Anda di halaman 1dari 7

TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS DAN DEWAN KOMISARIS

DOSEN PENGAMPU

Dr. Ni Made Dwi Ratnadi, S.E, M.Si., Ak. CA

OLEH:

MUHAMMAD BAGAS RINALDI (1707531065)

MEIKE LINA MUNTHE (1707531132)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2019
A. Fungsi Direksi dan Dewan Komisaris
Berdasarkan Pasal 1 Angka 5 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseoran Terbatas (UUPT), Direksi adalah Organ Perseroan yang berwenang dan
bertanggung jawab penuh ataspengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan,
sesuai dengan maksud dantujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam
maupun di luarpengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Adapun fungsi dan
tugas pokok direksi, diantaranya:
1. Direksi wajib dengan iktikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas
pengurusan perseroan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kepentingan
seluruh pihak yang berkepentingan dengan aktivitas perseroan;
2. Mewakili perseroan, baik di luar pengadilan (perjanjian, kesepakatan, dll.) maupun di
dalam pengadilan. Tidak ada pihak lain yang dapat bertindak atas nama perseroan
kecuali diberikan kuasa oleh direksi yang berwenang;

3. Direksi wajib tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,


AD dan keputusan RUPS dan memastikan seluruh aktivitas perseroan telah sesuai
dengan ketentuan peraturan-peraturan perundang-undangan yang berlaku, AD,
keputusan RUPS serta peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh perseroan;

4. Direksi dalam memimpin dan mengurus perseroan semata-mata hanya untuk


kepentingan dan tujuan perseroan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi
dan efektivitas perseroan;

5. Direksi senantiasa memelihara dan mengurus kekayaan perseroan secara amanah dan
transparan, jika diperlukan direksi membutuhkan persetujuan komisaris atau RUPS
dalam setiap pengambilan keputusannya. Untuk itu, direksi mengembangkan sistem
pengendalian internal dan sistem manajemen resiko secara terstruktural dan
komprehensif;

6. Direksi akan menghindari kondisi dimana tugas dan kepentingan perseroan


berbenturan dengan kepentingan pribadi.

Dalam pasal 1 angka 6 UU PT, Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang
bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan
anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi. Fungsi dan tugas pokok dewan
komisaris, yaitu:
1. Melakukan pengawasan dengan iktikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan
perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan;
2. Tidak mempunyai kepentingan pribadi baik langsung maupun tidak langsung atas
tindakan pengurusan direksi yang mengakibatkan kerugian; dan

3. Telah memberikan nasihat kepada direksi untuk mencegah timbul atau berlanjutnya
kerugian tersebut.

B. Tanggung Jawab Direksi dan Dewan Komisaris


Direksi bertanggung jawab atas hal-hal berikut.
1. Direksi wajib bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk
kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di
luar pengadilan. Sebagai organ yang wajib bertanggung jawab, direksi
mempertanggungjawabkan kepengurusan itu kepada RUPS;
2. Direksi wajib membuat dan memelihara daftar pemegang saham, risalah RUPS dan
risalah rapat direksi, menyelenggarakan pembukuan perseroan; melaporkan
kepemilikan sahamnya dan keluarga yang dimiliki pada perseroan atau perseroan
lain;

3. Direksi wajib menyiapkan laporan tahunan (termasuk pertanggung jawaban tahunan)


untuk RUPS;

4. Direksi wajib memberikan keterangan kepada RUPS mengenai segala sesuatu yang
berkaitan dengan kepentingan perseroan;

5. Direksi menyelenggarakan RUPS tahunan atau RUPS lain yang dianggap perlu
(termasuk melakukan pemanggilan dan lain-lain);

6. Direksi wajib meminta persetujuan RUPS untuk mengalihkan atau menjadikan


jaminan sebagian besar atau seluruh kekayaan perseroan;

7. Direksi wajib menyiapkan rencana penggabungan, peleburan atau pengambilalihan


untuk diajukan kepada RUPS.
Sementara itu, dewan komisaris bertanggung jawab atas pengawasan Perseroan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 ayat (1) UU PT dan ikut bertanggung jawab
secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai
menjalankan tugasnya, membuat risalah rapat Dewan Komisaris dan menyimpan
salinannya, melaporkan kepada Perseroan mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau
keluarganya pada Perseroan tersebut dan Perseroan lain, serta memberikan laporan
tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau
kepada RUPS.

C. Regulasi Direksi dan Dewan Komisaris


Regulasi di Indonesia yang mengatur terkait Direksi dan Dewan Komisaris adalah
UU RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan secara spesifik diatur dalam
POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau
Perusahaan Publik.

D. Komisaris Independen

Komisaris Independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi


dengan Direksi, anggota dewan komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, serta
bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi
kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak semata-mata demi
kepentingan perusahaan. Dengan demikian tanpa harus mempertentangkan.

Pertimbangan Independen adalah cara pandang atau penyelesaian masalah dengan


mengesampingkan kepentingan pribadi dan menghindari benturan kepentingan.
Profesional adalah penguasaan tugas atau pekerjaan yang didasarkan kepada keahlian dan
keterampilan yang teruji serta dukungan oleh dedikasi dan etika profesi.

Misi Komisaris Independen adalah mendorong terciptanya iklim yang lebih


objektif dan menempatkan kesetaraan (fairness) di antara berbagai kepentingan termasuk
kepentingan perusahaan dan kepentingan stakeholder sebagai prinsip utama dalam
pengambilan keputusan oleh Dewan Komisaris.
Komisaris Independen harus secara proaktif mengupayakan agar Dewan
Komisaris melakukan pengawasan dan memberikan nasehat kepada Direksi, namun tidak
terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

a. Memastikan bahwa perusahaan memiliki strategi bisnis yang efektif, termasuk di


dalamnya memantau jadwal, anggaran dan efektifitas strategi tersebut.

b. Memastikan bahwa perusahaan mengangkat eksekutif dan manajer-manajer


profesional.

c. Memastikan bahwa perusahaan memiliki informasi, sistem pengendalian, dan sistem


audit yang bekerja dengan baik.

d. Memastikan bahwa perusahaan mematuhi hukum dan perundangan yang berlaku


maupun nilai-nilai yang ditetapkan perusahaan dalam menjalankan operasinya.

e. Memastikan resiko dan potensi krisis selalu diidentifikasikan dan dikelola dengan baik.

f. Memastikan prinsip-prinsip dan praktek Good Corporate Governance dipatuhi dan


diterapkan dengan baik.

Tugas Komisaris independen antara lain:

a. Menjamin transparansi dan keterbukaaan laporan keuangan perusahaan.

b. Perlakuan yang adil terhadap pemegang saham minoritas dan stakeholder yang lain.

c. Diungkapkannya transaksi yang mengandung benturan kepentingan secara wajar dan


adil.

d. Kepatuhan perusahaan pada perundangan dan peraturan yang berlaku.

e. Menjamin akuntabilitas organ perseroan.

Wewenang komisaris independen:

1. Komisaris independen mengetuai komite audit dan komite nominasi.

2. Komisaris independen berdasarkan pertimbangan yang rasional dan kehati-hatian


berhak menyampaikan pendapat yang berbeda dengan anggota dewan komisaris lainnya
yang wajib dicatat dalam Berita Acara Rapat Dewan Komisaris dan pendapat yang
berbeda yang bersifat material, wajib dimasukkan dalam laporan tahunan.

E. Struktur dan Pengawasan

Menurut Suyanto (2007) struktur merupakan cara berbagai kegiatan perusahaan


diorganisasikan. Struktur internal suatu organisasi memberikan kontribusi untuk
menjelaskan dan memperkirakan perilaku karyawan. Organ utama Perusahaan yang
terdiri dari RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi, mempunyai peran penting dalam
pelaksanaan GCG secara efektif.

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Organ utama Perusahaan yang terdiri dari RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi,
mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif.

1. Rapat Umum Pemegang Saham

Merupakan organ Perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam


perusahaan yang mewakili kepentingan pemegang saham dan mempunyai wewenang
yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris, dalam batas yang ditentukan
dalam undang-undang atau anggaran dasar. Keputusan yang diambil dalam RUPS
didasarkan pada kepentingan Perusahaan.

2. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris merupakan organ Perusahaan yang bertanggung jawab atas


pengawasan terhadap kebijakan dan pengelolaan Perusahaan yang dijalankan oleh
Direksi, dan memberikan nasihat kepada Direksi demi kepentingan Perusahaan. Dewan
Komisaris bertanggung jawab kepada RUPS.

3. Direksi

Direksi merupakan organ perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan
perusahaan sesuai dengan anggaran dasar dalam rangka pencapaian visi dan misi
perusahaan yang dituangkan dalam RJPP dan RKAP. Anggota Direksi diangkat dan
diberhentikan oleh RUPS. Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan
perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-
prinsip GCG.

REFERENSI
Adrian Sutedi. 2012. Good Corporate Governance. Jakarta: Sinar Grafika
Pemerintah Indonesia. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas. Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 106. Jakarta:
Sekretariat Negara.
https://pp-properti.com/gcg/struktur-gcg (diakses pada tanggal 22 Oktober 2019)
http://www.linknet.co.id/ind/corporate-governance/corporate-governance-structure (diakses
pada tanggal 22 Oktober 2019)