
3.Mutu Pelayanan Prima
a. Mendahulukan Kepentingan Pelanggan
Pelayanan Prima adalah pelayanan yang memuaskan pelanggan.Salah
satu indikator adanya kepuasan pelanggan adalah tidak adanya keluhan
dari pelanggan. Akan tetapi, didalam praktek, keluhan-keluhan pelanggan ini akan
selalu ada. Organisasi pemberi pelayanan wajib menanggapi dan
menghadapi keluhan pelanggan tersebut untuk kepentingan dan kepuasan
pelanggan.Untuk itu, pemberi pelayanan perlu mengetahui sumbersumber
keluhan pelanggan dan mengetahui cara-cara mengatasi keluhan
pelanggan.
Menurut Endar Sugiarto (1999), sumber-sumber keluhan pelanggan
antara lain adalah: pelanggan internal dan pelanggan eksternal. Pelanggan
internal adalah pegawai instansi/organisasi yang bersangkutan dan para
pemimpin instansi/organisasi yang bersangkutan.Seorang pegawai suatu
instansi/organisasi yang tidak betah bekerja karena lingkungan kerja dan
situasi pegawai yang ada di dalamnya. Suasana nyaman dan harmonis
akan mempengaruhi kesiapannya dalam menghadapi pelanggan eksternal.
Para pemimpin instansi/organisasi dapat menjadi sumber keluhan, karena
pemimpin sering mendapat masukan dari para pelanggan eksternal tentang
pelayanan di instansinya.Perhatian utama suatu instansi/organiasi adalah
pelanggan eksternal, yaitu masyarakat. Kunci utama keberhasilan
pelayanan terletak pada cara instansi/organisasi tersebut memperlakukan
pelanggan eksternal ini.
Menurut Endar Sugiarto (1999), keluhan pelanggan dapat dikategorikan/
dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
1) Mechanical Complaint (Keluhan Mekanikal).
Mechanical complaint adalah suatu keluhan yang disampaikan oleh
pelanggan sehubungan dengan tidak berfungsinya peralatan yang
dibeli/disampaikan kepada pelanggan tersebut;
2) Attitudinal Complaint (Keluhan akibat sikap petugas pelayanan).
Attitudinal complaint adalah keluhan pelanggan yang timbul karena
sikap negatif petugas pelayanan pada saat melayani pelanggan. Hal ini
dapat dirasakan oleh pelanggan melalui sikap tidak peduli dari petugas
pelayanan terhadap pelanggan;
3) Service Related Complaint (Keluhan yang berhubungan dengan
pelayanan). Service related complaint adalah suatu keluhan pelanggan karena halhal
yang berhubungan dengan pelayanan itu sendiri. Misalnya
seseorang mendaftar untuk ikut suatu Diklat, ternyata formulir
pendaftaran belum siap dan oleh petugas diminta untuk menunggu;
4) Unusual Complaint (Keluhan yang aneh)
Unusual complaint adalah keluhan pelanggan yang bagi petugas
merupakan keanehan (tidak wajar/tidak umum).pelanggan yang
mengeluh seperti ini sebenarnya secara psikologis adalah orang-orang
yang hidupnya tidak bahagia atau kesepian.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi keluhan
pelanggan, antara lain adalah:
1) Pelanggan biasanya marah pada saat menyampaikan keluhan. Oleh
karena itu, petugas pelayanan tidak boleh terpancing untuk ikut marah;
2) Petugas pelayanan tidak boleh memberikan janji-janji yang sebenarnya
sulit dipenuhi serta tidak menjanjikan sesuatu yang berada di luar
wewenangnya;
3) Jika permasalahan tidak dapat diselesaikan sedangkan petugas sudah
berbuat maksimal, petugas harus berani menyatakan menyerah
dengan jujur;
4) Ada pelanggan yang selalu mengeluh. Untuk menghadapi pelanggan
seperti itu, petugas harus sabar dan melakukan pendekatan secara
khusus.
b. Pelayanan dengan Sepenuh Hati
Menurut Endar Sugiarto (1999), pada hakekatnya pelanggan itu tidak
membeli produk, tetapi mereka membeli pelayanan. Ini merupakan falsafah
bisnis dalam upaya memberikan pelayanan yang prima.Pelayanan disini
adalah pelayanan dalam segala bentuk kreasi dan manifestasinya. Untuk
itu, kita lebih banyak belajar tentang para pelanggan kita, agar kita dapat memberikan
pelayanan dengan sepenuh hati dan dengan cara yang lebih
baik di masa yang akan datang.
c. Budaya Pelayanan Prima
Menganggap bahwa pelayanan prima sebagai suatu budaya berarti
melakukan kegiatan pelayanan sebagai suatu hal yang membanggakan
dengan nilai luhur yang di junjung tinggi.Budaya pelayanan prima adalah
sebuah budaya yang kuat yang mewarnai sifat hubungan antara
instansi/organisasi pemberi pelayanan dengan pelanggannya dan dapat
menjadi sarana yang sangat baik untuk memperoleh perhatian pelanggan
dari instansi/organisasi pemberi pelayanan.Budaya pelayanan prima
dibentuk oleh sikap karyawan dan manajemen instansi/organisasi pemberi
pelayanan.
d. Sikap Pelayanan Prima
Sikap pelayanan prima berarti pengabdian yang tulus terhadap bidang kerja
dan yang paling utama adalah kebanggaan atas pekerjaan.Sikap anda
dapat menggambarkan instansi/organisasi anda.Anda adalah perwakilan
instansi/organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pelanggan akan menilai instansi/organisasi dari kesan pertama mereka
dalam berinteraksi dengan orang-orang yang terlibat dalam
instansi/organisasi tersebut. Apabila pagi itu kebetulan andalah orang
pertama yang berhubungan dengan pelanggan, anda akan mewakili
gambaran dari instansi/organisasi anda.
e. Sentuhan Pribadi Pelayanan Prima
Pelayanan prima sangat memperhatikan individu sebagai pribadi yang unik
dan menarik.Setiap pelanggan memiliki sifat dan dapat membuat para
petugas bahagia atau kecewa. Sentuhan pribadi mengarahkan para
petugas pelayanan untuk berpikir bahwa memperlakukan orang lain
sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri perlu selalu dipraktekan.
Yang diutamakan dalam pelayanan prima bukanlah slogan-slogan untuk
memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, melainkan bentuk nyata
pelayanan yang sebelumnya sudah diberikan dalam pelatihanpelatihan dan dapat
diterapkan pada saat praktek di lapangan, ketika berhubungan
langsung dengan pelanggan. Karena pelayanan prima merupakan budaya,
identitas, sarana kompetisi, pelanggan merasa penting, rekan sekerja
merasa nyaman bersama kita dan kita dapat melayani pelanggan dengan
cepat, tepat, ramah, mengutamakan kepuasan pelanggan, menepati janji,
bahasa yang baik dalam bertelepon, menunjukkan etika dan sopan santun,
merasa puas dan bangga akan pekerjaan kita, bekerja dengan antusias,
kepercayaan diri yang tinggi, menawarkan bantuan, senyum yang tulus,
humor yang menyenangkan, mendengarkan dengan baik dan dengan
konsep win-win.
f. Pelayanan prima sesuai dengan Pribadi Prima
Konsep pribadi prima meliputi unsur-unsur kepribadian, penampilan,
perilaku dan komunikasi yang prima. Seseorang dapat dikatakan memiliki
pribadi prima apabila:
1) tampil ramah;
2) tampil sopan dan penuh hormat;
3) tampil yakin;
4) tampil rapi;
5) tampil ceria;
6) senang memaafkan;
7) senang bergaul;
8) senang belajar dari orang lain;
9) senang pada kewajaran;
10) senang menyenangkan orang lain.
E. Memahami Pelanggan
Customer (pelanggan) yang dimaksudkan di dalam modul ini adalah siapa saja
yang berkepentingan dengan produk layanan kita.Karena itu, customer dapat
berupa individu (perorangan), kolektif (organisasi), maupun masyarakat dalam
arti luas. Dengan demikian, customer (pelanggan) dapat dikategorikan dalam
dua jenis, yaitu : 1.Pelanggan internal (internal customer) adalah pelanggan yang
berasal dari
dalam organisasi (instansi) itu sendiri. Pelanggan internal dapat dibagi
kedalam dua bagian, yaitu a) pelanggan internal organisasi dan b)
pelanggan internal pemerintah. Pelanggan internal dapat dilihat dari dalam
lingkungan organisasi, sehingga meskipun bagian/unit kerja kita berbeda,
namun masih dalam lingkungan organisasi, maka pelanggan tersebut dapat
dikategorikan sebagai pelanggan internal.
2.Sedangkan pelanggan internal pemerintah adalah pelanggan yang
walaupun instansi kita berbeda, namun instansi pelanggan itu adalah
instansi pemerintah, pelanggan tersebut dapat dikategorikan sebagai
pelanggan internal pemerintah (pelanggan internal dalam skala makro).
Pelanggan adalah siapa saja yang terkena dampak dari produk atau proses
pelayanan. Pelanggan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pelanggan internal
dan pelanggan eksternal.Pelanggan internal adalah mereka yang terkena
dampak dari produk dan merupakan anggota organisasi yang menghasilkan
produk tersebut.Sedangkan pelanggan eksternal adalah mereka yang terkena
dampak dari produk, tetapi bukan anggota organisasi penghasil produk
(pelanggan eksternal adalah masyarakat).
Untuk dapat meningkatkan citra positif dimata pelanggan, perlu diperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
1. Membangun citra diri
Cara-cara untuk membangun citra diri positif di mata pelanggan adalah
a.memperhatikan pentingnya kesan awal;
b. pendekatan awal dapat mempengaruhi hubungan selanjutnya. Hindari
kesalahan kecil apapun, karena akan membutuhkan banyak waktu untuk
memperbaiki kesalahan tersebut;
c. Jangan membuat orang lain menunggu, karena ia bisa frustasi;
d.Sapalah pelanggan dengan menyebut namanya;
e.Usahakan selalu bersikap ramah, sampaikan salam sesuai waktu, misalnya
selamat pagi, ada yang bisa saya Bantu?; f. Pada waktu berbicara, pandang matanya;
g. Tersenyum setiap saat. Dengan tersenyum hati anda menjadi gembira;
h.Kegembiraan dapat menampilkan wajah berseri;
i. Berbicara dengan jelas, dengan kata-kata yang dipahami pelanggan;
j. Hindari beban pikiran yang menyebabkan perhatian pelanggan terpecah.
2. Berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti
Apabila seorang pelanggan datang untuk memperoleh bantuan anda, anda
hendaknya tidak bersikap serba tahu atau seolah-olah sudah mengerti
terlebih dahulu apa yang diinginkan pelanggan. Dekati pelanggan dan
bersiaplah untuk mendengarkannya. Jangan disibukkan oleh kegiatan lain,
sehingga terkesan perhatian anda terbagi.
3. Mengenal karakter pelanggan
a. Keterampilan dasar pelayanan. Ada keterampilan dasar yang dapat
diterapkan dalam semua strategi pelayanan, yaitu:
1) Pusatkan perhatian pada pelanggan. Cara yang dapat ditempuh:
a)Mendengarkan dengan penuh perhatian dan jangan sekali-kali
memotong pembicaraan;
b)Perhatikan sikap tubuh anda, bertindak secara tenang dan rileks;
c)Menatap mata pelanggan anda pada saat berbicara dan tersenyum;
d)Perhatikan ekspresi wajah anda, dan selalu tampilkan senyum anda;
e)Menanggapi pembicaraan pelanggan apabila pelanggan
mengharapkan tanggapan anda;
f) Perhatikan nada bicara anda, jangan terlalu rendah (kurang percaya
diri) atau terlalu tinggi (kesal, marah dan emosi);
g)Menempatkan kepentingan pelanggan pada nomor satu dan orang
lain, seperti rekan sekerja dan atasan pada prioritas berikutnya,
apabila sedang melayani pelanggan.
2) Memberikan pelayanan yang efisien. Cara yang dapat dilakukan:
a) melayani pelanggan berikutnya segera setelah selesai dengan
pelanggan pertama; b) pergunakan waktu seakurat mungkin;
c) berbicara seperlunya kepada pelanggan;
d) merencanakan apa yang selanjutnya akan dilakukan;
e) menindaklanjuti pelayanan sampai tuntas;
f) menjawab pertanyaan secara singkat, tepat, cepat dan tidak berteletele.
3) Meningkatkan perasaan harga diri pelanggan. Cara yang dapat
dilakukan:
a) mengenali kehadiran pelanggan dengan segera;
b) selalu menggunakan nama pelanggan sesering mungkin;
c) tidak menggurui pelanggan, bagaimanapun pintarnya anda;
d) memuji dengan tulus dan memberikan penghargaan kepada
pelanggan;
e) memperlakukan pelanggan sebagai orang dewasa.
4) Membina hubungan baik dengan pelanggan. Cara yang dilakukan:
a) mendengarkan apa yang disampaikan oleh pelanggan tanpa
memotong pembicarannya;
b) menunjukkan simpati dan berbicara dengan penuh perasaan, untuk
menunjukkan bahwa anda mengerti dan memahami perasaan
pelanggan;
c) mempersilahkan pelanggan menanggapi dan berusaha
menyelesaikan masalahnya.
5) Dapat menentukan apa keinginan pelanggan. Cara yang dilakukan:
a) menanyakan kepada pelanggan;
b) mengulangi kembali apa keinginan pelanggan, kemudian menarik inti
dari apa yang dikatakannya.
6) Mengalihkan pelayanan ke orang lain. Cara yang dilakukan:
a) bila seorang pelanggan meminta pelayanan di luar kemampuan anda,
cara terbaik adalah mengalihkan pelayanan tersebut kepada orang
lain yang lebih mampu. Dengan pengalihan tersebut akan terlihat
bahwa organisasi anda telah bekerja dengan profesisonal; b) setelah mengetahui
keinginan pelanggan, anda menjelaskan
kepadanya sambil meminta maaf bahwa anda tidak mampu
melayaninya, karena orang lain akan lebih baik melayaninya;
c) hal ini juga harus dijelaskan dihadapan orang yang hendak
menggantikan anda. Perkenalkan orang tersebut kepada pelanggan.
4. Cara meningkatkan citra poisitif dimata pelanggan.
Cara untuk meningkatkan citra positif dimata pelanggan adalah dengan
mengenal karakter pelanggan dan cara menghadapinya.
a. Pelanggan yang pendiam:
1) Beberapa faktor yang menyebabkan seorang pelanggan pendiam;
a) Adanya rasa malu pada diri pelanggan, sehingga ia tidak memiliki
keberanian untuk menyatakan pendapatnya dengan jelas;
b) Pelanggan tidak mau atau segan berbicara karena sedang
memikirkan sesuatu;
c) Berdasarkan perkiraan, pelanggan yang pendiam memiliki kelainan
psikis.
2) Cara menghadapi pelanggan yang pendiam, antara lain sebagai berikut:
a) Pelanggan yang pendiam dan cenderung pemalu akan merasa
tentram jika dihadapi dengan ramah tamah dan penuh perhatian;
b) Jika pelanggan seolah-olah sedang memikirkan sesuatu, sebaiknya
petugas jangan mengajak berbicara tetapi cukup melontarkan
pertanyaan-pertanyaan yang dapat menarik perhatian pada produkproduk
yang ditawarkan;
c) Jika menemui pelanggan yang kesulitan dalam bicara (gagap)
petugas hendaknya jangan terpaku pada keadaan tersebut dan
hendaknya bersikap biasa saja.
b. Pelanggan yang tidak sabar: tips menghadapinya:
1) Mengenali pelanggan yang tidak sabar melalui sikapnya, lalu meminta
maaf kepadanya atas tertundanya pelaya 2) Mengatakan kepadanya bahwa dia akan
dibantu semaksimal mungkin
dan sesegera mungkin;
3) Secara cepat dan efisien menangani situasi tersebut dan bila perlu
menenangkan pelanggan tersebut;
4) Mengucapkan terima kasih bahwa pelanggan tersebut masih bersedia
menunggu;
5) Mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada pelanggan tersebut dan
meminta maaf sekali lagi atas ketidak nyamanan dalam pelayanan.
c. Pelanggan yang tidak banyak bicara: tips menghadapinya:
1) Mengenali kedatangan pelanggan dengan mengucapkan salam;
2) Menawarkan bantuan yang diperlukan pelanggan tersebut;
3) Bila pelanggan masih terus berbicara petugas mengalihkan
perhatiannya pada hal-hal yang ditawarkan dengan penjelasan yang
cukup;
4) Menawarkan bantuan dan memuji kehebatannya berbicara;
5) Bila perlu bergabung dalam pembicaraan tersebut sambil sekali-sekali
memberikan pujian;
6) Meminta alamat dan nomor teleponnya.
7) Pelanggan jenis ini senang sekali jika mendapat perhatian.
d. Pelanggan yang senang mendebat/berdebat, tips menghadapinya:
1) Tidak menunjukkan reaksi apabila pelanggan tersebut berada pada
pihak yang salah, sebab jika menunjukkan reaksi, akan timbul diskusi
yang berkepanjangan;
2) Bersikap tenang, tidak gugup dan tidak terpancing untuk marah;
3) Membatasi percakapan pada masalah yang sedang dihadapi, tidak
menyimpang dari pokok pembicaraan;
4) Mengemukakan argumen yang masuk akal, agar pelanggan
menghargai anda. Apabila pelanggan sudah tenang, anda mulai
memberikan pelayanan;
5) Mengulangi argumen anda sekedar untuk menging6) Mencari kelemahan dari
argumen pelanggan dan menunjukkan
kekeliruannya agar pelanggan tenang;
7) Apabila anda dapat menguasai keadaan, pelanggan akan lunak.
e. Pelanggan yang memiliki banyak permintaan: tips menghadapinya:
1) Mengucapkan salam bila ia datang kepada anda. Bila melalui telepon,
anda harus menggunakan cara bertelepon yang baik;
2) Mendengarkan permintaannya; jika memungkinkan membuat ringkasan
atas permintaan tersebut. Permintaan tersebut bisa di penuhi bisa
tidak, tergantung kebijaksanaan perusahaan;
3) Sesegera memenuhi permintaan pelanggan, jika memungkinkan, dan
tidak melakukan kesalahan dalam melayani, karena ia akan terus
mencecar anda jika ada kesalahan sedikit saja;
4) Meminta maaf dan menyarankan alternatif lain jika pelanggan merasa
tidak puas atas pelayanan yang diberikan;
5) Segera memberitahu supervisor sambil menyebutkan permintaan
pelanggan jika anda tidak mampu melayani pelanggan tersebut;
6) tersenyum setiap saat, meskipun merasa jengkel.
F. Ringkasan
Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, perlu dukungan
dan komitmen, antara lain adanya kejelasan pelayanan yang diberikan dan
konsistensi ASN dalam memberikan pelayanan terbaik, mengkomunikasikan
peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelayanan.
Pelanggan adalah siapa saja yang terkena dampak dari produk atau proses
pelayanan. Pelanggan dibedakan menjadi dua yaitu pelanggan internal dan
pelanggan eksternal.Pelanggan adalah siapa saja yang berkepentingan dengan
produk layanan kita, oleh karena itu pelanggan dapat berupa individu, kolektif
maupun masyarakat dalam arti luas. atkannya apabila

pelanggan kembali bersikeras dengan pendapatnya

POLA PIKIR APARATUR SIPIL NEGARA


SEBAGAI PELAYAN MASYARAKAT
A. Pengertian Pola Pikir
Sebelum berbicara tentang pola pikir, maka dalam pokok bahasan ini akan
dibahas apakah berpikir itu? Berpikir adalah proses mental. Berpikir adalah suatu
kegiatan mental yang melibatkan kinerja otak (Alek sobur, 2003).Di dalam berpikir
setiap individu menggunakan pola-pola pikir tertentu.Misalnya kita berpikir saat
mendapatkan penugasan dari pimpinan untuk membuat surat, mengantar surat saat
saudara juga mendapatkan tugas lain, anda akan memikirkan mana yang dikerjakan
terlebih dahulu dan lain sebagainya.
Workshop Pengembangan Jati Diri dan Pola Pikir Bagi para pejabat struktural
dan Fungsional, 2003).Selanjutnya dikatakan bahwa pola pikir adalah pola yang
menetap dalam pikiran bawah sadar seseorang.Keyakinan merupakan bagian dari
pola pikir (mind setting, LPCD, 2005). Apakah pikiran bawah sadar itu?. Mel sandy
dalam bukunya The piece of mind mengatakan bahwa pikiran bawah sadar adalah
gudang dimana seluruh informasi tersimpan. Pengalaman yang direkam dalam
pikiran bawah sadar inilah yang membentuk pola pikir seseorang.Rekaman bawah
sadar ini berasal dari lingkungan dimana dia berada.Pengaruh lingkungan tersebut
di antaranya adalah lingkungan keluarga, lingkungan sosial, adat istiadat, serta
lingkungan pergaulan seseorang.
Pertanyaannya adalah pola pikir yang bagaimanakah yang terekam dalam diri
seseorang? Hal ini sangat tergantung dari input yang masuk ke dalam otak
seseorang. Pola pikir yang sudah mengakar dalam dirinya tersebut akan terlihat
dalam pola perilakunya sehari-hari. Oleh karena itu faktor dominan yang membentuk
pola pikir seseorang adalah lingkungan dimana dia berada.Pola pikir ini dapat
memicu pelaksanaan pekerjaan sekaligus juga menghambat pelaksanaan
pekerjaan.
Untuk meneropong masa depan berawal dari membangun pola pikir. Ada
banyak hal, termasuk tantangan, pilihan dan menentukan arah sesuai keinginan melihat
masa depan. Pakar psikologi Howard Gardner menuangkan ide dalam
bukunya ‘Five Mind for the Future’,melaui uraian tentang teori kecerdasan majemuk
yang dia paparkan melalui serangkaian riset.Secara garis besar ada lima hal yang
menjadi pertimbangan;
Pertama, mulai dari pikiran yang disipilin.Artinya berangkat dari suatu perilaku
yang mencirikan disiplin ilmu, keterampilan pada suatu profesi.Sebut saja ketika
seorang warga Negara menjadi PNS, maka menguasai ilmu dan ketentuan yang
berlaku dalam bidang pekerjaannya merupakan hal penting sebagai pekerja
profesional.
Kedua, pikiran yang dapat menyerap berbagai informasi dari beragam
sumber.Kemudian memahami dan meraciknya menjadi suatu pengetahuan yang
baru.Inilah sentesa penting ketika banjir informasi mengalir. Tanpa bisa melihat
perioritas informasi yang menjadi kebutuhan, maka akan tenggelam dan tergelincir
dalam lautan informasi.
Ketiga, pikiran yang mencoba membentangkan pertanyaan tak terduga,
termasuk memaparkan cara berpikir baru. Pola pikir inilah yang akan membuat kita
mampu berpikir secara lateral dan bukan sekedar berpikir linear mengikuti jalur
konvensional yang acap hanya akan membuat kita stagnan. Bergerak maju,
progresif, demi terciptanya sejarah hidup yang positif dan bermakna.
Empat, pola pikir menyambut perbedaan pandangan dengan sukacita, dan
bukan dengan sikap saling curiga. Sebuah pola pikir yang akan membuat kita
terhindar dari anarki akibat pemaksaan kepentingan. Sebuah pola pikir yang
senantiasa mengajak kita untuk merayakan keragaman pandangan dan sekaligus
menghadirkan empati.
Kelima.pola pikir etis. Inilah pola pikir yang membujuk membangun kemuliaan
dan keluhuran dalam kehidupan personal dan profesional kita. Sebab pada akhirnya,
bagaimana mungkin menjadi ‘terbaik’ jika pola pikir masih berselimut dengki,
cemburu, sok tahu dan merasa hebat.B. Proses Terbentuknya Pola Pikir
Bagaimana pola pikir itu terbentuk tergantung dari proses terjadinya pola pikir
itu sendiri. Ada 2 (dua) proses yang membentuk pola pikir yaitu:
1. Bersumber dari keturunan secara genetika.
Seorang anak pasti mewarisi watak dari kedua orang tuanya, dan terkadang
dominan ke salah satunya saja, contohnya anak lelaki mewarisi cara berpikir
ayahnya, sedangkan anak perempuan biasanya mewarisi cara berpikir
ibunya yang lembut dan penuh dengan kasih.
Disamping itu, pola pikir terbentuk karena “Imprint”. “Imprint” adalah peristiwa
masa lalu yang sangat membekas. Imprint dapat bersifat positip maupun
negatip (International Thinking Training & Consultancy, Mind Setting)
“Imprinting” (penanaman, pencapan) yaitu “satu reaksi tingkah laku yang
diperoleh orang selama usia masih sangat muda dalam kehidupan”. (J.P.
Chaplin dalam Kartini Kartono, kamus lengkap psikologi, 2001)
“Imprint” sangat mempengaruhi “Pola Pikir dan Kinerja” seseorang. Contoh:
seseorang bijaksana atau rajin bekerja. (tergantung imprint-nya selama ini).
“Imprint” bisa berubah (tergantung pada individu yang bersangkutan). Selain
itu faktor “lingkungan” juga sangat mempengaruhi pola pikir seseorang,
terutama “lingkungan keluarga” di mana seseorang dibesarkan.
2. Bersumber dari proses sosial
Anda mungkin tahu kalau Tarzan yang seorangmanusia namun kelakuannya
seperti monyet, itudikarenakan dia dididik di lingkungan monyet.Jika anda
hidup di lingkungan preman, maka bersiapsiaplah anda menjadi preman, jika
anda hidup dilingkungan orang orang yang saleh dan taat beragama. Jika
ada pertanyaan tentang bagaimana caranya supaya karirkita bisa
sukses?Maka jawabannya sederhana yaitu“Bergaulah dengan orang-orang
yang sukses”.Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa, pergaulan sangat
berpengaruh kepada sifat kepribadian dan caraberpikir kita.
Memangtidak bisa dipungkiri ada beberapa orang yang sanggup melawan
arus, dimana dia mampu menentang segalapengaruh yang berusaha
membujuk dia, seperti misalnya seseorang yang saleh hidup di lingkungan yang
bermoral rusak, namun dia masih sanggup bertahan. Semuanya itu
juga berpengaruh positif untuk “peremajaan pikiran” agar lebih kuat dalam
melawan arus, terlebih lebih zaman sekarang ini banyak sekali hal hal negatif
yang bisa merusak pikiran anda, bagaikan virus yang menjangkit di tubuh
anda, anda tidak akan sadar betapa cepatnya semuanya itu berjalan, anda
akan sadar ketika cara berpikir anda sudah membuahkan hasil, apakah
ituhasil yang baik maupun buruk.
Pikirkan, renungkan, dan lakukanlah.Jangan hanya diam membiarkan waktu
terus berjalan.Lakukanlah sebuah perubahan dalam hidup anda sebelum
anda kehilangan kesempatan. Ingat, tubuh anda hanyalah setumpuk daging,
mereka hanya akan bergerak jika ada perintah dari pikiran anda. Anda ingin
kehidupan anda berubah?, jika “YA”, maka sekarang waktunya mengubah
cara berpikir anda. Anda yang memegang kendali, anda yang menentukan
anda harus berubah kemana, jangan sampai salaharah, tetapkan tujuan
anda, dan mulailah mengayuh perahu kehidupan anda sekarang juga.Jangan
tunda tunda lagi, karena sudah banyak orang dibelakang anda yang siap
mendahului anda.
C. Jenis-Jenis Pola Pikir
Berikut ini akan disajikan beberapa jenis pola pikir yang dimiliki oleh seseorang,
semoga mampu memberikan gambaran bagi anda tentang cara berfikir anda
saat ini.
Pola pikir perfeksionis. Kita menilai diri kita begitu tajam sehingga sekilas kita
tidak berani mencoba sesuatu yang tidak kita kuasai dengan sangat sempurna.
Ada orang dengan pola pikir obsesif, mengingat terus menerus sesuatu yang
menakutkan kita sehingga kita menteror diri sendiri sampai rasa takut itu
menjadi jauh lebih besar dari diri kita sendiri dan akhirnya kita berhenti sambil
meyakini bahwa semuanya adalah malapetaka.
Pola pikir pesimis.Kita meyakini bahwa kita telah dikutuk. Bagaimanapun
kerasnya kita berusaha tapi yang datang selalu hal hal buruk. Kitapun tidak mampu
melihat atau peduli akan keberhasilan kita karena kita memilih untuk
hanya melihat pada kegagalan kita.
Pola pikir bergantung pada orang lain. Kita sangat ingin untuk bebas tapi
dilain pihak kita merasa bahwa hanya orang lain yang dapat menyelamatkan
kita. Kita berpikir bahwa mereka mencintai kita karenamereka telah
menyelamatkan kita. Kita merasa takut kehilangan hubungan baik yang telah
lama dibina. Kita mendambakan kebebasan tapi kita sangat merasa tidak aman
jika tidak bergantung pada mereka; takut mereka akan menelantarkan kita.
Pola pikir "saling membutuhkan".Kita memfokuskan diri untuk mencintai
orang lain dan membuat orang yang dicintai menjadi bergantung pada kita
dengan mencurahkan segala perhatian dan perasaan cinta kita kepadanya.
Yang dicintai merasa orang lain tidak dapat mencintai-nya kecuali kita. Pada
akhirnya orang yang kita cintai merasa tidak berdaya. Ada orang dengan pola
pikir membenci diri sendiri/suka melukai diri sendiri. Kita membuat diri kita
sendiri menjadi seorang pesimis lalu melakukan hal yang sama pada orang lain.
Tetap bertahan untuk tidak merubah diri bahkan mempengaruhi orang lain
dengan cara menakut-nakuti bahwa akan ada sesuatu yang berbahaya apabila
kita keluar dari pola pikir yang lama.
Pola pikir birokrat/dogmatik, memaksakan kehendaknya untuk mengikuti
aturan dan merasa kita yang paling tahu segalanya.Tapi kita juga dapat
mempunyai pola pikir yang baik dan konstruktif.Kita dapat memiliki pola pikir
yang optimistis.Kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.
Semua dapat dilakukan secara bertahap, biar lambat asal selamat maka kita
akan berhasil melakukan sesuatu yang teramat sulit. Kita juga dapat memilih
pola pikir seorang yang realistis. Dapat mengalahkan rasa takut dan hal-hal
negatif dan melihat sesuatu tanpa menggunakan emosi lalu membuat rencana
secara bertahap dengan penuh rasa percaya diri.
Pola pikir Taoisme. Bahwasanya hitam tidak selalu jelek dan putih tidak selalu
baik. Sesuatu yang jelek dapat sangat bermanfaat jika ada pada situasi yang
tepat. Bahwa sesuatu yang kelihatan-nya baik, mungkin dapat mencelakakan
kita. Selalu berada dijalur tengah, berjalan dengan sendirinya tanpa diatur tanpa emosi,
menerima apa adanya tanpa penyesalan. Ini merupakan cara
terbaik untuk meraih kebahagiaan. Yang perlu kita pikirkan atau kuatirkan
adalah saat sekarang ini, menit ini, detik ini, bukan kemarin ataupun esok hari.
Semua langkah kita dapat dilakukan dengan benar jika kita tidak merasa putus
asa dan tidak terlalu memikirkan hal-hal menakutkan yang belum terjadi atau
memikirkan bahwa kita akan gagal. Jika kita dapat memfokuskan diri kita pada
saat sekarang maka kita akan dapat jauh lebih sukses.
Pola pikir seorang yang mandiri. Tidak terlalu memikirkan perasaan orang
lain sehingga orang lain dapat merasa bebas. Kita semua dapat menggali
kemampuan diri secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing tanpa
harus mempunyai perasaan bersalah, rasa malu ataupun rasa terbebani. Setiap
saat kita dapat menentukan pilihan untuk merubah pola pikir apakah kita akan
tetap dengan pola pikir yang positif atau pola pikir yang negatif. Pola pikir yang
merusak diri ternyata dapat dirubah sehingga kita dapat bekerja dengan lebih
baik, dapat menguatkan sesama, pemaaf, mandiri, dapat mengekspresikan diri
dan punya cita-cita.
D. Konsep Diri Aparatur Sipil Negara
Aparatur Sipil Negara dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014
menyebutkan bahwa Aparatur Sipil Negara adalah profesi bagi pegawai negeri
sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah. Dan selanjutnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga
negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai
ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan
pemerintahan. (pasal 1 ayat 3 UU Nomor 5/2014).
Konsep diri ASN tercermin dalam bentuk acuan norma dan aturan yang berlaku
dalam menjalankan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik; dan perekat dan pemersatu bangsa, sehingga dapat menjalankan
tugasnya melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan memberikan
pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Norma dan aturan yang dijelaskan di atas adalah nilai-nilai ASN disebut kode
etik dan kode perilaku yang mengatur perilaku Pegawai ASN agar dapat:
1. melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas
tinggi;
2. melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3. melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
4. melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
5. melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang
Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan etika pemerintahan;
6. menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
7. menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab,
efektif, dan efisien;
8. menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya;
9. memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak
lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
10. tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan,
dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi
diri sendiri atau untuk orang lain;
11. memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas
ASN; dan
12. melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
Pegawai ASN.
Bagi anda sebagai calon Pegawai Negeri Sipil yang merupakan bagian dari
profesi Aparatur Sipil Negara tentunya harus menjadi sosok Pegawai yang
selalu konsisten mengikuti aturan yang telah digariskan sesuai dengan perundangan
yang berlaku. Kode etik dan kode perilaku yang telah dijelaskan di
atas akan menggambarkan konsep diri ideal sosok PNS, konsep diri PNS
terbentuk melalui proses belajar dan pengalaman yang terus menerus dan
berkesinambungan. Konsep diri yang positif akan membentuk kebiasaan dalam
bekerja secara efektif.
Oleh karena itu PNS akan selalu mengedepankan konsep diri yang positif.
Adapun konsep diri positif PNS antara lain dengan menunjukan sikap perilaku
(1) bekerja sebagai Ibadah, (2) menghindari sikap tidak terpuji, (3) bekerja
profesional, (4) meningkatkan kompetensi dirinya secara terus menerus, (5)
bertindak sebagai pelayan masyarakat, (6) Bekerja berdasarkan peraturan yang
berlaku, (7) bersikap terbuka dan realistis sehingga tidak rentan terhadap
perubahan, (8) mampu bekerja dalam tim, dan (9) Bekerja secara profesional.
E. Perubahan Pola Pikir dan Penerapannya
Mengapa diperlukan perubahan terhadap Pola Pikir? Perubahan Pola Pikir
diperlukan karena, dengan adanya perubahan pola pikir diharapkan PNS
mampu mengembangkan pola pikiryang positif dan meminimalisasi pola pikir
dirinya yang negatif. Ini berarti akan mensukseskan tugas dan peranan PNS
sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan pelayan masyarakat.
Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa seharihari
"TIDAK PEDE" dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan? Saya
yakin anda pernah, hampir setiap orang pernah mengalami krisis kepercayaan
diri dalam rentang kehidupannya, sejak masih kanak-kanak hingga dewasa
bahkan sampai usia lanjut. Hilangnya rasa pede tentu menjadi sesuatu yang
sangat mengganggu, terlebih ketika dihadapkan pada tantangan ataupun situasi
baru. Ada yangberkata: "Kok saya tidak seperti dia,...yang selalu
percayadiri...rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya...saya malu
menjadi diri saya! ”Berikut hal yang dapat kamu pikirkan tentang perbedaan
orang yang percaya diri dan tidak percaya diri, tapi ingat jangan sampai memiliki
rasa percaya diri yang berlebihan (narsisme). 1. Karakteristik atau ciri-ciri individu yang
percaya diri
Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang
proporsional, diantaranya adalah:
a. Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan
pujian, pengakuan, penerimaan, ataupun rasa hormat orang lain
b. Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh
orang lain atau kelompok
c. Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain
d. Berani menjadi diri sendiri
e. Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)
f. Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan,
tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib
atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain)
g. Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan
situasi di luar dirinya
h. Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri,sehingga ketika
harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan
situasi yang terjadi.
2. Pola pikir positif
Diantara ciri-ciri yang berpikir positif antara lain:
a. Melihat masalah sebagai tantangan
b. Menikmati hidupnya
c. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
d. Menghilangkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas dalam
benak
e. Mensyukuri yang di miliki
f. Tidak mendengarkan gossip yang tak menentu
g. Tidak membuat-buat ALASAN tapi langsung melakukan TINDAKAN
h. Menggunakan bahasa yang positif
i. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
j. Peduli pada citra diri.
3. Aplikasi perubahan pola pikir PNS
Reformasi birokrasi membutuhkan reformasi mendasar yang harus dilakukan
terlebih dahulu, yakni reformasi Pola Pikir/Mind Set (Agus Sunaryo, 2006). Jika
menginginkan perubahan kecil, garaplah perilaku anda. Jika menghendaki
perubahan besar dan mendasar,garaplah Mindset Anda (Carol S. Dweck, PH.D,
2007).
Program Mind Setting telah dijadikan standar Modul Penerapan Budaya Kerja
Aparatur Negara oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, tahun 2003.
Kepercayaan masyarakat terhadap PNS yang menurun akibat korupsi, malas,
tidak produktif, kurang memberikan pelayanan, etos kerja rendah dan lain-lain
membutuhkan reformasi/perubahan Pola Pikir yang berorientasi pada
pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu wujud dari perubahan pola pikir bagi PNS dapat dimulai dari 5 (lima)
pilar dasar seperti yang tertuang dalam Fifth Diciplin (PetterM Senge), yaitu:
Personal Mastery, Mental Model, Share Vision, Learning Organization dan
System Thinking. Untuk pemberdayaan kemampuan berfikir, Boby dePorter
(1999) dalam bukunya ”Quantum Learning” mengemukakan kiat-kiat jitu untuk
berpikir kreatif sebagai berikut :
a. Ingatlah kesuksesan anda di masa lalu, baik yang biasa maupun yang
menakjubkan. Jika pernah berhasil, Anda yakin pasti mampu melakukanya
lagi. Ingatkanlah diri anda tentang hal itu pada saat anda menggarap suatu
tantangan.
b. Yakinlah bahwa hal ini bisa menjadi hari terobosan, Jalani hari anda
dengan keyakinan bahwa sesuatu dapat terjadi untuk mengubah
segalanya. Dengan cara itu, jika sesuatu itu benar-benar muncul, maka
anda akan siap menerimanya.
c. Latihlah kreatifitas anda dengan permainan mental. Otak anda seperti
bagian tubuh anda lainnya, berfungsi lebih baik dan lancar bila selalu dijaga
dalam keadaan prima. Berikut ini disajikan beberapa saran untuk
melakukan permainan mental sebagai berikut: 1) Pikirkanlah penggunaan kembali
barang-barang lama yang sudah tidak
dipakai;
2) Lihatlah kejadian sehari-hari dan susunan uraian kisah tentang peristiwaperistiwa
yang memunculkanya;
3) Isilah teka-teki silang dan permainan-permainan kata lainya;
4) Temukan peribahasa-peribahasa yang dapat anda gunakan untuk
menjelaskan sesuatu kepada seseorang;
5) Pikirkanlah berbagai macam cara untuk mengatakan hal yang sama;
6) Tontonlah acara TV dan matikan suaranya, dan cobalah memperkirakan
dan membayangkan apa yang dikatakan orang dalam acara itu.
d. Raihlah impian dan fantasi anda. Seringkali mimpi dan fantasi merupakan
hasil dari pikiran bawah sadar anda yang bekerja untuk mendapatkan solusi
suatu masalah. Berikan nilai untuk hal-hal tersebut, walaupun semua itu
tampak tidak berhubungan karena gagasan-gagasan aneh dapat
memunculkan solusiinovatif dan revolusioner;
e. Biarkan kesenangan memasuki anda. Bermainlah! Ini semua sifat anakanak
dalam diri anda muncul dan memberikan wawasan segar. Anda pun
akan menjadi lebih kreatif jika kehidupan anda seimbang antara bekerja
dan bermain;
f. Kumpulkan pengetahuan dari tempat lain. Ketika bekerja dengan situasi
menantang, lihatlah tempat tempat lain dalam kehidupan anda dan cobalah
untuk melihat kesamaan-kesamaannya. Mungkin sesuatu yang berhasil
untuk suatu jenis masalah dapat digunakan untuk masalah yang sedang
Anda hadapi saat ini;
g. Lihatlah situasi dari semua sisi. Bayangkan diri anda secara fisik berada
dibawah sedang menatap ke atas,dari atas melihat ke bawah, dari belakang
melihat kedepan, dari dalam melihat keluar, dan dari sudut pandang semua
pihak yang terlibat. Hal ini membuat anda mampu melihat situasi tersebut
dari jendela-jendela baru dan dapat memberikan wawasan yang anda
butuhkan untuk penyelesaian masalah secara kreatif. h. Bebaskan pikiran anda dari
asumsi. Asumsi dapat menyembunyikan solusi.
Misalnya, PNS yang kaya diasumsikan korupsi. Orang yang rajin hanya
akan disuruh-suruh pimpinan dan lain sebagainya;
i. Ubahlah posisi anda sesering mungkin. Jika anda duduk dibelakang meja,
pergilah keluar dan berbaringlah diatas rumput. Atau, jika anda berada
dalam ruang konferensi di kantor, bertukar tempatlah dengan orang lain
atau berdirilah. Mengubah posisi anda berarti mengubah pandangan anda
terhadap berbagai hal, dan perubahan posisi mungkin akan menghasilkan
perubahan sikap mental.
Banyak orang-orang yang berpikiran kreatif, nampaknya selalu menyimpang
dari jalur yang biasanya. Sejalan dengan hal itu ia dihadapkan pada berbagai
resiko. Akan tetapi setelah pola berpikirnya menghasilkan buah pikiran baru
yang lebih baik, barulah ia mendapat pengakuan “kreatif”.
UBAHLAH PIKIRAN ANDA
Bila Anda mengubah pikiran Anda, Anda mengubah keyakinan diri Anda
Bila Anda mengubah keyakinan diri Anda, Anda mengubah harapanharapan
Anda
Bila Anda mengubah harapan-harapan Anda, Anda Mengubah sikap Anda
Bila Anda mengubah Sikap Anda, Anda akan mengubah Tingkah Laku
Anda
Bila Anda mengubah Tingkah Laku Anda, Anda Mengubah Kinerja Anda
Bila Anda mengubah Kinerja Anda, Anda telah mengubah Nasib Anda
Bila Anda mengubah Nasib Anda, Anda telah mengubah Hidup Anda.
4. Jenis Cara Berpikir
Setiap orang berbeda cara berpikirnya, dari cara berpikir seseorang kita bisa
menilai kepribadiannya, bahkan terkadang ada beberapa orang yang bisa
meramalkan masa depan seseorang hanya dengan mempelajari cara atau pola
berpikirnya, berikut ini akan diuraikan beberapa jenis cara berpikir seseorang. a.
Pemikir simple.
Mereka punya rumus terkenal :
Problem x 0 = No Problem
Biasanya orang dengan model berpikir seperti ini setiap saat selalu
kelihatan ceria tanpa beban meskipun ada masalah, karena semua
permasalahan hidup dia buat sesimple mungkin tanpa mau ambil pusing.
Seperti misalnya jika dia kehabisan duit, dia akan berprinsip “Ah…gak
punya duit juga masih bisa hidup kok, santai aja….”Tapi tak jarang orang
dengan prinsip seperti ini karirnya juga disitu situ saja, alias tidak
berkembang, tapi untungnya biasanya mereka hidup awet muda dan
umurnya juga panjang.
b. Pemikir akurat/teliti.
Berlawanan dengan pemikir simple tadi, orang dengan kategori seperti ini
biasanya selalu kelihatan gelisah, stress dan selalu penuh dengan
perhitungan.Jika ada permasalahan akan dikalikan dengan nilai X,
besarnya nilai X selalu berubah ubah. Anda tidak akan bisa menang
berdebat dengan orang seperti ini,karena satu pertanyaan simple dia bisa
jabarkan menjadi berlembar-lembar jawaban yang sangat detail dan akurat.
Tak jarang orang seperti ini penuh dengan tekanan dalam berpikir dan juga
biasanya cepat mati.
c. Pemikir Optimis.
Selalu optimis dengan apa yang dia lakukan atau yang direncanakan. Tidak
pernah putus asa meskipun mengalami kegagalan, dari mulutnya hampir
tidak pernah kata kata mengeluh tentang kehidupannya, keuangannya,
asmaranya, ataupun masa depannya.Yang ada di pikirannya hanya satu
“Saya pasti bisa”. Dari sekian banyak orang sukses, kebanyakan dari
mereka adalah pemikir positif F. Rangkuman
CPNS yang direkrut dari berbagai kalangan danlatar belakang yang berbeda
memiliki pola pikir yangberbeda. Melalui diklat PRAJABATAN, anda akan dibekali
kemampuan untuk memiliki Pola Pikir sebagai Pelayan Masyarakat.
Pola pikir adalah pola–pola dominan yang menjadi acuan utama seseorang
untuk bertindak dan menetap dalam pikiran bawah sadar seseorang. Pikiran bawah
sadar adalah gudang dimana seluruh informasi/ pengalaman tersimpan.
Pengalaman yang direkam dalam pikiran bawah sadar inilah yang membentuk pola
pikir seseorang. Pola pikir seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia
berada yang bisa positif dan juga negatif. Kesemuanya direkam secara permanen
dalam pikiran bawah sadarnya.
Pola pikir ini jugalah yang membentuk Konsep diri seseorang.Demikian juga
konsep diri PNS. Adapun konsep diri PNS antara lain (1) bekerja sebagai Ibadah, (2)
menghindari sikap tidak terpuji, (3) Bekerja secara profesional, (4) berusaha
meningkatkan kompetensi dirinya secara terus menerus, (5) Pelayan dan pengayom
masyarakat, (6) Bekerja berdasarkan peraturan yang berlaku (7) tidak rentan
terhadap perubahan dan terbuka serta bersikap realistis.
Pentingnya melakukan perubahan pola pikir bagi PNS adalah agar mampu
mengembangkan pola pikir yang positif. Ini berarti akan mensukseskan tugas dan
peranan PNS sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan pelayan masyarakat.
Perubahan pola pikir yang diharapkan terbentuk adalah: berpikir linier ke berfikir
sistem, berpikir bagian ke berpikir menyeluruh, berpikir herarkis ke berpikir jaringan,
berpikir struktur ke berpikir proses, berpikir obyek ke berpikir hubungan, dan berpikir
sebagai yang dilayani menjadi berpikir sebagai pelayan (abdi masyarakat).
Seseorang akan dapat mengubah dunia, jika ia mampu mengubah dirinya
sendiri. Setiap perubahan selalu dimulai dari dalam diri kita sendiri, dan yang
pertama kali harus diubah adalah pola berpikir kita. Perubahan pola pikir akan
berwujud dalam perubahan sikap perilaku sebagai suatu hukum sebab-akibat

Laporan Aktualisasi Nilai Dasar PNS ANEKA di SD Negeri Giling 03


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3). Untuk mewujudkan tujuan pendidikan
nasional secara efektif dan efeisen diperlukan pendidikan yang berkualitas.Pendidikan
berkualitas adalah pendidikan yang dapat mengembangkan seluruh potensi peserta
didik sehingga membentuk insan yang berkarakter, manusia yang cerdas baik secara
intelektual, emosional maupun spiritual.
Fakta tentang kualitas pendidikan di Indonesia berasal dari survey OECD
(Organization for Economic Cooperation and Development) dilansir dari BBC
menyatakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menepati urutun ke 69 dari 76
negara. Dalam hal ini, dunia pendidikan mempunyai andil yang cukup besar dalam
mendongkrak kualitas. Pendidikan diharapkan mampu menyiapkan masyarakat
Indonesia yang berkualitas dan berkompeten sehingga mampu bersaing dengan
Negara lain.Pencapaian kesuksesan dalam dunia pendidikan Indonesia tidak dapat
dipisahkan dari kualitas tenaga pendidik atau PNS. Pendidik yang berkualitas dan
berkompeten akan mampu menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan
berkompeten pula.
Pencanangan pendidikan karakterdimaksudkan untuk menjadi salah satu jawaban
terhadap beragam persoalan bangsa yang saat ini banyak dilihat, didengar dan
dirasakan, yang mana banyak persoalan muncul yang di indentifikasi bersumber dari
gagalnya pendidikan dalam menyuntikkan nilai-nilai moral terhadap peserta didiknya.
Hal ini tentunya sangat tepat, karena tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan insan
yang cerdas, namun juga menciptakan insan yang berkarakter kuat.
Diklat Pra Jabatan CPNS Golongan III angkatan XVIII yang diselenggarakan oleh
Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah merupakan bentuk nyata internalisasi nilai-nilai
moral untuk menyiapkanPNS yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut di
tempat kerja, sehingga tercipat suatu lingkungan yang kondusif dan berdaya saing
tinggi.
Pelaksanaan diklat prajabatan ini bertujuan agar setiap peserta prajabatan mampu
menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS, yaitu
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA)
sebagai guru di SDN Giling 03 Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati.
SD Negeri Giling 03 memiliki visi mewujudkan Sumber Daya Manusia yg beriman
dan bertaqwa, berilmu pengetahuan, kreatif, terampil, dan berbudi pekerti luhur.
Sedang aktualisasi nilai-nilai dasar PNS belum terintegrasi (belum terkoordinasi) di SD
Negeri Giling 03. Oleh karenanya, penulis membuat karya tulis yang berjudul
“Aktualisasi Nilai-Nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan
Anti Korupsi Di SDNegeri Giling 03 Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati”.
Melalui kegiatan aktualisai tersebut diharapkan mampu menghasilkan pendidik
berkarakter yang dilandasi nilai dasar ANEKA dan mampu melaksanakan tugas dan
perannya secara professional sehingga dapat menyiapkan peserta didik yang
berkualitas.
B. TUJUAN
Tujuan dari kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar adalah
1. Memahami nilai-nilai dasar yang harus dimilik seorang aparatur sipil negara (ASN)
2. Mengaktualisasikan nilai akuntabilitas dalam kegiatan Pendidik di Sekolah Dasar.
3. Mengaktualisasikan nilai nasionalisme dalam kegiatan Pendidik di Sekolah Dasar.
4. Mengaktualisasikan nilai etika publik dalam kegiatan Pendidik di Sekolah Dasar.
5. Mengaktualisasikan nilai komitmen mutu dalam kegiatan Pendidik di Sekolah Dasar.
6. Mengaktualisasikan nilai anti korupsi dalam kegiatan Pendidik di Sekolah Dasar.

C. MANFAAT
Manfaat dari kegiatan ini adalah:
1. Meningkatkan efektivitas, efesiensi, inovasi, serta mutu pelayanan pendidikan di SD
Negeri Giling 03 Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati.
2. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik SD Negeri Giling 03
Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati.
3. Meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme,
etika public, komitmen mutu, dan anti korupsi sebagai landasan dalam menjalankan
profesi sebagai guru kelas pertama
BAB II
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Identitas Sekolah
Nama : SD Negeri Giling 03
Provinsi : Jawa Tengah
Otonomi : Kabupaten Pati
Kecamatan : Gunungwungkal
Desa : Giling
Alamat : Desa Giling
Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati
Akreditasi :B

B. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah


1. Visi Sekolah

“Terwujudnya Sumber Daya Manusia yg beriman dan bertaqwa, berilmu pengetahuan,


kreatif, terampil, dan berbudi pekerti luhur“.

2. Misi Sekolah

a. Menumbuhkan ketaatan siswa terhadap ajaran agama yg dianut sebagai kunci dalam
peningkatan moral dan budi pekerti yang luhur.
b. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien.
c. Mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler.
d. Mengembangkan pembelajaran yang bermakna, aktif, kreatif, inovatif dan
menyenangkan.
e. Menumbuhkan semangat kekeluargaan pada seluruh warga belajar.
f. Menumbuhkan sikap mental, peduli terhadap diri sendiri, sekolah, lingkungan, dan
masyarakat sekitar.

3. Tujuan Sekolah :

Seiring dengan rumusan visi dan misi di atas, serta tuntutan kebutuhan
masyarakat, maka tujuan pendidikan SDN Giling 03 yang akan dicapai dalam kurun
waktu 4 (empat) tahun adalah sebagai berikut:

a. Pencapaian Kompetensi Akademik (Academic Competence Achievement):


1. Ketuntasan belajar rata-rata peserta didik berdasarkan hasil penilaian yang
dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah diatas kriteria ideal
ketuntasan 75%.
2. Rata-rata nilai ulangan dan ujian akhir peserta didik untuk semua mata pelajaran
minimal 7,00.
3. Mampu menjadi finalis olimpiade mata pelajaran tingkat kabupaten.
4. Jumlah lulusan yang melanjutkan, 100% diterima/lulus seleksi masuk ke sekolah
(SMP/MTs) favorit yang diminati baik lokal maupun nasional.
5. Seluruh peserta didik pada akhir masa pendidikan di SDN Giling 03, mampu
mengoperasikan komputer tingkat dasar terutama software MS Word, MS Powerpoint,
MS Excel dan Desain Grafis.

b. Pencapaian Kompetensi Non-Akademik (Non Academic Competence)


Achievement):
1. Memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (taat beribadah).
2. Jujur, memiliki rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama tanpa pandang bulu,
solidaritas yang tinggi, toleransi, disiplin dan kerja keras.
3. Memiliki karakter nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.
4. Memiliki motivasi dan komitmen yang tinggi untuk selalu berprestasi, mencapai
keunggulan dan kemajuan.
5. Berpola hidup sehat dan memiliki kondisi fisik yang prima.
6. Menjadi inspirator dan motivator di manapun mereka berada.
C. Struktur Organisasi SD Negeri Giling 03

GuruSSD

Sukesih,S.Pd

Struktur Organisasi SD Negeri Giling 03 Kec. Gunungwungkal Kab.


Pati
D. Tugas ASN
Menurut UU ASN No 5 Tahun 2014 Pasal 11, pegawai ASN bertugas:
1. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
2. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
3. mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain itu, ASN juga memiliki kode etik berdasarkan UU ASN No 5 Tahun 2014
Pasal 5 yaitu.
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang Berwenang
sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan;
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif,
dan efisien;
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri
atau untuk orang lain;
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN;
dan melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
Pegawai ASN

E. Tugas Guru
Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi No 16 tahun 2009 pasal 13, rincian kegiatan guru kelas sebagai berikut:
a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
b. Menyusun silabus pembelajaran;
c. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
e. Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran;
f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya;
g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
h. Melaksanakan pembelajaran perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil
penilaian dan evaluasi;
i. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
j. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat
sekolah dan nasional;
k. Membimbing guru pemula dalam program induksi;
l. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
m. Melaksanakan pengembangan diri;
n. Melaksanakan publikasi ilmiah; dan
o. Membuat karya inovatif.

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
Kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mengaktualisasikan nilai dasar
Akuntabilitas, nasionalisme, etika public, komitmen mutu, dan anti korupsi di SDNegeri
Giling 03 Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati adalah:

1. Menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis ICT


(Information and Communication Technologies)
2. Melaksanakan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Student Team
Achievement Division (STAD) Super Hero
3. Membuat alat ukur pencapaian hasil belajar
4. Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa
5. Melaksanakan Kegiatan “RABU BERSERI” (Bersih, Rapi, Santun, Tertib)
6. Melatih Kegiatan Pramuka dengan GEMBIRA (gerak, menyenangkan,
Bernyanyi, bertepuk tangan)
7. Melatih kegiatan upacara bendera
8. Melaksanakan Kegiatan “Kapten Sehari”
9. Melatih Kegiatan Ekstrakurikuler komputer
10. Melaksanakan kegiatan Rolling in Class
11. Melaksanakan Kegiatan CILUNA (Cinta Lagu Nasional)
12. Melaksanakan Kegiatan Gemar Membaca
A. KETERKAITAN NILAI DASAR DENGAN KEGIATAN
Keterkaitan kegiatan-kegiatan tersebut dengan Nilai dasar ANEKA tercantum
pada Formulir 1 sebagai berikut.
Tabel 1. Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan (Formulir 1)
No Kegiatan Nilai Uraian Pelaksanaan Kegiatan Analisis dampak jika
. Dasar kegiatan tidak
dilaksanakan

1 Menyusun Akuntabilit RPP merupakan salah satu tugas


1. Guru tidak
1.
Rencana as pokok dan fungsi sebagai guru melaksanakan 2.
pelaksanaan kelas.oleh karena itu, RPP disusun tupoksinya dengan tidak
pembelajaran dengan penuh rasa tanggung jawab. membuat Rencana
(RPP) berbasis Pelaksanaan
ICT (Information Nilai dasar akuntabilitas: Pembelajaran
and Tanggung Jawab 2. Kegiatan pembelajaran
Communication Nasionalis Materi yang diberikan kepada semua tidak sistematis
Technologies) me anak. 3. Guru tidak memiliki
Nilai Dasar Nasionalisme: keadilan pegangan dalam
Etika RPP dibuat dengan menggunakan mengajar sehingga
Publik bahasa yang santun dan mudah tujuan pembelajaran
dipahami serta mudah untuk tidak dapat tercapai
diaplikasikan. secara optimal
4. RPP yang disusun
Nilai Dasra Etika Publik: tanpa menggunaka ICT
Memelihara dan menjunjung tinggi terkesan monoton dan
standar etika luhur kurang menarik

Komitmen RPP disusun dengan


Mutu
mempertimbangkan penerapan
teknologi informasi dan komunikasi
secara efektif dan inovatif serta
berupaya untuk mengadakan
perbaikan berkelanjutan
Nilai dasar komitmen mutu: efektif,
inovatif, dan upaya perbaikan
berkelanjutan.
Anti RPP disusun di luar jam pelajaran
Korupsi sehingga tidak mengganggu
pembelajaran yang sedang
berlangsung.

Hal ini sesuai dengan nilai dasar:


Jujur
2. Melaksanakan Akuntabilit Menjelaskan proses kegiatan
1. Pembelajaran kurang
4.
pembelajaran as pembelajaran pada siswa melalui model menarik dan monoton 5.
dengan model kooperatif tipe Student Team
2. Pembelajaran terpusat
6.
kooperatif tipe Achievement Division (STAD).
Student Team Nilai dasar akuntabilitas: Kejelasan pada guru
Achievement 3. Peserta didik menjadi
Division (STAD) Nasionalis Pembentukan Kelompok siswa model pasif dalam
Super Hero me kooperatif tipe Student Team pembelajaran
Achievement Division (STAD) merupakan
bentuk kelompok heterogen yang telah
ditentukan oleh guru.Setiap kelompok
beranggotakan 4-5 siswa yang terdiri dari
siswa yang berkemampuan tinggi, sedang
dan rendah.Bila memungkinkan harus
diperhitungkan juga latar belakang, ras
dan sukunya.
Nilai dasar nasionalisme: Menghargai
Perbedaan dan kerja sama

Dengan menggunakan Prinsip Super hero


maka pemberian nama kelompok
menggunakan nama pahlawan-pahlawan
Indonesia.
Nilai dasar Nasionalisme:Semangat
patriotisme
Etika Dalam pembelajaran guru
publik menggunakan kalimat yang mudah
dipahami dan santun.

Nilai dasar etika publik:


memelihara dan menjujung tingga
standar etika luhur
Komitmen Pembelajaran kooperatif STAD
Mutu merupakan salah satu inovasi
pembelajaran, dari pembelajaran
yang bersifat satu arah menjadi
pembelajaran berkelompok.

Nilai dasar komitmen mutu: kreatif


dan inovatif
Anti Melaksanakan pembelajaran sesuai
Korupsi dengan alokasi waktu yang telah
ditetapkan pada RPP.

Nilai dasar anti korupsi:Disiplin


3. Membuat alat Akuntabilit Membuat alat ukur dengan penuh
1. Soal tidak sesuai
1.
ukur pencapaian as tanggung jawab sesuai dengan dengan kompetensi
2.
hasil belajar aturan. yang ditetapkan
sehingga tidak dapat
Nilai dasar akuntabilitas: tanggung mengukur kemampuan
jawab siswa.
Nasionalis Alat ukur diberikan kepada seluruh
me siswa tanpa membeda-bedakan
siswa

Nilai dasar nasionalisme: non


diskriminasi
Etika Membuat kalimat dalam alat ukur
publik pencapaian hasil belajar dengan
menggunakan kata baku dan kalimat
efektif.

Nilai dasar etika publik:


Memelihara dan menjunjung tinggi
standar etika luhur
Komitmen Penilaian hasil belajar oleh pendidik
Mutu didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan.
Nilai dasar komitmen mutu: efektif
Anti Tidak menerima gratifikasi untuk
Korupsi mengubah soal.

Nilai dasar anti korupsi: jujur

4. Mengoreksi dan Akuntabilit Memberikan penilaian pada hasil


1. Guru tidak dapat
1.
menilai pekerjaan as
pekerjaan siswa, baik hasil mengukur tingkat
2.
siswa
berkelompok maupun individu sesuai pemahaman siswa
dengan hasil pekerjaan siswa. Guru terhadap 3.
materi
memberikan penilaian hasil pekerjaan pembelajaran yang
siswasecara jujur dan transparan. telah dilaksanakan.

Nilai dasar akuntabilitas:


Transparan
Nasionalis Guru memberikan penilaian secara
me adil kepada peserta didik

Nilai dasar nasionalisme: adil


Etika Memberikan penilaian dengan segera
Publik secara dan memberikan hasilnya
kepada siswa dengan secepatnya.

Nilai dasar etika publik:


memberikan layanan kepada
publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna,
berhasil guna, dan santun
Komitmen Memberikan penilaian sesuai dengan
Mutu pedoman nilai yang sudah dibuat.

Nilai dasar komitmen mutu:


komitmen
Anti Melakukan penilaian secara jujur,
Korupsi terbuka, dan adil tanpa membeda-
bedakan suku, ras, agama dan
golongan.

Nilai dasar anti korupsi: Jujur,


Terbuka, Adil
5. Melaksanakan Akuntabilit Kegiatan Rabu Berseri dilaksanakan 1. Kurangnya kontol atau1.
Kegiatan “RABU as secara konsisten pada hari Rabu pengawasan kepada
Nilai dasar akuntabilitas: peserta didik
BERSERI” konsistensi menjadikan anak kurang
(Bersih, Rapi, Nasionalis Kegiatan RABU BERSERI memperhatikan
me dilaksanakan peserta didik secara kebersihan, kerapian,
Santun, Tertib)
bersama-sama dengan saling sopan santun dan
membantu dan penuh kekompakan. ketertiban dalam
melaksanakan kegiatan.
Nilai dasar nasionalisme: kerja
sama
Etika Mendorong peserta didik untuk
Publik bersama-sama bekerja dan ikut serta
dalam kegiatan RABU BERSERI.

Nilai dasar etika publik:


Mendorong Kesetaraan
Komitmen Melaksanakan RABU BERSERI
Mutu untuk menciptakan suasana kelas
yang bersih dan rapi, menjunjung
sopan santun, tertib dalam bersikap
sehingga membuat nyaman warga
kelas.

Nilai dasar komitmen mutu:


menyentuh hati
6. Melatih Kegiatan Akuntabilit Memberikan keteladanan atau contoh
1. Terkikisnya semangat
1.
Pramuka dengan as (lead by example) pada peserta didik Nasionalisme dan rasa
2.
GEMBIRA
dalam memberikan sebuah cinta tanah air
(gerak,
menyenangkan, perintah/intruksi secara tepat. 2. Pengetahuan anak
Bernyanyi, akan kegiatan pramuka
bertepuk tangan)
Nilai dasar akuntabilitas: menjadi sangat dangkal
Kepemimpinan padahal kegiatan
Nasionalis Memupuk rasa solidaritas, pramuka sangat bagus
me kesetiakawanan, semangat bekerja dalam upaya
sama dengan mengahayati dalam pembentukan karakter
melaksanakan kegiatan. pada peserta didik
3. Ketertiban anak dalam
Nilai dasar nasionalisme: kerja baris menjadi rendah
sama 4. Tingkat kedisiplinan
Etika Mendampingi pelatihan pramuka peserta didik menjadi
Publik dengan menggunakan seragam rendah. Penanaman
pramuka disiplin merupakan
salah satu penanaman
Nilai dasar Etika Publik: moral pada peserta
Memelihara dan menjunjung tinggi didik dalam kegiatan
standar etika luhur pramuka
Komitmen Melatih kegiatan pramuka dengan
Mutu prinsip Pramuka Gembira. Belajar
disertai dengan gerak, menyanyi dan
bertepuk sehingga tercipta suasana
yang menyenangkan dalam kegiatan
pramuka.

Nilai dasar komitmen mutu: kreatif


dan Inovatif
Anti Kegiatan pramuka diselenggarakan
Korupsi secara gratis tidak menarik iuran
pada peserta didik

Nilai dasar anti korupsi: Jujur


7. Melatih kegiatan Akuntabilit Memberikan tugas pada peserta didik
1. Kurangnya kesiapan 1.
upacara bendera as untuk menjadi petugas upacara petugas upacara dalam
dengan penuh rasa percaya bahwa menjalankan tugas
mereka dapat menjalankan tugasnya
2. Pelaksanaan kegiatan
dengan baik dan berhasil. upacara berlangsung
kurang rapi, kurang
Nilai dasar akuntabilitas: tertib, dan kurang
Kepercayaan khidmat.
Nasionalis Memupuk semangat rasa
me nasionalisme, rasa bangga, rasa
memiliki sebagai bangsa Indonesia
dengan ikut serta dalam kegiatan
upacara Hari Senin.

Nilai dasar nasionalisme: cinta


tanah air
Etika Memberikan instruksi dengan intonasi
Publik yang tepat dan aba-aba yang sesuai,
serta bersikap ramah santun, dan
bersahaja.

Nilai dasar etika luhur: Memelihara


dan menjunjung tinggi nilai etika
luhur
Komitmen Latihan kegiatan upacara
Mutu dilaksanakan sesuai dengan
tahapan-tahapan pelaksanaan
upacara. Melatih petugas upacara
dengan tepat dan benar sehingga
dalam pelaksanaanya kegiatan
upacara berlangsung secara tertib
dan khidmat

Nilai dasar Komitmen mutu: upaya


berkelanjutan
8. Melaksanakan Akuntabilit Menjelaskan aturan main bagi yang 1. Peserta didik sering
1.
Kegiatan “Kapten as bertugas menjadi Kapten Sehari berebut untuk tidak
2.
Sehari” sehingga siswa tidak merasa menjadi pemimpin
kebingungan. dalam sutau kegiatan
dengan alasan mereka
Nilai dasar akuntabilitas: kejelasan malu dan tidak percaya
diri.

Nasionalis Setiap anak pada gilirannya akan


me memperoleh kesempatan yang sama
untuk menjadi kapten sehari

Nilai dasar nasionalisme: keadilan


Etika Menggunakan bahasa yang santun
Publik dalam memberikan tugas.

Nilai dasar etika publik:


memelihara dan menjunjung tinggi
etika luhur
Komitmen Membentuk mental dan rasa percaya
Mutu diri pada anak secara efektif.
Menanamkan sifat mampu menjadi
pemimpin. Ketercapaian kegiatan ini
dilihat dari sifat anak yang berani
tampil di depan dan menjadi Kapten
Sehari

Nilai dasar komitmen mutu: efektif


9. Melatih Kegiatan Akuntabilit Memberikan tugas dengan jelas
1. Peserta didik akan
1.
Ekstrakurikuler as kepada peserta didik tentang menjadi insan yang
2.
computer langkah-langkah dalam kegiatan gaptek (gagap
yang akan dilakukan teknologi), tidak
3.
renponsif terhadap
4.
Nilai dasar akuntabilitas: kejelasan perkembangan zaman
Nasionalis Memberikan pelayanan yang sama (out of date). Tuntutan
me pada peserta didik tanpa membeda- perekembangan zaman
bedakan ras suku dan agama. saat ini menuntut
peserta didik untuk
Nilai dasar nasionalisme: melej teknologi dan up
menghargai perbedaan to date terhadap
Etika Berkomunikasi dengan peserta didik informasi dan teknologi
Publik menggunakan bahasa ramah dan
santun

Nilai dasar etika public:


memelihara dan menjunjung
standar etika luhur
Komitmen Membuat bahan ajar computer yang
Mutu dapat diselesaikan secara tepat
waktu sesuai dengan tujuan kegiatan
dihari tersebut.

Nilai dasar komitmen mutu:


berkualitas
Anti Tidak menarik pungutan atau imbalan
Korupsi kepada siswa dalam bentuk apapun.

Nilai dasar anti korupsi: jujur


10. Melaksanakan Akuntabilit Kegiatan Rolling in class ini
1. Siswa akan merasa
1.
kegiatan Rolling as dilaksanakan setiap hari Senin jenuh karena tempat
2.
in Class secara konsisten duduk yang sama dalam
jangka waktu yang
Nilai dasar akuntabilitas: lama.
Konsistensi 2. Dampak jangka
Nasionalis Setiap peserta didik mempunyai panjang merusak
me kesempatan dan peluang yang sama penglihatan mata
untuk menduduki tempat duduk
3. Terjadinya suatu
tertentu. Urutan tempat duduk kelompok social “Kamu
berdasarkan nomor undian yang Bukan Bagian dari Aku”
didapatkan peserta didik yang pada akhirmya
akan menimbulkan
Nilai dasar nasionalisme: Keadilan gap/kesenjangan
Etika Memberikan arahan/intruksi kepada diantara warga kelas
Publik peserta didik dengan tanggap,
ramah, dan santun.

Nilai dasar etika publik:


Memelihara dan menjunjung tinggi
standar etika luhur
Komitmen Melaksanakan kegiatan Rolling in
Mutu Class dengan cepat dant tepat, tidak
mengulur-ulur waktu (terjadi
pemborosan waktu)

Nilai dasar komitmen mutu:


efesiensi
11. Melaksanakan Akuntabilit Melaksanakan kegiatan CILUNA
1. Siswa akan lupa
1.
kegiatan CILUNA as secara konsisten pada hari Selasa terhadap syair dan lirik
(Cinta Lagu sebelum pelajaran dimulai. lagu-lagu nasional.
Nasional)
Nilai dasar akuntabilitas:
Konsistensi
Nasionalis Memupuk semangat nasionalime
me anak dengan menyanyikan lagu-lagu
nasional.

Nilai dasar nasionalisme: cinta


tanah air, patriotisme
Etika Menyanyikan lagu-lagu nasional
Publik dengan khidmat.

Nilai Dasar Etika Publik: Menjujung


tinggi standar nilai-nilai Etika
Luhur
Komitmen Melaksanakan kegiatan CILUNA
Mutu dengan tujuan agar anak-anak dapat
menghafal dan memahami lagu-lagu
nasional.

Nilai Dasar Komitmen Mutu:


berkualitas
12. Melaksanakan Akuntabilit Memberikan tanggung jawab kepada
1. Semakin terkikisnya
2.
kegiatan Gemar as anak untuk membaca di ruang budaya membaca pada
Membaca perpustakaan bersama dengan anak.
temannya.
Nilai dasar akuntabilitas:
Tanggung Jawab
Nasionalis Kegiatan Gemar Membaca ditujukan
me kepada semua siswa tanpa
terkecuali.

Nilai dasar nasionalisme: non


diskriminatif
Etika Menemani siswa dalam kegiatan
Publik Gemar Membaca dengan tulus.

Nilai dasar etika public: Menyentuh


hati
Komitmen Menciptakan suasana yang tenang
Mutu sehingga Kegiatan Gemar Membaca
berjalan dengan baik dan lancar.

Nilai Dasar Komitmen Mutu:


Berkualitas
Anti Mengembalikan buku setelah selesai
Korupsi dibaca.

Nilai dasar Anti Korupsi: Jujur

B. TEKNIK AKTUALISASI NILAI DASAR


Penggunaan teknik sebagai alat untuk menerapkan nilai dasar penting untuk
diungkapkan karena secara teknis dapat memperjelas cara Peserta Diklat Prajabatan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara.

Tabel 2. Teknik Aktualisasi Nilai Dasar (Form.2)


NO NILAI DASAR DAN TEKNIK URAIAN PENGGUNAAN TEKNIK AKTUALISASI NILAI DAS
AKTUALISASI MANFAATNYA BAGI PIHAK LAIN DAN KETERKAITAN DENGAN
TUJUAN SEKOLAH
1 2 3
1 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Menyusun Rancangan Sesuai dengan permendiknas nomor 41 tahun 2007 tantang
pelaksanaan pembelajaran dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan
(RPP) berbasis ICT peserta didik dalam upaya mencapai komoetensi dasar. Adapun
(Information and menyusun RPP adalah sebagai berikut: identitas mata pelajaran, sta
Communication kompetensi dasar, indicator pencapian kompetensi, tujuan pembela
Technologies) alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penil
Nilai Dasar : dan sumber belajar. Komponen tersebut merupakan hal yang h
Akuntabilitas sebuah RPP.
(Tanggung Jawab) Menyusun Rancangan pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT
mempunyai arti bahwa dalam menyusun RPP memanfaatkan d
Nasionalisme teknologi informasi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan.
(Keadilan)
B. MANFAAT KEGIATAN
Etika Publik 1. Tujuan pembelajaran dapat diterima peserta didik dengan baik dan
(menjunjung tinggi etika
2. Sebagai bahan referensi bagi rekan guru apabila membutuhkan R
luhur) dengan materi.

Komitmen Mutu C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH


(efektif, inovatif, dan upaya Kegiatan menyusun Rancangan pelaksanaan pembelajaran (RP
perbaikan berkelanjutan) (Information and Communication Technologies) mempunyai keterka
Anti Korupsi sekolah yaitu d) Mengembangkan pembelajaran yang bermakna, ak
(Jujur) dan menyenangkan. Untuk mengembangkan pembelajaran yang
kreatif dan menyenangkan diperlukan RPP yang sesuai ag
Teknik : pembelajaran berjalan sesuai dengan Rencana yang telah dibuat.
Berpikir Kreatif
2 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Melaksanakan Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pembelajaranCoop
pembelajaran dengan yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara sisw
model kooperatif tipe memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajara
Student Team Achievement prestasi yang maksimal. Menurut Slavin (dalam Noornia, 1997
Division (STAD) Super Hero komponen utama dalam pembelajaran kooperatif metode Student Te
Division (STAD): Penyajian Kelas, Menempatkan siswa dalam ke
Nilai Dasar : kuis, Skor peningkatan individual, Pengakuan kelompok.
Akuntabilitas http://modelpembelajarankooperatif.blogspot.co.id/2012/08/student-t
(Kejelasan) achievement-division-stad_3721.html)

Nasionalisme B. MANFAAT KEGIATAN


(Menghargai Perbedaan,
1. Dinamika kelompok lebih variatif.
kerja sama, Semangat
2. Kuis yang terdapat pada langkah pembelajaran membuat siswa term
patriotisme) 3. Adanya penghargaan dari guru, sehingga siswa lebih termotivasi
pembelajaran
Etika Publik 4. Dapat dijadikan salah satu referensi dalam menggunakan mod
(Memelihara dan menjujung STAD bagi rekan guru.
tingga standar etika luhur)
C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
Komitmen Mutu Melaksanakan pembelajaran dengan model kooperatif tipe
(Kreatif dan inovatif) Achievement Division (STAD) Super Hero mempunyai keterkai
Anti Korupsi sekolah pada poin d yaitu mengembangkan pembelajaran yang
(Disiplin)
kreatif, inovatif dan menyenangkan.
Pembelajaran STAD menekankan interaksi secara aktif dan posit
Teknik :
anggota kelompok menjadi lebih baik, menuntut guru untuk
Kooperatif
keterampilan dalam berinovasi sehingga akan tercipat suatu pe
menyenangkan.
3 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Membuat alat ukur Alat ukur pencapaian hasil belajar digunakan guru sebagai alat
pencapaian hasil belajar tingkat pemahaman siswa akan materi pembelajaran. Bentuk dari a
Nilai Dasar : berupa soal tertulis atau non tertulis. Pembuatan alat ukur pencap
Akuntabilitas mengacu pada tingkatan kognitif taxonomi bloom. Menurut
(tanggung jawab) (https://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/01/revisi-taksonom
Nasionalisme Ada 6 tingkatan kogintif menurut taxonomi bloom: Pengetahuan (C
(tidak membeda- (C 2), Aplikasi (C 3), Analisis (C 4), Evaluasi (C5), dan Sintesis (C6)
bedakan/nondiskriminasi)
Etika Publik B. MANFAAT KEGIATAN
(Memelihara dan
1. Memudahkan guru untuk menentukan tingkat pemahaman siswa
menjunjung tinggi standar nilai pada siswa
etika luhur) 2. Memudahkan guru untuk menentukan tindak lanjut dalam pembelaja
Komitmen Mutu 3. Memberikan refleksi pada anak terhadap materi yang telah disampa
(Efektif) C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
Anti Korupsi Membuat alat ukur pencapaian hasil belajar mempunyai keterkaita
(Jujur) sekolah yaitu yang terdapat pada penjabaran akademik tujuan sek
berbunyi Ketuntasan belajar rata-rata peserta didik berdasarkan ha
Teknik : dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah di
Tepat dan Teliti ketuntasan 75%.

4 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN


Mengoreksi dan menilai Kegiatan mengoreksi dan menilai pekerjaan merupakan langkah pe
pekerjaan siswa bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap m
diberikan oleh guru. Dalam pelaksanaannya guru mengoreksi hasil
Nilai Dasar: dengan membandingkan jawaban siswa dengan kunci jawbaan
Akuntabilitas guru. Memberikan penilain berdasarkan dengan pedoman pensko
(transparansi) dibuat sebelumnya.

Nasionalisme B. MANFAAT KEGIATAN


(adil) 1. Siswa diperlakukan secara adil karena penilaian bersifat objektif dan
2. Memberikan seamangat peserta didik untuk terus belajar agar m
Etika Publik yang memuaskan
(memberikan layanan
3. Sebagai bentuk laporan prestasi siswa kepada orang tua dan kepala
kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat,
C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
akurat, berdaya guna, Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa mempunyai keterkaita
berhasil guna, dan santun) sekolah yaitu terdapat pada penjabaran akademik tujuan sekol
berbunyi Ketuntasan belajar rata-rata peserta didik berdasarkan ha
Komitmen Mutu dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah dia
(Komitmen) ketuntasan 75%.

Teknik:
Keakuratan
5 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Melaksanakan Kegiatan Rabu berseri adalah kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai mora
“RABU BERSERI” (Bersih, didik. Kegiatan Rabu Berseri dapat dijadikan salah satu alat pem
Rapi, Santun, Tertib) bagi warga sekolah. Dilaksanakan setiap hari rabu sebelum bel
Kegiatan ini meliputi Bersih dalam lingkungan kelas dan sekolah
Nilai Dasar: berpakaian, santun dalam bersikap, dan tertib dalam berbaris sebelu
Akuntabilitas
(konsistensi)
B. MANFAAT KEGIATAN
Nasionalisme 1. Mendidik siswa untuk sadar akan pentingnya kebersihan, kerapian
(kerja sama) sapa antara warga sekolah dan ketertiban dalam melaksanakan keg
2. Terciptanya lingkungan belajar yang nyaman sehingga warga kelas
Etika Publik di dalam kelas
Mendorong kesetaraan
C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
Komitmen mutu Melaksanakan Kegiatan “RABU BERSERI” (Bersih, Rapi, Santun, T
Menyentuh hati keterkaitan dengan misi SD Negeri Giling 03 yaitu f) Menumbuhk
peduli terhadap diri sendiri, sekolah, lingkungan, dan masyarakat
Teknik: Rabu Berseri mempunyai nilia-nilai yang terdapat pada misi s
Pembiasaan Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan mental anak yang
lingkungan
6 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Melatih Kegiatan Pramuka Pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib di SD Negeri Giling 03 y
dengan GEMBIRA (Gerak, pada hari Jumat pukul 14.00-16.00 WIB. Melatih kegiatan p
menyenangkan, Bernyanyi GEMBIRA (Gerak, menyenangkan, Bernyanyi dan Bertepuk Tan
dan Bertepuk Tangan) suatu bentuk inovasi dengan mengoptimalkan kembali kegiatan
dengan esensi dan fitrahnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menumb
Nilai Dasar: pramuka pada anak dan menghilangkan stigma negative tentan
Akuntabilitas identic dengan panas dan baris berbaris. Oleh karena itu, dalam sa
(Kepemimpinan) dalam pramuka GEMBIRA ini mengakomodir kegiatan yang ber
bernyanyi dan bertepuk tangan sehingga pramuka menjadi menyenn
Nasionalisme
(kerja sama) B. MANFAAT KEGIATAN
1. Menanamkan kecintaan terhadap kegiatan pramuka pada diri anak
Etika Publik 2. Menumbuhkan semangat nasionalisme dan bangga akan cinta tana
(Memelihara dan nilai yang terkandung dalam pramuka sesuai dengan jati diri bangsa
menjunjung tinggi standar
3. Sebagai wadah aktualisasi potensi anak.
etika luhur)
Komitmen mutu
(kreatif dan inovatif) C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
Anti Korupsi Melatih Kegiatan Pramuka dengan GEMBIRA (Gerak, menyenangka
(Jujur)
Bertepuk Tangan) mempunyai keterkaitan dengan misi SD Neger
poin c) mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan ekstraku
Teknik:
ekstrakurikuler pramuka diharapkan mampu untuk menge
(Kepemimpinan memberi
menyalurkan potensi dan bakat peserta didik.
contoh)
Lead by Example
7 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Melatih kegiatan upacara Melatih kegiatan upacara bendera dilaksanakan setiap hari Sabtu s
bendera pukul 12.00-13.00. kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan
agar dapat menjalankan tugasnya dengan benar dan tepat.
Nilai Dasar:
Akuntabilitas B. MANFAAT KEGIATAN
(Kepercayaan) 1. Melatih peserta didik untuk terampil dalam melaksanakan tugasnya
Nasionalisme upacara.
(cinta tanah air) 2. Memupuk semangat nasionalisme peserta didik dengan menjalank
Etika Publik petugas upacara dengan penuh tanggung jawab.
(Memelihara dan
menjunjung tinggi standar
etika luhur)
C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
Komitmen mutu Melatih kegiatan upacara benderamempunyai keterkaitan dengan
(upaya berkelanjutan) bidang non akademik yaitu Memiliki karakter nasionalisme dan
tinggi. Kegiatan melatih upacara bendera diharapkan mampu
Teknik: semangat nasionalisme dan patriotisme yang tinggi pada diri anak.
Kerapian
8 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Melaksanakan Kegiatan Kapten Sehari merupakan kegiatan yang dapat memupuk jiwa kepe
“Kapten Sehari” Kegiatan ini berprinsip “setiap anak bisa menjadi pemimpin”. Tug
Nilai Dasar: adalah memimpin kegiatan yang berlangusng pada hari itu. Kegia
Akuntabilitas secara bergilir sesuai dengan urutan absen peserta didik.
(Kejelasan)
Nasionalisme B. MANFAAT KEGIATAN
(Keadilan) 1. Mendidik siswa untuk menjadi seorang pemimpin.
Etika Publik 2. Kelas menjadi lebih tertib/teratur
(Memelihara dan
menjunjung tinggi standar
C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
etika luhur) Melaksanakan Kegiatan “Kapten Sehari” mempunyai keterkaitan yai
semangat kekeluargaan pada seluruh warga belajar. Kegiatan ”K
Komitmen mutu bertujuan agar setiap anak merasa memiliki dan menjadi bagian d
(efektif) Karena setiap akan diberi tugas untuk menjadi pemimpin kelas (kap
itu, kegiaatan ini mampu menumbuhkan semangat kekeluargaan pa
Teknik: belajar.
Kepemimpinan

9 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN


Melatih Kegiatan Kegiatan Ekstrakurikuler komputer dilaksanakan pada hari selasa
Ekstrakurikuler Komputer sekolah dari pukul 12.05-13.05 WIB. Tujuan dari kegiatan ini a
mampu mengoperasikan komputer tingkat dasar terutamasoftwar
Nilai Dasar: Powerpoint, MS Excel. Belajar komputer tingkat dasar dengan
Akuntabilitas mengetahui fungsi software, hardware pada sebuah kom
(Kejelasan) kepemrosesan data. Materi kegiatan ini disediakan oleh guru y
Nasionalisme dengan tingkatan kemampuan anak mengoperasikan komputer.
(Menghargai perbedaan)
Etika Publik B. MANFAAT KEGIATAN
(Memelihara dan
1. Memberikan pengalaman nyata pada anak tentang pengoperasian k
menjunjung tinggi standar
2. Meningkatkan keterampilan dalam pengoperasian computer.
etika luhur) 3. Mengikutiperkembangan zaman yang mengaruskan insan modern l
Komitmen mutu melek terhadap teknologi komunikasi.
(efektif dan efesien)
Anti Korupsi C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
(Jujur) Melatih Kegiatan Ekstrakurikuler Komputer mempunyai kaitan denga
Teknik: yaitu Seluruh peserta didik pada akhir masa pendidikan di SDN G
Praktek mengoperasikan komputer tingkat dasar terutama software
Powerpoint, MS Excel dan Desain Grafis. Kegiatan ekstrakuriku
diharapkan mampu untuk mencapai tujuan SD Negeri Giling 03.
10 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Melaksanakan kegiatan Kegiatan Rolling in class adalah kegiatan rotasi atau perputara
Rolling in Class peserta didik dengan cara mengambil undian. Adapun langkah kegia
in class adalah sebagai berikut: meja bertuliskan nomor urut 1-
Nilai Dasar: mengambil undian di depan kelas. Nomor undian itulah yang m
Akuntabilitas tempat duduk peserta didik.
(Konsistensi) Kegiatan Rolling in Class ini dilaksanakan setiap hari Senin secara k
Nasionalisme
(Keadilan) B. MANFAAT KEGIATAN
Etika Publik 1. Menghindari kejenuhan peserta didik
(Memelihara dan
2. Menghindari adanya kelompok social yang kurang bermannfaat (ge
menjunjung tinggi standar
3. Menjaga kesehatan mata peserta didik.
etika luhur)
Komitmen mutu C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
(efesien) Melaksanakan kegiatan Rolling in Class mempunyai keterkaitan den
yaitu menumbuhkan semangat kekeluargaan pada seluruh warga
Teknik: ini diharapkan mampu mengkikis dinamika kelompok yang kurang
Undian anak. Sehingga tercipta kekompakan sesama warga belajar

11 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN


Melaksanakan kegiatan CILUNA (Cinta Lagu Nasional) merupakan wadah bagi anak untu
CILUNA (Cinta Lagu semangat nasionalisme dan ptriotisme serta bangga akan tanah air
Nasional) kegiatan bernyanyi bersama-sama. Kegiatan ini bertujuan agar se
lagu-lagu nasional mengingat saat sekarang ini banyak anak yang
Nilai Dasar: dan lirik lagu-lagu nasional.
Akuntabilitas
(Konsistensi) B. MANFAAT KEGIATAN
Nasionalisme 1. Pembendaharaan lagu nasional untuk dinyanyikan semakin bertamb
(cinta tanah air, patrotisme)
Etika Publik C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
(Memelihara dan Melaksanakan kegiatan CILUNA (Cinta Lagu Nasional) mempu
menjunjung tinggi standar dengan tujuan sekolah yaitu Memiliki karakter nasionalisme dan
etika luhur) tinggi.
Komitmen mutu
(berkualitas)

Teknik:
Praktek
12 Kegiatan A. URAIAN KEGIATAN
Melaksanakan kegiatan Gemar Membaca merupakan kegiatan yang dilaksanakan di Perpus
Gemar Membaca agar budaya membaca semakin diminati peserta didik. Kegiatan ini
menit pada saat istirahat. Anak-anak diminta untuk membaca bah
ringan sesuai dengan minatnya. Guru berfungsi sebagai fasilita
Nilai Dasar: anak-anak apabila menemui kata-kata yang sulit dimengerti. Se
Akuntabilitas selesai membaca anak-anak diminta untuk bercerita isi bacaan
(tanggung jawab) mereka.
Nasionalisme
(non diskriminatif) B. MANFAAT KEGIATAN
Etika Publik 1. Menumbuhkan budaya baca kepada anak.
(menyentuh hati) 2. Memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada disekolah.
Komitmen mutu
(berkualitas)
Anti Korupsi C. KETERKAITAN DENGAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
(jujur) Melaksanakan kegiatan Gemar Membaca mempunyai keterkai
sekolah yaitu “Terwujudnya Sumber Daya Manusia yg beriman dan b
Teknik: pengetahuan, kreatif, terampil, dan berbudi pekerti luhur“.
Praktek
D. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jadwal Kegiatan program aktualisasi adalah sebagai berikut:
Tabel 1.3
Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

September
No Kegiatan 19 20 21 22 23 24 25 26 28 29 30
Sab
27
tu
1 Menyusun Rencana √ ming Seni Sela Rabu Kami Juma Sab Seni Sela Ra

pelaksanaan pembelajaran
gu n sa s t tu n sa u
(RPP) berbasis ICT
(Information and
Communication Technologies)
2 Melaksanakan pembelajaran √
dengan model kooperatif tipe
Student Team Achievement
Division (STAD) Super Hero
3 Membuat alat ukur pencapaian √
Hari Minggu

Hari Minggu
hasil belajar
4 Mengoreksi dan menilai √
pekerjaan siswa
5 Melaksanakan Kegiatan “RABU √
BERSERI” (Bersih, Rapi,
Libur Hari Raya Idul Adha

Santun, Tertib)
6 Melatih Kegiatan Pramuka √
dengan GEMBIRA (gerak,
menyenangkan, Bernyanyi,
bertepuk tangan)
7 Melatih kegiatan upacara √
bendera
8 Melaksanakan Kegiatan √
“Kapten Sehari”
9 Melatih Kegiatan √
Ekstrakurikuler komputer
1 Melaksanakan kegiatan Rolling √
0 in Class
1 Melaksanakan Kegiatan √
1. CILUNA (Cinta Lagu Nasional)
1 Melaksanakan Kegiatan Gemar √
2. Membaca
1 Menyusun Laporan Aktualisasi √
1.
BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI NILAI DASAR

A. PELAKSANAAN AKTUALISASI
Pelaksanaan aktualisasi nilai dasar Pegawai Negeri Sipil guru kelas SD Negeri Giling
03 Kecamatan gunungwungkal Kabupaten Pati dilaksanakan 12 kegiatan dalam jangka
waktu 13 hari kerja yaitu tanggal 19 September 2015 sampai dengan 5 Oktober 2015.
Berikut adalah ringkasan hasil aktualisasi Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil:
Tabel 4.1 Hasil Aktualisasi Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil
No. Rincian Kegiatan Output Bukti Waktu
1. Menyusun Rencana Rencana 1. RPP Sabtu,
pelaksanaan Pelaksanaan 2. Foto 19
pembelajaran (RPP) Pembelajaran (RPP) September
berbasis ICT yang sesuai dengan 2015
(Information and Standar Kompetensi
Communication dan Kompetensi
Technologies) dasar dengan
memanfaatkan
teknologi dalam
penyusunannya.
2. Melaksanakan Pembelajaran yang
1. Foto Rabu,
pembelajaran menyenangkan Kegiatan 23
dengan model dengan 2. Materi Ajar September
kooperatif tipe menggunakan 3. Lembar 2015
Student Team kelompok sebagai Kegiatan
Achievement salah satu sarana Siswa (LKS)
Division (STAD) untuk berinteraksi dan
4. Daftar
Super Hero berdiskusi kelompok
memecahkan 5. Daftar hadir
masalah.
Menggunakan nama
pahlawan sebagai
nama kelompok untuk
menumbuhkan
semangat patriotisme
terhadap pahlawan
tanah air.
3. Membuat alat ukur Alat ukur yang sesuai
1. Foto Sabtu,
pencapaian hasil dengan materi ajar 2. Butir Soal 19
belajar September
2015
4. Mengoreksi dan Hasil pekerjaan siswa
1. Foto Rabu,
menilai pekerjaan terhadap materi ajar. 2. Rekap Nilai 23
siswa September
2015
5. Melaksanakan Lingkungan sekolah
1. Foto Rabu,
Kegiatan “RABU yang bersih, rapi, dan 23
BERSERI” (Bersih, tertib serta warga September
Rapi, Santun, Tertib) sekolah yang 2015
berperilaku santun.
6. Melatih Kegiatan Pramuka yang
1. Foto Jumat,
Pramuka dengan menyenangkan Kegiatan 25
GEMBIRA (gerak, dengan memadukan
2. Materi September
menyenangkan, gerak, bernyanyi dan Kegiatan 2015
Bernyanyi, bertepuk bertepuk sehingga
tangan) tercipta pramuka
yang gembira.
7. Melatih kegiatan Petugas upacara
1. Foto Jumat,
upacara bendera yang siap dan mampu 25
melaksanakan September
tugasnya dengan 2015
baik.
8. Melaksanakan Siswa yang lebih
1. Foto Senin, 28
Kegiatan “Kapten berani untuk maju di Kegiatan September
Sehari” depan dan tampil
2. Daftar nama 2015
percaya diri menjadi anak yang
seorang pemimpin. menjadi
kapten kelas
9. Melatih Kegiatan Siswa yang mampu
1. Foto Selasa,
Ekstrakurikuler mengoperasikan Kegiatan 22
komputer computer tingkat
2. Daftar Hadir September
dasar. 3. Bahan Ajar 2015
10. Melaksanakan Tempat duduk siswa
1. Foto Senin, 28
kegiatan Rolling in yang selalu berganti
2. Denah September
Class dapat menghilangkan Ruangan 2015
rasa jenuh serta
dapat menjaga
kesehatan mata anak
dan menghilangkan
kelompok social yang
tidak diharapkan di
dalam kelas.
11. Kegiatan CILUNA Siswa yang bangga
1. Foto Sabtu, 26
(Cinta Lagu dan hafal lagu September
Nasional) Nasional serta 2015
menambah
pembedaharaan lagu-
lagu nasional pada
diri anak.
12. Melaksanakan Siswa yang gemar 1. Foto Selasa,
Kegiatan “Gemar membaca dan 22
Membaca” mampu menjadikan September
buku serta 2015
perpustakaan bagian
dari diri mereka.

B. Pembahasan Aktualisasi di SD Negeri Giling 03


Tabel 5.1 Formulir laporan kegiatan Menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) berbasis ICT (Information and Communication Technologies)
Kegiatan Menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis ICT
(Information and Communication Technologies)
Hari, Sabtu,
Tanggal 19 September 2015
Daftar RPP
Lampiran Foto
RPP merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi sebagai guru kelas.
Menyusun RPP didasarkan pada permendiknas nomor 41 tahun 2007 tantang
Standar Proses.
Uraian Kegiatan:
RPP merupakan pegangan guru sebelum melakukan pembelajaran
sehingga proses kegiatan belajar dan mengajar berlangsung secara efektif dan
efesien. Dalam penyusunan RPP ini disesuaikan dengan standar proses yang
terdiri dari beberapa komponen RPP yaitu: : identitas mata pelajaran, standar
kompetensi, kompetensi dasar, indicator pencapian kompetensi, tujuan
pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Penyusunan RPP
merupakan tupoksi seorang guru. Oleh karena itu RPP disusun dengan penuh
tanggung jawab. Nilai dasar akuntabiltas yaitu tanggung jawab. Penyusunan
RPP juga mempertimbangkan materi, materi pelajaran seyogyanya mampu dan
dapat diterima oleh semua anak. Nilai Nasionalisme yaitu Keadilan. RPP dibuat
dengan menggunakan bahasa yang santun dan mudah dipahami serta mudah
untuk diaplikasikan. Nilai Etika Publik yaitu Memelihara dan menjunjung tinggi
standar etika luhur
Penyusunan RPP mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan
komunikasi secara efektif dan inovatif serta berupaya mengadakan perbaikan
berkelanjutan. Nilai dasar komitmen mutu adalah efektif, inovatif dan
perbaikan berkelanjuatan. RPP disusun diluar jam pembelajaran sehingga tidak
mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Nilai dasar anti
korupsi adalah jujur.
Lampiran Kegiatan 1. 1 ( Rencana Pelaksanaang Pembelajaran)
Lampiran Kegiatan 1. 2 (Foto Kegiatan)

Tabel 5.2 Melaksanakan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Student Team
Achievement Division (STAD) Super Hero
Kegiatan Melaksanakan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Student
Team Achievement Division (STAD) Super Hero
Hari, Rabu,
Tanggal 23 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran Materi Ajar
Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
Daftar kelompok
Daftar hadir
Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pembelajaran
Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi
diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam
menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal

Uraian Kegiatan:
Pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD dilaksanakan
dengan langkah-langkah sebagai berikut: guru menjelaskan materi
kepada siswa termasuk juga langkah-langkah pembelajaran yang
akan dilaksanakan secara jelas. Nilai Akuntabilitas: Kejelasan.
Siswa diperkenankan untuk bertanya jika belum jelas terhadap materi
yang disampaikna oleh guru. siswa dibentuk berkelompok secara
heterogen. Nilai dasar nasionalisme: Menghargai Perbedaan dan
kerja sama.
Setiap kelompok memilih gambar pahlawan untuk dijadikan nama
kelompoknya. Setiap kelompok diberikan Lembar Kegiatan Siswa
(LKS) yang berisikan soal-soal yang berkaitan dengan materi untuk
dikerjakan secara berkelompok. Kuis diberikan oleh guru kepada
seluruh siswa. Kuis tersebut sebagai pedoman untuk menentukan
kelompok terbaik diantara yang terbaik (best of the best) . setelah
selesai kuis diadakan penilaian individual, setiap anak tidak boleh
bekerja sama walaupun itu dalam satu kelompok.
Dalam pembelajaran guru menggunakan kalimat yang mudah
dipahami dan santun.Nilai dasar etika publik: memelihara dan
menjujung tingga standar etika luhur. Pembelajaran kooperatif STAD
merupakan salah satu inovasi pembelajaran, dari pembelajaran yang
bersifat satu arah menjadi pembelajaran berkelompok. Nilai dasar
komitmen mutu: kreatif dan inovatif. Dalam melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan
pada RPP. Nilai dasar anti korupsi: Disiplin
Lampiran Kegiatan 2. 1 (Foto Kegiatan)
Lampiran Kegiatan 2. 2 (Materi Ajar)
Lampiran Kegiatan 2. 3 (Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
Lampiran Kegiatan 2. 4 (Daftar kelompok)
Lampiran Kegiatan 2. 5 (Daftar hadir)

Tabel 5.3 Membuat alat ukur pencapaian hasil belajar


Kegiatan Membuat alat ukur pencapaian hasil belajar
Hari, Sabtu,
Tanggal 19 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran Butir Soal
Alat ukur pencapaian hasil belajar digunakan guru sebagai alat untuk mengukur
tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang telah diajarkan

Uraian Kegiatan:
Pembuatan alat ukur pencapaian hasil belajar mengacu pada tingkatan kognitif
taxonomi bloom. Ada 6 tingkatan kogintif menurut taxonomi bloom: Pengetahuan
(C1), Pemahaman (C 2), Aplikasi (C 3), Analisis (C 4), Evaluasi (C5), dan
Sintesis (C6). Guru membuat alat ukur dengan penuh tanggung jawab sesuai
dengan aturan. Nilai dasar akuntabilitas: tanggung jawab. Alat ukur diberikan
kepada seluruh siswa tanpa membeda-bedakan siswa. Nilai dasar
nasionalisme: non diskriminasi. Membuat kalimat dalam alat ukur pencapaian
hasil belajar dengan menggunakan kata baku dan kalimat efektif. Nilai dasar
etika publik: Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan. Nilai dasar komitmen mutu: efektif. Tidak
menerima gratifikasi untuk mengubah soal. Nilai dasar anti korupsi: jujur
Lampiran Kegiatan 3. 1 (Foto Kegiatan)
Lampiran Kegiatan 3. 2 (Butir Soal)

Tabel 5.4 Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa


Kegiatan Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa
Hari, Rabu,
Tanggal 23 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran Rekap Nilai
Kegiatan mengoreksi dan menilai pekerjaan merupakan langkah pembelajaran
yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi
yang telah diberikan oleh guru.

Uraian Kegiatan:
Pelaksanaannya guru mengoreksi hasil pekerjaan siswa dengan
membandingkan jawaban siswa dengan kunci jawaban yang dibuat oleh guru.
Memberikan penilain berdasarkan dengan pedoman penskoran yang sudah
dibuat sebelumnya. Memberikan penilaian pada hasil pekerjaan siswa, baik
hasil berkelompok maupun individu sesuai dengan hasil pekerjaan siswa. Guru
memberikan penilaian hasil pekerjaan siswa secara jujur dan transparan. Nilai
dasar akuntabilitas: Transparan. Guru memberikan penilaian secara adil
kepada peserta didik. Nilai dasar nasionalisme: adil. Memberikan penilaian
dengan segera secara dan memberikan hasilnya kepada siswa dengan
secepatnya. Nilai dasar etika publik: memberikan layanan kepada publik
secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna,
dan santun. Memberikan penilaian sesuai dengan pedoman nilai yang sudah
dibuat. Nilai dasar komitmen mutu: komitmen. Melakukan penilaian secara
jujur, terbuka, dan adil tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama dan
golongan. Nilai dasar anti korupsi: Jujur, Terbuka, Adil
Lampiran Kegiatan 4. 1 (Foto Kegiatan)
Lampiran Kegiatan 4. 2 (Rekap Nilai)

Tabel 5.5 Melaksanakan Kegiatan “RABU BERSERI” (Bersih, Rapi, Santun, Tertib)
Kegiatan Melaksanakan Kegiatan “RABU BERSERI” (Bersih, Rapi, Santun,
Tertib)
Hari, Rabu,
Tanggal 23 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran
Rabu berseri adalah kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada
peserta didik. Kegiatan Rabu Berseri dapat dijadikan salah satu alat
pembentukan karakter bagi warga sekolah. Dilaksanakan setiap hari rabu
sebelum bel masuk berbunyi. Kegiatan ini meliputi Bersih dalam lingkungan
kelas dan sekolah, Rapi dalam hal berpakaian, santun dalam bersikap, dan tertib
dalam berbaris sebelum masuk kelas.

Uraian Kegiatan:
Kegiatan Rabu Berseri dilaksanakan secara konsisten pada hari Rabu. Nilai
dasar akuntabilitas: konsistensi. Kegiatan RABU BERSERI dilaksanakan
peserta didik secara bersama-sama dengan saling membantu dan penuh
kekompakan. Nilai dasar nasionalisme: kerja sama. Mendorong peserta didik
untuk bersama-sama bekerja dan ikut serta dalam kegiatan RABU BERSERI.
Nilai dasar etika publik: Mendorong Kesetaraan. Melaksanakan RABU
BERSERI untuk menciptakan suasana kelas yang bersih dan rapi, menjunjung
sopan santun, tertib dalam bersikap sehingga membuat nyaman warga kelas.
Nilai dasar komitmen mutu: menyentuh hati.
Lampiran Kegiatan 5. 1 (Foto Kegiatan)

Tabel 5.6 Melatih Kegiatan Pramuka dengan GEMBIRA (gerak, menyenangkan, Bernyanyi,
bertepuk tangan)
Kegiatan Melatih Kegiatan Pramuka dengan GEMBIRA (gerak,
menyenangkan, Bernyanyi, bertepuk tangan)
Hari Jumat,
Tanggal 25 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran Materi Kegiatan
Pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib di SD Negeri Giling 03 yang
dilaksanakan pada hari Jumat pukul 14.00-16.00 WIB. Melatih kegiatan pramuka
dengan GEMBIRA (Gerak, menyenangkan, Bernyanyi dan Bertepuk Tangan)
merupakan suatu bentuk inovasi dengan mengoptimalkan kembali kegiatan
pramuka sesuai dengan esensi dan fitrahnya. Kegiatan ini bertujuan untuk
menumbuhkan kecintaan pramuka pada anak dan menghilangkan stigma
negative tentang pramuka yang identik dengan panas dan baris berbaris. Oleh
karena itu, dalam satu kali pertemuan dalam pramuka GEMBIRA ini
mengakomodir kegiatan yang bersubstansi gerak, bernyanyi dan bertepuk
tangan sehingga pramuka menjadi menyenangkan.

Uraian Kegiatan:
Memberikan keteladanan atau contoh (lead by example) pada peserta didik
dalam memberikan sebuah perintah/intruksi secara tepat. Nilai dasar
akuntabilitas: Kepemimpinan. Memupuk rasa solidaritas, kesetiakawanan,
semangat bekerja sama dengan mengahayati dalam melaksanakan kegiatan.
Nilai dasar nasionalisme: kerja sama. Mendampingi pelatihan pramuka
dengan menggunakan seragam pramuka. Nilai dasar Etika Publik: Memelihara
dan menjunjung tinggi standar etika luhur. Melatih kegiatan pramuka dengan
prinsip Pramuka Gembira. Belajar disertai dengan gerak, menyanyi dan bertepuk
sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dalam kegiatan pramuka. Nilai
dasar komitmen mutu: kreatif dan Inovatif. Kegiatan pramuka
diselenggarakan secara gratis tidak menarik iuran pada peserta didik. Nilai
dasar anti korupsi: Jujur
Lampiran Kegiatan 6. 1 (Foto Kegiatan)
Lampiran Kegiatan 6. 2 (Materi Kegiatan)
Lampiran Kegiatan 6. 3 (Daftar hadir siswa)
Tabel 5.7 Melatih Kegiatan Upacara Bendera
Kegiatan Melatih kegiatan upacara bendera
Hari Jumat,
Tanggal 25 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran
Melatih kegiatan upacara bendera dilaksanakan setiap hari Sabtu sepulang
sekolah pukul 12.00-13.00. kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan petugas
upacara agar dapat menjalankan tugasnya dengan benar dan tepat.

Uraian Kegiatan:
Memberikan tugas pada peserta didik untuk menjadi petugas upacara dengan
penuh rasa percaya bahwa mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik
dan berhasil. Nilai dasar akuntabilitas: Kepercayaan. Memupuk semangat
rasa nasionalisme, rasa bangga, rasa memiliki sebagai bangsa Indonesia
dengan ikut serta dalam kegiatan upacara Hari Senin. Nilai dasar
nasionalisme: cinta tanah air. Memberikan instruksi dengan intonasi yang
tepat dan aba-aba yang sesuai, serta bersikap ramah santun, dan bersahaja.
Nilai dasar etika luhur: Memelihara dan menjunjung tinggi nilai etika luhur.
Latihan kegiatan upacara dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan
pelaksanaan upacara. Melatih petugas upacara dengan tepat dan benar
sehingga dalam pelaksanaanya kegiatan upacara berlangsung secara tertib dan
khidmat. Nilai dasar Komitmen mutu: upaya berkelanjutan.
Lampiran Kegiatan 7. 1 (Foto Kegiatan)

Tabel 5.8 Melatih Kegiatan Kapten Sehari


Kegiatan Melatih kegiatan Kapten Sehari
Hari, Senin,
Tanggal 28 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran Daftar nama anak yang menjadi kapten kelas
Kapten Sehari merupakan kegiatan yang dapat memupuk jiwa kepemimipinan
anak. Kegiatan ini berprinsip “setiap anak bisa menjadi pemimpin”. Tugas kapten
sehari adalah memimpin kegiatan yang berlangsung pada hari itu. Kegiatan
dilaksanakan secara bergilir sesuai dengan urutan absen peserta didik.

Uraian Kegiatan:
Menjelaskan aturan main bagi yang bertugas menjadi Kapten Sehari sehingga
siswa tidak merasa kebingungan. Nilai dasar akuntabilitas: kejelasan. Setiap
anak pada gilirannya akan memperoleh kesempatan yang sama untuk menjadi
kapten sehari. Nilai dasar nasionalisme: keadilan. Menggunakan bahasa yang
santun dalam memberikan tugas. Nilai dasar etika publik: memelihara dan
menjunjung tinggi etika luhur. Membentuk mental dan rasa percaya diri pada
anak secara efektif. Menanamkan sifat mampu menjadi pemimpin. Ketercapaian
kegiatan ini dilihat dari sifat anak yang berani tampil di depan dan menjadi
Kapten Sehari. Nilai dasar komitmen mutu: efektif.
Lampiran Kegiatan 8. 1 (Foto Kegiatan)
Lampiran Kegiatan 8. 1 (Daftar nama anak yang menjadi kapten kelas)

Tabel 5.9 Melatih Kegiatan Ekstrakurikuler Komputer


Kegiatan Melatih Kegiatan Ekstrakurikuler Komputer
Hari, Selasa,
Tanggal 22 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran Daftar Hadir
Bahan Ajar
Kegiatan Ekstrakurikuler komputer dilaksanakan pada hari selasa setelah pulang
sekolah dari pukul 12.05-13.05 WIB. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar anak
mampu mengoperasikan komputer tingkat dasar terutama software MS Word,
MS Powerpoint, MS Excel. Belajar computer tingkat dasar berarti belajar untuk
mengetahui bagian-bagian dasar computer (hardware maupun software). Materi
kegiatan ini disediakan oleh guru yang disesuaikan dengan tingkatan
kemampuan anak mengoperasikan komputer.

Uraian Kegiatan:
Memberikan tugas dengan jelas kepada peserta didik tentang langkah-langkah
dalam kegiatan yang akan dilakukan. Nilai dasar akuntabilitas: kejelasan.
Memberikan pelayanan yang sama pada peserta didik tanpa membeda-bedakan
ras suku dan agama.
Nilai dasar nasionalisme: menghargai perbedaan. Berkomunikasi dengan
peserta didik menggunakan bahasa ramah dan santun. Nilai dasar etika public:
memelihara dan menjunjung standar etika luhur. Membuat bahan ajar
computer yang dapat diselesaikan secara tepat waktu sesuai dengan tujuan
kegiatan dihari tersebut. Nilai dasar komitmen mutu: berkualitas. Tidak
menarik pungutan atau imbalan kepada siswa dalam bentuk apapun. Nilai dasar
anti korupsi: jujur
Lampiran Kegiatan 9. 1 (Foto Kegiatan)
Lampiran Kegiatan 9. 2 (Daftar Hadir)
Lampiran Kegiatan 9. 3 (Bahan Ajar)

Tabel 5.10 Melaksanakan kegiatan Rolling in Class


Kegiatan Melaksanakan kegiatan Rolling in Class
Hari, Senin,
Tanggal 28 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran Denah Tempat duduk siswa
Kegiatan Rolling in class adalah kegiatan rotasi atau perputaran tempat duduk
peserta didik dengan cara mengambil undian. Adapun langkah kegiatan dalam
rolling in class adalah sebagai berikut: meja bertuliskan nomor urut 1-17, peserta
didik mengambil undian di depan kelas. Nomor undian itulah yang menentukan
posisi tempat duduk peserta didik.

Uraian Kegiatan:
Kegiatan Rolling in class ini dilaksanakan setiap hari Senin secara konsisten.
Nilai dasar akuntabilitas: Konsistensi. Setiap peserta didik mempunyai
kesempatan dan peluang yang sama untuk menduduki tempat duduk tertentu.
Urutan tempat duduk berdasarkan nomor undian yang didapatkan peserta didik.
Nilai dasar nasionalisme: Keadilan. Memberikan arahan/intruksi kepada
peserta didik dengan tanggap, ramah, dan santun. Nilai dasar etika publik:
Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur. Melaksanakan
kegiatan Rolling in Class dengan cepat dant tepat, tidak mengulur-ulur waktu
(terjadi pemborosan waktu). Nilai dasar komitmen mutu: efesiensi
Lampiran Kegiatan 10. 1 (Foto Kegiatan)
Lampiran Kegiatan 10. 2 (Denah tempat Duduk)

Tabel 5.11 Melaksanakan kegiatan CILUNA (Cinta Lagu Nasional)


Kegiatan Melaksanakan kegiatan CILUNA (Cinta Lagu Nasional)
Hari, Sabtu,
Tanggal 26 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran
CILUNA (Cinta Lagu Nasional) merupakan wadah bagi anak untuk
menumbuhkan semangat nasionalisme dan ptriotisme serta bangga akan tanah
air Indonesia melalui kegiatan menyanyikan lagu-lagu nasional secara bersama-
sama.

Uraian Kegiatan:
Melaksanakan kegiatan CILUNA secara konsisten pada hari Selasa sebelum
pelajaran dimulai. Nilai dasar akuntabilitas: Konsistensi. Memupuk semangat
nasionalime anak dengan menyanyikan lagu-lagu nasional. Nilai dasar
nasionalisme: cinta tanah air, patriotism. Menyanyikan lagu-lagu nasional
dengan khidmat. Nilai Dasar Etika Publik: Menjujung tinggi standar nilai-nilai
Etika Luhur. Melaksanakan kegiatan CILUNA dengan tujuan agar anak-anak
dapat menghafal dan memahami lagu-lagu nasional. Nilai Dasar Komitmen
Mutu: berkualitas.
Lampiran Kegiatan 11. 1 (Foto Kegiatan)
Tabel 5.12 Melaksanakan kegiatan Gemar Membaca
Kegiatan Melaksanakan kegiatan Gemar Membaca (Gerakan Mari
Membudayakan Baca)
Hari, Selasa,
Tanggal 22 September 2015
Daftar Foto Kegiatan
Lampiran
Gemar Membaca merupakan kegiatan yang dilaksanakan di Perpustakaan
bertujuan agar budaya membaca semakin diminati peserta didik. Kegiatan ini
dilaksanakan 15 menit pada saat istirahat. Anak-anak diminta untuk membaca
bahan bacaan yang sesuai dengan minatnya. Guru berfungsi sebagai fasilitator,
memfasilitasi anak-anak apabila menemui kata-kata yang sulit dimengerti.
Setelah anak-anak selesai membaca anak-anak diminta untuk bercerita isi
bacaan dengan bahasa mereka.

Uraian Kegiatan:
Memberikan tanggung jawab kepada anak untuk membaca di ruang
perpustakaan bersama dengan temannya. Nilai dasar akuntabilitas: Tanggung
Jawab. Kegiatan Gemar Membaca ditujukan kepada semua siswa tanpa
terkecuali. Nilai dasar nasionalisme: non diskriminatif. Menemani siswa
dalam kegiatan Gemar Membaca dengan tulus. Nilai dasar etika public:
Menyentuh hati. Menciptakan suasana yang tenang sehingga Kegiatan Gemar
Membaca berjalan dengan baik dan lancar. Nilai Dasar Komitmen Mutu:
Berkualitas. Mengembalikan buku setelah selesai dibaca. Nilai dasar Anti
Korupsi: Jujur

Lampiran Kegiatan 12. 1 (Foto Kegiatan)

BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi (ANEKA) merupakanhal pokok yang harus dimiliki setiap Aparatur Sipil Negara
(ASN) guna menajalankan tugas perannya dengan maksimal sehingga dapat menjadi
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan berkelas dunia.
Rancangan aktualisasi diharapkan dapat mewujudkan visi sekolah yaitu
Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang beriman dan bertaqwa, berilmu pengetahuan,
kreatif, terampil, dan berbudi pekerti luhur.

B. Antisipasi Kendala
Dalam aktualisasi ada beberapa kendala yang mungkin akan terjadi. Oleh karena itu
dibutuhkan tindakan untuk mengantisipasi kendala tersebut.
1. Menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis ICT (Information and
Communication Technologies)
Kendala : Materi yang akan dibuat sudah tersampaikan pada saat guru mengikuti
diklat prajabatan.
Antisipasi : Melihat catatan siswa
2. Melaksanakan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Student Team Achievement
Division (STAD) Super Hero
Kendala : siswa ramai ketika berkelompok
Antisipasi : guru mengelola kelas dengan baik
3. Membuat alat ukur pencapaian hasil belajar
Kendala : memilih kata kerja sesuai taksonomi bloom
Antisipasi : mencocokan materi dengan taksonomi bloom
4. Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa
Kendala : terdapat tulisan siswa yang tidak terbaca dengan baik
Antisipasi : menanyakan pada siswa tersebut
5. Melaksanakan Kegiatan “RABU BERSERI” (Bersih, Rapi, Santun, Tertib)
Kendala : ada siswa yang tidak ikut dalam kegiatan Rabu Berseri
Antisipasi: Guru mengingatkan siswa untuk ikut serta dalam kegiatam Rabu Berseri
6. Melatih Kegiatan Pramuka dengan GEMBIRA (gerak, menyenangkan, Bernyanyi,
bertepuk tangan)
Kendala : siswa sering datang terlambat
Antisipasi : guru mengingatkan sebelum pulang sekolah
7. Melatih kegiatan upacara bendera
Kendala : Siswa tidak mau menjadi petugas upacara bendera
Antisipasi : Guru mendekati dan menasihati siswa
8. Melaksanakan Kegiatan “Kapten Sehari”
Kendala :anak pendiam kurang tegas untuk menjadi kapten sehingga sering diejek oleh teman
yang lain.
Antisipasi :Guru memberikan arahan pada semua siswa bahwa siapapun yang menjadi kapten
kelas, harus dihargai.
9. Melatih Kegiatan Ekstrakurikuler computer
Kendala :jumlah computer yang masih terbatas
Antisipasi : Satu komputer digunakan untuk 2 atau 3 orang
10. Melaksanakan kegiatan Rolling in Class
Kendala :anak mendapat nomor yang sama seperti minggu lalu, maka tempat duduk anak tidak
berpindah.
Antisipasi : Guru menukar tempat duduk anak tersebut.
11. Melaksanakan kegiatan CILUNA (Cinta Lagu Nasional)
Kendala : Siswa tidak hafal lagu nasional yang akan dinyanyikan
Antisipasi : Mencatatkan terlebih dahulu lagu agar anak hafal dan mengetahui liriknya dengan
benar.
12. Melaksanakan kegiatan Gemar Membaca
Kendala : Anak Ramai di dalam ruang perpustakaan
Antisipasi : Menemani anak untuk belajar membaca di dalam perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
BSNP. 2007.Permendiknas Standar proses. Jakarta: Depdiknas
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil.
Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014.Akuntabilitas. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan


dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014.Nasionalisme. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan


dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014.Etika Publik. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan


dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014.Komitmen Mutu.Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014.Anti Korupsi. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan


dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi No 16 tahun
2009Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

http://modelpembelajarankooperatif.blogspot.co.id/2012/08/student-team-achievement-
division-stad_3721.html

https://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/01/revisi-taksonomi-bloom.pdf