Anda di halaman 1dari 76

JUD

UL
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

OPTIMALISASI PENERAPAN LIMA MOMEN CUCI TANGAN


DI RUANG ASTER RSUD DR R. SOEDJATI SOEMODIARDJO
PURWODADI

Disusun oleh:
Nama : Dianing Wulan Sari, AMK
NIP : 199201062019022008
Golongan/Angkatan : II / CCV
No. Absensi : 26
Jabatan : Perawat Terampil
Unit Kerja : RSUD Dr. R. Soedjati Purwodadi
Coach : Dr. Endang Riagustrianingsih,S.IP.,M.Pd.
Mentor : Ahmad Affandi, S.Kep., Ns., M.Kes.

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN CCV


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2019

i
HALAMAN PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI


NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

Judul : Optimalisasi Penerapan Lima Momen Cuci Tangan


Di Ruang Aster RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi

Disusun oleh:

Nama : Dianing Wulan Sari, AMK


NIP : 199201062019022008
Angkatan : CCV
No. Presensi : 26

Disetujui untuk diseminarkan pada:


Hari, Tanggal : Jumat, 13 September 2019
Tempat : BPSDMD Provinsi Jawa Tengah

Semarang, 13 September 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Dianing Wulan Sari, AMK


NIP. 199201062019022008

MENYETUJUI

Coach, Mentor

Dr. Endang Riagustrianingsih,S.IP.,M.Pd. Ahmad Affandi,S.Kep.,Ns.,M.Kes.


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Seksi Keperawatan I
NIP. 19820816 201001 2 020 NIP. 19701028 199001 1 001

ii
HALAMAN PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, PERAN


DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Optimalisasi Penerapan Lima Momen Cuci di Ruang


Aster RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Nama : Dianing Wulan Sari, AMK
NIP : 199201062019022008
Unit Kerja : RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi

Telah diseminarkan :

Di : BPSDMD Provinsi Jawa Tengah


Hari,Tanggal : Senin, 16 Septmber 2019

Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Dianing Wulan Sari, AMK


NIP. 199201062019022008

MENGESAHKAN,
Coach, Mentor

Dr. Endang Riagustrianingsih,S.IP.,M.Pd. Ahmad Affandi,S.Kep., Ns.,M.Kes


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Seksi Keperawatan I
NIP. 19820816 201001 2 020 NIP. 19701028 199001 1 001

Narasumber,

iii
PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan curahan


rahmat dan nikmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan
Aktualisasi dan Habituasi nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan
judul “Optimalisasi Penerapan Lima Momen Cuci Tangan di Ruang Aster
RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi” .
Penulisan rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini disusun sebagai
salah satu persyaratan kelulusan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan II Angkatan CCV Tahun 2019 sebagai bentuk pemahaman
konseptual dan internalisasi nilai-nilai dasar PNS yang akan diterapkan RSUD
Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
Dalam menyelesaian rancangan aktualisasi nilai-nilai PNS ini, penulis
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Drs. Mohammad Arief Irwanto,M.Si. selaku Kepala BPSDMD Provinsi Jawa
Tengah selaku penyelenggara dari tingkat Provinsi, sehingga penulis dapat
menjalani proses latsar ini dengan baik.
2. Sri Sumarni,S.H, M.M selaku Bupati Grobogan yang telah memberi
kesempatan kepada penulis untuk menjadi PNS dan mengabdikan tenaga
dan usahanya kepada kabupten Grobogan.
3. Padma Saputra,S.Sos., M.M. selaku Kepala BKPPD Kabupaten Grobogan
selaku peyelenggara di kabupaten Grobogan yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis pada proses penerimaan PNS tahun 2018.
4. Dr. Endang Riagustrianingsih,S.IP.,M.Pd. selaku pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga rancangan
aktualisasi ini dapat selesai dengan baik.
5. selaku narasumber/penguji yang memberikan saran,
masukan perbaikan untuk penyempurnaan rancangan aktualisasi ini
sehingga nantinya dapat diterapkan dengan baik.
6. Ahmad Affandi,S.Kep., Ns., M.Kes selaku mentor yang telah memberikan
masukan, inspirasi dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat
diselesaikan dengan baik.

iv
7. Suparti, S. Kep. Ns selaku Kepala Ruang Aster yang telah memberikan
masukan dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat diselesaikan
dengan baik.
8. Seluruh Widyaiswara, Binsuh dan Panitia yang telah memberikan ilmu,
bimbingannya, dukungan dan fasilitas selama kegiatan Pelatihan Dasar
CPNS Golongan II Angkatan CCV.
9. Keluarga yang telah mendukung, mendoakan serta memberi bantuan
sehingga semua kegiatan Pelatihan Dasar CPNS dapat terselesaikan
dengan baik.
10. Keluarga besar RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi atas
dukungan dan kerjasamanya
11. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan CCV atas
inspirasi, kekompakan, bantuan, dan dukungannya.
Penulis berharap semoga rancangan aktualisasi ini dapat memberikan
manfaat bagi semua pihak dan dapat memberikan contoh tentang implementasi
nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi (ANEKA) dengan prinsip Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN),
Pelayanan Publik dan Whole of Government dalam kehidupan sehari-hari di
lingkungan kerja dan masyarakat.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada rancangan
ini, oleh karena itu penulis berharap kepada semua pihak untuk memberikan
saran dan masukan serta kritik yang membangun untuk penyempurnaan
rancangan aktualisasi ini.

Semarang, 13 September 2019

Penuli.

v
DAFTAR ISI

JUDUL..........................................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN.........................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................iii
PRAKATA.....................................................................................................iv
DAFTAR ISI.................................................................................................vi
DAFTAR TABEL.........................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR......................................................................................ix
BAB I PENDAHULUAN................................................................................1
A. Latar Belakang..................................................................................1
B. Identifikasi Isu....................................................................................3
D. Rumusan Masalah...........................................................................10
E. Tujuan..............................................................................................10
F. Manfaat............................................................................................11
BAB II LANDASAN TEORI........................................................................12
A. Sikap Perilaku Bela Negara............................................................12
B. Nilai Dasar CPNS............................................................................13
C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI........................................22
D. Tinjauan Pustaka Kanker Leher Rahim..........................................29
BAB III TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA.............................31
A. Profil Unit Kerja................................................................................31
a. Sejarah Singkat RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan.................................................................................32
b. Gambaran Umum........................................................................................33
B Eksternal Rumah Sakit.............................................................................33
C. Filosofi, Visi, Misi, Budaya Kerja..............................................................34
D Struktur Organisasi RSUD........................................................................41
a. Tugas Jabatan Peserta Diklat.....................................................41
b. Role Model..................................................................................44
BAB IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI....................................45

vi
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan Nilai
ANEKA............................................................................................45
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi......................................................57
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala.................................58
BAB V PENUTUP......................................................................................59
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................60
DAFTAR RIWAYAT HIDUP........................................................................61

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Identifikasi Isu dikaitkan dengan Agenda Ketiga Pelatihan Dasar


CPNS............................................................................................6
Tabel 2. Analisis Isu Strategis......................................................................9
Tabel 3. Nama Pejabat Struktural Tahun 2018..........................................38
Tabel 4. Rancangan Kegiatan Aktualisasi..................................................46
Tabel 5. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi57
Tabel 6. Antisipasi menghadapi kendala-kendala aktualisasi....................59

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Lima Momen dan Enam Langkah Cuci Tangan.......................30


Gambar 2. Struktur Organisasi RSUD.......................................................41
Gambar 3. Role Model...............................................................................44

ix
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Persyaratan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai
Negeri Sipil (PNS) adalah mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar)
sesuai UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan
LAN No. 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar CPNS. Peraturan baru
tentang ASN tertuang dalam UU No.5 Tahun 2014 sudah secara implisit
menghendaki bahwa ASN yang umum disebut birokrat bukan sekedar
merujuk pada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi
pelayanan publik, maka dari itu sebagai ASN perlu membuat rancangan
aktualisasi khususnya dalam pelayanan bidang kesehatan yang
dilaksanakan di instansi Rumah Sakit.
Rumah Sakit sebagai instansi pelayanan kesehatan yang
berhubungan langsung dengan pasien harus mengutamakan pelayanan
kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif dengan
mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan.
Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman,
bermutu dan terjangkau, hal ini diatur dalam Undang-Undang Kesehatan
Nomor 36 Tahun 2019.
Angka kejadian infeksi nosokomial terjadi pada beberapa negara
maju. Pasien rawat inap di rumah sakit mengalami infeksi yang baru
selama dirawat sebesar 1,4 juta infeksi setiap tahun. Suatu penilaian yang
dilakukan oleh WHO (World Health Organization) menunjukkan bahwa
sekitar 8,7% dari 55 rumah sakit di 14 negara yang berasal dari Eropa,
Timur Tengah, Asia Tenggara dan Pasifik tetap menunjukkan terdapat
infeksi nosokomial dengan Asia Tenggara sebanyak 10,0%. Jumlah infeksi
nosokomial di 10 rumah sakit di indonesia pada tahun 2010 mencapai 6-
16% dengan rata-rata 9,8% sedangkan di wilayah jawa tengah infeksi
nosokomial mencapai 0,5%.
Keselamatan pasien merupakan prioritas dalam pelayanan
kesehatan yang penuh resiko. Salah satu resiko adalah risiko penularan
infeksi akibat perawatan kesehatan. Salah satu upaya pencegahan
1
2

penularan infeksi yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO)


adalah memberikan pedoman kebersihan tangan bagi tenaga kesehatan.
Cuci tangan menjadi salah satu langkah yang efektif untuk memutuskan
rantai transmisi infeksi, sehingga insiden infeksi nosokomial dapat
berkurang. Pencegahan melalui pengendalian infeksi nosokomial di rumah
sakit ini mutlak harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran managemen rumah
sakit meliputi dokter, bidan, perawat dan seluruh karyawan rumah sakit.
Tugas jabatan fungsional perawat dan standar pelayanan keperawatan
dijadikan sebagai dasar dalam pemilihan isu-isu di RSUD dr. R. Soedjati
Soemodiardjo purwodadi kab. Grobogan. Isu tersebut bersumber dari
pengamatan langsung dan pengamatan atasan. Hasil pengamatan di
RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi kab. Grobogan berupa isu-
isu yang terjadi dan dikaitkan dengan pencapaian visi misi RSUD dr. R.
Soedjati Soemodiardjo antara lain:
1. Kurang optimalnya penerapan lima momen cuci tangan di ruang
Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
2. Kurang optimalnya pembatasan pengunjung pasien HND di ruang
Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
3. Kurang optimalnya pengisian rekam medis yang lengkap di ruang
Aster RSUD dr. Raden Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
4. Kurang optimalnya jam visite dokter spesialis di ruang Aster RSUD
dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
5. Kurang optimalnya pemilahan sampah medis benda tajam dan
benda tumpul di ruang Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi
Untuk kebutuhan aktualisasi, dipilih satu core issue yang menjadi
prioritas untuk dipecahkan melalui gagasan-gagasan kegiatan kreatif dan
inovatif yang dilandasi oleh nilai-nilai dasar PNS yaitu akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi (ANEKA) yang
dituangkan dalam sebuah rancangan aktualisasi.
Saya melihat di ruang Aster pada saat melalukan tindakan atau
masuk ruang perawatan masih ada petugas yg belum cuci tangan, begitu
3

juga pada saat akan melakukan tindakan aseptik. Maka dari itu dari
beberapa isu yang ditemukan di RSUD dr. R Soedjati Soemodiardjo
purwodadi kab. Grobogan, ditetapkan satu core issue yaitu “ Kurang
Optimalnya Penerapan Lima Momen Cuci Tangan Di Ruang Aster RSUD.
Dr. R. Soedjati Soemodiardjo”.

B. Identifikasi Isu
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa
isu atau problematika yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai
perawat pelaksana di ruang Aster RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit
kerja, maupun organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar rancangan aktualisasi
ini bersumber dari aspek:
1. Whole of Government (WoG),
2. Pelayanan Publik, dan
3. Manajemen ASN.
Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:
1. Kurang optimalnya penerapan lima momen cuci tangan di ruang
Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi (sumber:
Manajemen ASN)
2. Kurang optimalnya pembatasan pengunjung pasien HND di ruang
Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi (sumber:
Whole of Government)
3. Kurang optimalnya pengisian rekam medis yang lengkap di ruang
Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi (sumber:
Manajemen ASN)
4. Kurang optimalnya jam visite dokter spesialis di ruang Aster RSUD
dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi (sumber: Manajemen ASN)
5. Kurang optimalnya pemilahan sampah medis benda tajam dan
benda tumpul di ruang Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi (sumber : Pelayan Publik)
Cuci tangan merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan
4

membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air mengalir dalam


waktu 40-60 detik ataupun cairan lainnya (hand scrub) dalam waktu 20-
30 detik yang bertujuan untuk membersihkan pathogen penyebab HAIs (
Hospital Associated Infection) pada lima moment penting yaitu sebelum
kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptic, setelah kontak
dengan pasien, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak
dengan lingkungan pasien. Kurang optimalnya penerapan lima momen
cuci tangan di ruang Aster RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi, hal ini terlihat masih adanya tenaga medis yang tidak cuci
tangan pada saat sebelum kontak dengan pasien dan sebelum tindakan
aseptik. Momen cuci tangan yang sudah dilakukan adalah setelah
kontak dengan pasien, setelah kontak dengan lingkungan pasien, dan
setelah terkena cairan tubuh pasien.
Pada prinsipnya bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas
pemberian pelayanan kesehatan pada pasien diperlukan manajemen
pelayanan kesehatan yang memadai bahwa penunggu atau pengunjung
adalah bagian penting dari proses penyembuhan pasien dengan
menciptakan suasana yang mendukung rasa aman dan nyaman bagi
pasien dan lingkungan rumah sakit. Diperlihatkan pada ruang perawatan
pasien khususnya pada ruang HND (pengawasan) masih terlihat
banyaknya penunggu atau pengunjung lebih dari satu.
Pengisian rekam medis adalah suatu kegiatan yang dilakukan
dengan cara mengisi formulir untuk mendapatkan rekam medis yang
bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan. Kewajiban petugas adalah
mengisi berkas rekam medis secara jelas, benar, lengkap dan tepat
waktu dari awal sampai akhir. Diperlihatkan masih adanya check list
pengisian rekam medis yang masih kosong.
Visite dokter spesialis adalah kunjungan dokter spesialis setiap hari
kerja sesuai dengan ketentuan waktu berkunjung kepada setiap pasien
yang menjadi tanggungjawabnya yang dilakukan setiap hari kerja yaitu
pukul 08.00 WIB s.d. pukul 14.00 WIB. Diperlihatkan masih adanya
dokter spesialis visite lebih dari jam 14.00 WIB.
5

Ada beberapa jenis sampah infeksius yang masuk ke dalam sampah


medis, diantaranya adalah sampah benda tajam dan sampah benda
tumpul. Sampah benda tajam dimasukkan kedalam safety box
sedangkan sampah medis benda tumpul dimasukkan ke dalam sampah
infeksius (plastik kuning). Diperlihatkan masih ada pembuangan sampah
benda tumpul ke dalam safety box dan sebaliknya sampah benda tajam
di masukkan kedalam sampah infeksius (plastik kuning).
Daftar isu yang diperoleh dalam lingkungan kerja penulis yang dikaitkan dengan agenda ketiga Pelatihan Dasar CPNS
(Manajemen ASN, Whole of Government (WOG), dan Pelayanan Publik) dapat ditampilkan pada tabel berikut :
Tabel 1. Identifikasi Isu dikaitkan dengan Agenda Ketiga Pelatihan Dasar CPNS

:No. Identifikasi Isu Sumber ISU Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan
1. Kurang optimalnya penerapan lima Manajemen masih adanya tenaga Optimalnya penerapan lima momen
momen cuci tangan di ruang Aster ASN medis yang tidak cuci cuci tangan sehingga proses transisi
di RSUD Dr. R. Soedjati tangan pada saat penularan penyakit bisa
Soemodiardjo Purwodadi sebelum kontak dengan terhindarkan
pasien dan sebelum
tindakan aseptik
2. Kurang optimalnya pembatasan Wold Of Diperlihatkan pada optimalnya pembatasan pengunjung
pengunjung pasien HND di Government ruang perawatan pasien pasien HND di ruang Aster,
ruang Aster RSUD dr. R. (WOG) khususnya pada ruang sehingga proses perawatan bisa
Soedjati Soemodiardjo HND (pengawasan) berjalan sebagaimana mestinya
Purwodadi masih terlihat
banyaknya pengunjung
atau pengunjung lebih
dari satu
3. Kurang optimalnya pengisian rekam Manajemen Diperlihatkan masih Optimalnya pengisian rekam medis
medis yang lengkap di ruang ASN adanya check list yang lengkap di ruang Aster
Aster RSUD dr. Raden Soedjati pengisian rekam medis sehingga catatan medis terisi
Soemodiardjo Purwodadi yang masih kosong dengan lengkap dan optimal

4. Kurang optimalnya jam visite dokter Manajemen Diperlihatkan masih Optimalnya jam visite dokter
spesialis di ruang Aster RSUD ASN adanya dokter spesialis spesialis dibawah jam 14.00 WIB
dr. R. Soedjati Soemodiardjo visite lebih dari jam sesuai dengan indikator mutu
Purwodadi 14.00 WIB. nasional

6
7

:No. Identifikasi Isu Sumber ISU Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan
5. Kurang optimalnya pemilahan Pelayanan Diperlihatkan masih ada Optimalnya pembuangan sampah
sampah medis benda tajam dan Publik pembuangan sampah yang sesuai dengan jenisnya
benda tumpul di ruang Aster benda tumpul ke dalam
RSUD dr. R. Soedjati safety box dan
Soemodiardjo Purwodadi sebaliknya sampah
benda tajam di
masukkan kedalam
sampah infeksius
(plastik kuning).
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)
8

Penetapan Kualitas Isu


Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan, perlu
dilakukan proses analisis isu untuk menentukan isu mana yang merupakan
prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses tersebut
menggunakan dua alat bantu penetapan kriteria kualitas isu yakni berupa:
1. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, dan Kelayakan.
a. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
di kalangan masyarakat;
b. Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan solusinya;
c. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang
banyak;
d. Kelayakan artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta
relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
2. USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) mempertimbangkan
tingkat kepentingan, keseriusan, dan perkembangan setiap variabel
dengan rentang skor 1-5.
a. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak
atau tidak masalah tersebut diselesaikan;
b. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut
terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan,
membahayakan sistem atau tidak, dan sebagainya;
c. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah tersebut
berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.
Tabel 2. Analisis Isu Strategis

Kriteria A Kriteria B
NO Prinsip ASN Identifikasi Isu Peringkat
A P K L Ket U S G ∑
1 Manajemen Kurang optimalnya penerapan lima momen
Memenuhi
ASN cuci tangan di ruang Aster RSUD Dr. R. + + + + 5 5 4 14 1
syarat
Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
2 Pelayanan Kurang Optimalnya pembatasan pengunjung Tidak
Publik pasien HND di ruang Aster RSUD Dr. R. + + - - Memenuhi - - - - -
Soedjati Soemodiardjo Purwodadi syarat
3 Pelayanan Kurang optimalnya pengisian rekam medis Tidak
Publik yang lengkap di ruang Aster RSUD Dr. R. + + - - Memenuhi - - - - -
Soedjati Soemodiardjo Purwodadi syarat
4 Pelayanan Kurang optimalnya jam visite dokter spesialis
Memenuhi
Publik di ruang Aster RSUD Dr. R. Soedjati + + + + 4 5 4 13 2
syarat
Soemodiardjo Purwodadi
5 Whole of Kurang optimalnya pemilahan sampah medis
Government benda tajam dan benda tumpul di ruang
Memenuhi
Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo + + + + 4 4 4 12 3
syarat
Purwodadi

Keterangan : SKALA LINKERT :


1. A = Aktual 5. U = Urgency 8. MS = Memenuhi Syarat 1 = Tidak U/S/G
2. P = Problematik 6. S = Seriousness 9. TMS = Tidak Memenuhi Syarat 2 = Kurang U/S/G
3. K = Khalayak 7. G = Growth 3 = Cukup U/S/G
4. L = Layak 4 = Setuju U/S/G
5 = Sangat U/S/G

9
10

Berdasarkan tabulasi APKL seperti tercantum pada tabel 1.2. Analisis Isu
Strategis, ditemukan tiga isu utama yang memenuhi syarat, yaitu sebagai
berikut:
1. Kurang optimalnya penerapan lima momen cuci tangan di ruang Aster
RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
2. Kurang optimalnya jam visite dokter spesialis di ruang Aster RSUD Dr.
R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
3. Kurang optimalnya pemilahan sampah medis benda tajam dan benda
tumpul di ruang Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Dari ketiga isu yang problematik tersebut, melalui metode USG
ditetapkan isu paling prioritas yakni “Kurang optimalnya penerapan lima
momen cuci tangan di ruang Aster RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi” dengan perolehan skor USG 14.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada rancangan
aktualisasi ini adalah “Bagaimana menginternalisasi nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntablitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
untuk mengoptimalkan penerapan lima momen cuci tangan di ruang Aster
RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo sehingga bisa memberi kontribusi visi,
misi, dan nilai RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo?”

D. Tujuan
1. Tujuan Umum
Penulis mampu mengiternalisasikan nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntablitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi) untuk mengoptimalkan penerapan lima momen cuci tangan di
ruang Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo sehingga bisa memberi
kontribusi visi, misi, dan nilai di RSUD dr. R. Spedjati Soemodiardjo.
2. Tujuan Khusus
a. Terlaksananya kegiatan revew tentang lima momen cuci tangan
terhadap perawat ruang Aster
b. Terlaksananya pembuatan media untuk penerapan lima momen cuci
tangan
11

c. Terlaksananya pembuatan banner untuk media informasi tentang


lima momen cuci tangan
d. Terlaksananya pembuatan ceklist monitoring penerapan lima momen
cuci tangan di ruang Aster
e. Terlaksananya evaluasi dalam monitoring lima momen cuci tangan di
ruang Aster
E. Manfaat
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar ASN adalah sebagai
berikut :
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk mengimplementasikan
nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) sebagai landasan dalam menjalankan
tugas dan fungsinya.
2. Bagi instansi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Membantu Optimalisasi penerapan lima momen cuci tangan di ruang
aster RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
3. Bagi masyarakat
Menurunkan angka kejadian HAIs (Hospital Associated Infection) pada
pasien di ruang Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
4. Bagi Pemerintah
Angka penularan infeksi HAIs (Health Associated Infection) akan
menurunkan biaya yang dikeluarkan pemerintah.
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sikap Perilaku Bela Negara


1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara
Tuntutan untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan memiliki
aparatur sipil negara yang memiliki integritas dan profesional tentunya
membutuhkan kesungguhan dan kesiapan sumber daya manusia yang
baik melalui penyaringan penerimaan aparatur sipil negara yang baik
dan selektif.Selain itu, hal yang tidak bisa diabaikan adalah pentingnya
pembinaan, pendidikan dan pelatihan sumber daya Aparatur Sipil
Negara untuk membentuk dan mengkader aparatur yang berintegritas
dan profesional.
Kesadaran bela negara merupakan upaya untuk mempertahankan
negara dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup
bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air. Selain itu
menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri PNS.
Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan
kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh
kesadaran, penuh tanggung jawab dan rela berkorban dalam
pengabdian kepada negara dan bangsa.

2. Analisis Isu Kontemporer


Lingkungan strategis adalah situasi internal dan eksternal baik
yang statis (trigatra) maupun dinamis (pancagatra) yang memberikan
pengaruh pada pencapaian tujuan nasional. Analisa perubahan
lingkungan strategis ini bertujuan membekali peserta dengan
kemampuan memahami konsepsi perubahan lingkungan strategis
sebagai wawasan strategis PNS. Sehingga PNS dapat memahami
modal insani dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, dapat
mengidentifikasi isu-isu kritikal, dan dapat melakukan analisis isu-isu
kritikal dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu

12
13

PNS dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam tindakan


profesionalnya.

3. Kesiapsiagaan Bela Negara


Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela
negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan
negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala
bentuk ancaman.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga negara
yang secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani
yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan
intelektual, dan spiritual yang baik, senantiasa memelihara jiwa dan
raganya, memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras, dan tahan uji,
merupakan sikap mental dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh
kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945
dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Oleh
sebab tiu dalam pelaksanaan latihan dasar bagi CPNS dibekali dengan
latihan-latihan seperti :
a. Kegiatan olah raga dan kesehatan fisik;
b. Kesiapsiagaan dan kecerdasan mental;
c. Kegiatan baris-berbaris, apel, dan tata upacara;
d. Keprotokolan;
e. Fungsi-fungsi Intelijen dan Badan Pengumpul Keterangan;
f. Kegiatan ketangkasan dan permainan

B. Nilai Dasar CPNS


Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai-nilai dasar
sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan
profesi dan tugasnya sebagai ASN. Adapun nilai-nilai dasar yang dimaksud
adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi (ANEKA).
14

Berdasarkan dari kelima nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas,


Nasionalisme, Etika public, komitmen mutu, dan Anti korupsi yang harus di
tanamkan kepada setiap ASN maka perlu di ketahui indikator-indikator dari
kelima kata tersebut, yaitu:
Aparatur Sipil Negara memiliki lima nilai-nilai dasar yang harus bisa
tercermin dalam melakukan setiap tugas dan pekerjaannya sebagai abdi
negara. Nilai-nilai dasar tersebut yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya,
yaitu menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Akuntabilitas adalah bentuk
pertanggungjawaban ASN terhadap tugas dan pekerjaan yang harus
dilakukan. Nilai-nilai dasar pada akuntabiltas, antara lain:
a. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana
pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan hal
tersebut.
b. Transparansi
Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas semua
tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun
kelompok / institusi.
c. Integritas
Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan yang tak
tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan
keyakinan.
d. Tanggungjawab
Tanggungjawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Tanggungjawab juga dapat berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban.

e. Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda maupun orang.
f. Kepercayaan
15

Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan


ini akan melahirkan akuntabilitas.
g. Keseimbangan
Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja, diperlukan
adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta
harapan dan kapasitas. Selain itu, adanya harapan dalam
mewujudkan kinerja yang baik juga harus disertai dengan
keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian (skill) yang
dimiliki.
h. Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan,
peran dan tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan
organisasi, dan sistem pelaporan kinerja baik individu maupun
organisasi.
i. Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan
sesuatu sampai pada tercapainya tujuan akhir (LAN, 2015).

2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa
lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan
bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Sedang dalam arti luas,
nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar
terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa
lain.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan
bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan
golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan
bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah
air Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan
derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan
sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama
manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa (LAN, 2015).
16

Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus


diperhatikan, yaitu :
a. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan
beradab.
3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut
kepercayaan yang berbedabeda terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama
dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia
dengan Tuhan Yang Maha Esa.
6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain

b. Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradap


1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat
dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
2) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban
asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku,
keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan
sosial, warna kulit dan sebagainya.
3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang
lain.
6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
17

9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh


umat manusia.
10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.

c. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia


1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai
kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan
bangsa apabila diperlukan.
3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka
Tunggal Ika.
7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

d. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat


kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia
Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang
sama.
2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat
kekeluargaan.
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang
dicapai sebagai hasil musyawarah.
6) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di
atas kepentingan pribadi dan golongan.
8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan
hati nurani yang luhur.
18

9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan


secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung
tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan
keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi
kepentingan bersama.
10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai
untuk melaksanakan pemusyawaratan.

e. Sila Kelima : Keadilan sosial bagi seluruh Indonesia


1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan
sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat
pemborosan dan gaya hidup mewah.
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan
atau merugikan kepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi
kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi atas standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku
untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayanan publik. Nilai-nilai dasar dari etika publik
antara lain:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
19

c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.


d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.
20

4. Komitmen Mutu
Komitmen Mutu adalah janji pada diri sendiri atau pada orang
lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja
pegawai.Komitmen mutu menekankan pada nilai-nilai dasar sebagai
berikut:
a. Efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
b. Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi penggunaan
sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan.
c. Inovasi adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga
akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter
sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme
layanan publik yangberbeda dari sebelumnya, bukan sekedar
menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
d. Berorientasi Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan
dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang
sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen.

5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah sikap atau perilaku yang tidak mendukung
adanya upaya/ tindakan yang merugikan keuangan negara dan
perekonomian negara.Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan
yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau
tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh
keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi meliputi:
a. Mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat pada diri
seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak
pada orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin
hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab
demi mencapai keuntungan sesaat;
b. Kerja Keras merupakan hal yang penting dalam rangka
tercapainya target dari suatu pekerjaan. Jika target dapat
tercapai, peluang untuk korupsi secara materiil maupun non
materiil (waktu) menjadi lebih kecil;
21

c. Berani untuk mengatakan atau melaporkan pada atasan atau


pihak yang berwenang jika mengetahui ada pegawai yang
melakukan kesalahan;
d. Disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan
undang-undung yang mengatur;
e. Peduli yang berarti ikut merasakan dan menolong apa yang
dirasakan orang lain;
f. Jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran
(dharma);
g. Tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung resiko atas
apa yang kita kerjakan dalam bentuk apapun;
h. Sederhana yang dapat diartikan menerima dengan tulus dan
iklas terhadap apa yang telah ada dan diberikan oleh Tuhan
kepada kita;
i. Adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan dalam
perkataan maupun perbuatan saat memutuskan peristiwa yang
terjadi

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


Kedudukan ASN dalam NKRI yaitu:
1. Pegawai ASN berkedudukan sabagai Aparatur Negara.
2. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh Pimpinan
Instansi Pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan Intervensi
semua Golongan dan Parpol.
3. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.
4. Kedudukan ASN berada di Pusat, Daerah dan Luar Negeri, namun
demikian Pegawai ASN merupakan satu kesatuan.
Bagian Ketiga Peran Pasal 12 Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, pegawai ASN
berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas pemerintahan dan
penyelenggaraan pembangunan tugas umum nasional melalui pelaksanaan
kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi
politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Setiap
kegiatan yang dilakukan PNS pasti terdapat konsekuensi baik berupa
penghargaan maupun sanksi,semestinya sebagai PNS kita tidak boleh
melalaikan kewajiban kita di kantor. Dengan adanya Peraturan Pemerintah
22

nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS dalam pasal 3 dijelaskan


tentang kewajiban selaku PNS sebagai berikut:
1. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dan Pemerintah;
2. Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan;
3. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS
dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
4. Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat PNS;
5. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri,
seseorang, dan/atau golongan;
6. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut
perintah harus dirahasiakan;
7. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk
kepentingan negara;
8. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada
hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau
Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil;
9. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja;
10. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
11. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan
sebaik-baiknya;
12. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;
13. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;
14. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan
karier; dan
15. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang.
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan
yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan. Untuk itu ASN harus mengutamakan
kepentingan publik dan masyarakat luas dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya tersebut. Harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi
pada kepentingan publik
23

1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah teknik pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, dan bersih dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme. Apabila prinsip Manajemen ASN tidak
diterapkan, akan mencerminkan pekerjaan yang tidak profesional
dan tidak memiliki nilai dasar. Salah satu tujuan dari manajemen
ASN adalah untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional.
Profesionalisme tersebut dapat tercermin dari kemampuan pegawai
dalam melaksanakan tugas sesuai pedoman yang ada.
Adapun asas-asas manajemen ASN, antara lain:
a. kepastian hukum;
b. profesionalitas;
c. proporsionalitas;
d. keterpaduan;
e. delegasi;
f.netralitas;
g. akuntabilitas;
h. efektif dan efisien;
i.keterbukaan;
j.non diskriminatif;
k. persatuan;
l.kesetaraan;
m. keadilan;
n. kesejahteraan.
24

2. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah segala bentuk kegiatan pelayanan
umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan di pusat dan
daerah dalam bentuk barang/jasa, untuk pemenuhan kebutuhan
masyarakat.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan
masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai
penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses
bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait
dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut.
c. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib
mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga
negaranya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik
yang mereka butuhkan, mekanisme penyelenggaraan layanan,
jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan
pelayanan.
d. Tidak Diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak
boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga
negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara.
e. Mudah dan Murah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus
memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk
memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan
prinsip mudah dan murah. Hal ini perlu ditekankan karena
pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak
dimaksudkan untuk mencari keuntungan melainkan untuk
memenuhi mandat konstitusi.
f. Efektif dan Efisien
25

Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan


tujuan-tujuan yang hendak dicapainya dan cara mewujudkan
tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana,
tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.
g. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus
dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam
arti fisik dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait
dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh
masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
h. Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada
atasan akan tetapi yang lebih penting harus
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat
luas melalui media publik.
i. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan
sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu
menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika
berhadapan dengan kelompok yang kuat (LAN, 2017)

3. Whole Of Government
Whole of Government adalah teknik bagaimana instansi
pelayanan publik dapat bekerja lintas sektor guna mencapai tujuan
bersama dan sebagai respon terpadu untuk menyelesaikan masalah
tertentu. Teknik ini menggunakan pendekatan yang menekankan aspek
menghilangkan sekat-sekat sektoral yang sudah ada. Isu tentang masih
banyaknya kesalahan tata bahasa yang diangkat dalam aktualisasi ini
tidak dapat diselesaikan dengan baik apabila tidak ada koordinasi dan
kemauan dari berbagai sektor/bagian yang ada di Biro SDM. Setiap
bagian dan setiap individu haruslah dapat bekerja sama dan bersinergi
mencapai tujuan optimal dan memuaskan.
26

Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan


perbedaan kategori hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai
berikut:
1. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
a. penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan
mempertimbangkan dampak;
b. dialog atau pertukaran informasi;
c. joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerjasama
sementara.
2. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
a. joint working, atau kolaborasi sementara;
b. joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama
pada pekerjaan besar yang menjadi urusan utama salah satu
peserta kerjasama;
c. satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk
sebagai mekanisme integratif.
3. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi
menjadi:
a. aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang,
kerjasama pada isu besar yang menjadi urusan utama salah
satu peserta kerjasama;
b. union, berupa Unifikasi resmi, identitas masing-masing
masih nampak; merger, yaitu penggabungan ke dalam
struktur baru (LAN, 2017).

D. Tinjauan Pustaka Lima Momen Cuci Tangan


Cuci tangan merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan
membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air mengalir dalam
waktu 40-60 menit ataupun cairan lainnya (hand scrub) dalam waktu 20-30
menit yang bertujuan untuk membersihkan pathogen penyebab HAIs
(Hospital Associated Infection). Perawat adalah tenaga medis yang selama
24 jam bersama dengan pasien yang dirawat di rumah sakit. Peran perawat
sangat besar dalam proses penyembuhan pasien. Perawat dituntut
mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik selama merawat
pasien. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap tindakan
keperawatan, termasuk didalamnya prosedur mencuci tangan, menjadi
27

salah satu penentu keberhasilan pencegahan infeksi nosokomial (Costy P,


2013).
Infeksi nosokomial menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh
dunia (WHO, 2005). Infeksi nosokomial itu sendiri dapat diartikan sebagai
infeksi yang diperoleh seseorang selama di rumah sakit (RS) (Darmadi,
2008). Tenaga medis mempunyai potensi besar untuk menciderai pasien,
oleh sebab itu tenaga medis perlu memperhatikan kebersihan tangan
sebelum melakukan tindakan terhadap pasien (Costy P, 2013). Angka
kejadian infeksi nosokomial telah dijadikan salah satu tolak ukur mutu
pelayanan rumah sakit.
Berdasarkan Kepmenkes no. 129 tahun 2008, standar kejadian infeksi
nosokomial di rumah sakit sebesar ≤ 1, 5%. Infeksi nosokomial yang paling
sering terjadi di rumah sakit adalah phlebitis, yaitu inflamasi vena akibat
pemasangan infus. Kepmenkes no. 129 tahun 2008 ditetapkan sebagai
suatu standar minimal pelayanan rumah sakit, termasuk didalamnya
pelaporan kasus infeksi nosokomial untuk melihat sejauh mana rumah sakit
melakukan pengendalian terhadap infeksi ini. Data infeksi nosokomial dari
surveilans infeksi nosokomial di setiap rumah sakit dapat digunakan sebagai
acuan pencegahan infeksi guna meningkatkan pelayanan medis bagi pasien
(Kepmenkes, 2008).
Lima momen cuci tangan yang harus dilakukan perawat ruangan sehari-
hari yaitu :
1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum tindakan aseptic
3. Setelah terkena cairan tubuh pasien
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien
Untuk langkah-langkah mencuci tanagn ada enam tahapan yaitu:
1. Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok
kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
28

Gambar 1. Lima momen dan 6 langkah cuci tangan


BAB III
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Unit Kerja


Rumah Sakit (RS) adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna
yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat
(Pasal 1 Undang undang Republik indonesia Nomor 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit). Rumah sakit juga merupakan organisasi yang
komplek, di dalamnya terdapat berbagai keberagaman, baik sumber daya
manusia dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi yang
berbeda, berbagai sarana dan prasarana mulai dari yang sederhana
hingga canggih, berbagai macam kegiatan dan berbagai unit pelayanan
yang ada di dalamnya.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 129 Tahun 2008, Standar pelayanan Minimal yang selanjutnya
disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar
yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga
negara secara minimal. Indikator SPM adalah tolak ukur untuk prestasi
kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran
sasaran yang hendak dipenuh didalarn pencapaian suatu SPM tertentu
berupa masukan, proses, hasil dan atau manfaat pelayanan. Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Grobogan didalam melaksanakan pelayanan terstandar mengacu pada
Standar Pelayanan Minimal.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Soedjati
Soemodiardjo Purwodadi Grobogan merupakan RS milik Pemerintah
Kabupaten Grobogan, yang berdiri pada tahun 1924 sebagai RS Zending,
setelah melalui berbagai perkembangan baik nama maupun kelas rumah
sakit, saat ini menjadi Rumah Sakit Kelas B Non Pendidikan, berbentuk
Badan Layanan Umum Dareah (BLUD) dengan ijin operasional dan
penetapan terakhir berdasarkan Keputusan Kepala Badan Penanaman
29
30

Modal Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor: 445/1235/2015. Inovasi yang


dilakukan sesuai bidang tugas, dan pelayanan rawat inap menjadi lebih
efektif & efisien.
a. Sejarah Singkat RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan
Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi Kabupaten Grobogan yang semula bernama RSU
Purwodadi berasal dari Rumah Sakit Zending yang didirikan sekitar
tahun 1924 sampai setelah pengakuan kedaulatan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Setelah pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia
pada tahun 1945, maka rumah sakit menjadi milik Pemerintah Daerah
Tingkat II Kabupaten Grobogan dan berganti nama menjadi Rumah
Sakit Umum Purwodadi dengan kelas D.
Pada tahun 1988 RSU Purwodadi kelasnya meningkat menjadi
kelas C melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indenesia Nomor 105 Tahun 1988. Selanjutnya RSU Purwodadi
menjadi rumah sakit Swadana dalam hal pengelolaan keuangan,
setelah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri dan
Peraturan Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Grobogan No. 4
Tahun 1996. Dengan status baru ini Rumah Sakit Umum Purwodadi
berubah menjadi Rumah Sakit Umum Swadana Purwodadi.
Dalam perkembangannya, melalui Surat Keputusan Menteri
Kesehatan RI tanggal 25 Juni 2002 Nomor 782/Menkes/SK/VI/2002
RSU Swadana Purwodadi berubah dari kelas C menjadi Rumah Sakit
Kelas B Non Pendidikan.
Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten
Grobogan Nomor 19 Tahun 2002, RSU Swadana Purwodadi berubah
namanya menjadi Badan Pengelola Rumah Sakit Daerah Kabupaten
Grobogan. Pada tanggal 28 Peberuari 2003 berdasarkan Surat
Keputusan Bupati Grobogan No. 445/0629/2003 namanya berganti lagi
berdasarkan nama dokter/ WNI pertama yang berjasa untuk rumah
sakit ini dengan nama “Rumah Sakit Daerah dr. R. Soedjati
31

Soemodiardjo” Purwodadi Kabupaten Grobogan. Melalui Peraturan


Bupati Grobogan Nomor 50 Tahun 2008 berubah lagi menjadi RSUD dr.
R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten Grobogan, termasuk
Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi Kabupaten Grobogan, berlaku mulai tanggal 31 Desember
2008. Mulai tahun 2010 sampai sekarang, melalui Peraturan Bupati
Grobogan No. 900/1040.1/2010, tanggal 27 Desember 2010, Pola
Pengelolaan Keuangan RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum
Daerah (PPK-BLUD).

b. Gambaran Umum
a. Internal Rumah Sakit
1) Status Kepemilikan : Pemerintah Kabupaten Grobogan
2) Kelas Rumah Sakit : B Non Pendidikan
3) Luas Tanah : 34.293 m2
4) Luas Bangunan : 18.634 m2
5) Fasilitas Listrik : - PLN sebanyak 2 kwh meter terdiri dari :
o 865 KVA
o 240 KVA
- Diesel/ Genset sebanyak 2 unit :
o 1.000 KVA
o 250 KVA
6) Fasilitas Air : PDAM 9.000 m3/ bulan
7) Fasilitas Pengolahan Limbah : - Incenerator : 1 Unit
- IPAL : 1 Unit
8) Komunikasi : PABX : 124 lines
9) Tata Udara : AC Split : 279 Unit

B. Eksternal Rumah Sakit


Berdasarkan data Grobogan dalam angka tahun 2016, dapat disajikan :
32

a. Secara administrasi wilayah Kabupaten Grobogan : terbagi menjadi


19 Kecamatan dan terdiri dari 280 Desa/ Kelurahan.
b. Kependudukan
1) Jumlah penduduk : 1.444.202 jiwa
2) Kepadatan penduduk : 725 jiwa/ km2
3) Laju Pertumbuhan penduduk : 0,89%
* Sumber : www.grobogan.go.id
33

C. Filosofi, Visi, Misi, Budaya Kerja


1. Filosofi
Filosofi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten
Grobogan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan
nilai fundamental yang universal (berupa Kode Etik Kedokteran dan
Etika Rumah Sakit dan nilai fundamental nasional yaitu landasan idiil
Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945) serta nilai strategi
operasional berupa peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Filosofi tersebut tercermin dalam beberapa aspek yaitu tentang
Pasien, Karyawan, Manajemen dan Kepemimpinan, Mutu Pelayanan,
Lingkungan dan Kemitraan.
1) Filosofi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan tentang Pasien.
b) Pasien adalah orang yang paling penting dalam pekerjaan
kita.
c) Untuk merekalah kita semua berada dan bekerja di rumah
sakit ini.
d) Mereka bukanlah benda mati tetapi mereka memiliki jiwa
raga dan perasaan seperti kita juga.
e) Mereka adalah orang yang menyampaikan keluhannya
kepada kita dan tugas kita menanganinya dengan tulus
ikhlas dan penuh perhatian. Dari paradigma diatas diangkat
satu kalimat filosofis tentang pasien yaitu Keselamatan,
Kesembuhan dan Kepuasan Pasien adalah Kebahagian
kami.
2) Filosofi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan tentang Karyawan.
a) Karyawan adalah sumber daya manusia yang memperoleh
kepuasan dalam bekerja karena terpilih, terlatih, profesional
dalam bidangnya.
34

b) Karyawan adalah sumber daya manusia yang sangat


berkepentingan terhadap peningkatan kinerja rumah sakit
secara keseluruhan.
c) Mereka mempunyai motivasi yang tinggi untuk berprestasi
dalam dedikasinya dan mampu mengembangkan dirinya.
d) Mereka bekerja dalam suasana kekeluargaan,
keterbukaan, bekerja sama, berbahagia dan sejahtera
sehingga menghasilkan produk jasa yang bermutu tinggi.
3) Filosofi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan tentang Manajemen dan Kepemimpinan.
a) Manajemen adalah suatu tindakan atau seni kepengurusan,
memimpin, mengarahkan dan mengawasi dalam
pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
b) Nilai-nilai yang dianut bersama (Shared Values) antara lain
keterbukaan manajemen, keteladanan pemimpin,
kepemimpinan Pancasila, sebelas azas kepemimpinan dan
Hasta Brata serta Tri Satya.
c) Mutu kepemimpinan dengan integritas yang tinggi, adanya
kemauan dan kemampuan mewujudkan pencapaian tujuan
merupakan kriteria utama dalam pemilihan dan penilaian
manajer di semua tingkatan manajemen dan lini dalam
struktur organisasi rumah sakit ini.
4) Filosofi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan tentang Mutu Pelayanan.
a) Kami berkeyakinan bahwa pelayanan yang bermutu tinggi
dan memuaskan konsumen akan membuahkan
keberhasilan.
b) Tidak ada hal yang tidak dapat diperbaiki oleh karena itu
hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus
lebih baik dari hari ini.
c) Perencanaan yang matang dan rasional merupakan alat
manajemen untuk membentuk masa depan yang lebih baik.
35

5) Filosofi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi


Kabupaten Grobogan tentang Lingkungan.
Lingkungan rumah sakit mengalami perubahan yang cepat,
oleh karenanya kami akan cermat dalam menyikapi perubahan
yang terjadi.
6) Filosofi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan tentang Kemitraan.
Keberhasilan rumah sakit dalam memberikan jasa pelayanan
adalah berkat dukungan para mitra kerja yang merupakan
bagian dari sistem rumah sakit secara keseluruhan.

2. Visi
Visi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten
Grobogan adalah : ”Rumah Sakit Pilihan Keluarga”.
3. Misi
Misi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten
Grobogan :
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu prima.
b. Meningkatkan sarana dan prasarana untuk kenyamanan dan
keamanan pasien, keluarga dan karyawan.
c. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam melayani
masyarakat.
d. Meningkatkan kinerja pelayanan, kinerja keuangan dan kinerja
manfaat.

4. Budaya Kerja
Budaya kerja RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan :
a) BERSEMI
Bersih : Meliputi kebersihan lingkungan perseorangan baik
badan, pakaian maupun perilaku serta kebersihan
lingkungan dan tempat kerja.
36

Sehat : Meliputi kesehatan jiwa dan raga serta memberikan


keteladanan perilaku hidup sehat.
Mantap: Dalam arti profesional, mantap administrasi dan
kerjasamanya antar pribadi maupun bagian.
Indah : Menciptakan keindahan baik penampilan fisik tempat
kerja maupun pribadi selaku pelayan masyarakat
b) SIMPATIK
S : Selalu senyum dan bertegur sapa
I : Integrasi pelayanan cepat, tepat, baik
M : Mantap administrasinya termasuk Rekam Medik
P : Profesional Sumber Daya Manusianya
A : Akurat dalam diagnose dan therapi
T : Tanggap terhadap keluhan dan situasi
I : Ikhlas karena tugas adalah ibadah
K : Kepuasan pelanggan diutamakan

5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja


a. Tugas Pokok dan Fungsi
Struktur organisasi dan tata kerja RSUD dr. R. Soedjati
Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten Grobogan mengacu pada
Peraturan Bupati Kabupaten Grobogan Nomor 50 tahun 2008
tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Jabatan dan Tata Kerja
Organisasi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan. RSUD merupakan lembaga teknis daerah,
yang dipimpin oleh seorang direktur yang secara teknis medis dan
operasional bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris
Daerah.
Tugas pokok RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Kabupaten Grobogan adalah membantu Bupati dalam
penyelenggaraan pemerintahan di daerah yaitu bidang kesehatan
melalui upaya kegiatan peningkatan, pencegahan, penyembuhan
dan pemulihan kesehatan serta melaksanakan upaya rujukan.
37

Untuk melakukan tugas tersebut, RSUD dr. R. Soedjati


Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten Grobogan mempunyai fungsi :
1) Penyelenggaraan pelayanan medik
2) Penyelenggaraan pelayanan dan asuhan keperawatan
3) Penyelenggaraan pelayanan obat dan alat kesehatan
4) Penyelenggaraan pelayanan penunjang medik dan non medik
5) Penyelenggaraan pelayanan rujukan
6) Penyelenggaraan pelayanan peningkatan kesehatan dan
pencegahan penyakit
7) Penyelenggaraan pengembangan program, penelitian dan
sistem informasi manajemen
8) Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
9) Penyelenggaraan administrasi umum dan keuangan
10) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati

b. Pejabat Struktural
Tabel 3. Nama Pejabat Struktural Tahun 2018
NAMA JABATAN
dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes Direktur
dr. Teguh Rochadi Wakil Direktur Bidang Umum dan
Keuangan
dr. Markus Dwi Agus Wakil Direktur Bidang Pelayanan
Drs. F.X. Gintono Bedjo Kepala Bagian Sekretariat
Puji Krisdyantoro, S.Kep.Ns, Ka.Sub.Bag. Rumah Tangga dan
MM Perlengkapan
Waluyo, S.Kep, MM Ka.Sub.Bag. Kepegawaian dan Diklat
Indarti, S.Gz Ka.Sub.Bag. Tata Usaha
Yuli Wibowo, SKM, MM Ka. Bag. Perencanaan dan Rekam
Medis
Sujarno, SKM, MM Ka.Sub.Bag. Perencanaan Program &
Pelaporan
Rusharjanti, S.Sos, MM Ka.Sub.Bag. Rekam Medis
Yuali Edy Pratomo, Amd.Kep Ka.Sub.Bag. Informasi
38

dr. Edi Mulyanto, M.Kes, Sp.S, Ka.Bag. Keuangan


MSiMed
Rindyarini, SE, MM Ka.Sub.Bag. Perbendaharaan
Endah Nuraini, SE, MM Ka.Sub.Bag. Anggaran
Untung Suripto, SE Ka.Sub.Bag. Verifikasi dan Akuntansi
dr. Diana Fajar Udharita, MM Ka.Bid. Pelayanan Medik
dr. Bambang Rustanto Ka.Si. Pelayanan Medik I
Sakir, S. Kep, Ns, MM Ka.Si. Pelayanan Medik II
dr. Titik Wahyuningsih, M. Kes Ka.Bid. Pelayanan Penunjang Medik
Woro Mawarni, S.Kep, MM Ka.Si. Pelayanan Penunjang Medik I
Bandono, S.Sos, MM Ka.Si. Pelayanan Penunjang Medik II
Moch. Hasyim, SKM, MM Ka.Bid. Pelayanan Keperawatan
Ahmad Affandi, S.Kep,Ns, Ka.Si. Pelayanan Keperawatan I
M.Kes
Lilik Handayaningrum, S. Kep Ka.Si. Pelayanan Keperawatan II

c. Instalasi RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten


Grobogan
Berdasarkan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr.
R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten Grobogan nomor :
445/2433/2018, tentang Penetapan Nama Instalasi pada RSUD dr. R.
Soedjati
Soemodiardjo Purwodadi Kabupaten Grobogan, ditetapkan instalasi terdiri
dari :
a) Instalasi Rawat Jalan;
b) Instalasi Rawat Inap A;
c) Instalasi Rawat Inap B;
d) Instalasi Rawat Inap C;
e) Instalasi Rawat Intensive dan Anestesi;
f)Instalasi Gawat Darurat;
g) Instalasi Rehabilitasi Medik;
h) Instalasi Kamar Operasi;
i)Instalasi Kamar Bersalin;
39

j)Instalasi Neonatal Resiko Tinggi;


k) Instalasi Farmasi;
l)Instalasi Laboaratorium dan Bank Darah Rumah Sakit;
m) Instalasi Radiologi;
n) Instalasi Gizi;
o) Instalasi Haemodialisa;
p) Instalasi Penunjang Diagnostik Terpadu;
q) Instalasi Forensik;
r) Instalasi Sarana Sandang & Sterilisasi;
s) Instalasi Sarana & Prasarana;
t)Instalasi Sanitasi:
u) Instalasi Pengadaan.
Kepala Instalasi mempunyai fungsi sebagai berikut :
a) Menyusun rencana kegiatan dan kebutuhan instalasi;
b) Penyelenggaraan pelayanan baik secara langsung maupun pelayanan
administrasi;
c) Pengembangan dan peningkatan instalasi.
40

D. Struktur Organisasi RSUD

Gambar 2. Struktur Organisasi RSUD

a. Tugas Jabatan Peserta Diklat


1. Tugas Aparatur Sipil Negara
Menurut Undang-undang Aparatur Sipil Negara Nomor 5 Tahun 2014
pasal 1, aparatur sipil negara memiliki tugas-tugas diantaranya:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat Pembina
kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Republik Indonesia Selain
tugas tersebut di atas, aparatur sipil negara juga memiliki kode
etik dan kode perilaku yang bertujuan untuk menjaga martabat dan
kehormatan ASN.
2. Tugas Perawat
41

Menurut Permenpan nomor 25 tahun 2014 tentang jabatan fungsional


perawat dan angka kreditnya, tugas dan jabatan perawat terampil
adalah:

a. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu;

b. Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada individu dalam


rangka melakukan upaya promotif;

c. Membuat media untuk peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat


pada individu dalam rangka melakukan upaya promotif;

d. Memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan atau pelindung fisik


pada pasien untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam
rangka upaya preventif;

e. Memantau perkembangan pasien sesuai dengan kondisinya


(melakukan pemeriksaan fisik, mengamati keadaan pasien) pada
individu dalam rangka upaya preventif

f. Memfasilitasi penggunaan pelindung diri pada kelompok dalam


rangka melakukan upaya preventif;

g. Memberikan oksigenasi sederhana;

h. Memberikan bantuan hidup dasar;

i. Melakukan pengukuran antropometri;

j. Melakukan fasilitasi pasien dalam memenuhi kebutuhan eliminasi;

k. Memantau keseimbangan cairan dan elektrolit pasien;

l. Melakukan mobilisasi posisi pasien;

m. Mempertahankan posisi anatomis pasien;

n. Melakukan fiksasi fisik;

o. Memfasilitasi lingkungan yang mendukung istirahat;


42

p. Memfasilitasi kebiasaan tidur pasien;

q. Memfasilitasi penggunaan pakaian yang mendukung kenyamanan


pada pasien;

r. Melakukan pemeliharaan diri pasien;

s. Memandikan pasien;

t. Membersihkan mulut pasien;

u. Melakukan kegiatan kompres hangat/dingin;

v. Mempertahankan suhu tubuh saat tindakan (memasang warming


blanket)

w. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan


keperawatan;

x. Melakukan pendampingan pada pasien menjelang ajal (dying care);

y. Memberikan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai


meninggal;

z. Memberikan dukungan dalam proses kehilangan, berduka dan


kematian;

aa. Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman;

bb. Melakukan dokumentasi pelaksanaan tindakan keperawatan;

cc. Menyusun rencana kegiatan individu perawat;

dd. Melaksanakan kegiatan bantuan/partisipasi kesehatan;

ee. Melaksanakan tugas lapangan di bidang kesehatan;

ff. Melaksanakan penanggulangan penyakit/ wabah tertentu; dan


melakukan supervisi lapangan.

b. Role Model
43

Gambar 3. dr. Slamet Widodo


Tokoh yang menjadi role model penulis yaitu dr. Slamet widodo.
Dalam teori kepemimpinan, secara sederhana arti dari kata role model
adalah teladan. Penulis memilih dr. Slamet Widodo sebagai role model
atau panutan penulis yang patut kita teladani dalam menjalani fungsi,
peran dan kedudukan sebagai Aparatur Sipil Negara. dr. Slamet Widodo
merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan.
Di mata penulis beliau adalah sosok yang memiliki karakter yang
ramah, sopan dan santun, memiliki disiplin yang tinggi, komitmen,
Tanggung Jawab, integritas, dan kepedulian. Teladan yang beliau
tunjukkan sebagai pemimpin sejalan dengan nilai-nilai dasar ASN yaitu
nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
dan Anti Korupsi) yang tercermin dalam kinerja beliau. Sebagai seorang
ASN, beliau adalah sosok yang berjiwa kepemimpinan, taat pada aturan,
berorientasi mutu, profesional ketika memberikan pelayanan, dan
tanggung jawab untuk melakukan perubahan dalam organisasi.
Pembawaan pribadi beliau yang sederhana dan hangat namun
menunjukkan totalitas dan kualitas dalam bekerja turut menjadikan
beliau sebagai salah satu sosok yang pantas untuk diteladani Oleh
karena itu penulis bertekat dan berkomitmen untuk menjalankan fungsi,
tugas dan peran ASN dalam keseharian dengan mengimplentasikan
sikap dan perilaku yang dr. Slamet miliki.
BAB IV
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan Nilai


ANEKA
Berdasarkan isu yang terpilih yaitu kurang optimalnya penerapan
lima momen cuci tangan ruang Aster RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi, maka dirancang kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Unit Kerja : RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Isu yang : Kurang Optimalnya Penerapan Lima Momen Cuci
diangkat Tangan di Ruang Aster RSUD Dr. R. Soedjati
Soemodiardjo Purwodadi
Judul : Optimalisasi Penerapan Lima Momen Cuci Tangan
di Ruang Aster RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi
Gagasan : 1. Melakukan review tentang lima momen cuci
Pemecahan isu tangan
2. Membuat leaflet tentang lima momen cuci
tangan
3. Membuat banner dengan kata-kata inovasi
4. Pembuatan chek list monitoring lima momen
cuci tangan
5. Evaluasi tentang lima momen cuci tangan

44
Tabel 4. Rancangan Kegiatan Aktualisasi

45
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan Output : review Kegiatan ini Kegiatan
review telah dilakukan mendukung revew di
tentang Misi RSUD yang ruang Aster ini
lima ke-3 yaitu: menguatkan
momen Meningkatkan nilai-nilai
cuci tangan 1. Konsultasi Diperoleh Akuntabilitas ( kemampuan organisasi
di ruang kepada mentor arahan, Tanggung jawab, sumber daya yaitu
Aster untuk masukan dan Kejelasan ) Saya dalam manusia dalam Sehat,
melaksanakan saran dari melakukan konsultasi melayani Tanggap
(sumber : review mentor dengan Mentor masyarakat. Profesional,
SKP) Notulensi atau bertanggung jawab dan Ikhlas
catatan hasil untuk melaksanakan
konsultasi arahan / masukan yang
diberikan kepada saya.
Saya sbelum
berkonsultasi
mengutarakan maksud
dan tujuan dengan jelas.
Nasionalisme (sila 1, 3
dan 4) Saya
bermusayawarah
dengan mentor
mengucapkan salam
terlebih dahulu dan
menggunakan bahasa
Indonesia yang Baik
dan
46 Benar.
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
2. Konsultasi Diperoleh Akuntabilitas (tanggung
kepada kepala dukungan dan jawab, ) meminta ijin
ruang Aster Persetujuan adalah bentuk tanggung
untuk kepala ruang jawab saya kepada
melaksanakan Aster RSUD dr. atasan
review soedjati Etika Publik (Sopan)
saya menghadap atasan
dengan sopan santun
dan hormat ketika
berkoordinasi

3.Menyiapkan Tersedianya Nasionalisme (sila 3)


materi review materi review saya membuat materi
tentang lima tentang lima sosialisasi dengan
momen cuci momen cuci bahasa Indonesia yg
tangan tangan baik dan benar
Komitmen mutu
(efektif)
materi revew efektif
dalam membuat peserta
paham

47
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4.Menyiapkan Tersedianya Anti korupsi (mandiri)
sarana dan sarana dan Saya menyiapkan sarana
prasarana prasarana dan prasarana
melakukan secara
mandiri tanpa bantuan
orang lain
Komitmen mutu
(orientasi mutu)
Sarana dan prasarana yg
disiapkan mendukung
kelancaran review yg
berkualitas
5.Melaksanakan Terlaksananya Etika publik (ramah)
review tentang review tentang saya melakukan
lima momen lima momen sosialisasi dengan sopan
cuci tangan cuci tangan dan dan ramah
pemahaman Anti korupsi
(sederhana)
Saya melakukan
sosialisasi secara
sederhana

48
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
2. Membuat Output : leaflet Kegiatan ini Pembuatan
leaflet terbuat mendukung Visi: leaflet sebagai
tentang ”Rumah Sakit media baca
lima Akuntabilitas ( Tangung Pilihan Keluarga” untuk
momen jawab ). Saya Serta sesuai meningkatkan
cuci tangan 1. Membuat Design leaflet bertanggung jawab dengan Kegiatan
design leaflet sudah dibuat dalam pembuatan leaflet Misi RSUD ke-3 penyuluhan
(Sumber tentang lima dan supaya leaflet bisa yaitu: kepada
kegiatan : momen cuci diberikannya ijin dicetak dengan benar. Meningkatkan pemenguatka
Inovasi) tangan untuk membuat kemampuan n nilai-nilai
leaflet Komitmen Mutu: sumber daya organisasi
Membuat design leaflet manusia dalam yaitu
dengan inovasi melayani Sehat,
Anti korupsi: dalam masyarakat Senyum
pembuatan leaflet saya bermutu prima Tanggap, dan
bekerja dengan Kerja Kepuasan,
keras serta ikhlas

49
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
2..Konsultasi Diperoleh NAS (sila 3 dan 4) Saya
mentor untuk dukungan dan mendiskusikan secara
pembuatan persetujuan musyawarah dengan
konsep leaflet atasan menggunakan
tentang lima bahasa Indonesia yang
momen cuci Baik
tangan Akuntabilitas
(Kejelasan) dalam
diskusi tersebut saya
menjelaskan sejelas
jelasnya tentang rencana
penyuluhan

3.Konsultasi Diperoleh Etika Publik (Sopan)


kepala ruang dukungan dan Saya memohon ijin
untuk persetujuan atasan dengan sopan
pembuatan NAS (sila 3 dan 4) Saya
konsep leaflet mendiskusikan secara
tentang lima musyawarah dengan
momen cuci atasan menggunakan
tangan bahasa Indonesia yang
Baik

50
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4.Merencanakan Tersusunnya (Kejelasan) dalam
materi materi lima diskusi tersebut saya
pembuatan momen cuci menjelaskan sejelas
leaflet tangan yang jelasnya tentang rencana
akan diberikan penyuluhan
Akuntabilitas
(kepemimpinan) dan
Nasionalisme (sila 4)
Saya memimpin diskusi
dan musyawarah tentang
bahan penyuluhan
dengan teman sejawat
5.Mencetak dan Tercetaknya Akuntabilias
memperbanyak leaflet dan (transparansi)
leaflet sudah Proses pemesanan dan
diperbanyak pencetakan secara
transparan diketahui
oleh atasan saya
Anti korupsi (jujur)
Saya secara jujur
melaporkan proses
pencetakan dengan
menunjukkan nota
kepada atasan

51
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3 Membuat Output : banner Kegiatan ini Kegiatan
banner terbuar Kegiatan ini pembuatan
dengan mendukung Visi: banner ini
kata kata Anti korupsi: dalam ”Rumah Sakit menguatkan
motivasi 1.Membuat Terbuatnya pembuatan banner saya Pilihan Keluarga” nilai-nilai
(sumber konsep banner konsep banner bekerja dengan Kerja Serta sesuai organisasi
kegiatan : tentang lima keras dengan yaitu
Inovasi) momen cuci Misi RSUD ke-4 Integrasi,
tangan Komitmen Mutu: yaitu: Tanggap, dan
Membuat design banner meningkatkan Kepuasan
dengan inovasi kinerja pelayanan
2. Memohon ijin Diberikannya ijin Etika Publik (Sopan)
dan diskusi atasan untuk Saya memohon ijin
dengan mentor membuat mentor dengan sopan
banner Nasionalisme (sila 4)
saya bermusyawarah
dengan atasan untuk
merencanakan
pembuatan banner

52
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3.Konsultasi dan Diberikannya ijin Etika Publik (Sopan)
memohon ijin kepala ruang Saya memohon ijin
dengan kepala untuk membuat mentor dengan sopan
ruang tentang slogan Anti korupsi (tanggung
pembuatan jawab) saya melakukan
banner konsultasi kepada kepala
ruang dengan rasa
tanggung jawab
4. memesan Tercetaknya Akuntabilitas
banner yang banner yang Diwujudkan dengan
telah di design telah di desain penuh tanggung jawab
dalam membuat banner
-Komitmen Mutu
Diwujudkan dengan
pencetakan banner yang
efektif dan efisien.

53
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
5.Meletakkan Diletakkannya Anti Korupsi. Saya
banner sesuai banner pada menanamkan
dengan lokasi lokasi yang kepedulian pada ruang
yang telah telah ditentukan untuk menjaga banner
ditentukan dan mengaplikasikan
dalam kegiatan sehari
hari.
Komitmen mutu : saya
melakukan kegiatan
secara efektivitas

54
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4 Pembuatan Output : chek Kegiatan ini Kegiatan
list monitoring Kegiatan ini pembuatan
chek list
terbuat mendukung Visi: ceklist
monitoring ”Rumah Sakit monitoring
Pilihan Keluarga” lima momen
lima
1. Membuat chek Chek list Serta sesuai cuci tangan ini
momen list tentang tentang dengan menguatkan
monitoring lima monitoring lima Misi RSUD ke-4 nilai-nilai
cuci tangan Akuntabilitas:
momen cuci momen cuci yaitu: organisasi
(sumber : tanggung jawab. Saya
tangan tangan terbuat meningkatkan yaitu
Inovasi) melalukan pembuatan kinerja pelayanan Integrasi,
ceklist monitoring lima Tanggap, dan
momen cuci tangan Kepuasan
dengan penuh tanggung
jawab terhadap
pekerjaanya
Komitmen Mutu:
Membuat ceklist
monitoring lima momen
cuci tangan dengan
inovasi

55
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
2. Memohon ijin Diberikannya ijin Nasionalisme (sila 4)
dan diskusi mentor untuk Saya melakukan
dengan mentor membuat chek musyawarah dan
tentang list monitoring diskusi untuk
pembuatan lima momen mendapatkan mufakat
chek list lima cuci tangan Etika Publik (Sopan)
momen cuci Saya memohon ijin
tangan mentor dengan sopan

3. Konsultasi dan Diberikannya ijin Etika Publik (Sopan)


memohon ijin kepala ruang Saya memohon ijin
dengan kepala untuk membuat mentor dengan sopan
ruang tentang chek list
pembuatan monitoring lima
chek list momen cuci
monitoring tangan
tentang lima
momen cucti
tangan

56
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4. Mencetak dan Tercetaknya dan Akuntabilias
memperbanyak diperbanyak (transparansi)
chek list chek list tentang Proses pemesanan dan
monitoring lima momen pencetakan secara
tentang lima cuci tangan transparan diketahui
momen cuci oleh atasan saya
tangan Anti korupsi (jujur)
Saya secara jujur
melaporkan proses
pencetakan dengan
menunjukkan nota
kepada atasan
5.Menempatkan Lembar chek Komitmen mutu (efektif
lembar chek list diletakkan di dan efisien)
list monitoring tempat yang Saya meletakkan lembar
lima momen strategis chek list di tempat yang
cuci tangan strategis secara efektif
dan efisien

57
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
5 Evaluasi Output : hasil Kegiatan ini Dalam
tentang dari monitoring mendukung Visi: evaluasi
lima chek list ”Rumah Sakit kegiatan lima
momen Pilihan Keluarga” momen cuci
cuci tangan Serta sesuai tangan
(SKP) 1.Konsultasi Mendapat Etika Publik (Sopan) dengan menguatkan
dengan mentor arahan dan Saya melakukan Misi RSUD ke-1 nilai-nilai
terkait hasil persetujuan konsultasi dengan sopan yaitu : organisasi
kegiatan dari mentor Nasionalisme (sila 4) menyelenggaraka yaitu
monitoring lima Saya bermusyawarah n pelayanan Sehat,
momen cuci dengan mentor untuk kesehatan yang Mantap dan
tangan menentukan desain chek bermutu prima Profesional
list monitoring
2.Konsultasi Mendapat Etika publik (sopan)
dengan kepala Persetujuan dari saya melakukan
ruang terkait kepala ruang konsultasi dengan sopan
kegiatan santun dan hormat
monitoring lima ketika berkoordinasi
momen cuci dengan kepala ruang
tangan
3.Melakukan Terbuatnya hasil Akuntabilitas (tanggung
analisis hasil analisis chek list jawab)
chek list monitoring lima Saya membuat laporan
monitoring lima momen cuci disertai dengan rasa
momen cuci tangan tanggung jawab
tangan terhadap pekerjaanya.
58
Kontribusi Penguatan
N Tahapan Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi nilai-nilai
o Kegiatan dengan ANEKA
Misi Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4.Memberi Diberikannya Komitmen mutu
reward kepada rewardkepada (inovasi) memberi
tenaga medis tenaga medis motivasi setiap individu
yang untuk melakukan lima
mendapatkan momen cuci tangan
nilai tertinggi

(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

59
A. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Tabel 5. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi

Habituasi pada tanggal


No. Kegiatan September Oktober
18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
Melakukan review
1 tentang lima
momen cuci tangan

Membuat leaflet
2 tentang lima
momen cuci tangan
Membuat banner
dengan kata kata
3
motivasi (sumber
kegiatan : Inovasi)
Pembuatan ceklist
4 monitoring lima
momen cuci tangan
Evaluasi tentang
5 lima momen cuci
tangan (SKP)
pelaksanaan kegiatan

60
Libur

61
62

A. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala


Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN akan dilaksanakan pada
tanggal 18 September 2019 sampai dengan 22 oktober 2019 pada institusi
tempat kerja. Dalam pelaksanaannya dimungkinkan terjadinya kendala-
kendala yang berisiko menghambat kegiatan yang telah direncanakan
menjadi kurang optimal. Oleh karena itu diperlukan antisipasi untuk
menghadapi kendala-kendala tersebut, sehingga dampak yang
menghambat kegiatan tersebut dapat diminimalisir. Antisipasi dalam
menghadapi kendala-kendala selama aktualisasi dapat dijelaskan lebih
lanjut pada tabel dibawah ini:
Tabel 7. Antisipasi Menghadapi Kendala-Kendala Aktualisasi

Strategi Menghadapi
No. Kegiatan Kendala
Kendala
1. Melakukan review Kurangnya tenaga Berkoordinasi dengan
tentang lima medis yang datang kepala ruang
momen cuci untuk review
tangan tentang lima
momen cuci tangan
2. Membuat leaflet Pemilihan materi Berkoordinasi dengan
tentang lima yang akan kepala ruang untuk
momen cuci dimasukkan pemilihan materi
tangan kedalam leafleat terpenting dan yang
mudah dipahami
3. Membuat banner Desain yang Koordinasi dengan
dengan kata kata kurang menarik percetakan untuk desain
motivasi (sumber banner semenarik
kegiatan : Inovasi) mungkin

4. Pembuatan chek Desain chek list Berkoordinasi dengan


list monitoring lima yang kurang baik kepala ruang untuk
momen cuci dan penempatan pembuatan chek list
tangan chek list monitoring sebaik mungkin dan
yang kurang meletakkan di tempat
strategis yang strategis
5. Evaluasi tentang Perawat enggan Berkordinasi dengan
lima momen cuci dievaluasi kepala ruang
tangan (SKP)
63

BAB V
PENUTUP

Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan penting dalam menentukan


keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Indonesia
saat ini. Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang PNS, terdapat
tiga fungsi PNS yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik,
perekat dan pemersatu bangsa. Terdapat beberapa nilai-nilai dasar yang harus
dikuasai oleh PNS. Nilai-nilai dasar tersebut diantaranya akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Kelima nilai-nilai
dasar tersebut harus dimiliki oleh PNS agar dapat menjalankan tugasnya
dengan baik sebagai PNS yang profesional, dan dalam menjalankan aktualisasi
dan habituasi guna mewujudkan Optimalisasi penerapan lima momen cuci
tangan di ruang Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
Kegiatan aktualisasi dan habituasi dilakukan selama 30 hari kerja yaitu
mulai 18 September 2019 – 22 Oktober 2019, yaitu melakukan revew tentang
lima momen cuci tangan di ruang Aster RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo
Purwodadi, membuat leaflet tentang lima momen cuci tangan, membuat banner
tentang pentingnya lima momen cuci tangan, membuat chek list monitoring lima
momen cuci tangan, evaluasi tentang penerapan lima momen cuci tangan.
Rancangan aktualisasi ini dirasa sangat penting untuk menjadi solusi
dari isu permasalahan yang ada di ruang Aster RSUD dr. R. Soedjati
Soemodiardjo Purwodadi. Kurang optimalnya penerapan lima momen cuci
tangan akan mempengaruhi mutu pelayanan Rumah Sakit karena lima momen
cuci tangan merupakan satu dari 6 Standar Keselamatan Pasien.
Dalam upaya optimalisasi pelayanan publik di Rumah sakit, khususnya
optimalisasi penerapan lima momen cuci tangan di ruang Aster RSUD Dr. R.
Soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Saya sebagai perawat ruang Aster
menerapkan nilai-nilai dasar PNS yang terdiri dari Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang
diimplementasikan dalam 5 rancangan kegiatan aktualisasi. Implementasi ini
diharapkan dapat meningkatkan peran Rumah sakit dalam melayani
masyarakat.
Rancangan aktualisasi ini dibuat sebagai salah satu perwujudan nyata nilai-
nilai dasar PNS dalam menjalankan tugas, yang diperoleh oelh penulis selama
mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan CCV. Begitu
juga dalam menjalankan aktualisasi dan habituasi, selain mendasari
pelaksanaan tugas pokok nilai-nilai dasar ini juga senantiasa diaktualisasikan
oleh penulis dalam rangka mewujudkan visi dan misi RSUD Dr. R. Soedjati
Soemodiardjo Purwodadi.

64
65

DAFTAR PUSTAKA

Buku/Modul
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara,2017.Manajemen ASN Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Adiministrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayan Publik Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Government Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Undang-undang
Undang-Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Dinas Kesehatan Jawa Tengah. (2016). Profil Kesehatan Jawa Tengah 2016.
Website
Wikipedia :http://id.m.wikipedia.org/wiki/mencuci_tangan tgl 11 september 2019
Alodokter : https://www.alodokter.com/langkah-mudah-mencuci-tangan-dengan-
benartgl 11 september 2019
Infoperawatindonesia: http://www.infoperawatindonesia.com/2016/11/5-momen-
cuci-tangan-hand-hygiene tgl 12 september 2019
66

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Dianing Wulan Sari, AMK


Status : Menikah
Formasi Jabatan : perawat Terampil
NIP : 199201062019022008
Pangkat dan Golongan : Pengatur ( II C )
SKPD / OPD : RSUD DR. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
Alamat Kantor : Jl. DI Panjaitan no 36 Purwodadi Grobogan
58111
No. Telepon Kantor : 0292421004
No. Faks Kantor : 0292421410
Email Kantor : rsud_soedjati@yahoo.com
Web Kantor : https://rsud.grobogan.go.id/
Telepon : 081319250757
Pendidikan dan Jurusan : DIII Keperawatan
Alamat Rumah : Pilang Kidul RT 05 RW 05 Kec. Gubug Kab.
Grobogan
Kontak Person Keluarga : Nama : Ainur Rofiq, S.T (suami)
Alamat : Pilang Kidul RT 05 RW 05 Gubug
Grobogan
Telp / HP : 081215980509
67

Riwayat Pendidikan
NO Jenjang Pendidikan Tahun Lulus
1 SD Negeri Kemiri 2003
2 SMP Negeri 1 Gubug 2006
3 SMA Negeri 1 Gubug 2009
4 Universitas Islam Sultan Agung 2012 DIII Keperawatan
Semarang