Anda di halaman 1dari 17

PENDEKATAN, METODE DAN DASAR KETERAMPILAN MATEMATIKA

Agustinae1), Hesti Dwi Damayanti2), Yonatan Vari3), Sugih Harti4)


Mahasiswa Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Palangka Raya
hdamayanti68@gmail.com
ABSTRAK
Proses pembelajaran matematika yang lebih bermakna dengan hasil prestasi siswa yang
tinggi, dapat diwujudkan dengan Pendekatan pembelajaran, metode dan dasar
keterampilan matematika yang bervariasi sesuai dengan materi yang akan diajarkan.
Pendekatan pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan
pembelajaran. Macam-macam pendekatan pembelajaran matematika adalah pendekatan
induktif, deduktif, spiral dan konstruktivisme. Metode pembelajaran dapat diartikan
sebagai cara yang digunakan untuk menerapkan rencana yang sudah disusun dalam bentuk
kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keterampilan yang dapat
digunakan guru selama proses belajar-mengajar ada 8 keterampilan yaitu; keterampilan
bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi,
keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan
membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan
mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

Kata kunci : Pendekatan, metode, dasar keterampilan matemtika

I. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu


Peningkatan kualitas sumber daya mata pelajaran yang penting. Proses
manusia di Indonesia terus diupayakan dan pembelajaran matematika yang lebih
dikembangkan seiring dengan bermakna dengan hasil prestasi siswa yang
perkembangan zaman yang semakin global. tinggi, dapat diwujudkan dengan guru harus
Peningkatan sumber daya manusia ini juga
berpengaruh terhadap dunia pendidikan. kreatif dan inovatif dalam menggunakan
Pendidikan yang merupakan awal mula pendekatan, metode dan dasar keterampilan
dalam pengembangan sumber daya matematika. Kegiatan pembelajaran
manusia harus bisa berperan aktif dalam dirancang sedemikian rupa untuk
meningkatkan kualitas dan juga kuantitas. memberikan pengalaman belajar yang
Upaya pengembangan pendidikan tersebut melibatkan proses mental dan fisik melalui
harus sesuai dengan proses pengajaran yang interaksi antar siswa, siswa dengan guru,
tepat agar anak didik dapat menerima lingkungan dan sumber belajar lainnya
pembelajaran dengan baik. dalam rangka pencapaian kompetensi
dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud
dapat terwujud melalui penggunaan menghayati bagaimana konsep itu
pendekatan, metode dan dasar keterampilan diperoleh. Konsep diperoleh dari fakta,
matematika yang bervariasi. peristiwa, pengalaman, melalui generalisasi
Pendidik harus mengetahui dan berfikir abstrak. Konsep memiliki
pendekatan, metode dan dasar keterampilan banyak arti tetapi dalam kegiatan belajar
matematika yang bervariasi sehingga dapat mengajar, konsep adalah akibat dan suatu
diterapkan dalam proses belajar mengajar hasil belajar, misal suatu saat seseorang
matematika dan disesuaikan dengan materi. belajar mengenal kesimpulan benda-benda
Oleh sebab itu dalam artikel ini maka dengan jalan membedakan satu sama lain.
penulis akan membahas mengenai Jalan lain yang dapat ditempuh adalah
pendekatan, metode dan dasar keterampilan memasukan suatu benda kedalam suatu
matematika. kelompok tertentu dan mengemukakan
beberapa contoh dan kelompok itu yang
II. KAJIAN PUSTAKA dinyatakan sebagai jenis kelompok
tersebut. Jalan yang kedua inilah yang
A. Pendekatan Pembelajaran
memungkinkan seseorang mengenal suatu
Pendekatan pembelajaran
benda atau peristiwa sebagai suatu anggota
merupakan aktifitas guru dalam memilih
kelompok.
kegiatan pembelajaran. Tiap pendekatan
Pendekatan proses adalah suatu
pembelajaran tersebut mempunyai
pendekatan pengajaran memberikan
karakteristik tertentu, dan berbeda antara
kesempatan kepada siswa untuk ikut
satu dengan yang lainnya sesuai dengan
menghayati proses penemuan atau
fungsi dan tujuan tiap pendekatan.
penyusunan suatu konsep sebagai suatu
Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku
keterampilan proses munurut Afrial dalam
harus menggunakan pendekatan tertentu,
(Lutvaidah, 2015: 282). Pendekatan ini
tetapi sifatnya lugas dan terencana. Artinya
dilatar belakangi oleh konsep-konsep
memilih pendekatan disesuaikan dengan
belajar menurut teori Naturalisme-
kebutuhan materi ajar yang dituangkan
Romantis” dan teori kognitif gestal.
dalam perencanaan pembelajaran.
Naturalisme-romantis menekankan kepada
Menurut Sagala dalam Lutvaidah
aktifitas siswa. Dan teori kognitif gestal
(2015: 282) pendekatan konsep merupakan
menekankan pemahaman dan
suatu pendekatan pengajaran yang secara
kesatupaduan yang menyeluruh.
langsung menyajikan konsep tanpa
memberi kesempatan kepada siswa untuk
B. Metode Pembelajaran 4. Multi disipliner, artinya memungkinkan
Uno & Mohamad (2012: 7) anak-anak untuk mempelajari sesuatu
mengemukakan pendapatnya yaitu meninjau dari berbagai sudut. Misalnya
“Metode pembelajaran didefinisikan masalah rambut gonderong dapat
sebagai cara yang digunakan guru dalam dilihat dari sudut kesehatan dan
menjalankan fungsinya dan merupakan alat pandangan orang. Fleksibel, dalam arti
untuk mencapai tujuan pembelajaran”. dapat dilakukan menurut keperluan dan
Metode pembelajaran dapat dianggap keadaan.
sebagai suatu prosedur atau proses yang Metode pembelajaran banyak
teratur, suatu jalan atau cara yang teratur macamnya antara lain metode ceramah,
untuk melakukan kegiatan pembelajaran. metode tanya jawab, metode kelompok,
Setiap materi pembelajaran tidak dapat metode sosiodrama, metode diskusi,
menggunakan metode pembelajaran yang metode problem solving dan masih banyak
sama, oleh karena itu sebelum mengajar lagi.
seorang guru harus memilih metode
pembelajaran yang sesuai dengan materi. C. Keterampilan Pembelajaran

Adapun prinsip dalam memilih metode 1. Keterampilan Guru dalam Kegiatan


pembelajaran yang dikemukakan oleh Pendahuluan
Bachtiar Rifva’i dalam (Lutvaidah,2015: Proses pelaksanaan pembelajaran
280) yaitu: matematika diawali dengan guru
1. Asas maju kelanjutan (continous mempersilahkan siswa untuk berdoa,
progress) yang artinya memberi kemudian guru mengabsensi kehadiran
kemungkin pada murid untuk siswa, guru mengarahkan siswa untuk
mempelajari sesuatu sesuai dengan mengulang sedikit materi sebelumnya dan
kemampuannya. tidak lupa menyampaikan tujuan
2. Penekanan pada belajar sendiri, artinya pembelajaran hari ini, tidak lupa guru
anak-anak diberikan kesempatan untuk membentuk siswa menjadi beberapa
mempelajari dan mencari bahan kelompok untuk mempermudah proses
pelajaran lebih banyak lagi daripada pembelajaran. Kegiatan ini menunjukkan
yang diberikan oleh guru. bahwa guru sudah memiliki sikap
3. Bekerja secara team, dimana anak terampil dalam kegiatan pendahuluan
mengerejakan sesuatu pekerjaan yang yaitu membuka pelajaran, karena dapat
memungkinkan anak bekerja sama. menarik perhatian siswa dan
mengkondisikan siswa dengan baik dikuasai adalah menggunakan bahasa yang
sehingga proses belajar dapat berlangsung jelas dan berbicara lancar (tidak tersendat-
dengan kondusif nantinya. sendat).
Pernyataan di atas di dukung
dengan penelitian yang dilakukan Yuli 3. Keterampilan guru dalam kegiatan
Nurul Fauziah dalam (Kristiana, 2018: 5) penutup
yang menyebutkan bahwa di awal suatu Dalam menutup pelajaran,
pembelajaran keterampilan guru yang harus keterampilan yang dikuasai guru adalah
dikuasai adalah membuka pelajaran, salah membuat rangkuman berupa pokok-pokok
satunya yaitu dengan menyampaikan tujuan persoalan yang telah dipelajari dengan
pembelajaran hari ini kepada siswa sebelum dilakukan sendiri dan memberikan tes
pembelajaran dimulai. tertulis sebagai alat evaluasi dalam
2. Keterampilan guru dalam kegiatan inti pembelajaran matematika. Sejalan dengan
Pada kegiatan inti terdapat beberapa pernyataan di atas Mulyatun dalam
keterampilan yang harus dikuasai oleh (Kristiana, 2018: 8) juga mengatakan
guru. Dalam keterampilan menjelaskan, bahwa kegiatan menutup pelajaran adalah
keterampilan yang dikuasai guru adalah kegiatan akhir yang dapat menentukan
menyampaikan materi dengan urutan pemahaman siswa secara menyeluruh,
yang terstruktur (sistematis), memberikan karena dalam kegiatan ini siswa dituntut
tekanan pada bagian-bagian yang penting harus bisa menyimpulkan materi yang
ketika menjelaskan, menggunakan contoh disampaikan hari ini. Keterampilan yang
yang mengikuti pola deduktif, dan kurang dikuasai adalah memberikan
memberikan umpan balik untuk refleksi.
mengetahui pemahaman siswa dengan
meminta respon atau pertanyaan siswa III. PEMBAHASAN
selama pelajaran berlangsung. Hal ini
A. Pendekatan Pembelajaran
sependapat dengan yang disampaikan Matematika
Wiwin Ambarsari dalam (Kristiana, 2018: Pendekatan pembelajaran
5) yang mengemukakan bahwa dengan merupakan aktivitas guru dalam memilih
menerapkan pembelajaran tertentu guru kegiatan pembelajaran. Pendekatan
akan lebih mudah menjelaskan materi pembelajaran ini sebagai penjelasan untuk
pembelajaran karena siswa akan lebih mempermudah para guru dalam
tertarik dan semangat untuk mengikuti memberikan pelayanan belajar, sedangkan
pelajaran. Keterampilan yang kurang bagi siswa berguna untuk mempermudah
memahami materi ajar yang disampaikan disimpulkan menjadi suatu konsep,
guru, dengan memelihara suasana prinsip atau aturan. Pendekatan induktif
pembelajaran yang menyenangkan (Erna: menggunakan penalaran induktif yang
105). bersifat empiris, dengan cara ini konsep-
Macam-macam pendekatan konsep matematika yang abstrak dapat
pembelajaran matematika adalah dimengerti murid melalui benda-benda
pendekatan induktif, deduktif, spiral dan konkret.
konstruktivisme. Berikut ini disajikan contoh
1. Pendekatan induktif penggunaan pendekatan induktif untuk
Pendekatan induktif pada awalnya membahas topik matematika tertentu.
dikemukakan oleh filosof Inggris Prancis
Contoh : Pola Geometri
Bacon (1561) yang menghendaki agar
penarikan kesimpulan didasarkan atas Perhatikan gambar berikut ini!.

fakta – fakta yang kongkrit sebanyak


mungkin. Berpikir induktif ialah suatu
proses berpikir yang berlangsung dari
khusus menuju ke umum (Erna: 107).
Menurut Purwanto (dalam Erna: Dapatkah kita menduga 2 bilangan sesudah
107) tepat atau tidaknya kesimpulan atau 10?
cara berpikir yang diambil secara induktif
Jawab:
bergantung pada representatif atau
tidaknya sampel yang diambil mewakili
fenomena keseluruhan. Jumlah sampel
yang diambil semakin besar berarti Dua bilangan sesudah 10 adalah 15 dan 21.
refresentatif dan tingkat kepercayaan dari
2. Pendekatan Deduktif
kesimpulan itu makin besar, dan
Penalaran deduktif merupakan cara
sebaliknya semakin kecil jumlah sampel
menarik kesimpulan dari hal yang umum
yang diambil berarti refresentatif dan
menjadi ke hal yang khusus. Penalaran
tingkat kepercayaan dari kesimpulan itu
deduktif, tidak menerima generalisasi dari
semakin kecil pula.
hasil observasi seperti yang diperoleh dari
Pendekatan induktif dalam
penalaran induktif. Dasar penalaran
konteks pembelajaran, berarti pengajaran
deduktif adalah kebenaran suatu pernyataan
yang bermula dengan menyajikan
sejumlah keadan khusus kemudian dapat
haruslah didasarkan pada pernyataan b. Dari aksioma (3) dapat dinyatakan
sebelumnya yang benar ( Erna: 110). sebagai berikut Jika y bagian dari x
Menyatakan kebenaran yang paling maka x > y
awal dalam penalaran deduktif dilakukan c. Dengan aksioma (3) diperoleh, jika x >
dengan memasukkan beberapa pernyataan y, maka x + a > y + a
awal/pangkal sebagai suatu “kesepakatan’,
yang diterima kebenarannya tanpa 3. Pendekatan Spiral
pembuktian, dan istilah/pengertian pangkal Pada pembelajaran matematika
yang kita sepakati maknanya. yang menggunakan pendekatan spiral,
Pengajaran dengan pendekatan suatu konsep tidak diajarkan dari awal
deduktif akan lebih banyak memerlukan sampai akhir secara sebagian-sebagian,
waktu daripada mengajar dengan berulang-ulang, atau dalam selang waktu
pendekatan induktif. Tetapi bagi kelas yang terpisah-pisah.Tetapi dalam
rendah atau kelas yang lemah, pendekatan pembelajaran, mula-mula konsep tersebut
induktif akan lebih baik, pendekatan dikenalkan dengan cara dan dalam bentuk
induktif akan lebih memudahkan murid sederhana yang makin lama makin
menangkap konsep yang diajarkan. kompleks dan dalam bentuk abstrak. Pada
Sebaliknya kelas yang kuat akan merasakan akhirnya digunakan bentuk umum dalam
pengajaran dengan pendekatan induktif matematika, di antara selang waktu yang
lebih memerlukan banyak waktu. Kelas ini terpisah itu diberikan konsep-konsep lain
lebih cocok diberi pelajaran dengan (Erna: 112).
pendekatan deduktif. Pembelajaran dengan pendekatan
Contoh : spiral dapat dilukiskan seperti gambar
(1) Sesuatu yang sama dengan sesuatu spiral di bawah ini. Nampak semakin
yang lain, satu sama lain sama keatas spiral tersebut melingkar semakin
(2) Jika ditambahkan kepada yang sama besar, yang menggambarkan makin lama
maka hasilnya sama. materi yang dibahas semakin tinggi
(3) Keseluruhan lebih besar bagiannya. tingkatannya dan semakin luas.

Dari ke tiga contoh aksioma tersebut dapat


diperoleh berikut ini H
E
a. Dari aksioma (1) dan aksioma (2) dapat
disusun pernyataan benar sebagai
C A
berikut. Jika x = y maka x + a = y + a .
Lengkungan spiral itu terbentuk dari topik- a. Menyediakan pengalaman belajar
topik yang diajarkan sejak pembelajaran yang memungkinkan siswa
untuk konsep itu dimulai sejak bertanggung jawab dalam membuat
pembelajaran untuk konsep itu dimulai. rancangan, proses penelitian.
Pendekatan spiral merupakan suatu b. Menyediakan atau memberikan
prosedur pembahasan konsep yang dimulai kegiatan – kegiatan yang merangsang
dengan cara sederhana dari konkret ke keingin tahuan siswa membantu
abstrak, dari cara intuitif ke analisis, dari mereka untuk mengeskpresikan
penyelidikan (eksplorasi) ke penguasaan, gagasan – gagasannya dan
dari tahap paling rendah hingga tahap yang mengkomunikasikan ide ilmiah
paling tinggi, dalam waktu yang cukup mereka. Menyediakan sarana yang
lama, dan dalam selang-selang waktu merangsang siswa berpikir produktif.
terpisah-pisah. Guru harus menyemangati siswa.
Pendekatan spiral sangat sesuai
c. Memonitor, mengevalauasi, dan
dengan perkembangan psikologi anak,
menunjukkan apakah pemikiran
dengan demikian prinsip psikologis
siswa jalan atau tidak. Guru
terpenuhi. Kelemahan dari pendekatan ini
menunjukkan dan mempertanyakan
adalah memerlukan waktu yang sangat
apakah pengetahuan siswa itu
panjang untuk mengenalkan suatu konsep,
berlaku untuk menghadapi persoalan
ini memungkinkan bagi siswa-siswa pandai
baru yang berkaitan.
mengalami kejenuhan belajar.
Guru konstruktivis perlu mengerti
sifat kesalahan siswa, sebab
4. Pendekatan Konstruktivisme
perkembangan intelektual dan matematis
Pembelajaran berdasarkan
penuh dengan kesalahan dan kekeliruan.
konstruktivisme berusaha untuk melihat
Ini adalah bagian dari konstruksi semua
dan memperhatikan konsepsi dan persepsi
bidang pengetahuan yang tidak bisa
siswa dari kacamata siswa sendiri. Guru
dihindarkan. Guru perlu melihat
memberi tekanan pada penjelasan tentang
kesalahan sebagai suatu sumber informasi
pengetahuan tersebut dari kacamata siswa
tentang penalaran dan sifat skema siswa.
sendiri. Guru dalam pembelajaran ini
berperan sebagai moderator dan fasilitaitor,
Suparno (dalam Erna: 114) menjabarkan B. Metode Pembelajaran Matematika
beberapa tugas guru tersebut sebagai Metode pembelajaran dapat
berikut : diartikan sebagai cara yang digunakan
untuk menerapkan rencana yang sudah Guru matematika mampu
disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan menggunakan metode ceramah dalam
praktis untuk mencapai tujuan bidang matematika dengan baik dan
pembelajaran. Menurut Heinich, Molenda, benar karena guru menguasai tekniknya.
Russel, dan Smaldino dalam (Turmudi, Guru menguasai ilmu matematika dan
2010: 4) metode pembelajaran adalah terampil secara khusus dalam bidangnya,
prosedur pembelajaran yang dipilih untuk dan kemampuan ini hanya akan dimiliki
membantu siswa mencapai tujuan atau oleh guru bidang studinya masing-
untuk menginternalisasikan isi dan pesan masing. Kemampuan metode mengajar
dalam pembelajaran. dari seorang guru selalu disertai dengan
Terdapat beberapa metode kemampuan teknik-teknik mengajarkan
pembelajaran yang dapat digunakan untuk bidang studinya, dengan demikian metode
mengimplementasikan strategi dan teknik mengajar adalah ibarat dua
pembelajaran, diantaranya: Presentasi, sisi mata uang yang berbeda tetapi tidak
demonstrasi, diskusi, simulasi, terpisah dalam pelaksanaannya di lapangan.
laboratorium, pengalaman lapangan, Guru dapat melaksanakan tugas
brainstorming, debat, simposium, tutorial, profesionalnya, maka guru dituntut untuk
penemuan, ceramah dan sebagainya dapat memahami dan memiliki
Akhmad Sudrajat dalam (Turmudi, 2010: ketrampilan memadai dalam
4). mengembangkan berbagai model
Metode pembelajaran adalah cara pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,
menyajikan materi yang masih bersifat efektif, dan menyenangkan sebagaimana
umum, misalnya seorang guru menyajikan tuntutat dari KTSP dan sebagaimana
materi dengan penyampaian dominan diamanatkan oleh UUGD RI No 14, Tahun
secara lisan dan sekali-kali ada tanya 2005 BSNP dalam (Turmudi, 2010: 8).
jawab. Setiap guru bisa melakukan dengan
Menurut Hamdayana dalam
menggunakan metode ceramah seperti itu
(Samiudin, 2016: 114) langkah-langkah
dalam bidang studinya masing-masing,
pembelajaran, sebagai berikut: Untuk
akan tetapi jangan harap seorang guru
mencapai suatu kompetensi dasar harus
matematika bisa menggunakan metode
dicantumkan langkah-langkah kegiatan
ceramah dalam bidang studi Biologi atau
setiap pertemuan. Langkah-langkah
sebaliknya, dan begitu pula guru lain
kegiatan memuat unsur kegiatan
dalam bidang studi yang bukan
kompetensinya.
pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan masing. Langkah-langkah tersebut disusun
kegiatan penutup. sedemikian rupa agar siswa menunjukkan
perubahan perilaku sebagaimana
Langkah-langkah standar yang
dituangkan pada tujuan pembelajaran dan
harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan
indikator. Untuk memudahkan, sebaiknya
pembelajaran sebagai berikut:
kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran
1. Kegiatan pendahuluan Kerja Siswa (LKS).

a. Orientasi: memusat perhatian siswa 3. Kegiatan penutup


terhadap materi yang akan
a. Guru mengarahkan siswa untuk
dibelajarkan. Kegiatan ini dapat
membuat rangkuman/kesimpulan.
dilakukan dengan menunjukkan benda
b. Guru memeriksa hasil belajar siswa.
yang menarik, memberikan ilustrasi,
Dengan memberikan tes tertulis atau
dan membaca berita di surat kabar.
tes lisan atau meminta siswa untuk
b. Apersepsi: memberikan persepsi awal
mengulang kembali kesimpulan yang
kepada siswa tentang materi yang akan
telah disusun atau dalam bentuk tanya
diajarkan.
jawab dengan mengambil ± 25% siswa
c. Motivasi: Guru memberikan gambaran
sebagai sampelnya.
manfaat mempelajari materi yang akan
c. Memberikan arahan tindak lanjut
diajarkan
pembelajaran, dapat berupa kegiatan di
d. Pemberian Acuan: biasanya berkaitan
luar kelas, di rumah atau tugas sebagai
dengan kajian ilmu yang akan
bagian remedial/pengayaan.
dipelajari. Acuan dapat berupa
penjelasan materi pokok dan uraian
C. Keterampilan Dasar Mengajar
materi pelajaran secara garis besar.
Guru Matematika
e. Pembagian kelompok belajar dan
Keterampilan dasar mengajar bagi
penjelasan mekanisme pelaksanaan
guru matematika diperlukan agar guru
pengalaman belajar (sesuai dengan
dapat melaksanakan perannya dalam
rencana langkah-langkah
pengelolaan proses pembe- lajaran,
pembelajaran).
sehingga pembelajaran dapat berjalan
2. Kegiatan inti secara efektif dan efesien. Dalam hal ini,

Berisi langkah-langkah sistematis yang terdapat 8 (delapan) keterampilan yang

dilalui siswa untuk mengkonstruksi ilmu dapat digunakan guru selama proses

sesuai dengan skema (frame work) masing- belajar-mengajar yaitu; keterampilan


bertanya, keterampilan memberikan e. Memusatkan perhatian siswa terhadap
penguatan, keterampilan mengadakan siswa yang di bahas.
variasi, keterampilan menjelaskan,
Proses belajar-mengajar dan
keterampilan membuka dan menutup
bertanya memainkan peran penting karena
pelajaran, keterampilan membimbing
pertanyaan yang tersusun dengan baik dan
diskusi kelompok kecil, keterampilan
teknik pelontaran yang tepat akan
mengelola kelas, keterampilan mengajar
memberikan dampak positif menurut
kelompok kecil dan perseorangan.
Ahmad Sabri dalam (Mariam Nasution,
1. Keterampilan Dasar Bertanya
2014 : 94). Pertanyaan yang baik di bagi
Keterampilan bertanya merupakan
menjadi dua jenis, yaitu: pertanyaan
ucapan guru secara verbal yang meminta
menurut maksudnya, dan pertanyaan
respon dari peserta didik. Respon yang
menurut Taksonomi Bloom.
diberikan dapat berupa pengetahuan sampai
hal-hal yang merupakan hasil Pertanyaan menurut maksudnya

pertimbangan. Dengan demikian, bertanya terdiri atas: pertanyaan permintaan

merupakan stimulus efektif yang (compliance question), pertanyaan retoris

mendorong kemam- puan berpikir peserta (rhetorical question), pertanyaan

didik. Ada beberapa fungsi pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting

dalam proses belajar-mengajar Menurut question) dan pertanyaan menggali

Jamal Ma’mur Asmani dalam (Mariam (probing question). Pertanyaan menurut

Nasution, 2014 : 93) di antaranya: Taksonomi Bloom, yaitu: pertanyaan

a. Memberikan motivasi kepada siswa pengetahuan (recall question atau

untuk berpikir dan memecahkan knowlagde question), pemahaman

masalah dengan kemampuan sendiri. (comprehention question), pertanyaan

b. Memberikan motivasi kepada siswa penerapan (application question),

untuk berperan aktif dalam proses pertanyaan sintetis (synthesis question),

belajar-mengajar. dan pertanyaan evaluasi (evaluation

c. Membangkitkan minat dan rasa ingin question).

tahu siswa terhadap suatu masalah Untuk meningkatkan partisipasi


yang dihadapi atau dibicarakan. siswa dalam proses belajar- mengajar, guru
d. Menuntun proses berpikir siswa karena perlu menunjukkan sikap yang baik pada
dengan pertanyaan-pertanyaan yang waktu mengajukan pertanyaan maupun
baik dapat membantu siswa untuk ketika menerima jawaban siswa. Siswa
menentukan jawaban yang baik
juga harus menghindari kebiasaan seperti: penguasaan komponen-komponen
menjawab pertanyaan sendiri, mengulang bertanya dasar. Karena itu, semua
jawaban siswa, mengulang pertanyaan komponen bertanya dasar masih dipakai
sendiri, mengajukan pertanyaan dengan dalam penerapan keterampilan bertanya
jawaban serentak, menentukan siswa yang lanjut. Adapun komponen-komponen
harus menjawab sebelum bertanya dan bertanya lanjut itu adalah: pengubahan
mengajukan pertanyaan ganda. susunan tingkat kognitif dalam menjawab
pertanyaan, pengaturan urutan pertanyaan,
Dalam proses belajar-mengajar
penggunaan pertanyaan pelacak dan
setiap pertanyaan, baik berupa kalimat
peningkatan terjadinya interaksi.
tanya atau suruhan yang menuntut respons
siswa sehingga dapat menambah 2. Keterampilan Memberi Penguatan
pengetahuan dan meningkatkan Penguatan (reinforcement) menurut
kemampuan berpikir siswa, dimasukkan Wina Sanjaya dalam (Mariam Nasution,
dalam golongan pertanyaan. Keterampilan 2014 : 95) adalah suatu respon yang
bertanya dibeda- kan atas keterampilan diberikan terhadap prilaku atau perbuatan
bertanya dasar dan keterampilan bertanya baik yang dapat memacu terulangnya
lanjut. Keterampilan bertanya dasar perbuatan tersebut.). Dadang Sukirman
mempunyai beberapa komponen dasar dalam (Mariam Nasution, 2014 : 95)
yang perlu diterapkan dalam mengajukan mengemukakan bahwa keterampilan dasar
segala jenis pertanyaan. Komponen- penguatan adalah segala bentuk respon
komponen yang dimaksud adalah: yang merupakan bagian dari modifikasi
pengungkapan pertanyaan secara jelas dan tingkah laku guru terhadap siswa yang
singkat, pemberian acuan, pemusatan, bertujuan untuk memberikan informasi atau
pemindah giliran, penyebaran, pemberian umpan balik atas perbuatan atau respon
waktu berpikir dan pemberian tuntunan. siswa.
Ada dua jenis penguatan yang
Sedangkan keterampilan bertanya
diberikan oleh guru, yaitu penguatan verbal
lanjut merupakan lanjutan dari
dan non verbal menurut Wina Sanjaya
keterampilan bertanya dasar yang lebih
dalam (Mariam Nasution, 2014 : 95)
mengutamakan usaha mengem- bangkan
sebagai berikut :
kemampuan berpikir siswa, memperbesar
a. Penguatan verbal
pertisipasi dan mendorong siswa agar
Penguatan verbal adalah penguatan
dapat berinisiatif sendiri. Keterampilan
yang diungkapkan dengan kata-kata baik,
bertanya lanjut dibentuk atas landasan
kata-kata pujian dan penghargaan atas kata- antara guru dengan siswa (gesturing).
kata koreksi. Melalui kata-kata itu siswsa Misalnya berjabatan tangan, menepuk,
akan merasa puas dan terdorong untuk lebih mengelus anggota-anggota badan yang
aktif belajar. Misalnya ketika diajukan dianggap tepat dan bentuk lain yang sejenis.
sebuah pertanyaan kemudian siswa
menjawab dengan tepat, maka guru memuji 4) Kegiatan yang menyenangkan
siswa tersebut dengan mengatakan “bagus Untuk meningkatkan perhatian dan
sekali”, “tepat sekali”, ”wah hebat kamu” motivasi belajar, guru dapat melakukan
dan sebagainya. penguatan dengan cara memberi
b. Penguatan non verbal kesempatan kepada siswa untuk
Penguatan non verbal adalah mengekspresikan kemampuannya sesuai
penguatan yang diungkapkan melalui dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
bahasa isyarat dan memberikan tanda-tanda 5) Pemberian simbol atau benda
tertentu. Dadang Sukirman dalam (Mariam Simbol adalah tanda-tanda yang
Nasution, 2014 : 96) menjelaskan jenis- diberikan atau dilakukan guru terkait
jenis respon (penguatan) yang digolongkan dengan perilaku belajar siswa.
kedalam penguatan non verbal antara lain 6) Penguatan tak penuh
sebagai berikut: Penguatan tak penuh yaitu respon
1) Mimik dan Gerakan Badan atau sebagian prilaku belajar siswa yang
Mimik dan gerakan yang dilakukan belum tuntas.
guru seperti: mengekspresikan wajah ceria,
senyuman, anggukan kepala, menggunakan 3. Keterampilan Memberikan Variasi
ibu jari, tepukan tangan dan gerakan badan Keterampilan memberikan variasi
lainnya. merupakan suatu proses pengubahan dalam
2) Gerakan Mendekati pengajaran yang menyangkut 3 (tiga)
Gerakan mendekati dilakukan guru komponen, yaitu variasi dalam gaya
dengan cara menghampiri siswa dan mengajar, variasi media dan bahan lain, dan
bahkan duduk bersama-sama dengan siswa. variasi interaksi. Haibuan dkk dalam
Pada saat guru mendekati siswa merasa (Mariam Nasution, 2014 : 97)
diperhatikan sehingga siswa akan merasa mengemukakan komponen-komponen
senang dan aman. mengadakan variasi ada 3 (tiga) bagian
3) Sentuhan yaitu:
Penguatan dalam bentuk sentuhan
dilakukan dengan adanya kontak fisik
a. Variasi dalam gaya mengajar guru
1) Penggunaan variasi suara (teacher b. Variasi media dan bahan ajar
voice) Ada tiga komponen dalam variasi
2) Pemusatan perhatian (focusing) penggunaan media, yaitu:
1) Variasi media pandang,
Dalam pemusatan perhatian dapat
Penggunaan media pandang seperti:
dibedakan 6 (enam) macam yaitu:
buku, majalah, globe, peta majalah
1) Verbal focusing yakni pemusatan dinding, film, tv dan lain-lain.
perhatian melalui kata-kata seperti: 2) Variasi media dengar
coba dengarkan,, amati baik baik 3) Variasi media taktil, Maksudnya
gambar ini atau periksa gambar ini memberikan kesempatan kepada
dengan seksama. anak didik untuk menyentuh dan
2) Gestural focusing yaitu pemusatan memanipulasi benda atau bahan
perhatian melalui syarat tertentu, ajar.
seperti menunjukkan pada gambar c. Variasi interaksi
yang tergantung di dingding atau di Variasi dalam pola interaksi antara
papan tulis. guru dengan anak didiknya memiliki
3) Kesenyapan atau kebisuan guru rentangan yang bergerak dari dua
(teaching silence) Dalam hal ini guru kutub yaitu:
sengaja dan tiba-tiba menciptakan atau 1) Anak didik bekerja atau belajar
menimbulkan kesenyapan atau secara bebas tanpa campur tangan
kebisuan sejenak selagi menerang- kan dari guru.
sesuatu bahan kepada murid. 2) Anak didik mendengarkan dengan
4) Mengadakan kontak pandang dengan pasif, situasi didominasi guru.
gerakan (eye contac and movement)
Apabila guru berinteraksi dengan 4. Keterampilan Membuka dan
murid, sebaiknya pandangan Menutup Pelajaran
menjelajahi seluruh kelas dan melihat Membuka pelajaran atau set
kepada mata murid-murid. induction adalah usaha yang dilakukan guru
5) Gerakan badan dan mimic, variasi ini dalam kegiatan pembelajaran untuk
menyangkut ekspresi wajah guru, menciptakan prakondisi bagi siswa agar
gerak kepala, dan gerak badan. mental maupun perhatian terpusat pada
6) Pergantian posisi dalam kelas (teacher pengalaman belajar, sehingga materi yang
movement) disajikan akan mudah mencapai
kompetensi yang diharapkan. Komponen- dengan lingkungan peserta didik,
komponen yang berkaitan dengan menghubung-hubungkan bahan
membuka pelajaran menurut E. Mulysa pelajaran yang sejenis dan berurutan.
dalam (Mariam Nasution, 2014 : 99)
Menutup pelajaran (closing) adalah
meliputi:
kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk
mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar-
a. Menarik perhatian peserta didik.
mengajar. M. Uzer Usma dalam (Mariam
Banyak cara yang dapat dilakukan guru
Nasution, 2014 : 99) mengemukakan
untuk menarik perhatian peserta didik
langkah guru dalam mengakhiri kegiatan
terhadap pelajaran yang akan disajikan
belajar-mengajar adalah sebagai berikut:
yaitu melalui gaya mengajar guru dan
menggunakan media dan sumbetr a. Merangkum atau membuat garis-garis

belajar yang bervariasi. besar persoalan yang baru di bahas atau

b. Membangkitkan motivasi dipelajari sehingga siswa memperoleh

Cara yang dilakukan guru untuk gambaran yang jelas tentang makna

membangkitkan motivasi belajar serta esensi pokok persoalan yang baru

peserta didik yaitu, kehangatan dan saja diperbincangkan.

semangat, membangkitkan rasa ingin b. Mengonsolidasikan perhatian siswa

tahu, mengemukakan ide yang terhadap hal-hal pokok dalam

bertentangan, memperhatikan minat pembelajaran yang bersangkutan agar

belajar peserta didik. informasi yang telah diterimanya dapat

c. Memberikan acuan membangkitkan minat dan

Dalam memberi acuan dapat dilakukan kemampuannya terhadap pelajaran

seperti: mengemukakan tujuan dan selanjutnya.

batas-batas tugas, menyarankan c. Mengorganisasi semua kegiatan atau

langkah-langkah yang akan dilakukan, pelajaran yang telah dipelajari

mengingatkan masalah pokok, sehingga merupakan suatu kebutuhan

mengajukan pertanyaan. yang berarti dalam memahami materi

d. Membuat kaitan yang baru dipelajari.

Cara yang dapat dilakukan guru antara d. Memberikan tindakan lanjut (follow

lain: mengajukan pertanyaan up) berupa saran-saran dan ajakan agar

apersepsi, mengulas sepintas garis materi yang baru dipelajari jangan

besar isi pembelajaran yang telah lalu, dilupakan, dan agar dipelajari kembali

mengaitkan materi yang diajarkan ke rumah.


5. Keterampilan Menjelaskan 4) Balikan tentang penjelasan yang
Kegiatan belajar-mengajar pada disajikan melihat mimik siswa atau
bagian menjelaskan berarti pengajuan pertanyaan.
mengorganisasikan materi pelajaran dalam
tata urutan yang terencana secara 6. Keterampilan Mengelola Kelas
sistematis, sehingga dengan mudah dapat Keterampilan mengelola kelas
dipahami siswa. Keterampilan menjelaskan adalah keterampilan dalam mencipta- kan
terdiri dari atas berbagai komponen sebagai dan mempertahankan kondisi kelas yang
berikut: optimal guna terjadinya proses mengajar
a. Komponen merencanakan penjelasan yang serasi dan efektif. Komponen dalam
mencakup: mengelola kelas sebagai berikut:
1) Isi pesan (pokok-pokok materi a. Keterampilan yang berhubungan
yang dipilih dan disusun secara dengan penciptaan dan pemeliharaan
sistematis di sertai dengan kondisi belajar yang optimal.
contoh-contoh Penciptaan pemeliharaan kondisi yang
2) Hal-hal yang berkaitan dengan optimal dapat dilakukan sebagai
karakteristik penerima pesan siswa berikut: menunujukkan sikap tanggap,
b. Komponen menyajikan penjelasan membagi perhatian secara visual dan
sebagai berikut: verbal, memusatkan perhatian,
1) Kegiatan yang dapat dicapai dengan memberi petunjuk-petunjuk yang jelas,
berbagai cara seperti: bahasa yang menegur secara bijaksana dan
jelas, berbicara yang lancar, sebagainya.
mendefenisikan istilah-istilah yang b. Keterampilan yang berhubungan
teknis dan berhenti sejenak untuk denga pengendalian kondisi belajar
melihat respon siswa. yang optimal. Keterampilan ini
2) Penggunaan contoh dan ilustrasi berkaitan dengan respon guru terhadap
yang dapat mengikuti pola pikir gangguan siswa yang berkelanjutan
induktif dan deduktif. dengan maksud agar guru dapat
3) Pemberian tekanan pada bagian- mengadakan tindakan remedial untuk
bagian yang penting dengan cara mengembalikan kondisi belajar yang
penekanan suara, membuat iktisar optimal.
dan mengemukakan tujuan.
7. Keterampilan Membimbing masing- masing diberi kesempatan belajar
Diskusi Kelompok Kecil secara berkelompok atau perseorangan.
Diskusi kelompok adalah suatu Penguasaan keterampilan mengajar
proses yang teratur yang melibatkan kelompok kecil dan perseorangan
sekelompok orang dalam interaksi memungkinkan guru mengelola jenis
tatap muka yang informal dengan kegiatan ini secara efektif dan efesien serta
berbagai pengalaman atau informasi, memainkan perannya sebagai:
pengampilan keputusan, atau peme- 1) Organisator kegiatan belajar-mengajar
cahan masalah. Komponen-komponen 2) Sumber informasi bagi siswa
keterampilan membimbing diskusi 3) Motivator bagi siswa untuk belajar
sebagai berikut: 4) Penyedia materi dan kesempatan
a. Memusatkan perhatian siswa pada belajar bagi siswa
tujuan dan topik diskusi. Caranya: 5) Pendiagnosa dan pemberi bantuan bagi
rumuskan tujuan dan topik yang akan yang membutuhkan.
dibahas, kemukakan masalah-masalah b. Komponen keterampilan
khusus, catat perubahan atau Ada 4 (empat) kelompok
penyimpangan. keterampilan yang perlu dikuasai oleh guru,
b. Memperjelas masalah atau urunan dalam kaitan ini sebagai berikut:
pendapat 1) Keterampilan mengadakan pendekatan
c. Menganalisis pandangan siswa secara pribadi
d. Meningkatkan urunan siswa 2) Keterampilan mengorganisasikan
e. Menyebarkan kesempatan 3) Keterampilan membimbing dan
berpartisipasi memudahkan belajar
f. Menutup diskusi 4) Keterampilan merencanakan dan
g. Hal-hal yang harus dihindari. melaksanakan kegiatan belajar-
mengajar.
8. Keterampilan Mengajar Kelompok c. Prinsip penggunaan
Kecil dan Perseorangan 1) Variasi pengorganisasian kelas
a. Prinsip dan Tujuan besar, kelompok perorangan
Mengajarkan kelompok kecil dan tujuan yang hendak dicapai,
perseorangan terjadi dalam konteks kemampuan siswa, ketersediaan
pengajaran klasikal. Di dalam kelas seorang fasilitas, waktu serta kemampuan
guru mungkin menghadapi banyak guru.
kelompok kecil serta banyak siswa, yang
2) Tidak semua topik dapat dipelajari ada 8 keterampilan yaitu; keterampilan
secara efektif dalam kelompok bertanya, keterampilan memberikan
kecil dan perseorangan. penguatan, keterampilan mengadakan
3) Pengajaran kelompok kecil yang variasi, keterampilan menjelaskan,
efektif selalu diakhiri dengan keterampilan membuka dan menutup
suatu kulminasi berupa pelajaran, keterampilan membimbing
rangkuman, pemantapan, diskusi kelompok kecil, keterampilan
kesepakatan laporan, dan mengelola kelas, keterampilan
sebagainya. mengajar kelompok kecil dan
4) Guru perlu mengenal siswa secara perseorangan.
perseorangan agar dapat mengatur
kondisi belajar dengan tepat. V. DAFTAR PUSTAKA
5) Dalam kegiatan belajar Suwangsih, Erna. Pendekatan
perseorangan siswa dapat bekerja Pembelajaran Matematika.
secara bebas dengan bahan yang Bandung : Universitas
disiapkan. Pendidikan indonesia

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan
diatas maka dapat disimpulkan:
1. Pendekatan pembelajaran merupakan
aktivitas guru dalam memilih kegiatan
pembelajaran. Macam-macam
pendekatan pembelajaran matematika
adalah pendekatan induktif, deduktif,
spiral dan konstruktivisme.
2. Metode pembelajaran dapat diartikan
sebagai cara yang digunakan untuk
menerapkan rencana yang sudah
disusun dalam bentuk kegiatan nyata
dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
3. Keterampilan yang dapat digunakan
guru selama proses belajar-mengajar