Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

TREND DAN KECENDRUNGAN


KEPERAWATAN DIMASA YANG AKAN DATANG

Disusun oleh :
Ade dwi cahyo

POLITEKNIK KESEHATAN PROVINSI BENGKULU


TAHUN AJARAN 2015/2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perubahan yang terjadi saat ini berjalan sangat cepat dan penuh ketidakpastian,
termasuk kondisi kesehatan global yang sangat dinamik dan menuntut kelenturan dan
penyesuaian secara terus menerus dan menyeluruh. Perubahan tersebut terkait dengan
masalah kesehatan yang makin komplek, perkembangan sains dan teknologi, pergeseran
pada system pelayanan kesehatan, proses transisi dari masyarakat agrikultural
(tradisional) menjadi masyarakat industrial (maju).

Keperawatan Indonesia sampai saat ini masih berada dalam proses mewujudkan
keperawatan sebagai profesi, yaitu suatu proses berjangka panjang ditujukan untuk
memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat Indonesia secara bertahap dan terus
menerus. Keperawatan Indonesia berupaya mengembangkan dirinya dalam seluruh
bidang keperawatan, mencakup bidang pelayanan, pendidikan dan kehidupan profesi, hal
ini dilakukan dalam rangka mewujudkan profesionalisme.

Di samping itu ilmu keperawatan dan metode-metode ilmiah keperawatan


yang diajarkan kurang menyentuh problem klinis, sikap professional keperawatan tidak
ditumbuhkembangkan dan keterampilan professional keperawatan tidak ditata dengan
benar, lulusan dinilai cukup baik bila mampu melaksanakan prosedur-prosedur tindakan
menunjang pelayanan medik semata. Keadaan ini berlangsung lama hingga menjadi
kebiasaan yang oleh pihak-pihak tertentu dapat diterima, suatu kenyataan yang harus kita
terima dengan lapang dada dan secara jujur mengakui inilah keperawatan Indonesia saat
ini dan tidak akan tetap demikian di masa yang akan datang.

Sistem Pendidikan Tinggi Keperawatan yang dikembangkan saat ini ditujukan


untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat dan pembangunan kesehatan di
masa depan, khususnya terwujudnya keperawatan sebagai suatu profesi dalam segala
aspeknya. Pendidikan tinggi keperawatan harus dapat menghasilkan lulusan sesuai
dengan fungsi pokoknya yaitu fungsi pendidikan, fungsi riset ilmiah, dan fungsi
pengabdian kepada masyarakat dalam bidang keperawatan. Salah satu upaya penataan
pendidikan keperawatan diarahkan kepada pengembangan lahan praktik keperawatan
disertai pembinaan masyarakat professional keperawatan dengan cara pelaksanaan
pengalaman belajar klinik dan pengalaman belajar lapangan yang berbasis kompetensi
bukan penunjang pelayanan medik.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kecenderungan Keperawatan di Masa yang Akan Datang

Bila dilihat dari prospek perawatan kesehatan masyarakat di masa yang datang
cenderung semakin berkembang dan dibutuhkan dalam sistem pelayanan kesehatan
pemerintah. Oleh karena perawatan kesehatan masyarakat merupakan sub sistem dari
keperawatan khususnya dan system kesehatan pada umumnya. Sekaitan dengan itu pula
peranan perawatan kesehatan masyarakat sangat diperlukan keikutsertaannya dalam
mengatasi berbagai masalah kesehatan yang terjadi dimasa kini dan yang akan datang, karena
selalu mengikuti perubahan yang terjadi dalam masyarakat secara keseluruhan.
Perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat dari perubahan masyarakat secara keseluruhan
yang meliputi:

1. Pertambahan penduduk yang begitu cepat (population) dan perubahan-


perubahan dalam gambaran penduduk, diantaranya perubahan-perubahan dalam
komposisi umur, penyebarannya, dan kepadatan penduduk di kota-kota besar.
2. Perubahan pola penyakit (transisi penyakit), yaitu perubahan dari penyakit
menular ke penyakit-penyakit degenerative seperti jantung, kanker, strok,
depresi mental dan kecemasan, peningkatan kecelakaan, alkhohilisme, dan
penyalahgunaan narkotika.
3. Perkembangan industrialisasi serta perubahan kondisi social yang cepat dengan
disertai perubahan-perubahan sikap, nilai, gaya hidup, kondisi lingkungan,
kelompok-kelompok masyarakat baru, masalah-masalah individu, keluarga,
antar individu dan masyarakat.
4. Meningkatnya pengetahuan masyarakat (penerima pelayana) serta meningkatnya
harapan terhadap mutu pelayanan keperawatan dan kesehatan, perubahan
konsep kesehatan dari kebebasan penyakit menjadi kondisi individu yang
memiliki kemampuan hidup sehat dan mempunyai daya produktivitas tinggi.
5. Meningkatnya ilmu pengetahuan ilmiah, biomedis, dan teknologi medis.
Keperawatan membawa perbaikan metoda untuk mengatasi penyakit
6. Berkembangnya team kesehatan dan meningkatnya keahlian tenaga kesehatan
dan keperawatan dan munculnya berbagai katagori tenaga kesehatan yang baru.
7. Pola pelayanan kesehatan yang baru untuk menunjang pencapai kesehatan bagi
semua orang pada tahun 2000
8. Kurangnya tenaga medis menyebabkan pelimpahan tanggung jawab/wewenang
kepada perawat dan tenaga kesehatan lainnya
9. Masyarakat menjadi patner kerja yang akatif dalam pelayanan kesehatan
masyarakat. Banyak pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di luar rumah
sakit, missal rehabilitasi, mental health dan sebagiannya.
Dilihat dari berbagai perubahan tersebut, peranan yang dapat dilakukan oleh perawat
kesehtan semakin besar melalui intervensi perawatan kesehatan masyarakat diberbagai
tingkat pelayanan dalam mengatasi masalah kesehatan/keperawatan karena kelalaian,
ketidaktahuan dan kemampuan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Dengan
demikian peranan perawat kesehatan masyarakat untuk masa-masa kini dan yang akan datang
semakin penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

B. Pembangunan Berwawasan Kesehatan

Indonesia telah memasuki era baru, yaitu era reformasi yang ditandai dengan
perubahan-perubahan yang cepat disegala bidang, menuju kepada keadaan yang lebih baik.
Di bidang kesehatan tuntutan reformasi total muncul karena masih adanya ketimpangan hasil
pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan, kurangnya kemandirian dalam
pembangunan bangsa dan derajat kesehatan masyarakat yang masih tertinggal di bandingkan
dengan negara tetangga. Reformasi bidang kesehatan juga diperlukan karena adanya lima
fenomena utama yang mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan
kesehatan yaitu perubahan pada dinamika kependudukan, temuan substansial IPTEK
kesehatan/kedokteran, tantangan global, perubahan lingkungan dan demokrasi disegala
bidang.
Berdasarkan pemahaman terhadap situasi dan adanya perubahan pemahaman terhadap
konsep sehat sakit, serta makin kayanya khasanah ilmu pengetahuan dan informasi tentang
determinan kesehatan bersifat multifaktoral, telah mendorong pembangunan kesehatan
nasional ke arah paradigma baru, yaitu paradigma sehat.

Paradigma sehat yang diartikan disini adalah pemikiran dasar sehat, berorientasi pada
peningkatan dan perlindungan penduduk sehat dan bukan hanya penyembuhan pada orang
sakit, sehingga kebijakan akan lebih ditekankan pada upaya promotif dan preventif dengan
maksud melindungi dan meningkatkan orang sehat menjadi lebih sehat dan roduktif serta
tidak jatuh sakit. Disisi lain, dipandang dari segi ekonomi, melakukan investasi dan intervensi
pada orang sehat atau pada orang yang tidak sakit akan lebih cost effective dari pada
intervensi terhadap orang sakit. Pada masa mendatang, perlu diupayakan agar semua
masyarakat selalu berwawasan kesehatan, motto-nya akan menjadi "Pembangunan
Berwawasan Kesehatan".

C. Trend Keperawatan di Masa Depan


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang termasuk bidang
kesehatan, peningkatan status ekonomi masyarakat, peningkatan perhatian terhadap
pelaksanaan hak asasi manusia, kesadaran masyarakan akan kebutuhan kesehatan
mengakibatkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya hidup sehat dan melahirkan
tuntutan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pergeseran akan fenomena tersebut, telah mengubah sifat pelayanan keperawatan dari
pelayanan fokasional yang hanya berdasarkan keterampilan belaka kepada pelayanan
profesional yang berpijak pada penguasaan iptek keperawatan dan spesialisasi dalam
pelayanan keperawatan.

Fokus peran dan fungsi perawat bergeser dari penekanan aspek kuratif kepada peran aspek
preventif dan promotif tanpa meninggalkan peran kuratif dan rehabilitatif.
Kondisi ini menuntut uapaya kongkrit dari profesi keperawatan, yaitu profesionalisme
keperawatan. Proses ini meliputi pembenahan pelayanan keperawatan dan mengoptimalkan
penggunaan proses keperawatan, pengembangan dan penataan pendidikan keperawatan dan
juga antisipasi organisasi profesi (PPNI).

1.Pengembangan dan Penataan Pendidikan Keperawatan


Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan yang profesional, telah
memicu perawat untuk terus mengembangkan dirinya dalam berbagai bidang, terutama
penataan sistem pendidikan keperawatan. Oleh karena itu profesi keperawatan dengan
landasan yang kokoh perlu memperhatikan wawasan keilmuan, orientasi pendidikan dan
kerangka konsep pendidikan.

a.Wawasan Keilmuan
Pada tingkat pendidikan akademi, penggunaan kurikulum D III keperawatan 1999,
merupakan wujud dari pembenahan kualitas lulusan keperawatan. Wujud ini dapat dilihat
dengan adanya:

1) Mata Kuliah Umum (MKU), yaitu: Pendidikan Agama, Pancasila, Kewiraan dan
Etika Umum)
2) Mata Kuliah Dasar Keahliah (MKDK), yaitu: Anatomi, Fisiologi dan Biokimia,
Mikrobiologi dan Parasitologi, Farmakologi, Ilmu Gizi dan Patologi.
3) Mata Kuliah Keahlian (MKK), yaitu: KDK, KDM I dan II, Etika Keperawatan,
Komunikasi Dalam Keperawatan, KMB I, II, III, IV dan V, Keperawatan Anak I dan
II, Keperawatan Maternitas I dan II, Keperawatan Jiwa I dan II, Keperawatan
Komunitas I, II dan III, Keperawatan Keluarga, Keperawatan gawat Darurat,
Keperawatan Gerontik, Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Keperawatan
Profesional dan Pengantar Riset Keperawatan.
Demikian juga halnya dengan tingkat pendidikan S1 Keperawatan, yaitu dengan berlakunya
kurikulum Ners pada tahun 1998.

Sementara itu di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) telah dibuka S2
Keperawatan untuk Studi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Maternitas dan
Keperawatan Komunitas. Dan selanjutnya akan dibuka Studi S2 Keperwatan Jiwa dan
Keperawatan Medikal Bedah.

Dapat disimpulkan bahwa saat ini perkembangan keperawatan diarahkan kepada


profesionalisme dengan spesialisasi bidang keperawatan.
b.Orientasi Pendidikan
Pendidikan keperawatan bagaimanapun akan tetap berorientasi pada pengembangan
pengetahuan dan teknologi, artinya pengalaman belajar baik kelas, laboratorium dan lapangan
tetap mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memanfaatkan segala
sumber yang memungkinkan penguasaan iptek. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan
pelayanan keperawatan dan persaingan global.

c. Kerangka Konsep
Berpikir ilmiah, pembinaan sikap dan tingkah laku profesional, belajar aktif mandiri,
pendidikan dilingkungan masyarakat serta penguasaan iptek keperawatan merupakan
karakteristik dari pendidikan profesional keperawatan.

2. Perkembangan Pelayanan Keperawatan


Perubahan sifat pelayanan dari fokasional menjadi profesional dengan fokus asuhan
keperawatan dengan peran preventif dan promotif tanpa melupakan peran kuratif dan
rehabilitatif harus didukung dengan peningkatan sumber daya manusia di bidang
keperawatan. Sehingga pada pelaksanaan pemberian asuhan keperawatan dapat terjadinya
pelayanan yang efisien, efektif serta berkualitas.

Selanjutnya, saat ini juga telah berkembang berbagai model prakti keperawatan profesional,
seperti:

a. Praktik keperawatan di rumah sakit fasilitas kesehatan


b. Praktik keperawatan di rumah (home care)
c. Praktik keperawatan berkelompok (nursing home = klinik bersama, dan
d. Praktik keperawatan perorangan, yaitu melalui keputusan Kepmenkes No. 647 tahun
2000, yang kemudian di revisi menjadi Kepmenkes No. 1239 tahun 2001 tentang
Registrasi dan Praktik Keperawatan.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa trend atau perkembangan
keperawatan Indonesia di masa yang akan datang dipengaruhi oleh meningkatnya tuntutan
masyarakat terhadap pelayanan keperawatan yang profesional, telah memicu perawat untuk
terus mengembangkan dirinya dalam berbagai bidang, terutama penataan sistem pendidikan
keperawatan. Oleh karena itu profesi keperawatan dengan landasan yang kokoh perlu
memperhatikan wawasan keilmuan, orientasi pendidikan dan kerangka konsep pendidikan.

2. Saran
Diharapkan perawat Indonesia di masa kini mampu meningkatkan kualitas pelayanan
terhadap masyarakat demi terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Untuk
dapat menjadi perawat profesional, perawat diharuskan untuk terus mengembangkan
wawasan dalam bidang kesehatan dan terus melatih diri. Sehingga perkembangan perawat
yang professional akan terus meningkat dan di masa yang akan datang akan terlahir perawat-
perawat professional Indonesia yang mampu membanggakan bangsa dan Negara.
DAFTAR PUSTAKA
1.Alimul, A.H. (2002), Pengantar pendidikan keperawatan. Sagung Seto: Jakarta

2.Effendy, N. (1995), Pengantar proses keperawatan. EGC: Jakarta

3.Gaffar, L.O.J. (1999), Pengantar praktik keperawatan professional. EGC: Jakarta

Anda mungkin juga menyukai