Anda di halaman 1dari 10

Tips Sehat, Hidup Sehat

Sering Sesak Napas Belum Tentu Asma. Apa Saja Kemungkinan Lainnya?

Oleh Risky Candra Swari

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum .

penyebab sesak nafas

Ketika paru-paru tidak mendapatkan cukup pasokan udara, Anda akan merasa sesak nafas atau kesulitan
bernapas. Akibatnya, napas Anda jadi cepat, dangkal, dan kadang berbunyi “ngik-ngik”. Dada pun terasa
nyeri seperti ada yang melilit tali erat-erat di sekeliling dada Anda. Semua sensasi melemahkan ini adalah
gejala asma yang paling dapat dikenali.

Tak jarang, banyak yang mengira kalau sesak nafas itu sudah pasti asma. Padahal belum tentu. Sesak
napas dapat muncul tiba-tiba (akut) atau bersifat kambuhan dalam jangka panjang (kronis), dan bisa
diakibatkan sejumlah masalah kesehatan berbeda selain asma.

Penyebab sesak nafas yang muncul tiba-tiba (akut)

1. Asma

Asma adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (bronkus).
Peradangan mengakibatkan bronkus menjadi bengkak, menyempit, dan terus memproduksi lendir
berlebih.

Akibatnya, Anda sering merasa sesak napas atau ngos-ngosan, serta sulit bernapas lega. Anda mungkin
merasa dada sering sakit sesak seperti ada yang mengikat tali erat-erat di sekeliling dada. Napas mengi
berbunyi “ngik-ngik” dan batuk-batuk juga menjadi gejala asma yang paling umum.

2. Keracunan karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida terjadi ketika seseorang terlalu banyak menghirup karbon monoksida.
Karbon monoksida tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengiritasi kulit dan mata, namun sangat
berbahaya jika terlalu banyak mengendap di dalam tubuh. Ya, gas ini sangat beracun dan mudah
terbakar. Gas ini berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat atau kayu.

Setelah terhirup, karbon monoksida dapat terikat erat dalam hemoglobin darah 200 kali lebih kuat
dibandingkan ikatan oksigen. Gas karbon monoksida akan ikut mengalir bersama darah ke seluruh tubuh,
sehingga akan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan karena kekurangan oksigen. Akibatnya, Anda
akan mengalami berbagai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, mual dan muntah.

Semakin lama Anda menghirup gas tersebut, semakin buruk pula gejala yang didapatkan. Ketika kadar
karbon monoksida sudah mencapai level akut di dalam tubuh, keracunan zat ini bisa menyebabkan
kematian.

3. Tamponade jantung (kelebihan cairan di sekitar jantung)

Tamponade jantung adalah kondisi darurat medis ketika darah atau cairan memenuhi ruang antara
selaput tipis yang membungkus jantung (perikardium) dan otot jantung. Kondisi ini memberikan tekanan
yang sanggat kuat pada jantung sehingga mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh
tubuh.

Kurangnya pasokan darah ke jantung dan seluruh tubuh dapat menyebabkan berbagai gejala seperti
sesak nafas, napas pendek, sakit pada dada (terutama pada bagian kiri dada), serta dada terasa penuh
dan tertekan. Jika tidak segera ditangani, temponade jantung dapat menyebabkan syok, gagal jantung,
kegagalan fungsi organ lainnya, bahkan kematian.

4. Hernia hiatal

Hernia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagian dalam tubuh yang menonjol keluar
dari tempatnya. Nah, hernia hiatal adalah kondisi yang menyebabkan bagian atas perut menonjol hingga
ke bagian pembukaan diafragma, otot pemisah perut dengan dada. Otot ini membantu agar asam
lambung tidak naik ke kerongkongan.

Jika Anda memiliki hernia hiatal, maka asam lambung jadi lebih mudah naik. Naiknya asam lambung ke
kerongkongan disebut dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini dapat menyebabkan
komplikasi pada perut dan tenggorokan. Akibatnya, Anda mungkin seringkali mengalami heartburn
(dada terasa panas), sulit bernapas atau sesak nafas, sakit di area dada atau perut, sulit menelan, dan
lain sebagainya.

5. Gagal jantung

Gagal jantung adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan jantung yang tidak bisa
berfungsi baik dan tidak memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien. Kondisi ini disebabkan karena
adanya penyempitan atau penyumbatan yang terjadi pada pembuluh arteri koroner.

Menyempitnya pembuluh darah ini menyebabkan aliran darah yang membawa oksigen jadi terhambat.
Akibatnya, jaringan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup sehingga menimbulkan
beberapa gejala seperti sesak napas, kelelahan, tidak fokus, hingga penumpukan cairan di dalam organ.

6. Tekanan darah rendah (hipotensi)

Hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah pada arteri sangat rendah sehingga darah tidak dapat
mengantarkan cukup oksigen dan nutrisi ke organ-organ tubuh. Aliran darah yang tersumbat membuat
oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh. Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala sesak napas.

Hipotensi biasanya didiagnosis ketika tekanan darah mencapai 90/60 atau kurang, dan diikuti beberapa
gejala yakni pusing, dehidrasi, sulit berkonsentrasi, mual, kulit dingin dan lembap, napas pendek atau
cepat, kelelahan, merasa sangat haus, penglihatan kabur, hingga pingsan (hilang kesadaran).

7. Emboli paru

Emboli paru adalah penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru-paru Anda. Kondisi ini
menyebabkan aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas sehingga membuat
dada terasa sesak dan detak jantung meningkat, yang membuat Anda kesulitan bernapas. Peradangan
pada jaringan pembungkus paru-paru dan dinding dada (pleura) juga bisa menyebabkan nyeri dada yang
terasa tajam.

8. Pneumotoraks
Pneumotoraks adalah sebuah kondisi di mana ada pengumpulan udara yang mengalir di antara paru-
paru dan dinding dada. Udara yang terkumpul tersebut dapat menekan paru-paru dan membuat paru-
paru menjadi kolaps (mengempis).

Peningkatan tekanan dinding paru-paru akan menghalangi paru-paru untuk mengembang saat kita
menarik napas. Akibatnya, Anda akan mengalami sesak napas dan gejala lain seperti nyeri dada, jantung
berdebar-debar, batuk, dan lain sebagainya.

9. Pneumonia

Pneumonia atau infeksi pada paru-paru juga dapat menyebabkan sesak napas. Pneumonia adalah
penyakit yang menyebabkan kantung udara di dalam paru-paru meradang, membengkak, hingga
dipenuhi cairan. Kondisi ini dapat disebabkan karena infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Zat asing penyebab infeksi akan menyerang kantung udara yang membuat tubuh kehilangan oksigen
untuk masuk ke dalam darah. Akibatnya, sel-sel orang tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena
kekurangan oksigen.

Penyebab sesak napas jangka panjang (kronis)

Penyebab umum

Asma. Asma adalah penyakit kronis yang umumnya muncul pertama kali pada masa kanak-kanak dan
terus berlanjut hingga dewasa. Namun, lebih dari 25 persen pengidap asma baru pertama kali
mengalami serangan di usia dewasa. Asma menyebabkan saluran udara Anda membengkak dan
menyempit, sehingga menimbulkan sensasi sesak saat menarik napas.

PPOK (penyakit paru obstruktif kronik). PPOK adalah sekumpulan penyakit yang merusak paru-paru dan
mengurangi pasokan oksigen ke darah karena terblokirnya jalan napas akibat peradangan atau kerusakan
kantung udara. Hal ini membuat penderitanya sering mengalami sesak nafas, sesak di dada, mengi, dan
batuk.

Gagal jantung. Sebagian besar kasus gagal jantung disebabkan oleh penyakit lain, seperti penyakit
jantung koroner, aritmia, hipertensi, diabetes, kerusakan pada katup jantung, obesitas, cacat jantung,
dan lain sebagainya.
Penyakit paru interstisial. Penyakit paru interstisial adalah sekelompok penyakit yang menyerangan
jaringan paru-paru di antara maupun di bawah kantung udara. Kondisi ini ditandai dengan adanya
jaringan parut di kantung paru, sehingga menyebabkan ruang penyimpanan udara semakin mengecil. Hal
ini akan memengaruhi kemampuan bernapas dan menyalurkan oksigen yang cukup ke dalam aliran
darah.

Obesitas. Obesitas dapat menyebabkan sesak napas karena kelebihan lemak di sekitar perut dan dada
meningkatkan kerja otot-otot yang mengontrol pernapasan. Akibatnya, Anda sering mengalami sesak
nafas atau kesulitan bernapas. Bahkan meski Anda hanya melakukan aktivitas yang ringan.

Masalah paru-paru

Kanker paru-paru. Gejala paling khas dari penyakit ini adalah batuk kronis yang tak kunjung sembuh atau
justru semakin memburuk dari waktu ke waktu. Selain itu, Anda juga mungkin akan merasakan dada
terasa sesak dan umumnya makin parah saat bernapas panjang. Tak jarang hal tersebut membuat Anda
kesulitan untuk bernapas.

Hipertensi pulmonal. Hipertensi pulmonal terjadi ketika arteri di paru-paru menyempit, dan sisi kanan
jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru. Aliran darah yang terhambat
membuat oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh, sehingga tubuh kekurangan udara. Hal ini yang
kemudian menimbulkan gejala sesak napas.

Sarkoidosis. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel radang tumbuh secara berlebihan di bagian tubuh yang
berbeda-beda, misalnya paru-paru, kelenjar getah bening, mata, dan kulit. Jika sel-sel radang tumbuh di
paru-paru, maka dapat menyebabkan napas tersendat-sendat disertai mengi (suara seperti siulan lirih
atau “ngik-ngik”).

Tuberkulosis (TBC). TBC adalah gangguan pernapasan kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Pada gejala TBC, keluhan sesak napas yang muncul merupakan proses
penyakit TBC yang meningkatkan produksi lendir. Akibatnya hal tersebut membuat saluran napas jadi
menyempit dan merusak jaringan paru-paru.

Masalah jantung

Kardiomiopati. Penyakit ini disebabkan karena otot jantung melemah, merenggang, atau memiliki
masalah pada strukturnya. Kondisi ini membuat jantung tidak dapat memompa darah atau berfungsi
dengan baik, sehingga jaringan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Akhirnya hal ini
menimbulkan beberapa gejala seperti sesak napas.

Aritmia. Aritmia adalah kelainan jantung yang ditandai dengan detak jantung yang tidak normal; bisa
terlalu cepat, terlalu pelan, terlalu awal, atau tidak teratur. Detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu
lambat menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Akibatnya Anda akan
mengalami serangkaian gejala seperti sesak nafas, pusing, nyeri dada, dan lainnya.

Perikarditis. Perikarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada perikardium. Perikardium adalah selaput
kantung di sekitar jantung, berfungsi untuk menahan jantung di tempatnya dan melumasi jantung.
Gejala umum dari penyakit ini adalah nyeri dada yang tajam di belakang sternum atau tulang dada, serta
napas pendek atau memburu saat berbaring.

Masalah lainnya yang bisa menyebabkan sesak napas

Anemia.

Patah tulang rusuk.

Tersedak.

Epiglotitis (pembengkakan sebagian tenggorokan).

Menghirup benda asing.

Gangguan kecemasan.

Sindrom Guillain-Barre.

Myasthenia gravis, yang menyebabkan kelemahan otot.

Bagaimana cara mengatasi sesak napas?

Cara mengatasi sesak napas untuk setiap orang tidak sama. Namun ada beberapa langkah-langkah
sederhana yang dapat Anda lakukan ketika sesak napas menghampiri. Berikut pertolongan pertama yang
dapat Anda lakukan untuk mengatasi sesak nafas:

1. Bernapas lewat mulut

Ini adalah cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan sesak napas. Cara ini
membantu memperlambat laju pernapasan yang membuat setiap embusan napas Anda lebih dalam dan
efektif.

Tak hanya itu. bernapas lewat mulut juga dapat membantu melepaskan udara yang terperangkan di
paru-paru. Anda dapat menggunakan cara ini kapan saja setiap kali mengalami sesak napas, terutama
ketika mengangkat benda berat, naik tangga, membungkuk, dan lain sebagainya.
Berikut panduannya:

Lemaskan otot bahu dan leher Anda.

Perlahan-lahan ambilah napas dari hidung tahan selama beberapa detik.

Kerucutkan bibir seolah-olah Anda akan bersiul bersiul.

Hela napas secara perlahan lewat mulut.

2. Duduk di kursi

Istirahat sambil duduk dapat membantu merilekskan tubuh dan melegakan pernapasan Anda. Untuk
memulainya, pastikan Anda dalam keadaan tenang. Duduklah di kursi dengan kedua kaki menginjak
lantai. Bungkukkan sedikit dada ke depan. Letakkan siku di atas lutut atau topanglah dagu Anda dengan
kedua tangan. Pastikan otot leher dan bahu Anda tetap rileks.

3. Berbaring

Banyak orang yang mengalami sesak nafas ketika sedang tertidur. Selain membuat tidak nyaman, hal ini
juga dapat mengurangi kualitas dan durasi tidur Anda. Untuk mengatasinya, Anda dapat berbaring di
atas kasur. Letakkan beberapa bantal di kepala dan di bawah lutut Anda. Pastikan punggung tetap dalam
posisi lurus dan tangan berada di sisi badan. Usahakan posisi kepala Anda lebih tinggi dibandingkan
tubuh Anda

Posisi tersebut membantu memperlancar saluran udara yang tadinya terhambat, sehingga memudahkan
Anda untuk bernapas.

4. Pakai kipas angin

Suatu penelitian menemukan bahwa udara sejuk dapat membantu meredakan sesak nafas.
Mengarahkan kipas angin kecil atau kipas angin genggam ke wajah Anda dapat membantu meringankan
gejala sesak napas.

5. Minum obat
Bagi Anda yang mengalami sesak napas akibat penyakit serius, mungkin harus menjalani perawatan atau
mengonsumsi obat-obatan tertentu dari dokter. Konsultasikan kepada dokter mengenai pengobatan apa
yang tepat untuk Anda.

Beragam pilihan obat sesak napas

Perlu ditekankan bahwa sebelum mengonsumsi obat sesak napas apapun, Anda perlu berkonsultasi dulu
dengan dokter demi mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kondisi kesehatan Anda. Pasalnya,
jenis dan dosis obat sesak napas harus disesuaikan dengan penyebab pastinya.

Berikut jenis obat-obatan sesak napas yang paling umum tersedia, di apotek dan dengan resep dokter.

1. Bronkodilator

Bronkodilator adalah obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas paru menyerap oksigen
supaya Anda bisa bernapas lebih lancar dan lega. Obat-obatan bronkodilator harus dikombinasikan
dengan kortikosteroid hirup, dan baru diberikan jika gejala tidak membaik setelah pemberian
kortikosteroid hirup. Bronkodilator tersedia dalam bentuk inhaler, tablet/pil, sirup, suntikan, hingga
nebulizer.

Ada tiga jenis obat bronkodilator yang umum digunakan, antara lain:

Antikolinergik (tiotropium, ipratropium, glycopyronium, dan aclidinium)

Agonis beta-2 (salmeterol, salbutamol/albuterol, dan formoterol)

Teofilin

Berdasarkan waktu kerjanya, bronkodilator dibagi menjadi dua: reaksi cepat dan reaksi lambat.
Bronkodilator reaksi cepat biasanya diberikan untuk seseorang yang mengalami sesak napas akut (tiba-
tiba) akibat peradangan dan penyempitan saluran napas, seperti pada serangan asma akut. Sedangkan
bronkodilator reaksi lambat lebih ditujukan untuk mengontrol gejala sesak napas pada penyakit paru-
paru kronis (PPOK) atau asma kronis.
Efek samping umum yang dapat muncul dari penggunaan obat ini biasanya menggigil, batuk, sakit
kepala, hingga diare.

2. Antibiotik dan antivirus

Pada kasus sesak napas yang disebabkan oleh infeksi pneumonia, obat sesak napas yang diresepkan akan
bergantung pada mikroba penyebabnya — bakteri atau virus. Antibiotik akan diresepkan dokter untuk
mengatasi pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satu contohnya adalah
Xorim(cefuroxime). Apabila pneumonia Anda disebabkan oleh virus, maka dokter dapat meresepkan
obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (relenza).

Jangan menghentikan atau meningkatkan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter.

3. Diuretik

Jenis obat ini diberikan untuk mengatasi sesak napas yang terjadi akibat gagal jantung. Secara umum,
obat ini berfungsi untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urin.

Efek samping dari penggunaan diuretik adalah Anda akan terus buang air kecil karena diuretik
meningkatkan ekskresi urin dari air dan elektrolit. Oleh karena itu, obat ini disebut “tablet air”.

Apa boleh menggunakan obat sesak napas herbal?

Untuk penggunaan obat herbal, Anda harus melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Sebab,
penggunaan obat secara bersamaan tanpa diketahui lebih lanjut efeknya akan berisiko memperburuk
kesehatan tubuh Anda. Untuk itu, dokter perlu mengecek kandungan obat herbal dan melihat
bagaimana kondisi ginjal dan hati Anda.

Bagikan artikel ini:

Review Date: Juli 30, 2018

Last Modified: Juli 30, 2018

Sumber
Hidup sehat ♡ Hidup bahagia

This site complies with the HONcode standard for trustworthy health information: verify here.

Tentang KamiLowonganKontak KamiKebijakanKebijakan EditorialInformasi PentingInformasi


KesehatanSitemap

© 2019 Hello Health Group Pte. Ltd. Hak cipta dilindungi.

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.