Anda di halaman 1dari 4

Tinjauan Pustaka

PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN POLIFENOL TANAMAN KATUK (Sauropus


androgynus (L.) Merr) PADA MEDIA TANAM DENGAN PEMBERIAN ASAM
HUMAT

Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) merupakan tanaman sayuran yang


berkhasiat obat, karena mengandung senyawa aktif), diantaranya flavonoid,
steroid, dan tanin. Polifenol memiliki peranan untuk mencegah penyakit
degeneratif, gangguan kardiovaskular, dan menonaktifkan zat yang memacu
pertumbuhan kanker. Asam humat adalah bahan makromolekul yang memiliki
gugus fungsional seperti –COOH, –OH fenolat maupun –OH alkoholat, sehingga
asam humat mempunyai peluang untuk berikatan dengan ion logam yang dapat
mengalami pelepasan proton pada pH yang relatif tinggi (Ulfin & Setyowati,
2007). Penggunaan asam humat mampu meningkatkan penyerapan unsur hara
sehingga akan meningkatkan pertumbuhan tanaman yang ditandai dengan
meningkatnya kandungan senyawa aktif pada tanaman.

Pembahasan

Menurut Sembiring et al. (2016), penambahan asam humat dapat meningkatkan


penyerapan unsur hara terutama unsur N dan P yang digunakan untuk pembentukan daun.
Semakin banyak unsur N dan P yang diserap oleh tanaman maka proses pembelahan dan
pembesaran sel daun menjadi lebih baik. Hal ini sesuai dengan Hardjowigeno (2003),
bahwa unsur N dan P membantu pembelahan dan pembesaran sel sehingga daun muda
cepat mencapai bentuk yang sempurna dan mendorong pertumbuhan tanaman. Semakin
banyak jumlah daun yang dihasilkan maka semakin meningkat pula berat basah dan berat
kering pada tanaman. Perlakuan asam humat yang melebihi nilai optimal dapat
menyebabkan penurunan pertumbuhan tanaman. Asam humat mampu meningkatkan
penyerapan unsur hara makro dan mikro. Semakin tinggi pemberian asam humat
memungkinkan unsur hara yang tersedia akan semakin tinggi sehingga unsur hara yang
akan diserap oleh tanaman melebihi kebutuhan dan menjadi toksik bagi tanaman pada
hakikatnya tanaman mempunyai batas kebutuhan nutrisi hara yang dapat diserap. Unsur
hara makro merupakan unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh tanaman
seperti N, P, K, sedangkan unsur hara mikro merupakan unsur hara yang dibutuhkan
dalam jumlah sedikit untuk tanaman seperti Zn, Fe, Mn, Cu unsur tersebut merupakan
unsur logam berat apabila tersedia melebihi kebutuhan tanaman maka akan toksik dan
menghambat pertumbuhan tanaman. Fauziah (2009), menyatakan bahwa penggunaan
asam humat dengan dosis 1% dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan semai rasamala karena asam humat dengan dosis 1% merupakan
konsentrasi yang terlalu pekat.

Tinjauann Pustaka

Pengaruh Pemberian Pupuk Mikro Zn dan Cu serta Pupuk Tanah terhadap Perkembangan
Empoasca sp. pada Areal Tanaman Teh

Salah satu OPT utama pada tanaman teh adalah Empoasca sp. yang menyerang bagian
pucuk tanaman teh. Empoasca sp. merupakan polyfag yang memiliki banyak tanaman
inang alternatif (Kalshoven, 1981). Tanaman teh memerlukan hara yang tersedia secara
teratur dan berkecukupan berupa unsur hara makro dan mikro. Unsur hara mikro yang
dibutuhkan oleh tanaman teh adalah unsur seng (Zn), Zn merupakan unsur mikro esensial
yang berperan sebagai ko-faktor lebih dari 300 jenis enzim yang berperan dalam
metabolisme asam nukleat, pembelahan sel dan sintesis protein. Selain itu, dapat
meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman serta meningkatkan resistensi
terhadap serangan OPT (Sarwar, 2011; Gogi et al., 2012). Sementara itu, unsur Cu
merupakan salah satu unsur mikro esensial unuk pertumbuhan tanaman, pembentukan
klorofil dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Pemberian unsur hara makro diberikan
melalui pemupukan tanah, dengan jenis pupuk tunggal seperti Urea, SP 36, MOP, Kiserit
yang diberikan secara berimbang atau pupuk yang sudah dicampur baik pupuk majemuk
atau pupuk campuran. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pupuk
mikro yang mengandung unsur Zn 30% dan Cu 30% yang diaplikasikan melalui daun
serta pupuk N, P dan K yang diaplikasikan melalui tanah. Penelitian ini bertujun untuk
mengetahui pengaruh pemberian pupuk daun mikro Zn dan Cu terhadap perkembangan
Empoasca sp. dan pertumbuhan tanaman teh serta produksi pucuk teh.

Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas serangan Empoasca


sp. pada seluruh perlakuan setelah pengamatan kedua. Rata-rata intensitas serangan pada
awal pengamatan adalah 50,13%. Intensitas serangan Empoasca sp. sebesar 40-50%
tergolong tingkat serangan out break (Widayat, 2000). Selain itu, tidak terdapat interaksi
antara faktor pupuk daun dan pupuk tanah dalam menekan intensitas serangan Empoasca
sp. Demikian pula dengan hasil pengamatan pada populasi Empoasca sp. Meskipun
terjadi penurunan rata-rata populasi hingga pengamatan terakhir (pengamatan ketujuh)
namun, tidak terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan berdasarkan hasil analisis
statistik (Tabel 2). Rata-rata populasi Empoasca sp. pada awal pengamatan adalah 5,4
ekor/tanaman. Selain itu, tidak terdapat interaksi antara faktor pupuk daun dan pupuk
tanah dalam menekan populasi serangan Empoasca sp.

Tinjauan pustaka

RESPON PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP


PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI TANAMAN JAHE
MERAH [Zingiber officinale (L.) Rosc var. rubrum ]

Jahe merah selain digunakan sebagai bahan baku obat dan rempah juga dapat
menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri adalah salah satu jenis minyak nabati yang
mudah menguap dan berbau khas. Bahan baku minyak dapat diperoleh dari berbagai
bagian tanaman seperti daun, bunga, buah, biji, dan rimpang dengan metode penyulingan.
Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih banyak ditemukan pada bagian
rimpangnya dan ukuran rimpang yang lebih kecil pada jahe merah memiliki nilai jual
yang lebih tinggi daripada jahe emprit dan jahe gajah. Tanaman jahe merah menghasilkan
kadar minyak atsiri dan produk metabolit sekunder tertinggi jika produk metabolit primer
sudah terpenuhi. Pupuk urea adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen sebanyak
45% yang berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan bagian-bagian vegetatif
tanaman seperti pembentukan klorofil, membentuk lemak, protein dan mempercepat
pertumbuhan daun, batang dan akar (Marsono, 2005). Berdasarkan penelitian Nurahmi
dkk. (2013) penambahan pupuk urea mengasilkan jumlah daun yang lebih banyak pada
tanaman nilam. Kelebihan dari pupuk urea penggunaannya dapat disesuaikan dengan
kebutuhan karena hanya mengandung unsur N saja, sedangkan kelemahan dari pupuk
urea yaitu dapat menurunkan kesuburan tanah dan pH tanah (Parnata, 2010). Berdasarkan
kelebihan dan kelemahan pupuk organik dan anorganik, maka perlu diupayakan untuk
meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik melalui pengelolaan pupuk terpadu,
yaitu dengan mengkombinasikan antara pupuk organik dan pupuk kimia yang tepat,
sehingga biaya penggunaan pupuk dapat ditekan, tetapi tingkat produksinya tetap.

Pebahasan
Hasil penelitian pemberian pupuk urea dan pupuk kandang sapi terhadap tinggi tanaman,
jumlah daun, dan berat basah tanaman dengan Analysis of variance (ANOVA) pada taraf
signifikan 95 % tidak berpengaruh nyata, akan tetapi pupuk kandang sapi cenderung
menghasilkan tinggi tanaman dan berat basah tanaman lebih baik dibanding perlakuan
yang lain, sedangkan dengan analisis kualitatif pada rendemen minyak atsiri tanaman jahe
merah bahwa penggunaan pupuk kandang sapi cenderung menghasilkan kandungan
minyak atsiri yang lebih tinggi daripada perlakuan yang lain. Pupuk kandang sapi
mengandung unsur hara Nitrogen yang berfungsi untuk pembentukan asimilat,
terutama karbohidrat dan protein serta sebagai bahan penyusun klorofil yang
dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Adanya Nitrogen yang cukup pada tanaman akan
memperlancar proses pembelahan sel dengan baik karena Nitrogen mempunyai
peranan utama untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya
pertumbuhan batang sehingga memicu pada pertumbuhan tinggi tanaman. Kandungan
unsur-unsur hara dalam pupuk kandang sapi yang diberikan ke dalam tanah dapat
meningkatkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang
umumnya meningkatkan ketersediaan unsur-unsur mikro tanah. Disebutkan bahwa
unsur mikro merupakan senyawa penting yang berperan pada berbagai proses
enzimatis, pembentukan klorofil dan metabolisme karbohidrat serta protein yang
semuanya dapat meningkatkan proses fotosintesis. Karbohidrat hasil fotosintesis
digunakan sebagai substrat pembentukan minyak atsiri melalui proses glikolisis. Dari
proses glikolisis dihasilkan asam piruvat. Asam piruvat mengalami sejumlah reaksi
sehingga akan menghasilkan geranil pirofosfat yang merupakan senyawa prekursor
dalam pembentukan minyak atsiri dari golongan terpenoid. Minyak atsiri dari tanaman
jahe merah termasuk dalam seskuiterpen. Proses biosintesis seskuiterpen melibatkan
proses fotosintesis. Meningkatnya ketersediaan unsur hara makro dan mikro akan
meningkatkan proses metabolisme tanaman yang selanjutnya dapat meningkatkan
kadar senyawa metabolisme sekunder tanaman (termasuk minyak atsiri jahe merah).