Anda di halaman 1dari 22

TUGAS BIOFARMASI DAN FARMAKOKINETIK KLINIK

“PERHITUNGAN”

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Biofarmasi dan Farmakokinetik


Klinik

DOSEN :
Prof. Dr. Ahmad Muhtadi, Apt.

OLEH :
SRI NURLATIPAH (3351181464)
REGULER B

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2019
DIGOKSIN

KASUS 1

Pasien HD (Pria) berusia 52 tahun dengan BB 70 kg, memiliki fibrilasi atrial dan
gagal jantung kronik. Kadar serum kreatinin pasien HD adalah 3,5 mg/dL. Berapakah
dosis pemeliharaan dan dosis muatan yang dibutuhkan pasien HD? Asumsikan kadar
plasma digoksin yang ingin dicapai adalah 1,5 μg/L. Rentang terapi untuk fibrilasi
atrial tanpa CHF adalah 1-2 μg/mL.

Jawab :

Diketahui : Ditanyakan :

Usia : 52 tahun a. Dosis Pemeliharaan ?

BB : 70 kg b. Dosis Muatan yang dibutuhkan?

SCrss : 3,5 mg/dL

Css rerata : 1,5 μg/L

S :1

F : 0,7

 Klirens Kreatinin untuk Pria

(140  52)(70 Kg )
Clcr 
(72)(3,5mg / dL)
(140  umur)( BB dalam Kg ) (88)(70 Kg )
Clcr  
(72)( SCrss ) 252mg / dL
 24,44mL / menit

 Total Cl Digoksin tanpa CHF (mL/menit)

Cl  (0,8mL / Kg / menit )( BB dalam Kg )  (Clcr dalam mL / menit )


Cl  (0,8mL / Kg / menit )(70 Kg )  (24,44mL / menit )
 56mL / menit  24,4mL / menit

 80,44mL / menit

 Total Cl Digoksin (L/hari)

1440menit / hari
Cl L / hari  (Cl dalam mL / menit )
1000mL / L

1440menit / hari
Cl L / hari  80,44mL / menit x
1000mL / L
 115,834 L / hari

a. Dosis Pemeliharaan

(Cl )(Css rerata)( )


( S )( F )

(115,834 L / hari )(1,5g / L)(1hari ) 173,751g


  248g  0,248mg
(1)(0,7) 0,7

b. Dosis Muatan

 Volume Distribusi

Vd Digok sin( L)  (3,8L / Kg )( BB dalam Kg )  (3,1)(Clcr dalam mL / menit )

Vd Digok sin( L)  (3,8L / Kg )(70 Kg )  (3,1)( 24,44mL / menit )


 266 L  75,76 L

 341,76 L

 Dosis Muatan/Loading Dose


(V )(C ) (341,76 L)(1,5g / L)
 732,343g
( S )( F ) (1)(0,7)

KASUS 2

Pasien Ratna adalah seorang perempuan penderita CHF yang berusia 43 tahun
dengan BB 84 kg. Kadar serum kreatinin pasien Ratna adalah 4 mg/dL. Berapakah
dosis pemeliharaan dan dosis muatan yang dibutuhkan pasien Ratna?

Asumsikan kadar plasma digoksin yang ingin dicapai adalah 3 μg/L.

Jawab :

Diketahui : Ditanyakan :

Usia : 43 tahun a. Dosis Pemeliharaan ?

BB : 84 kg b. Dosis Muatan yang dibutuhkan?

SCrss : 4 mg/dL

Css rerata : 3 μg/L

S :1

F : 0,7

 Klirens Kreatinin untuk Perempuan

(140  umur)( BB dalam Kg )


Clcr  (0,85)
(72)( SCrss )

(140  43)(84 Kg )
Clcr  (0,85)
(72)( 4mg / dL)
(97)(84 Kg )
 (0,85)
288mg / dL
 24,048mL / menit

 Total Cl Digoksin dengan CHF (mL/menit)


Cl  (0,33mL / Kg / menit )( BB dalam Kg )  (0,9)(Clcr dalam mL / menit )

Cl  (0,33mL / Kg / menit )(84 Kg )  (0,9)( 24,048mL / menit )


 27,72mL / menit  21,643mL / menit

 49,363mL / menit

 Total Cl Digoksin (L/hari)

1440menit / hari
Cl L / hari  (Cl dalam mL / menit )
1000mL / L

1440menit / hari
Cl L / hari  49,363mL / menit x
1000mL / L
 71,083L / hari

a. Dosis Pemeliharaan

(Cl )(Css rerata)( )


( S )( F )

(71,083L / hari )(3g / L)(1hari ) 213,249g


  304,641g  0,305mg
(1)(0,7) 0,7

b. Dosis Muatan

 Volume Distribusi

Vd Digok sin( L)  (3,8L / Kg )( BB dalam Kg )  (3,1)(Clcr dalam mL / menit )

Vd Digok sin( L)  (3,8 L / Kg )(84 Kg )  (3,1)( 24,048mL / menit )


 31,92 L  74,549 L

 106,469 L
 Dosis Muatan/Loading Dose

(V )(C ) (106,469 L)(3g / L)


 456,296g
( S )( F ) (1)(0,7)

KASUS 3

Pasien Ana Rosana menderita fibrilasi atrial yang berusia 53 tahun dengan BB 78
kg dan baru masuk Rumah Sakit karena kemungkinan keracunan Digoksin. Kreatinin
serumnya adalah 3,8 mg/dL dan regimen dosis dirumah adalah 0,25 mg digoksin
sehari selama beberapa bulan. Kadar digoksin dalam plasmanya ketika masuk ke
Rumah Sakit adalah 3 μg/L. berapa lama waktu yang dibutuhkan agar konsentrasi
digoksin turun dari 3 menjadi 1,5 μg/L?

Jawab :

Diketahui : Ditanyakan :

Usia : 53 tahun Waktu yang dibutuhkan agar konsentrasi Digoksin

BB : 78 kg turun dari 3 menjadi 1,5 μg/L?

SCrss : 3,8 mg/dL

Css rerata : 3 μg/L

Regimen dosis : 0,25 mg

S :1

F : 0,7

 Klirens Kreatinin untuk Perempuan

(140  umur)( BB dalam Kg )


Clcr  (0,85)
(72)( SCrss )
(140  53)(78 Kg )
Clcr  (0,85)
(72)(3,8mg / dL)
(87)(78Kg )
 (0,85)
273,6mg / dL
 21,082mL / menit

 Total Cl Digoksin tanpa CHF (mL/menit)

Cl  (0,8mL / Kg / menit )( BB dalam Kg )  (Clcr dalam mL / menit )

Cl  (0,8mL / Kg / menit )(78Kg )  (21,082mL / menit )


 62,4mL / menit  21,082mL / menit

 83,482mL / menit

 Total Cl Digoksin (L/hari)

1440menit / hari
Cl L / hari  (Cl dalam mL / menit )
1000mL / L

1440menit / hari
Cl L / hari  83,482mL / menit x
1000mL / L
 120,214 L / hari

 Mengestimasi Klirens

( S )( F )( Dosis /  ) (1)(0,7)( 250g / hari )


Cl  Cl   58,33L / hari
Css rerata (3g / L)

 Volume Distribusi

Vd Digok sin( L)  (3,8L / Kg )( BB dalam Kg )  (3,1)(Clcr dalam mL / menit )


Vd Digok sin( L)  (3,8 L / Kg )(78 Kg )  (3,1)( 21,082mL / menit )
 296,4 L  65,354 L

 361,754 L

 Konstanta Laju Eliminasi dan Waktu Paruh Digoksin

Cl 58,3L / hari
K K  0,161hari 1
V 361,754 L

(0,693)(V ) (0,693)(361,754 L)
t 12  t 12   4,3hari  4hari
Cl (58,3L / hari )

*Waktu yang dibutuhkan pasien Ana Rosana agar konsentrasi Digoksin dari 3
menjadi 1,5 μg/L adalah setengah waktu paruh atau 4 hari.

KASUS 4

Rahmat berusia 72 tahun dengan BB 70 kg menderita gagal jantung, paru-paru


serta gagal ginjal di rawat inap. Pada pengobatannya Rahmat memerlukan konsentrasi
Digoksin dalam darah 1 μg/L. Hitung Loading Dose Digoksin yang harus diberikan
peroral juga hitung dosis pemeliharaannya, apabila diketahui kadar serum
kreatininnya 4 mg/dL sesuai dengan konsentrasi digoksin yang diinginkan yaitu 1
μg/L, lalu hitung pula kesetaraan dosis apabila obat ini diberikan IV Rahmat minum
tablet 0,250 mg per hari.

Jawab :

Diketahui : Ditanyakan :

Usia : 72 tahun a. Dosis Pemeliharaan ?

BB : 70 kg b. Loading Dose Per oral?

SCrss : 4 mg/dL c. Kesetaraan Dosis?

Css rerata : 1 μg/L


Konsentrasi Digoksin yang diinginkan : 1 μg/L

Dosis : 0,250 mg/hari

S :1

F : 0,7

 Klirens Kreatinin untuk Pria

(140  72)(70 Kg )
Clcr 
(72)( 4mg / dL)
(140  umur)( BB dalam Kg ) (68)(70 Kg )
Clcr  
(72)( SCrss ) 288mg / dL
 16,528mL / menit

 Total Cl Digoksin dengan CHF (mL/menit)

Cl  (0,33mL / Kg / menit )( BB dalam Kg )  (0,9)(Clcr dalam mL / menit )

Cl  (0,33mL / Kg / menit )(70 Kg )  (0,9)(16,528mL / menit )


 23,1mL / menit  14,875mL / menit

 37,975mL / menit

 Total Cl Digoksin (L/hari)

1440menit / hari
Cl L / hari  (Cl dalam mL / menit )
1000mL / L

1440menit / hari
Cl L / hari  37,975mL / menit x
1000mL / L
 54,684 L / hari

a. Dosis Pemeliharaan

(Cl )(Css rerata)( )


( S )( F )
(54,684 L / hari )(1g / L)(1hari ) 54,684g
  78,12g  0,078mg
(1)(0,7) 0,7

b. Loading Dose

 Volume Distribusi

Vd Digok sin( L)  (3,8L / Kg )( BB dalam Kg )  (3,1)(Clcr dalam mL / menit )

Vd Digok sin( L)  (3,8L / Kg )(70 Kg )  (3,1)( 24,44mL / menit )


 266 L  51,237 L

 317,237 L

 Dosis Muatan/Loading Dose

(V )(C ) (317,237 L)(1g / L)


 453,196g
( S )( F ) (1)(0,7)

c. Kesetaraan Dosis

( F )( Dosis ) (0,7)(0,250mg )  0,175mg

 Dosis Bentuk Sediaan Baru

0,175mg
 0,175mg
1

 Css rerata baru

Dosis baru
Css rerata baru  xCss rerata lama
Dosis lama
0,175mg
Css rerata baru  x1g / L  0,7 g / L
0,250mg
TEOFILIN

Teofilin adalah relaksasi otot polos bronkial dan secara luas digunakan untuk
mengobati asma dan penyakit pernafasan lainnya. Dosis rendah teofilin dimulai dari
konsentrasi 5 mg/L hingga 10 mg/L memiliki efek antiinflamasi dan efek
imunomodulator, yang bila dikombinasikan dengan sediaan inhalasi kortikosteroid
akan menjadi lebih mengguntungkan. Teofilin sukar larut dalam air (sekitar 1%) dan
biasanya diberikan secara intravena sebagai garam etilendiamina dari teofilin,
aminofilin. Aminofilin adalah garam teofilin yang paling banyak digunakan.
Dosis muatan aminofilin dari 300 mg hingga 500 mg untuk pasien dengan BB
rata-rata 70 kg, biasanya diberikan melalui injeksi IV. Dosis pemeliharaan teofilin
secara oral sediaan tidak-pelepasan-berkelanjutan pada usia dewasa lazimnya 200 mg
– 300 mg (3-4x/hari) atau 200 mg – 400 mg (2x/hari) untuk produk pelepasan.
Konsentrasi Terapeutik dan Toksik
Rentang konsentrasi terapeutik teofilin adalah 10 mg/L hingga 20 mg/L, tetapi
perbaikan fungsi organ pernapasan dapat diamati dengan konsentrasi serendah 5
mg/L.
Efek samping teofilin yang paling umum adalah mual dan muntah, dapat terjadi pada
konsentrasi antara 13 mg/L hingga 15 mg/L, efek ini lebih sering ditemukan pada
konsentrasi lebih dari 20 mg/L.
PARAMETER UTAMA: Teofilin
Konsentrasi terapeutik 5 – 15 mg/L
F 100%
S Variasi bentuk garam
V 0,5 L/kg
Cl 0,04 L/kg/jam
t½ 8 jam
fu 0,6

BIOAVAILABILITAS
Bentuk Sediaan bukan-Pelepasan Berkelanjutan
Absorpsi teofilin dan turunannya saat diberikan baik dalam bentuk sediaan
cair/bentuk sediaan bukan-pelepasan-berkelanjutan secara oral, cepat & sempurna.
Konsentrasi puncak : 1 – 2 jam setelah pemberian oral. Produk teofilin tersedia dalam
bentuk garamnya.

Bentuk Sediaan Pelepasan Berkelanjutan


Produk ini dirancang untuk melepaskan teofilin secara perlahan sehingga
konsentrasi teofilin berada dalam rentang terapeutiknya. Sebagian produk ini
diabsorpsi secara lengkap. Terdapat perbedaan durasi absorpsi.
Pemilihan Bentuk Sediaan Teofilin Dan Faktor Garamnya
Bentuk Sediaan S
Aminofilin anhidrat 0,8
Aminofilin hidrat 0,84
Teofilin monohidrat 0,91
Teofilin 1

VOLUME DISTRIBUSI
Volume distribusi untuk teofilin adalah ≈ 0,5 L/Kg dan proses distribusinya mengikuti
model kompartemen dua. Volume distribusi teofilin pada bayi baru lahir prematur
adalah ≈ 0,7 L/Kg. Namun setelah usianya satu tahun, volume distribusinya adalah ≈
0,5 L/Kg. Volume distribusi teofilin akan meningkat hingga ≈ 0,6 L/Kg pada pasien
yang menderita fibrosis sistik.
KLIRENS (Cl)
Klirens teofilin rerata adalah 0,04 L/Kg/jam, didasarkan pada berat badan tanpa lemak
atau berat badan ideal.
Status Penyakit yang Memengaruhi Klirens Teofilin
Penyakit Faktor Acuan
Riwayat merokok 1,6 20,34
Gagal jantung kongestif 0,5 20,35,36
Fibrosis sistik 1,5 25,26,57
Edema paru akut 0,5 37
Penyakit virus akut 0,5 58
Sirosis hati 0,5 38
Penyakit paru obstruktif yang parah 0,8 20
Obesitas Berat badan ideal 29
INTERAKSI OBAT
Obat-obat Terpilih yang Memengaruhi Klirens Teofilin
Obat Faktor
Simetidin 0,6
Ciprofloksasin 0,7
Eritromisin 0,75
Fluvoksasin 0,3
Vaksin influenza 0,5
Fenobarbital 1,3
Fenitoin 1,6
Propanolol 0,6
Rifampin 1,3

WAKTU PARUH (t½)


Waktu paruh lazim teofilin pada pasien dewasa sekitar 8 jam. Waktu paruh
teofilin dapat lebih pendek sekitar 3 – 4 jam pada pasien yang merokok/pasien yang
mendapat obat yang diketahui menginduksi metabolisme teofilin.
Sebaliknya waktu paruh teofilin dapat panjang sekitar 18 – 24 jam pada pasien
dengan gagal jantung kongestif yang parah/pada pasien yang mendapat obat yang
menghambat metabolisme teofilin.

KASUS 1

Pasien R.J. seorang pria 80 kg (berat badan total = berat ideal) dengan umur 50 tahun
terlihat di Unit Gawat Darurat dengan asma, tidak memberikan respons saat diinhalasi
bronkodilator dan epinefrin. Bentuk garam (S) dari aminofilin bentuk hidrat 0,8.
volume distribusi lazim teofilin yaitu 0,5 L/Kg. Hitunglah dosis muatan dari
aminofilin yang akan menghasilkan konsentrasi teofilin 10 mg/L!

Diketahui :

Berat badan total = berat ideal : 75 Kg

Umur : 53 tahun
C° (Css rerata) : 10 mg/L

S : 0,8

F : 100% ≈ 1

Cl (Klirens Teofilin) : 0,04 L/Kg/jam x 75 Kg = 3 L/jam

τ : 1 jam

Ditanyakan :

a. Dosis muatan Aminofilin?

b. Apakah laju infus Aminofilin diperkirakan untuk memelihara konsentrasi rerata


keadaan tunak 10 mg/L?

Jawab :

 Volume Distribusi

Vd A min ofilin ( L)  (0,5L / Kg )( BB dalam Kg )

Vd Digok sin( L)  (0,5L / kg)(75kg)


 37,5L

a. Dosis Muatan Aminofilin

(V )(C ) (37,5L)(10mg / L)
 468,75mg
( S )( F ) (0,8)(1)

Keterangan : Dosis Aminofilin ini termasuk dalam rentang dosis muatan lazim 300
mg hingga 500 mg dan konsisten nilai standar 5 hingga 6 mg/kg yang digunakan
secara klinis.

b. Dosis Pemeliharaan
(Cl )(Css rerata)( )
( S )( F )

(3L / hari )(10mg / L)(1 jam) 30mg


  37,5mg A min ofilin perjam
(0,8)(1) 0,8

KASUS 2

Hitunglah dosis pemeliharaan aminofilin untuk pasien Sartini yakni seorang yang
dewasa, obes dengan berat badan 80 kg dan berat badan ideal 50 kg, agar tercapai
konsentrasi keadaan tunak 10 mg/L?

Diketahui :

Css rerata : 10 mg/L

S : 0,8

F : 100% ≈ 1

Cl (Klirens Teofilin) : 0,04 L/Kg/jam x 50 Kg = 2 L/jam

τ : 1 jam
Ditanyakan :

Dosis pemeliharaan dari aminofilin?

Jawab :

Dosis Pemeliharaan Aminofilin

(Cl )(Css rerata)( )


( S )( F )

(2 L / hari )(10mg / L)(1 jam) 20mg


  25mg A min ofilin perjam
(0,8)(1) 0,8

KASUS 3

Pasien Rojali merupakan seorang pria dengan berat badan ideal 70 kg dengan umur
53 tahun terlihat di Unit Gawat Darurat dengan asma, tidak memberikan respons saat
diinhalasi bronkodilator dan epinefrin. Pasien Rojali menderita Gagal Jantung
Kongestif (faktor : 0,5) dan merokok lebih dari satu kali perhari (1,6). Bentuk garam
(S) dari aminofilin bentuk hidrat 0,8. volume distribusi lazim teofilin yaitu 0,5 L/Kg.
Hitunglah dosis pemeliharaan aminofilin yang dapat memelihara keadaan tunak
teofilin pada 10 mg/L!

Diketahui :

Berat badan total = berat ideal : 70 Kg

Umur : 53 tahun

C° (Css rerata) : 10 mg/L

S : 0,8

F : 100% ≈ 1

Cl (Klirens Teofilin) : 0,04 L/Kg/jam x 70 Kg = 2,8 L/jam

τ : 1 jam

Faktor Klirens GJK : 0,5

Faktor Klirens Perokok : 1,6

Ditanyakan :

Dosis pemeliharaan aminofilin yang dapat memelihara keadaan tunak teofilin pada 10
mg/L?

Jawab :

 Volume Distribusi

Vd A min ofilin ( L)  (0,5L / Kg )( BB dalam Kg )

Vd Digok sin( L)  (0,5L / kg)(70kg)


 35L
 Dosis muatan

(V )(C ) (35L)(10mg / L)
 437,5mg
( S )( F ) (0,8)(1)

Keterangan : Dosis Aminofilin ini termasuk dalam rentang dosis muatan lazim 300
mg hingga 500 mg dan konsisten nilai standar 5 hingga 6 mg/kg yang digunakan
secara klinis.

 Untuk pasien Gagal Jantung Kongestif dan Perokok

1,60,5  0,8

 Nilai Klirens Rerata teofilin dikalikan dengan faktor 0,8 untuk memperkirakan
Klorens teofilin

2,8L / jam0,8  2,24L / jam

 Dosis Pemeliharaan

(Cl )(Css rerata)( )


( S )( F )

(2,24 L / hari )(10mg / L)(1 jam) 22,4mg


  28mg A min ofilin perjam
(0,8)(1) 0,8

KASUS 4

Hitunglah perkiraan waktu paruh teofilin pasien Mario dengan berat badan 78 kg
dengan umur 55 tahun. Pasien Marry menderita penyakit paru obstruktif parah
(faktor : 0,8) dan suka merokok lebih dari sekali perhari (faktor : 1,6). Klirens teofilin
0,04 L/kg/jam, dengan konsentrasi tunak teofilin 10 mg/L.

Diketahui :
Berat badan total = berat ideal : 78 Kg

Umur : 55 tahun

C° (Css rerata) : 10 mg/L

S : 0,8

F : 100% ≈ 1

Cl (Klirens Teofilin) : 0,04 L/Kg/jam x 78 Kg = 3,12 L/jam

τ : 1 jam

Faktor Klirens Paru Obstruktif Parah : 0,8

Faktor Klirens Perokok : 1,6

Ditanyakan :

Hitunglah perkiraan waktu paruh teofilin pasien Mario !

Jawab :

 Volume Distribusi

Vd A min ofilin ( L)  (0,5L / Kg )( BB dalam Kg )

Vd Digok sin( L)  (0,5L / kg)(78kg)


 39 L

 Dosis Muatan

(V )(C ) (39 L)(10mg / L)


 487,5mg
( S )( F ) (0,8)(1)

Keterangan : Dosis Aminofilin ini termasuk dalam rentang dosis muatan lazim 300
mg hingga 500 mg dan konsisten nilai standar 5 hingga 6 mg/kg yang digunakan
secara klinis.
 Untuk pasien penyakit Paru Obstruktif Parah

0,81,6  1,28

 Nilai Klirens Rerata teofilin dikalikan dengan faktor 0,8 untuk memperkirakan
Klorens teofilin

3,12L / jam1,28  3,9L / jam

 Waktu Paruh

t 12 
0,693V  t 12 
0,69339L   6,93 jam  7 jam
Cl 3,9 L / jam