Anda di halaman 1dari 9

1.

Perbandingan manfaat Assesment non tes dalam 5 Bimbingan Konseling ( Pribadi,

Sosial, Belajar , Karir dan Keluarga

Pribadi Sosial Belajar Karir Keluarga


Untuk memperoleh Untuk memperbaiki Untuk mengetahui Membantu idividu Untuk mengetahui
data dari konseli struktur sosial para kesulitan belajar agar bisa menentukan latar belakang
tersebut,Untuk siswa,memeperbaiki yang dialami karir atau cita-citanya keluarga individu
mengetahui masalah penyesuaian hubungan individu,penyebabny sesuai dengan minat tersebut sehingga
individu,Untuk sosial siwa yang a,dan dapat dan konselor mudah
mengenali diinginkan dalam mengetahui layanan bakatnya,Memberikan untuk
kemampuan kelompok yang apa yang akan siswa informasi memahaminya.
individu,Membantu berrsangkutan,Menjad diberikan untuk mengenai dirinya dan
siswa untuk i dasaar pertimbangan membantu individu dunia kerja yang
mengenali dan untuk menempatkan tersebut dalam hal cocok,Membantu
memahami dirinya siswa dalam belajar,Meningkatka siswa dalam
sendiri,Siwa dapat kelompok yang n motivasi belajar pemilihan jurusan.
menemukan sesuai,Merencanakan siswa dengan
hambatan dalam kegiatan interval memahami dirinya
dirinya dan dapat dalam menciptakan
menyelesaikannya iklim sosial yang
sendiri. diharapkan.

Jadi perbandingan manfaat assessment non tes dalam 5 bimbingan konseling adalah dalam
bimbingan pribadi assessment non tes bermanfaat untuk membantu konselor untuk mengetahui
data diri individu yang bersifat pribadi seperti indentitas,riwayat pendidikan dengan demikian
konselor semakin mudah untuk membantu individu tersebut untuk memahami dan mengenali
dirinya sendiri, Sedangkan dalam bimbingan Sosial Asesment non tes bermafaat untuk
membantu konseler agar dapat mengenalkan lingkungan sekitar pada siswanya,agar siswanya
dapat beradaptasi,Sedangkan dalam bimbingan belajar Asesment non tes bermanfaat untuk
membantu konselor untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswanya,Sedangakan
dalam bimbingan karir Asesment non tes bermanfaat untuk membantu konselor untuk
mengetahui bakat dan minat siswanya agar bisa membantu siswanya dalam menentukan karir
atau cita-citanya,Sedangkan dalam Bimbingan Keluarga assessment non tes bermanfaat untuk
mambantu konselor untuk mengetahui latar belakang keluarga siswanya.

2. Contoh penerapan Assesment non tes disekolah yang menunjukkan bahwa


Assessment Sebagai Proses Terencana Yaitu
Melakukan Observasi terhadap Kesulitan Belajar Pada Murid, Untuk mengetahui Murid
yang kesulitan belajar maka dilakukan
1. Pengumpulan Data
Didalam pengumpulan data untuk memperoleh data tentang kesulitan belajar tersebut
maka digunakan metode observasi dan wawancara terhadap siswa.
2. Pengolahan Data
Setelah melakukan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara.maka data
tersebut diolah ternyata dapat disimpulkan kesulitan belajar yang dialami murid
adalah tingkat potensinya intelektual nya normal,prestasi belajarnya yang rendah,dan
sebagian murid lambat dalam belajar.
3. Diagnosis
Setelah menyimpulkan masalah yang dialami murid tersebut.selanjutnya adalag
mengdiagnosis apa factor penyebab timbulnya maslah tersebut dan setelah didiagnosa
ternyata Timbulnya masalah kesulitan dalam belajar disebabkan oleh faktor yaitu
A. Setelah melihat data-data sendiri dan mendapat hasil home visit wali kelas, dapat
dilihat bahwa latar belakang keluarga sebagian murid yang mengalami kesulitan
belajar berasal dari petani dan ibu hanya sebagai ibu rumah tangga. Di rumah
jarang diperhatikan belajarnya. Dan perhatian khusus kedua orang tuanya tentang
perkembangan belajarnyapun jarang. Ibunya sendiri yang hanya di rumah sibuk
ngurusin adik-adiknya. Walaupun sebenarnya masih ada waktu banyak untuk
meluangkan waktu untuk memperhatikan belajarnya
4. Prognosis
Setelah melakukan diagnosis kesulitan belajar murid tersebut, pihak sekolah melalui
Guru BK telah melakukan beberapa hal yakni :Bimbingan Pribadi dan Kunjungan
Rumah (home visit).
5. Memberikan Layanan
A. Layanan Orientasi
Layanan orientasi ini diberikan pada saat permulaan awal masuk sekolah. Isinya tentang
apa saja yang akan dipelajari dan khususnya pelajaran semester ganjil.
B. Layanan Informasi
Layanan informasi ini diberikan untukm membekali siswa dengan berbagai pengetahuan
dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna bagi individu murid sebagai
penunjang pembelajarannya di sekolah. Seperti menyampaikan aga murid menyiapkan
buku tulis tiap bidang studi, jadwal belajar, dan lain-lain
C. Layanan Penempatan Penyaluran
Layanan ini telah dilakukan dengan menempatkan posisi tempat belajar yang sesuai.
D. Layanan Pembelajaran
Layanan ini diberikan agar murid mampu melaksanakan kegiatan belajar dengan baik dan
seoptimal mungkin, baik di sekolah maupun di rumah.
E. Layanan Bimbingan Kelompok
Guru BK sewaktu-waktu memberikan layanan bimbingan kelompok pada muridnya. Hal
ini bertujuan agar murid-murid memahami betapa pentingnya kerjasama dalam hal sosial.
Membuat jadwal piket, dan struktur kelas.
F. Bimbingan Pribadi
Bimbingan pribadi ini dilakukan pihak sekolah kepada murid yang menagalami kesulitan
belajar. Hal ini dilakukan pada siswa . Bimbingan ini bertujuan untuk memberikan
pemahaman dan pemberian pengertian tentang masalah yang dihadapinya dan saran-
saran untuk penyelesaian masalah belajarnya.

6. Hasil
Setelah melakukan tahapan untuk menyimpulkan masalah kesulitan belajar pada
murid, penulis menyarankan kepada wali kelas agar lebih memperhatikan masalah
siswanya dikelas.Dan dapat disimpulkan bahwa yang menyebabkan kesulitan belajar
adalah susah dalam menagkap pelajaran dan lambat proses mentransfer ilmunya.
memberikan beberapa macam layanan bimbingan. Pihak sekolah melakukan evaluasi
bahwa kedua anak Untuk itu sosuli tepatnya adalah agar guru memberikan waktu
khusus pada murid untuk melakukan pengulangan pelajaran dengan tepat.
7. Evaluasi
Murid tersebut harus mendapatkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya. Dan
pihak sekolah selalu memberikan informasi kepada orang tua masing-masing terkait
ada atau tidaknya perkembangan hasil belajar keda murid tersebut.
3. Perbandingan tujuan,dan keterbatasan dari instrumen dari Angket, Observasi,
wawancara, Sosiometri, grafis adalah
Tujuan Angket adalah
Tujuan Umum
1. Memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian.
2. Memperoleh informasi mengenai suatu masalah secara serentak.
Tujuan Khusus
1. Menyebutkan dengan tepat bentuk angket menurut pengklasifikasiannya, sedikitnya
tiga macam.
2. Membuat jenis pertanyaan sesuai dengan tujuan pengumpulan data, sedikitnya dua
jenis.
3. Melancarkan angket kepada sejumlah siswa dengan benar.
4. Menganalisis hasil data dari angket dengan benar.
Tujuan Observasi adalah Mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas
yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat
dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
Tujuan wawancara ialah untuk mengumpulkan informasi dan bukan untuk merubah
ataupun mempengaruhi pendapat responden.
Tujuan dari Sosiometri adalah
1. Menemukan murid mana yang ternyata mempunyai masalah penyesuaian diri dalam
kelompoknya.
2. Membantu meningkatkan partisipasi sosial diantara murid-murid dengan penerimaan
sosialnya.
3. Membantu meningkatkan pemahaman dan pengertian murid terhadap masalah
pergaulan yang sedang dialami oleh individu tertentu.
4. Merencanakan program yang konstruktif untuk menciptakan iklim sosial yang lebih
baik dan sekaligus membantu mengatasi masalah penyesuaian di kelas tertentu.
Tujuan dari Grafis adalah
Tujuan dari Grafis adalah sebagai salah satu alat tes psikologi untuk mengungkap
kepribadian individu
Keterbatasan Angket
1. Jika ada pertanyaan yang kurang jelas tidak bisa mendapat keterangan lebih
lanjut.
2. Pertanyaan dalam angket biasanya bersifat agak kaku tidak dapat dirubah sesuai
dengan keadaan sekitarnya;
3. Sulit memberikan jaminan, bahwa semua angket yang telah dikeluarkan itu akan
kembali seluruhnya.

Keterbatasan Observasi
1. Observasi tiidak dapat mengungkapkan kehidupan pribadi seseorag yang sangat
dirahasiakan. Apabila seseorang yang diamati sengaja merahasiakan kehidupannya maka
tidak dapat diketahui dengan observasi. Misalnya mengamati anak yang menyayi, dia
kelihatan gembira, lincah . Tetapi belum tentu hatinya gembira, dan bahagia. Mungkin
sebaliknya, dia sedih dan duka tetapi dirahasiakan.
2. Apabila si objek yang diobservasikan mengetahui kalau sedang diobservasi maka tidak
mustahil tingkah lakunya dibuat-buat, agar observer merasa senang.
3. Observasi banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak dapat dapat dikontrol
sebelumya.
Keterbatasan Wawancara
1. Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu
yang diwawancarai
2. Kelancaran wawancara dapat dipengaruhi oleh keadaan sekitar pelaksaan
wawancara
3. Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan sempurna dari
pewawancara
4. Adanya pengaruh subjektif dari pewawancara dapat mempengaruhi hasil
wawancara
Keterbatasan Sosiometri
Sangat sulit dijamin kerahasiaannya, karena siswa cenderung saling mananyai pilihannya.
Siswa memilih bukan atas dasar pertimbangan dengan siapa dia akan paling berhasil
dalam melakukan pekerjaan, tetapi atas dasar rasa simpati dan antipati.
Keterbatasan Grafis
Tidak mengikuti prosedur formal untuk standarisasi konstruksi tes administrasi dan
petunjuk skoring yang tidak konsisten
1. Norma interpretasi yang kurang sistematis
2. Obyektivitas skoring minimal
3. Interpretasi didasari akal sehat
4. Reliabilitas dan validitas yang kurang
5. Kurang ada penelitian yang dikaitkan dengan budaya untuk petunjuk interpretasi

Contoh dari instrumen dari Angket, Observasi, wawancara, Sosiometri, grafis yaitu
1. Contoh Angket

1. III. IDENTITAS SISWA


1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis kelamin :
4. Hari/Tgl :

1. IV. DAFTAR PERTANYAAN


1. Bagaimana menurut anda tentang peranan kedisiplinan guru dalam meningkatkan
efektivitas belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu
Kabupaten Kepulauan Selayar ?
1. Sangat baik c. Kurang baik
2. Baik d. Tidak baik
2. Bagaimana menurut anda tentang metode pembelajaran dalam meningkatkan
kedisiplinan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten
Kepulauan Selayar ?
1. Sangat baik c. Baik
2. Cukup baik d. Kurang baik
3. Bagaimana menurut anda mengenai langkah-langkah dalam peningkatan
kedisiplinan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten
Kepulauan Selayar ?
1. Sangat baik c. Baik
2. Cukup baik d. Kurang baik
4. Apakah sarana dan prasarana cukup memadai di Sekolah Menengah Pertama
Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar ?
1. Sangat memadai c. Memadai
2. Cukup memadai d. Kurang memadai
5. Bagaimana menurut anda tentang kemampuan guru dalam mengajar di Sekolah
Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar ?
1. Sangat baik c. Baik
2. Cukup baik d. Kurang baik
6. Apakah menurut anda kedisiplinan belajar sudah diterapkan di Sekolah Menengah
Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar ?
1. Sudah diterapkan c. Kurang diterapkan
2. Cukup diterapkan d. Tidak diterapkan
7. Apakah efektivitas belajar menurut anda sudah berjalan dengan sempurna di
Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar
?
1. Sudah sempurna c. Kurang sempurna
2. Cukup sempurna d. Tidak sempurna
8. Apakah tingkat kedisiplinan guru menurut anda dalam mengajar sudah memenuhi
target di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten
Kepulauan Selayar ?
1. Sangat memenuhi c. Kurang memenuhi
2. Cukup memenuhi d. Tidak memenuhi
2. Contoh Observasi
Daftar Pertanyaan Yang di Ajukan kepada Siswa yang bermasalah

No Pertanyaan Mahasiswa Jawaban siswa


1 Adik rivaldo, masalah apa saja yang sering Suka nggak ngerti pelajaran kak.
kamu hadapi di kelas?
2 Pelajaran apa saja yang susah menurut Bahasa Indonesia, PKN, (Matematika kadang
adik? susah kadang gampang)
3 Pelajaran apa yang kamu sukai dik? IPA kak
4 Kenapa adik tidak suka dengan pelajaran Ya susah aja kak, banyak main-main
bahasa Indonesia, PKN, dan matematika?
5 Apa tidak dimarahi guru main – main di Ya dimarahi lah ka
kelas?
6 Di rumah suka belajar ka? Nggak pernah kak.
7 Apa orang tua adek pernah menyuruh adek Kadang- kadang kak, kadang marah, kadang
belajar jika berada di rumah? nggak juga.
8 Kalau di rumah tidur jam berapa? Kalau nggak jam 9, jam 10
9 Pernah berantem di sekolah atau di kelas Pernah kak. Sama kawanku, aku diam saja
dik? dilotaki nya, trus pas aku berkelahi aku
dorong kawanku.
10 Pernah di bawa ke kantor karena berkelahi? Pernah kak
11 Apa yang dilakukan guru kepadamu di Ya…. Dinasihati guru biar nggak gitu lagi
kantor?
12 Hobby adik apa? Berenang, main bola, suka main internet.
13 Internet,,,,? Kapan saja adik main internet, Pulang sekolah kak.
kan adik sekolah?
14 Di internet buka apa saja dik? Kalau nggak game, facebook.
15 Biasanya sampai berapa lama main internet Kadang 1 jam kadang sampai 5 jam.
dik?
16 Berapa 1 jam dik? 1 jam 2 ribu kak.
17 Biasanya berapa uang jajan di kasih Kadang 1 ribu, kadang 2 ribu
mamak?
18 Main internet uangnya darimana? Kadang minta mamak, tapi suka kena marah
kalau lama-lama”kenapa lama-lama disitu,
bukannya ngerjain PR kau disitu, habis-
habisin duit saja kau” gitu kata mamak.
19 Kalau tidak dikasih mamak uang, trus Cari botot-botot kak sama kawan.
darimana uangnya?
20 Biasanya dapatnya berapa? 53 ribu
21 Pernah tinggal kelas atau mendapat nilai Kalau tinggal kelas nggak pernah kak, tapi
merah di raport nggak dik? kalau dapat nilai merah pernah.
22 Apa kata guru dan orang tua adek kalau Kata mamak” rajin-rajin belajar, biar nggak
mendapat nilai merah? bodoh terus.

3. Contoh Wawancara

1. II. IDENTITAS GURU


1. Nama :
2. Jabatan :
3. Bidang Studi Yang Diajarkan :

1. III. DAFTAR PERTANYAAN

1. Sebutkan langkah-langkah apa saja yang diambil oleh guru dalam meningkatkan
kedisiplinan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan
Selayar ?
2. Menurut Bapak/Ibu hambatan-hambatan apa saja yang dialami oleh guru dalam
meningkatkan efektivitas belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4
Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.
3. Usaha-usaha apa saja yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan efektivitas belajar
siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan
Selayar ? Sebutkan dan jelaskan!
4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengajar dengan tetap mengedepankan tingkat
kedisiplinan pembelajaran serta efektivitas belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri
4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar ?
5. Apakah tingkat kedisiplinan guru dalam mengajar sudah mencapai target pembelajaran di
Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar ?
6. Hal-hal apa saja yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kedisiplinan di Sekolah
Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar ?
7. Apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan kurikulum untuk mencapai efektivitas
pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten
Kepulauan Selayar ?
8. Apakah sarana dan prasarana dapat menunjang proses pembelajaran dalam meningkatkan
efektivitas pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten
Kepulauan Selayar ?
9. Apa yang menjadi faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pelaksanaan
kedisiplinan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu
Kabupaten Kepulauan Selayar? Sebutkan dan jelaskan !
10. Indikator apa yang telah dicapai melalui penerapan kedisiplinan pembelajaran di Sekolah
Menengah Pertama Negeri 4 Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar ?

4. Contoh Sosiometri
Nama : ………………..
Usia : …………………

Persepsi perilaku siswa terhadap siswa lain Dalam KBM sehari-hari didalam Kelas
Dari Pengamatan, Pemahaman,dan pengalaman saya selama berinteraksi didalam kelas maka
menurut saya :
1. Teman yang paling mudah mengubah dan mempengaruhi opini saya
adalah……………………Alasan……………………………………
2. Teman yang paling sering memiliki perbedaan pendapat dengan saya waktu diskusi
adalah……………………Alasan……………………………………
3. Teman yang paling sering membantu saya dan mendukung saya waktu diskusi
adalah…………………….Alasan………………………………………