Anda di halaman 1dari 4

...,,.

. PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG


DINAS KESEHATAN INDIKASI PERAWATAN PASIEN DI ICU
UPT.RSUD Dr. M. ASHARI
JI. Gatot Subroto No.41 Pemalang 52319 No. Dokumen : No. ReVPsi : Halaman :
Telp : 0284321614 Fax 0284323664 445 / 2522 /
UPT.IRS
,RSUD Dr. M. Ashari
Tanggal ter it <4,4Rabupaten Pemalang
isl. / Diraktur,
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL 27 Novern4e 114
8
.-± 2--,
Om. •
,..a1P-.49711222 200501 1 004
Pengertian Penentuan penderita yang dapat dirawat di ICU

Memberikan batasan penderita yang akan mendapat pelayanan


Tujuan
ICU
Dilakukan pada pasien rawat map yang akan masuk ke
ruang IPI sesual dengan indikasi.
Kebijakan Calon pasien yang akan masuk ke IPI harus mendapat
persetujuan Kepata 1P1

Prosedur I. INDIKASI UMUM


Semua penderita yang membutuhkan bantuan
pemafasan mekanik atau slat bantuan khusus lainnya
Semua penderita yang membutuhkan monitoring secara
cerrnat dan ketat
II. INDIKASI KHUSUS
Kelainan pada saluran pemafasan: Pneumonia,
Bronkiolitis, dirawat di ICU apabila : dengan pengobatan
klasik tidak memberikan hasil yang balk atau menuju
kearah terjadinya kegagalan pemafasan
Kelainan pada sistem kardiovaskuler
Syok : hipovolemik, kardiogenik, septic
Syok hipovolemik dan septik yang tidak menunjukan
respon yang balk terhadap pengobatan kiasik atau
didapatkan komplikasi menuju kegagalan
setiap syok kardiogenik / syok septik apapun
penyebabnya, untuk pengawasan EKG / pemantauan
ketat hemodinamik
:. PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
ile/4,•,‘ DINAS KESEHATAN INDIKASI PERAWATAN PASIEN DI ICU
UPT.RSUD Dr. M. ASHARI
A Gatot Subroto No.41 Pemalang 52319 No. Dokumen . NO. Revisi : Halaman :
Tete : 0284-321614 Fax 0284-323664 445 / 2522 / -. ' III . 2/3
UPT.RS
. RSUD Dr. M. Ashari
Tanggal terbi- t•- Kabupaten Pemalang
- 1.----- , - Direktur,
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL 22 Noverrtlik 4618
'' ;---
.;..••tsr
x447':•••
i . ,, - Dr. H. Sholahudin M Ft
: le19711222 200501 1 004
Prosedur Keracunan
Kasus - kasus keacunan makanan, obat-obatan, zat
kimia yang memerlukan pengobatan suportif misalnya :
hemodialisa, bantuan nafas mekanik, syok
Penderita pasca bedah mayor yang memerlukan ventilator
Jika pasien yang memenuhi kriteria masuk jumlahnya cukup
banyak sedangkan kapasitas ruang ICU terbatas, maka
harus ditentukan prioritas pasien masuk berdasarkan
beratnya penyakit dan prognosis. Penilaian objektif
hendaknya digunakan untuk menentukan prioritas masuk
ICU. Pasien yang memerlukan terapi intensif (prioritas 1)
didahulukan dibandingkan dengan pasien yang memerlukan
pemantauan intensif (prioritas 3).
Kdteria pasien masuk ruang ICU adalah sebagai berikut:
Pasien Prioritas 1 (sato)
Pasien sakit kritis, tidak stabil yang memerlukan terapi intensif
dan tertitsasi, seperti: dukunganbantuan ventilasi dan alat bantu
kontinyu, obat anti aritmia kontinyu pengobatan kontinyu
tertitrasi, misalnya pasca bedah kardiotorasik, pasien sepsis
berat, gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit yang
mengancam nyawa.
Terapi pada pasien prioritas 1 (satu) umumnya tidak mempunyai
batas
Pasien prioritas 2 (cilia)
Pasien ini memerlukan pelayanan pemantauan yang canggih di
lcu, sebab sangat beresiko bila tidak mendapatkan terapi
intensif segera, misalnya pemantauan intensif menggunakan
pulmonary arterial catheter Contoh pasien seperti ini antara lain •

2
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
DINAS KESEHATAN INDIKASI PERAWATAN PASIEN DI ICU
'clrn
UPT.RSUD Dr. M. ASHARI
W-7
JI. Gatot Subroto No 41 Pemalang 52319 No. Doku, "-- NIPSI jiie,,Ist Halaman :
Telp 0284-321614 Far 0284323664 445/ : n. 3/3
UPT '
r
9 r. M. Ashari
Tang it • pa n Pemalang
II rektur,
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL 27 No ,°-
* ....1...,

of 'CS-ir
C A i. Z . -. . ! •C

19711222 200501 1 004


Prosedur mereka yang menderita penyakit dasar jantung-paru, gagal ginjal
akut dan berat atau yang telah mengalami pembedahan major.
Terapi pada pasien prioritas 2 tidak mempunyai batas, karena
kondisi mediknya senantiasa berubah
. Pasien prioritas 3 (tiga
Pasien golongan ini adalah pasien sakit 'cribs, yang tidakstabii
stabil status kesehatan sebelumnya, penyakit yang
mendasarinya, atau penyakit akutnya, secara sendirian atau
kombinasi. Kemungkinan sembuh dan/atau manfaat terapi di ICU
pada golongan ini sangat kecil. Contoh pasien ini antara lain
pasien dengan keganasan metastatik disertai penyakit infeksi,
pericardial tamponade, sumbatan jalan napas, atau pasien
penyakit jantung, penyakit paru terminal disertai komplikasi
penyakit akut berat. Pengelolaan pada pasien golongan iM hanya
untuk mengatasi kegawatan akutnya saja, dan usaha terapi
mungkin tidak sampai melakukan intubasi atau resusitasi jantung
paw.
4 Pengecuallan
Dengan pertimbangan luar biasa, dan atas persetujuan Kepala
Instalasi Ruang Intensif, indikasi masuk path beberapa golongan
pasien bisa dikecualikan, dengan catatan bahwa pasien —pasien
golongan demikian sewaktu-waktu hams bisa dikeluarkan dani
ICU, agar fasilitas ICU yang terbatas tersebut dapat digunakan
untuk pasien prioritas 1,2,3 (satu, dua, tiga). Pasien yang
tergolong demikian antara lain:
1) Pasien yang membutuhkan kriteria masuk tapi menolak
terapi tunjangan hidup yang agresif dan hanya demi

3
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
DINAS KESEHATAN INDIKASI PERAWATAN PASIEN DI ICU
4,4tY
Crag UPT.RSUD Dr. M. ASHARI
A Gatot Subroto No.41 Pemalang 52319 No. Dokumen : , . visi : Halaman :
T elp : 0284-321614 Fax: 0284-323664 445 / 2 52 , ,a1/40, 1.
0
E fil : 3/3
UPT.R ,/.ty-o _ . 4,,,, • N.,
D Dr. M. Ashari
Tangg ( i: paten Pemalang
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Di ektur,
27 N o nito'
-
.-
n,,4 pIP. 1.97f1222 200501 004
Prosedur "perawatan yang ama ' —in] tidal( menyingkirkan
pasien dengan perintah "DNR (Do Not Resusitate)".
Sebenamya pasien-pasien ini mungkin mendapat
manfaat dad tunjangan canggih yang tersedia di ICU
untuk meningkatkan kemungkinan survivalnya.
2) Pasien dalam keadaan vegetatif permanen
Pasien yang telah dipastikan mengalami mati batang
otak. Pasien-pasien seperti itu dapat dimasukkan ke ICU
untuk menunjang fungsi organ hanya untuk kepentingan
donor organ

Unit Terkait IGD, IRNA, IBS, IRJ