Anda di halaman 1dari 2

B.

Perwilayahan
Perwilayahan ( regionalisasi ) adalah suatu proses penggolongan wilayah berdasarkan
kriteria tertentu, untuk membagi-bagi permukaan bumi atau bagian permukaan bumi tertentu.
Hal ini disebabkan lokasi-lokasi di permukaan bumi jumlahnya sangat banyak sehingga
diperlukan usaha untuk menyerdehanakan agar lebih efisien dan ekonomis. Klasifikasi atau
penggolongan wilayah dapat dilakukan secara formal maupun fungsional. Dalam perencanaan
pembangunan, pemerintah harus memahami kondisi suatu wilayah karena setiap wilayah
memiliki kondisi yang berbeda-beda. Perwilayahan memiliki tiga fungsi yaitu : perencanaan
pengembangan, peramal wilayah, analisis wilayah. Perwilayahan setiap negara berbeda-beda
karena memiliki karakteristik yang tidak sama. Di Indonesia, perwilayahan didasarkan sumber
daya yang ada di masing-masing daerah.

Penggolongan wilayah secara garis besar terbagi atas:

1. Natural Region (Wilayah Alamiah atau Fisik); berdasarkan ketampakan alami, seperti
wilayah pertanian dan kehutanan.
2. Single Feature Region (Wilayah Ketampakan Tunggal); berdasarkan pada satu
ketampakan, seperti wilayah berdasarkan iklim, hewan, atau iklim saja.
3. Generic Region (Wilayah Berdasarkan Jenisnya); didasarkan pada ketampakan jenis
atau tema tertentu. Misalnya di wilayah hutan hujan tropis yang ditonjolkan hanyalah
flora tertentu seperti anggrek.
4. Specific Region (Wilayah Spesifik atau Khusus); dicirikan kondisi grafis yang khas
dalam hubungannya dengan letak, adat istiadat, budaya, dan kependudukan secara
umum. Misalnya wilayah Asia Tenggara, Eropa Timur, dsb.
5. Factor Analysis Region (Wilayah Analisis Faktor); berdasarkan metoda statistik-
deskriptif atau dengan metoda statistik-analitik. Penentuan wilayah berdasarkan
analisis faktor terutama bertujuan untuk hal-hal yang bersifat produktif, seperti
penentuan wilayah untuk tanaman jagung dan kentang.

Perwilayahan memiliki manfaat yaitu :

1. Mengurutkan dan menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala


atau fenomena di permukaan bumi.
2. Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi
kesenjangan antar wilayah.
3. Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah.
4. Memantau perubahan-perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia.

Perwilayahan dilakukan dengan cara regionalisasi. Regionalisasi selalu didasarkan pda


kriteria dan kepentingan tertentu. Sebagai contoh, pada pembagian region permukaan bumi
berdasarkan iklim, kriteria yang digunakan adalah unsur cuaca, seperti temperature, curah
hujan, penguapan, kelembapan, dan angin. Regionalisasi menurut iklim ini sangat berguna
untuk mengetahui persebaran hewan dan tumbuhan, tetapi mungkin kurang berguna dalam hal
lainnya. Regionalisasi membutuhkan tahapan yang lam. Oleh karena itu, harus dilaksanakan
kajian atau penelitian mendalam yang melibatkan beberapa ahli, seperti ahli geografi, dan ahli-
ahli lainnya yang sesuai dengan tujuan regionalisasi.
Secara garis besar perwilayahan dapat dilakukan dengan du acara, yaitu generalisasi
wilayah (regional generalization) dan klasifikasi wilayah (regional classification)

a. Generalisasi wilayah (regional generalization)

Penyamarataan wilayah (generalisasi regional) adalah suatu proses atau usaha untuk
membagi permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi tertentu menjadi bebrapa bagian
dengan dengan cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor tertentu dalam populasi yang
dianggap kurang penting atau kurang relevan, dengan maksud untuk menonjolkan karakter
tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam generalisasi wilayah yaitu

1. Skala peta studi wilayah yang detail menghendaki ketelitian dan ketepatan pengukuran-
pengukuran yang dilakukan di lapangan. Peta Peta berskala besar dalam hal ini
digunakan untuk visualisasi data. Daerah survey pada liputan ini daerah liputannya
tidak terlalu luas.

a. Makin besar skala peta (makin detail feature yang diamati) akan makin kecil derajat
penyemarataan wilayah yang dilakukan.
b. Makin kecil skala peta akan semakin besar derajat penyemarataan wilayah yang
dilakukan
2. Tujuan perwilayahan akan mempengaruhi derajat generalisasi yang dilakukan. Sebagai
contoh, pemetaan tata guna tanah mempunyai derajat generalisasi yang lebih kecil
dibandingkan generalisasi regional untuk tujuan analisis klimatologis.

b. Penglompokan wilayah (Regional Classification)