Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

SISTEM KEKEBALAN TUBUH

Dosen : Rini Damayanti, MPH

Disusun oleh :

1. Adistia Solihatin (30718171)


2. Chelsea Andriyanto (31718525)
3. Indah Trisna Sari (
4. Susiyana (

DIPLOMA III KEBIDANAN

UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK

2019
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim. ..

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat, hidayah dan
Inayah-Nya, Suatu kebahagaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH
SWT melalu tangan dan pikiran kami Insya Allah dengan izn -—Nya kami dapat menyelesaikan
serta manyajikan tugas Etika dan hokum kesehatan. walaupun masih sangat sederhaana.

Penulis juga tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang tekh
banyak membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah
ini masih banyak kekurangannya oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhrinya penulis mengucapkan semoga makaah imi dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca,
khususnya pembaca yang arif....
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem kekebalan atau imunitas adalah suatu sistem pertahanan yang digunakan untuk
melindungi tubuh dari infeksi penyakit atau kuman. Penyakit atau kuman ini berupa protein asing
yang berbeda dari protein tubuh kita, dan sering disebut antigen. Karena dianggap sesuatu yang
asing, maka antigen ini harus disingkirkan, dinetralisir, atau dihancurkan, yang bertugas
melakukan ini salah satunya adalah sistem pertahanan tubuh yang dikenal dengan antibodi.

Sistem kekebalan adalah serangkaian proses biologi di dalam tubuh yang akan melindungi
tubuh dari berbagai penyakit dengan cara mengenali dan membunuh “pathogen” dan sel tumor.
Sistem ini mampu mendeteksi berbagai macam agen penyebab penyakit dari virus hingga parasit,
mengenali dan meresponnya dengan cara yang berbeda agar dapat berfungsi sempurna .

Sistem kekebalan tubuh (imunitas ) adaah sstem mekanisme padaorgansmeyang melindungi


tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh pathogen serta sel
tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan
melindungi tubuh dari infeksi, bakteri,virus sampai cacing parasite, serta menghancurkan zat-zat
asing lan dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:

 Apakah yang di maksud dengan system kekebalan tubuh?

 Bagaimanakah struktur,fungsi, dan proses pada system kekebalan tubuh manusia ?

 Bagaimanakah kaitan antara struktur, fungsi dan proses pada system kekebalan tubuh
manusia?

 Apa sajakah jenis-jenis kekebalan tubuh yang ada pada manusia ?

 Apa sajakah kelainan / gangguan yang dapat terjadi pada systemkekebalan tubuh manusia?
C. Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan dari makalah ini adalah:

 Mengetahui pengertian tentang system kekebalan tubuh

 Mengetahui struktur, fungsi dan proses pada system kekebalan tubuh manusia

 Mengaitkan struktur, fungsi, dan proses pada system kekebalan tubuh manusa

 Memahami jenis-jenis kekebalan tubuh

 Mengidentifikasi jenis gangguan / kelainan yang dapat terjadi pada system kekebalan tubuh
manusia
BAB II

PEMBAHASAN

1. Sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan adalah serangkaian proses biologi di dalam tubuh yang akan melindungi
tubuh dari berbagai penyakit dengan cara mengenali dan membunuh “pathogen” dan sel tumor.
Sistem ni mampu mendeteksi berbagai macam agen penyebab penyakit dari virus hingga parasit,
mengenali dan meresponnya dengan cara yang berbeda agar dapat berfungsi sempurna.

Sistem kekebalan atau imunitas adalah suatu sistem pertahanan yang digunakan untuk
melindungi tubuh dari mteksi penyakit atau kuman. Penyakit atau kuman ii berupa protein asing
yang berbeda dari protein tubuh kita, dan sermg disebutantigen. Karena dianggap sesuatu yang
asing, maka antigen mi harus disingkirkan, dinetralsr, atau dihancurkan. Yang bertugas melakukan
ini salah satunya adalah sstem pertahanan tubuh yang dikenal dengan antibodi.

Sistem kekebalan tubuh (imunitas) adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi
tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel
tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan
melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai cacing parasit, serta menghancurkan zat zat
asing lan dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jarngan agar tetap dapat
berfungsi seperti biasa.

Ada beberapa jenis kekebalan pada tubuh yaitu:

 Sistem kekebalan alami

 Sistem kekebalan dapatan

 Sistem kekebalan pasif

1. Sistem Kekebalan Alami

Disebut juga sistem kekebalan non-spesifik, adalah sistem pertahanan bawaan, sejak lahir.
Sistem ini melindung tubuh dengan cara melawan semua jenis antigen . Kekebalan alami ini
melibatkan sel-sel penghalang agar bahan-bahan yang berbahaya tidak sampai masuk ke dalam
tubuh. Penghalang ini merupakan lini pertama dari respon sistem kekebalan.

2. Sistem Kekebalan Dapatan

Sistem ini terbentuk melalui paparan dengan berbagai agen/patogen. Pada sistem ini
mekanisme pertahanannya spesifik terhadap antigen tertentu saja. Hubungan antara kekebalan
alami dengan kekebalan dapatan ini bsa dijelaskan secara sederhana sebagai berikut “ketika
patogen masuk ke dalam tubuh maka sel kekebalan kita yang alami akan menangkapnya dan
mengenalinya lalu menghancurkannya. Pada saat sel kekebalan kita mengenali pathogen tadi,
maka ia akan “memproduksi” sel lam yang spesifik bisa mengenali pathogen tersebut. Jika
satu saat pathogen yang sama tersebut memasuki tubuh, maka sel kekebalan spesifik yang telah
terbentuk akan menghancurkannya”.

3. Sistem Kekebalan Pasif

Kekebaan ini melibatkan antibodi yang diproduksi oleh tubuh, diluar tubuh penerima
(antibodi yang telah terbentuk di tubuh orang lain/hewan, lalu dimasukkan ke tubuh kita). Bayi
memiliki kekebalan pasif yang dialirkan melalui plasenta dari ibunya saat ia berada dalam
kandungan. Antibodi pada bayi ini menghilang saat bayi berusia antara 6-12 bulan. Imunisasi
pasif yang dilakukan dengan cara menyuntikkan antiserum (antibodi yang sudah jadi) hanya
memberikan perindungan segera terhadap antigen, tetapi tidak memberikan perlindungan
dalam jangka lama.

Sistem kekebalan sendiri melibatkan berbagai sel khusus, proteim, jaringan dan organ.
Sel yang terlibat daam system kekebalan adalah sel darah putih/lekosit. Lekosit ini bisa
berjalan melalui pembuluh darah maupun pembuluh Iimfatik.

Jenis-Jenis Sistem Kekebalan Tubuh Sistem kekebalan tubuh terbagi 2, yaitu :

1. Sistem kekebalan tubuh berdasarkan asalnya.

2. Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya.

 Sistem Kekebalan Tubuh Berdasarkan Asalnya

Sistem kekebalan tubuh berdasarkan asalnya terbagi 2, yakni:


 Kekebalan Nonspesifik (Kekebalan tubuh bawaan atau Kekebalan tubuh alami)

 Kekebalan tubuh nonspesifik adalah bagian dari tubuh kita yang teah ada sejak kita
lahir.

Ciri-cirinya :

l. Sistem ini tidak selektif, artinya semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh akan diserang
dan dihancurkan tanpa seleksi.
2. Tidak memiliki kemampuan untuk mengingat infeksi yang terjadi sebelumnya.
3. Eksposur menyebabkan respon maksimal segara Sistem ini memiliki komponen- komponen
yang mampu menagkal benda masuk ke dalam tubuh, yakni :
a. Rintangan Mekanis

Rintangan mekanis merupakan system pertahanan tubuh yang pertama dan umumnya
terletak di bagian permukaan tubuh. Terdiri atas :

 Kulit

Terdiri dari lapisan tanduk yang tidak mudah ditembus oleh benda asing kecuali jika kulit
dalam keadaan terluka. Asam lemak dan keringat yang dihasilkan juga akan mencegah benda asing
masuk ke dalam tubuh.

 Selaput Lendir

Merupakan hasil sekresi dari sel yang terdapat di sepanjang saluran pernapasan dan saluran
pencernaan. Pada saluran pernapaan, Selaput lendir berfungi dalam menangkap bakteri atau benda
asing yang masuk ke daam tubuh melalui saluran pernapasan.

Contoh : Selaput Lendir pada hidung, selaput lendir pada saluran pencernaan berfungsi sebagai
rintangan yang melindungi sel diluar system pencernaan.

b. Rambut-rambut halus: Sebagian besar terdapat pada saluran pernapasan.

Contoh : Di hidung, rambut-rambut halus berfungsi sebagai penyaring udara yang masuk melalui
hidung.
c. Rintangan Kimiawi

d. Hasil Sekresi

Berperan untuk membunuh benda asing dengan menggunakan zat kimia dan enzim

e. Sel Natural Killer


Merupakan sel pertahanan yang mampu melisis dan membunuh sel-sel kanker serta sel tubuh
yang terinfeksi virus sebelum diaktifkanya system kekebalan adaptif. Sel ini membunuh dengan
cara menyerang membrane sel target dan melepaskan senyawa kimia preforin.

f. Protein Komplemen

Merupakan protein darah yang berfungsi membantu system pertahanan sel darah putih.
Protein komplemen membantu system kekebalan tubuh dengan cara:

I. Menghasilkan opsonin ,kemotoksin, dan kinin.

II. Berperan dalam proses penghancuran membrane sel

III. Mikroorganisme yang menyerang tubuh.

IV. Menstimulasi sel darah putih agar menjadi lebih aktif.

Sel yang berperan dalam mensekresikan sekumpulan protein saat tubuh kita terserang virus.
Interferon akan bertindak sebagai antivirus dan bereaksi dengan sel yang belum terinfeksi oleh
virus. Interteron juga dapat merangsang Iimfost untuk mengahancurkan dan membunuh sel-sel
yang terinteksi virus.

g. Kekebalan tubuh spesifik ( kekebalan adaptif atau Kekebalan tubuh buatan )


Kekebaan tubuh spesifik adalah system kekebalan yang diaktiikan oleh kekebalan tubuh
nonspesifik dan komponen yang terlibat dalam kekebalan tubuh spesifik adalah:

1. Antigen
Merupakan zat kimia asing yang masuk ke dalam tubuh dan dapat merangsang
terbentuknya antibodi. Antigen memiliki struktur tiga dimensi dengan dua atau lebih
determinant site. Determinant site merupakan bagian dari antigen yang dapat melekat pada
bagian sisi pengikatan pada antibody. Antigen dapat berupa protein, sel bakteri, atau zat
kimia yang dikeluarkan mikroorganisme.

Jenis-Jenis Antigen:

a. Heteroantigen: Antigen yang berasal dari spesies lain.

b. Isoantigen: Antigen dari spesies sama tetapi struktur genetiknya berbeda.

c. Autoantigen: Antigen yang berasal dari tubuh itu sendri.

d. Hapten: Merupakan suatu determinant site yang lepas dari struktur antigen. Hapten hanya dapat
berikatan dengan antibody apabila disuntikkan ke dalam tubuh.

4. Antibodi ( Imunoglobulin atau Ig)

Merupakan zat kimia (protein plasma) yang dapat mengidentifikasi antigen. Antibodi
dihasilkan oleh sel Iimfosit B. Ketika sel Iimfosit B mengidentifikasi antigen, dengan cepat sel
akan bereplikasi untuk menghasilkan sejumlah besar sel plasma. Sel plasma lalu akan
menghasilkan antibody dan melepaskanya ke dalm cairan tubuh. Sel limfosit B juga menghasikan
sel memori B, dengan struktur yang sama dengan sel limfosit B dan dapat hidup lebih lama dari
pada sel plasma.

3. Antibody Poliklonal
Antibodi dihasikan di dalm tubuh secara alami yang dibentuk merupakan klon dari sel-sel
Iimfosit dan umum.
4. Antibodi monoclonal
Antibodi yang dibentuk di luar tubuh melalu fusi sell. Merupakan hasil pengklonan satu sel
hibridoma. Berfungsi untuk mendiagnois penyakit kanker dan hepatitis.

Antibodi memiliki struktur seperti huruf Y dengan dua lengan dan satu kaki. Lengan tersebut
dinamakan antigen dinding site, yakni tempat melekatnya antigen. Molekul antibody dapat dikelompokkan
menjadi lima kelas yaknz 1Gg, IgA, IgM, IgD, IgF.

Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya


Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya terbagi 2, yaitu :

1. Imunitas humoral

Imunitas humoral yaitu imunitas yang dimediasi oleh molekul di dalam darah yang disebut
antibodi. Antibodi dihasilkan oleh sel B Iimfosit. Mekanisme imunitas imi ditujukan untuk benda
asing yang berada di di luar sel (berada di cairan atau jaringan tubuh). B Iimfosit akan mengenali
benda asing tersebut, kemudian akan memproduksi antibodi. Antibodi merupakan molekul yang
akan menempel di suatu molekul spesifik (antigen) di permukaan benda asing tersebut. Kemudian
antibodi akan menggumpakan benda asing tersebut sehingga menjadi tidak aktif, atau berperan
sebagai sinyal bagi sel-sel fagosit.

5. Imunitas selular
Imunitas selular adalah respon imun yang dilakukan olkh molekul-molekul protein yang
tersimpan dalam limfa dan plasma darah imunitas ini dimediasi oleh sel T limfosit. Mekanisme ini
ditujukan untuk benda asing yang dapat menginfeksi sel (beberapa bakteri dan virus) sehingga
tidak dapat dilekati oleh antibodi
4. Imunsasi
Merupakan salah satu usaha manusia untuk menjadikan individu kebal terhadap suatu
penyakit.

Imunisasi terbagi 2,yaitu

1. Imunisasi aktif

Diperoleh karena tubuh secara aktif membuat antibody sendiri.

2. Imunsasi aktif Alami

Kekebalan yang Diperoleh seseorang setelah sembuh dari sakit tertentu.

3. Imunisasi Aktif Buatan

Imunsasi merupakan pemberian mikroorganisme yang telah mati atau dilemahkan ke dalam tubuh manusia
supaya tubuh membentuk antibody.
d. Imunsasi Pasif

Kekebalan yang didapat dari pemindahan antibody dari suatu indvidu ke indvidu lainya.

e. Imunisasi Pasif Alami

Terjadi pada bayi dalam kandungan, dimana antibody sang ibu akan masuk ke dalam tubuh bayi melalui
plasenta, dan ASI pertama.

f. Imunisasi Pasif Buatan

Kekebalan yang diperoleh dengan memasukkan antibody atau serum yang telah kebal penyakit
yang dilakukan melalu suntikan. Tujuanya adalah untuk memberikan kekebalan tubuh secepatnya
karena tubuh penerima tidak memiliki banyak waktu untuk membentuk antibody.

Macam sistem pertahanan tubuh

Antibodi adalah suatu zat yang dibentuk oleh tubuh, yang berasal dari protein darah Jenis
gama-globulin dan berfungsi untuk melawan antigen (zat asing/protein asing) yang masuk ke
dalam tubuh. Umumnya yang bertugas melawan para antigen ini adalah kelompok sel darah putih
(leukosit). Ada bermacam-macam leukosit dengan berbagai fungsi Berdasarkan ada/tidaknya
granula di dalam plasma, leukosit dibagi menjadi:

1. Neutrofil

Plasmanya bersifat netral, inti selnya berjumlah banyak (polimorf) dengan bentuk
bermacam-macam. Neutrofil melawan antigen dengan cara memakannya (fagositosis). Selain
melakukan fagositosis terhadap kuman, neutrofil juga memakan jaringan tubuh yang rusak
atau mati.

2. Eosinofil

Plasmanya bersifat asam Itulah sebabnya eosinofil akan tampak berwarna merah tua
bila ditetesi eosin. Eosinofil juga bersifat fagosit dan jumlahnya akan meningkat jika tubuh
terkena infeksi.
3. Basofil

Plasmanya bersifat basa. Berwarna biru jika ditetesi larutan basa. Basofil juga bersifat
fagosit. Selain itu, basophil mengandung antikoagulan (anti penggumpalan darah), yaitu
heparin.

4. Limfosit

Limfosit tidak dapat bergerak dan berinti satu. Ukurannya ada yang besar dan ada
yang kecil. Limfosit berfungsi untuk membentuk antibodi.

5. Monosit

Monostt dapat bergerak seperti Amoeba dan mempunyai inti yang bulat/bulat
panjang. Monosit diproduksi pada jaringan limfe (getah bening) dan bersifat fagosit.

Macam Sistem Kekebalan

1. Sistem Kekebalan Alami

Jika tubuh terserang suatu penyakit, misalnya campak, tubuh akan membentuk antibodi untuk
melawan campak. Dibentuknya antibodi ini menyebabkan tubuh menjadi kebal (imun) terhadap
campak. Kekebalan (imunitas) terhadap suatu penyakit yang dimiliki tubuh tanpa perlakuan
tertentu ini dinamakan kekebalan alami/kekebalan perolehan (aguired immune). Contoh kekebalan
alami yang lain adalah kebalnya bayi terhadap beberapa penyakit setelah menyusu pada hari
pertama. Di dalam air susu ibu tersebut terkandung kolostrum yang kaya antibodi dan mineral.
Kekebalan bayi ini bertahan beberapa hari sampai beberapa minggu.

2. Sistem Kekebalan Buatan

Kekebalan buatan adalah suatu bentuk kekebalan tubuh yang sengaja dibuat atau
ditumbuhkan melalui pemberian vaksin. Vaksin adalah bibit penyakit (kuman/antigen) yang telah
dilemahkan. Proses pemberian vaksin dalam tubuh disebut vaksinasi. Contohnya jika
menginginkan tubuh memproduksi antibodi tetanus, maka seseorang disuntik bakteri tetanus yang
telah dilemahkan. Vaksin tetanus yang masuk tersebut akan dianggap tubuh sebagai antigen
sehingga tubuh akan memproduksi antibodi. Akibatnya tubuh menjadi kebal terhadap tetanus jika
suatu saat penyakit tersebut menyerang. Kekebalan yang dibuat oleh tubuh dengan pemberian
vaksin ini dinamakan kekebalan buatan dan termasuk kekebalan aktif karena tubuh membentuk
antibodi sendiri.

Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh

1. Alergi

Merupakan suatu reaksi abnormal yang terjadi pada seseorang. Umumnya alergi bersifat
khusus dan hanya muncul jika penderita melakukan kontak dengan penyebab alergi. Alergi dapat
diturunkan dari orang tua atau keluarga dekat. Alergi dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat
fatal terhadap penderita.

2. AIDS

AIDS merupakan suatu sindrom atau penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human
Immunodeficiency Virus). Pada tubuh manusia, virus HIV hanya menyerang sel yang memiliki
protein tertentu. Protein itu ialah yang terdapat pada sel darah putih T4, yaitu sel darah putih yang
berperan menjaga system kekebalan tubuh. Apabila virus HIV menginfeksi tubuh, manusia akan
mengalami penurunan system kekebalan tubuh. Akibatnya,para penderita HIV-AIDS akan mudah
terinfeksi berbagai jenis penyakit.

Penderita HIV positif umumnya masih dapat hidup dengan normal dan tampak sehat, tetapi
dapat menularkan virus HIV. Penderita AIDS adakah penderita HIV positif yang teah
menunjukkan gejala penyakt AIDS.

Gejala-gejala penyakit AIDS adalah :

 Ganguan pada system saraf.

 Penurunan libido.

 Sakit kepala.

 Demam.

 Berkeringat pada malam hari selama berbulan-bulan.

 Diare.
 Terdapat bintik-bintik berwarna hitam atau keungu-unguan disekujur tubuh.

 Terdapat banyak bekas luka yang belum sembuh total.

 Terjadi penurunan berat badan secara drastis

 Penularan virus HIV:

Umumnya terjadi melalui hubungan seks dengan penderita HIV

- Pemakaan jarum suntik bersama-sama dengan penderita HIV

- Transfusi darah yang terinfeksi HIV

- Bayi yang minum ASI penderita HIV atau dilahirkan oleh ibu penderita HIV

 Cara menghindari HIV:

- Menghindari hubungan seks diluar nikah

- Menggunakan kondom jika melakukan hubungan seksual

- Memakai jarum suntik yang terjamn sterilisasinya

- Menghindari kontak langsung dengan penderita HIV jika sedang terluka

- Menghindari kehamilan bagi wanita penderita HIV

- Menerima transfusi darah yang tidak terinfeksi HIV

3. Automunitas
Kegagalan daya diskriminasi endogen pada system kekebalan tubuh sendri dianggap sebagai
zat / benda asing dan terhadapnya dibentuk zat antibody.

Makanan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh

1. Jeruk

Mengatasi sariawan pasti hal pertama yang ada di benak orang kebanyakan ketika ditanya
manfaat jeruk. Tapi tahukah Anda bahwa jeruk merupakan salah satu buah yang dapat mencegah
kanker dan serangan jantung. Enzim Limonid pada jeruk mampu mencegah kanker tertentu. Enam
Pektin yang ada menurunkan LDL (kolestrol jahat), memperkecil penyumbatan pembuluh darah
dan memperkecil resiko serangan jantung.

2. Semangka

Wajah segar, bercahaya dan tampak lebih muda terpancar dari orang yang mengkonsumsi
buah kaya air ini secara teratur. Zat bekaroten dalam semangka mampu menyegarkan kembali sel-
sel layu yang dirusak oleh molekul radikal bebas yang merupakan hasil sampingan metabolisme
tubuh. Likopen yang ada dalam semangka dapat menyusutkan risiko kanker mulut rahim dan
kanker pankreas pada wanita. Sebuah hasil penelitian di India menunjukkan, likopen dapat
menambah jumlah sperma pada laki-laki terutama yang struktur spermanya tidak normal dan
pergerakannya lamban.

3. Kedelai

Dalam kacang kedelai terdapat Isoflavon, enzim yang memiliki fungsi mirip hormon
estrogen, sehingga dapat mencegah keropos tulang. Kedelai juga termasuk makanan pengganti
protein tinggi yang ideal, karena tak mengandung asam lemak jenuh sehingga mengurangi risiko
serangan jantung.

4. Brokoli

Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh untuk menghilangkan
atau menetralkan zat penyebab kanker, karsinogenik. Zat bekarotin di dalam brokoli mampu
mencegah kanker usus besar dan payudara, juga tekanan darah tinggi.

5. Kangkung

Kangkung kan membuat ngantuk! Mitos ini sudah lama beredar di masyarakat, tapi
sebenarnya kangkung mengandung zat untuk meningkatkan ketahanan tubuh. Bersifat anti racun,
anti radang dan mengandung protein, kalsium juga karoten ini dapat melancarkan air seni. Bagi
ibu hamil juga berguna untuk mengatasi mual di awal kehamilan.
6. Belimbing

Buah ini mengandung serat makanan, vitamn A dan C juga kalium. Zat-zat tersebut
menjaga kenormalan fungsi organ pencernaan, sistim pembuluh darah dan jantung. Bagi orang
yang mempunyai tekanan darah dan kolestrol tinggi sangat disarankan untuk mengkonsumsi

belimbing.
BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat kami simpulkan dari makalah ini adalah:

Sistem kekebalan tubuh (imunitas) adalah sistem mekanisme pada organisme yang
melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh
patogen serta sel tumor. Sistem kekebalan atau imunitas adalah suatu sistem pertahanan yang
digunakan untuk melindungi tubuh dari infeksi penyakit atau kuman. Sistem kekebalan adalah
serangkaian proses biologi di dalam tubuh yang akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit
dengan cara mengenali dan membunuh “patogen” dan sel tumor.

Sistem imun terbagi dua berdasarkan perolehannya atau asalnya, yaitu:

1. Sistem imun Non Spesifik (Sistem imun alami)

2. Sistem imun Spesifik (Sistem imun yang didapat atau hasil adaptasi)

Berdasarkan mekanisme kerjanya, sistem imun terbagi, yatu:

1. Sistem imun humoral (sistem imun jaringan atau diluar sel, yang berperan adalah Sel B
"antibodi".

2. Sistem imun celular (sistem imun yang bekerja pada sel yang terinfeksi antigen, yang
berperan adalah sel T (Th, Te, Ts)

Imunisasi merupakan salah satu usaha manusia untuk menjadikan individu kebal terhadap
suatu penyakit.

Imunisasi terbagi 2, yaitu :

1. Imunisasi aktif

Diperoleh karena tubuh secara aktif membuat antibody sendri.


2. Imunisasi Pasif

Kekebakan yang didapat dari pemindahan antibody dari suatu indvidu ke individu lainnya.

 Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh terdiri Akrgi, AIDS, Automunitas.

 Kekebaan tubuh kita juga dapat ditingkatkan dengan memakan buah-buahan seperti
semangka, belimbing, brokoli dan lain-lain.

B. SARAN

Adapun saran yang dapat kami berikan yatu kita sebagai mahasiswa dan tenaga kesehatan
kedepannya dapat mempergunakan makalah ini dengan sebaik-baiknya serta dapat
mengaplikaskannya dalam kehidupan sehari-hari dimana pun kita berada.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem kekebalan

http://tonangardyanto.blogspot.com/2006/04/1-virus-sistem-imun-da n- antibiotika.html

http://rhamnosa.wordpress.com/2006/03/11/stimuno-si-penguat-sistem-

IMun