Anda di halaman 1dari 13

12

ISOMETRIES II
”Equations For Isometries”

ISOMETRI II
“Persamaan Untuk Isometri”

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kolokium Matematika

Dosen Pengampu:
Dr. Hidayah Ansori, M.Si.
Drs. H. Sumartono, M.Pd
Rizki Amalia, S.Pd., M.Pd.
Taufik Hidayanto, S.Pd., M.Pd.

Oleh:
Devi Refitasari
NIM 1610118220006

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
OKTOBER 2019
DAFTAR ISI

A. Pendahuluan ........................................................................................................1

B. Persamaan Untuk Isometri ..................................................................................4

C. Soal Dan Pembahasan .........................................................................................4

D. Kesimpulan ..........................................................................................................4

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................4

LAMPIRAN 1 ..........................................................................................................4

Naskah Dan Soal ......................................................................................................4

LAMPIRAN 2 ..........................................................................................................4

Power Point..............................................................................................................4

1
A. Pendahuluan
Berikut beberapa materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi
persamaan untuk isometri yang akan dibahas selanjutnya. Dimana tujuannya
adalah materi sebelumnya berguna sebagai referensi pendukung pada pembahasan
materi persamaan untuk isometri.

5.1.1 DEFINISI Suatu isometri yang merupakan hasil dari refleksi yang
berjumlah genap dikatakan genap

5.1.2 DEFINISI Suatu isometri yang merupakan hasil dari refleksi yang
berjumlah ganjil dikatakan ganjil

3.1.3 DALIL Jika garis ℒ memiliki persamaan 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐 = 0, maka refleksi


𝜎ℒ memiliki persamaan :
2𝑎(𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐)
𝑥′ = 𝑥 −
𝑎2 + 𝑏 2


2𝑏(𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐)
{𝑦 = 𝑦 − 𝑎2 + 𝑏 2

5.1.8 DALIL Jika 𝛼 adalah isometri, maka


𝛼𝜏𝐴,𝐵 𝛼 −1 = 𝜏𝛼(𝐴),𝛼(𝐵) 𝑑𝑎𝑛 𝛼𝜌𝐶,𝑟 𝛼 −1 = 𝜌𝛼(𝐶),±𝑟
dimana tanda positif berlaku ketika 𝛼 genap dan tanda negatif berlaku ketika
𝛼 ganjil.

2
B. Persamaan untuk Isometri
Persamaan umum untuk translasi tergabung dalam definisi translasi.
Persamaan untuk refleksi ditentukan dalam DALIL 3.1.3. Sekarang kita beralih
ke rotasi.

5.3.1 DALIL. 𝑅𝑜𝑡𝑎𝑠𝑖 𝜌𝑂,𝑟 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝 𝑡𝑖𝑡𝑖𝑘 𝑎𝑠𝑎𝑙 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛


𝑥 ′ = (cos 𝑟)𝑥 − (sin 𝑟)𝑦
{
𝑦 ′ = (sin 𝑟)𝑥 + (cos 𝑟)𝑦
BUKTI : Misalkan
𝜌𝑂,𝑟 = 𝜎ℳ 𝜎ℒ
Dimana ℒ adalah sumbu 𝑥. Lalu satu sudut berarah dari ℒ ke ℳ memiliki ukuran
𝑟 𝑟 𝑟
. Dari definisi fungsi trigonometri kita tahu bahwa (cos 2 , 𝑠𝑖𝑛 2) adalah titik pada
2

ℳ. Jadi garis ℳ memiliki persamaan


𝑟 𝑟
(sin ) 𝑥 − (𝑐𝑜𝑠 ) 𝑦 = 0.
2 2
Oleh karena itu 𝜎ℳ memiliki persamaan :
𝑟 𝑟 𝑟
2 𝑠𝑖𝑛 2 ((𝑠𝑖𝑛 2) 𝑥 − (𝑐𝑜𝑠 2) 𝑦)
𝑥′ = 𝑥 − 𝑟 𝑟
𝑠𝑖𝑛2 2 + 𝑐𝑜𝑠 2 2
𝑟 𝑟 𝑟
= (1 − 2 𝑠𝑖𝑛2 ) 𝑥 + (2 𝑠𝑖𝑛 𝑐𝑜𝑠 ) 𝑦
2 2 2
= (cos 𝑟)𝑥 + (sin 𝑟)𝑦,

𝑟 𝑟 𝑟
2 𝑐𝑜𝑠 2 ((𝑠𝑖𝑛 2) 𝑥 − (𝑐𝑜𝑠 2) 𝑦)
𝑦′ = 𝑦 + 𝑟 𝑟
𝑠𝑖𝑛2 2 + 𝑐𝑜𝑠 2 2
𝑟 𝑟 𝑟
= (2𝑠𝑖𝑛 𝑐𝑜𝑠 ) 𝑥 − (1 − 2 𝑐𝑜𝑠 2 ) 𝑦
2 2 2
= (sin 𝑟)𝑥 − (cos 𝑟)𝑦
Karena 𝜎ℒ memiliki persamaan
𝑥′ = 𝑥
{
𝑦 ′ = −𝑦

3
Maka rotasi 𝜌𝑂,𝑟 = 𝜎ℳ 𝜎ℒ memiliki persamaan
𝑥 ′ = (cos 𝑟)𝑥 − (sin 𝑟)𝑦
{
𝑦 ′ = (sin 𝑟)𝑥 + (cos 𝑟)𝑦

5.3.2 DALIL. 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑢𝑚𝑢𝑚 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑖𝑠𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖 𝑔𝑒𝑛𝑎𝑝 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ


𝑥 ′ = 𝑎𝑥 − 𝑏𝑦 + ℎ
{ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎2 + 𝑏 2 = 1
𝑦 ′ = 𝑏𝑥 + 𝑎𝑦 + 𝑘
𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘𝑛𝑦𝑎, 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖 𝑔𝑒𝑛𝑎𝑝.

BUKTI : Misalkan 𝐶 = (𝑢, 𝑣). Karena

𝜌𝐶,𝑟 = 𝜏O , 𝐶𝜌𝑂,𝑟 𝜏𝐶,𝑂 (dari DALIL 5.1.8)

Persamaan untuk rotasi 𝜌𝐶,𝑟 melalui titik 𝐶 = (𝑢, 𝑣) mudah didapat dengan
menyusun tiga persamaan. Rotasinya memiliki persamaan

𝑥 ′ = (cos 𝑟)(𝑥 − 𝑢) − (sin 𝑟)(𝑦 − 𝑣) + 𝑢


{
𝑦 ′ = (sin 𝑟)(𝑥 − 𝑢) + (cos 𝑟)(𝑦 − 𝑣) + 𝑣

Persamaan berikut ini untuk rotasi 𝜌𝐶,𝑟 yang mempunyai bentuk

𝑥 ′ = (cos 𝑟)𝑥 − (sin 𝑟)𝑦 + ℎ


{
𝑦 ′ = (sin 𝑟)𝑥 + (cos 𝑟)𝑦 + 𝑘

yang sebaliknya adalah persamaan rotasi kecuali jika 𝑟 𝑜 = 0𝑜 . Mengingat


diberikan ℎ, 𝑘, dan 𝑟, terdapat solusi tunggal untuk 𝑢 dan 𝑣 yang diberikan oleh
ℎ = 𝑢(1 − cos 𝑟) + 𝑣 sin 𝑟
𝑘 = 𝑢(− sin 𝑟) + 𝑣(1 − cos 𝑟)
Kecuali jika 𝑟 𝑜 = 0𝑜 . Pada kasus 𝑟 𝑜 = 0𝑜 , persamaan diatas adalah persamaan
umum translasi.
Karena isometri genap adalah translasi dan rotasi, disusunlah
𝑎 = cos 𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑏 = sin 𝑟

4
Kita mempunyai persamaan umum untuk isometri genap :

𝑥 ′ = 𝑎𝑥 − 𝑏𝑦 + ℎ
{ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎2 + 𝑏 2 = 1
𝑦 ′ = 𝑏𝑥 + 𝑎𝑦 + 𝑘

5.3.3 DALIL. 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑢𝑚𝑢𝑚 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑖𝑠𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑦 (𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑏𝑖𝑑𝑎𝑛𝑔) 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ


𝑥 ′ = 𝑎𝑥 − 𝑏𝑦 + ℎ
{ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎2 + 𝑏 2 = 1
𝑦 ′ = ±(𝑏𝑥 + 𝑎𝑦) + 𝑘
𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘𝑛𝑦𝑎, 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑠𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖.

BUKTI : Jika 𝛼 adalah suatu isometri ganjil dan ℒ sebarang garis, maka 𝛼 adalah
hasil dari isometri genap 𝜎ℒ 𝛼 diikuti oleh 𝜎ℒ . Ambil ℒ sebagai 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑥 , kita
mempunyai suatu isometri ganjil sebagai hasil dari isometri genap diikuti oleh
refleksi pada sumbu x. Pengamatan ini , bersama dengan DALIL 5.3.2,
memberikan hasil yang diinginkan, dimana tanda positif berlaku ketika isometri
genap dan tanda negatif berlaku ketika isometri ganjil.

5
C. Soal dan Pembahasan
Latihan 85 Apa persamaan untuk masing-masing rotasi berikut 𝜌𝑂,90 , 𝜌𝑂,180 ,
dan 𝜌𝑂,270
Penyelesaian :
Dengan menggunakan persamaan
𝑥 ′ = (cos 𝑟)𝑥 − (sin 𝑟)𝑦
{
𝑦 ′ = (sin 𝑟)𝑥 + (cos 𝑟)𝑦
Sehingga kita bisa mendapatkan persamaan
Untuk 𝜌𝑂,90
 𝑥 ′ = (cos 𝑟)𝑥 − (sin 𝑟)𝑦
𝑥 ′ = (cos 90)𝑥 − (sin 90)𝑦
𝑥 ′ = (0)𝑥 − (1)𝑦
𝑥 ′ = −𝑦
 𝑦 ′ = (sin 𝑟)𝑥 + (cos 𝑟)𝑦
𝑦 ′ = (sin 90)𝑥 + (cos 90)𝑦
𝑦 ′ = (1)𝑥 + (0)𝑦
𝑦′ = 𝑥
Untuk 𝜌𝑂,180
 𝑥 ′ = (cos 𝑟)𝑥 − (sin 𝑟)𝑦
𝑥 ′ = (cos 180)𝑥 − (sin 180)𝑦
𝑥 ′ = (−1)𝑥 − (0)𝑦
𝑥 ′ = −𝑥
 𝑦 ′ = (sin 𝑟)𝑥 + (cos 𝑟)𝑦
𝑦 ′ = (sin 180)𝑥 + (cos 180)𝑦
𝑦 ′ = (0)𝑥 + (−1)𝑦
𝑦 ′ = −𝑦
Untuk 𝜌𝑂,270
 𝑥 ′ = (cos 𝑟)𝑥 − (sin 𝑟)𝑦
𝑥 ′ = (cos 270)𝑥 − (sin 270)𝑦

6
𝑥 ′ = (0)𝑥— 1𝑦
𝑥′ = 𝑦
 𝑦 ′ = (sin 𝑟)𝑥 + (cos 𝑟)𝑦
𝑦 ′ = (sin 270)𝑥 + (cos 270)𝑦
𝑦 ′ = (−1)𝑥 + (0)𝑦
𝑦 ′ = −𝑥

Latihan 86 Jika
𝑥 ′ = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + ℎ
{ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎2 + 𝑏 2 = 1
𝑦 ′ = 𝑏𝑥 − 𝑎𝑦 + 𝑘
Adalah persamaan untuk 7sometric 𝛼, tunjukkan bahwa 𝛼 adalah refleksi jika dan
hanya jika 𝑎ℎ + 𝑏𝑘 + ℎ = 0 dan 𝑎𝑘 − 𝑏ℎ − 𝑘 = 0
Penyelesaian:
Dari persamaan 𝑎ℎ + 𝑏𝑘 + ℎ = 0 dan 𝑎𝑘 − 𝑏ℎ − 𝑘 = 0 kita dapatkan
 𝑎ℎ + 𝑏𝑘 + ℎ = 0
ℎ = −𝑎ℎ − 𝑏𝑘
 𝑎𝑘 − 𝑏ℎ − 𝑘 = 0
𝑘 = 𝑎𝑘 − 𝑏ℎ
Karena 𝛼 adalah 7sometric ganjil, maka 𝛼 merupakan refleksi
𝛼 = 𝛼 −1
Sehingga persamaan untuk 𝛼 −1 adalah
 𝑥 ′ = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + ℎ
𝑥 ′ = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 − 𝑎ℎ − 𝑏𝑘
 𝑦 ′ = 𝑏𝑥 − 𝑎𝑦 + 𝑘
𝑦 ′ = 𝑏𝑥 − 𝑎𝑦 + 𝑎𝑘 − 𝑏ℎ

Latihan 87 Benar atau Salah


(a) 𝑥 ′ = −𝑥 + 6 𝑑𝑎𝑛 𝑦 ′ = −𝑦 − 7 adalah persamaan untuk rotasi
(b) 𝑥 ′ = 𝑝𝑥 − 𝑞𝑦 + 𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑦 ′ = 𝑞𝑥 − 𝑝𝑦 + 𝑠 adalah persamaan untuk
7sometric genap

7
(c) 𝑥 ′ = −𝑝𝑥 − 𝑞𝑦 − 𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑦 ′ = 𝑞𝑥 − 𝑝𝑦 − 𝑠 adalah persamaan untuk
8sometric genap jika 𝑝2 + 𝑞 2 = 1
(d) 𝑥 ′ = −𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + ℎ 𝑑𝑎𝑛 𝑦 ′ = 𝑏𝑥 + 𝑎𝑦 + 𝑘 adalah persamaan untuk
8sometric ganjil jika 𝑎2 + 𝑏 2 = 1
(e) 𝑥 ′ = ±𝑎𝑥 − 𝑏𝑦 + ℎ 𝑑𝑎𝑛𝑦 ′ = ±𝑏𝑥 + 𝑎𝑦 + 𝑘 adalah persamaan untuk
8sometric jika 𝑎2 + 𝑏 2 = 1
(f) Jika ℳ suatu garis, maka setiap 8sometric ganjil adalah hasil dari 𝜎ℳ
diikuti oleh 8sometric genap
(g) Jika ℳ suatu garis, maka setiap 8sometric ganjil adalah hasil dari isometri
genap diikuti oleh 𝜎ℳ
Penyelesaian:
(a) Benar
(b) Salah
(c) Benar
(d) Benar
(e) Benar
(f) Benar
(g) Benar

Latihan 88. Jika


√3 1
𝑥′ = − − 𝑦+1
2 2


1 √3 1
{𝑦 = 2
𝑥−
2
𝑦−
2
adalah persamaan untuk𝜌𝑃,𝑟 , kemudian temukan 𝑃 dan 𝑟
Penyelesaian:
√3 1
Diketahui : 𝑎 = − , ℎ = 1, 𝑘 = − 2
2

Ditanya : 𝑟 dan 𝑃
 𝑎 = cos 𝑟

8
√3
− = cos 𝑟
2
√3
𝑟 = cos −1 − 2

𝑟 = 150
 Misalkan 𝑃 = (𝑢, 𝑣)
 ℎ = 𝑢(1 − cos 𝑟) + 𝑣(sin 𝑟)
1 = 𝑢(1 − 𝑐𝑜𝑠 150 ) + 𝑣(𝑠𝑖𝑛 150 )
√3 1
1 = 𝑢 [1 − (− )] + 𝑣( )
2 2
2 + √3 1
1=( )𝑢 + 𝑣
2 2

 𝑘 = 𝑢(− sin 𝑟) + 𝑣(1 − cos 𝑟)


1
− 2 = 𝑢(− sin 150) + 𝑣(1 − cos 150)

1 1 √3
− = 𝑢 (− ) + 𝑣 [1 − (− )]
2 2 2
1 1 2 + √3
− =− 𝑢+( )𝑣
2 2 2
4−√3 3−2√3
Sehingga didapatkan 𝑃 = (𝑢, 𝑣), jadi 𝑃 = ( , )
4 4

9
D. Kesimpulan
Dari materi persamaan untuk isometri diatas dapat diambil beberapa kesimpulan,
yaitu

 Persamaan umum untuk translasi tergabung dalam definisi translasi. Persamaan


untuk refleksi ditentukan dalam DALIL 3.1.3

 𝑅𝑜𝑡𝑎𝑠𝑖 𝜌𝑂,𝑟 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝 𝑡𝑖𝑡𝑖𝑘 𝑎𝑠𝑎𝑙 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛


𝑥 ′ = (cos 𝑟)𝑥 − (sin 𝑟)𝑦
{
𝑦 ′ = (sin 𝑟)𝑥 + (cos 𝑟)𝑦

 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑢𝑚𝑢𝑚 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑖𝑠𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖 𝑔𝑒𝑛𝑎𝑝 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ


𝑥 ′ = 𝑎𝑥 − 𝑏𝑦 + ℎ
{ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎2 + 𝑏 2 = 1
𝑦 ′ = 𝑏𝑥 + 𝑎𝑦 + 𝑘
𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘𝑛𝑦𝑎, 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖 𝑔𝑒𝑛𝑎𝑝.
 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑢𝑚𝑢𝑚 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑖𝑠𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖 (𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑏𝑖𝑑𝑎𝑛𝑔) 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ
𝑥 ′ = 𝑎𝑥 − 𝑏𝑦 + ℎ
{ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎2 + 𝑏 2 = 1
𝑦 ′ = ±(𝑏𝑥 + 𝑎𝑦) + 𝑘
𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘𝑛𝑦𝑎, 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑠𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖.
Dimana tanda positif berlaku ketika isometri genap dan tanda negatif berlaku
ketika isometri ganjil. Hal ini juga berlaku terhadap persamaan untuk isometric
genap.

10
DAFTAR PUSTAKA
Remsing, Claudiu. C. (2006). Transformation Geometry. DEPT. of
MATHEMATICS (Pure and Applied).

11
Lampiran 2

12