Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

EFEK KEADAAN GAWAT DARURAT TERHADAP PASIEN DAN KELUARGA

KELOMPOK 3

1. ASBULLAH
2. DEBY RAYENDRA
3. DEVI AFRIZA
4. EDO ALFIND
5. FAUZAN ARIF YASMAN
6. FEBRIANTI NINGSIH
7. FITRIANA
8. NOVRI MAIYANSARI
9. OZAFINA MARTAVIANI
10. RAHMAT NOVRIANSYAH
11. RINA ZULISTIN
12. SALAWATY
13. WIWIK DWI HARYUNI
14. WIWIT RADIKA
15. YURNALIS
16. ZAHRINA VIOLLA

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya
terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan
Makalah Keperawatan Gawat Darurat tentang Efek Keadaan Gawat Darurat terhadap
Pasien dan Keluarga. Makalah ini merupakan salah satu nilai untuk mata kuliah
Keperawatan Gawat Darurat. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada
segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah
ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam
penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, 30 September 2019

Kelompok 3

ii
DAFTAR ISI

Cover .............................................................................................................................. i
Kata Pengantar ............................................................................................................. ii
Daftar Isi........................................................................................................................ iii
BAB I Pendahuluan ...................................................................................................... 1
A. Latar belakang ........................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 2
B. Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 2
BAB II Pembahasan ..................................................................................................... 3
A. Pengertian .................................................................................................................. 3
B. Penderita Gawat Darurat ............................................................................................ 3
C. Efek Keadaan Gawat Darurat .................................................................................... 4
BAB III Penutup .......................................................................................................... 6
A. Kesimpulan ........................................................................................................................... 6
Daftar Pustaka .............................................................................................................. 7

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kejadian gawat darurat dapat diartikan sebagai keadaan dimana seseorang
membutuhkan pertolongan segera karena apabila tidak mendapatkan pertolongan
dengan segera maka dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan kecacatan
permanen. Keadaan gawat darurat yang sering terjadi di masyarakat antara lain
keadaan seseorang yang mengalami henti napas, henti jantung, tidak sadarkan diri,
kecelakaan, cedera, misalnya patah tulang, kasus stroke, kejang, keracunan, dan
korban bencana. Unsur penyebab kejadian gawat darurat antara lain karena terjadinya
kecelakaan lalu lintas, penyakit, kebakaran maupun bencana alam. Kasus gawat
darurat karena kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian utama d daerah
perkotaan ( Media Aeculapius, 2007 ).
Menurut American Hospital Association (AHA) dalam Herkutanto (2007),
keadaan gawat darurat adalah suatu kondisi dimana berdasarkan respon dari pasien,
keluarga pasien, atau siapa pun yang berpendapat pentingnya membawa pasien ke
rumah sakit untuk diberi perhatian/tindakan medis dengan segera. Kondisi yang
demikian berlanjut hingga adanya keputusan yang dibuat oleh pelayanan kesehatan
yang profesional bahwa pasien berada dalam kondisi yang baik dan tidak dalam
kondisi mengancam jiwa. Penderita gawat darurat adalah penderita yang oleh karena
suatu penyebab (penyakit, trauma, kecelakaan, tindakan anestesi) yang bila tidak
segera ditolong akan mengalami cacat, kehilangan organ tubuh atau meninggal
(Sudjito, 2007).
Pertolongan pertama merupakan pertolongan secara cepat dan bersifat sementara
waktu yang diberikan pada seseorang yang menderita luka atau terserang penyakit
mendadak. Pertolongan ini menggunakan fasilitas dan peralatan yang tersedia pada
saat itu dan tempat yang dibutuhkan. Tujuan yang penting dari pertolongan pertama
adalah memberikan perawatan yang akan menguntungkan pada orang-orang tersebut
sebagai persiapan terhadap penanganan lebih lanjut (Skeet, 1995).

1
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari keadaan gawat darurat?
2. Bagaimana kondisi penderia gawat darurat?
3. Bagaimana efek keadaan gawat darurat?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian keadaan gawat darurat
2. Untuk mengetahui tentang penderita gawat darurat
3. Untuk mengetahui efek keadaan gawat darurat

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Keadaan Gawat adalah suatu keadaan yang mengancam nyawa dan kecacatan
yang memerlukan penanganan dengan cepat dan tepat. Keadaan darurat adalah suatu
keadaan yang tidak mengancam nyawa tapi memerlukan penanganan cepat dan tepat
seperti kegawatan. Sedngkan keadaan gawat darurat adalah suatu keadaan yang
mengancam jiwa disebabkan oleh gangguan ABC (Airway / jalan nafas, Breathing /
pernafasan, Circulation / sirkulasi), jika tidak ditolong segera maka dapat meninggal /
cacat (Wijaya, 2010).

B. PENDERITA GAWAT DARURAT


Kematian dapat terjadi bila seseorang mengalami kerusakan atau kegagalan dan
salah satu sistem/organ di bawah ini yaitu :
1. Susunan saraf pusat
2. Pernapasan
3. Kardiovaskuler
4. Hati
5. Ginjal
6. Pancreas
Penyebab Kegagalan Organ
1. Trauma/cedera
2. Infeksi
3. Keracunan (poisoning)
4. Degenerasi (failure)
5. Asfiksi
6. Kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar (excessive loss of wafer
and electrolit)
7. Dan lain-lain.
Kemati
1. Mati Klinis :
a. Otak kekurangan Oksigen dlm 6-8 mnt

3
b. Terjadi gangguan fungsi
c. Sifat Reversible
2. Mati Biologis :
a. Otak kekurangan Oksigen dalam 8-10 mnt
b. Terjadi kerusakan sel
c. Sifat Ireversible
Kategori Kasus Penyebab Kematian
1. Immediately Life Threatening Case :
a. Obstruksi Total jalan Napas
b. Asphixia
c. Keracunan CO
d. Tension Pneumothorax
e. Henti jantung
f. Tamponade Jantung
2. Potentially Life Threatening Case
a. Ruptura Tracheobronkial
b. Kontusio Jantung / Paru
c. Perdarahan Masif
d. Koma
3. Kelompok kasus yang perlu penanganan segera karena adanya ancaman
kecacatan
a. Fraktur tulang disertai cedera pada persyarafan
b. Crush Injury
c. Sindroma Kompartemen

C. EFEK KEADAAN GAWAT DARURAT


1. Pasien
a. Efek psikologi
1) Stres akibat kondisi saat ini
2) Rasa cemas dan takut bahwa hidup terancam (kematian)
3) Perasaan isolasi
4) Depresi
5) Perasaan rapuh karena ketergantungan fisik dan emosional

4
(Morton et al, 2011) (Hudak & Gallo, 1997)
b. Efek non psikologis
1) Ketidakberdayaan
2) Pukulan (perubahan) konsep diri
3) Perubahan citra tubuh (kecacatan)
4) Perubahan pola hidup
5) Keterbatasan komunikasi (tidak mampu berkomunikasi)
(Morton et al, 2011) (Suryani, 2012)
2. Efek keadaan gawat darurat bagi keluarga
a. Efek psikologis
1) Stres akibat keadaan pasien (anggota keluarga), dan prosedur penanganan
2) Ansietas berhubungan dengan ancaman kematian pada pasien (anggota
keluarga)
3) Pengingkaran terhadap kondisi pasien (anggota keluarga)
(Hudak & Gallo, 1997)
b. Efek non psikologis
1) Perubahan struktur peran dalam keluarga
2) Perubahan pelaksanaan fungsi peran dalam keluarga
3) Terbatasnya komunikasi dan waktu bersama
4) Masalah financial keluarga
5) Perubahan pola hidup keluarga
(Hudak & Gallo, 1997) (Morton et al, 2011)

5
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Keadaan Gawat adalah suatu keadaan yang mengancam nyawa dan kecacatan
yang memerlukan penanganan dengan cepat dan tepat. Keadaan darurat adalah suatu
keadaan yang tidak mengancam nyawa tapi memerlukan penanganan cepat dan tepat
seperti kegawatan. Sedngkan keadaan gawat darurat adalah suatu keadaan yang
mengancam jiwa disebabkan oleh gangguan ABC (Airway / jalan nafas, Breathing /
pernafasan, Circulation / sirkulasi), jika tidak ditolong segera maka dapat meninggal /
cacat. Kematian dapat terjadi bila seseorang mengalami kerusakan atau kegagalan dan
salah satu sistem/organ diantaranya yaitu susunan saraf pusat, pernapasan,
kardiovaskuler, hati, ginjal, pancreas yang dapat disebabkan karena adanya cedera dari
benturan benda tajam maupun tumpul. Efek yang diakibatkan dari keadaan gawat
darurat ini efek psikologis dan non psikologis yang dapat dialami oleh pasien maupun
keluarga pasien.

6
DAFTAR PUSTAKA

Friedman, et al. (2010). Buku ajar Keperawatan Keluarga : Riset, Teori, & Praktik. Edisi
5. Jakarta: EGC.

Hudak & Gallo. (1997). Keperawatan Kritis : Pendekatan Holistik. Jakarta: EGC

Morton, et al. (2011). Keperawatan Kritis : Pendekatan Asuhan Holistik. Edisi 8. Volume
1. Jakarta: EGC

Suryani. (2012). Aspek Psikososial dalam Merawat Pasien Kritis [Converence Paper].
Universitas Padjajaran

Wijaya, S. (2010). Konsep Dasar Keperawatan Gawat Darurat. PSIK FK: Universitas
Udayana.