Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS KASUS

“Mondelez International: Has Corporate Restructuring Produced Shateholder Value?”

Stategic Management

Disusun oleh:

Afandy Tubagus (18/436735/PEK/24259)

Asep Kurnia (18/436760/PEK/24280)

Ferdy Bima Suria (18/436785/PEK/24309)

Listrisia Situmorang (18/436811/PEK/24335)

Seliya E. Sampul (18/436859/PEK/24383)

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2019
OVERVIEW CASE

Mondelēz International adalah perusahaan pembuat snack terbesar di dunia yang dikenal
melalui merek-merek seperti Cadbury, LU, Milka, Cadbury Dairy Milk, Trident, Nabisco, dan
Oreo. Pada tahun 2016 portofolio mereknya meliputi 44 merek diantaranya adalah Triscuit,
Toblerone, Wheat Thins, Ritz, Philadelphia, Nilla, BelVita, Chips Ahoy!, dan Tang. Walaupun
beberapa merek tersebut telah dikenal sekitar dari 100 tahun, namun perusahaannya baru
didirikan pada tahun 2012, setelah dilakukan restrukturisasi di Kraft Foods. Meskipun unit bisnis
Kraft Foods menghasilkan laba yang besar, pertumbuhan lambat dalam industri makanan olahan
di Amerika Utara dan beberapa bagian Eropa telah membatasi kemampuan perusahaan untuk
memberikan peningkatan nilai pemegang saham. Faktanya, rentang perdagangan saham
perusahaan pada tahun 2011 relatif tidak berubah dari tahun 2007 ketika masih menjadi
perusahaan independen setelah spin off oleh Altria Group (sebelumnya Philip Morris).
Penurunan sahamnya dapat dikaitkan dengan perlambatan ekonomi yang dimulai pada tahun
2007, namun manajemen percaya bahwa penyebab dari memburuknya kinerja dikarenakan
strategi perusahaan yang tidak cukup fokus pada pertumbuhan.
Kemudian pada tahun 2012 perusahaan menerapkan restrukturisasi untuk menciptakan
bisnis makanan ringan global yang memiliki pertumbuhan dan marjin tinggi di bisnis grosir
Amerika Utara. Perusahaan baru yang berorientasi pada makanan ringan akan mencakup semua
unit bisnis dan merek Kraft Foods di Eropa dan pasar berkembang juga ditambah bisnis makanan
ringan di US dimana perusahaan tersebut dinamai Mondelēz , yang berasal dari bahasa latin,
artinya “enak” dan ditambahkan kata International untuk memberikan kesan global bisnis.
Sebagian dari perusahaan Kraft Foods di Amerika Utara akan dikenal sebagai Grup Kraft Foods
setelah penyelesaian Spinoff.
Pada tahun 2016, Mondelēz International telah berhasil mencapai tujuannya secara
internasional dengan persentase 79% dari pendapatannya dihasilkan dari luar Amerika Serikat
pada tahun 2015. Amerika Serikat tetap menjadi pasar terbesar perusahaan dengan mencataakan
penjualan sebesar 17%, 18% dan 21% masing-masing pada tahun 2013, 2014, 2015, dan tidak
ada negara lain yang menyumbangkan penjualan lebih dari 10% ke Mondelēz .
Namun, efektivitas keseluruhan dari restrukturiasi perusahaan dipertanyakan dengan
kinerja saham di S&P 500 dan pendapatannya menurun. Pendapatan dari operasi tumbuh dari
tahun 2014 ke tahun 2015, tetapi hanya karena keuntungan akibat spin-off dari bisnis kopi di
Prancis sebesar $6,8 juta. Fokus pada perlunya peningkatan kinerja, seorang investor William
Ackman menarik sahamnya senilai $5,5 juta di perusahaan pada Juli 2015. Ackman percaya
bahwa manajemen harus meningkatkan kinerja perusahaan secara drastis, atau perusahaan harus
menjadi kandidat perusahaan lain yang memiliki kinerja lebih baik untuk diakusisi.
ANALISIS KASUS

A. The five force model of competition Analysis


● Rivalry
Jika persaingan antara pemain yang ada dalam industri sangat kuat maka akan
menurunkan harga dan mengurangi keseluruhan profitabilitas industri. Mondelez
International bergerak dalam industri ​food & beverage yang sangat kompetitif.
Persaingan ini memang berdampak pada keseluruhan profitabilitas jangka panjang
organisasi.
● Threat of New Entrants
Pendatang baru di industri makanan ringan akan selalu membawa inovasi, cara
baru dalam melakukan berbagai hal dan memberi tekanan pada Mondelez International.
melalui strategi penetapan harga yang lebih rendah, mengurangi biaya, dan memberikan
proposisi nilai baru kepada pelanggan. Mondelez International harus mengelola semua
tantangan ini dan membangun penghalang (barrier) yang efektif untuk melindungi
keunggulan kompetitifnya.
● Threat of Substitute Products
Ancaman dari produk pengganti pada perusahaan Mondelez International bisa
dikatakan cukup tinggi. Hal ini karena banyak perusahaan yang juga memproduksi
produk yang sama seperti yang dihasilkan oleh Mondelez. Seperti yang sudah dijelaskan
juga bahwa produk Mondelez terdiri dari berbagai jenis produk mulai dari coklat hingga
biskuit. Untuk salah satu produk coklatnya saja, Mondelez memiliki dua produk yang
terkenal dan memiliki harga yang berbeda yaitu Toblerone dan Cadbury. Dari produknya
tersebut sudah bisa dilihat bahwa konsumen dapat berganti produk diantara keduanya
karena perbedaan harga yang berbeda. Hal tersebut belum ditambah dengan beragamnya
jenis-jenis coklat yang banyak dihasilkan oleh perusahaan lainnya, yang membuat
konsumen dengan mudah beralih. Tentunya ada perbedaan harga yang membuat
konsumen mudah untuk beralih ke produk pengganti lainnya.
● Bargaining Power of Supplier
Untuk produk coklat dan biskuit yang dimiliki oleh Mondelez, yang mana bahan baku
utama yang dibutuhkan yaitu coklat, tepung, mentega dan lainnya memiliki banyak
supplier. Banyaknya supplier yang tersedia, tentunya menambah kekuatan bagi
perusahaan dalam memilih supplier mana yang akan digunakan. Sehingga ​bargaining
power ​dari supplier terhadap perusahaan sangat rendah. Ini menempatkan posisi
Mondelez pada kekuatan yang dapat berpindah pada supplier lainnya apabila supplier
yang ada mencoba untuk menaikkan harga bahan bakunya.
● Bargaining Power of Buyers
Kekuatan yang dimiliki oleh pembeli bisa dikatakan cukup tinggi, karena perusahaan
memiliki banyak pesaing yang juga sama-sama memproduksi produk yang seragam.
Kekuatan ini juga berasal dari ​switching cost y​ ang rendah, yang mana terdapat banyak
produk yang dapat dipilih oleh konsumen. Salah satu perusahaan yang juga dapat
dikatakan sebagai pesaing Mondelez yaitu Nestle yang juga memiliki produk-produk
yang sama seperti coklat dan juga biskuitnya.

B. Strategies for competing in International Market


Analisis yang dilakukan oleh kelompok kami mendapatkan hasil bahwa strategi untuk
berkompetisi pada pasar internasional yang digunakan oleh Mondelez adalah Strategi Global
(Global Strategy) yang berarti perusahaan tersebut melakukan pendekatan ​(Think Global –
Act Global). Hal tersebut terlihat dari bagaimana keuntungan yang didapatkan perusahaan
Mondelex dari integrasi global dan standarisasi yang mereka lakukan berada pada level yang
tinggi sementara kebutuhan untuk responsif lokal tergolong masih rendah. Sebagai bukti,
mereka tetap menggunakan Brand (kraft maupun Mondelez) ketika akan memasuki pasar
global. Produk kraft yang ditawarkan antar negara memiliki standarisasi yang sama dengan
negara asal produksi. Kesamaan standar yang digunakan oleh Mondelez dalam memasarkan
produknya ke pasar global menggambarkan strategi yang dilakukan oleh perusahaan bahwa
perusahaan berfikir secara global dan bertingkah secara global.
Sebagian besar konsumen mengenal Mondelez dengan merek-merek besar yang stabil
seperti Oreo, Ritz, Milka, Lu, dan lainnya. Brand tersebut memiliki kesamaan nama baik dari
negara awal tempat produksi produk tersebut hingga sampai kepada negara yang dimasuki
pasar dari produknya. Sebagai contoh, di Amerika menggunakan brand Oreo, maka di
Indonesia juga menggunakan Brand Oreo yang berarti adanya kesamaan packing produk,
standar produk, hingga pada kualitas produk yang ditawarkan adalah konstan karena adanya
standarisasi. Strategi terbarunya adalah merencanakan penjualan dan pemasaran yang lebih
berpusat pada konsumen; perhatian pada operasi untuk memastikan efisiensi, pemenuhan
permintaan dan biaya rendah; dan memfokuskan kembali pada pertumbuhan jangka panjang
daripada biaya jangka pendek yang keseluruhan operasionalnya distandarisasi secara
internasional.

C. Restructuring​ Mondelez International


Pada tahun 2014 hingga tahun 2015, dikatakan bahwa tidak terjadi peningkatan yang
signifikan terhadap pertumbuhan harga saham Mondelez dan ​revenue​-nya juga mengalami
penurunan. Namun, untuk terus mengembangkan bisnisnya perusahaan juga melakukan
divestasi pada aktivitas ​joint venture yang sudah dilakukan sebelumnya. Aktivitas yang
dilakukan dengan mengakuisisi Enjoy Life Foods ini dilakukan juga oleh Mondelez yaitu
untuk mengikuti perkembangan pasar saat ini yang sudah mulai sadar akan gaya hidup sehat
namun tetap membutuhkan snack, sehingga Mondelez mulai melakukan ekspansi agar dapat
menyesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini dengan menyediakan pilihan snack sehat. Hal
tersebut tepat dilakukan Mondelez asalkan ia berfokus untuk pangsa pasar pilihan snack
sehat dan meningkatkan ​market share s​ ehingga dapat meningkatkan ​revenue ​dari Mondelez.
Pilihan itu dapat menjadi peluang bagi perusahaan karena perusahaan dapat memasuki
kebutuhan pasar pilihan snack sehat dimana pilihan hidup sehat menjadi ​trend b​ aru bagi
masyarakat Amerika Utaraa. Selain itu, untuk meningkatkan pangsa pasar yang nantinya
akan juga mempengaruhi terhadap ​revenue ​perusahaan, Mondelez Internasional dapat
melakukan suatu inovasi yang lain terhadap produk-produk yang belum tersedia di pasaran.
Menurut kami, ​Mondelez d​ apat memaksimalkan strategi perusahaan terhadap fokus produk
unggulannya dan sekaligus menciptakan produk unggulan baru dengan melakukan inovasi
terhadap produk-produk yang dihasilkan.

D. Corporate Strategy :
Pihak manajemen dan direksi merasa permasalahan lambatnya pertumbuhan yang
dihadapi Mondelez International merupakan karena strategi yang menyebabkan buruknya
kinerja perusahaan. Selain itu perusahaan yang berisi berbagai unit bisnis dan merek terbaik
dunia membuat perusahaan sulit menemukan kesempatan untuk berkembang sehingga perlu
melakukan diversifikasi, demi meningkatkan nilai pemegang saham yang saat itu stagnan.
Jenis diversifikasi dibagi menjadi dua, yaitu ​related business ​dan ​unrelated business yang
dapat dibedakan pada aktivitas rantai nilai dan sumber daya dan kemampuan yang
dibutuhkan.
Mondelez International melakukan akuisisi bisnis yang berada di dalam sektor makanan
ringan, sehingga dapat dikatakan bahwa Mondelez International melakukan diversifikasi
related business yang terdiri dari lima jenis industri yaitu biskuit, coklat, permen dan permen
karet, minuman, dan keju. Dapat dilihat bahwa ada keterkaitan aktivitas rantai nilai atau
strategic fit dari lima jenis makanan ringan yang dimiliki Mondelez International baik dari
rantai pasokan, R&D dan teknologi, operasional atau aktivitas manufaktur, pemasaran dan
penjualan, distribusi, dan pelayanan pelanggan. Selain itu ada kesamaan dari sumber daya
dan juga kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan 5 jenis industri ini.
Perusahaan yang melakukan diversfikasi jenis ini memiliki peluang ntuk memiliki
beberapa peluang keuntungan yang bisa dicapai antara lain: transfer SDM ahli, berbagi biaya
operasional, ekploitasi merek terkenal, berbagi sumber daya dan kemampuan, dan
menciptakan keunggulan kompetitif baru. Kesempatan ini perlu diimplementasi sesuai
dengan ​key success factors (KSF) dari industri tertentu. Dalam kasus ini, KSF di industri
makanan ringan adalah merek yang kuat yang sudah dimiliki oleh unit bisnis yang di akusisi
Mondelez International, kesehatan dan kesejahteraan pelanggan dengan produk sehat dan
harga terjangkau, serta iklan dan promosi untuk mengedukasi dan mendorong calon
konsumen menjadi pelanggan. Dengan melakukan diversivikasi dan implementasi aktivitas
yang tepat, Mondelez dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis yang menjadi masalah saat
ini.

E. Kesimpulan
Keputusan Kraft Food dalam melakukan spin off melalui Mondelez International sudah
tepat, dengan mempersempit diversifikasi dan berfokus pada lima kategori produk yaitu
biskuit, cokelat, permen, minuman dan keju & bahan makanan. Selain itu, produk yang
dijadikan fokus adalah produk yang memiliki merek kuat seperti Oreo, LU, dan Nabisco;
Cadbury, Cadbury Dairy Milk, dan Milka chocolate; Permen karet Trident; Kopi Jacobs; dan
minuman serbuk Tang untuk meningkatkan laju pertumbuhan bisnis Mondelez. Kelima
kategori tersebut mampu menjadi komponen utama dalam pertumbuhan Mondelez yang jauh
menjadi lebih baik pasca dilakukannya restrukturisasi. Hal ini terlihat pada pencapaian
kategori biscuit dan coklat & permen Mondelez yang mampu memimpin penjualan secara
global, sedangkan permen karetnya masuk dalam posisi dua besar penjualan di dunia.
Meskipun Mondelez telah mampu memimpin penjualan dalam kategori tertentu secara
global, namun restrukturisasi ini dinilai baru berdampak pada kenaikan pangsa pasar saja dan
belum mampu meningkatkan nilai para ​shareholders​nya. Hal ini dapat kita lihat dari fokus
Mondelez untuk melakukan pembagian deviden seminimal mungkin dan memaksimalkan
profit untuk investasi dalam pengembangan perusahaan, sehingga meskipun semakin banyak
profit yang dihasilkan oleh Mondelez, namun karena perusahaan saat ini sedang dalam tahap
growth s​ ehingga fokus utama mereka adalah investasi untuk pengembangan perusahaan,
bukan kepada para ​shareholders.​

Anda mungkin juga menyukai