Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Derajat kesehatan yang tinggi dalam pembangunan ditujukan untuk mewujudkan


manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Salah satu unsur penting dari kesehatan adalah
masalah gizi. Gizi sangat penting bagi kehidupan. Kekurangan gizi pada anak dapat
menimbulkan beberapa efek negatif seperti lambatnya pertumbuhan badan, rawan terhadap
penyakit, menurunnya tingkat kecerdasan, dan terganggunya mental anak. Kekurangan gizi
yang serius dapat menyebabkan kematian anak.
Masalah anak kurang gizi adalah kompleks sifatnya, maka penanganannya juga harus
bersifat lintas sektor. Disini dibutuhkan peran penting dukungan sosial. Dukungan sosial
dibutuhkan karena masalah anak kurang gizi ini disebabkan oleh banyak faktor baik itu faktor
internal maupun eksternal. Agar upaya pembinaan suasana dalam upaya pencegahan dan
penanggulangan anak kurang gizi buruk berhasil dengan baik maka advokasi kesehatan juga
perlu dilakukan.
Anak balita sehat atau kurang gizi secara sederhana dapat diketahui dengan
membandingkan antara berat badan menurut umurnya, dengan rujukan (standar) yang telah
ditetapkan . Apabila berat badan menurut umur sesuai dengan standar (-2 SD s/d +2 SD) ,
anak disebut gizi baik. Kalau sedikit di bawah standar ( -3 SD s/d -2 SD ) disebut gizi kurang.
Apabila jauh di bawah standar dikatakan gizi buruk( < -3 SD ).
Pada tahun 2013 Balita yang mengalami gizi buruk di Kota Padang ditemukan
sebanyak 119 kasus, dimana anak laki laki (65 Balita) lebih banyak mengalami gizi buruk
dibanding balita perempuan (54 Balita). Kasus Balita gizi buruk ini meningkat dibanding
tahun 2012 sebanyak 98 orang.
Di wilayah kerja puskesmas Andalas juga terdapat peningkatan angka balita gizi
buruk pada tahun 2013 dibandingkan pada tahun 2012. Pada tahun 2012 hanya tercatat 3
kasus gizi buruk dengan 2 orang mengalami perbaikan dan 1 orang meninggal dunia,
sedangkan pada tahun 2013 telah tercatat 14 kasus gizi buruk. Banyak hal yang menyebabkan
masalah gizi kurang antara lain hal ketersediaan pangan dalam rumah tangga, asuhan gizi
keluarga, akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan, dan juga adanya penyakit infeksi
yang diderita bayi/ balita yang mendasari gizi buruk.

1
Agar gizi buruk dapat terdeteksi perlu dilakukan penilaian status gizi dengan
pemantauan data SKDN. Pencatatan dan pelaporan data SKDN untuk melihat cakupan
kegiatan penimbangan (K/S),kesinambungan kegiatan penimbangan posyandu (D/K), tingkat
partisipasi masyarakat dalam kegiatan (D/S), kecenderungan status gizi (N/D), efektifitas
kegiatan (N/S).
Masih kurangnya partisipasi masyarakat ke posyandu menjadi salah satu faktor yang
menyebabkan terdapatnya angka gizi buruk di wilayah kerja puskesmas Andalas. Oleh karena
itu, Puskesmas Andalas sebagai unit pelaksana fungsional berfungsi sebagai pusat
pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan serta
pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peranan yang penting dalam penanganan
angka kejadian gizi buruk.
Upaya penanggulangan ini dilakukan melalui Lima Langkah Pengelolaan Program
Gizi Puskesmas di Puskesmas, sebenarnya telah diatur oleh program gizi ditingkat Kabupaten
(Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota), namun demikian agar program perbaikan gizi di
Kecamatan dapat langsung memberikan dampak pada tingkat kabupaten, seyogyanya harus
di kelola dengan baik. Langkah – langkah tersebut adalah identifikasi masalah, analisis
masalah, menentukan kegiatan perbaikan gizi, melaksanakan program perbaikan gizi,
pemantauan dan evaluasi.

1.2 Batasan Masalah


Makalah ini membahas tentang Penanganan Anak Kurang Gizi di Puskesmas
Andalas.

1.3 Tujuan Penulisan


a. Tujuan Umum
Mengetahui penanganan anak kurang gizi di puskesmas secara umum.
b. Tujuan Khusus
 Mengetahui penanganan anak kurang gizi di Puskesmas Andalas

1.4 Metode Penulisan


Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan pustaka yang merujuk dari berbagai
literatur, Laporan Tahun 2013 Puskesmas andalas, diskusi dengan pimpinan Puskesmas
Andalas dan Penanggungjawab Program di bidang gizi.

2
BAB II
ANALISIS SITUASI
2.1 Kondisi Geografis
Puskesmas Andalas terletak di kelurahan Andalas dengan wilayah kerja meliputi 10
kelurahan dengan luas 8.15 Km2 dengan batas-batas sebagai berikut:
 Sebelah Utara : Kecamatan Padang Utara,Kuranji
 Sebelah Selatan : Kecamatan Padang Selatan
 Sebelah Barat : Kecamatan Padang Barat
 Sebelah Timur : Kecamatan Lubuk Begalung, Pauh

Sumber :LaporanTahunanPuskesmasAndalasTahun 2009


Gambar 1.Peta wilayahkerjaPuskesmasAndalas

2.2 Kondisi Demografis


Data kependudukan Kecamatan Padang Timur sebagai wilayah kerja Puskesmas
Andalas adalah :

3
Tabel 2.1 Daftar Jumlah Bayi dan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas
NO KELURAHAN PENDUDUK BAYI BALITA
1 SAWAHAN 5081 123 530
2 JATI BARU 6670 139 648
3 JATI 10048 216 1025
4 SAWAHAN TIMUR 6430 101 588
5 SP. HARU 4145 116 459
6 KB. MARAPALAM 6100 126 589
7 ANDALAS 9649 192 975
8 KB.DLM.PRK.KRKH 11198 222 1108
9 PRK. PDG. TIMUR 7841 161 803
10 GT.PARAK GADANG 13091 273 1493
TOTAL 80253 1669 8218
Sumber :Laporan tahunan puskesmas Andalas tahun 2013

2.3 Sarana dan Prasarana Kesehatan


Wilayah Kerja Puskesmas Andalas sangat luas, oleh karena itu untuk melayani
masyarakat, Puskesmas Andalas memiliki 1 buah Puskesmas induk, dan 8 buah Puskesmas
pembantu dan 3 buah Poskeskel yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Andalas, yaitu :
1. Puskesmas Pembantu Andalas Barat
2. Puskesmas Pembantu Parak Karakah
3. Puskesmas Pembantu Tarandam
4. Puskesmas Pembantu Ganting Selatan
5. Puskesmas Pembantu Jati Gaung
6. Puskesmas Pembantu Sarang Gagak
7. Puskesmas Pembantu Kubu Dalam
8. Puskesmas Pembantu Kampung Durian
9. Poskeskel KubuMarapalam
10. Poskeskel Sawahan
11. Poskeskel Kubu Dalam
Untuk kelancaran tugas pelayanan terhadap masyarakat, Puskesmas Andalas
mempunyai:
 1 buah kendaraan roda empat ( Puskel )
 5 buah kendaraan roda dua
Sarana kesehatan lain yang ada di wilayah kerja Puskesmas Andalas yaitu :
 Rumah Sakit Pemerintah : 3
 Rumah Sakit Swasta : 6

4
 Klinik Swasta : 6
 Dokter Praktek Umum : 51 Orang
 Dokter Praktek Spesialis : 15 Orang
 Bidan Praktek Swasta : 30 Orang
 Dukun Terlatih : 2 Orang
 Kader aktif : 352 Orang
 Pos KB : 12 Pos
 Posyandu Balita : 89
 Posyandu Lansia : 12

Tabel 2.2 Distribusi Posyandu Menurut Kelurahan


NO KELURAHAN JUMLAH POSYANDU
1 2 3
1 Sawahan 6

2 Jati Baru 11
3 Jati 11
4 Sawahan Timur 6
5 Simpang Haru 4
6 Andalas 9
7 Marapalam 6
8 Tb. Dalam Parter 11
9 Pr. Gd. Timur 11
10 Gt. Pr. Gadang 14
JUMLAH 89

2.4 Ketenagaan
Puskesmas Andalas mempunyai tenaga kesehatan yang bertugas di dalam gedung
induk dan Puskesmas Pembantu. Dengan rincian : 51 orang PNS, 7 orang tenaga PTT, 6
orang tenaga volunteer/honor.

Tabel 2.3 Komposisi Ketenagaan yang ada di Puskesmas Andalas


NO JENIS KETENAGAAN PNS PTT HONOR JML
1. Dokter Umum 4 - - 4
2. Dokter Gigi 3 - - 3
3. SKM 4 - 1 5
4. Akademi Perawat 5 - 1 6
5. Akademi Bidan 6 7 - 13
6. Pengatur Gizi / AKZI 1 - 1 2
7. Perawat 6 - - 6
5
8. Bidan 7 1 - 8
9. Perawat Gigi 1 - - 1
10. Sanitarian 2 - - 2
11. Asisten Apoteker 3 - - 3
12. Analis 3 - 1 4
13. SMU 6 - 2 8
Jumlah 51 8 6 65
Sumber :Laporan Tahunan Puskesmas Andalas tahun 2013

2.5 Sasaran Program Gizi


Tabel 2.4 Sasaran program gizi
No Sasaran Program Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Jumlah Penduduk 39880 40737 80235
2 Bayi (0-15) Bulan 332 336 668
3 Bayi (6-11) Bulan 498 503 1001
4 Anak ( 12-24) Bulan 1751 1736 3451
5 Anak (2-5) Tahun 3098 1559 4657
7 Ibu Hamil - 1836 1836
8 Ibu Nifas - 1669 1669
Sumber :Laporan Tahunan Puskesmas Andalas tahun 2013