Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TEKNOLOGI FITOFARMASETIKA

“IPOMA TAB”

Dosen Pengampu : Dewi Ekowati, S.Si M.Sc., Apt.

Kelompok 3

Nama Anggota :

Siti Marjanah (22164734A) Sendhyla Yoma A.S (22164745A)

Farikha Baridwan (22164764A) Handaru Yossi P. (22164746A)

Oktiyani (22164767A) Lala Esti K. (22164747A)

Gabriel Jonathan S.A (22164742A) Narita Syahri A. (22164749A)

Ferlina Yustika (22164743A) Narida Syahnas A. (22164750A)

Maulidah Rohmayanti (22164744A) Firda Utami (22164730A)

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SETIA BUDI

TAHUN AJARAN 2019/2020


Formulasi tablet IPOMA TAB dari ekstrak kankung air

Formula

Tiap 500 mg tablet mengandung :

Bahan (mg) Amilum 15% khasiat


Ekstrak Ipomea aquatic F. 72 antihiperglikemia
Ceolus PH 101 338 Sebagai bahan pengisi
Amilum manihot 75 Sebagai bahan penghancur
Mg stearat 10 Sebagai lubrikan
Povidon K 30 5 Sebagai zat pengikat
Total 500

Taksonomi dan klasifikasi kangkung air adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Sub Kingdom : Viridiplantae

Infra Kingdom : Streptophyta

Super Divisi : Embryophyta

Divisi : Tracheophyta

Sub Divisi : Spermatophytina

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Solanales

Family : Convolvulaceae

Genus : Ipomea L

Spesies : Ipomea aquatic Forsk


Ekstrak kangkung air :

Bagian yang digunakan adalah kangkung air yang dikeringkan kemudian diserbuk dan dibuat
ekstrak.

Pembuatan ekstrak :

Serbuk kering kangkung air dimasukan kedalam bejana maserasi, kemudian ditambahkan
pelarut etanol 96% sampai semua serbuk terendam. Serbuk yang telah terendam etanol dibiarkan
selama 24 jam sambil sesekali dilakukan pengadukan, kemudian disaring dengan corong
Buchner. Filtrat hasil rendaman diuapkan menggunakan rotary evaporator agar etanol menguap
dan menghasilkan ekstrak kental. Ekstrak yang diperoleh setelah proses penyarian selesai
selanjutnya dipekatkan diatas water bath pada suhu 60ºC.
PENILAIAN MUTU BAHAN BAKU

Makroskopis Ipomoea aquatica F.


Pemerian atau organoleptis Warna hijau kehitaman
Bau khas kangkung air
Rasa pahit
Bentuk cairan kental
Habitus Menjalar dengan percabangan yang cukup banyak
Batang Berbuku-buku, berongga, dan membulat
Daun
1. Jenis Tunggal
2. Bentuk Garis atau lanset
3. Duduk daun Berseling
4. Panjang 6-10 cm
5. Lebar 1-3 cm
6. Tangkai daun 4,6 cm
7. Tepi daun Rata atau bergigi
8. Ujung daun Runcing maupun tumpul mirip dengan jantung hati
9. Tulang daun Menyirip
10. Permukaan Licin
Permukaan atas berwarna hijau tua
Permukaan bawah berwarna hijau muda
Bunga Berbentuk seperti terompet berwarna putih atau
putih-keunguan
Buah Berbentuk seperti telur berwarna coklat kehitaman,
tiap buah terdapat 3 butir biji
Biji Dikotil (berkeping dua) dan berbentuk tegak bulat
atau bersegi-segi berwarna coklat atau kehitam-
hitaman
Akar
1. Tipe Tunggang
2. Warna Putih memanjang

Mikroskopis Ipomoea aquatica F.


Daun Tersusun atas jaringan epidermis, palisade, bunga
karang, epidermis bawah, dan jaringan pengangkut.
Epidermis terdiri dari satu lapis sel.
Di bawah epidermis terdapat jaringan palisade yang
tersusun hingga 3 lapis sel. Sel – sel palisade
cenderung berbentuk memanjang dan sebagai pusat
fotosintesis mengandung kloroplas sehingga
dibawah mikroskop cahaya terlihat berwarna hijau.
Di bawah lapisan palisade terdapat lapisan jaringan
bunga karang yang sel-selnya berbentuk tidak
beraturan dan membentuk ruang antar sel yang
besar sebagai tempat pertukaran gas dan
penyimpanan air.

Jaringan epidermis daun kangkung air memiliki


derivatnya berupa stomata daun. Jenis stomata yang
terdapat pada epidermis daun tanaman kangkung
air berdasarkan penampakan stomata dewasa
adalah jenis parasitis, yaitu stoma yang didampingi
oleh satu atau lebih sel tetangga yang sejajar
terhadap sumbu panjang dari celah dan sel penjaga.

Batang Batang kangkung air dibatasi pada bagian luar oleh


selapis jaringan epidermis. Dibawah jaringan
epidermis terdapat jaringan korteks yang terdiri dari
jaringan parenkim berkloroplas yang menyebabkan
batang berwarna hijau dan aktif melakukan
fotosintesis. Dibawah lapisan korteks terdapat
jaringan pengangkut yang tersebar dan terdiri dari
xylem dan floem.
Akar Tersusun atas jaringan epidermis (rhizodermis),
korteks, pembuluh angkut, parenkim sentral. Sel-sel
rhizodermis cenderung lebih kecil daripada sel-sel
korteks. Sel epidermis bendinding tipis, tidak
berkutikula, terdiri dari satu lapis sel dan berbentuk
tidak beraturan. Sel – sel xylem terlihat lebih jelas
dibanding dengan floem dan parenkim sentral,
yakni berdinding lebih tebal