Anda di halaman 1dari 12

1.

Status Gizi

Secara langsung penilaian status gizi anak dapat dibagi menjadi 4 penilaian yaitu

: Antropometri, Klinis, Biokimia dan Biofisik.

1. Penilaian Status Gizi Secara Antropometri.

Antropometri digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan

energi dimana ketidakseimbangan dapat terlihat pada pertumbuhan fisik. Indeks

antropometri yang umum digunakan adalah berat badan terhadap umur (BB/U), tinggi

badan terhadap umur (TB/U) dan berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB).

2. Penilaian Status Gizi Secara Klinis.

Pemeriksaan klinis merupakan salah satu cara penilaian status gizi yang

didasarkan pada perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan

ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit, mata dan

rambut. Penggunaan metode klinis biasanya untuk survey klinis secara cepat dimana

dapat mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau

lebih zat gizi yang dapat juga digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang

dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda dan gejala atau riwayat penyakit.

3. Pemeriksaan Status Gizi Secara Biokimia.

Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji

secara laboratorium yang dilakukan pada jaringan tubuh manusia seperti darah, urine

dan tinja. Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi

keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi.


4. Penilaian Status Gizi Secara Biofisik.

Penilaian status gizi secara biofisik yaitu dengan melihat kemampuan fungsi dan

perubahan struktur dari jaringan tubuh misalnya tes adaptasi gelap untuk melihat

kejadian buta senja.

Kualitas biometrik atau ukuran antropometrik calon atlet merupakan “asset”

penting bagi beberapa cabang olahraga, oleh karenanya kualitas biometrik ini harus

dipertimbangkan diantara banyak kriteria utama dalam identifikasi calon atlet. Tinggi dan

berat badan, ataupun panjang anggota badan, kerapkali berperan dominan dalam

cabang-cabang olahraga tertentu, meskipun terjadi pada tahap awal identifikasi calon

atlet beberapa cabang olahraga yang dilakukan pada umur 4-6 tahun (seperti: senam,

renang). Seperti dipahami bersama, para ahli akan mengalami kesulitan memprediksi

dinamika pertumbuhan dan perkembangan calon atlet pada usia muda. Oleh karena itu,

pada fase pertama identifikasi, perkembangan jasmani calon atlet harus menampakkan

keharmonisannya. Ini dapat dilakukan dengan menguji persendian kaki, panggul dan

lebar bahu, dan rasio antara lebar panggul dengan lebar bahu.

Dalam penelitian ini digunakan Body Mass Index (BMI) untuk mengukur status gizi

anak-anak usia 7-12 tahun suku Baduy.

Body Mass Index (BMI)

Dalam bahasa Indonesia disebut dengan Index Masa Tubuh (IMT) adalah sebuah

ukuran berat terhadap tinggi badan yang umum digunakan untuk menggolongkan orang
ke dalam kategori Underweight (kekurangan berat badan) atau Overweight (kelebihan

berat badan) dan Obesitas (kegemukan). Rumus yang digunakan umtuk menghitung BMI

sangatlah mudah yaitu dengan cara membagi berat badan dalam kilogram dengan

kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter (kg/m2).

BERAT (kg)
BMI =
TINGGI (m2)

Tabel 2.1
Klasifikasi Internasional BMI menurut WHO adalah sebagai berikut:

BMI (kg/m2)
KLASIFIKASI PRINCIPAL CUT-OFF POINTS
UNDERWEIGHT < 18.50
Severe thinness < 16.00
Moderate thinness 16.00 – 16.99
Mild thinness 17.00 – 18.49
NORMAL 18.50 - 24.99
OVERWEIGHT ≥ 25.00
Pre-Obesitas 25.00 - 29.99
OBESITAS ≥ 30.00
Obesitas klas I 30.00 – 34.99
Obesitas klas II 35.00 – 39.99
Obesitas klas III ≥ 40.00
Source : Adopted from WHO, 1995, WHO, 2000 and WHO 20041

Dengan mengetahui BMI, kita bisa mengetahui apakah kita masuk ke dalam

kategori kurang berat badan, kelebihan berat badan atau kegemukan. Resiko penyakit

yang berhubungan dengan kegemukan seperti penyakit jantung, kencing manis bahkan

1 WHO, 1995, WHO, 2000 and WHO 2004


stroke dapat kita cegah di antaranya adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik kita yang

tentunya akan berhubungan dengan kebugaran jasmani kita sendiri.

Status gizi menurut Suyatno adalah:

Keadaan yang diakibatkan oleh status keseimbangan antara jumlah asupan


(intake) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan (requirement) oleh tubuh untuk
berbagai fungsi biologis: (pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas,
pemeliharaan kesehatan, dan lainnya)2

Status gizi merupakan faktor yang terdapat dalam level individu (level yang paling

mikro). Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah asupan makanan dan

infeksi. Pengaruh tidak langsung dari status gizi yaitu ketahanan pangan di keluarga, pola

pengasuhan anak, dan lingkungan kesehatan yang tepat, termasuk akses terhadap

pelayanan kesehatan.3

Statu gizi juga dapat diartikan sebagai keadaan fisik seseorang atau sekelompok

orang yang ditentukan degan salah satu atau kombinasi ukuran-ukuran gizi tertentu.4

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa status gizi

merupakan suatu ukuran keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrisi yang

diindikasikan oleh variabel tertentu.

Gizi merupakan salah satu faktor yang penting yang menentukan tingkat

kesehatan dan keserasian antara perkembangan fisik dan mental. Tingkat keadaan gizi

normal tercapai bila kebutuhan zat gizi optimal terpenuhi. Tingkat gizi seseorang dalam

suatu masa bukan saj ditentukan oleh konsumsi zat gizi pada masa lampau, bahkan jauh

sebelum masa itu.

2 Suyatno.2009. Antropometri sebagai indikator status gizi. (Jakarta, 2009). H. 33


3
Riyadi, 2001
4
Soekirman, 2000
Status gizi baik dan optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang

digunakan secara efisien sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan

otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum. Status gizi lebih terjadi bila tubuh

memperoleh zat-zat gizi dalam jumlah berlebihan, sedangkan status gizi kurang terjadi

bila tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi esensial. Status gizi

seseorang dipengaruhi oleh konsumsi makan yang bergantung pada jumlah dan jenis

pangan yang dibeli, pemasukan, distribusi dalam keluarga dan kebiasaan makan secara

perorangan. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan

dan penggunaan zat gizi.

2. Aktifitas Fisik

1. Pengertian Aktifitas Fisik

Aktivitas fisik atau disebut juga aktivitas eksternal adalah kegiatan yang

menggunakan tenaga atau energi untuk melakukan berbagai kegiatan fisik, seperti

berjalan, berlari, berolahraga, dan lain-lain. Setiap kegiatan fisik menentukan energi yang

berbeda menurut lamanya intensitas dan sifat kerja otot. Menurut Hoeger aktivitas fisik

adalah pergerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot skeletal dan membutuhkan

pengeluaran energi5.

Menurut Hardman dan Stensel bahwa aktivitas fisik adalah “any bodily movement

produced by of skeletal muscle that substantially increases energy expenditure”. Atau

dalam arti lain aktivitas fisik adalah suatu perilaku yang dihubungkan dengan peningkatan

dalam penggunaan energi, terutama perbandingan antara penggunaan energi saat

5 Hoeger.2005. Principles and Labs for Physical Fitness


istirahat dan beraktivitas dengan mengerahkan tenaga yang dapat memberikan

keuntungan bagi kesehatan jasmani, khususnya anak-anak usia sekolah dasar6.

Terdapat beberapa pengertian dari beberapa ahli mengenai aktivitas fisik, di

antaranya menurut Sunita Almatsier (2003:144) menyatakan bahwa aktivitas fisik adalah

gerakan fisik yang dilakukan oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya. Carl J.

Caspersen, PhD. MPH. dkk, dalam Public Health Report (1985:126) menyatakan

“physical activity is defined as any bodily movement produced by skeletal muscle that

results in energy expenditure. they energy expenditure can be measured in kilocalories.”

Pernyataan diatas mengandung pengertian bahwa aktivitas fisik adalah gerakan fisik

apapun yang dihasilkan oleh otot skelet yang memerlukan atau membutuhkan

pengeluaran energi diatas level istirahat. Pengeluaran energi tersebut dapat diukur dalam

jumlah pengeluaran kalori atau kilokalori (k.kal). Definisi aktivitas fisik secara luas adalah

mencakup semua kegiatan yang disuka seperti berjalan, bersepeda, menari, bermain

permainan tradisonal, bertanam, mengerjakan pekerjaan rumah, olah raga dan latihan

yang disengaja, sementara hidup aktif adalah suatu jalan hidup yang mengintegrasikan

sedikitnya setengah jam sehari menjalankan aktivitas fisik secara rutin (Cavill.

et.al.,2006)7.

Dari pengertian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik

adalah sebagai keseluruhan aktivitas atau gerakan tubuh yang signifikan dihubungkan

dengan peningkatan tenaga melebihi waktu istirahat, baik itu aktivitas dalam jabatan,

6 Hardman dan Stensel 2003. h. 14


7
Cavill. et.al.,2006
pekerjaan sehari-hari dalam rumah tangga, aktivitas kesenangan, permainan sports,

maupun berolahraga untuk kebugaran atau tujuan kesehatan.

Aktivitas fisik diperankan oleh kerja otot rangka dalam menjalankan fungsinya.

Otot rangka membutuhkan sejumlah besar energi yang diperoleh dari metabolisme

makanan.

Aktivitas fisik anak-anak terbagi ke dalam klasifikasi sebagai berikut:

a. Kegiatan Ringan (duduk, berdiri, kegiatan sosial, bermain ringan)

b. Kegiatan Sedang (berjalan,pekerjaan rumah tangga, bermain sedang)

c. Kegiatan Berat (mengangkat air, Olahraga, berlari)

Selain itu, pengelompokan aktivitas fisik juga dibahas oleh American Collage of

Sport Medicine (ACSM) dan Centre of Disease Control and Prevention (CDC) serta

Corbin dan Pangrazi

a. Light activity :

1. Walking in the house.

2. Sitting while reading, sitting in meeting or classes.

3. Bathing.

4. Light housework : cooking or server food, washing dishes.

5. Watching television.

b. Moderate activity

1. Low intensity games, playing low activitity, walking to school, some chores

and yard work.

2. Playing on school playground.


3. Walking to class, work, walking pleasure.

4. Swimming-recreation.

5. Activity playing with children.

6. Carrying water or firework.

7. Gardening and yard work.

c. Vigorous activity

1. Running.

2. Jumping rope, chasing, play sports, active game involving running.

3. Football game.

4. Canoe or rowing .

5. Walking and climbing briskly up a hill.8

Yang dalam bahasa Indonesinya adalah:

a. Aktivitas ringan

1. Berjalan di rumah.

2. Duduk di rumah, rapat atau di kelas.

3. Mandi.

4. Pekerjaan di rumah seperti masak atau menyiapkan makanan, mencuci

piring.

5. Menonton tv.

b. Aktivitas sedang

1. Permainan ringan.

8 Corbin dan Pangrazi. Dynamic Physical Education for Elementary School


Children. (San Fransisco, 2003): Benjamin Cummings.
2. Bermain dengan aktivitas ringan, berjalan ke sekolah, pekerjaan sehari-hari

dan bekerja di halaman.

3. Bermain di halaman sekolah.

4. Berenang sambil rekreasi.

5. Bermain dengan adik.

6. Mengangkat air atau kayu bakar.

7. Berkebun.

c. Aktivitas berat

1. Lari.

2. Lompat tali, mengejar, bermain aktif (ada unsur lari).

3. Sepak bola.

4. Mendayung.

5. Berjalan mendaki bukit.

2. Manfaat Aktifitas Fisik

Pada saat melakukan aktivitas fisik, maka akan terjadi perubahan dalam tubuh,

karena tubuh akan menyesuaikan dengan kondisi kegiatan tersebut. Denyut nadi akan

lebih cepat, napas akan lebih cepat, pengeluaran keringat akan meningkat dan suhu

tubuh juga akan meningkat. Semua gejala tersebut merupakan penyesuaian atau

adaptasi tubuh terhadap beban kerja yang dilakukan.

Apabila hal tersebut rutin dilakukan, maka menurut Rusli Lutan, J. Hartono dan

Tomoliyus

a. Terbangun kekuatan dan daya tahan otot, seperti juga kekuatan


tulang dan persendian, selain mendukung performa baik dalam
olahraga maupun kegiatan non olahraga.
b. Meningkatkan daya tahan aerobik.
c. Meningkatkan fleksibilitas.
d. Membakar kalori yang memungkinkan tubuh terhindar dari
kegemukan.
e. Mengurangi stress.
f. Meningkatkan rasa bahagia dan berguna.9

Selain itu, dengan beraktivitas fisik, kita juga bisa menghindari dari obesitas. Hasil

penelitian menjelaskan bila dibandingkan besarnya hubungan antara pola makan dan

aktivitas fisik, ternyata aktivitas fisik lebih berhubungan dengan terjadinya obesitas pada

anak. Kegemukan atau obesitas adalah suatu keadaan sakit yang ditandai oleh adanya

penimbunan lemak yang berlebihan di dalam jaringan lemak di bawah kulit dan di dalam

alat-alat tubuh. Kegemukan ini dapat terjadi pada setiap umur dan mempunyai gambaran

klinis yang sangat bervariasi mulai dari yang ringan sampai yang berat sekali.

Melakukan aktivitas fisik secara teratur adalah hal yang paling penting yang dapat

membantu seseorang menjaga kesehatan dengan baik. Berikut adalah beberapa

manfaat dari melakukan aktivitas fisik secara teratur (WHO, 2009):

1) Membantu orang mengendalikan berat badannya, yang pada akhirnya


memungkinkan mereka untuk mempertahankan gaya hidup yang lebih baik dan
tetap segar dan waspada selama terjaga.
2) Aktivitas fisik membantu mengurangi resiko penyakit jantung dan gagal jantung,
karena otot-otot jantung menjadi lebih kuat.
3) Aktivitas fisik mampu mengurangi resiko diabetes tipe 2 dan kondisi lain yang terkait
dengan aktivitas seperti obesitas dan apnea tidur.
4) Aktivitas secara fisik membantumengurangi risiko kanker jenis tertentu.
5) Aktivitas fisik membantu menguatkan tulang menjadi lebih kuat dan otot menjadi
lebih lentur. Hal ini mengurangi terjadinya cedera fisik dan meningkatkan perbaikan
jaringan yang lebih cepat.

9 Rusli Lutan, J. Hartono dan Tomoliyus. Pendidikan Kesehatan. (Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, 2001). h. 11
6) Ketika seseorang aktif secara fisik, ia dapat meningkatkan kesehatan mental
mereka dan juga mengendalikan suasana hati lebih stabil.
7) Membantu meningkatkan kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari
dan bagi orang dewasa tua dapatmemberikan kekuatan yang lebih banyak
membantu untuk mencegah terjadinya jatuh.
8) Secara keseluruhan, aktivitas fisik membantu kesempatan untuk lebih lama hidup (
panjang umur )10.

3. Sifat / Tipe Aktivitas fisik

Terdapat tiga tipe atau sifat dari aktivitas fisik yang dapat kita lakukan untuk

mempertahankan kesehatan tubuh, yaitu : (WHO, 2009)

1) Ketahanan (Endurance)

Aktivitas fisik yang bersifat untuk ketahanan, dapat membantu jantung, paru-paru,

otot dan sistim sirkulasi darah tetap sehat dan membuat kita lebih bertenaga.

Contoh kegiatan : berjalan kaki minimal 10-20 menit, lari ringan, berenang, senam,

berkebun atau kerja di taman.

2) Kelentukan (Flexibility)

Aktivitas yang bersifat untuk kelenturan dapat membantu pergerakan lebih mudah,

mempertahankan otot tubuh tetap lentur dan sendi berfungsi dengan baik.contoh

kegiatan yang dilakukan : peregangan, senam tai chi, yoga, mencuci pakaian atau

mobil, mengepel lantai.

3) Kekuatan (Strength)

10
WHO, 2009
Aktivitas fisik yang bersifat untuk kekuatan dapat membantu kerja otot tubuh dalam

menahan sesuatu beban yang diterima, tulang tetap kuat, dan mempertahankan

bentuk tubuh serta membantu meningkatkan pencegahan terhadap penyakit seperti

osteoporosis. Contoh kegiatan yang dilakukan : push-up, naik turun tangga, angkat

beban, membawa belanjaan, mengikuti kelas senam terprogram (fitness).