Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

MODUL 9
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS
MENULIS

Mata Kuliah : PendidikanBahasa Indonesia di SD


Dosen : Ismail, S.Pd.M.Pd

Oleh :
KELOMPOK 3
KELAS B PGSD-BI

Nama NIM
1. AniMilasari 837436059
2. EniNurwiyanti 837436897
3. EkaAmaliyah 837436905
4. Intan Lestari 837438916

UNIVERSITAS TERBUKA
SURABAYA
2019
MAKALAH

MODUL 3
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS
MENULIS

Mata Kuliah : PendidikanBahasa Indonesia di SD


Dosen : Ismail, S.Pd.M.Pd

Oleh :
KELOMPOK 3
KELAS B PGSD-BI

Nama NIM
1. AniMilasari 837436059
2. EniNurwiyanti 837436897
3. EkaAmaliyah 837436905
4. Intan Lestari 837438916

UNIVERSITAS TERBUKA
SURABAYA
2019
ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat,
nikmat, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah pada Modul 9
yang berjudul “ Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Menulis”. Penulisan
makalah ini digunakan untuk menguasai mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas
dari dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini..
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenunhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Pembelajaran Bahasa
Indonesia dengan Fokus Menulis dapat bermanfaat untuk masyarakan dan dapat
memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
.
Lamongan, Oktober 2019

Penulis

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan berbahasa yaitu
mendengarkan atau menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Tujuan dan
manfaat pembelajaran tersebut di atas tidak secara bersamaan dapat dicapai, tetapi
satu per satu mana yang menjadi prioritas dan tujuan yang ingin dicapai. Menulis
sebagai salah satu dari empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis) yang diajarkan di sekolah dasar, merupakan sarana yang
penting dikuasai siswa agar dapat mengungkapkan gagasan pendapat, pengalaman,
dan perasaan dengan baik.
Dengan menulis siswa akan mengalami proses berpikir untuk mengungkapkan
ide dan gagasannya secara luas atau divergen thingking. Proses menulis sangat
terkait hubungannya dengan faktor pengembangan berpikir bebas, berdasarkan
pengalaman yang mendasarinya. Dimana pengalaman tersebut dapat diperoleh
melalui membaca, mendengarkan dan diskusi
Itulah sebabnya Kelas 1 SD terdapat mata pelajaran membaca dan menulis
pada permulaan pelajaran. Penguasaan keterampilan menulis mutlak diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari, namun pada kenyataannya pembelajaran menulis
karangan kurang perhatian yang serius. Pembelajaran menulis di SD sering kurang
ditangani dengan baik. Kalaupun ada pelaksanaannya kurang sistematis. Guru hanya
memberikan sebuah judul karangan yang harus dibuat oleh siswa dengan banyak
lembar atau paragrap tertentu. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis ingin
menyampaikan wawasan pada fungsi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus
menulis.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari makalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pengertian dan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus
menulis?

1
2. Bagaimana memilih materi, metode, dan teknik pembelajaran bahasa Indonesia
dengan fokus menulis?
3. Bagaimana cara menyusun model pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus
menulis di SD kelas rendah dan kelas tinggi ?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian dan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia
dengan fokus menulis.
2. Untuk mengetahui cara memilih materi, metode, dan teknik pembelajaran
bahasa Indonesia dengan fokus menulis.
3. Untuk mengetahui cara menyusun model pembelajaran bahasa Indonesia
dengan fokus menulis di SD kelas rendah dan kelas tinggi.

D. Manfaat Makalah
Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat menjelaskan pengertian dan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia
dengan fokus menulis.
2. Dapat memilih materi, metode, dan teknik pembelajaran bahasa Indonesia
dengan fokus menulis.
3. Dapat menyusun model pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus menulis
di SD kelas rendah dan kelas tinggi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS


MENULIS
Kemampuan menulis bukanlah kemampuan yang diperoleh secara otomatis,
melainkan diperoleh melalui tindak pembelajaran. Tujuan pengajaran menulis
terpadu adalah agar siswa dapat berkomunikasi dalam bahasa tulis sesuai konteks
pemakaian bahasa yang wajar. Untuk mencapai tujuan itu, pengajaran menulis bisa
memadukan beberapa aspek pembelajaran bahasa baik yang bersifat kebahasan
maupun keterampilan bahan ajarnya. Dalam proses pembelajaran guru harus mampu
menciptakan situasi belajar yang memungkinkan siswa aktif untuk berkomunikasi.
Siswa SD kelas rendah difokuskan pada penguasaan menulis huruf-huruf dan
merangkaikan huruf-huruf itu menjadi kata, serta merangkai kata-kata itu menjadi
kalimat sederhana maka di SD kelas tinggi difokuskan pada latihan berkomunikasi
dengan menggunakan bahasa tulis secara jelas. Jadi, yang dimaksud dengan
pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus menulis adalah pembelajaran bahasa
Indonesia yang dipusatkan atau bertumpu pada kegiatan latihan menulis.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN MENULIS DI SD KELAS RENDAH DAN


KELAS TINGGI
Tujuan pembelajaran menulis di SD kelas rendah berdasarkan Kurikulum
2004, yaitu kelas 1 SD adalah: (a) Bersikap dengan benar dalam menulis garis
putus-putus, garis lurus, garis lengkung, lingkaran, dan garis pembentuk huruf; (b)
menjiplak dan menebalakan (gambar, lingkaran, bentuk lurus); (c) menyalin (huruf,
kata, kalimat, angka arab, kalimat atau beberapa kalimat); (d) menulis huruf, kata,
dan kaliamat sederhana dengan huruf lepas; (e) menulis beberapa kalimat sederhana
(terdiri atas 3-5 kata) dengan huruf sambung; (f) menulis kalimat yang didiktekan
guru menggunakan huruf sambung dan menuliskannya dengan benar; dan (g)
menulis rapih kalimat dengan huruf sambung.
Hasil belajar atau tujuan pembelajaran menulis dikelas 2 adalah (a) menuliskan
pengalaman menggunakan kalimat sederhana dengan huruf sambung, (b) menuliskan
yang didiktekan guru dalam huruf sambung dengan benar (penggunaan ejaan dan

3
tanda baca), (c) melengkapi cerita dengan kata yang tepat, (d) menulis karangan
pendek tentang kegiatan anggota keluarga dan, (e) menulis cerita sederhana tentang
kesukaan dan ketidaksukaannya.
Hasil belajar atau tujuan pembelajaran menulis dikelas 3 adalah (a) menulis
karangan dari pikiran sendiri dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat yang
tepat, (b) menulis karangan berdasarkan rangkaian gambar seri menggunakan
kalimat yang makin kompleks, (c) membuat ringkasan dari teks narasi cerita dalam
beberapa kalimat menggunakan kata-kata sendiri, (d) menulis petunjuk membuat
mainan dan menjelaskan cara memainkannya.
Hasil belajar atau tujuan pembelajaran menulis dikelas 4 adalah (a) memahami
isi percakapan dan melengkapi percakapan, (b) menulis deskripsi tentang benda di
sekitar atau seseorang dengan bahasa yang runtut, (c) mengisi formulir dengan benar,
(d) memahami isi cerita dan melengkapi cerita, (e) menulis surat untuk teman sebaya
tentang pengalaman atau cita-cita dengan bahasa yang komunikatif, (f) menyusun
paragraf dengan bahan yang tersedia, (g) menulis cerita berdasarkan pengalaman, (h)
menulis pengumuman dengan bahasa yang komunikatif, (i) menulis cerita rekaan
berdasarkan pengalaman dengan bahasa yang runtut dan menggunakan EYD yang
tepat, (j) membuat pantun sederhana.
Hasil belajar atau tujuan pembelajaran menulis dikelas 5 adalah (a) menulis
karangan berdasarkan gambar seri yang diacak, (b) menulis karangan dengan bahan
yang tersedia, (c) menyusun karangan dengan menggunakan kerangka karangan, (d)
menulis kartu pos dengan benar, (e) menulis surat pribadi untuk berbagai keperluan
untuk berbagai tujuan dengan kalimat yang efektif, (f) menyusun laporan melalui
tahapan yang benar, (g) menulis secara ringkas isi buku pengetahuan dari cerita
dalam beberapa kalimat dengan kata-kata sendiri, (h) menulis kejadian penting dalam
buku harian dengan ragam bahasa yang sesuai, (i) menuangkan ide/gagasan dalam
bentuk poster sederhana dengan bahasa yang komunikatif, (j) menulis pengalaman
pribadi dalam bentuk prosa sederhana, (k) menuangkan gagasan dalam bentuk puisi.
Hasil belajar atau tujuan pembelajaran menulis dikelas 6 adalah (a) mengisi
daftar riwayat hidup dengan benar, (b) menyusun naskah pidato/sambutan dengan
bahasa yang komunikatif dan santun, (c) menyampaikan informasi dalam bentuk
iklan dengan bahasa yang komunikatif, (d) menulis wesel pos dengan benar, (e)
membuat ringkasan dari teks yang dibaca atau yang didengar, (f) menyusun

4
rangkuman dari berbagai teks bacaan yang memiliki kesamaan tema, (g) menulis
surat resmi dengan memperhatikan pilihan kata sesuai dengan yang dituju, (h)
mengubah puisi ke dalam bentuk prosa dengan tetap mempertahankan makna puisi,
(i) menyusun percakapan berdasarkan ilustrasi gambar.

C. MATERI, METODE, DAN TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA


INDONESIA DENGAN FOKUS MENULIS
Materi merupakan bahan pembelajaran yang berfungsi sebagai sarana untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan guru atau untuk mengembangkan kompetensi
dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Kelas 1
Standrat kompetensi : Mampu menulis beberapa kalimat yang dibuat sendiri
dengan huruf lepas dan huruf sambung, menulis
kalimat yang didiktekan guru, dan menulis rapi
menggunakan huruf sambung.
Kompetensi Hasil Belajar Indikator Materi pokok
Dasar

Membiasakan Bersikap dengan benar  Menggerakan  Garis putus-


sikap menulis dalam menulis : telunjuk untuk putus
yang  Garis putus-putus
benar membuat berbagai  Garis lurus
(memegang  Garis lurus bentuk garis dan  Garis lengkung
dan  Garis lengkung lingkaran  Lingkaran
menggunakan  Lingkaran  Memegang alat  Garis
alat tulis)  Garis pembentukan tulis dan pembentukan
huruf menggunakannya huruf
dengan benar.
 Mewarnai
Menjiplak dan  Menjiplak dan Menjiplak dan  Gambar
menebalkan menebalkan menebalkan berbagai  Lingkaran
 Gambar bentuk gambar,  Bentuk huruf
 Lingkaran lingkaran, dan
 Bentuk huruf bentuk huruf.
Menyalin Menyalin :  Menyalin atau  Huruf
 Huruf mencontoh huruf,  Kata
 Kata kata, atau  Kalimat
 Kalimat kalimatdari buku  Angka arab
 Angka arab kalimat atau papan tulis kalimat atau
atau beberapa dengan benar beberapa
kalimat  Menyalin atau kalimat
mencontoh kalimat

5
dari buku atau
papan tulis yang
ditulis guru, dan
menuliskannya
pada buku
tulisannya.
Menulis Menulis huruf, kata,  Membaca huruf, Penulisan huruf,
permulaan dan kalimat sederhana kata, dan kalimat kata, dan kalimat
dengan huruf lepas sederhana
 Menuliskan huruf,
kata, dan kalimat
sederhana dengan
benar dan dapat
dibaca oleh orang
lain
 Membuat label Label nama
untuk benda-benda
dalam kelas
 Melengkapi kalimat Gambar
yang belum selesai sederhana
berdasarkan gambar
 Membuat kalimat Pengisian kalimat
berdasarkan gambar rumpang
berdasarkan
gambar
 Menuliskan nama Identitas diri
diri, umur, tempat (nama, umur,
tinggal alamat)
Menulis Menulis beberapa Menuliskan pikiran kalimat sederhana
beberapa kalimat sederhana dan pengalaman dengan huruf
kalimat dengan (terdiri atas 3-5 kata) dengan huruf sambung (terdiri
huruf sambung dengan huruf sambung sambung dengan rapi atas 3-5 kata)
yang mudah dibaca
orang lain
Menulis Menulis kalimat yang  Menulis kalimat Daftar kalimat
kalimat yang didiktekan guru secara benar dan sederhana (untuk
didiktekan menggunakan huruf tepat mengikuti apa didiktekan guru)
guru sambung dan yang didiktekan
menuliskannya dengan  Menulisa dengan
benar menggunakan huruf
sambung guru
Menulis Menulis rapi kalimat Menulis kalimat Kalimat dengan
dengan huruf dengan huruf sambung dengan huruf huruf sambung
sambung sambung yang rapi yang tertulis rapi
dan dapat dibaca dan jelas di papan
orang lain tulis atau buku

6
Kelas 2
Standar Kompetensi : Mampu menulis beberapa kalimat yang dibuat sendiri
dengan huruf sambung, menulis kalimat yang
didiktekan guru, menulis melengkapi cerita, menulis
rapi menggunakan huruf sambung, dan menuliskan
pengalaman tentang kesukaan dan ketidaksukaan

Kompetensi Hasil Belajar Indikator Materi pokok


Dasar
Menulis Menuliskan  Menulis pengalaman Kalimat
pengalaman pengalaman dengan huruf sederhana
sendiri menggunakan kalimat sambung menggunakan
sederhana dengan (memperlihatkan huruf sambung
huruf sambung ketepatan dan (10-15 kalimat,
kecepatan) masing-masing
terdiri atas 3-5
kata)
Menulis Menulis kalimat yang  Menulis kalimat Kalimat
kalimat yang didiktekan guru sederhana yang sederhana
didiktekan dengan huruf sambung dengan yang didikteka
guru benar (penggunaan n (5 kalimat
ejaan dan tanda yang berisi 3-5
baca) kata per
kalimat)
Melengkapi Melengkapi cerita  Melengkapi cerita Cerita
cerita dengan kata yang tentang ada keluarga rumpang
tepat dengan kata yang
tepat.
Menulis Menulis karangan  Menuliskan nama  Informasi
karangan pendek tentang orang tua, pekerjaan mengenal
pendek kegiatan anggota orang tua, nama kegiatan
keluarga anggota keluarga di anggota
rumah dan kegiatan keluarga
anggota keluarga  Kalimat
dengan sederhana
menggunakan huruf dengan
kapital dan tanda huruf
baca sambung
 Menulis antara 6-8
menggunakan huruf kalimat
sambung dengan
rapi dan dengan
kecepatan tertentu
Menulis cerita Menulis cerita  Menulis karangan Kalimat untuk
sederhana sederhana kesukaan sederhana tentang menyatakan
tentang dan tentang kesukaan/ kesukaan/

7
kesukaan/ ketidaksukaan ketidaksukaan ketidaksukaan
ketidaksukaan dengan tulisan yang
rapi dan kecepatan
tertentu

Kelas 3
Standar Kompetensi : Mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan,
pendapat, dan perasaan melalui menulis karangan dari
pikiran sendiri, menyusun ringkasan bacaan, menulis
karangan berdasarkan rangkaian gambar seri, dan
menulis pertunjuk.

Kompetensi Hasil Belajar Indikator Materi pokok


Dasar
Menulis Menulis karangan dari  Menulis karangan Cerita tentang
karangan pikiran sendiri dengan sederhana dengan kegiatan sehari-
menggunakan pilihan menggunakan hari, pengamatan
kata dan kalimat yang pilihan kata dan atau kejadian
tepat kalimat yang tepat yang terjadi di
 Menulis karangan lingkungan
(lebih luas) dari
pikiran sendiri
(kreativitas siswa
diutamakan)
Menulis karangan Membentuk urutan Cerita dalam
berdasarkan rangkaian dan maksud gambar rangkaian gambar
gambar seri seri membuat kalimat seri Preposisi
menggunakan kalimat sesuai dengan maksud ruang (posisi); di,
yang kompleks gambar seri menyusun pada
karangan berdasarkan
rangkaian gambar seri
Meringankan Membuat ringkasan  Menulisakn pokok- Teks cerita
teks dari teks narasi/cerita pokok pikiran
Narasi/cerita dalam beberapa dalam teks
kalimat menggunakan  Menulis ringkasan
kata-kata sendiri teks dalam beberapa
kalimat
menggunakan kata-
kata sendiri
Menulis Menulis petunjuk  Menjelaskan cara  Petunjuk
petunjuk membuat mainan dan membuat mainan membuat
membuat menjelaskan cara sederhana. mainan
mainan memainkannya  Menjelaskan cara  Kalimat
memainkannya perintah

8
Kelas 4
Standar Kompetensi : Mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan,
penapat, dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan
melalui melengkapi percakapan, menulis deskripsi,
mengisi formulir sederhana, melanjutkan cerita narasi,
menulis surat, menyusun paragraph, dan menulis
pengumuman serta menulis cerita rekaan dan
melanjutkan pantun.

Kompetensi Hasil Belajar Indikator Materi pokok


Dasar
Melengkapi Memahami isi  Menetukan isi Teks
percakapan percakapan dan percakapan percakapan
yang belum melengkapi percakapan melanjutkan yang belum
sesuai belum selesai sesuai percakapan yang selesai
dengan isinya
Menulis Menulis deskripsi  Mendeskripsikan  Deskripsi
diskripsi tentang benda-benda di secra tertulis seseorang
sekitar atau seseorang seseorang atau benda, atau
dengan bahasa yang benda secara tanaman
runtut terperinci dan berdasarkan
kalimat yang runtut cirri-
cirinya.
 Kalimat
luas
Mengisi Mengisi formulir  Mengisi formulir Berbagai
formulir dengan benar dengan tepat bentuk
sederhana berdasarkan data- formulir
data pramuka (seperti
formulir
anggota dokter
kecil)
Melanjutkan Memahami isi cerita  Melengkapi bagian Cerita yang
cerita narasi dan melengkapi cerita awal, tengah, atau belum selesai
akhir cerita yang (cerita
hilang sehingga rumpang)
cerita itu menjadi
utuh
Menulis surat Menulis surat untuk  Menulis surat  Kalimat
teman sebaya tentang tentang pengalaman pembuka,
pengalaman atau cita- dan cita-cita dengan isi, dan
cita dengan bahasa gaya penceritaan penutup
yang komunikatif yang menarik dan surat
menggunakan EYD  EYD
yang tepat
Menulis Menulis paragraph  Menggunakan  Cerita
paragraph dengan bahan yang kalimat acak pengalaman
tersedia menjadi menjadi  EYD
paragraph yang padu  Tanda baca
9
 Menentukan kalimat
utama dalam
paragraph
 Menetukan
topik/tema cerita
Menulis cerita  Menulis cerita  Paragraph
berdasarkan rekaan (pengalaman,
pengalaman perasaan) dengan
gaya penceritaan
yang menarik
Menulis Menulis pengumuman  Menulis  Kalimat
pengumuman dengan bahasa yang pengumuman efektif
komunikatif dengan bahasa yang
singkat, padat, dan
mudah dipahami
Menulis cerita Menulis cerita rekaan  Mengidentifikasi  Cerita
rekaan berdasarkan ciri-ciri cerita rekaan rekaan
pengalaman dengan  Menentukan  Pengalama
bahasa yang runtut dan tema/topik cerita n masing-
menggunakan EYD  Menentukan masing
yang tepat gagasan pokok anak
cerita
 Menyusun kerangka
cerita
 Menulis cerita
rekaan dengan gaya
penceritaan yang
menarik sehingga
pembaca dapat ikut
membayangkan isi
dan perasaan penulis
Membuat Membuat pantun  Membuat pantun  Pantun
pantun sederhana sesuai
dengan isyarat-
isyarat pantun
 Membacakan pantun
yang telah dibuat
dengan lafal dan
intonasi yang sesuai

Kelas 5
Stadar Kompetensi : Mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan,
pendapat, dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan
melalui menyusun karangan, menulis surat pribadi,
merigkas buku bacaan, membuat poster, dan menulis

10
catatan dalam buku harian serta menulis prosa
sederhana dan puisi

Kompetensi Hasil Belajar Indikator Materi pokok


Dasar
Menulis Menulis karangan Mengumpulkan Cerita gambar
karangan berdasarkan gambar gambar seri secara seri yang
seri yang diacak logis menuliskan diacak
cerita yang padu atau preposisi tanpa
utuh berdasarkan imbuhan: ber-
gambar seri
Menulis karangan  Melengkapi cerita Cerita
dengan bahan yang yang bagian awal, rumpang
tersedia tengah, atau akhir (cerita yang
yang hilang belum selesai)
sehingga menjadi
cerita yang padu,
nuntut, dan lengkap
 Menentukan judul
cerita
Menulis karangan  Menulis butir-butir Kalimat utama
dengan menggunakan pokok karangan dan kalimat
karangka karangan  Mengembangkan penjelas
butir-butir pokok
karangan menjadi
karangan yang padu
Menulis kartu Menulis kartu pos  Mengidentifikasi Kartu pos
pos dengan benar ciri-ciri bahasa dan
format kartu pos
 Mengisi kartu pos
sesuai dengan
permintaan
Menulis surat Menulis surat pribadi  Mengidentifikasi Surat kalimat
untuk berbagai ciri-ciri bahasa surat efektif
keperluan untuk pribadi
berbagai tujuan dengan  Menyampaikan
kalimat yang efektif informasi untuk
orang lain dalam
bentuk surat dengan
kalimat yang efektif
Menulis Menyusun laporan  Menulis laporan Sistematika
laporan melalui tahapan yang berdasarkan tahapan penyusun
benar (dari catatan ke laporan
konsep awal/ buram
awal)

11
 Memperbaiki tulisan
berdasarkan
masukan dari teman
atau guru menjadi
laporan yang baik.
Meringkas isi Menulis secara ringkas  Menulis poko-pokok Buku
buku isi buku pengetahuan isi buku pengetahuan
dari cerita dalam  Menulis ringkasan
beberapa kalimat buku dalam
dengan kata-kata beberapa kalimat
sendiri
Menulis buku Menulis kejadian  Mencatat hal-hal Ciri-ciri
harian penting dalam buku penting yang kalimat dalam
harian dengan ragam dialami sepanjang buku harian
bahasa yang sesuai hari (kalimat dapat
 Menuliskan catatan longgar,
ke dalam beberapa bahasa
kalimat (untuk buku ekspresif)
harian)
Membuat Menuangkan  Mengidentifikasi Ciri-ciri
poster ide/gagasan dalam ciri-ciri kalimat kalimat
bentuk poster sederhana poster (bahasa
dengan bahasa yang  Membuat poster singkat, padat,
komunikatif yang berisi imbuaan, komutatif)
seperti tentang
menjaga kebersihan
lingkungan
 Membuang sampah
sembarangan,
bahaya merokok,
dan sebagainya
Menulis prosa Menulis pengalaman  Menyusun kerangka Pengalaman
sederhana pribadi dalam bentuk cerita pribadi
prosa mengembangkan masing-masing
kerangka cerita
sederhana
pengalaman menjadi
cerita yang utuh dan
padu
Menulis puisi Menuangkan gagasan  Menentukan Puisi
dalam bentuk puisi gagasan pokok
berdasarkan
pengalaman menulis
puisi berdasarkan
gagasan pokok

12
Kelas 6
Standar Kompetensi : mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan,
pendapat, dan perasan ke dalam berbagai ragam
tulisan melalui mengisi formulis sedrhana, menyusun
naskah sambutan/pidato, menulis iklan sedrhana,
menyusun ringkasan, menyusun rangkuman, dan
menulis surat resmi serta memparafrasekan puisi dan
menyusun percakapan.

Kompetensi Hasil Belajar Indikator Materi pokok


Dasar
Mengisi Mengisi daftar riwayat  Mengisi daftar  Data-data
formulir hidup dengan benar riwayat hidup sesuai diri
sederhana dengan format yang  Tanda baca:
disediakan titk dua,
 Menuliskan data diri garis miring
dalam bentuk narasi
Menyusun Menyusun naskah  Mendaftar isi pokok Pidato
naskah pidato pidato/sambutan yang akan dituliskan sambutan
dengan bahasa yang pada sambutan
komunikatif dan santun  Menyusun naskah
sambutan dengan
memperhatikan
bahasa yang
komunikatif dan
santun berbahasa
Menulis iklan Menyampaikan  Menuliskan kepada Ciri-ciri
sederhana informasi dalam bentuk siapa teks iklan kalimat iklan
iklan dengan bahasa ditujukan (singkat, padat,
yang komunikatif  Mendaftar bahan komunikatif)
atau isi apa yang
akan diiklankan
 Menuliskan bahan
atau isi iklan dengan
bahasa yang singkat,
padat, dan
komunikatif
Menulis wesel Menulis wesel pos  Mengidentifikasi Wesel pos
pos dengan benar ciri-ciri bahasa dan
format wesel pos
 Mengisi wesel pos
sesuai dengan aturan
Membuat Membuat ringkasan  Mencatat pokok- Teks
ringkasan dari teks yang dibaca pokok isi buku
atau yang didengar membaca
13
 Membuat ringkasan
teks
 Mencatat pokok-
pokok isi dari hasil
mendengarkan
 Membuat
kesimpulan dari
hasil mendengarkan
Menyusun Menyusun rangkuman  Menemukan Berbagai teks
rangkuman dari berbagai teks persamaan isi bacaan yang
masing-masing teks memiliki
menemukan tema kesamaan
kesamaan tema
perbedaan isi
masing-masing teks
 Menuliskan
rangkuman dari
beberapa teks yang
mempunyai
kesamaan tema
 Membandingkan isi
ranngkuman antar
teman dan
memberikan
tanggapan
Menulis surat Menulis surat resmi  Membedakan Bahasa surat
resmi dengan memperhatikan bahasa surat resmi resmi
pilihan kata sesuai dan surat pribadi
dengan orang yang  Menulis surat sesuai
dituju dengan konteks (apa
keperluannya, siapa
pembacanya)
Mengubah Mengubah puisi ke  Menjelaskan isi Puisi anak
puisi ke dalam dalam bentuk prosa amanat/pesan yang
bentuk prosa dengan tetap terkandung dalam
mempertahankan puisi
makna puisi  Mengubah puisi ke
dalam bentuk prosa
sederhana dengan
mempertahankan
makna atau isi puisi
Menyusun Menyusun percakapan  Menentukan  Ilustrasi
percakapan berdasarkan ilustrasi tema/topik gambar
berdasarkan percakapan kalimat
gambar berdasarkan ilustrasi perintah
preposisi
gambar

14
Metode mengacu kepada suatu prosedur untuk mencapai suatu tujuan yang
telah ditetapkan, yang meliputi (a) pemilihan bahan, (b) urutan bahan, (c) penyajian
bahan, dan (d) pengulangan bahan, sedangkan teknik mengandung makna upaya
guru, usaha-usaha guru, atau cara-cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan
langsung dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas pada saat itu. Oleh karena
itu dalam metode mengandung makna penyajian bahan dan teknik mengandung
makna cara-cara yang digunakan guru maka penggunaan kata metode dan teknik
disamakan.
Teknik yang merupakan alternatif model pembelajaran menulis pada tahap
penulisan sebagai berikut.
1. Menjiplak, yang dapat dibagi menjadi (a) menjiplak huruf, (b) menjiplak
kalimat, (c) menjiplak wacana sederhana.
2. Menyalin, biasanya dimulai dari tingkatan kata, kalimat, sampai pada wacana.
Menyalin ini bisa dari (a) kata, kalimat, dan wacana yang menggunakan huruf
lepas ke huruf lepas, dan (b) kata, kalimat, dan wacana yang menggunakan
huruf lepas ke huruf latin atau sebaliknya.
3. Menatap, biasanya dilakukan dengan cara mengamati objek. Agar siswa dapat
membahasakan objek yang diamati, objek itu dapat berupa (a) gambar, yaitu
gambar kata dan gambar kalimat, serta (b) objek asli.
4. Menyusun, kegiatan menyusun yang paling sederhana adalah menyusun huruf
menjadi kata, dilanjutkan dengan menyusun kata menjadi kalimat, dan kalimat
menjadi wacana.
5. Melengkapi, kegiatan melengkapi dapat berupa melengkapi kalimat sebagian
katanya dihilangkan dan bisa juga melengkapi bagian kalimat yang dihilangkan
dalam wacana.
6. Menulis halus, kegiatan ini untuk membiasakan menulis secara baik.
7. Dikte , dengan memperdengarkan kata, kalimat, atau wacana sederhana
kepada siswa agar mereka menuliskan apa yang mereka dengar.
8. Mengarang, yang dapat dilakukan dengan bantuan gambar dan dapat pula
tanpa bantuan gambar.
Sedangkan menurut Henry Guntur Tarigan (1986) ada beberapa teknik dalam
pembelajaran menulis, seperti berikut ini.

15
1. Menyusun Kalimat
Menyusun atau membangun kalimat dapat dilakukan dengan cara menjawab
pertanyaan, melengkapi kalimat, memperbaiki susunan kalimat, memperluas
kalimat, substitusi dan transformasi.
2. Memperkenalkan Karangan
Dalam memperkenalkan karangan ini dapat ditempuh dengan dua cara teknik,
yaitu (1) baca dan tulis, atau (2) simak dan tulis.
3. Meniru Model
Dalam teknik guru menyiapkan contoh karangan yang dipakai sebagai model
oleh siswa untuk menyusun karangan.
4. Karangan Bersama
Pelaksanaan teknik ini dimulai dengan pengamatan yang dilakukan oleh siswa
bersama guru. Kemudian, kalimat-kalimat dan siswa tadi disusun bersama-
sama dan dengan bantuan guru diperbaiki sehingga menjadi sebuah karangan.
5. Mengisi
Teknik ini dipraktikkan dengan cara guru menyiapkan sebuah karangan yang
kata kelima dan setiap kalimat pembangun cerita itu dihilangkan. Kemudian,
karangan ini diberikan kepada siswa untuk disempurnakan atau diisi titik-titik
dengan sebuah kata sehingga menjadi karangan yang utuh kembali.
6. Menyusun Kembali
Suatu karangan yang telah dikacaukan urutan kalimatnya, kemudian diberikan
kepada siswa untuk mengurutkan kembali menjadi sebuah karangan dengan
urutan kalimat yang benar.
7. Menyelesaikan Cerita
Siswa diberi sebuah cerita yang belum selesai dan ditugasi menyelesaikan
cerita tersebut menjadi cerita yang utuh.
8. Menjawab Pertanyaan
Siswa diberi pertanyaan dan dan kalimat-kalimat jawaban siswa tersebut dapat
disusun sebuah cerita apakah tentang alam sekitarnya, kesenangannya, dan
sebagainya.
9. Meringkas Bacaan

16
Siswa diberi suatu bacaan yang berupa cerita pendek atau sebuah wacana.
Siswa disuruh membaca/mempelajari bacaan tersebut, kemudian disuruh
meringkasnya.
10. Parafrase
Guru memberi karangan puisi yang harus diubah oleh siswa dalam bentuk
prosa atau sebaliknya.
11. Reka Cerita Gambar
Teknik ini bertujuan untuk melatih mengembangkan imajinasi siswa. Dengan
melihat gambar tunggal atau gambar berseri siswa disuruh menuliskan sebuah
cerita yang ada hubungannya dengan gambar yang diamatinya
12. Memerikan
Teknik ini dilakukan dengan jalan siswa disuruh mengamati sesuatu, apakah
kelasnya, lingkungan sekolah, orang yang berjualan di sekolah atau yang lain,
kemudian disuruh menggambarkan atau memerikan apa-apa yang diamatinya
itu dalam bentuk tulisan.
13. Mengembangkan Kata Kunci
Pelaksanaan teknik ini dengan jalan siswa diberi beberapa kata kunci,
kemudian dia disuruh mengembangkan kata-kata itu menjadi sebuah karangan.
14. Mengembangkan Kalimat Topik
Teknik mengembangkan kalimat topik ini yang dikembangkan adalah sebuah
kalimat yang kita berikan kepada siswa. Kalimat topik ini sifatnya masih
umum dan luas yang harus dikembangkan dengan beberapa kalimat penjelas.
15. Mengembangkan Judul
Siswa kita beri judul yang terdiri dari beberapa kata yang harus dikembangkan
menjadi beberapa kalimat topik, kalimat-kalimat topik ini harus dikembangkan
menjadi sebuah paragraf, dan paragraf-paragraf tersebut harus berhubungan
satu sama lainnya yang membentuk suatu cerita yang utuh dan padu.
16. Mengembangkan Peribahasa
Teknik ini dilaksanakan dengan jalan pemberian sebuah peribahasa yang sudah
dikenal dan dipahami maknanya oleh siswa. Kemudian, siswa ditugasi menulis
karangan singkat berdasarkan peribahasa tersebut.

17
17. Menulis Surat
Cara pertama adalah menulis surat secara terpimpin, artinya siswa menulis
surat berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan, sedangkan cara kedua
adalah menulis surat secara bebas.
18. Menyusun Dialog
Teknik menyusun atau mengembangkan dialog atau percakapan dapat
digunakan untuk pembelajaran menulis karena dialog sudah dikenal oleh setiap
siswa.
19. Menyusun Wacana
Teknik menyusun wacana dalam pembelajaran menulis merupakan teknik
pembelajaran menulis secara bebas. Siswa bebas dalam menentukan judul,
bebas dalam menjabarkan judul menjadi kalimat topik, bebas melengkapi
kalimat topik dengan kalimat pengembang sehingga tersusun paragraf.
Akhirnya siswa pun bebas menyusun dan mengatur urutan dan posisi paragraf
sehingga tersusun wacana yang baik.

D. MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS


MENULIS DI SD
Berikut format salah satu alternatif model pembelajaran. Dengan demikian,
guru diberi kebebasan untuk memodifikasi Rencana Pembelajaran tersebut.

18
19
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus menulis adalah pembelajaran
bahasa Indonesia yang dipusatkan atau bertumpu pada kegiatan latihan menulis.
Tujuan pembelajaran menulis baik di SD kelas rendah maupun SD kelas tinggi dapat
dilihat pada dokumen Kurikulum 2004, yaitu Standar Kompetensi Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah pada kolom Hasil Belajar.
Materi merupakan bahan pembelajaran yang berfungsi sebagai sarana untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan guru atau untuk mengembangkan kompetensi
dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Metode mengacu kepada suatu
prosedur untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, yang meliputi (a)
pemilihan bahan, (b) urutan bahan, (c) penyajian bahan, dan (d) pengulangan bahan,
sedangkan teknik mengandung makna upaya guru, usaha-usaha guru, atau cara-cara
yang digunakan guru untuk mencapai tujuan langsung dalam pelaksanaan
pembelajaran di dalam kelas pada saat itu. Teknik dalam pembelajaran menulis pada
tahap penulisan, yaitu menjiplak, menyalin, menatap, menyusun, melengkapi,
menulis halus dan dikte.
Sebelum mengajar di depan kelas guru harus merencanakan pembelajaran
dengan menyusun Rencana Pembelajaran untuk suatu mata pelajaran. Supaya guru
dapat menyusun rencana pembelajaran tersebut guru harus memahami ketentuan-
ketentuan Kurikulum 2004.

B. Saran
Dari makalah ini kami menyarankan agar guru mempunyai keterampilan
dalam hal menyusun model pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus menulis
yang berhubungan dengan memperhatikan materi , metode, dan teknik
pembelajaran menulis di SD. Pemilihan materi, metode, teknik dan model
pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus menulis yang tepat dapat meningkatkan
keberhasilan mengajar seorang guru, pembelajaran menjadi efektif dan guru dapat
memiliki kompetensi untuk mengelola pembelajaran bahasa Indonesia di SD dengan
baik.

20
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2003). Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Bahan Kajian. Jakarta:


Depdiknas.

Depdiknas. (2003). Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa


Indonesia Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Prasekolah, Dasar, dan


Menengah: Acuan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Prasekolah, Dasar, dan


Menengah: Ketentuan Umum. Jakarta: Depdiknas.

Harsiati, Titik. (1994). Perencanaan Pembelajaran Menulis Vokal. Tahun V, Nomor 1,


Desember 1994.

Mulyasa, E. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik dan


Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurchasanah. (2004). Alternatif Model Pembelajaran Menulis Permulaan, Bahasa, dan


Sastra Indonesia. Tahun 10, Nomor 1, Februari 2004.

Tarigan, Djago dan H.G. Tarigan. (1986). Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.

21