Anda di halaman 1dari 3

TATA TERTIB MUSYAWARAH LUAR BIASA (MUSLUB)

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA


POLTEKKES KEMENKES TANJUNGPINANG

BAB I
Nama dan Tujuan
Pasal 1
Nama
Permusyawaratan ini dinamakan Musyawarah Luar Biasa Badan Eksekutif Mahasiswa Poltekkes Kemenkes
Tanjungpinang yang selanjutnya tata tertib ini disingkat MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.

Pasal 2
Tujuan
Tujuan Tata Tertib MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang untuk mengatur jalannya persidangan
MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.

BAB II
Waktu dan Tempat
Pasal 3
Waktu
MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dilaksanakan pada 22 Juni 2019

Pasal 4
Tempat
MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dilaksanakan di Kelas 3A Keperawatan

BAB III
Kedudukan
Pasal 5
Sesuai dengan BAB VII Lembaga Musyawarah Pasal 20 Anggaran Dasar BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
tentang Musyawarah Luar Biasa

BAB IV
Peserta MUSLUB
Pasal 6
Komposisi
Peserta MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang terdiri dari peserta biasa, luar biasa dan
istimewa.
Pasal 8
Kriteria Peserta
1. Peserta biasa ialah Pengurus Aktif Badan Eksekutif Mahasiswa
2. Peserta luar biasa ialah Dewan Purna Badan Eksekutif Mahasiswa
3. Peserta istimewa ialah Direktur, Wadir dan Dosen dari Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.
Pasal 9
Hak
1. Hak peserta MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, terdiri dari :
a. Hak Bicara, yaitu hak untuk mengajukan usul dan pendapat.
b. Hak Suara, yaitu hak untuk memilih dan dipilih.
2. Peserta Biasa mempunyai hak suara dan bicara.
3. Peserta Luar biasa dan Istimewa mempunyai hak bicara.

Pasal 10
Kewajiban
Kewajiban peserta MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang:
1. Mengikuti acara MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dengan tepat waktu.
2. Peserta wajib datang 10 menit sebelum sidang dimulai.
3. Mematuhi tata tertib persidangan.
4. Bagi peserta yang ingin memberikan interupsi dapat mengangkat tangan kanan dan bagi peserta yang ingin
izin dapat mengangkat tangan kiri
5. Peserta boleh memasuki persidangan setelah mendapat izin dari panitia.
6. Peserta boleh meninggalkan persidangan setelah mendapatkan izin dari pimpinan sidang.
7. Peserta boleh menghidupkan handphone dengan profil silent pada saat sidang berlangsung.
8. Pesarta dapat mengangkat telepon setelah mendapat izin dari pimpinan sidang
9. Peserta dilarang interupsi sebelum mohon bicara.
10. Peserta dilarang interupsi diatas interupsi.
11. Peserta dilarang tidur pada saat sidang berlangsung.

BAB V
Sanksi
Pasal 11
1. Sanksi diberikan kepada peserta yang melanggar tata tertib.
2. Sanksi dapat berbentuk peringatan, pencabutan hak bicara dan hak suara atau dikeluarkan oleh pimpinan
sidang atas persetujuan forum.

BAB VI
Sidang-sidang
Pasal 12
Persidangan
1. Persidangan MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang terdiri dari Sidang Pleno 1, sidang Pleno 2,
sidang Pleno 3 dan sidang Pleno 4
2. Sidang Pleno dihadiri oleh seluruh peserta MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.
Pasal 13
Wewenang Sidang Pleno
Wewenang Sidang Pleno terdiri atas:
1. Pleno I berwenang untuk :
a. Membahas dan mengesahkan Agenda Acara
b. Membahas dan mengesahkan tata tertib persidangan.
2. Pleno II berwenang untuk:
a. Membahas dan Mengesahkan Pngunduran Diri Ketua BEM
b. Membahas dan Mengesahkan Pergantian Ketua BEM
3. Pleno III berwenang untuk Membahas dan Mengesahkan pimpinan sidang tetap
4. Pleno IV berwenang untuk:
a. Mengesahkan hasil reshuffle kepengurusan BEM POLTAN Periode 2019
b. Pembahasan kerja BEM POLTAN Periode 2019

BAB VIII
Quorum
Pasal 14
1. Sidang Pleno dinyatakan sah apabila dihadiri minimal oleh sekurang-kurangnya 2/3 jumlah peserta sidang
2. Apabila sampai pada waktunya sidang maka sidang diundur 1 x 15 menit.
3. Apabila poin (2) tidak terpenuhi, maka sidang akan dinyatakan quorum
BAB IX
Putusan
Pasal 15
Bentuk Putusan
Bentuk-bentuk putusan MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang:

1. Bentuk-bentuk putusan MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang adalah:


a. Keputusan MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.
b. Ketetapan MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.
2. Keputusan MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang adalah putusan yang mempunyai kekuatan
mengikat dalam lingkup MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.
3. Ketetapan MUSLUB BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang adalah putusan MUSLUB BEM Poltekkes
Kemenkes Tanjungpinang yang mempunyai kekuatan mengikat kedalam dan keluar MUSLUB
BEMPoltekkes Kemenkes Tanjungpinang.
Pasal 16
Pengambilan Keputusan
1. Pengambilan keputusan pada dasarnya dilakukan dengan asas musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila tidak tercapai kemufakatan maka dilakukan penundaan selama 1 x 5 menit untuk dilakukan lobi dari
pihak-pihak yang secara jelas berbeda pendapat
3. Apabila lobi gagal mencapai keputusan, maka dilakukan dengan suara terbanyak (voting)
4. Apabila hasil pemungutan suara masih sama banyaknya maka putusan diserahkan kepada kebijaksanaan
pimpinan sidang pleno dengan memperhatikan aspirasi forum.

BAB X
Presidium Sidang
Pasal 17
Pembagian presidium sidang
Presidium sidang Mubes Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang:

1. Pimpinan Sidang Sementara


2. Pimpinan Sidang Tetap

Pasal 18
Pimpinan Sidang
1. Sidang Pleno I, II dan III dipimpin oleh Pimpinan Sidang Sementara
2. Sidang Pleno IV dan seterusnya dipimpin oleh Pimpinan Sidang Tetap

Pasal 19
Jumlah Pimpinan Sidang
1. Pimpinan sidang sementara terdiri dari 3 (tiga) orang perwakilan dari Badan Legislatif (BLM) sebagai
Fasilitator.
2. Pimpinan sidang tetap terdiri dari 3 (tiga) orang perwakilan dari peserta MUSLUB.

Pasal 20
Mekanisme Pemilihan Pimpinan Sidang
1. Pimpinan sidang sementara dipimpin oleh mahasiswa Poltekkes dan menjadi peserta MUSLUB BEM Poltekkes
Kemenkes Tanjungpinang.
2. Pemilihan pimpinan sidang tetap dilakukan oleh seluruh peserta biasa MUSLUB Poltekkes Kemenkes
Tanjungpinang.
3.

BAB XI
Penutup
Pasal 21
1. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini, maka diatur kemudian oleh pimpinan sidang dengan
persertujuan peserta sidang.
2. Tata tertib ini berlaku sejak diputuskan.

Anda mungkin juga menyukai