Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI KEPATUHAN DOKTER UMUM DAN PERAWAT DALAM


PELAYANAN PENGGUNAAN OBAT DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS
PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH

DISUSUN OLEH
dr. YOSUA HENDRIKO MANURUNG
NOMOR PESERTA 159/Peldas-CPNS.III/I/19

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN I


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN I
KELAS D TAHUN 2019

JUDUL : OPTIMALISASI KEPATUHAN DOKTER UMUM DAN


PERAWAT DALAM PELAYANAN PENGGUNAAN OBAT DI
RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
KALIMANTAN TENGAH
NAMA : dr. YOSUA HENDRIKO MANURUNG
NIP : 19911002 201903 1 015
NO. PESERTA : 159/Peldas-CPNS.III/I/19

DISETUJUI UNTUK DISEMINARKAN TANGGAL 4 JULI 2019


DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

MENTOR COACH

dr. Anto Fernando Abel Dr. Stepanus, S.Hut., MP


NIP 19800422 200903 1 002 NIP 19720226 199803 1 011

ii
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN I
KELAS D TAHUN 2019

JUDUL : OPTIMALISASI KEPATUHAN DOKTER UMUM DAN


PERAWAT DALAM PELAYANAN PENGGUNAAN OBAT DI
RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
KALIMANTAN TENGAH
NAMA : dr. YOSUA HENDRIKO MANURUNG
NIP : 19911002 201903 1 015
NO. PESERTA : 159/Peldas-CPNS.III/I/19

TELAH DISEMINARKAN
TANGGAL 4 JULI 2019
DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Dr. Stepanus, S.Hut., MP (……………………………………)


NIP 19720226 199803 1 011
Coach

dr. Anto Fernando Abel (……………………………………)


NIP 19800422 200903 1 002
Mentor

Uria Nanyu Lujen, S.Sos., M.Si. (……………………………………)


NIP 19670208 198602 1 002
Penguji

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha kuasa sehingga atas pimpinan,
berkat, dan kasih-Nya maka Penulis dapat menyelesaikan Rancangan
Aktualisasi Nilai-nilai Dasar ASN. Rancangan ini disusun untuk memenuhi syarat
kelulusan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan I Tahun 2019.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada
seluruh pihak yang telah turut membantu hingga dapat terselesaikannya
rancangan ini. Ucapan tersebut khususnya kepada
1. Sri Widarnani, S.IP., M.Si. selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah
2. drg. Yayu Indriaty, Sp.KGA selaku Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya Kalimantan Tengah
3. Uria Nanyu Lujen, S.Sos., M.Si selaku Penguji
4. Dr. Stepanus, S.Hut., MP selaku Coach
5. dr. Anto Fernando Abel selaku Mentor
6. Para Widyaiswara yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam
membimbing kami selama Pelatihan Dasar
7. Tikas Jadi Putra, S.STP., M.Si. dan Aditya Indrawan, S.STP sebagai
Pengasuh Kelompok D
8. Teman seperjuangan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan I Tahun
2019
9. Orang tua, istri, dan keluarga yang senantiasa mendukung dan mendoakan
Penulis menyadari bahwa penulisan rancangan ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, penulis memerlukan segala kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan rancangan ini. Semoga
rancangan ini dapat bermanfaat.

Palangka Raya, Juli 2019

Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i


LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................ ii
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iv
DAFTAR ISI ...................................................................................................... v
DAFTAR TABEL .............................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Tujuan......................................................................................................... 2
C. Manfaat ....................................................................................................... 3
BAB II GAMBARAN UMUM .............................................................................. 4
A. Pofil RSUD dr. Doris Sylvanus .................................................................... 4
B. Visi RSUD dr. Doris Sylvanus ..................................................................... 4
C. Misi RSUD dr. Doris Sylvanus..................................................................... 5
D. Tugas RSUD dr. Doris Sylvanus ................................................................. 5
E. Fungsi RSUD dr. Doris Sylvanus ................................................................ 5
F. Falsafah RSUD dr. Doris Sylvanus ............................................................. 5
G. Struktur Organisasi RSUD dr. Doris Sylvanus ............................................. 7
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ............................................................... 8
A. Identifikasi Isu ............................................................................................. 8
B. Isu Yang diangkat ....................................................................................... 8
C. Kegiatan Gagasan Pemecah Isu............................................................... 10
D. Jadwal Kegiatan Aktualisasi ...................................................................... 17
BAB IV CAPAIAN AKTUALISASI .................................................................... 18
A. Bukti Hasil Kegiatan .................................................................................. 18
B. Analisis Dampak ....................................................................................... 32
BAB V PENUTUP ........................................................................................... 37
A. Kesimpulan ............................................................................................... 37
B. Saran ........................................................................................................ 38
C. Rencana Aksi ............................................................................................ 38
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 39
LAMPIRAN

v
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Analisis Isu dengan Metode USG...................................................... 9


Tabel 3.2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar .......................... 11
Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ............................................................ 17
Tabel 4.1 Dokumentasi Kegiatan .................................................................... 18
Tabel 4.2 Analisis Dampak ............................................................................. 32

vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, dan
mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,
Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan
perekat bangsa, serta berperan untuk mewujudkan tujuan pembangunan
nasional melalui pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik,
dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Setelah UU ini ditetapkan,
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengupayakan agar pengangkatan,
penempatan, dan promosi pada jabatan sejalan dengan tata kelola pemerintahan
yang baik (good and clean governance).
Undang-Undang No 5 Tahun 2014 juga mengamanatkan instansi
pemerintah untuk wajib memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) terintegrasi
bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa percobaan.
Tujuan dari diklat terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral,
kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat
profesionalisme serta kompetensi bidang.
Oleh sebab itu, untuk membentuk karakter ASN yang mampu bersikap
dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat serta berdaya saing, maka
perlu adanya pendidikan dan pelatihan mengenai nilai-nilai dasar ASN yang
terkandung dalam ANEKA melalui Pelatihan Dasar. Hal tersebut sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan
Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menetapkan bahwa salah satu jenis
Diklat yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi
profesional adalah Pelatihan Dasar.
Aparatur Sipil Negara yang menjadi ujung tombak bagi pemerintah dalam
pelaksanaan penyelenggaraan tugas pemerintahan dituntut untuk memiliki nilai

1
dasar sebagai prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi.yang di
dalamnya terkandung internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu nilai-nilai
dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi.
Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud (Departemen
Kesehatan RI, 2009). Pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan
dasar yang merupakan hal bagi setiap warga negara. ASN yang bekerja di
Instansi Pelayanan Kesehatan, termasuk dokter, merupakan penyelenggara
pemerintah sebagai ujung tombak di bidang kesehatan untuk melayani
masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan dokter-dokter yang profesional sehingga
tercipta pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Atas latar belakang tersebut, Penulis menyusun laporan aktualisasi yang
berjudul Optimalisasi Kepatuhan Petugas dalam Pelayanan Penggunaan Obat di
RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Kalimantan Tengah

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengaktualisasikan Nilai-nilai dasar Profesi PNS yang berisi ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, Anti korupsi)
sesuai dengan Undang-undang No 5 tahun 2014 pada kegiatan pelayanan
dokter umum di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Doris Sylvanus
Palangkaraya.
2. Tujuan Khusus
a. Mengisi instruksi pengobatan di rekam medik pasien sesuai tupoksi
sebagai dokter umum dengan indikator nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, Anti
Korupsi).
b. Menulis resep secara lengkap sesuai SOP yang berlaku dengan
indikator nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen mutu, Anti korupsi).

2
c. Melakukan tindakan sederhana berupa terapi injeksi sesuai SOP yang
berlaku dengan indikator nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, Anti korupsi).
d. Melakukan konfirmasi atas perintah dokter spesialis terhadap dokter
umum sesuai kriteria dan SOP yang berlaku dengan indikator nilai
dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
mutu, Anti korupsi).
e. Memberikan penyuluhan kepada dokter umum tentang penulisan
resep secara tepat dan lengkap dengan indikator nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, Anti
korupsi).
f. Memberikan penyuluhan kepada para perawat untuk selalu
melakukan identifikasi pasien saat memberikan terapi kepada pasien
dengan indikator nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen mutu, Anti korupsi).

C. Manfaat
1. Manfaat Untuk Publik
Pelayanan kesehatan kepada publik khususnya dalam bidang
pelayanan penggunaan obat terhadap pasien akan tetap terjaga sesuai
kaidah ANEKA
2. Manfaat Untuk Peserta Diklat
Kegiatan ini akan memberikan pengertian secara menyeluruh bagi
peserta diklat mengenai pelayanan penggunaan obat sesuai prosedur
yang berlaku di tempat tugas
3. Manfaat Untuk Tempat Tugas
Mutu pelayanan pada pasien khususnya di bidang pelayanan
penggunaan obat akan terus terjaga

3
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Profil RSUD dr. Doris Sylvanus


Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus adalah rumah sakit yang
berada di Jl. Tambun Bungai No.4 Kota Palangka Raya. Rumah Sakit ini milik
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. RSUD dr. Doris Sylvanus pertama kali
merupakan kegiatan klinik di rumah Abdul Gapar Aden pada tahun 1959.
Pada tahun 1960 klinik berubah menjadi rumah sakit kecil berkapasitas 16
tempat tidur yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan beserta
laboratorium.Pada tahun 1977 secara resmi menjadi rumah sakit kelas D. Pada
tahun 1980 rumah sakit meningkat jadi kelas C. Selanjutnya pada 1999 RSUD
dr. Doris Sylvanus kelasnya berubah lagi menjadi kelas B non pendidikan. Dan
menjadi rumah sakit pendidikan kelas B.
Rumah sakit ini juga menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit
kabupaten. Rumah sakit ini melayani pasien umum, pasien BPJS kesehatan,
pasien kerjasama pihak ke 3, dan SKTM.Dalam memberikan pelayanannya
RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya memberikan pelayanan prima dengan
komitmen cepat, tepat, ramah, informatif dan transparan.
Tujuan umum RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya adalah
terwujudnya upaya kesehatan perorangan di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka
Raya. Dalam memberikan pelayanan kesehatan RSUD dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya berdasarkan pada Falsafah RS yaitu pelanggan atau pengunjung
Rumah sakit adalah insan sosial karena itu hak dan ketentramannya harus
dijamin dengan cara pelayanan yang bermutu dan santun.
Nilai dasar yang dipegang teguh oleh semua pemberi pelayanan
kesehatan pada rumah sakit dr. Doris Sylvanus Palangka Raya adalah
kemanusiaan, kejujuran, kemandirian, adil, merata, dan manfaat. Dalam
perwujudannya didasari juga dengan Motto dari rumah sakit yaitu “Bajenta
Bajorah” yang artinya memberikan pelayanan dan pertolongan kepada semua
orang dengan baik, ramah, tulus hati dan kasih saying

B. Visi RSUD dr, Doris Sylvanus


“Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan di Kalimantan”

4
C. Misi RSUD dr. Doris Sylvanus
1. Meningkatkan pelayanan yang bermutu prima dan berbasis Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran (IPTEKDOK)
2. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang profesional dan berkomitmen
tinggi
3. Meningkatkan prasarana dan sarana yang modern
4. Meningkatkan manajemen yang efektif dan efisien
5. Menjadikan pusat pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan

D. Tugas Pokok RSUD dr. Doris Sylvanus


RSUD mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan
secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya
penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan
terpadu dengan tidak mengesampingkan upaya promotif dan
pencegahan, serta sebagai jejaring institusi pendidikan kedokteran dan
wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan dalam
rangka mencapai kompetensi berdasarkan standar pendidikan profesi
kedokteran

E. Fungsi RSUD dr. Doris Sylvanus


Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam tugas
pokok RSUD, maka RSUD menyelenggarakan fungsi:
1. penyelenggaraan pelayanan medis;
2. penyelenggaraan pelayanan keperawatan;
3. penyelenggaraan pelayanan penunjang;
4. penyelenggaraan pelayanan rujukan;
5. penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengembangan; dan
penyelenggaraan administrasi umum dan keuangan

F. Falsafah RSUD dr. Doris Sylvanus


Pelanggan atau pengunjung rumah sakit adalah insan sosial karena itu
hak dan ketentramannya harus dijamin dengan cara pelayanan yang bermutu
dan santun. Nilai dasar yang melandasi visi dan misi adalah:
1. Kemanusiaan
2. Kejujuran

5
3. Kemandirian
4. Adil merata
5. Manfaat

6
G. Struktur Organisasi RSUD dr. Doris Sylvanus

7
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Isu
Pengertian isu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah masalah
yang dikedepankan untuk ditanggapi dan sebagainya. Isu merupakan kondisi,
baik internal maupun eksternal dari suatu organisasi, yang bila terjadi terus
menerus akan memberikan efek yang signifikan dalam fungsi dan performa dari
organisasi tersebut. Terkait dengan rancangan aktualisasi ini, sumber isu yang
diangkat berasal dari inisiatif penulis yang disetujui oleh Mentor dan Coach, serta
merupakan permasalahan di rumah sakit secara global. Berdasarkan kaitannya
dengan Manajemen ASN, Whole of Government (WoG), dan Pelayanan Publik,
penulis mengidentifikasi beberapa isu sebagai berikut.
1. Kurangnya kepatuhan cuci tangan keluarga pengunjung di RSUD dr. Doris
Sylvanus
2. Rendahnya kepatuhan petugas dalam penggunaan alat perlindungan diri
(APD) di RSUD dr. Doris Sylvanus
3. Kurang optimalnya kepatuhan petugas dalam pelayanan penggunaan obat di
RSUD dr. Doris Sylvanus
Setelah mengidentifikasi semua isu, perlu dilakukan prioritas isu yang
harus diselesaikan.

B. Isu Yang Diangkat


Dalam penentuan prioritas isu mana yang diselesaikan, salah satu metode
yang dapat digunakan adalah metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).
Metode USG dilakukan dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan
perkembangan isu tersebut ke depannya dalam skala nilai 1 – 5. Isu yang
memiliki total skor tertinggi merupakan isu yang diprioritaskan untuk dicari
solusinya. Proses penentuan prioritas isu dengan metode USG dilakukan dengan
memperhatikan hal-hal berikut.
 Urgency atau urgensi, yaitu bila dilihat dari segi waktu, seberapa
mendesak isu tersebut harus dibahas, dianalisa, dan ditindaklanjuti
 Seriousness atau tingkat keseriusan dari isu tersebut dengan melihat
dampaknya terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, serta membahayakan sistem atau tidak.

8
 Growth atau tingkat perkembangan masalah yakni seberapa besar
kemungkinan isu tersebut berkembang ke arah perburukan bila tidak
ditangani.
Secara lengkap, analisis penilaian prioritas isu dengan metode USG dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.1 Analisis Isu dengan Metode USG


USG
No. Isu Total Prioritas
U S G
Kurangnya kepatuhan cuci tangan
1. keluarga pengunjung di RSUD dr. Doris 2 3 3 8 3
Sylvanus
Rendahnya kepatuhan petugas dalam
2. penggunaan alat perlindungan diri (APD) 3 4 4 11 2
di RSUD dr. Doris Sylvanus
Kurang optimalnya kepatuhan petugas
3. dalam pelayanan penggunaan obat di 4 5 5 14 1
RSUD dr. Doris Sylvanus

Dari metode tersebut, dapat dilihat bahwa isu “Kurangnya kepatuhan cuci
tangan keluarga pengunjung di RSUD dr. Doris Sylvanus” memiliki prioritas
terendah. Hal ini diakibatkan karena berdasarkan urgency dan seriousness, isu
ini belum terlalu berdampak besar terhadap penyebaran infeksi bila dibandingkan
dengan petugas. Dari segi growth, isu ini tidak terlalu dapat berkembang karena
sumber infeksi dari keluarga dapat pula dikendalikan dengan membatasi
frekuensi dan durasi kunjungan keluarga pasien.
Prioritas kedua adalah isu “Rendahnya kepatuhan petugas dalam
penggunaan alat perlindungan diri (APD) di RSUD dr. Doris Sylvanus”. Dari
tingkat urgency, isu ini mendapat nilai lebih tinggi karena cukup mendesak.
Perlunya dilakukan analisis mengapa petugas belum patuh dalam penggunaan
APD, apakah karena belum selalu tersedianya APD, petugas yang belum
sepenuhnya mengerti pentingnya APD, atau dikarenakan tuntutan kecepatan
penanganan pasien. Dari segi seriousness dan growth, isu ini perlu dianalisis
karena cukup berdampak pada keselamatan petugas sendiri dan dapat
berkembang menjadi penurunan produktivitas petugas.

9
Melalui tabel tersebut dapat dilihat bahwa terpilihnya isu “Kurang
optimalnya kepatuhan petugas dalam pelayanan penggunaan obat di RSUD dr.
Doris Sylvanus” sebagai prioritas isu yang harus diselesaikan. Isu ini bersifat
urgent karena berorientasi pada terapi pasien secara holistik yang merupakan
tujuan utama pasien berobat ke rumah sakit. Dari segi seriousness, tentu saja
akan berpengaruh langsung pada lancarnya keberhasilan kesembuhan pasien.
Dan apabila tidak diambil tindakan, growth isu ini akan berkembang menjadi hal
yang tidak diinginkan.

C. Kegiatan Gagasan Pemecah Isu


Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di bagian/instalasi sesuai
penempatan penulis nantinya di RSUD dr. Doris Sylvanus, sesuai dengan nilai-
nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Adapun berkaitan dengan
isu terkait pelayanan publik, manajemen ASN dan Whole of Government sudah
dianalisis dengan kriteria Urgency, Seriousness, dan Growth (USG) untuk
menentukan prioritas isu yang nantinya dicarikan solusi dan dikategorikan sesuai
dengan mata pelatihan dari Manajemen ASN, WoG, dan Pelayanan Publik.
Sumber isu yang diangkat berasal dari tugas dan fungsi (Tusi), Sasaran Kinerja
Pegawai (SKP), inisiatif kegiatan peserta yang disetujui mentor dan coach, dan
penugasan dari atasan. Dengan langkah-langkah atau tahapan tersebut
sehingga muncul rencana kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan isu yang
diangkat. Berdasarkan isu yang telah dipilih, penulis akan melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dipaparkan di tabel rancangan aktualisasi

10
Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Unit Kerja : RSUD dr. Doris Sylvanus


Identifikasi Isu : 1. Kurang optimalnya kepatuhan dokter umum dan perawat dalam pelayanan penggunaan obat di RSUD dr.
Doris Sylvanus
2. Rendahnya kepatuhan dokter umum dan perawat dalam penggunaan APD di RSUD dr. Doris Sylvanus
3. Kurangnya kepatuhan cuci tangan keluarga pengunjung di RSUD dr. Doris Sylvanus
Isu yang Diangkat : Kurang optimalnya kepatuhan dokter umum dan perawat dalam pelayanan penggunaan obat di RSUD dr.
Doris Sylvanus
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi kepatuhan dokter umum dan perawat dalam pelayanan penggunaan obat di RSUD dr. Doris
Sylvanus

Tabel 3.2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar


Keterkaitan substansi mata Kontribusi terhadap visi
No Kegiatan Tahapan kegiatan Output/hasil Penguatan nilai organisasi
diklat misi organisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Mengisi instruksi 1. Identifikasi kesesuaian Instruksi Akuntabilitas Meningkatkan pelayanan Mandiri
pengobatan di identitas pasien dengan pengobatan dapat - Jelas yang bermutu prima Dengan melakukan
rekam medis rekam medis dilaksanakan - Konsisten pengisian instruksi
pasien 2. Identifikasi diagnosis pasien petugas secara Nasionalisme pengobatan secara mandiri
3. Komunikasi, konsultasi, dan tepat dan benar - Menggunakan bahasa maka pelayanan yang

11
kolaborasi dengan dokter Indonesia yang baik dan bermutu prima, profesional,
spesialis benar dan berkomitmen
4. Menulis intruksi pengobatan Etika pubik tinggi.dapat berjalan dengan
dengan lengkap dan jelas - Keputusan berdasarkan baik
prinsip keahlian
- Menghargai komunikasi,
konsultasi, dan kerja sama
Komitmen mutu
- Orientasi mutu
Anti korupsi
- Disiplin
2 Menulis resep 1. Identifikasi kesesuaian Pasien Akuntabilitas Meningkatkan pelayanan Manfaat
secara lengkap dan identitas pasien dengan mendapatkan - Jelas yang bermutu prima serta Dengan menulis resep
jelas resep pasien terapi sesuai - Pertanggungjawaban meningkatkan sumber secara lengkap dan jelas,
2. Menulis dan menerjemahkan instruksi - Integritas daya manusia diharapkan memberikan
instruksi pengobatan ke pengobatan yang - Konsistensi kontribusi kepada ketepatan
dalam tatalaksana telah ditetapkan Nasionalisme dan kecepatan pelayan
peresepan sesuai kaidah - Menjujnjung tinggi penggunaan obat bagi
yang berlaku profesionalisme pasien
3. Menyesuaikan kelengkapan - Menggunakan bahasa
formulir resep obat-obatan Indonesia yang baik dan
tertentu benar

12
4. Melakukan pengecekan Etika pubik
ulang resep yang - Menghargai komunikasi,
ditulisdengan intruksi konsultasi, dan kerja sama
pengobatan Komitmen mutu
5. Memberikan resep kepada - Orientasi mutu
petugas farmasi Anti korupsi
- Jujur
3 Melakukan terapi 1. Memberikan penjelasan Pasein Akuntabilitas Meningkatkan pelayanan Mandiri
injeksi sesuai singkat mengenai tindakan mendapatkan - Konsisten yang bermutu prima dan Dengan melakukan terapi
prodesur yang akan dilakukan kepada terapi injeksi yang - Integritas berbasis IPTEKDOK injeksi secara mandiri maka
pasien dan keluarganya sesuai Nasionalisme pelayanan yang bermutu
2. Melakukan informed concent - Menjunjung tinggi prima, profesional, dan
jika dibutuhkan kebijaksanaan berkomitmen tinggi.dapat
3. Menyiapkan alat, bahan, dan - Menggunakan bahasa berjalan dengan baik
pasien Indonesia yang baik dan
4. Melakukan tindakan asepsis benar
5. Melakukan injeksi di lokasi Etika pubik
yang sudah ditentukan - Profesional
6. Evaluasi bekas suntikan - Keputusan berdasarkan
keahlian
Komitmen mutu
- Efektif

13
4 Melakukan 1. Menginventarisasi data-data Pasien Akuntabilitas Meningkatkan pelayanan Kejujuran
konfirmasi atas pasien, hasil anamnesis, mendapatkan - Dapat diandalkan yang bermutu prima dan Dengan melakukan
perintah dokter pemeriksaan fisik, terapi spesialistik Nasionalisme berbasis IPTEKDOK konsultasi dan mengerti
spesialis dengan pemeriksaan penunjang, secara tepat dan - Saling menghormati batasan kompetensi dokter
TBAK (Tulis, Baca, dan terapi yang telah jelas - Musyawarah umum dalam penganan
Konfirmasi) diberikan Etika pubik pasien, didapatkan terapi
2. Menghubungi konsulen - Menghargai komunikasi, spesialistik yang tepat bagi
dengan telepon dan/atau konsultasi, dan kerjasama pasien
aplikasi pesan seluler/instant - Membuat keputusan
messaging berdasarkan prinsip keahlian Manfaat
3. Mencatat hasil konsultasi Komitmen mutu Adanya kontrol dari dokter
4. Memberikan cap form TBAK - Efektif speisalis kepada dokter
pada rekam medis pasien - Orientasi mutu umum dalam segi
bersangkutan dan mengisi Anti korupsi pelayanan medis
data TBAK - Tanggung jawab
- Jujur
5 Melakukan 1. Mengkonsultasikan jadwal Dokter umum Akuntabilitas DIharapkan melalui Manfaat
penyuluhan medis kegiatan penyuluhan kepada menuliskan resep - Konsisten kegiatan ini dapat Melalui kegiatan ini
kepada dokter Seksi Pendidikan, Pelatihan, dengan tepat - Dapat diandalkan meningkatkan SDM yang diharapkan memberikan
umum tentang dan Penelitian RSUD dr. Nasionalisme professional dan kontribusi berupa manfaat
penulisan resep Doris Sylvanus - Integritas tinggi berkomitmen tinggi pada semua peserta
secara lengkap 2. Mengkonsultasikan materi Etika pubik penyuluhan

14
penyuluhan dengan KSM - Mendorong kinerja pegawai
Dokter Umum dan Instalasi Komitmen mutu
Farmasi RSUD dr. Doris - Perbaikan melalui pelatihan
Sylvanus Anti korupsi
3. Membuat undangan - Peduli
kegiatan penyuluhan
4. Menyebarkan undangan
penyuuhan kepada dokter
umum fungsional di RSUD
dr. Doris Sylvanus
5. Melaksanakan kegiatan
penyuluhan
6. Evaluasi kegiatan
penyuluhan
6 Melakukan 1. Mengkonsultasikan jadwal Perawat selalu Akuntabilitas DIharapkan melalui Manfaat
penyuluhan medis kegiatan penyuluhan kepada mengidentifikasi - Konsisten kegiatan ini dapat Melalui kegiatan ini
pada para perawat Seksi Pendidikan, Pelatihan, pasien saat - Dapat diandalkan meningkatkan SDM yang diharapkan memberikan
untuk selalu dan Penelitian RSUD dr. memberikan terapi Nasionalisme professional dan kontribusi berupa manfaat
identifikasi pasien Doris Sylvanus - Integritas tinggi berkomitmen tinggi pada semua peserta
saat akan 2. Mengkonsultasikan materi Etika pubik penyuluhan
memberikan terapi penyuluhan dengan Pokja - Mendorong kinerja pegawai
Akreditasi SKP (Sasaran Komitmen mutu

15
Keselamatan Pasien) RSUD - Perbaikan melalui pelatihan
dr. Doris Sylvanus Anti korupsi
3. Membuat undangan - Peduli
kegiatan penyuluhan
4. Menyebarkan undangan
penyuluhan kepada perawat
fungsional di RSUD dr. Doris
Sylvanus
5. Melaksanakan kegiatan
penyuluhan
6. Evaluasi kegiatan
penyuluhan

16
D. Jadwal Kegiatan Aktualisasi
Jadwal kegiatan aktualisasi dibuat dalam format mingguan. Jadwal dari pelaksanaan aktualisasi ini disajikan pada tabel berikut

Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan Aktualisasi


Minggu
No Kegiatan MEI JUNI JULI
III IV I II III IV I
1 Mengisi instruksi pengobatan di rekam medis pasien

2 Menulis resep secara lengkap dan jelas

3 Melakukan terapi injeksi sesuai prodesur

4 Melakukan konfirmasi atas perintah dokter spesialis dengan TBAK (Tulis, Baca, Konfirmasi)

5 Melakukan penyuluhan medis kepada dokter umum tentang penulisan resep secara lengkap

6 Melakukan penyuluhan medis pada para perawat untuk selalu identifikasi pasien saat akan
memberikan terapi
.

17
BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI

A. Bukti Hasil Kegiatan


Terdapat 6 rancangan kegiatan yang dapat diaktualisasikan selama off
campus di unit kerja RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya Provinsi
Kalimantan Tengah. Ada beberapa tahapan serta jadwal pada kegiatan-kegiatan
ini yang tidak sesuai dengan rancangan karena menyesuaikan dengan situasi
dan kondisi yang ada di RSUD dr. Doris Sylvanus. Meskipun begitu, seluruh
kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada saat aktualisasi adalah sebagai
berikut.

Tabel 4.1 Dokumentasi Kegiatan


Kegiatan 1 Mengisi instruksi pengobatan di rekam medis
pasien

Tanggal Mei - Juni 2019.

Instruksi pengobatan dapat dilaksanakan petugas


Hasil Kegiatan secara tepat dan benar serta dokumentasi
kegiatan
Akuntabilitas 1. Identifikasi kesesuaian identitas pasien
- Jelas dengan rekam medis
- Konsisten
Nasionalisme
- Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan
benar
Etika pubik
- Keputusan berdasarkan
prinsip keahlian
- Menghargai komunikasi,
konsultasi, dan kerja sama
2. Identifikasi diagnosis pasien
Komitmen mutu
- Orientasi mutu

18
Anti korupsi
- Disiplin

3. Komunikasi, konsultasi, dan kolaborasi


dengan dokter spesialis

4. Menulis intruksi pengobatan dengan lengkap


dan jelas

19
Kontribusi Terhadap Visi Misi Meningkatkan pelayanan yang bermutu prima
Organisasi
Penguatan Nilai-nilai Mandiri
Organisasi Dengan melakukan pengisian instruksi
pengobatan secara mandiri maka pelayanan
yang bermutu prima, profesional, dan
berkomitmen tinggi.dapat berjalan dengan baik
Paraf Mentor Coach

Kegiatan 2 Menulis resep secara lengkap dan jelas

Tanggal Mei - Juni 2019

Hasil Kegiatan Pasien mendapatkan terapi sesuai instruksi


pengobatan yang telah ditetapkan
Akuntabilitas 1. Identifikasi kesesuaian identitas pasien
- Jelas dengan resep pasien
- Pertanggungjawaban
- Integritas
- Konsistensi
Nasionalisme
- Menjujnjung tinggi
profesionalisme

20
- Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan
benar
Etika pubik
- Menghargai komunikasi,
konsultasi, dan kerja sama
Komitmen mutu
- Orientasi mutu
Anti korupsi
- Jujur

2. Menulis dan menerjemahkan instruksi


pengobatan ke dalam tatalaksana peresepan
sesuai kaidah yang berlaku

3. Menyesuaikan kelengkapan formulir resep


obat-obatan tertentu

21
4. Melakukan pengecekan ulang resep yang
ditulis dengan intruksi pengobatan

5. Memberikan resep kepada petugas farmasi


Kontribusi Terhadap Visi Misi Meningkatkan pelayanan yang bermutu prima
Organisasi serta meningkatkan sumber daya manusia
Penguatan Nilai-nilai Manfaat
Organisasi Dengan menulis resep secara lengkap dan jelas,
diharapkan memberikan kontribusi kepada
ketepatan dan kecepatan pelayan penggunaan
obat bagi pasien
Paraf Mentor Coach

Kegiatan 3 Melakukan terapi injeksi sesuai prodesur

Tanggal Mei - Juni 2019

22
Hasil Kegiatan Pasein mendapatkan terapi injeksi yang sesuai

Akuntabilitas 1. Memberikan penjelasan singkat mengenai


- Konsisten tindakan yang akan dilakukan kepada pasien
- Integritas dan keluarganya
Nasionalisme
- Menjunjung tinggi
kebijaksanaan
- Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan
benar
Etika pubik
- Profesional
- Keputusan berdasarkan
keahlian
Komitmen mutu
- Efektif

2. Melakukan informed concent jika dibutuhkan


3. Menyiapkan alat, bahan, dan pasien

23
4. Melakukan tindakan asepsis

5. Melakukan injeksi di lokasi yang sudah


ditentukan

6. Evaluasi bekas suntikan


Kontribusi Terhadap Visi Misi Meningkatkan pelayanan yang bermutu prima
Organisasi dan berbasis IPTEKDOK
Penguatan Nilai-nilai Mandiri

24
Organisasi Dengan melakukan terapi injeksi secara mandiri
maka pelayanan yang bermutu prima,
profesional, dan berkomitmen tinggi.dapat
berjalan dengan baik
Paraf Mentor Coach

Melakukan konfirmasi atas perintah dokter


Kegiatan 4
spesialis dengan TBAK (Tulis, Baca, Konfirmasi)

Tanggal Mei - Juni 2019

Hasil Kegiatan Pasien mendapatkan terapi spesialistik secara


tepat dan jelas
Akuntabilitas 1. Menginventarisasi data-data pasien, hasil
- Dapat diandalkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
Nasionalisme penunjang, dan terapi yang telah diberikan
- Saling menghormati
- Musyawarah
Etika pubik
- Menghargai komunikasi,
konsultasi, dan kerjasama
- Membuat keputusan
berdasarkan prinsip
keahlian
Komitmen mutu
- Efektif
- Orientasi mutu
Anti korupsi
- Tanggung jawab
- Jujur

2. Menghubungi konsulen dengan telepon


dan/atau aplikasi pesan seluler/instant
messaging

25
3. Mencatat hasil konsultasi

4. Memberikan cap form TBAK pada rekam


medis pasien bersangkutan dan mengisi
data TBAK

26
Kontribusi Terhadap Visi Misi Meningkatkan pelayanan yang bermutu prima
Organisasi dan berbasis IPTEKDOK
Penguatan Nilai-nilai Kejujuran
Organisasi Dengan melakukan konsultasi dan mengerti
batasan kompetensi dokter umum dalam
penganan pasien, didapatkan terapi spesialistik
yang tepat bagi pasien

Manfaat
Adanya kontrol dari dokter speisalis kepada
dokter umum dalam segi pelayanan medis
Paraf Mentor Coach

27
Melakukan penyuluhan medis kepada dokter
Kegiatan 5
umum tentang penulisan resep secara lengkap

Tanggal 20 Juni 2019

Hasil Kegiatan Terlaksananya Penyuluhan Medis tentang


penulisan resep secara lengkap
Akuntabilitas 1. Mengkonsultasikan jadwal kegiatan
- Konsisten penyuluhan kepada Seksi Pendidikan,
- Dapat diandalkan Pelatihan, dan Penelitian RSUD dr. Doris
Nasionalisme Sylvanus
- Integritas tinggi
Etika pubik
- Mendorong kinerja
pegawai
Komitmen mutu
- Perbaikan melalui
pelatihan
Anti korupsi
2. Mengkonsultasikan materi penyuluhan
- Peduli
dengan KSM Dokter Umum dan Instalasi
Farmasi RSUD dr. Doris Sylvanus

3. Membuat undangan kegiatan penyuluhan


4. Menyebarkan undangan penyuuhan kepada
dokter umum fungsional di RSUD dr. Doris

28
Sylvanus
5. Melaksanakan kegiatan penyuluhan

6. Evaluasi kegiatan penyuluhan


Kontribusi Terhadap Visi Misi DIharapkan melalui kegiatan ini dapat
Organisasi meningkatkan SDM yang professional dan
berkomitmen tinggi
Penguatan Nilai-nilai Manfaat
Organisasi Melalui kegiatan ini diharapkan memberikan
kontribusi berupa manfaat pada semua peserta
penyuluhan
Paraf Mentor Coach

Melakukan penyuluhan medis pada para perawat


Kegiatan 6 untuk selalu identifikasi pasien saat akan
memberikan terapi

Tanggal 27 Juni 2019

Hasil Kegiatan Terlaksananya penyuluhan medis tentang


identifikasi pasien kepada perawat
Akuntabilitas 1. Mengkonsultasikan jadwal kegiatan
- Konsisten penyuluhan kepada Seksi Pendidikan,

29
- Dapat diandalkan Pelatihan, dan Penelitian RSUD dr. Doris
Nasionalisme Sylvanus
- Integritas tinggi
Etika pubik
- Mendorong kinerja
pegawai
Komitmen mutu
- Perbaikan melalui
pelatihan
Anti korupsi
2. Mengkonsultasikan materi penyuluhan
- Peduli
dengan Pokja Akreditasi SKP (Sasaran
Keselamatan Pasien) RSUD dr. Doris
Sylvanus
3. Membuat undangan kegiatan penyuluhan
4. Menyebarkan undangan penyuluhan kepada
perawat fungsional di RSUD dr. Doris
Sylvanus
5. Melaksanakan kegiatan penyuluhan

30
6. Evaluasi kegiatan penyuluhan
Kontribusi Terhadap Visi Misi DIharapkan melalui kegiatan ini dapat
Organisasi meningkatkan SDM yang professional dan
berkomitmen tinggi
Penguatan Nilai-nilai Manfaat
Organisasi Melalui kegiatan ini diharapkan memberikan
kontribusi berupa manfaat pada semua peserta
penyuluhan
Paraf Mentor Coach

31
B. Analisis Dampak
Kualitas suatu pekerjaan ditentukan oleh kuatnya nilai-nilai dasar yang
melandasi kegiatan tersebut. Bagaimana Nilai Dasar Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi menjadi landasan atau
pondasi setiap kegiatan. Suatu kegiatan akan menjadi tidak berkualitas apabila
tidak dilandasi dengan nilai dasar ANEKA. Analisis dampak tersebut diuraikan
dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.2 Analisis Dampak

Analisis Dampak
No. Kegiatan Indikator Tidak
Dilakukan
dilakukan
1. Mengisi instruksi 1. Akuntabilitas Proses terapi Proses terapi
pengobatan di Kegiatan ini pasien bermula pasien akan
rekam medis menunjukan sikap dari instruksi tertunda,
pasien konsistensi yang yang jelas bahkan bias
harus senantiasa Kegiatan ini terjadi
dilakukan secara yang dikerjakan malpraktik
tepat dan benar agar mendapat untuk kasus-
2. Nasionalisme arahan yang kasus berat
Penggunaan Bahasa tepat bagi
Indonesia yang baik proses
dan benar akan kesembuhan
melancarkan pasien
komunikasi
3. Etika Publik
Menunjukkan
profesionalisme dan
keahlian
4. Komitmen Mutu
Kegiatan sesuai
dengan standar mutu
organisasi
5. Anti Korupsi
Kegiatan ini

32
menunjukkan
kedisplinan dan
tanggung jawab
2. Menulis resep 1. Akuntabilitas Kegiatan ini Komunikasi
secara lengkap Kegiatan ini merupakan akan berjalan
dan jelas merupakan bentuk bentuk tidak lancer,
transparansi antar komunikasi perlu proses
petugas medis dokter kepada konfirmasi
2. Nasionalisme apoteker dalam yang akan
Menjunjung tinggi rangka cukup
rasa saling penyiapan terapi memakan
menghormati antar obat-obatan waktu
petugas medis pasien sehingga
3. Etika Publik pelayanan
Menghargai obat-obtan
komunikasi, akan
konsultasi, dan kerja terhambat
sama
4. Komitmen Mutu
Melalui kegiatan ini
berarti berperan
serta untuk
mendukung instansi
dengan efektif dan
efisien.
5. Anti Korupsi
Peduli kebijakan
yang berlaku di
rumah sakit
3. Melakukan 1. Akuntabilitas Pentingnya Ketidaksesuai
terapi injeksi Melakukan secara melakukan an
sesuai prodesur berintegritas kesesuaian pelaksanaan
2. Nasionalisme prosedur prosedur akan
Merupakan bentuk tindakan menimbulkan
etos kerja penggunaan hal-hal yang

33
3.Etika publik obat akan tidak
Menjunjung tinggi berdampak berharapkan
profesionalisme dan lansung bagi yang dapat
keahlian di bidang proses berdampak
medis kesembuhan buruk dalam
4. Komitmen mutu pasien berbagai
Melalui kegiatan ini bidang mulai
berarti turut serta dari medis
dalam menjaga hingga social
standar mutu.
5. Anti korupsi
Melakukan kegiatan
dengan jujur dan
bertanggung jawab
4. Melakukan 1. Akuntabilitas Setelah Kurang
konfirmasi atas Kegiatan ini mendapatkan terjalinnya
perintah dokter merupakan bentuk instruksi via komunikasi
spesialis perpanjangan tangan telepon, penting yang efektif
dengan TBAK dokter spesialis untuk dilakukan antara dokter
(Tulis, Baca, terhadap dokter konfirmasi terapi spesialis dan
Konfirmasi) umum kepada dokter dokter umum
2. Nasionalisme spesialis. Hal ini serta tidak
Melalui tindakan ini merupakan adanya kontrol
ada proses salah satu terhadap
musyawarah dan bentuk jaminan pelayanan
asas saling mutu pelayanan kepada pasien
menghormati terapi terhadap
3.Etika publik pasien
Menghargai
komunikasi,
konsultasi, dan
kerjasama dan
membuat keputusan
berdasarkan prinsip
keahlian

34
4. Komitmen mutu
Perwujudan proses
penjaminan mutu
pelayanan
5. Anti korupsi
Memerlukan proses
tanggung jawab
5. Melakukan 1. Akuntabilitas Kegiatan ii Resep yang
penyuluhan Merupakan sarana merupakan tidak lengkap
medis kepada menjaga konsistensi salah satu dapat
dokter umum pelayanan pengingat atau memperlamba
tentang 2. Nasionalisme penyegaran t proses
penulisan resep Menjaga etos kerja kembali pelayanan
secara lengkap 3.Etika publik terhadap cara medis
Melalui kegiatan ini penulisan resep
diharapkan yang lengkap
mendorong kinerja sehingga
pegawai kelancaran
4. Komitmen mutu pelayanan
Menjaga standar penggunaan
mutu pelayanan obat dapat
terhadap pasien terjaga.
5. Anti korupsi
Menjaga kedisiplinan
6. Melakukan 1. Akuntabilitas Identifikasi saat Tidak
penyuluhan Merupakan sarana pemberian terapi dilakukannya
medis pada menjaga konsistensi merupakan tahapan ini
para perawat pelayanan salah satu saat
untuk selalu 2. Nasionalisme standar pelayanan
identifikasi Menjaga etos kerja keselamatan medis dapat
pasien saat 3.Etika publik pasien. Melalui berakibat fatal
akan Melalui kegiatan ini penyegaran
memberikan diharapkan kembali ini
terapi mendorong kinerja diharapkan para
pegawai perawat tetap

35
4. Komitmen mutu melakukan hal
Menjaga standar ini agar menjadi
mutu pelayanan kebiasaan
terhadap pasien
5. Anti korupsi
Menjaga kedisiplinan

36
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kepatuhan dokter umum dan perawat dalam pelayanan penggunaan obat
di RSUD dr. Doris Sylvanus merupakan salah satu bagian yang penting dalam
proses pelayanan sekaligus proses kesembuhan pasien. Angka kepatuhan yang
tinggi terhadap prosedur yang berlaku dapat menghasilkan pelayanan yang
cepat dan tepat yang nantinya akan bermanfaat langsung terhadap proses
kesembuhan pasien sekaligus menjaga standar mutu pelayanan.
Selama melaksanakan kegiatan ini, terdapat kendala yang cukup sulit
dalam mencari waktu yang tepat untuk mengumpulkan dokter umum dan
perawat dikarenakan pembagian kerja menjadi tiga shift dan ditambah lagi
dengan tugas tambahan di luar jadwal pelayanan. Tetapi hal ini dapat dibantu
dengan teknologi yang tersedia saat ini sehingga materi dapat tercapai pada
sasaran kegiatan.
Hasil aktualisasi setelah mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi
Aparatus Sipil Negara (ASN) pada kegiatan aktualisasi yang dilakukan di RSUD
dr. Doris Sylvanus dengan jumlah 6 (enam) kegiatan yang dapat dicapai
memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Dengan menjaga kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku, pelayanan
penggunaan obat dapat berjalan secara cepat dan tepat sehingga
menjaga standar mutu pelayanan terhadap pasien
2. Sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara sudah menjadi keharusan
dalam memberikan pelayanan yang selalu berdasarkan atas ANEKA,
yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan
Antikorupsi sehingga dapat mewujudkan pelayanan optimal sertamenjadi
abdi Negara yang berkualitas dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik

B. Saran
1. Badan Diklat
Diharapkan untuk selalu menjaga dan meningkatkan pelaksanaan diklat
pola baru ini demi terwujudnya ASN yang sesuai dengan ANEKA di
bidangnya masing-masing
2. Aparatur Sipil Negara

37
Diharapkan dapat menjalankan pelayanan sesuai tugas dan fungsi
masing-masing sesua bidangnya dengan berlandaskan pada nilai-nilai
ANEKA.
3. Tempat Tugas
Dapat menjaga standar mutu pelayanan kepada masyarakat
4. Masyarakat
Terus menerus menjadi sarana control terhadap pelayanan kepada public

C. Rencana Aksi
Rencana aksi yang akan dikerjakan pasca diklat adalah mempertahankan
pelayanan dengan nilai-nilai ANEKA dalam melaksanan tugas dan fungsi di
bidang ASN masing-masing.

38
DAFTAR PUSTAKA

Komite Akreditasi Rumah Sakit. 2017. Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit
Edisi 1.
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi. 2017. Lembaga Administrasi
Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Aktualisasi. 2017. Lembaga Administrasi
Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Akuntabilitas. 2017. Lembaga Administrasi
Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Nasionalisme. 2017. Lembaga Administrasi
Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Etika Publik. 2017. Lembaga Administrasi
Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Komitmen Mutu. 2017. Lembaga
Administrasi Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Anti Korupsi. 2017. Lembaga Administrasi
Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Whole of Government. 2017. Lembaga
Administrasi Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Pelayanan Publik. 2017. Lembaga
Administrasi Negara
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Manajemen ASN. 2017. Lembaga
Administrasi Negara
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 tahun 2017 tentang Pedoman
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
2017. Kementerian Kesehatan.
Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 67 tahun 2019 tentang Tata
Kelola Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus
Profil RSUD dr. Doris Sylvanus 2019
Rencana Strategis (Renstra) 2016 – 2021 RSUD dr. Doris Sylvanus

39
LAMPIRAN

40

Anda mungkin juga menyukai