Anda di halaman 1dari 19

DESAIN ALAT PERCOBAAN

RADIASI BENDA HITAM “PENGARUH WARNA TERHADAP


KECEPATAN PERUBAHAN SUHU”

DI SUSUN

OLEH

KELOMPOK 3 :

1. AYU SRI MENDA BR SITEPU (NIM 8186175009)


2. BESTRICA KURNIA SARI (NIM 8186175005)
Dengan Tema : Fisika Modern
Mata Kuliah : Pengembangan Lab Fisika
Dosen Pengampu MK : Dr. Rita Juliani, M.Si

PENDIDIKAN FISIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam fisika, benda hitam (black body) adalah obyek yang menyerap seluruh radiasi yang
jatuh kepadanya. Tidak ada radiasi yang dapat keluar atau di pantulkannya. Namun demikian,
dalam fisika klasik, secara teori benda hitam haruslah juga memancarkan seluruh panjang
gelombang energy yang mungkin, karena hanya dari sinilah energi benda itu dapat diukur.
Meskipun namanya benda hitam, dia tidaklah harus benar-benarhitam karena dia juga
memancarkan energi. Jumlah dan jenis radiasi elektromagnetik yang dipancarkannya bergantung
pada suhu benda hitam tersebut. Benda hitam dengan suhu di bawah sekitar 700 K hampir semua
energinya dipancarkan dalam bentuk gelombang inframerah, sangat sedikit dalam panjang
gelombang tampak.
Menurut Festiyed (2015) semakin tinggi temperatur, semakin banyak energi yang
dipancarkan dalam panjang gelombang tampak dimulai dari merah, jingga, kuning dan putih.
Istilah "Benda Hitam" pertama kali diperkenalkan oleh Gustav Robert Kirchhoff pada
tahun 1862. Cahaya yang dipancarkan oleh benda hitam disebut radiasi benda hitam. Jika kita
memperhatikan besi saat disambung (dilas). Bagian besi yang akan disambung harus dipanaskan
terlebih dahulu. Saat dipanaskan, besi tampak kemerahan. Kemudian jika terus dipanaskan akan
tampak warna cahaya yang dipancarkan oleh besi menjadi kebiruan. Mengapa demikian? besi
yang dipanaskan memancarkan energi atau gelombang elektromagnetik yang dapat berupa
cahaya tampak. Pancaran energi suatu benda karena pengaruh suhunya disebut radiasi termal.
Radiasi termal selalu ada pada setiap benda, akan tetapi tidak semua radiasi termal tersebut dapat
dilihat oleh mata.
Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (warna
putih) yang merupakan pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang
terdapat di permukaan benda. Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat
cahaya yang dipancarkan, atau secara subjektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman
indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik,warna dapat diberikan oleh panjang gelombang.
Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk
pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.
Sedangkan radiasi merupakan pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk
panas, partikel atau gelombang elektromagnetik, cahaya (foton) dari sumber radiasi.
Desain alat praktikum radiasi pengaruh warna terhadap kecepatan perubahan suhu ini
dilakukan dengan menyusun set alat seperti pada gambar desain percobaan, kemudian
menghidupkan lampu yang berfungsi sebagai sumber panas yang akan memancarkan energi
berupa panas yang akan diterima oleh warna-warna dengan bantuan plat alumunium untuk
mempermudah mengukur perambatan panas pada warna dengan menggunakan thermometer.
Variasi waktu ditentukan untuk mengetahui kecepatan daya serap warna terhadap suhu.
Kemudian variasi waktu dalam melepaskan panas ditentukan pula sehingga dapat diketahui
kecepatan daya lepas warna terhadap suhu.
Aplikasi yang dapat kita temukan dalam kehidupan mengenai radiasi pengaruh warna
terhadap suhu adalah pada termos panas, yaitu permukaan dalam termos selalu diberi lapisan
perak mengkilap. Bangunan bangunan yang di cat dengan warna terang (misal putih) terasa
lebih dingin pada musim panas, sebab cat terang banyak memantulkan kalor radiasi yang
mengenainya. Cat terang sekaligus juga pemancar kalor radiasi yang buruk sehingga lebih
mempertahankan energi dalamnya pada musim dingin dan bangunan terasa lebih hangat. Radiasi
sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Dalam dunia kedokteran misalnya, radiasi
dimanfaatkan sebagai bahan untuk mendiagnosa. Seperti sinar X untuk keperluan radiologi,
cahaya tampak untuk tindakan endoskopi, sinar ultraviolet untuk sterilisasi dan masih banyak
yang lainnya.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang digunakan dalam desain alat percobaan radiasi “pengaruh
warna terhadap kecepatan perubahan suhu” ini adalah:
1. Bagaimana kecepatan daya serap masing-masing warna terhadap suhu dengan variasi
waktu yang telah ditentukan?
2. Bagaimana kecepatan daya lepas kalor masing- masing warna dengan variasi waktu
yang telah ditentukan?
3. Bagaimana kesesuaian antara data eksperimen dengan teori yang ada?
1.3 Tujuan
Tujuan yang didapatkan dari pembuatan desain alat percobaan radiasi “pengaruh warna
terhadap kecepatan perubahan suhu” ini adalah:
1. Mengetahui kecepatan daya serap masing-masing warna terhadap suhu dengan
variasi waktu yang telah ditentukan
2. Mengetahui kecepatan daya lepas kalor masing- masing warna dengan variasi waktu
yang telah ditentukan
3. Mengetahui kesesuaian antara data eksperimen dengan teori yang ada

1.1 Manfaat
Manfaat dari desain alat percobaan radiasi “pengaruh warna terhadap kecepatan
perubahan suhu” ini yakni dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali implementasi,
fenomena-fenomena yang menggunakan konsep radiasi seperti pada saat kita menjemur
pakaian hitam dan putih, otomatis baju yang berwarna hitam akan lebih cepat kering kerena
warna gelap dapat menyerap kalor yang dipancarkan matahari melalui radiasi, akan tetapi
kalau benda tersebut adalah matahari, semakin warna spektrum matahri mendekati warna
ungu maka suhunya akan semakin tinggi dari pada spektrum warna merah. Benda yang
berwarna lebih gelap dan kusam, jika suhunya rendah akan menyerap lebih banyak energi
radiasi dari pada benda yang berwarna terang dan cerah, jika suhunya tinggi maka akan
lebih banyak melepas panas.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Benda Hitam


Menurut Tim Sibejoo (2015) Benda hitam merupakan sebuah sebutan bagi benda yang
dapat menyerap energy dengan baik. Setiap benda yang bias menyerap energy, benda tersebut
juag bias memancarkan energy. Daya serap radiasi suatu benda bergantung pada emisivitas
(kemampuan untuk memancarkan energy) benda tersebut.
Nilai emisivitas mempunyai rentang nilai antara 0 dan 1. Benda yang memiliki e = 1
disebut dengan benda hitam sempurna, karena dengan emisivitas 1 berarti benda itu dapat
menyerap keseluruhan energy yang diberikan padanya. (jadi, bukan berarti warnanya hitam, ya).

2.2 Radiasi Benda Hitam


Telah kita ketahui kalor merambat dengan 3 cara yaitu : konduksi, konveksi dan radiasi.
Energi matahari sampai di bumi dengan cara radiasi gelombang elektromagnetik. Demikian juga
jika kita dekat dengan api (1 benda yang lebih panas ) maka maka tubuh kita terasa
hangat,ataupun disekitar pembakar alkohol suhu udara disekitarnya akan lebih tinggi. Radiasi ini
dinamakan radiasi termal. Berdasarkan eksperimen laju kalor radiasi termal suatu benda
dipengaruhi oleh :

a. Suhu benda : semakin tinggi suhu suatu benda semakin besar laju radiasi kalor.
b. Sifat permukaan benda : semakin kasar suatu benda semakin banyak memancarkan radiasi
dibandingkan permukaan halus.
c. Luas permukaan benda : Permukaaan yang luas akan lebih banyak memancarkan radiasi.
d. Jenis material : untuk jenis benda yang berbeda logam misalnya mempunyai laju radiasi
kalor yang berbeda. Dari faktor-faktor hasil eksperimen diatas Stefan- Boltzman melakukan
pengukuran besarnya daya total yang dipancarkan oleh benda.

Radiasi thermal adalah radiasi yang dipancarkan oleh suatu benda sebagai akibat dari
suhunya. Benda baru bisa terlihat sebagai akibat dari radiasi thermal jika memiliki suhu 1000 K,
dimana pada suhu ini benda mulai berpijar merah (contoh: kumparan pemanas kompor listrik) ;
pada suhu lebih dari 2000 K benda akan berpijar kuning atau keputih-putihan (contoh: lamen
lampu pijar). Demikian seterusnya, jika suhu ditingkatkan lebih lanjut maka akan menimbulkan
pijar warna yang berbeda pula.Pada akhir 1800an para ahli fisika melakukan pengukuran
berbagai frekuensi intensitas cahaya yang dihasilkan oleh radiasi benda hitam pada kondisi
temperatur tetap (5000 K). Dan dari percobaan tersebut diperoleh data yang jauh berbeda dari
benda hitam yang seharusnya (ideal). Pada kurva ideal ditunjukkan bahwa, ketika temperatur
dinaikkan rapatan energi semakin bertambah pada daerah VIS (cahaya tampak) dan puncak
semakin bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih kecil, hal ini berarti bahwa radiasi
benda hitam bersifat kontinyu. Sedangkan pada hasil percobaan terlihat, kurva radiasi yang ada
tidak menunjukkan adanya pergeseran panjang gelombang ke arah daerah VIS.

Benda hitam merupakan benda yang sangat ideal. Emisivitas (daya pancar) yang dimiliki
benda hitam sebesar (e) = 1,0. Untuk tingkatan laboratorium (percobaan), benda hitam
digambarkan 2 sebagai suatu rongga (lubang ) kecil hitam. Dimana prinsip kerjannya yaitu
ketika suatu berkas cahaya memsuki rongga tersebut, berkas cahaya akan dipantulkun berkali-
kali tanpa pernah keluar dari rongga tersebut. Untuk setiap pemantulan yang terjadi, berkas
cahaya tersebut akan diserap oleh dinding-dinding berwarna hitam jika suhunya lebih lebih
rendah dari sekitarnya, sebaliknya berkas cahaya akan dipancarkan jika suhunya lebih tinggi
dibandingkan sekitarnya. Emisivitas yang dimiliki 0,99 karena jika emisivitasnya lebih rendah
dari nilai tersebut, tidak lagi dapat disebut sebagai benda hitam, melainkan benda abu-abu.

2.3 Instensitas Radiasi

Ahli fisika Austria, Josef Stefan (1835-1893) pada tahun 1879. Hasil eksperimennya
menyebutkan bahwa daya total persatuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu
benda hitam, intensitas radiasi totalnya sebanding dengan pangkat empat dari uhu mutlaknya.
Persamaan empiris hukum Stefan ditulis:

dengan I total adalah intensitas (daya persatuan luas) radiasi pada permukaan benda hitam pada
semua frekuensi, adalah intensitas radiasi persatuan frekuensi yang dipancarkan oleh benda
hitam, T adalah suhu mutalak benda, dan adalah tetapan StefanBoltzmann,yaitu = 5,67 × 10-8 W
. Untuk benda panas yang bukan benda hitam akan memenuhi hukum yang sama hanya diberi
tambahan koefisien emisivitas, e, yang lebih kecil dari 1:

Ingat, I = P/A , sehingga persamaan diatas juga dapat ditulis

dimana :
P = daya/laju radiasi (Watt)
I = Intensitas Radiasi (Daya per satuan waktu)
e = emisivitas benda  nilainya di antara 0 dan 1
 = konstanta Stefan-Boltmann (5,67 x 10-8 W/m2K4 )
A = luas permukaan benda (m2 )
T = suhu mutlak (K)

Teori Wien sesuai dengan spektrum radiasi benda hitam untuk panjang gelombang
pendek dan menyimpang untuk panjang gelombang panjang. Teori Rayleigh-Jeans sesuai dengan
spektrum radiasi benda hitam untuk panjang gelombnag yang panjang, dan menyimpang untuk
panjang gelombang yang pendek.
2.4 Teori Pergeseran Wien
Grafik Spektrum radiasi benda hitam :

(Gambar 1. Grafik Spektrum Radiasi Benda Hitam)

Jika suatu benda dipanaskan, benda itu akan memancarkan radiasi kalor. Pada benda bersuhu
lebih tinggi dari 1000 K benda mulai berpijar merah contohnya pada kompor listrik dimana
kumparannya tau tungkuhnya Nampak kemerahan. Jika suhu bertambah diatas suhu 2000 K
cahaya benda Nampak kuning sampai ke putih contohnya warna cahaya dipancarkan dari
filament lampu bolam seperti gambar grafik diatas.

Menurut Hukum Pergeseran Wien Panjang gelombang untuk intensitas maksimum (m)
berkurang dengan meningkatnya suhu dengan persamaan :

Dimana:
m = panjang gelombang ketika intensitas radiasi maksimum (m)
T = suhu mutlak benda (K)
b = tetapan Wien (2,898 x 10-3 m.K)
Radiasi yang dipancarkan benda hitam dilewatkan melalui celah agar diperoleh berkas
gelombang yang sempit. Gelombang tersebut kemudian terdispersi menurut panjang gelombang
masing-masing. Untuk mengukur intensitas dan panjang gelombang setiap spektrum, digunakan
detektor yang dapat digeser menurut sudut deviasi berkas gelombang terdispersi. Percobaan
tersebut dilakukan berulang pada suhu benda hitam yang berbeda.Dari percobaan yang dilakukan
pada beberapa suhu yang berbeda tersebut maka didapat bahwa intensitas radiasi yang
dipancarkan benda hitam pada suhu tertentu ditunjukkan oleh grafik yang selalu berbentuk garis
lengkung. Intensitas radiasi maksimun terjadi pada panjang gelombang tertentu. Dan luas daerah
yang dibatasi oleh garis lengkung dan sumbu panjang gelombang menunjukkan intensitas radiasi
terhadap benda yang di absorpsikan nya sehingga akan terjadi warna spektrum sesuai pergeseran
wiennya.

2.5 Teori Plank


Sebelum membahas teori Planck sebelumnya telah ada teori Spektrum radiasi benda
hitam yaitu teori Rayleigh-Jeans, Ketika suhu benda dinaikkan, elektronelektron ini mendapat
energi kinetik untuk bergetar. Dengan bergetar berarti kecepatannya berubah-ubah. Dengan kata
lain ada percepatan. Muatan-muatan yang mengalami percepatan akan memancarkan radiasi
gelombang elektromagnetik. Dimana model miliknya cocok untuk menerangkan spektrum
radiasi benda hitam dengan panjang gelombang yang besar namun gagal untuk gelombang yang
kecil.

(Gambar 2. Radiasi Benda Hitam Model Planck Dan Rayleigh-Jean)


Model Planck mempunyai kesamaan dengan model Rayleigh-Jeans, yaitu radiasi benda
hitam dihasilkan dari muatan-muatan yang bergetar sehingga mengalami percepatan. Namun ia
menambahkan bahwa:
a. Muatan-muatan yang bergetar akan memancarkan energinya berupa paket-paket energi
kecil dan terputus-putus yang disebut kuantum ( sekarang dikenal sebagai foton ).
b. Pancaran energi radiasi yang dihasilkan oleh getaran oleh molekul-molekul benda dalam
bentuk kuanta kuanta.
Hipotesis planck merupakan hasil usahanya untuk menerangkan spektrum cahaya yang
dipancarkan oleh suatu benda sempurna hitam yang memiliki suhu T. Pada ujung abad ke 19,
pancaran benda sempurna hitam merupakan suatu yang belum dapat diterangkan dengan
memuaskan. Maksudnya belum ada keterangan teoritik tentang bentuk spektrum ( ) RT  RT
dari radiasi yang terpancar oleh suatu benda sempurna hitam yang berada dalam suhu T.
Dalam ungkapan diatas RT adalah radiasi spektral, yaitu jumlahnya energi yang
dipancarkan persatuan waktu dalam bentuk radiasi dengan satuan selang waktu frekuensi (Δδ=1)
oleh satuan permukaan benda sempurna hitam yang suhunya T (o k). δ adalah frekuensi radiasi
thermal oleh benda sempurna hitam. Bentuk grafik ( ) RT  RT adalah seperti dibawah, satuan
RT adalah watt/m2 hz sedangkan satuan δ adalah hz.
(Cengel, Y.A . 1996)

2.5 Hubungan Antara Suhu Benda Dengan Warna Benda

Ekperimen tentang radiasi kalor benda pertama kali dilakukan oleh Joseph Stefan dan Ludwig
Boltzmann, diperoleh kesimpulan yang dinyatakan dalam rumus :

dengan:

W = intensitas radiasi kalor yang dipancarkan benda tiap detiknya (watt)


e = emisivitas benda
σ = kontante Stefans – Boltzmann (5,670 x 10-8Wm-2K-4)
A = luas permukaan benda (m2)
T = suhu benda (K)
Persamaan diatas disebut dengan Hukum Stefan – Boltzmann. Emisivitas adalah konstanta yang
besarnya tergantung pada sifat permukaan benda yang mempunyai nilai antara 0 hingga 1.

Untuk benda yang mempunyai emisivitas 1 dinamakan benda hitam, yaitu suatu benda yang
mempunyai sifat menyerap semua kalor. Benda hitam diidentikkan dengan benda berongga yang
memiliki lubang kecil.

2.6 Model Radiasi Benda Hitam

Model benda hitam sempurna yang menyerap radiasi melalui pemantulan berulang

Apabila dilihat lubang itu berwarna hitam karena jika ada cahaya yang masuk ke lubang
tersebut kemungkinan kecil bisa keluar lagi, cahaya itu akan dipantulkan oleh dinding bagian
dalam benda berongga sehingga akhirnya energi habis terserap. Sebaliknya jika benda tersebut
dipanaskan, maka lubang itu akan menyala lebih terang dibandingkan dengan daerah sekitarnya,
yang berarti memancarkan energi lebih besar dibandingkan dengan yang lain.

Di sini diartikan bahwa benda hitam adalah benda yang akan menyerap semua energi
yang datang dan akan memancarkan energi dengan baik. Dalam hal ini benda hitam sebenarnya
hanya suatu model untuk menggambarkan benda hitam sempurna yang kenyataannya benda itu
tidak ada. Benda yang mempunyai sifat menyerap semua energi yang mengenainya disebut
benda hitam. Benda hitam jika dipanaskan akan memancarkan energi radiasi. Energi radiasi yang
dipancarkan oleh benda hitam disebut radiasi benda hitam.

Sekitar tahun 1898, Rutherford menemukan bahwa sedikitnya ada 2 jenis radiasi yang
berbeda yang dipancarkan dari materi radioaktif alam seperti uranium dan thorium. Radiasi yang
memiliki daya tembus kecil disebut radiasi a dan yang daya tembusnya lebih kuat disebut radiasi
b. Selain itu terdapat radiasi yang daya tembusnya besar melebihi radiasi b yang diberi nama
radiasi g.

Spektrum cahaya atau spektrum tampak adalah bagian dari spektrum elektromagnetik
yang tampak oleh mata manusia. Radiasi elektromagnetik dalam rentang panjang gelombang ini
disebut cahaya. Sedangkan cahaya merupakan bentuk energi yang dikenal sebagai energi
elektromagnetik yang disebut radiasi. Spektrum elektromagnetik ini dipancarkan oleh matahari
secara keseluruhan melewati atmosfer bumi sedangkan radiasi elektromagnetik diluar jangkauan
panjang gelombang optik atau jendela tranmisi lainnya, hampir seluruhnya diserap atmosfer.

Cahaya merupakan salah satu bentuk gelombang elektromagnetik. Jarak antara puncak
gelombang elektromagnetik disebut panjang gelombang. Panjang gelombang berkisar antara
kurang dari 1 nanometer hingga lebih dari 1 kilometer. cahaya ultraviolet berada pada daerah
panjang gelombang dari 100 sampai 380 nm. Keseluruhan kisaran radiasi ini dikenal sebagai spektrum
elektromagnetik.

Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas,
partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa
sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu
penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain. Radiasi
dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis radiasi
yang tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X, dan juga
termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar dan
handphone.

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (warna
putih) yang merupakan pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang
terdapat di permukaan benda. Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat
cahaya yang diapancarkan, atau secara subyektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman
indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panajang
gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah
satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang
elektromagnetik.

Beberapa permukaan zat menyerap kalor radiasi lebih baik daripada permukaan zat
lainnya. Bandingkan jika kamu memakai baju putih mengkilap dan baju hitam kusam pada
waktu siang dan malam hari. Di siang hari baju hitam kusam terasa lebih panas daripada baju
putih mengkilap. Hal ini dikarenakan pada siang hari, baju hitam kusam menyerap kalor radiasi
lebih baik daripada baju putih berkilap. Sedangkan di malam hari, baju hitam kusam terasa lebih
dingin daripada baju putih berkilap. Hal ini dikarenakan pada malam hari, baju hitam kusam
memancarkan kalor radiasi lebih baik daripada baju putih mengkilap. Berdasarkan uraian
tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

a. Permukaan yang hitam dan kusam adalah penyerap kalor radiasi yang baik sekaligus
pemancar kalor radiasi yang baik pula.
b. Permukaan yang putih dan mengkilap adalah penyerap kalor radiasi yang buruk
sekaligus pemancar kalor yang buruk pula.
c. Jika ingin kalor yang merambat secara radiasi berkurang, permukaan (dinding) harus
dilapisi suatu bahan agar mengkilap (missal dilapisi dengan perak).

Aplikasi yang dapat kita temukan dalam kehidupan mengenai radiasi pengaruh warna
terhadap suhu adalah pada termos panas, yaitu permukaan dalam termos selalu diberi lapisan
perak mengkilap. Bangunan bangunan yang di cat dengan warna terang (misal putih) terasa
lebih dingin pada musim panas, sebab cat terang banyak memantulkan kalor radiasi yang
mengenainya. Cat terang sekaligus juga pemancar kalor radiasi yang buruk sehingga lebih
mempertahankan energi dalamnya pada musim dingin dan bangunan terasa lebih hangat.

Pengaruh warna benda terhadap kenaikan suhu benda pada peristiwa radiasi dapat terlihat
pada saat kita menjemur pakaian hitam dan putih, otomatis baju yang berwarna hitam akan lebih
cepat kering kerena warna gelap dapat menyerap kalor yang dipancarkan matahari melalui
radiasi, akan tetapi kalau benda tersebut adalah matahari, semakin warna spektrum matahri
mendekati warna ungu maka suhunya akan semakin tinggi dari pada spektrum warna merah.
Benda yang berwarna lebih gelap dan kusam, jika suhunya rendah akan menyerap lebih banyak
energi radiasi dari pada benda yang berwarna terang dan cerah, jika suhunya tinggi maka akan
lebih banyak melepas panas.
BAB III
DESAIN ALAT PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam desain alat percobaan radiasi “pengaruh warna
terhadap kecepatan perubahan suhu” ini adalah:
1. Termometer digunakan untuk mengukur suhu yang teramati pada plat alumunium
2. Stopwatch digunakan untuk mengukur waktu yang akan diberikan variasi
3. Alumunium digunakan sebagai media penghantar panas dari warna yang berbahan mika
4. Lampu digunakan sebagai sumber cahaya
5. Kertas mika warna digunakan sebagai media yang akan disinari oleh sumber cahaya
6. Kubus dengan s= 5 cm digunakan sebagai box (kotak) yang ditempelkan plat
alumunium dan termometer
7. Statip digunakan sebagai alat untuk meletakkan sumber cahaya

3.2 Desain Percobaan


Desain percobaan yang digunakan dalam percobaan radiasi “pengaruh warna terhadap
kecepatan perubahan suhu” ini adalah:
Gambar 3.1 Set alat rangkaian percobaan radiasi
pengaruh warna terhadap kecepatan perubahan suhu

3.3 Langkah Kerja


Langkah kerja yang digunakan dalam percobaan radiasi “pengaruh warna terhadap
kecepatan
perubahan suhu” ini adalah:
1. Set alat dirangkai seperti pada gambar desain percobaan 3.1
2. Thermometer dimasukkan ke dalam box-box kecil sedemikian sehinga thermometer
tersebut benar-benar menyentuh plat alumunium
3. Setelah semuanya siap, lampu dihidupkan sampai cahayanya tersebar secara rata pada
box-box kecil yang sudah ditempel mika dengan warna yang berbeda-beda.
4. Catat suhu yang diamati pada box tersebut dengan menggunakan thermometer dalam
variasi waktu yang telah ditentukan.
5. Setelah mendapatkan suhu akhir dari variasi waktu yang paling lama, catat suhu pada
variasi waktu tersebut
6. Lampu dimatikan untuk proses pendinginan (pelepasan kalor)
7. Catat perubahan suhu dari suhu akhir tersebut dengan variasi waktu pelepasan kalor
yang sama dengan penyerapan kalor.

3.4 Analisis Data


Analisis data yang digunakan dalam percobaan radiasi pengaruh warna terhadap kecepatan
perubahan suhu ini adalah:
 Tabel Pengamatan

a) Pemanasan

T(oC)
No. Warna t (3 menit) t (5 menit) t (7 menit)
1
2
3
4
5
6

b) Pendinginan

T(oC)
No. Warna t (3 menit) t (5 menit) t (7 menit)
1
2
3
4
5
6
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Pengaruh warna benda terhadap kenaikan suhu benda pada peristiwa radiasi dapat
terlihat pada saat kita menjemur pakaian hitam dan putih, otomatis baju yang berwarna
hitam akan lebih cepat kering kerena warna gelap dapat menyerap kalor yang dipancarkan
matahari melalui radiasi, akan tetapi kalau benda tersebut adalah matahari, semakin warna
spektrum matahri mendekati warna ungu maka suhunya akan semakin tinggi dari pada
spektrum warna merah. Benda yang berwarna lebih gelap dan kusam, jika suhunya rendah
akan menyerap lebih banyak energi radiasi dari pada benda yang berwarna terang dan cerah,
jika suhunya tinggi maka akan lebih banyak melepas panas.
DAFTAR PUSTAKA

Cengel, Y.A. 1996. Heat Transfer, Second Edition. Mc Graw Hill Company.

Festiyed. 2015. Program Perhitungan Efisiensi Energi Radiasi Benda Hitam Melalui Metode
Simpson Dengan Borland Delphi 7. Jurnal Fisika Indonesia UNP. Vol. 4, No.1 Januari
2015.

Sibejoo Tim, Hermawan Agus, Herman Yudiana. 2015. Kumpulan Materi Fisika. Bandung :
Mizan Media Utama.