Anda di halaman 1dari 41

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN IV KELAS G


PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

OPTIMALISASI PENGAWASAN PEKERJAAN OLEH


DIREKSI LAPANGAN DI DINAS PERUMAHAN RAKYAT
DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN SUKAMARA

Oleh:

ARIESTA MITRA BELIA, ST


NIP : 19860325 201903 2 010
No. Peserta : 1068/Peldas-CPNS.III/IV/19

Coach :

EMELIA S., SE
NIP. 19790514 200901 2 003

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN IV KELAS G
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2019

JUDUL : OPTIMALISASI PENGAWASAN PEKERJAAN


OLEH DIREKSI LAPANGAN DI DINAS
PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN
PERMUKIMAN KABUPATEN SUKAMARA

NAMA : ARIESTA MITRA BELIA, ST

NIP : 19860325 201903 2 010

NO. PESERTA : 1068/Peldas-CPNS.III/IV/19

DISETUJUI UNTUK DISEMINARKAN


TANGGAL 04 OKTOBER 2019
DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

MENTOR COACH

TOBER RIANTO, ST EMELIA S., SE


NIP.19841017 200902 1 001 NIP. 19790514 200901 2 003
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN IV KELAS G
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2019

JUDUL : OPTIMALISASI PENGAWASAN PEKERJAAN


OLEH DIREKSI LAPANGAN DI DINAS
PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN
PERMUKIMAN KABUPATEN SUKAMARA

NAMA : ARIESTA MITRA BELIA, ST

NIP : 19860325 201903 2 010

NO. PESERTA : 1068/Peldas-CPNS.III/IV/19

TELAH DISEMINARKAN
TANGGAL 4 OKTOBER 2019
DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

DISAHKAN OLEH :

MENTOR PENGUJI COACH

TOBER RIANTO, STMARK REYNALD NGABUT, EMELIA S., SE


S.STP., M.SiNIP. 19841017 200902 1 001 NIP. 19830122 200212 1 001NIP. 19790514 200901 2 003
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas
kasih, berkat dan penyertaan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
rancanganaktualisasi “Optimalisasi Pengawasan Pekerjaan Oleh Direksi
Lapangan Di Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman
Kabupaten Sukamara” ini dengan baik dan lancar.
Melalui Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan IV Provinsi
Kalimantan Tengah Tahun 2019 ini memberikan wawasan bagi Calon Pegawai
Negeri Sipil untuk mengenal nilai-nilai dasar ASN (Aparatur Sipil Negara) yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi
(ANEKA). Pada akhir dari Pelatihan Dasar ini, CPNS mengaktualisasikannya
pada pembuatan proyek perubahan berupa rancangan aktualisasi di masing-
masing tempat tugas, unit kerja atau instansi yang bekaitan dengan isu-isu yang
terjadi. Besar harapan dari tujuan pembuatan rancangan aktualisasi ini nantinya
dapat diaktualisasikan pada tempat tugas, unit kerja atau instansi penulis.
Penulis menyadari dalam penyusunan dan penyelesaian rancangan aktualisasi ini,
tidak lepas dari banyak dukungan, motivasi, masukan, saran dan arahan dari
berbagai pihak, dengan rasa hormat perkenankan penulis mengucapkan terima
kasih kepada :

1. Ibu Sri Widanarni, S.IP.,M.Si, selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber


Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah,
2. Ibu Emelia S., SE, selaku Coach yang telah teliti dan sabar membimbing
serta memberikan saran dan motivasi kepada penulis,
3. Bapak Tober Rianto, ST, selaku mentor yang telah membimbing dan
membantu sejak awal penyusunan hingga selesainya rancangan aktualisasi
ini,
4. Bapak Mark Reynald Ngabut, S.STP., M.Si, selaku penguji yang telah
memberikan saran dan masukan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat
diselesaikan dengan baik,
5. Para Widyaiswara Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan IV
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019 di Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah,
6. Keluarga penulis, orang tua, dan saudara atas doa serta dukungan dan
motivasi sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan rancangan
aktualisasi ini, dan
7. Semua pihak yang telah berkenan memberikan bantuan dan dorongan serta
kerjasama yang baik selama mengikuti Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan IV Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019.

Demikian rancangan aktualisasi dirancang, semoga hal ini nantinya dapat


bermanfaat bagi rekan-rekan di instansi dan lainnya dalam menambah wawasan
dan pengetahuan di segala bidang.

Palangka Raya, 04 Oktober2019

Penulis,

ARIESTA MITRA BELIA, ST


DAFTAR TABEL

Halaman
3.1.Tabel Analisis Isu ........................................................................................... 20
3.2.Tabel Deskripsi Skala Likert .......................................................................... 20
3.3. Tabel Rencana Kegiatan Aktualisasi ............................................................. 25
3.4. Tabel Jadwal Rencana Aktualisasi ................................................................. 32
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman


Kabupaten Sukamara ............................................................ 7
Gambar 2.2. Struktur Organisasi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Kabupaten Sukamara ............................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA

Fatimah, Ellydan Erna Irawati. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:
Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Kumorotomo, Wahyudi, Nana Rukmana dan Amir Imaruddin. 2015. Modul


Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III: Etika Publik.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Kusumasari, Bevaola, Septiana Dwi putrianti dan Enda Layak Allo. 2015. Modul
Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III: Akuntabilitas.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Latief, Yudi, Adi Suryanto dan Abdul Aziz Muslim. 2015. Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III: Nasionalisme. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.

Purwanto, Erwan Agus dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:
Pelayanan Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.

Suwarno, Yogi dan Tri Atmojo Sejati. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:
Whole of Government. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.

Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan III: Anti Korupsi. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Yuniarsih, Tjutju dan Muhammad Taufiq. 2015. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III: Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


1.1.1. Secara Umum
Tujuan reformasi birokrasi pada tahun 2025 untuk mewujudkan
birokrasi kelas dunia, merupakan respon atas masalah rendahnya kapasitas
dan kemampuan pegawai negeri sipil (PNS) dalam menghadapi perubahan
lingkungan strategis, yang menyebabkan posisi Indonesia dalam
percaturan global belum memuaskan. Permasalahan lainnya adalah
kepedulian PNS dalam meningkatkan kualitas birokrasi yang masih rendah
menjadikan daya saing Indonesia dibandingkan negara lain baik ditingkat
regional maupun internasional masih tertinggal.
Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil
Negara, disebutkan bahwa ASN memiliki fungsi sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik dan perekat serta pemersatu bangsa.
Undang-undang tentang Aparatur sipil Negara ini juga mengamanatkan
Instansi Pemerintah Wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun
masa percobaan. Tujuan dari diklat terintegrasi ini adalah membangun
integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab,
dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Dengan
demikian, UU ASN mengedepankan penguatan nilai-nilai dan
pembangunan karakter dalam mencetak PNS.
Selain itu, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000
tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS),
ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis mewujudkan PNS
sebagai bagian dari ASN yang profesional yaitu Diklat Prajabatan. Diklat
ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS.
Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter
PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak

1
profesional dalam melayani masyarakat serta berdaya saing.

1.1.2. Secara Khusus


Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015
tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan
Peraturan Presiden Nomor 135 Tahun 2018 tentang Perubahan
atas Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mempunyai tugas
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan
perumahan rakyat untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan
pemerintahan negara.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelenggarakan
fungsi, beberapa diantaranya yaitu:
a. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang
pengelolaan sumber daya air, penyelenggaraan jalan, penyediaan
perumahan dan pengembangan kawasan permukiman, pembiayaan
infrastruktur, penataan bangunan gedung, sistem penyediaan air
minum, sistem pengelolaan air limbah dan drainase lingkungan serta
persampahan, dan pembinaan jasa konstruksi;
b. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian
dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat;
c. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung
jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
d. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
e. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan
urusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di
daerah.

2
Sesuai dengan Undang Undang Konstruksi No. 2 Tahun 2017bahwa
pembangunan nasional bertujuan untuk:
a. Mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.
b. Bahwa sektor jasa konstruksi merupakan kegiatan masyarakat
mewujudkan bangunan yang berfungsi sebagai pendukung atau
prasarana aktivitas sosial ekonomi kemasyarakatan guna
menunjang terwujudnya tujuan pembangunan nasional;
c. Bahwa penyelenggaraan jasa konstruksi harus menjamin
ketertiban dan kepastian hukum.

Di dalam pasal undang undang konstruksi terdapatpenjelasan


mengenai pekerjaan konstruksi, dimana terdapat pengertian atas
beberapa istilah konstruksi, diantaranya:
1. Jasa konstruksi adalah layanan jasa konsultansi konstruksi dan/atau
pekerjaan konstruksi.
2. Konsultansi Konstruksi adalah layanan keseluruhan atau sebagian
kegiatan yang meliputi pengkajian, perencanaan, perancangan,
pengawasan, dan manajemen penyelenggaraan konstruksi suatu
bangunan.
3. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang
meliputi pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran,
dan pembangunan kembali suatu bangunan.
4. Usaha Penyediaan Bangunan adalah pengembangan jenis usaha jasa
konstruksi yang dibiayai sendiri oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah
Daerah, Badan Usaha, atau masyarakat, dan dapat melalui pola kerja
sama untuk mewujudkan, memiliki, menguasai, mengusahakan,
dan/atau meningkatkan kemanfaatan bangunan.
5. Pengguna Jasa adalah pemilik atau pemberi pekerjaan yang
menggunakan layanan Jasa Konstruksi.
6. Penyedia Jasa adalah pemberi layanan Jasa Konstruksi.

3
7. Subpenyedia Jasa adalah pemberi layanan Jasa Konstruksi kepada
Penyedia Jasa.
8. Kontrak Kerja Konstruksi adalah keseluruhan dokumen kontrak yang
mengatur hubungan hukum antara Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa
dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi.
9. Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan
adalah pedoman teknis keamanan, keselamatan, kesehatan tempat
kerja konstruksi, dan perlindungan sosial tenaga kerja, serta tata
lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup dalam
penyelenggaraan Jasa Konstruksi.
Keberhasilan dalam rangka pengawasan mutu pembangunan
bangunan gedung sangat berkaitan erat dengan kinerja dan kualitas
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang paham betul mengenai
penyelenggaraan bangunan gedung, dari tahap penyiapan sampai dengan
penyerahan hasil akhir yang harus sesuai dengan pengaturan,
pemberdayaan, dan pengawasan, sehingga setiap penyelenggaraan
bangunan gedung dapat berlangsung tertib dan tercapai keandalan
bangunan gedung yang sesuai dengan fungsinya.
Sesuai dengan jabatan penulis sebagai pelaksana Pengawas Bangunan
dan Gedung di Instansi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman Kabupaten Sukamara. Maka penulis ingin menguraikan
penjabaran tugas sebagai pelaksana pengawas bangunan dan gedung di
kantor instansi.

1.2. Tujuan Aktualisasi


1.2.1. Tujuan Umum
Tujuan dari pembuatan rancangan aktualisasi ini adalah terbentuknya
karakter PNS sebagai pelayan masyarakat yang professional yaitu PNS
yang karakternya dibentuk oleh nilai-nilai dasar PNS yaitu akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.
1.2.2. Tujuan Khusus
a. Menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (PNS) yaitu

4
ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu,
dan anti korupsi) dalam pelayanan asuhan keperawatan.
b. Sebagai masukan dalam rangka meningkatkan profesionalisme
pengawasan pekerjaan lapangan dan sebagai bahan evaluasi
keberhasilan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan nilai-nilai
ANEKA.
c. Mewujudkan pelayanan publik di bidang pelayanan jasa konstruksi
yang lebih baik lagi untuk mewujudkan tercapainya
tujuanpembangunan nasional.
d. Sebagai syarat kelulusan pelatihan dasar CPNS golongan III
angkatan IV tahun 2019 serta memperoleh Surat Tanda Tamat
Pendidikan dan Pelatihan (STTPL).
e. Sebagai acuan untuk mempermudah dalam pencapaian Sasaran
Kinerja Pegawai (SKP).

1.3. Manfaat
Melalui rancangan aktualisasi dan habituasi ini diharapkan terdapat
manfaat sebagai berikut;
a. Manfaat bagi Masyarakat
Diharapkan rancangan aktualisasi ini dapat diaktualisasikan dalam
ruang lingkup pekerjaan nantinya secara aktual, konsisten dan terus-
menerus. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam
percepatan pembangunan fasilitas publik di Kabupaten Sukamara
pada umumnya.
b. Manfaat bagi Peserta Pelatihan Dasar
Melalui rancangan aktualisasi ini diharapkan dapat menjadi bahan
pembelajaran bagi peserta didik pelatihan dasar lainnya dalam
menerapkan nilai-nilai ANEKA di ruang lingkup dinas yang berbeda-
beda.
c. Manfaat bagi Instansi
Melalui kegiatan aktualisasi habituasi pelatihan dasar ini diharapkan
pegawai dapat menerapkan sistem kerja yang sinergi dalam

5
berkoordinasi dan dapat mengoptimalkan fungsi pengawasan sebagai
kewajiban tugas sebagai seorang pelayan publik di ruang lingkup
instansi pemerintahan.
Kinerja pengawasan oleh direksi lapangan, baik oleh:
- Instansi Dinas (Kepala Dinas, PPK dan PPTK dan Pengawas
Teknis)
- Konsultan Perencana
- Konsultan Pengawas
- Kontraktor Pelaksana
Sehingga diharapkan terjadi koordinasi dan kerjasama yang baik
dalam mencapai tujuan kinerja pengawasan yang optimal dari segi
mutu, waktu dan biaya.

1.4. Ruang Lingkup


Ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi meliputi implementasi
nilai-nilai dasar ANEKA dalam pelaksanaan pengawasan pekerjaan di
lingkup kerja Instansi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah.

6
7

BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1. Latar Belakang

Gambar 1.1. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman


Kabupaten Sukamara

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten


Sukamara merupakan salah satu satuan kerja yang terdapat di
Pemerintahan Kabupaten Sukamara. Dinas Perumahan Rakyat dan
Kawasan Permukiman Kabupaten Sukamara berkedudukan di Jalan Pemda
Nomor 3 Komplek Perkantoran Sukamara, Kabupaten Sukamara. Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukamara
dipimpin oleh seorang Pelaksana tugas Kepala Dinas yang dalam
melaksanakan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Bupati.

Adapun struktur organisasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan


Permukiman Kabupaten Sukamara adalah sebagai berikut.

7
8

Gambar 2.1. Susunan Organisasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan


Permukiman Kabupaten Sukamara

2.2. Visi, Misi, Tujuan dan Tujuan Organisasi

Visi yang ditetapkan merupakan cita-cita yang ingin dicapai selama 5


tahun kedepan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih:

“Terwujudnya Tatanan Perumahan, Kawasan Permukiman yang Layak,


Serta Sarana Prasarana Umum dan Pemerintahan yang Seimbang
Berbasis Lingkungan dan Berkelanjutan”

Misi untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut adalah :


a. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Permukiman di Perkotaan
dan Perdesaan.
b. Mewujudkan Perumahan dan Kawasan Permukiman yang Berkeadilan
Sosial, Sejahtera, Mandiri, Berbudaya yang Berkelanjutan Dalam
Rangka Pengembangan Wilayah.
c. Meningkatkan Kawasan Permukiman yang Sehat, Bersih Serta
Didukung Oleh Utilitas yang Memadai.
d. Meningkatkan dan Membangun Prasarana, Sarana Umum dan
Pemerintahan.

8
9

e. Mewujudkan Penataan Kota yang Indah dan Nyaman Dengan


Memperhatikan Keseimbangan Lingkungan.
f. Mewujudkan Tercapainya Kebutuhan Dasar Air Bersih yang Merata
dan Terjangkau.
g. Mewujudkan Pengelolaan Sampah yang Terintegrasi dan Berwawasan
Lingkungan.
h. Mewujudkan Organisasi yang Efisien, Tata Laksana yang Efektif
dengan Menerapkan Prinsip Good Government.

Berdasarkan Peraturan Bupati Sukamara Nomor 25 Tahun 2016


tentang Uraian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Perumahan
Rakyat dan Kawasan Permukiman, masing-masing bidang dan sekretariat
memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DISPERKIM)
merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah yang dipimpin oleh
Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab
kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Dinas ini mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan
pemerintahan daerah di bidang keciptakaryaan, perumahan dan kawasan
Permukiman adalah sebagai berikut:
1. Perumusan kebijakan teknis dibidang Perumahan Rakyat dan
Kawasan Permukiman sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Bupati
berdasarkan peraturan perundang-undangan;
2. Pelaksanaan kebijakan dibidang Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman;
3. Pelaksanaan evaluasi dibidang Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman;
4. Pelaksanaan administrasi dinas dibidang Perumahan Rakyat dan
Kawasan Permukiman;
5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan.

2.3. Sasaran Kinerja Pegawai


Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penulis sebagai

9
10

Pengawas Bangunan dan Gedung di Dinas Perumahan Rakyat dan


Kawasan Permukiman Kabupaten Sukamara. Dimana terdapat ikhtiar
jabatan, yaitu Menerima dan menginventarisasi, mengawasi,
melaksanakan koordinasi serta membuat rekapitulasi bulanan dan tahunan
terkait Pengawasan Bangunan dan Gedung sesuai prosedur dan ketentuan
yang berlaku untuk diproses lebih lanjut.
Adapun uraian tugas sebagai Pengawas Bangunan dan Gedung
dijabarkan sebagai berikut:
a. Menerima dan menginventarisasi data bangunan dan gedung sesuai
dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dari pihak terkait untuk
diproses lebih lanjut.
Tahapan :
1) Meminta data bangunan dan gedung dari pihak terkait;
2) Menyortir data bangunan dan gedung ;
3) Mencatat data bangunan dan gedung ;
4) Mengarsipkan data bangunan dan gedung .
b. Mengklarifikasi data bangunan dan gedung sesuai prosedur dan
ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan pengawasan.
Tahapan :
1) Mempelajari data bangunan dan gedung sesuai dengan prosedur dan
ketentuan yang berlaku;
2) Menggolongkan data bangunan dan gedung sesuai dengan jenis dan
lokasinya;
3) Mengadministrasikan data bangunan dangedung ;
4) Mengarsipkan data bangunan dan gedung yang sudah diklasifikasi.

10
11

c. Mengawasi lokasi bangunan dan gedung sesuai prosedur dan ketentuan


yang berlaku dalam rangka tercapainya sasaran yang
diharapkanTahapan :
1) Menyiapkan jadwal pengawasan bangunan dan gedung dan data
bangunan dan gedung ;
2) Melaksanakan pengawasan bangunan dangedung ;
3) Membuat laporan hasil pengawasan bangunan dangedung ;
d. Mengkonsultasikan laporan hasil pengawasan kepada pimpinan untuk
mendapatkan finalisasi.
e. Melaksanakan koordinasi dengan petugas bangunan dan gedung terkait
dengan pemeliharaan dan pelaksanaan kegiatan bangunan dan gedung
sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran
pelaksanaantugas.
Tahapan :
1) Menyiapkan jadwal pengawasan tatabangunan dan gedung;
2) Melakukan pengaturan tata bangunan dan gedung dengan bantuan
petugas taman;
3) Membuat laporan tata bangunan dan pertamanan.
f. Membuat rekapitulasi bulanan dan tahunan tentang bangunan dan
gedung sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai
bahan pertanggungjawaban tugas kepada pimpinan.
Tahapan :
1) Mengumpulkan bahan data laporan;
2) Menginventarisir data bangunan dan gedung yang akan dilaporkan;
3) Membuat laporan rekapitulasi bulanan dan tahunan bangunan dan
gedung;
4) Mengajukan laporan kepada pimpinan secara berkala.
g. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan baik
lisan maupun tertulis sesuai dengan peraturan yang berlaku agar
pelaksanaan tugas berjalan dengan lancar.
Tahapan :
1) Mempelajari tugas;

11
12

2) Menjalankan tugas;
3) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas.

2.4. Penugasan dari Pimpinan


Dalam melaksanakan aktualisasi selama 1 (Satu) bulan dari tanggal 07
Oktober sampai dengan 11 November 2019, penulis mendapatkan
penugasan dari atasan (Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Jasa
Konstruksi) sesuai dengan tupoksi yang ada.

2.5. Kegiatan Inisiatif Sendiri


Kegiatan atas inisiatif sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan
oleh penulis untuk menuangkan gagasan sebagai wujud pelaksanaan fungsi
sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan wilayah kerja Instansi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukamara
dalam pencapaian optimalisasi pengawasan pekerjaan di lapangan.

12
BAB III
RENCANA AKTUALISASI

3.1. Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara


Seorang ASN dalam menjalankan tugas jabatan PNS secara
profesional harus dibekali dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan
sebagai pelayan masyarakat yang meliputi : berakuntabilitas,
mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika
publik, berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya
dan tidak korupsi serta mendorong percepatan pemberantasan korupsi
dilingkungan instansinya.
Nilai-nilai dasar PNS ini dikenal dengan ANEKA yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok, atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nila-nilai publik
antara lain adalah :
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan, anatara kepentingan publik dengan kepentingan sektor,
kelompok, dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan
mencegah keterlibatan PNS terlibat dalam politik praktis;
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam
penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan public;
d. Serta menunjukkan sikap dan perilaku konsisten dan dapat diandalkan
dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan.
Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu
terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat

13
14

nasionalisme adalah dengan menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai


Pancasila. Pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya oleh
setiap penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah.
Seorang PNS dituntut untuk memiliki perilaku mencintai tanah air
Indonesia (nasionalisme) dan mengedepankan kepentingan nasional.
Nasionalisme merupakan salah satu perwujudan dari fungsi PNS sebagai
perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan tugas, seorang ASN
senantiasa harus mengutamakan dan mementingkan persatuan dan
kesatuan bangsa. Nilai–nilai yang terkandung di dalam prinsip
nasionalisme, antara lain:
a. Religius merupakan suatu sikap dan perilaku taat atau patuh dalam
menjalankan ajaran agama yang dipeluknya, bersikap toleran dan
saling menghargai terhadap agama lain.
b. Hormat menghormati, perasaan atau sikap positif yang ditunjukkan
kepada seseorang sebagai bentuk solidaritas antar sesama.
c. Kerjasama yaitu usaha yang dilakukan oleh beberapa orang atau
kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
d. Amanah (dapat dipercaya) merupakan sesuatu yang dipercayakan
untuk dijaga, dilindungi, dan dilaksanakan.
e. Adil merupakan suatu sikap yang tidak memihak atau sama rata.
f. Cinta tanah air, munculnya perasaan mencintai oleh warga negara
untuk negaranya dengan sedia mengabdi, rela berkorban dan
melindungi tanah airnya dari ancaman, gangguan dan tantangan yang
dihadapi oleh negara.
g. Musyawarah adalah suatu upaya bersama dengan sikap rendah hati
untuk memecahkan persoalan guna mengambil keputusan bersama
dalam penyelesaian masalah.
h. Tanggung Jawab merupakan kesadaran diri terhadap semua tingkah
laku dan perbuatan yang dilakukan. Tanggung jawab ini harus berasal
dari dalam hati dan kemauan sendiri atas kewajibannya.
i. Hidup sederhana yaitu suatu sikap apa adanya, tidak melebih-
lebihkan.

14
15

j. Kerja keras adalah kegiatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh


tanpa mengenal lelah untuk mencapai suatu target dan lebih
mengutamakan hasil dari kegiatan yang dilakukan.
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar atau norma yang
menentukan baik atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan, dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Etika publik merupakan
refleksi kritis yang mengarahkan bagaimana nilai-nilai kejujuran,
solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan lain-lain dipraktikan dalam wujud
keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Nilai-nilai
dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN,
yakni sebagai berikut:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada public secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikas, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.

15
16

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap
produk atau jasa berupa ukuran baik atau buruk. Paradigma pemerintah
harus segera berubah, dari pola paternalisitik dan feodal yang selalu minta
dilayani, menjadi pola pemerintahan yang siap melayani dan senantiasa
mengedepankan kebutuhan dan keinginan masyarakat sebagai stakeholder
pemerintah. Bidang apapun yang menjadi tanggung jawab PNS, semua
harus dilaksanakan secara optimal agar dapat memberikan kepuasan
kepada masyarakat.
Aspek utama yang menjadi target stakeholder adalah layanan yang
komitmen pada mutu, melalui penyelenggaraan tugas secara efektif,
efisien dan inovatif. Komitmen mutu merupakan pemahaman konsep
mengenai efektivitas, efisiensi, inovasi, dan mutu penyelenggaraan
pemerintah. Nilai-nilai dasar komitmen mutu, yaitu :
a. Efektivitas; suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan
suatu tujuan yang diukur dengan kualitas, kuantitas, dan waktu sesuai
dengan tujuan yang direncanakan.
b. Efisien; perilaku yang mampu menjalankan tugas dengan tepat dan
cermat
c. Inovasi; suatu proses penemuan baru yang berbeda dari yang sudah
ada dan berguna untuk melakukan sesuatu.
d. Bermutu ; sikap dan perilaku yang baik dan memiliki bobot serta
tanggungjawab dalam melaksakan tugas.
5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latincoruptio dan corruptus yang berarti
perbuatan yang tidak baik, buruk, dapat disuap dan tidak bermoral.
Sedangkan tidak pidana korupsi berarti tindakan melanggar hukum yang
dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh seseorang atau
sekelompok orang yang dapat dipertanggungjawabkan oleh peraturan
perundang-undangan.
Berdasarkan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak

16
17

Pidana Korupsi, bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan


melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu
korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian
negara. Anti korupsi adalah kesadaran untuk tidak melakukan korupsi
yakni tidak melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri
sendiri/orang lain/korporasi yang dapat merugikan negara. Nilai-nilai dasar
ASN dalam anti korupsi memiliki indikator di antaranya:
a. Kejujuranberasal dari kata jujur yang dapat didefinisikan sebagai
sebuah tindakan maupun ucapan yang lurus, tidak berbohong dan
tidak curang.
b. Kepedulianadalah mengindahkan, memerhatikan dan menghiraukan.
c. Kemandirianberarti dapat berdiri di atas kaki sendiri, artinya tidak
banyak bergantung kepada orang lain dalam berbagai hal.
d. Kedisiplinan adalah ketaatan/kepatuhan kepada peraturan.
e. Tanggung Jawabadalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu.
f. Kerja kerasdidasari dengan adanya kemauan di dalam kemauan
terkandung ketekadan, ketekunan, daya tahan, daya kerja, pendirian
keberanian.
g. Kesederhanaan yaitu dibiasakan untuk tidak hidup boros.
h. Keberaniandapat diwujudkan dalam bentuk berani mengatakan dan
membela kebenaran.
i. Keadilan adalah sama berat, tidak berat sebelah dan tidak memihak.
6. Manajemen Aparatur Sipil Negara
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Pengelolaan atau manajemen aparatur sipil negara pada dasarnya adalah
kebijakan dan praktek dalam mengelola aspek manusia atau sumber daya
manusia dalam organisasi termasuk dalam hal ini adalah pengadaan,
penempatan, mutasi, promosi, pengembangan, penilaian, dan penghargaan.
Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka pegawai ASN berfungsi
sebagai berikut :

17
18

a. Pelaksana kebijakan publik


b. Pelayan publik
c. Perekat dan pemersatu bangsa.
7. Whole of Government (WoG)
Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif
pemerintah dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang
lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan,
manajemen program dan pelayanan publik. Oleh karena itu, WoG dikenal
sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan
sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.
Terdapat beberapa alasan WoG menjadi penting dan tumbuh sebagai
pendekatan yang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pertama, adalah
adanya faktor-faktor internal seperti dorongan publik dalam mewujudkan
integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta
penyelenggaraan pemerintah yang lebih baik. Selain itu, perkembanagn
teknologi informasi, situasi dan dinamika kebijakan yang lebih komplek
juga medorong pentingnya WoG dalam menyatukan institusi pemerintah
sebagai penyelengaraan kebijakan dan layanan publik. Kedua, terkait
faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan kapasitas
sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompotesi antar sektor dalam
pembangunan.
Alasan yang menyebabakan mengapa cara pendekatan WoG yang
dapat dilakukan, baik dari sisi penataan institusi formal maupun informal.
Cara-cara ini pernah dipraktekkan oleh beberapa negara, termasuk
Indonesia dalam level-level tertentu. Cara-cara tersebut adalah;
a. Penguatan koordinasi antar lembaga
b. Membentuk lembaga koordinasi khusus
c. Membangun gugus tugas
d. Koalisi sosial
Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan menyatukan
seluruh sector yang terkait dengan pelayanan publik. Jenis pelayanan

18
19

publik yang dikenal yang dapat didekati oleh pendekatan WoG adalah :
a. Pelayanan yang bersifat administratif
b. Pelayanan jasa; dan
c. Pelayanan barang.
d. Pelayanan regulatif
8. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah sebagai bentuk kegiatan pelayan umum yang
dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat maupun didaerah dan
dilingkungan BIMN/BUMD dalam betuk barang dan, atau jasa baik dalam
pemenuhan kenutuhan masyarakat.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan yang prima yaitu:
a. Partisipatif
b. Transparan
c. Responsive
d. Tidak diskriminatif
e. Mudah dan murah
f. Akuntabel
g. Efektif dan efisien
h. Aksesibel
i. Berkeadilan

Tiga unsur penting dalam pelayanan publik yaitu :


a. Organisasi penyelenggaran pelayan publik,
b. Penerima layanan publik (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau
organisasi yang berkepentingan,
c. Kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan.

3.2. Rencana Kegiatan Aktualisasi


3.2.1. Identifikasi Isu dan Isu yang Diangkat
a. Identifikasi dan Analisis Isu
Analisis isu menggunakan Teknik Analisis USG (Urgency,
Seriousness dan Growth).

19
20

No. Identifikasi Isu Urgent Seriousness Growth Total Prioritas


1. Kurang Optimalnya
Pengawasan Pekerjaan 5 5 5 15 1
oleh Direksi Lapangan
2. Kurang Maksimalnya
Perencanaan Awal yang
4 4 4 12 2
Menyebabkan Terjadinya
Addendum
3. Kurangnya Personil
4 3 3 11 3
Pekerja di Lapangan

Tabel 3.1 Analisis Isu

DESKRIPSI SKALA LIKERT


No. USG
1 2 3 4 5
1. Urgent Sangat Tidak Cukup Mendesak Sangat
Tidak Mendesak Mendesak Mendesak
Mendesak
2. Seriousness Sangat Tidak Cukup Serius Sangat
Tidak Serius Serius Serius Serius
3. Growth Sangat kecil Kecil Cukup Besar Besar Sangat
Besar

Tabel 3.2 Tabel Deskripsi Skala Liskert

Selanjutnya isu-isu tersebut dianalisa terlebih dahulu menggunakan


teknik analisis penilaian kualitas isu. Teknik analisis yang digunakan
adalah:
1. Urgency yaitu menilai seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness yaitu seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth yaitu seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut
jika tidak ditangani sebagaimana mestinya.
Setiap isu dinilai dengan memberikan skor antara 1 – 5 yang artinya
nilai angka 1 sangat tidak urgent dan angka 5 sangat urgent.
Berikut adalah analisis/penilaian kualitas isu yang telah diidentifikasi:
Berdasarkan tabel USG di atas dapat disimpulkan bahwa isu yang menjadi
prioritas utama yang harus dicari pemecahan isunya adalah Kurang
optimalnya pengawasan oleh direksi lapangan.

20
21

Mengacu pada isu tersebut maka penulis merasa perlu mengangkat isu
mengenai “Kurang Optimalnya Pengawasan Pekerjaan oleh Direksi
Lapangan.”
Dengan isu prioritas utama yang sudah ada, penulis mengaitkan
pelaksanaan aktualisasi ini akan melaksanakan di Instansi Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukamara.
Oleh karena itu, penulis sebagai salah satu peserta diklatsar CPNS
golongan III angkatan IV tahun 2019 ditugaskan untuk merancang dan
mengimplimentasikan nilai-nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti korupsi, maka
judul yang akan diangkat adalah ”Optimalisasi Pengawasan Pekerjaan
Oleh Direksi Lapangan Di Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan
Permukiman Kabupaten Sukamara.”

b. Isu yang Diangkat


“Kurang Optimalnya Pengawasan diDinas Perumahan Rakyat dan
Kawasan Permukiman Kabupaten Sukamara.”

c. Analisis Dampak
Dari isu di atas, yaitu mengenai kurang optimalnya pengawasan
pekerjaan di lapangan oleh direksi pengawas. Maka akan
menimbulkan dampak jika tidak segera dipecahkan, antara lain;
1.) Bagi Pemilik Proyek (Pengguna Jasa / Instansi Pengguna
Anggaran):
- Target selesainya fasilitas bangunan dan gedung menjadi
mundur, sehingga catatan serapan anggaran daerah tidak
maksimal
- Adanya perpanjangan waktu untuk melakukan pengawasan/
monitoring pekerjaan
2.) Bagi Kontraktor Pelaksana
- Target penyelesaian pekerjaan tidak tercapai sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan sehingga biaya upah, masa sewa
alat menjadi bertambah

21
22

- Berkurangnya kepercayaan dari pengguna jasa/instansi karena


kinerja pelaksana kurang optimal
3.) Bagi Konsultan Perencana
- Adanya penambahan waktu pengawas teknis di lapangan diluar
biaya anggaran yang telah ditetapkan
- Terdapat perubahan perhitungan Biaya dan Rencana Anggaran
Biaya (RAB)
4.) Bagi Masyarakat
- Adanya gangguan pada saat pelaksanaan proyek pekerjaan
berlangsung
- Masyarakat tidak dapat menikmati fasilitas pubkalik sesuai
jadwal yang telah ditentukan

3.2.2. Rencana Kegiatan


Rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan dalam
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi CPNS akan dilaksanakan
diorganisasi di mana CPNS bekerja dan dalam implementasi nilai ANEKA
sebagai Pengawas Bangunan dan Gedung di Dinas Perumahan Rakyat
dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukamara.
Sumber kegiatan yang akan dilaksanakan berdasarkan isu yang yang
diangkat berdasarkan tiga hal yaitu bersumber dari SKP (Sasaran Kinerja
Pegawai), penugasan dari atasan dan atas inisiatif sendiri.
Rencana aktualisasi yang akan dilakukan penulis dalam implementasi
nilai ANEKA sebagai pengawas di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman Kabupaten Sukamaraselama masa habituasi yaitu :
1. Melaporkan kegiatan aktualisasi habituasi yang akan dilakukan
di kantor dinas kepada atasan langsung
2. Mempelajari dan memperhatikan isi Kontrak Kerja
3. Melaksanakan persiapan kegiatan Pre Contruction Meeting
(PCM)
4. Melakukan koordinasi dengan direksi lapangan
5. Melaksanakan kegiatan pengawasan di lapangan

22
23

Diharapkan melalui pelaksanaan kegiatan – kegiatan tentang hal


tersebut di atas yang akan diaktualisasikan oleh para direksi lapangan di
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten
Sukamara, mampu mengoptimalkan kegiatan pengawasan pekerjaan
bangunan dan gedung yang ada di Kabupaten Sukamara.

3.2.3. Rancangan Aktualisasi


Berikut ini kegiatan-kegiatan yang termuat dalam rencana aktualisasi
tersebut akan dilaksanakan dengan tahapan-tahapan kegiatan sebagaimana
yang diuraikan dalam tabel berikut ini :

23
RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI

Unit Kerja : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman


Instansi : Kabupaten Sukamara
Identifikasi Isu : 1. Kurang optimalnya pengawasan pekerjaan oleh direksi lapangan
2. Kurang maksimalnya perencanaan awal pekerjaan
3. Kurangnya personil pekerja di lapangan

Isu yang diangkat : Kurang Optimalnya Pengawasan Pekerjaan oleh Direksi Lapangan di Dinas Perumahan
Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukamara

Gagasan pemecahan isu : Optimalisasi Pengawasan Pekerjaan oleh Direksi Lapangan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman Kabupaten Sukamara

Tabel 3.3. Rencana Kegiatan Aktualisasi

24
Kontribusi
Keterkaitan
Terhadap Visi Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Substansi Mata
Misi Organisasi nilai Organisasi
Pelatihan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Melaporkan
. kegiatan 1. Menghadap Kepala 1. Mendapatkan Akuntabilitas : Terkoordinasinya Terwujudnya
aktualisasi habituasi Bidang dengan surat approval Menginformasikan kegiatan yang tatanan
yang akan dilakukan sopan /persetujuan dari secara Terbuka berlangsung antar perumahan,
di kantor instansi 2. Melakukan konsultasi kantor dinas kepada atasan dan atasan dan rekan kawasan
kepada Kepala Bidang rekan kerja dalam
kepada atasan mengenai kegiatan yang akan kerja di lingkup permukiman yang
langsung terkait rancangan kegiatan kantor, sehingga layak, serta
aktualisasi yang akan
dilaksanakan pada
rancangan saat kegiatan tercapainya salah sarana prasarana
dilaksanakan
aktualisasi selama satu misi Dinas umum dan
3. Memberi penjelasan masa habituasi di Perumahan Rakyat pemerintahan
Nasionalisme
tentang sistematika kantor instansi dan Kawasan yang seimbang
Sila ke 4 butir 4
aktualisasi yang akan 2. Permukiman berbasis
Musyawarah untuk
dilakukan kepada Mengembangkan Kabupaten lingkungan dan
mencapai mufakat
rekan satu bidang standart Sukamara yaitu berkelanjutan
diliputi oleh semangat
4. Menyusun rencana operational meningkatkan
pelaksanaan kegiatan kekeluargaan
procedure (SOP) pembangunan
dalam proses Etika Publik: infrastruktur
pengawasan Bersikap sopan dan
bangunan dan berperilaku baik
gedung dalam terhadap seluruh
tujuan mencapai rekanan ataupun rekan
optimalisasi kerja
pengawasan
Komitmen Mutu:
Mampu bekerja sama
dengan pimpinan
maupun sesama rekan

25
kerja dengan
melakukan koordinasi
secara terus-menerus

Antikorupsi:
Berani meminta
tanggapan dalam
bimbingan dan
konsultasi kepada
atasan dan jujur
terhadap penyampaian
gagasan selama proses
kegiatan

Whole of
Government:
Berkoordinasi dan
Bekerja secara
Terintegrasi dalam
mencapai hasil optimal

2. Memeriksa Isi 1. Membaca tahapan Penandatanganan Akuntabilitas: Mewujudkan Terwujudnya


Dokumen Kontrak Kontrak pekerjaan Kontrak Informasi bersikap Organisasi Yang tatanan
2. Memperhatikan terbuka terhadap pihak Efisien, Tata perumahan,
waktu pelaksanaan ketiga kawasan
Laksana Yang
pekerjaan (konsultan/kontraktor) permukiman yang
3. Memeriksa Efektif Dengan layak, serta
kelengkapan Nasionalisme: Menerapkan Prinsip sarana prasarana
Sertifikat Keahlian Sila ke 5 Butir 3 Goodgoverment umum dan
Teknis, sesuai dengan Menjaga Hak dan pemerintahan

26
syarat teknis Kewajiban, baik bagi yang seimbang
pekerjaan Instansi Pengguna berbasis
Anggaran (Pemberi lingkungan dan
Jasa) maupun bagi berkelanjutan
Kontraktor Pelaksana
(Penyedia Jasa)

Etika publik:
Menjaga Rahasia
Dokumen pekerjaan
pihak ketiga dari pihak
yang tidak
berkepentingan

Komitmen mutu:
Jujur dan
bertanggung Jawab
dalam melakukan
pemeriksaan dokumen
dengan kecepatan
kerja optimal (tidak
menunda)

Anti korupsi:
Jujur dalam
menyampaikan isi pasal
yang mengikat dan
wajib dilaksanakan bagi
pihak pelaksana
kegiatan

Manajemen ASN:

27
Melakukan pekerjaan
secara profesional

Pelayanan Publik :
Komunikatif dalam
penyampaian informasi
terkait dokumen
kontrak

3. Melaksanakan 1. Membuat undangan Berita Acara Akuntabilitas : Meningkatkan Dan Terwujudnya


Persiapan Kegiatan kepada Direksi Persetujuan Penyampaian dilakukan Membangun tatanan
Pre Contruction Lapangan mengenai hal-hal secara terbuka dan Prasarana, Sarana perumahan,
2. Pihak Intansi teknis yang transparan kepada Umum Dan kawasan
Meeting (PCM)
(Pengguna Anggaran) berkaitan sebelum pihak undangan terkait Pemerintahan permukiman yang
melakukan klarifikasi pelaksanaan fisik segala hal yang akan layak, serta
dan penjelasan terkait dimulai dilakukan di dalam sarana prasarana
proyek yang sudah pekerjaan fisik umum dan
menerima kontrak (konstruksi) pemerintahan
dan Surat Perintah yang seimbang
Mulai Kerja (SPMT) Nasionalisme : berbasis
dan siap penunjukkan Sila 4 Butir 3 lingkungan dan
lokasi di lapangan Mengutamakan berkelanjutan
musyawarah dalam
mengambil keputusan
untuk kepentingan
bersama.

Etika Publik:
Bersikap sopan dan
sesuai tata aturan
dalam pelaksanaan
kegiatan tersebut
Komitmen Mutu:

28
Ramah dan
komunikatif dalam
penyampaian informasi

Antikorupsi:
Tepat waktu dalam
pelaksanaan kegiatan

Whole of
Government:
Berkoordinasi antar
tim, baik dari pihak
konsultan, kontraktor,
dinas maupun pihak
pendamping kegiatan
demi mencapai mutu

4. Melakukan 1. Membuat jadwal Kesepakatan Akuntabilitas : Meningkatkan Terwujudnya


Koordinasi dengan koordinasi dengan bersama Tanggung Jawab, Kawasan tatanan
Direksi Lapangan pihak proyek Dokumentasi Kejelasan dalam Permukiman Yang perumahan,
bangunan Berita Acara instruksi pekerjaan di Sehat, Bersih Serta kawasan
2. Datang ke lokasi lapangan Didukung Oleh permukiman yang
pekerjaan yang Utilitas Yang layak, serta
sedang berlangsung Nasionalisme : sarana prasarana
Memadai
untuk mengetahui Sila 4 Butir 3 umum dan
progres pekerjaan Mengutamakan pemerintahan
3. Melakukan musyawarah dalam yang seimbang
pengecekan dan mengambil keputusan berbasis
memberikan instruksi untuk kepentingan lingkungan dan
teknis terhadap item bersama. berkelanjutan
pekerjaan yang
sedang dilakukan
sesuai dengan Etika Publik:

29
spesifikasi teknis Bersikap sopan dan
yang telah ditentukan ramah dalam
penyampaian informasi
ataupun instruksi di
lapangan

Komitmen Mutu:
Mampu bekerja sama
dalam tim dalam
pencapaian target

Antikorupsi:
Melaksanakan
pekerjaan di lapangan
dengan disiplin dan
jujur sesuai dengan
ketentuan yang berlaku

Whole of
Government:
Bekerjasama dan
Berkoordinasi dalam
Keterlibatan satu sama
lain

5. Melaksanakan 1. Menggunakan gambar Penyampaian Akuntabilitas : Sebagai salah satu Terwujudnya


Kegiatan kerja dan RAB Laporan tertulis, Bertanggung Jawab, bentuk dalam tatanan
Pengawasan di sebagai acuan Memo terbuka dan mencapai Visi perumahan,
pengawasan Foto Dokumentasi profesional dalam Dinas Perumahan kawasan
Lapangan
2. Melaporkan langsung lapangan menjalankan kewajiban Rakyat dan permukiman yang
kepada atasan apabila pekerjaan pengawasan Kawasan layak, serta
ada progres yang di lapangan sarana prasarana
Permukiman
tidak sesuai Nasionalisme : umum dan

30
3. Melakukan Sila ke 2 Butir 6 dan 8 Kabupaten pemerintahan
monitoring/pengawas Sukamara yang seimbang
an berkala terkait Etika Publik: Meningkatkan dan berbasis
kemajuan pekerjaan Bersikap sopan dalam membangun lingkungan dan
penyampaian kritik atau prasarana, sarana berkelanjutan
masukan di lapangan umum dan
kepada petugas
pemerintahan
lapangan

Komitmen Mutu:
Bertanggung jawab
dan kompeten dalam
menjalankan
pengawasan pekerjaan
lapangan sesuai dengan
kebutuhan spesifikasi
teknis tertentu

Antikorupsi:
Jujur, melakukan
kegiatan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku

Whole of
Government:
Berkoordinasi secara
terintegrasi dengan
semua pihak direksi
lapangan

31
3.3. Jadwal Aktualisasi
Sesuai dengan jadwal pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS Golongan
III Angkatan IVKelas G Tahun 2019, maka kegiatan aktualisasi nilai dasar
ANEKA dilaksanakan dari tanggal 07 Oktober – 11 November Tahun
2019. Nilai-nilai dasar ANEKA yang akan diaktualisasikan oleh penulis
dalam kegiatan yang dilaksanakan selama offcampus dijadwalkan sebagai
berikut :

BULAN
OKTOBER NOVEMBER
NO. URAIAN KEGIATAN
MINGGU MINGGU
1 2 3 4 1 2
Melaporkan kegiatan aktualisasi
habituasi yang akan dilakukan di
1.
kantor dinas kepada atasan
langsung
Mempelajari dan
2. memperhatikan isi Kontrak
Kerja
Melaksanakan persiapan
3. kegiatan Pre Contruction
Meeting (PCM)
Melakukan koordinasi
4.
dengan direksi lapangan
Melaksanakan kegiatan
5.
pengawasan di lapangan

Tabel 3.4.Tabel Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi

32
DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................ ii
KATA PENGANTAR ............................................................................... iii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ....................................................................................... v
DAFTAR GAMBARvi

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1


1.1.Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2.Tujuan Aktualisasi ......................................................................... 4
1.3.Manfaat .......................................................................................... 5
1.4.Ruang Lingkup ............................................................................... 6

BAB II GAMBARAN UMUM ................................................................. 7


2.1.Latar Belakang ............................................................................... 7
2.2.Visi dan Misi Organisasi .................................................................... 8
2.3.Sasaran Kinerja Pegawai ................................................................. 9
2.4.Penugasan dari Pimpinan ................................................................ 12
2.5.Kegiatan Inisiatif Sendiri ................................................................ 12

BAB III RENCANA AKTUALISASI ..................................................... 13


3.1.Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara .................................................. 13
3.2 Rencana Kegiatan Aktualisasi............................................................. 19
3.3 Jadwal Kegiatan .............................................................................. 32

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

33