Anda di halaman 1dari 9

Algoritma Pembuatan Objek 3D (Limas)

Januari 20, 2015


Algoritma Pembuatan Objek 3D

Algoritma pembuatan (objek) di ruang tiga dimensi adalah sebagai berikut:

1. Penentuan lokasi titik koordinat objek.


2. Pembentukkan garis sebagai penghubung tiap-tiap titik.
3. Transformasi dari objek yang telah terbentuk.

1. Penentuan lokasi titik koordinat

Dilakukan dengan cara menentukan titik pusat dari benda (objek) yang akan dibuat secara tiga dimensi).
Dimana untuk benda (objek) tiga dimensi terletak pada titik koordinat (0, 0, 0) pada suatu kuadran garis.
Kuadran garis pada benda yang ada di ruang tiga dimensi dapat diperlihatkan dengan gambar sebagai berikut:

Gambar 1 Kuadran garis 3D.

Adapun nilai dari masing-masing sumbu yang terletak di masing – masing kuadran adalah

sebagai berikut:

Tabel 1 Kuadran Tiga Dimensi


2. Pembentukkan garis sebagai penghubung tiap-tiap titik.

Contoh kasus : Pembuatan Objek 3D pada Limas.

Terdapat 5 buah titik yang menjadi sudut suatu benda dengan nilai koordinat sebagai berikut:

Tabel 2. Tabel Nilai Koordinat

Tabel 3. Tabel Pasangan Garis


Ket:

vertex : adalah sebuah titik.

Edge : adalah sebuah garis.

Gambar 2 Hasil penarikan garis pada vertex

Sehingga dihasilkan sebuah objek 3D limas dengan titik (4;1 sebagai titik A), (2 sebagai titik B), (5 sebagai
titik C), (3 sebagai titik D).

3. Transformasi dari objek yang telah terbentuk.

Transformasi dilakukan setelah benda yang diinginkan terbentuk. Benda (objek) yang telah ada tersebut akan
ditransformasikan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pengguna program (user). Dapat ditranslasi atau
digeser, diperbesar atau diperkecil (skala) sesuai dengan ukuran yang dikehendaki, maupun dirotasi (diputar)
menurut sumbu x, sumbu y dan sumbu z.
KOORDINAT KARTESIUS DAN VEKTOR DALAM RUANG DIMENSI TIGA

Koordinat Kartesius dan Vektor dalam Ruang Dimensi Tiga

A. Koordinat Kartesius dalam Ruang Dimensi Dua

Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas tentang sistem kartesius pada bidang yaitu sistem
kartesius pada dimensi 2 atau 2D. dimana untuk sistem koordinat kartesius 2D ini kita hanya mengenal 2
sumbu koordinat yaitu sumbu x dan sumbu y sehingga membentuk suatu bidang. Maka bagaimana
dengan sisitem koordinat kartesius pada ruang dimensi tiga atau 3D ini sendiri? Pada sisitem koordinat
kartesius 3D ini kita mengeal dengan adanya 3 sumbu yang terdapat pada koordinat kartesiusnya yaitu
sumbu x, sumbu y dan sumbu z sehingga akan berbentuk ruang bukan bidang yang terdapat pada
koordinat kartesius 2 D. Adapun gambar sisitem koordinat kartesius 3D adalah sebagai berikut :

Pada gambar diatas sumbu yang berwarna merah adalah sumbu x, sumbu yang berwarna hijau adalah
sumbu y dan sumbu yang berwarna biru adalah sumbu z. Ketiga sumbu ini menentukan 3 bidang yaitu
bidang xy, bidang x zdan bidang yz.

Dan pada sistem koordinat kartesius 2D kita mengenal dengan adanya istilah kuadran yaitu kuadran I, II,
III dan IV. Sedangkan pada sistem koordinat kartesius 3D kita akan mengenal istilah oktan. Dimana oktan
pada koordinat artesius ini ada 8 oktan. Dimana gambar kedelapan oktan pada koordinat kartesius 3D ini
adalah sebagai berikut :
Terlihat pada gambar diatas bahwa oktan I, II, III dan IV berada di atas bidang xy sedangkan untuk oktan
V, VI, VII dan VIII berada dibwah bidang xy. Posisi oktan-oktan ini berlawanan dengan arah jarum jam.
Dimana adapun syarat atau ketentukan untuk nilai x, y dan z untuk setiap oktan-oktannya yaitu sebagai
berikut :

1. Oktan I = ( +x, +y, +z)

2. Oktan II = ( +x, -y, +z)

3. Oktan III = ( -x, -y, +z)

4. Oktan IV = ( -x, +y, +z)

5. Oktan V = ( +x, +y, -z)

6. Oktan VI = ( +x, -y, -z)

7. Oktan VII = ( -x, -y, -z)

8. Oktan VIII = ( -x, +y, -z)

Letak suatu titik ditentukan oleh jarak titik itu ke bidang-bidang koordinat xy, xz, yz dan arah positif atau
negative. Oleh karena itu suatu titik tertentu oleh pasangan (triple) tiga ilangan, misalnya titik P(x,y,z).
pasanagn pertama yaitu x disebut koordinat x atau absis. Pasangan kedua yaitu y disebut koordinat y atau
ordinat. Dan pasangan ketiga disebut koordinat z atau aplikat.
Selanjutnya untuk menggambar sebuah titik pada koordinat kartesius 3D kita tidak perlu menggambar
bangun ruangnya tetapi cukup dengan tiga ruas garis yang menyatakan panjang absis, orninat dan
aplikatnya.

Contoh :

Tentukan posisi letak titik A(2,1,2) pada sistem koordinat kartesius 3D. tentukan juga terdapat pada oktan
berapa titik A tersebut !

Jawab :

Diketahui A(2,1,2)

Maka untuk menggambar titik A tersebut kita langsung saja dengan cara pertama melangkah 2 satuan ke
arah sumbu x positif kemudian lanjutkan melangkah 1 satuan ke arah sumbu y positif dan terakhir
melangkah 2 satuan ke arah sumbu z positif. Maka gambarnya seperti pada tampak dibawah ini :

Karena titik A(2,1,2) maka berdasarkan syarat atau ketentuan titik di tiap oktan maka ini sesuai dengan
Oktan I = ( +x, +y, +z). maka didapatlah bahwa titik A(2,1,2) berada pada Oktan I pada sistem koordinat
kartesius 3D.

B. Jarak Dua Titik

Jarak Dua Titik

Perhatikan gambar dibawah ini, kita akan menentukan jarak titik asal O ke titik P (x1, y1, z1).

|OA| = x1

|AB| = y1

|BP| = z1

Perhatikan segitiga AOB yang siku-siku di A, maka :

|OB|2 = |OA|2 + |AB|2

|OB|2 = x12 + y12


Kemudian perhatikan pada segitiga OBP yang siku-siku di B berlaku bahwa :

|OP|2 = |OB|2 + |BP|2

|OP|2 = x12 + y12 + z12 (jika jarak O ke P(x1,y1,z1))

Sehingga kita dapatkan bahwa untuk mencari jarak dari titik asal ke suatu titik adalah

Mencari jarak suatu titik ke titik yang lain

Dimisalkan titik A(x1,y1,z1) dan titik B(x2,y2,z2), maka untuk mencari jarak AB kita gunakan :

Vektor Dalam Ruang Dimensi Tiga

Panjang Vektor :

Diketahui suatu vektor a = < a1, a2, a3 >, maka panjang vektor a adalah :

Jika diketahui suatu vektor a = < a1, a2, a3 > dan b = < b1, b2, b3 > maka jarak vektor AB :

Jika vektor u = < u1, u2, u3 > dan vektor v = < v1, v2, v3 > maka perkalian titiknya didefinisikan
sama dengan vektor pada bidang, yaitu :

Apabila vektor u tegak lurus terhadap vektor v maka dapat dibuktikan dengan :

Perkalian Vektor
Jika diketahui suatu vektor a = < a1, a2, a3 > dan b = < b1, b2, b3 > maka :

Hasil Kali Silang Dua Vektor

C. Vektor dalam Ruang Dimensi Tiga

Vektor bukan hanya berada pada bidang tapi bisa juga berada pada ruang. Pada bidang suatu titik A dapat
dinyatakan dengan dua koordinat yaitu absis dan ordinat, misalnya A (x1,y1).

Sehingga dapat diturunkan seperti sama halnya dengan vector pada bidang bahwa :

Kita ingat lagi bahwa hasil kali titik dari dua vector adalah suatu scalar. Maka seperti pada vector bidang
pula bahwa jika dua vector saling tegak lurus maka hasil kali titiknya sama dengan nol. Dan sebaliknya
apabila hasil kali dari dua vector yang bukan vektor nol sama dengan nol maka dua vector tersebut saling
tegak lurus. Hal ini dapat ditulis sebagai berikut :

D. Menggambar Sebuah Persamaan Pada Sistem Koordinat Kartesius Ruang Dimensi Tiga

Sama halnya dengan menggambar persamaan di bidang dimensi dua, pada ruang dimensi tiga ini saat kita
akan menggambar dari suatu persamaan yang diketahui maka kita cari terlebih dahulu titik potong dari
ketiga sumbu Dimana untuk titik potong di sumbu x maka y = z = 0, untuk titik potong si sumbu y maka x
= z = 0 dan untuk titik potong di sumbu z maka x = y = 0.

Sebagai contoh misalnya diketahui sebuah persamaan yaitu x + 2y + z = 4. Maka pertama kita harus
mencari titik-titik potongnya dahulu yaitu :

1. Titik potong di sumbu x maka y = z = 0, sehingga :

x + 2y + z = 4

x + 2(0) + 0 = 4

x=4

Maka titik potong di sumbu x adalah (4,0,0)

2. Titik potong di sumbu y maka x = z = 0, sehingga :

x + 2y + z = 4

0 + 2y + 0 = 4
2y = 4

y =2

Maka titik potong di sumbu x adalah (0,2,0)

3. Titik potong di sumbu z maka x = y = 0, sehingga :

x + 2y + z = 4

0 + 2(0) + z = 4

z=4

Maka titik potong di sumbu x adalah (0,0,4)

Setelah kita dapat titik-titik potongnya maka kita dapat langsung menentukan letak dari titik-titik potong
tersebut. Dan dengan bantuan geogebra didapatlah gambar dari persamaan x + 2y + z = 4 adalah sebagai
berikut :

Anda mungkin juga menyukai