Anda di halaman 1dari 31

MENELAAH PERBEDAAN DAN PERUBAHAN KERANGKA DASAR,

HAKIKAT, LANDASAN, PRINSIP, DAN STRUKTUR KURIKULUM 2006


KTSP DAN KURIKULUM 2013

Disusun oleh : Elviana Lubis, Marlina, Rizki Ramdani Harahap, Reni Anggraini

ABSTRAK

Kurikulum sebagai seperangkat program pengajaran sebuah institusi


pendidikan dimungkinkan untuk dilakukan perubahan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Terkait dengan hal ini, dalam konteks Indonesia, Kementrian
Pendidikan Nasional telah membuat perubahan kurikulum beberapa kali, seperti
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 KTSP (kurikulum berbasis kelompok
pelajaran) dan Kurikulum 2013 (Kurikulum Berbasis Karakter). KTSP mulai
diberlakukan sejak tahun ajaran 2007/2008, sedangkan Kurikulum 2013 diluncurkan
secara resmi pada tanggal 15 Juli 2013. Jika dicermati perbedaan paling mendasar
antara KTSP dan Kurikulum 20013, dalam KTSP kegiatan pengembangan selabus
merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun dalam Kurikulum 2013, kegiatan
pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata
pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang
bersangkutan. Sedangkan melalui telaah ini, ditemukan bahwa ada beberapa
perbedaan dan perubahan antara kedua kurikulum ini mulai dari kerangka dasar
hakikat, landasan, prinspi serta strukturnya.

1
PENDAHULUAN

1. Pengantar

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan karunia yang
masih dapat dirasakan sampai saat ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Serta terima kasih kepada semua pihak
yang telah berperan dalam terselesaikannya makalah ini terutama kepada bapak Drs.
Abdul Halim Nasution, M.Ag selaku dosen pengampu matakuliah telaah kurikulum
atas bimbingan beliau dan arahan yang diberikan kepada kami dalam menyelesaikan
makalah ini.

Makalah ini membahas tentang Menelaah Perbedaan dan Perubahan Kerangka


Dasar: Hakikat, Landasan, Prinsip, dan Struktur Kurikulum 2006 KTSP dan
Kurikulum 2013. Adapun bahan telaahnya merujuk pada Permendikbud nomor 59
tahun 2014 tentang kurikulum SMA/SMK, dan Lampiran 1: kerangka dasar dan
struktur kurikulum 2013, Panduan penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan
menengah (BNSP, 2006) dan PMA nomor 167 tahun 2014 Tentang Kurikulum PAI
dan Bahasa Arab di Madrasah dan PMA nomor 2 tahun 2008 tentang Kurikulum PAI
Madrasah, serta buku-buku yang mendukung materi ini.

2. Latar Belakang

Indonesia telah banyak mengalami perubahan kurikulum, di antaranya


kurikulum 1947, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994, 1997, 2004, 2006, dan terakhir
2013. Perubahan kurikulum sering dipengaruhi oleh faktor sosial politik, ekonomi,
teknologi, moral, keagamaan dan keindahan. Sering kali ada ungkapan “ganti menteri
ganti kurikulum”. Ungkapan tersebut muncul disebabkan kebiasaan adanya
pergantian pimpinan pemerintahan, terjadi pula perubahan sistem politik, ekonomi,
teknologi, moral, dan keindahan yang menyebabkan perlunya penyesuaian atau
penyempurnaan kurikulum.

2
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diberlakukan mulai tahun
ajaran 2006/ 2007. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, KTSP disusun oleh
satuan pendidikan masing-masing, pemerintah hanya memberikan rambu-rambu
penyusunan dan pengembangannya. Maka dalam pelaksanaanya dibutuhkan
pemehaman yang baik mengenai kurikulum ini agar dapat diberlakukan di satuan
pendidikan yang ada.

KTSP merupakan kurikulum yang cukup lama telah dilaksanakan di satuan


pendidikan di Indonesia. Selama dilaksanakan, ada landasan yang dijadikan untuk
pedoman penyusunannya serta memiliki prinsip dalam pelaksanaannya. Struktur dari
KTSP secara umum dapat dilihat dari berbagai lampiran Undang-Undang yang
diterbitkan terkait dengan KTSP. Maka beberapa poin ini akan coba dibahas di dalam
makalah ini untuk memahami tentang KTSP itu sendiri sebagai tujuan khusus dan
untuk menambah wawasan mengenai kurikulum di Indoensia secara umum sebagai
tujuan umum.

Orientasi kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan


antara kompetensi sikap (aattitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan
(konowladge). Hal ini sejalan dengan amanat Undang-udang Nomor 20 tahun 2003
sebagaimana tersurat dalam penjelasan pasal 35, bahwa kompetensi lulusan
merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Karenanya kurikulum 2013 hadir dalam rangka menjawab tantangan zaman,


terkait dengan pentingnya mengedapankan sikap namun tidak mengabaikan
pengetahuan dan teknologi. Dalam penerapannya kurikulum 2013 berpusat pada
peserta didik, yakni peserta didik dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran
dalam menemukan sendiri pengalaman belajar yang dibutuhkannya, namun tidak
menghilangkan peran guru yang membantu proses pendewasaan peserta didik dalam
membentuk sikap, karakter, ilmu pengetahuan serta keterampilan peserta didik. Oleh

3
karenanya penulis ingin menelaah lebih jauh tentang bagaimana perbedaan dan
perubahan hakikat, landasan, prinsip dan struktur KTSP dan kurikulum 2013.

3. Rumusan Masalah
a. Bagaimana perbedaan dan perubahan hakikat KTSP dan Kurikulum 2013?
b. Bagaimana perbedaan dan perubahan landasan KTSP dan Kurikulum
2013?
c. Bagaimana perbedaan dan perubahan Prinsip KTSP dan Kurikulum 2013?
d. Bagaimana perbedaan dan perubahan struktur KTSP dan Kurikulum
2013?

4. Kerangka Teoritik

a. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Beradsarkan PP No. 32 Tahun 2013 perubahan PP No 19 Tahun 2005 Pasal 1
ayat 20, di dalam buku Heri Gunawan, bahwa KTSP adalah kurikulum operasional
yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.1 Berdasarkan
pengertian ini, KTSP dikembangkan oleh masing-masing kelompok atau satuan
pendidikan bersama-sama dengan komite sekolah/ madrasah dibawah koordinasi dari
supervisi Dinas Pendidikan/ Kementrian Agama Kabupaten/ kota untuk Sekolah
Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dan Dinas Pendidikan/ Kementrian Agama untuk
pendidikan menengah dan pendidikan khusus.2

b. Tujuan KTSP
Secara umum tujuan KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan
satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga
pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara

1
Lampiran PP No 32 Tahun 2013 Perubahan PP No 19 Tahun 2005.
2
Heri Gunawan, Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Alfabeta, 2012),
hlm. 64.

4
pertisipatif dalam pengembangan kurikulum. Sedangkan secara khusus diterapkannya
KTSP yaitu untuk:

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah


dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan
sumberdaya yang tersedia.
2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam
pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
3) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas
pendidikan yang akan dicapai.3

c. Karakteristik KTSP
KTSP karakteristiknya dapat diketahui anatar lain dari bagaimana sekolah dan
satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan
sumber belajar, profesionalisme tenaga kependidikan, serta sistem penilaian.
Berdasarkan uraian ini, dapat dikemukakan beberapa karakteristik KTSP sebagai
berikut:

1) Pemberian satuan otonomi luas kepala sekolah dan satuan pendidikan.


2) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi.
3) Kepemimpinan yang demokratis dan professional oleh kepala sekolah.
4) Tim kerja yang kompak dan transparan dari berbagai pihak yang terlibat.

d. Pengertian Kurikulum 2013

Pada tahun 2013 pemerintah mengeluarkan keputusan tentang kurikulum baru


yaitu kurikulum 2013. Secara sederhana kurikulum 2013 merupakan kelanjutan dari
kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup
kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu. Selain itu penataan
kurikulum 2013 dilakukan sebagai amanah dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun

3
Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya,2010), hlm. 22.

5
2003 tentang sistem Pendidikan Nasional dan peraturan presiden nomor 5 tahun 2010
tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional.4

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang terintegrasi dalam suatu model


kurikulum yang dapat menintegrasikan skill, themes, concept, and topics baik dalam
bentuk within singel disciplines, across several disciplines, and within and across
learnes.5 Dengan kata lain bahwa kurikulum terpadu sebagai sebuah sistem dalam
pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa disiplin ilmu atau mata pelajaran
atau bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna dan luas terhadap
peserta didik. Adapun inti dari kurikulum 2013 ada pada upaya penyederhanaan dan
sifatnya yang tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi
yang siap dalam menghadapi tantangan masa depan.

e. Tujuan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar


memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman,
produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

f. Karakteristik Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:

1) Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan


sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan
intelektual dan psikomorik.
2) Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang meberikan pengalaman
belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di

4
Loeloek Endah Poerwati, dkk, Panduan Memahami Kurikulum 2013, (Jakarta: PT Prestasi
Pustakarya, 2013), hlm. 68.
5
Ibid, hlm. 28.

6
sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber
belaajar
3) Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta
menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat.
4) Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
5) Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci
lebih lanjut dalam komptensi dasar Mata pelajaran.
6) Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing)
elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses
pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan
dalam kompetensi inti.
7) Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif.
Saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarMata
pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

7
PEMBAHASAN

A. Perbedaan dan Perubahan Hakikat Kurikulum 2006 KTSP dan


Kurikulum 2013

Hakikat kurikulum adalah suatu program yang direncanakan dan dilaksanakan


untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi


dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (UU No. 20 Tahun
2003 tentang SPN).

Kurikulum 2013 menekankan pengembangan kompetensi pengetahuan,


keterampilan, dan sikap peserta didik secara holistik (seimbang). Kompetensi
pengetahuan keterampilan dan sikap ditagih dalam rapor dan merupakan penentu
kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik. Kompetensi pengetahuan peserta didik
yang dikembangkan meliputi mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis dan
mengevaluasi agar menjadi pribadi yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya dan berwawasan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan, peradaban.

Kompetensi keterampilan peserta didik yang dikembangkan meliputi


mengamati, menanya, mencoba, mengolah, mengaji, menawar,dan mencipta agar
menjadi pribadi yang berkemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam
ranah konkret dan abstrak. Kompetensi sikap peserta didik yang dikembangkan
meliputi menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan, sehingga
menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia percaya diri dan bertanggung
jawab dalam berinteraksi secara efektif lingkungan sosial alam sekitarnya serta dunia
dan peradabannya.6

6
Herry Widyastono, Pengembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah Dari Kurikulum 2004,2006,
ke Kurikulum 2013, ( Jakarta : Bumi Aksara, 2015 ), hlm. 119.

8
Kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap pertama kali dikemukakan
oleh Bloom dan sudah menjadi dasar dalam pengembangan kurikulum di Indonesia
sejak kurikulum 1973 (Kurikulum PPSP). Akan tetapi dalam implementasinya guru-
guru pada umumnya tidak mengembangkan kompetensi keterampilan dan sikap
secara eksplisit, mungkin karena tidak ditagih dalam rapor sehingga tidak merupakan
penentu kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik. Pada kurikulum 2013, ketiga
kompetensi tersebut ditagih dalam rapor dan merupakan penentu kenaikan kelas dan
kelulusan peserta didik sehingga guru wajib mengimplementasikannya dalam
pembelajaran dan penilaian.7

Menurut pemakalah kurikulum adalah sejumlah kegiatan yang dirancang


untuk meningkatkan efektivitas peserta didik dalam dunia pendidikan baik itu di
dalam kelas maupun di luar kelas.

Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat
satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut:

1. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan


karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setemoat dan peserta
didik.
2. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan
pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar
kompetensi lulusan, dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/ kota,
dan departemen agama yang bertanggung jawab dibidang pendidikan.
3. Kurikulum satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi
dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan


sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma

7
Ibid, hlm. 119-120.

9
pengembangan kurikulum yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan
pendidikan dan perlibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar
mengajar di sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah
memiliki keleluasaan dalam mengelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar
dan mengalokasikan kebutuhan serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.8

KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan


pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan
pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satuan pendidikan dengan memberikan
otonomi yang lebih besar, disamping menunjukkan sikap tanggap pemerintah
terhadap tuntutan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efisiensi,
dan pemerataan pendidikan. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan
yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk
mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan, dan kebutuhan masing-
masing.

Kebijakan dalam KTSP adalah pelaksanaan ujian nasional dengan standar


kelulusannya. Dimana siswa dikatakan berhasil jika ia telah mampu menembus jaring
ujian nasional. Sebuah sekolah dikatakan bermutu apabila kelulusan siswanya 100%
dan banyak siswanya yang mendapatkan nilai 10. Bahkan untuk tujuan itu,
kecurangan sistematis selalu terjadi. Penanaman nilai moral seolah tak diperhatikan.9

Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014


pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi
pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru tentu mempunyai perbedaan dengan
yang lama. Begitu pula kurikulum 2013 mempunyai perbedaan dengan KTSP.

8
Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan..., hlm. 20-21.
9
Mulyoto, Strategi Pembelajaran di Era Kurikulm 2013, (Jakarta: Prestasi Pustaka Raya, 2013), hlm.
114-115.

10
Berikut ini Perbedaan Kurikulum KTSP dengan Kurikulum 2013 di Tingkat
SMA/MA:

1. Perbedaan
No Kurikulum 2013 KTSP

1 SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Standar Isi ditentukan terlebih dahulu


ditentukan terlebih dahulu, melalui melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006.
Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah itu ditentukan SKL (Standar
Setelah itu baru ditentukan Standar Kompetensi Lulusan) melalui
Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar Permendiknas No 23 Tahun 2006
Kurikulum, yang dituangkan dalam
Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70
Tahun 2013

2 Aspek kompetensi lulusan ada Lebih menekankan pada aspek


keseimbangan soft skills dan hard pengetahuan
skills yang meliputi aspek kompetensi
sikap, keterampilan, dan pengetahuan

3 di jenjang SD Tematik Terpadu untuk di jenjang SD Tematik Terpadu untuk


kelas I-VI kelas I-III

4 Jumlah jam pelajaran per minggu Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan
lebih banyak dan jumlah mata jumlah mata pelajaran lebih banyak
pelajaran lebih sedikit dibanding dibanding Kurikulum 2013
KTSP

11
5 Proses pembelajaran setiap tema di Standar proses dalam pembelajaran terdiri
jenjang SD dan semua mata pelajaran dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan
dengan pendekatan ilmiah (saintific
approach), yaitu standar proses dalam
pembelajaran terdiri dari Mengamati,
Menanya, Mengolah, Menyajikan,
Menyimpulkan, dan Mencipta.

6 TIK (Teknologi Informasi dan TIK sebagai mata pelajaran.


Komunikasi) bukan sebagai mata
pelajaran, melainkan sebagai media
pembelajaran

7 Standar penilaian menggunakan Penilaiannya lebih dominan pada aspek


penilaian otentik, yaitu mengukur pengetahuan
semua kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan
berdasarkan proses dan hasil.

8 Pramuka menjadi ekstrakuler wajib Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib

9 Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X Penjurusan mulai kelas XI


untuk jenjang SMA/MA

10 BK lebih menekankan BK lebih pada menyelesaikan masalah


mengembangkan potensi siswa siswa

12
Dalam konteks ini terdapat perubahan cakupan kurikulum, mulai dari sekolah
tingkat dasar sampai sekolah menengah atas. Elemen-elemen perubahan dalam
kurikulum 2013 antara lain sebagai berikut:

1. Kompetensi lulusan
Mengenai kompetensi lulusan, baik tingkat SD, SMP, SMA, maupun SMK
ditekankan pada peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang
meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.
2. Kedudukan mata pelajaran
Kompetensi yang semuka diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi
mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi. Hal ini berlaku untuk semua mata
pelajaran, mulai dari SD, SMP, SMA maupun SMK.
3. Pendekatan Isi
Untuk tingkat SD, kompetensi dikembangkan melalui tematik integratif dalam
semua mata pelajaran. Untuk SMP dan SMA dikembangkan melalui pendekatan mata
pelajaran. Sementara SMK melalui pendekatan vocal atau keahlian.
4. Struktur kurikulum
a. Struktur kurikulum tingkat SD, melipu: holistik berbasis sains (alam,
sosial dan budaya); jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6; dan jumlah
jam bertambah di jam pelajaran perminggu, akibat perubahan pendekatan
pembelajaran.
b. Struktur kurikulum tingkat SMP, meliputi TIK menjadi media semua mata
pelajaran; pengembangan diri pada setiap mata pelajaran dan
ekstrakurikuler; jam mata pelajaran dari 12 menjadi 10; jumlah jam
berubah menjadi 6 jam per minggu, akibat perubahan pendekatan
pembelajaran.
c. Struktur kurikulum tingkat SMA, meliputi: perubahan sistem (ada mata
pelajaran wajib dan ada mata pelajaran pilihan); terjadi pengurangan mata

13
pelajaran yang hanya diikuti siswa; jumlah jam bertambah 1jam pelajaran
perminggu, akibat perubahan pendekatan pembelajaran.
d. Struktur kurikulum tingkat SMK, meliputi: penambahan jenis keahlian
berdasarkan spectrum kebutuhan (6 program keahlian, 40 bidang keahlian,
121 kompetensi keahlian) pengurangan adaptif dan normative,
penambahan produktif:produktif disesuaikan dengan tren perkembangan
di industry.
5. Proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran untuk semua jenjang pendidikan (SD,SMP,SMA
dan SMK) standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi dan
konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menyajikan,
menyimpulkan dan mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga
dilingkungan sekolah dan masyarakat. Dalam hal ini, guru bukan satu-satunya
sumber belajar. Selain itu, sikap tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi melalui
contoh dan teladan. Dengan kata lain, seorang pendidik tidak hanya bertugas sebagai
fasilitator, tetapi juga harus memberikan keadaan yang baik.10

Jadi adanya perbedaan dikarenakan adanya perubahan pada hakikat kurikulum


2006 dan kurikulum 2013 itu jika kita lihat pada kurukulum 2006 sumber belajar itu
hanya pada guru, peserta didik dipaksa untuk terus menelan informasi maka disini
guru lah yang aktif dalam proses belajar mengajar sedangkan pada kurikulum 2013
peserta didik yang dituntut aktif sedangkan guru hanyalah fasilitator saja oleh sebab
itu jika dilihat hakikatnya kurikulum 2006 itu lebih mengacu sikap kognitifnya saja
tanpa melihat aspek psikomotoriknya dan afektifnya sedangkan pada kurikulum 2013
tiga ranah berusaha untuk digali dalam pembelajaran.

10
M. Fadillah, Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA,
(Jakarta: ar- Ruzz Media, 2014) hlm. 31-32.

14
B. Perbedan dan Perubahan Landasan Kurikulum 2006 KTSP dan
Kurikulum 2013
Landasan kurikulum 2006:
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, dalam undang-undang sisdiknas tersebut dikemukakan bahwa
standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian
pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Standar
nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum,
tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.
Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan
pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan
standarisasi, penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. Ketentuan
dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP yakni : Pasal 1 ayat (19); Pasal
18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2);
Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1),
(2).
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005.
Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 adalah peraturan tentang
standar nasional pendidikan (SNP). SNP merupakan kriteria minimal
tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum negara kesatuan
republik Indonesia (NKRI). Dalam peraturan tersebut dikemukakan bahwa
kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP
yaitu : Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat
(6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8); Pasal 8 ayat (1), (2),

15
(3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat
(1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4),
(5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.

3. Standar Isi

SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk


mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum,
Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata
pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan
dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun
2006.

4. Standar Kompetensi Lulusan

SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,


pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan
Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.11

Sementara Kurikulum 2013 ini dirancang berdasarkan landasan yuridis,


landasan filosofis, landasan teoretis, dan landasan empiris. Landasan yuridis
merupakan ketentuan hukum yang dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum
dan yang mengharuskan adanya pengembangan kurikulum baru. Landasan filosofis
adalah landasan yang mengarahkan kurikulum kepada manusia apa yang akan
dihasilkan kurikulum. Landasan teoritik memberikan dasar-dasar teoritik
pengembangan kurikulum sebagai dokumen dan proses. Landasan empirik/empiris
memberikan arahan berdasarkan pelaksanaan kurikulum yang sedang berlaku di
lapangan.
11
http://oktariyani37.blogspot.co.id/2015/01/konsep-dasar-kurikulum-tingkat-satuan.html diakses
pada 6 oktober 14.00 WIB.

16
1. Landasan Yuridis Landasan Yuridis Kurikulum adalah Pancasila dan UUD
1945, UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Peraturan
Pemerintah Nomor 19 tahun 2005, dan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan dan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang isi.
2. Landasan filosofis Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa (UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional).
3. Landasan Teoritis Kurikulum dikembangkan atas dasar teori pendidikan
berdasarkan standar dan teori pendidikan berbasis kompetensi.
4. Landasan empiris Kurikulum merupakan proses totalitas pengalaman peserta
didik di satu satuan jenjang pendidikan untuk menguasai konten pendidikan
yang dirancang dalam rencana.

C. Perbedaan dan Perubahan Prinsip Kurikulum 2006 KTSP dan


Kurikulum 2013

Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah


dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar
kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat
oleh BSNP, dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, serta kebutuhan peserta didik dan


Lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan potensinya agar menjadi manusia yang
berkman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara dan demokratis serta

17
bertanggungjawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengembangan potensi
peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan , kebutuhan, dan
kepentingan peserta didik, serta tuntutan lingkungan.

2. Beragama dan Terpadu


Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa
membedakan agama, suku, budaya, dan adat istiadat, serta status sosial
ekonomi dan gender.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni


Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat
dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan
memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni.

4. Relevan dengan kebutuhan


Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku
kepentingan untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan hidup
dan dunia kerja, oleh karena itu pengembangan kurikulum dunia harus
mempertimbangkan dan memperhatikan pengembangan integrasi pribadi,
spritual, kreatifitas sosial, kemampuan akademik.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan


Subtansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang
kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

6. Belajar sepanjang hayat


Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan pembudayaan dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum

18
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, informal
dan nonformal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang
selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

7. Seimbang antara kepentingan global, nasional, dan lokal


Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan global,
nasional dan lokal harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan
perkembangan era globalisasi dengan tetap berpegang pada motto Bhineka
Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.12

Kemdibud telah memberikan penjelasan mengenai prinsip-prinsip


pengembangan kurikulum 2013, yaitu sebagai berikut:

1. Kurikulum satuan pendidikan atau jenjang pendidikan bukan merupakan


daftar mata pelajaran. Atas dasar prinsip tersebut maka kurikulum sebagai
rencana adalah rancangan untuk konten pendidikan yang harus dimiliki
oleh seluruh peserta didik setelah menyelesaikan pendidikannya di satu
satuan atau jenjang pendidikan tertentu.
2. Standar kompetensi lulusan ditetapkan untuk satu-satuan pendidikan,
jenjang pendidikan, dan program pendidikan.
3. Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan
kompetensi sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan
psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran.
4. Kurikulum didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan
pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk kemampuan
dasar dapat dipelajari dan dikuasai setiap peserta didik (mastery learning)
sesuai dengan kaidah kurikulum berbasis kompetensi.

12
Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,…., hlm. 151-153.

19
5. Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengembangkan perbedaan dalam kemampuan dan
minat.
6. Kurikulum berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan peserta didik serta lingkungannya.
7. Kurikulum harus tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,
budaya, teknologi, dan seni.
8. Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan kehidupan. pendidikan tidak
boleh memisahkan peserta didik dari lingkungannya dan pengembangan
kurikulum didasarkan pada prinsip relevansi pendidikan dengan
kebutuhan dan lingkungan hidup.
9. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat
10. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional
dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
11. Penilaian hasil belajar ditujuakan untuk mengetahui dan memperbaiki
pencapaian kompetensi.13

Dari kedua prinsip kurikulum diatas, maka pemakalah menemukan perbedaan


dan perubahan prinsip KTSP dan Kurikulum 2013 sebagai berikut:

13
Ma’as Shobirin, Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar, (Yogyakarta:
Deepublish, 2016), hlm. 45-48.

20
Perbedaan dan Perubahan Prinsip

KTSP Kurikulum 2013


SI (Standar Isi) ditentukan terlebih SKL (Standar Kompetensi Lulusan)
dahulu melalui Permendiknas No 22 ditentukan terlebih dahulu, melalui
Tahun 2006. Setelah itu ditentukan Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah
SKL (Standar Kompetensi Lulusan itu baru ditentukan Standar Isi, yang
melalui Permendiknas No 23 Tahun berbentuk Kerangka Dasar kurikulum yang
2006. dituangkan dalam Permendikbud No
67,68,69, dan 70 Tahun 2013
Lebih menekankan pada aspek Aspek kompetensi lulusan ada
pengetahuan. keseimbangan soft skills dan hard skills
yang meliputi aspek kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan

Pengembangan kurikulum relevan Pengembangan kurikulum relevan dengan


dengan kebutuhan hidup dan dunia kebutuhan hidup dan lingkungan hidup
kerja
Kurikulum dikembangkan dengan Kurikulum dikembangkan dengan
memperhatikan keragaman memberikan kesempatan kepada peserta
karakteristik peserta didik, kondisi didik untuk mengembangkan perbedaan
daerah, dan jenjang serta jenis dalam kemampuan dan minat
pendidikan, tanpa membedakan agama,
suku, budaya, dan adat istiadat, serta
status sosial ekonomi dan gender.
Kurikulum dikembangkan dengan Kurikulum dikembangkan dengan
memperhatikan kepentingan global, memperhatikan kepentingan nasional dan
nasional, lokal, sejalan dengan kepentingan daerah untuk membangun
perkembangan era globalisasi dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

21
tetap berpegang pada motto Bhineka bernegara
Tunggal Ika dalam kerangka NKRI
Penilaian hasil belajar lebih dominan Penilaian hasil belajar ditujukan untuk
pada aspek pengetahuan mengetahui dan memperbaiki pencapaian
kompetensi, yaitu sikap, keterampilan dan
pengetahuan

D. Perbedaan dan Perubahan Struktur Kurikulum 2006 KTSP dan


Kurikulum 2013

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut:
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
d. Kelompok mata pelajaran estetika
e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Struktur kurikulum 2013 memiliki sedikit perubahan bila dibandingkan


dengan kurikulum sebelumnya (KTSP). Perubahan tersebut terletak pada bentuk mata
pelajaran serta alokasi waktu belajar yang dibebankan kepada peserta didik baik
untuk tingkat SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA/SMK .
Dari pemaparan diatas dapat dilihat perbedaan yang terjadi akibat perubahan
kurikulum dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 diantaranya:
a. Struktur kurikulum tingkat SD, meliputi: holistik berbasis sains (alam,
sosial dan budaya); jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6; dan jumlah

22
jam bertambah di jam pelajaran perminggu, akibat perubahan pendekatan
pembelajaran.
b. Struktur kurikulum tingkat SMP, meliputi TIK menjadi media semua mata
pelajaran; pengembangan diri pada setiap mata pelajaran dan
ekstrakurikuler; jam mata pelajaran dari 12 menjadi 10; jumlah jam
berubah menjadi 6 jam per minggu, akibat perubahan pendekatan
pembelajaran.
c. Struktur kurikulum tingkat SMA, meliputi: perubahan sistem (ada mata
pelajaran wajib dan ada mata pelajaran pilihan); terjadi pengurangan mata
pelajaran yang hanya diikuti siswa; jumlah jam bertambah 1jam pelajaran
perminggu, akibat perubahan pendekatan pembelajaran.
d. Struktur kurikulum tingkat SMK, meliputi: penambahan jenis keahlian
berdasarkan spectrum kebutuhan (6 program keahlian, 40 bidang keahlian,
121 kompetensi keahlian) pengurangan adaptif dan normative,
penambahan produktif:produktif disesuaikan dengan tren perkembangan
di industry.14

Contoh Perbandingan Kurikulum 2006 KTSP Dengan Kurikulum 2013

Tema Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan


Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Adapun secara khusus bagaimana
perbandingan Kurikulum 2013 dengan KTSP 2006, perbandingan tersebut disajikan
dalam bentuk tabel berikut ini.15

Tabel 1

Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum

14
M. Fadillah, Implementasi..., hlm. 32.
15
Syafaruddin, Amiruddin, Manajemen Kurikulum, (Medan: Perdana Publishing, 2017), hlm.186-188.

23
Elemen Ukuran Tata Kelola KTSP 2006 Kurikulum 2013
Kewenangan Hampir mutlak Terbatas
Kompetensi Harus tinggi Sebaiknya tinggi,
bagi yang rendah
masih terbantu
dengan adanya buku
Guru Bebasan Berat Ringan
Efektivitas waktu untuk Rendah (banyak Tinggi
kegiatan pembelajaran waktu untuk
persiapan)
Peran penerbit Besar Kecil
Variasi materi dan proses Tinggi Rendah
Buku Variasi harga/bebas siswa Tinggi Rendah
Hasil pembelajaran Tergantung Tidak sepenuhnya
sepenuhnya pada tergantung pada
guru guru, tetapi juga
Siswa buku yang
disediakan
pemerintah
Titik penyimpangan Banyak Sedikit
Peman- Besar penyimpangan Tinggi Rendah
Tauan Pengawasan Sullit, hampir Mudah
tidak mungkin

Tabel 2

Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum

Proses Peran KTSP 2006 Kurikulum 2013

24
Guru Hampir mutlak (dibatasi Pengembangan dai yang
hanya SK-KD) sudah disiapkan
Penyusuan Pemerintah Hanya sampai SK-KD Mutlak
Silabus Pemerintah Supervisi penyusunan Supervisi pelaksanaan
Daerah
Penerbit Kuat Lemah
Guru Hampir mutlak Kecil, untuk buku
Penyediaan pengayaan
Buku Pemerintah Kecil, untuk kelayakan Mutlak untuk buku teks,
penggunaan di sekolah kecil untuk buku pengayaan
Guru Hampir mutlak Kecil, untuk pengembangan
Penyusuan dari yang ada pada buku
Rencana teks
Pelaksanaan Pemerintah Supervisi penyusunan Supervisi pelaksanaan dan
Pembelajaran Daerah dan pemantauan pemantauan
Guru Mutlak Hampir mutlak

Pemerintah Pemantauan kesesuaian Pemantauan kesesuian


Pelaksanaan
Daerah dengan rencana (variatif) dengan buku teks
Pembelajaran (terkendali)
Penjaminan Pemerintah Sulit, karena variasi Mudah, karena mengarah
Mutu terlalu besar pada pedoman yang sama

Contoh Perbedaan Esensial Kurikulum 2006 KTSP Dengan Kurikulum 2013

Perubahan dan pengembangan kurikulum mulai dari sekolah dasar (SD),


sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah
menengah kejuruan (SMK) dilakukan untuk menjawab tantangan zaman yang terus

25
berubah agar peserta didik mampu bersaing di masa depan, dalam konteks nasional
maupun global. Perubahan dan pengembangan Kurikulum 2013 dapat dikaji
perbedaaanya dengan KTSP 2006,dalam tabel-tabel berikut ini:16

Tabel 3

Perbedaan Esensial Kurikulum SD

KTSP 2006 Kuriukulum 2013 Status


Mata pelajaran tertentu Tiap mata pelajaran mendukung Benarnya
mendukung kompetensi semua kompetensi (sikap,
tertentu keteranpilan, pengetahuan)
Mata pelajaran di rancang Mata pelajaran yang dirancang Benarnya
berdiri sendiri dan memiliki terkait satu dengan yang lain dan
komptensi dasar memiliki komptensi dasar yang
diikat oleh kompetensi inti tiap
kelas
Bahasa Indonesia sejajar Bahasa Indonesia sebagai penghela Idealnya
dengan mapel lain mapel lain (sikap dan keterampilan
berbahasa
Tiap mata pelajaran Semua mata pelajaran diajarkan Idealnya
diajarkan dengan dengan pendekatan yang sama
pendekatan berbeda (saintifik) melalui mengamati,
menanya, mencoba, menalar.....
Tiap jenis konten Bermacam jenis konten Baiknya
pembelajaran diajarkan pembelajaran diajarkan terkait dan
terpisah (separated terpadu satu sama lain (cross
curriculum) curriculum atau integrated

16
Syafaruddin, Amiruddin, Manajemen Kuri..........., hlm. 189-193.

26
curriculum)

Konten ilmu pengetahuan


diintegrasikan dan dijadikan
penggerak konten pembelajaran
lainnya
Tematik untuk kelas III Tematik integratif untuk kelas I- VI Baiknya
(belum integrative)

Tabel 4

Perbedaan Esensial Kurikulum SMP

KTSP 2006 Kurikulum 2013 Statusnya


Mata pelajaran tertentu Tiap mata pelajaran mendukung Benarnya
mendukung kompetensi semua kompetensi (sikap,
tertentu keterampilan, dan pengetahuan)
Mata pelajaran dirancang Mata pelajaran dirancang terkait Benarnya
sendiri, berdiri sendiri dan satu dengan yang lain dan memiliki
memiliki kompetensi dasar kompetensi dasar yang diikat oleh
sendiri kompetensi inti tiap kelas
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Indonesia sebagai alat Idealnya
pengetahuan komunikasi dan carrier of
knowledge

27
Tiap mata pelajaran Semua mata pelajaran diajarkan Idealnya
diajarkan dengan dengan pendekatan yang sama,
pendekatan yang berbeda yaitu pendekatan saintifik melalui
mengamati, menanya, mencoba,
menalar.....
TIK adalah mata pelajaran TIK merupakan sarana Baiknya
sendiri pembelajaran, dipergunakan
sebagai media pembelajaran mata
pelajaran lain.

Adapun perbedaan esensial kurikulum SMA/SMK dapat dilihat dalam tabel


berikut ini:

Tabel 5

Perbedaan Esensial Kurikulum SMA/SMK

KTSP 2006 Kurikulum 2013 Status


Mata pelajaran tertentu Tiap mata pelajaran mendukung Benarnya
mendukung komptensi semua kompetensi (sikap,
tertentu keterampilan, dan pengetahuan)
dengan penekanan yang berbeda

Mata pelajaran dirancang Mata pelajaran dirancang terkait Benarnya


berdiri sendiri dan memiliki satu dengan yang lain dan memiliki
kompetensi dasar sendiri kompetensi dasar yang diikat oleh
kompetensi inti tiap kelas

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Indonesia sebagai alat Idealnya


pengetahuan komunikasi dan carrier of
knowledge

28
Tiap mata pelajaran Semua mata pelajaran diajarkan Idealnya
diajarkan dengan dengan pendekatan yang sama,
pendekatan yang berbeda yaitu pendekatan saintifik melalui
mengamati, menanya, mencoba,
menalar.....
Untuk SMA, ada Tidak aja penjurusan SMA. Ada Idealnya
penjurusan sejak kela XI mata pelajaran wajib, peminatan,
antar minat, dan pendalaman minat.

SMA dan SMK tanpa SMA dan SMK memiliki mata Baiknya
kesamaan kompetensi pelajaran wajib yang sama terkait
dasar-dasar pengetahuan,
keterampilan, dan sikap.
Penjurusan di SMK sangat Penjurusan di SMK tidak terlalu Baiknya
detail (sampai keahlian) detai (sampai bidang studi), di
dalamnya terdapat
pengelompokkan peminatan dan
pendalaman.

29
KESIMPULAN

1. KTSP merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikuluk agar lebih


familiar dengan guru, karena dalam kurikulum KTSP ini mereka banyak
dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggungjawab yang memadai, dalam
penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan yang merupakan keharusan
agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Sedangkan
kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan
pemahaman, skill dan pendidikan karakter. Siswa dituntut untuk paham atas
materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun
disiplin yang tinggi.
2. Landasan kurikulum 2006 itu terdapat dalam Undang-undang No.20 tahun
2003, PP No. 19 tahun 2005, Permendiknas No. 22 tahun 2006, Permendiknas
No. 23 tahun 2006 dan Permendiknas No. 24 tahun 2006. Sedangkan pada
kurikulum 2013 landasan kurukulumnya mengacu pada landasan yuridis,
filosofis, empiris dan teoritik.
3. Adapun prinsip kurikulum 2006 pembelajaran berpusat pada potensi, beragam
dan terpadu, tanggap terhadap perkembangan IPTEK dan seni, relevan dengan
kebutuhan, menyeluruh dan berkesinambungan dan belajar sepanjang hayat.
Sedangakan landasan kurikulum 2013 itu memiliki prinsip bahwa kurikulum
bukan sekumpulan daftar mata pelajaran, didasarkan pada SKL yang
ditetapkan satuan pendidikan dan didasarkan pada model kurikulum berbasis
kompetensi.
4. Perubahan struktur kurikulum antara 2006 dan 2013 tersebut terletak pada
bentuk mata pelajaran serta alokasi waktu belajar yang dibebankan kepada
peserta didik baik untuk tingkat SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA/SMK.
Perbedaannya jika kita lihat kurikulum 2013 memiliki sedikit mata pelajaran
daripada KTSP namun lebih banyak memiliki jam pelajaran.

30
DAFTAR PUSTAKA

Amiruddin, Syafaruddin. Manajemen Kurikulum. Medan: Perdana Publishing, 2017

Fadillah, M. Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTS,


dan SMA/MA. Jakarta: ar- Ruzz Media,2014.

Gunawan, Heri. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung:


Alfabeta, 2012.

http://oktariyani37.blogspot.co.id/2015/01/konsep-dasar-kurikulum-tingkat-
satuan.html diakses pada 6 oktober 2019.

Lampiran PP No 32 Tahun 2013 Perubahan PP No 19 Tahun 2005.

Mulyasa. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,


2010.

Mulyoto. Strategi Pembelajaran di Era Kurikulm 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka


Raya, 2013.

Poerwati, Loeloek Endah. dkk. Panduan Memahami Kurikulum 2013. Jakarta: PT


Prestasi Pustakarya, 2013.

Shobirin, Ma’as. Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar.


Yogyakarta: Deepublish, 2016.

Widyastono, Herry. Pengembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah Dari


Kurikulum 2004,2006, ke Kurikulum 2013. Jakarta : Bumi Aksara, 2015.

31