Anda di halaman 1dari 9

REKAYASA IDE

METODE PEMBELAJARAN DI RA ( RAUDHATUL ATHFAL)

Dosen Pengampu :

Disusun Oleh :

Ajeng kenvanysah (1193311081)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERIMEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan
rahmat beserta karuniaNya. Kami ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata
kuliah PAUD, yang telah memberikan tugas kepada kami.
Kami sangat berharap rekayasa ide ini dapat memberikan manfaat khususnya
bagi kami penulis dan juga bagi pembaca. Kritik dan saran yang membangun sangat
kami harapkan.

Penulis

Ajemg kenvanysah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

PAUD adalah “suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir
sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut” (pasal 1, butir 14)

Raudhatul Athfal merupakan bagian dari PAUD merupakan bentuk pendidikan


anak usia dini pada jalur pendidikan non formal. Bermain menjadi salah satu
pendekatan pembelajaran pada PAUD sebagai upaya untuk membantu membangun
kemampuan dasar dan pembentukan perilaku melalui pembiasaan. Penggunaan
pendekatan pembelajaran “Bermain Sambil belajar atau belajar Seraya Bermain”,
karena sesuai dengan dunianya anak. Bermain bagi anak merupakan alat untuk
mengeksplorasi dunianya.
Metode Pembelajaran adalah cara yang dilakukan guru dalam membimbing peserta
didik mencapai kompetensi yang ditetapkan. Guru harus menerapkan metode
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Termasuk bagi
peserta didik di tingkat Raudhatul Athfal.
Raudhatul Athfal (RA) atau Taman Kanak-kanak (TK) termasuk jenis Pendidikan
anak usia dini yaitu suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir
sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Jalur Pendidikan Raudhatul Athfal (RA) termasuk pendidikan nonformal
berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan
pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian
profesional.
Pembinaan Raudhatul Athfal (RA) dilakukan oleh Kementerian Agama dibawah
direktorat Pendidikan Madrasah. Raudhatul Athfal setingkat dengan Taman kanak-
kanak yang dibawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Sebagai
pendidikan anak usia dini, Raudhatul Athfal memerlukan metode dan strategi
pembelajaran khusus.
Oleh karena itu penguasaan metode-metode pembelajaran anak usia dini khusus
nya RA merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru/tutor agar proses
pembelajaran tersebut dapat mendorong perkembangan anak, baik perkembangan
intelektual, fisik maupun emosionalnya. Dengan menguasai metode pembelajaran, selain
tentunya kemampuan lainnya, seorang guru/tutor dapat mengelola proses pembelajaran
sesuai dengan tujuan yang hendap dicapainya, yaitu kemampuan-kemampuan yang
diharapkan dimiliki oleh anak.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mengkaji berbagai metode
pembelajaran yang sesuai untuk pendidikan anak usia dini. Metode-metode tersebut
kemudian dianalisis baik kelebihan maupun kelemahannya, sehingga dapat diperoleh
mana metode yang sesuai dengan pendidikan anak usia dini.

1.2 Perumusan Masalah

Dalam penyusunan makalah ini, masalah yang dikaji akan dirumuskan dalam
beberapa pertanyaan sebagai berikut?
a. Metode-metode pembelajaran apa saja yang sesuai dengan pembelajaran anak usia
dini pada RA ?
b. Bagaimana keunggulan dan kekurangan masing-masing metode pembelajaran
tersebut?

1.3 Tujuan
1. Memberikan pemahaman tentang apa saja metode pembelajaran di RA
2. Menjelaskan tentang metode-metode pembelajaran pada anak usia dini
khusus nya RA .3. Menjelaskan tentang keunggulan dan kekurangan metode
pembelajaran di RA
D. Manfaat
1. Mengetahui tentang tatacara penerapan metode Pembelajaran pada anak RA
.3. Mengetahui keunggulan dan kekurangan metode pembelajaran di RA untuk
membantu perkembangan dan pertumbuhan anak.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Metode – metode pembelajaran


Metode Pembelajaran adalah cara yang dilakukan guru dalam membimbing
peserta didik mencapai kompetensi yang ditetapkan. Guru harus menerapkan metode
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Termasuk bagi
peserta didik di tingkat Raudhatul Athfal.
Ada beberapa Metode pembelajaran yang bisa digunakan di Raudhatul Athfal
(RA) antara lain sebagai berikut:
1. Ceramah
Metode ini sangat umum digunakan dalam proses pembelajaran.
Terutama pada pembelajaran di Raudhatul Athfal.
2. Metode Bermain
Bermain merupakan prinsip dasar pendidikan anak usia dini, sehingga
wajar apabila bermain menjadi salah satu metode yang wajib dilakukan guru
dalam pembelajaran anak usia dini. Metode ini biasanya memerlukan strategi
dan media pembelajaran yang disiapkan secara baik. Oleh karena itu
ketersediaan media bermain merupakan syarat diterapkannya metode ini. Media
di sini bukan saja berbentuk barang tetapi dapat berbentuk berbagai jenis
permainan yang harus dikuasai guru agar pembelajaran berjalan dengan baik.
Apabila guru tidak menyediakan media pembelajaran maka tujuan pembelajaran
akan sulit tercapai.
3. Metode Bercerita
Metode bercerita sangat umum digunakan dalam pembelajaran anak usia
dini, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan dan nilai-nilai yang hendak
diinternalisasikan kepada anak. Oleh karena itu, guru harus mampu
mengkolaborasikan metode ini dengan metode-metode yang lainnya seperti
tanya jawab dan bernyanyi. Guru dituntut untuk benar-benar menguasai teknik
bercerita yang baik, sehingga anak tertarik dengan cerita yang dibawakannya
sekaligus pesan yang ingin disampaikan akan diterima anak dengan baik.
4. Bernyanyi
Penerapan metode bernyanyi untuk meningkatkan kemampuan
menghapal terjemah surat-surat pendek pada anak usia dini khususnya RA.
5. Bercakap (dialog dengan tanya jawab)
Metode bercakap-cakap berupa kegiatan bercakap-cakap atau bertanya
jawab antara peserta didik dengan guru atau antara peserta didik dengan
peserta didik. Bercakap-cakap dapat dilaksanakan dalam bentuk
1) bercakap-cakap bebas,
2) bercakap-cakap menurut pokok dan
3) bercakap-cakap berdasarkan gambar seri.
Dalam bercakap-cakap bebas kegiatan tidak terikat pada tema, tetapi pada
kemampuan yang diajarkan. Bercakap-cakap menurut pokok dilakukan
berdasarkan tema tertentu. Bercakap-cakap berdasarkan gambar seri
menggunakan gambar seri sebagai bahan pembicaraan.

6. Metode Karya wisata


Metode karyawisata dilakukan dengan cara mengajak peserta didik
mengunjungi objek-objek yang sesuai dengan tema. Dan Biasanya metode karya
wisata dilakukan dalam satu dua kali kegiatan dalam satu semester.
7. Praktik langsung (demontrasi )
Metode demontrasi dilakukan dengan cara mempertunjukan atau
memperagakan suatu cara atau suatu keterampilan. Tujuannya agar peserta
didik memahami dan dapat melakukannya dengan benar, misalnya: menghapus
buah, memotong rumput, menanam bunga, mencampur warna, meniup balon
kemudian melepaskannya, menggosok gigi, mencuci tangan.
8. Bermain peran (sosio-drama)
Metode sosio drama adalah cara memberikan pengalaman kepada peserta
didik melalui bermain peran, yakni peserta didik diminta memainkan peran
tertentu dalam suatu permainan peran. Misalnya: bermain jual beli sayur-mayur,
bermain menolong peserta didik yang jatuh, bermain menyayangi keluarga, dan
lain-lain.
9. Penugasan
Metode pemberian tugas adalah metode yang digunakan untuk memberi
kesempatan kepada peserta didik melaksanakan tugas yang disiapkan oleh guru.

2.2 Keunggulan dan kekurangan pada metode pembelajaran

1) Ceramah
Adapun keunggulan metode ceramah adalah: Banyak materi dapat
disampaikan pada proses pembelajaran. Sedangkan Kekurangannya adalah :
Sifatnya hanya satu arah, sehingga tidak mendorong anak untuk aktif dan kreatif.
2) Metode Bermain
Adapun keunggulan metode ini adalah: Sesuai dengan tahap
perkembangan anak yang membutuhkan wahana dalam mengembangkan semua
aspek-aspek perkembangannya, baik perkembangan fisik, perkembangan
kognitif maupun perkembangan emosionalnya. Dapat mendorong minat anak
untuk belajar, dengan bermain anak biasanya tidak menyadari bahwa ia sedang
belajar sesuatu sebab yang menjadi focus utama mereka adalah ketertarikan
terhadap bermainnya.
Adapun kekurangannya metode ini adalah sebagai berikut: Apabila metode ini
dilakukan tanpa persiapan yang matang, maka ada kemungkinan tujuan-tujuan
pembelajaran tidak tercapai secara maksimal sebab anak terlalu larut dalam
proses bermain apalagi misalnya guru kurang memperhatikan tahapan-tahapan
pembelajaran melalui metode ini.
3) Metode Bercerita
Adapun keunggulan metode ini adalah: Dapat meningkatkan motivasi
anak untuk belajar, karena anak sangat senang dengan cerita-cerita. Sangat
sesuai untuk pendidikan afektif (nilai), sebab metode ini dapat menyampaikan
nilai-nilai kebaikan kepada anak melalui contoh-contoh dalam cerita sehingga
mendorong anak untuk melakukan kebaikan tersebut, sekaligus menghindari
perbuatan buruk yang digambarkan dalam cerita guru. Tidak membutuhkan
banyak alat dan media pembelajaran.
Adapun kekurangannya antara lain: Dalam pembelajaran ini biasanya guru
lebih dominan, sehingga peran aktif anak sedikit terbatas. Oleh karena itu, guru
harus mampu mengkolaborasikan metode ini dengan metode-metode yang
lainnya seperti tanya jawab dan bernyanyi. Guru dituntut untuk benar-benar
menguasai teknik bercerita yang baik, sehingga anak tertarik dengan cerita yang
dibawakannya sekaligus pesan yang ingin disampaikan akan diterima anak
dengan baik.
4) Metode Bernyanyi
Keunggulan metode bernyanyi antara lain: Dapat meningkatkan
motivasi anak untuk belajar, anak-anak biasanya sangat senang bernyanyi
sehingga pembelajaran melalui metode bernyanyi sangat disukai anak. Tidak
membutuhkan media yang terlalu sulit didapat, metode ini dapat dilakukan
dengan tanpa music ataupun dengan music, dapat pula dengan melihat gambar
dalam VCD.
Kekurangannya antara lain: Metode bernyanyi kalau dilakukan tanpa diikuti
metode-metode lainnya, maka tujuan pembelajaran yang dicapai sedikit
terbatas, misalnya hanya mengembangkan kecerdasan music saja.
5) Bercakap (dialog dengan tanya jawab)
Dalam metode ini terkandung beberapa keunggulan, yaitu : Anak
didorong untuk lebih aktif dalam menjawab dan bertanya, sehingga dapat
merangsang kemampuan berfikirnya. Guru dapat mengetahui perkembangan
setiap anak, karena guru dapat langsung menilai kemampuan anak dalam
menjawab atau bertanya. Sehingga guru dapat melakukan diagnose dan rencana
tindak lanjutnya.
Kekurangan antara lain: Biasanya hanya anak-anak yang aktif dan mempunyai
kecerdasan yang lebih baik saja yang mampu menjawab dan bertanya. Dalam hal
ini guru harus mampu mengelola pembelajaran melalui metode Tanya jawab
dengan baik, sehingga setiap siswa mempunyai kesempatan untuk menjawab
dan bertanya.
6) Metode Karya wisata
Keunggulan metode ini adalah: Siswa dapat berinteraksi langsung
dengan lingkungannya, sehingga proses pembelajaran lebih bermakna bagi anak.
Misalnya kunjungan ke panti asuhan, pasar, bank, dan lainnya. Sesuai dengan
pendekatan pembelajaran yang mendekatkan anak dengan lingkungan
sekitarnya, yaitu pendekatan belajar CTL (Contextual Teaching and Learning).
Adapun kekurangannya biasanya adalah : Unsur rekreasi biasanya lebih
dominan sehingga proses belajarnya tersisihkan. Memerlukan biaya, sehingga
memberatkan orang tua anak. Tempat karya wisata biasanya tempat-tempat
yang nilai edukatifnya kurang, seperti water boom, kolam renang, dan lainnya.
Jarang karya wisata ke tempat-tempat yang mampu meningkatkan kepedulian
social anak, misalnya ke perkampungan kumuh, panti asuhan dan lainnya.
7) Praktik langsung (demontrasi )
Adapun keunggulan metode praktik langsung adalah: Pembelajaran
lebih bermakna sebab anak secara langsung dapat mempelajari dan
memecahkan masalah secara langsung. Metode ini sangat sesuai dengan model
pembelajaran konstruktivisme yang sedang dikembangkan dalam pembelajaran
saat ini, yaitu merangsang anak untuk berfikir dalam memecahkan masalah.
Kekurangannya adalah : Kadang membutuhkan biaya yang cukup besar,
khususnya dalam praktek langsung terhadap alat-alat tertentu. Tanpa bimbingan
secara baik, biasanya ada anak-anak yang mengalami kesulitan dan tidak
mendapatkan bimbingan dengan benar dari gurunya.

8) Metode Bermain peran (sosio-drama)


Keunggulan adalah: Anak dapat menghayati peran yang ia lakukan,
sehingga anak dapat mengambil nilai baik dan buruk dari peran-peran tersebut.
Mendorong motivasi belajar anak, karena bermain peran merupakan metode
pembelajaran yang lebih terbuka terhadap improvisasi-improvisasi anak
sehingga mendorong kreativitas anak. Adapun kekurangannya adalah:
Memerlukan waktu yang banyak, karena anak tidak akan langsung memahami
peran yang akan dilakukannya. Memerlukan kesabaran dan ketekukan guru
dalam membimbing anak melakukan metode bermain peran.

9) Metode Penugasan
Keunggulan adalah: Dengan metode penugasan, terutama tugas di
rumah, anak lebih terdorong untuk belajar di rumah. Dengan adanya tugas di
rumah, aktivitas anak akan lebih positif.
Kekurangannya adalah: Kadang kalau tugas itu terlalu banyak akan
memberikan beban untuk anak dan mengurangi jam bermainnya

BAB III
GAGASAN IDE

1) Menunjukkan prestasi yang menurun atau rendah, di bawah rata rata.


2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
3) Lambat dalam mengerjakan tugas-tugas belajar.
4) Prestasi menurun drastis.
5) Peserta didik sering bolos, masuk tanpa keterangan.
6) Bila ada tugas selalu tidak mengerjakan.

solusinya

1) Melakukan kunjungan rumah.


2) Meneliti pekerjaan siswa jika ada tugas rumah.
3) Mengamati tingkah laku peserta didik.
4) Komunikasi dengan orangtua mengenai perkembangan anak dan tingkah laku di sekolah.
5) Bekerjasama dengan masyarakat dan lembaga untuk membantu memecahkan masalah peserta didik.
6) Menyelenggarakan bimbingan belajar atau kelompok untuk meningkatkan prestasi belajar peserta men
didik. Bimbingan belajar merupakan upaya guru untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.
7) Meneliti kemajuan peserta didik di sekolah maupun di luar sekolah.

INSTRUMEN PENGAMATAN

Nama :
Umur :
Metode Pembelajaran yang di Gunakan :
Tabel Pengamatan

No Aspek Pengamatan Mampu Kurang Mamp Tidak Mampu


u

1. Merespon

2. Berkomentar

3. Bertanya

4. Pemahaman

BAB IV

KESIMPULAN

3.1 KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemimpin pada hakikatnya adalah seorang
yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan
menggunakan kekuasaan. Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan
mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu
kepemimpinan kepala sekolah sangatlah berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi guru. Dalam hubungan
antara kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru dapat di simpulkan sebagai berikut :

3.2 SARAN

1) Kompetensi guru merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seseorang
guru dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, berperilaku maupun hasil yang dapat
ditunjukkan.
2) Kompetensi guru terdiri dari kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional.
3) Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang
akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan
dan penyesuaian penguasaan kompetensinya.
4) Kepala sekolah memiliki peranan yang strategis dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, baik
sebagai educator (pendidik), manajer, administrator, supervisor, leader (pemimpin), pencipta iklim
kerja maupun sebagai wirausahawan.
5) Seberapa jauh kepala sekolah dapat mengoptimalkan segenap peran yang diembannya, secara
langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi
guru, dan pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.