Anda di halaman 1dari 14

Tgl 19/2/19

An. D/6 tahun HR 143x/m RR 22x/m T 37,3 C

Pasien datang dengan keluhan keluar darah dari lubang hidung kanan sejak 2 hari smrs. Sebelumnya
terkena bola saat bermain dengan teman nya. Darah tidak menetes sampai ke tenggorokan. Keluhan
demam (-) iwayat penyakit kelainan darah (-)

Pada pemeriksaan fisik didapatkan perdarahan pada lubang hidung kanan, menetes (+)

Epistaksis / haemmorhage from respratory passage

BB: 15 kg Bersihkan gumpalan darah, PCT syrup 3x1 cth

Tgl 23/2/19

By. Ny. K/ 5 hari T: 37,5C

Pasien datang diantar ibu nya dengan keluhan bab cair sejak 1 hari SMRS sebanyak 10 kali berwarna
hijau. Masih mau minum. Sebelumnya ASI sempat diberhentikan lalu diganti dengan susu formula

Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda dehidrasi seperti ubun-ubun cekung, mata
cowong (-/-) bibir kering dan turgor kembali cepat. Pemeriksaan lain dalam batas normal

BBLR hari ke 5 dengan diare akut tanpa dehidrasi

BB: 2600gr Inf RL, interlac drop 1x5tts, lanjutkan ASI

26/2/19

Nn. R/ 20th TD 120/70 HR88x/m RR 20x/m T 36,8

Pasien datang dengan keluhan nyeri perut sejak 3 jam SMRS. Nyeri perut terasa seperti ditusuk-
tusuk dan disertai rasa mual (+) dan muntah (+) sebanyak 2 kali. Pasien mempunyai riwayat maag
dan sering telat makan. Saat ini pasien menglamai BAB cair 5x dalam sehari perut tidak terasa melilit

Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan epigastrium (+) dan BU+ meningkat. pemeriksaan
lain-lain dalam batas normal

Gastritis

Inj Ranitidin, inj ondancentron

p/o : Loperamid 3x1, lansoprazol 1x1, ondancentron 3x1

Nn. S/ 26 tahun TD 110/60 HR 64x/m RR 20 x/m T: 36,5 C

Pasien datang dengan keluhan mulut tidak dapat tertutup kembali sejak 30 menit SMRS, sebelumnya
pasien menguap terlalu lebar sehingga mulut tidak dapat kembali lagi. Keluhan nyeri (+)

Pada pemeriksaan fisik didapatkan dislokasi sendi tempero mandibular, nyeri tekan (+) pemeriksaan
lain-lain dalam batas normal
TMJ (jaws, joint) injeksi ketorolac

Tn. T/42 th

Pasien datang dengan keluhan luka tembak pada betis kanan sejak

Pada pemeriksaan fisik didapatkan vulnus sclopetarium pada gastroknemius dextra, hiperemis, nyeri
tekan (+) pemeriksaan lain-lain dalam batas normal

Injeksi ketorolac

Amoxilllin 3x500mg dan as.mef 3x500mg

27/8

Tn. K/68 th TD 140/90 HR 130x/m RR 32x/m T 36C

Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 1 jam SMRS. Sesak dirasakan tiba0tiba saat bekerja.
Sebelumnya pasien mempunyai riwayat asma. Keluhan batuk (-) pilek (-)

Pada pemeriksaan fisik didapatkan wheezing +/+ di kedua lapang paru. Pemeriksaan lain-lain dalam
batas normal

Asma

Nebu flixotid + combivent

p/o salbutamol 3x1 dexa 3x1

28/2

KEBIDANAN

KPD (cefo+oxy drip), PPI, PPS, Parrtus II lama (kateter+ menolong persalinan)

Kala II lama Drip oxitocin 10 IU dalam infus D5% 20 tpm

Pimpin persalinan

Ny. T/27 tahun 120/80 HR 80x/m RR 20x/m T 36,6C TB: 147cm

Pasien datang dari rujukan puskesmas dengan keluhan persalinan tidak maju. Saat di puskesmas
pembukaan sudah lengkap namun kepala bayi tidak turun sejak 4 jam SMRS. Pasien sedang hamil
anak pertama dengan usia kehamilan 38 minggu. Saat ini keluhan kencang-kencang dirasakan, sudah
keluar air ketuban, lendir dan darah.

Pada pemeriksaan obstetri :

Leopold I: TFU 28cm, lunak (bokong)

Leopold II: punggung kiri

Leopold III: sudah masuk pintu atas panggul

Leopold IV: presentasi kepala


HIS : 2x10’ 20”

DJJ: 157x/m

Pada pemeriksaan VT didapatkan pembukaan lengkap (10cm), portio tipis, KK(-), Hodge II

8/3

Hernia

An. A/8 tahun 121 20 36 bb: 20kg

Pasien datang dengan keluhan darah tidak berhenti. Sebelumnya pasien post cabut gigi dan
mempunyai riwayat hemofilia sejak bayi. Pada pemeriksaan didapatkan darah keluar sedikit2 pada
gusi nya. Pemeriksaan lain-lain dalam batas normal

Hemofilia factor 8 (A) coagulation defect

Infus RL 20 tpm, inj as. Tranexamat 500mg/8jam

Ny. M/28 th 110/90 89 20 36,2 Abses vulva (keluar benjolan dari jalan lahir sejak 1 minggu, keluhan
nyeri, demam. Pada PF ditemukan benjolan sebesar kelereng konsistensi kenyal dan dapat
digerakan. AB dan PCT rujuk poli obgyn)

NY. S/24th 130/90 36,5 98 22

Pasien datang dengan keluhan mual-muntah sejak 3 hari SMRS. Saat ini pasien sedang hamil muda
anak ke 3 dengan usia kehamilan 9 minggu. Muntah-muntah dirasakan sering lebih dari 5 kali. Pada
pemeriksaan dalam batas normal, tidak ditemukan tanda-tanda dehidrasi dan syok hipovolemik

G3P2A0 UK 9 minggu dengan heg (infus RL + drip neurosanbe 20tpm, inj ondan)

VL_closed fracture

Ny. R/74th

Pasien datang dengan keluhan post terjatuh sejak 1 jam SMRS. Saat jatuh pasien menahan dengan
tangan kanannya. Saat ini bahu pasien terasa sakit dan tidak dapat digerakan. Pada pemeriksaan
didapatkan deformitas pada bahu, hematoma(+) dan nyeri tekan (+) lalu disarankan untuk dilakukan
pemeriksaan rontgen pada humerus dextra dan didapatkan fraktur tertutup inkomplit pada os
humerus dextra.

Pembidaian

Obat oral as mef, antasid, rujuk bedah ortopedi


10/3

Tn. T/48 th 130/80 105 38 22 Orchitis

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada bagian skrotum sejak 1 minggu SMRS. Nyeri dirasakan
terus-menerus. Nyeri pada skrotum disertai demam (+). Pada pemeriksaan ditemukan skrotum sisi
kiri membesar (edema), hiperemis(+) dan teraba hangat. Saat di angkat, nyeri sedikit berkurang dan
transaluminasi (-)

Inj. Santagesik, ranitidin, inj metilprednisolon

Tn. R/ 50th 150/100 89 36 20 Kolik renal

Pasien datang dengan keluhan nyeri pinggang kiri sejak 5 hari SMRS. Nyeri dirasakan hilang timbul.
BAK masih lancar, BAK berpasir disangkal, demam(-), mual (+). Pada pemeriksaan didapatkan nyeri
ketok CVA (+) sinistra. Pemeriksaan lain-lain dalam batas normal

Inj ketorolac 1amp, inj ranitidin PO: idem + antasyd 3x1C

12/2

Serotinus Ny.K/33th TD 120/80 HR 80x/m RR 20x/m T:36C

Pasien datang dari poli dengan keluhan hamil sudah melebihi HPL. Saat ini keluhan pasien tidak ada
mules-mules maupun perut kencang. Keluar air dari jalan lahir (-), lendir(-) darah(-). Pada .
pemeriksaan obstetri : TFU 38cm, puka, belum masuk PAP, preksep. DJJ: 140x/m his tidak ada. Pada
pemeriksaan vaginal toucher ditemukan belum ada pembukaan.

G2P1A0 H.42 minggu dengan serotinus

Induksi : misoprostol ¼ tablet/5 jam pervaginam

13/2

Ny. R/30th 110/70 138 37,2 20 contact with blunt object (Bedah)

Pasien datang dengan keluhan post kejatuhan mesin AKI sejak 4 jam SMRS. Mesin AKI jatuh ke
jempol kaki pasien dengan ketinggian sekitar 50cm. Saat ini pasien tidak dapat berjalan dan terasa
nyeri. Pada pemeriksaan didapatkan hematom dan edema pada digiti I pedis dextra, teraba hangat,
nyeri tekan (+) tidak teraba adanya patah tulang dan masih dapat digerakan.

P/O : ketorolac, dexametason, amoxillin

Tn. M/54 tahun 130/90 90 22 36,5 TIA (medik)

Separuh badan bagian kiri terasa lemah sejak 1 hari smrs. Keluhan tersebut dirasakan secara tiba-
tiba. Dan saat ini pasien merasakan tidak terlalu terasa lemah. Rasa kesemutan (-) Sakit kepala,
muntah, penurunan kesadaran sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan
kekuatan otot tangan 5555/4444 dan kekuatan otot kaki 5555/4444. Pada saat menyeringai sisi kiri
terlihat lebih tertinggal dan deviasi lidah ke arah sinistra (Parase nervus VII sentral sinistra)

Infus Nacl 0,9% 20 tpm, Piracetam, Citicholin

Tn. K/55th REVISI intoxicasi makanan

Pasien datang dengan keluhan muntah-muntah lebih dari 5 kali sejak 2 jam SMRS. Sebelumnya
pasien menyantap makanan di pinggir jalan, 30 menit kemudian pasien mengalami muntah-muntah
hebat. Pada pemeriksaan BU + meningkat dan pemeriksaan lain-lain dalam batas normal

Inf RL 20tpm, inj pantoprazol 1amp/24 jam, antasid tab 3x1, sucralfat syr 3x1c

15/3

G3P2A0 H. 40 minggu dengan PEB

Pasien datang mendapat rujukan dengan keluhan hipertensi dalam kehamilan. Sebelumnya pasien
tidak mempunyai hipertensi. Hipertensi baru dirasakan saat hami di usia 40 minggu ini. Saat ini
keluhan perut kencang disangkal. Keluar cairan dari jalan lahir (-) lendir(-) darah(-) keluhan seperti
nyeri kepala, kesemutan dan mata berkunang (-)

Pada pemeriksaan didapatkan TD 190/110 pemeriksaan obstetri leopold I : TFU 34cm, kesan
bokong< puka, preskep, djj 151x/m. His (-). Pada pemeriksaan vafinal toucher belum ada
pembukaan, KK(+), Hodge -. Edema pada kedua kaki pasien

Saat diperiksakan kadar proteinuria +4

Terapi Protap PEB MgSO4 4 gr bolus dan dilanjutkan MgSO4 6gr drip infus, psg dc

16/3

Tn.C/68 th Hematemesis TD:80/50

Pasien datang dengan keluhan muntah darah 1 kali sejak 1 jam SMRS. Keluhan nyeri kepala (-)
riwayat makan tidak ada masalah. Pada pemeriksaan didapatkan CA+/+ < pada pemeriksaan
abdomen BU+ meningkat

Loading RL hingga TD normal, inj pantoprazol, inj astran, sucralfat syrup

Tn.R/ 58th 130/90 90 36,5 20 retensi urin susp bph

Pasien datang dengan keluhan tidak dapat BAK sejak 9 jam SMRS. Keluhan tidak dapat BAK disertai
nyeri pada perut bawah. Sebelumnya BAK tidak lampias, harus mengedan ketika BAK dan selalu
menetes diakhir BAK. Keluhan demam (-). Pada pemeriksaan didapatkan nyeri tekan pada
suprapubik (+) dan vesika urinaria teraba penuh

Cipro, as.mef, pasang DC untuk pengeluaran urin rujuk urologi

17/3
Ny.T/ 37 tahun TD 130/90 HR:137x/m RR: 20x/m T:38,5C

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 3 hari SMRS. Demam dirasakan semakin hari semakin
tinggi dan naik turun. Keluhan disertai mual dan muntah yang sering. Nafsu makan menurun dan
saat ini pasien sedang hamil anak ke 4 dengan usia kehamilan 31 minggu. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan dalam batas normal.

Infus RL 20tpm, inj PCT 500mg, inj ondancetron. Rujuk ke spesialis penyakit dalam dan obgyn

G4P3A0 H 31 minggu dengan febris hari 4 dd/ demam tyfoid

19/3

Tn.A/33th TD:110/90 HR 136x/m RR 20x/m T:37,9C

Pasien datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan SMRS. Batuk dirasakan terus menerus
dan mengeluarkan dahak. Dahak disertai darah disangkal. Keluhan disertai keringat dingin pada
malam hari (+) dan saat ini BB menurun, demam (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan dalam batas
normal.

Susp TB

Infus frutolit 20tpm, inj anbacim 2x1gr, inj ranitidin, Tuzalos 3x1, codein 10mg 3x1

Usulan cek BTA dan rontgen thorax

An.I/8 tahun HR:124x/m RR:24x/m T:36C BB:20kg perempuan

Pasien datang dengan keluhan post KLL motor dengan motor sejak 30 menit SMRS. Pasien terjatuh
dalam keadaan duduk. Keluhan nyeri dirasakan pada punggung bagian bawah. Kedua kaki masih
dapat digerakan. Pada pemeriksaan didapatkan hematoma pada daerah lumbosacral (+), perabaan
hangat dan terdapat nyeri tekan (+)

Hematoma at regio lumbosacral

Amoxillin 3x250mg, as.mef 3x250mg

An. M/1th 121 37,5 22 BB:6kg

Pasien datang diantar ibunya dikarenakan jempol tangan kanan terjepit stang motor sejak 30 menit
SMRS. Keluhan nyeri (+). Pada pemeriksaan didapatkan sedikit vulnus exoriasi sepanjang +/- 0,5cm,
sedikit hiperemis dan nyeri tekan (+). Lalu dilakukan pemeriksaan rontgen pada manus dextra
didapatkan hasil fraktur inkomplit phalang proximal digiti I manus dextra.

Fraktur tertutup at regio digiti I manus dextra

Pada digiti I manus dextra dilakukan pembalutan

Syrup amoxiliin 3x1cth

As.mef, dexa, CTM, sacc ¼ tab pulv


Kontrol ke ortopedi

An. F/ 9tahun HR:75x/m RR:20x/m T: 36,2C

Pasien datang diantar keluarganya dengan keluhan digigit ular 3 jam SMRS pada daerah dibawah
mata kaki kanan. Keluhan nyeri (-). Pada pemeriksaan status lokalis didapatkan luka gigitan ular pada
daerah calcaneus sisi kanan pedis dextra. Hiperemis (-) edema(-) nyeri tekan (-). Pemeriksaan fisik
lainnya dalam batas normal

Snake bite

Infus D5% drip ABU, inj ABU ½ IM: ½ sekitar luka

Inj cefotaxim 500mg/8jam

Inj. Ketorolac ½ amp/8jam

Ny. K/74tahun TD 110/70 HR:134x/m RR 20x/m T:37C

Pasien datang dengan keluhan nyeri perut sejak 5 hari SMRS. Nyeri dirasakan di seluruh kuadran
abdomen. Nyeri disertai keluhan perut semakin membesar. Pasien masih bisa BAB dan kentut. Pada
pemeriksaan ditemukan cembung diseluruh regio abdomen, BU(+), defans muscular (+)
hipertimpani, nyeri di setiap regio abdomen. Pemeriksaan lain-lain dalam batas normal.

Kolik abdomen susp ileus paralitik

Infus RL 20tpm, Inj levofloxacin 500mg/24 jam, inj. Ketorolac/8jam, inj alinamin F /8jam (Vit b
complex) Infus, NGT, DC, BNO 3 posisi?

NY. S/67 tahun TD: 170/90 HR: 75x/m RR:20x/m T:36C (HT essensial)

Pasien datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 hari SMRS. Nyeri kepala dirasakan sampai ke
tengkuk leher. Nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk dan hilang timbul. Riwayat hipertensi (+) tapi
pasien tidak pernah kontrol dan jarang meminum obat. Pada pemeriksaan fisik dalam batas normal

P/O amlodipin 5mg 1x1, analsik 3x1

Tn.B/25 tahun 120/90 75 20 36,2

Pasien datang dengan keluhan nyeri saat BAK sejak 1 hari SMRS. Rasa panas saat BAK (+) disertai
keluar sedikit cairan berwarna kuning seperti nanah. BAK masih lancar, minum banyak (+), riwayat
BAK berpasir (-), demam (-). Pada pemeriksaan nyeri tekan suprapubik (-) pemeriksaan fisik lain-lain
dalam batas normal

Dispauri ec susp GO

Doksisiklin 2x100mg, as.mef 3x500mg

20/3
Tn. H/30th 130/90 92 20 36,4 (cephaligia)

Nyeri kepala 2 hari, pegal2 dan mual (inj ranit, keto po asmef, ranitidin, neurasanbe)

21/3

Tn.A/46 tahun 200/120 98 20 36 (krisis HT+GEA)

Pasien datang dengan keluhan BAB cair sejak 2 hari SMRS. BAB cair dirasakan .15 kali, masih
terdapat ampas, lendir(-) darah(-). Pasien juga mengeluhkan adanya muntah sebanyak 1 kali, dan
perut terasa melilit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BU meningkat, pemeriksaan lain dalam batas
normal.

RL 20tp, furosemid/24 jam, cefotaxim 1gr/12 jam spironolakton 1x25mg, new diatab 3x2 tab,
domperidon 3x1

Ny. K/62 tahun 160/80 121 36 20 (aritmia)

Pasien datang dengan keluhan berdebar-debar sejak 15 menit SMRS. Sebeumnya pasien minum
obat dari mantri sekitar 6 jam yang lalu. Tanda-tanda vital, tekanan darah 160/80 dan heartrate 121
x/menit. Pada pemeriksaan fisik lain dalam batas normal, dan EKG menunjukan sinus takikardir

Bisoprolol 1x5mg, amlodipine 1x5mg

An.N/p 2 tahun 112, 24, 37,7 10kg

Pasein datang diantar ibunya dengan keluhan BAB cair sejak 3 hari SMRS 1hari +/- 5kali, ampas (+),
lendir (-) darah (-). Keluhan tersebut disertai muntah dan demam. Saat ini pasien masih bisa minum.
Pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan tanda-tanda dehidrasi dan pemeriksaan lain-ain masih
dalam batas normal.

RL 10tpm, pct 100mg/8jam, ondan 1mg/8jam, cefo 250mg/8mg. Syr xinc 20mg/24am, liprolac 2x1
sach

Tn.S/62 th. Angioedema/FED

Minum obat bengkak pada bibir nat diklo minum untuk pegal2 (inj dexa. Po mp loratadin 2x1)

23/3

Tn. K/28 tahun 110/70 90 20 39,2

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 3 hari SMRS, demam dirasakan mendadak langsung
tinggi disertai rasa menggigil. Keluhan seperti gusi berdarah (-), mimisan (-). Saat ini pasien sedang
batuk(+). Pada pemeriksaan rumple leed (+) dan pemeriksaan fisik lain dalam batas normal

Obs febris hari ke 2 dhf

Rl 20tpm, cefotaxim 1gr/12 jam, santagesik 1amp/ 8 jam ambroxol yr 3x1C usulan pemeriksaan
darah rutin untuk mengetahui apakah ada penurun trombosit

An.D/2 tahun 120x/m 36 24 (insect bite)


Pasien diantar orang tua dengan keluhan bengkak kemerahan di daerah penis anaknya. Keluhan
tersebut sejak 4 jam SMRS. Sebelumnya pasien sedang bermain di kebon bersama teman-temanya
dan menurut orangtuanya digigit tengu dibagian penis nya. Pada pemeriksaan lokalis didaptakan
penis hiperemis (+) dan edema(+)

Betason n cream, puyer (dexa, ctm, amoxilin masing2 ¼ tab)

25/3

Ny.W/ 20thn (bell’s palsy) 110/80 105 36,5 22

Pasien datang dengan keluhan bibir mencong ke kiri sejak 1 hari SMRS. Bibir mencong dirasakan
tiba-tiba disertai rasa nyeri. Riwayat hipertensi disangkal. Saat dilakukan pemeriksaan didapatkan
parase nervus VII perifer sinistra ( saat mengangkat kedua alis hanya sebelah kanan yang terangkat.
Saat menutup kedua mata, mata kiri tidak tertutup secara sempurna, dan saat tersenyum hanya
sebelah sisi kanan yang terangkat) pemeriksaan lain dalam batas normal

Metylprednisolon 3x1, neurodex 2x1

Tn.C/61 tahun 110/80 96 36,5 22

Pasien datang dengan keluhan nyeri-nyeri pada daerah punggung, dan paha kaki sejak 1 minggu
SMRS. Nyeri timbul saat usai bekerja dan sering timbul pada malam hari. Riwayat kecelakaan atauu
trauma disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan dalam batas normal hanya nyeri tekan pada
daerah punggung dan kaki, hematoma (-), edema(-)

Myalgia : Inj ketorolac dan ranitidin. Po: na diclofenak 2x1, neurodex 2x1, dexanta 3x1)

Nn. S/16 tahun 130/90 88 36 20

Pasien datang dengan keluhan post KLL sejak 15 menit SMRS. Pasien tertabrak motor. Saat
ditanyakan kejadian pasien tidak ingat, tetapi pasien masih ingat nama dan alamat. Keluhan nyeri
kepala dirasakan pasien. Penurunan kesadaran disangkal, muntah (-). Saat dilakukan pemeriksaan
terdapat luka pada kepala bagian temporal dengan gumpalan darah, dan beberapa vulnus exoriatum
pada wajah sisi kanan (pipi)

CKR head injury (bersihkan luka dan tutup luka, amox, asmef)

26/3

Ny.R/24 tahun TD: 100/60 HR: 90 RR:20 T:36 Maternal care for intrauterine death dan Placenta
previa
Pasien sedang hamil anak ke 2 datang dengan keluhan tidak dapat merasakan pergerakan janini
sejak 6 hari SMRS. Keluhan perut kenceng-kenceng tidak ada, keluar darah dari jalan lahir juga
disangkal. Sebelumnya saat usia kandungan 2 bulan, pasien pernah mengalami perdarah dari jalan
lahir namun masih dapat dipertahankan. Pada pemeriksaan obstetri TFU 23cm, tidak ada detak
jantung janin. Lalu dilakukan USG. Konsul hasil USG didapatkan death conceptus, plasenta letak
rendah. G2P1A0 H 39 minggu dengan IUFD dan plasenta previa
Infus RL 20 tpm,

Konsul dokter Sp.OG : ProSC untuk mengeluarkan janin yang mati

Ny. S/29 tahun 110/70 78 18 36,2 G3P1A1 H 13 minggu dgn Ab inkomplit

Pasien hamil anak ke 3 datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak 2 jam SMRS.
Perdarahan berwarna merah segar dan menggumpal. Pasien merasakan sedikit nyeri pada perut
bagian bawah. Sebelumnya pasien pernah mengalami keguguran. Saat dilakukan pemeriksaan
obstetri, TFU tidak teraba. Pada pemeriksaan VT didapatkan pembukaan 2cm, teraba jaringan,
perdarahan sekitar 200cc

Infus RL 20 tpm

Konsul dokter SpOG : curet cito

Post operasi : amox. Asmef, metylergometrin

5/4 Tn.E/39 tahun 120/80 120 24 T:35C neuralgia pasca hepatic

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada dada, leher dan lengan kiri sejak 4 hari SMRS. Mlenting-
mlenting(+). Keluhan nyeri pada lesi-lesi tersebut sulit untuk digerakan pada bagian leher dan lengan
kiri. Pasien mempunyai riwayat herpes, 1 minggu yang lalu sudah kontrol dan dirasakan mendingan
namun saat ini nyeri dirasakan sangat hebat. Pada pemeriksaan didapatkan vesikel papula
hiperemeis multiple dan nyeri tekan pada leher, dada kiri dan lengan kiri

Inj santagesik, ranitidin (acyclovir tab+cream, as.mef, pregabalin, mecobalamin)

Tn. M/56 tahun TD:100/70 HR:136x/m RR:20x/m T:36,2C (selulitis)

Pasien datang dengan keluhan bengkak pada tangan sampai lengan sebelah kanan sejak 2 hari
SMRS. Awalnya timbul bintil 1 buah lalu digaruk dan pecah sehingga bengkak pada tangan sampai
lengan. Tangan masih dapat digerakan namun nyeri. Riwayat DM disangkal. Pada pemeriksaan
tangan kanan didapatkan edema hiperemis(+) pergerakan terbatas.

Inj keto 1 amp, ranitidin 1amp/ dexametason 3x1, ciprofloxacin 2x1, as.mef 3x1

Tn.C/ 52tahun TD: 100/80 HR:138x/m RR:20x/m T:37C (hemiparesis sinistra ec susp SNH)

Lemah separuh badan bagian kiri sejak 12 jam smrs. Keluhan tersebut dirasakan secara tiba-tiba
setelah makan. Keluhan tersebut disertai bicara pelo. Rasa kesemutan (-) Sakit kepala, muntah,
penurunan kesadaran sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kekuatan
otot tangan 5555/3333 dan kekuatan otot kaki 5555/3333. Pada saat menyeringai sisi kiri terlihat
lebih tertinggal dan deviasi lidah ke arah sinistra (Parase nervus VII sentral sinistra)

Lalu disarankan untuk pemeriksaan CT Scan

Infus RL 20tpm, inj citicolin 500mg, inj piracetam 3gr, psg DC


6/4

Nn. G/20 tahun 110/70 68 18 36,5 soft tissue tumor

Keluhan nyeri pada ketiak kanan sejak 2 minggu SMRS. Nyeri dirasakan hilang timbul. Saat dilakukan
pemeriksaan tidak terlihat adanya lesi, edema atau hiperemis. Saat dilakukan palpasi ditemukan
benjolan sebesar telur puyuh, konsistensi kenyal, masih dapat digerakan, nyeri tekan +

Asmef, ranit rujuk poli bedah untuk dilakukan USG

Tn. F/56 tahun 90/60 susp trauma abdomen

Post kecelakaan kejatuhan papan reklame sejak 30 menit SMRS, keluhan saat ini nyeri pada seluruh
lapang perut. Saat dilakukan pemeriksaan BU(-) ditemukan nyeri tekan (+) pada seluruh regio
abdomen/ defans abdomen (+) konsul dokter Sp.B dilakukan Hb seral, foto thorax, abdomen

Infus RL loading 2 kolf, inj ketorolac, inj as.tran, psg DC

Rujuk untuk dilakukan pemeriksaan USG abdmoen+rencana operasi cito

Tn. T (PPOK)

Ny. Y/40tahun TD1180/100 HR:93x/m RR:20x/m T:36C (P3A0 dengan menorhagi)

Pasien datang dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak 3 hari SMRS. Saat ini pasien sedang
datang bulan sudah lebih dari 10 hari. Pasien mengganti pembalut 3-5 kali/hari. Keluhan tersebut
disertai nyeri pada perut bagian bawah. Pemeriksaan lain-lain dalam batas normal.

Hasil lab Hb:7,8 Leu:8.400, tr:459.000

Konsul Sp.OG

Infus RL 20tp, inj as.tran 3x500mg, inj ranitidin 3x1amp, as.mefenamat 3x500mg, fe tablet 2x1 tab
transfusi PRC 2kolf

8/4 An. A/4 tahun HR: 150x/m RR:20x/m T:38,5C BB:20kg (KDS)

Pasien diantar orang tuanya post kejang 1 kali saat dirumah selama 5 menit. Keluhan tersebut
didahului demam. Saat ini sudah tidak kejang namun demam (+) pada oemeriksaan head to toe
dalam batas normal

Inf RL 15tpm, inj pct 200mg, inj phental 50mg/12 jam. Inj cefotaxim 500mg/12 jam

9/4

Ny.F/ 21 tahun TD:130/80 HR:80x/m RR:20x/m T:36,7C

Pasein datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak 2 hari pasca melahirkan di dukun
beranak. Pasien mengganti 3-4x pembalut. Rasa nyeri perut disangkal. Saat dilakukan pemeriksaan
didapatkan TFU 2 jari dibawah umbilical, kontraksi uterus baik. Saat dilakukan VT teraba danya
jaringan, pembukaan 2cm. Perdarahan pervagnam +/- 20cc

P1A0 (partus luar) pps H2 a/i suspek retensi sisa plasenta

‘Infus RL, pro curetase, konsul dr anestesi

PPOK

Tn. T/ 75tahun

Pasien datang dengan keluhan kedua kaki tidak dapat digerakan sama sekali sejak 4 jam.
Sebelumnya pasien jatuh dari pohon. Kedua kaki juga tidak dapat merasakan sakit. Keluhan tersebut
disertai nyeri punggung. Penurunan kesadaran (-), keluhan muntah(-). Keluhan sesak nafas(-).
Riwayat hipertensi (-). Pemeriksaan fisik, airway, breathing, circulation aman. Pada pemeriksaan
neurologis, ditemukan kekuatan otot pada ekstremitas atas 5555/5555 dan ekstremitas bawah
1111/1111. Saat dilakukan pemeriksaan sensoris pada kedua kaki ditemukan hipoestesi(+/+),
pemeriksaan fisik lain-lain dalam batas normal. Lalu dilakukan rontgen thoracolumbal dan
lumbosacral AP lateral. Hasilnya pada T12 dan L1 terkompresi

Paralisis ec susp cedera medulla spinalis

Inf. RL 20tpm

Inj. Metylprednison 2x125mg

Inj. Ketorolac 1Amp

Pasang DC

Pro Rujuk

RJPO : VTP --> Suction --> Rangsang taktil --> AS:3/5/6

Infus RL loasing 18cc/jam selanjutnya sesuai kebutuhan

Pasang CPAP (FiO2 40%, PEEP 5)

Termoregulasi

Inj. Neo K 1mg

Inj Cefotaxim 50mg/12jam

Chloramfenikol tetes mata 1 gtt ODS

Pasang NGT

Telah lahir bayi perempuan tidak menangis dan tidak bugar secara SC a/i G2P1A0 H.37minggu susp.
hidrocephalus.

BB: 1800gr

LK:33cm
PB:46cm

LD:27cm

AS:3/5/6 (setelahdirangsang taktil)

Pada pemeriksaan fisik didapatkan retraksi intracostal, suara nafas dan jantung dalam batas normal.
anogenital : perempuan, labia mayor dan minor sama-sama menonjol. rajah belum sempurna

--> BBLR CB KMK SC, Asfiksia berat

pasien datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri sejak 1 jam SMRS. nyeri dada dirasakan tiba-
tiba saat sedang melakukan aktivitas. nyeri dada menjalar ke lengan kiri. riwayat keluhan serupa
sebelumnya disangkal. riwayat kolestrol tinggi (+). pada pemeriksan fisik didapatkan dalam batas
normal. lalu dilakukan rekan jantung dan hasilny STEMI

--> Chest pain ec STEMI

Konsul Sp.PD

Rawat ICU

Infus RL 20tpm

ISDN 3x5mg

Amlodipin 1x10mg

Concor 1x2,5mg

Cilostazol 2x100mg

Dorner 3x1

Clopidogrel 2x75

Aspilet 1x160mg

Arixtra 1flash/hari (selama 3hari, jika CT BT mamanjang tunda)

EKG/hari

Pasien datang rujukan dari puskesmas dengan keluhan keluar air dari jalan lahir sejak 8 jam SMRS.
lendir(-) darah(-) keluhan perut kencang-kencang(-). Saat ini pasien sedang hamil anak kedua. pada
pemeriksaan obstetri:

Leopold I: TFU 30cm

Leopold II: Puki

Leopold III: masuk PAP

Leopold IV: preskep


HIS: 1x10'10" DJJ:148x/m

VT: pembukaan 1c,, KK melekat, penurunan kepala H1, portio tebal

--> G2P1A0 H.38minggu dengan KPD

Inf RL 20tpm

Konsul Sp.OG

Inj. cefotaxim 1gr (extra)

Telah lahir bayi secara spontan langsung menangis dari ibu G1P0A0H.38minggu a/i KPD. air ketubah
keruh. apgar score:8/9/10

BB:3100gr

LK:36cm

LD:39cm

PB:51cm

Pada pemeriksaan fisik neonatus dalam batas normal. hasil lab: leukosit :26.700

BBLC CB SMK Spt, Sepsis

Termoregulasi

Bersihkan jalan nafas

Inj. neo k 1mg IM

Inj. imunisasi Hep.B0 IM

Chloramfenikol tetes mata 1gtt ODS

Inj kalfoxim 75mg/12 jam