Anda di halaman 1dari 1

lemah.

Biji berwarna putih, gepeng memanjang tertutup endokarp yang


tebal, mengayu dan berserat. Biji ini terdiri dari dua keping; ada yang
monoembrional dan ada pula yang poliembrional.
Menurut Prahasta (2009) Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi
yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan
berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai
tinggi 10-40 m.
Menurut Tjitrosoepomo (2010) Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik
tertinggi. Ciri khas yang dimiliki oleh tumbuhan berbiji yaitu berupa biji (dalam
bahasa Yunani: sperma). Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) terdiri dari dua sub-
divisio yaitu Gymnospermae dan Angiospermae.
Tumbuhan paku (Pteridophyta) termasuk tumbuhan tingkat tinggi karena
mempunyai akar semu, batang, daunnya memiliki kotak spora, dan mempunyai
jaringan pembuluh. Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan floem Tumbuhan
paku memilki ciri-ciri yaitu lapisan pelindung sel yang terdapat disekeliling organ
reproduksi. Memiliki embrio multiseluler yang terdaat didalam arkegonium.
Lapisan kutikula terdapat pada bagian luar tubuh. Akarnya berupa rhizoid yang
bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi oleh kaliptra. Memiliki
system transportasi internal yang memiliki fungsi sebagai pengangkut air dan zat-
zat air mineral dari dalam tanah. Daun tumbuhan paku yang masih muda pada
umumnya melingkar atau menggulung. Memiliki jaringan pembuluh yaitu xylem
yang mengangkut air dari akar ke daun dan floem yang mengangkut zat makanan
hasil fotosintesis. Merupakan jenis tumbuhan berkomus yaitu antara bagian akar,
batang dan daunnya sudah dapat dibedakan dengan jelas. Daun tumbuhan paku
ada yang namanya daun sporofil dan daun tropopil. Daun sporofil yaitu daun yang
ada bintik-bintiknya (sorus) yang menghasilkan spora. Dilindungi oleh lapisan
pelindung insidium. Daun tropopil yaitu daun yang tidak ada bintik-bintiknya.
Daun tropopil untuk berkembang biak sedangkan daun sporofil untuk
berfotosintesis.
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Riandri (2011) Tumbuhan paku dapat
ditemukan diberbagai habitat, ada yang tumbuh didaratan yang tanahnya