Anda di halaman 1dari 9

TINDAKAN KEPERAWATAN (SOP) : MELATIH PASIEN

MENGGUNAKAN ALAT BANTU JALAN

DOSEN PEMBIMBING :

Yasin Wahyurianto , S.Kep.,Ns.,M.Si

DISUSUN OLEH :

1. Yuni Ardiana Savita (P27820517001)


2. Luatum Munawaroh (P27820517002)
3. Ade Windhia L. (P27820517003)
4. Deli Refi Mustika Sari (P27820517004)
5. Izanah Ali Tasmida (P27820517005)
6. Eva Riana (P27820517006)

POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

PRODI DIII KPERAWATAN KAMPUS TUBAN

JALAN Dr.WAHIDIN SUDIROHUSODO NO. 02 TUBAN

2019
TINDAKAN KEPERAWATAN : MELATIH PASIEN

MENGGUNAKAN ALAT BANTU JALAN

A. KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN


A) Kompetensi Umum
Setelah menyelesaikan praktikum melatih pasien menggunakan kruk, kursi roda,
dan tripoid ini mahasiswa mampu membantu dan melaksanakan dalam hal melatih
pasien menggunakan alat bantu jalan yaitu kruk, kursi roda, dan tripoid secara benar dan
tepat.
B) Kompetensi Khusus
Setelah mengikuti pratikum ini mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menjelaskan tujuan melatih pasien menggunakan alat bantu jalan kruk, kursi roda,
dan tripoid.
2. Mendemonstrasikan bagaimana melatih pasien menggunakan lata bantu kruk, kursi
roda, dan tripoid.
B. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Belajar dan latihan sendiri
2. Belajar secara kelompok
C. PRASYARAT
Sebelum pratikum mahasiswa harus :
1. Melakukan cuci tangan secara benar
2. Melakukan komunikasi pada pasien
3. Menyiapakan buku kemajuan praktikum
MELATIH PASIEN MENGGUNAKAN ALAT

BANTU JALAN : KRUK, KURSI RODA DAN TRIPOD

1.1 Kruk

Salah satu cara untuk membantu para penderita cedera atau cacat kaki dalam
melakukan pekerjaan atau kehidupan sehari-hari adalah dengan menggunakan kruk. Kruk
merupakan tongkat/alat bantu berjalan untuk orang yang memiliki keterbatasan fisik
karena cacat atau cedera, biasanya digunakan secara berpasangan untuk mengatur
keseimbangan tubuh saat berjalan (Alfadhlani, et al, 2013).

Kruk memilikikelbihan dibanding alat bantu jalan lainnya seperti kursi roda karena
kruk memberikan keluwesan gerak dan kemandirian bagi penggunannya (Saepudin,
2014). Kruk yaitu tongkat atau alat bantu untuk berjalan, biasanya digunakan secara
berpasangan yang diciptakan untuk mengatur keseimbangan pada saat akan berjalan
(Suratun dkk, 2008).

1.1.1 Indikasi penggunaan kruk


1) Pasca amputasi kaki
2) Hemiparese
3) Paraparese
4) Fraktur pada ekstremitas bawah
5) Terpasang gibs
6) Pasca pemasangan gibs

(Suratun dkk, 2008)

1.1.2 Kontra Indikasi


1) Penderita demam dengan suhu tubuh lebih dari 37°C
2) Penderita dalam keadaan bedrest

1.1.3 Manfaat penggunaan kruk


Menurut Suaratun (2008), manfaat penggunaan kruk yaitu :
1) Memelihara dan mengembalikan fungsi otot
2) Mencegah kelainan bentuk, seperti kaki menjadi bengkok
3) Memelihara dan meningkatkan kekuatan otot.
4) Mencegah komplikasi, seperti otot mengecil dan kekakuan sendi.

1.1.4 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kruk


1) Perawat atau keluarga harus memperhatikan ketika klien akan menggunakan
kruk
2) Monitor klien saat memeriksa penggunaan kruk dan observasi untuk beberapa
saat sampai problem hilang
3) Perhatikan kondisi klien saat mulai berjalan
4) Sebelum digunakan, cek dahulu kruk untuk persiapan
5) Perhatikan lingkungan sekitar

(Suratun dkk, 2008)

1.1.5 Tujuan Penggunaan Kruk


1) Meningkatkan kekuatan otot, pergerakan sendi dan kemampuan mobilisasi
2) Menurunkan resiko komplikasi dari mobilisasi
3) Menurunkan ketergantungan pasien pada orang lain
4) Meningkatkan rasa percaya diri klien

(Suratun dkk, 20008)

1.1.6 Fungsi Kruk


1) Sebagai alat bantu berjalan
2) Mengatur atau memberi keseimbangan waktu berjalan
3) Membantu menyokong sebagian berat badan klien

1.1.7 Teknik Penggunaan Kruk


1. Cara berjalan dengan kruk (Supatmi, 2013)
1) Gaya berjalan 4 titik tumpu
(1) Langkahkan kruk sebelah kanan ke depan.
(2) Langkahkan kaki sebelah kiri ke depan.
(3) Langkahkan kaki sebelah kanan ke depan.
2) Gaya berjalan 3 titik tumpu
(1) Kedua kruk yang menjadi penopang dan kaki yang tidak boleh
menyangga dimajukan, kemudian menyusul kaki yang sehat.
(2) Kedua kruk yang menjadi penopang kemudian segera dipindahkan
ke titik awal dan pola yang tadi diulang.
3) Gaya berjalan 2 titik tumpu
(1) Kruk sebelah kiri dan kaki kanan maju secara bersama-sama
(2) Kruk sebelah kanan dan kaki kiri maju bersama-sama
4) Gaya melayang swing to gait
(1) Langkahkan kedua kruk bersama-sama
(2) Kedua kaki diangkat dan diayunkan maju sampai pada garis yang
menghubungkan kedua tangan atau ujung kruk.
5) Gaya melayang swing through gait
(1) Langkahkan kedua kruk bersama-sama.
(2) Kedua kaki diangkat, diayunkan melewati garis yang
menghubungkan kedua tangan atau ujung kruk.
2. Cara menggunakan kruk (Pronajaya, 2016)
1) Cara naik
(1) Lakukan posisi tiga titik.
(2) Bebankan berat badan pada kruk.
(3) Julurkan tungkai yang tidak sakit antar kruk dan anak tangga.
(4) Pindahkan beban berat badan dari kruk ke tungkai yang tidak sakit.
(5) Luruskan kedua kruk dengan kaki yang tidak sakit di atas anak
tangga.
2) Cara Turun
(1) Bebankan berat badan pada kaki yang tidak sakit.
(2) Letakkan kruk pada anak tangga dan mulai memindahkan berat
badan pada kruk, gerakkan kaki yang sakit ke depan.
(3) Luruskan kaki yang tidak sakit pada anak tangga dengan kruk.
(4) Ajarkan klien tentang cara duduk di kursi dan cara beranjak dari
kursi
3) Cara Duduk
(1) Klien di posisi tengah depan kursi dengan aspek posterior kaki
menyentuh kursi.
(2) Klien memegang kedua kruk dengan tangan berlawanan dengan
tungkai yang sakit. Jika kedua tungkai sakit, maka kruk ditahan dan
pegang pada tangan klien yang lebih kuat.
(3) Klien meraih tangan kursi dengan tangan yang lain dan
merendahkan tubuh ke kursi.
4) Cara Bangun
(1) Lakukan tiga langkah diatas dalam urutan sebaliknya
(2) Cuci tangan
(3) Catat cara berjalan dan prosedur yang diajrakan serta kemampuan
klien untuk melakukan cara berjalan dalam catatan perawat.

1.2 Kursi Roda


Kursi roda digunakan dengan cara menekan roda (pelek) yang memungkinkan
pengguna kursi roda untuk mendorong diri di kursi. Kursi roda yang tidak
menggunakan pelek untuk didorong sendiri, biasanya didorong oleh orang yang
menggunakan pegangan di bagian belakang kursi.
1.2.1 Langkah-langkah menggunakan kursi roda:
1. Pastikan kuku pasien dipotong pendek untuk menghindari terjadinya luka.
Pasien juga dapat ditawarkan untuk memakai sarung tangan agar terlindung
dari kotoran dan cedera.
2. Maju. Untuk menuju ke depan, dorong roda depan dengan tetap memegang
pinggiran dan memindahkan mereka ke arah depan.
3. Mundur. Jangkauan ke depan dan pegangan roda, dan mendorong roda
mundur. Hati-hati, seperti roda kecil di bagian depan perlu putar melingkar.
Jangan lupa untuk melihat di belakang anda.
4. Berbelok ke kanan. Pegang roda kanan, dan mendorong ke depan roda kiri.
5. Membelok ke kiri. Pegang roda kiri, dan mendorong roda depan yang tepat.
6. Berputar di tempat. Jika berapa di sudut sempit, anda mungkin perlu untuk
berputar di tempat. Dorong roda depan satu dan yang lainnya mundur secara
bersamaan.
7. Menghentikan. Memegang roda dan gesekan digunakan untuk
memperlambat laju roda. Jepit dan dorong bagian ibu jari dan sisi dari sendi
pertama jari telunjuk anda. Berhati-hatilah, karena gesekan ini menciptakan
panas yang dapat membakar tangan anda berada di jalanan menurn atau
berhenti tiba-tiba.
1.3 Tripot
1.3.1 Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan tripot
Menggunakan alat bantu fisioterapi tripot ada cara-cara tertentu.
Penggunakan tripot harus mempertimbangkan kondisi fisik pasien yang
mencakup nadi, pernapasan, rentang gerak sendi, tekanan darah, dan kekuatan
otot di area kaki. Selain itu, perlu pula memperhatikan tinggi tripot yang akan
digunakan. Tinggi tripot sebaiknya setinggi lipatan paha yang mana dalam
penggunaannya tangan sedikit ditekuk. Dalam hal ini anda bisa beli alat bantu
fisioterapi tripot yang bisa diubah-ubah ketinggiannya. Dengan demikian
ketinggian tongkat bisa lebih mudah diatur menyesuaikan tinggi badan pasien.
1.3.2 Posisi yang benar
Posisi yang benar memegang tripot yaitu dengan memegang bagian
puncaknya dengan posisi tubuh berdiri tegak. Tripot digunakan pada sisi tubuh
yang sehat, misalnya cidera didapati di lutut bagian kanan maka tripot sebaiknya
dipegang dengan tangan kiri. Demikian pula sebaliknya.
1.3.3 Penggunaan tripot yang benar Tripot sebaiknya diayunkan secara simultan
berbarengan dengan kaki anda yang sakit. Maksudnya langkah kaki yang lemah
secara bersamaan dengan tripot. Lanjutkan dengan melangkahkan kaki yang
sehat. Supaya tidak terlalu membebani saat berjalan coba arahkan tubuh ke arah
tripot. Cara penggunaan tripot ini pun berlaku bagi anda yang ingin berjalan
menaiki atau menuruni tangga. Namun, ingat untuk lebih berhati-hati saat akan
menaiki atau menuruni tangga karena beban tumpuan biasanya akan terasa
berat.
1.3.4 Ketika mau duduk
Pasien yang menggunakan tripot seringkali memang mendapati kesulitan
saat akan duduk. Adapun saat mau duduk pertama-tama letakkan tripot di
samping kursi dan posisikan tubuh berdiri tepat di depan kusi. Pegang erat
tangan kursi jika ada sebagai pegangan saat mau duduk. Awali dengan duduk di
tepi kursi lalu secara perlahan angkat badan ke arah sandaran. Setelahnya
posisikan tubuh supaya duduk bersandar secara nyaman.
1.3.5 Bangkit dari kursi
Untuk bangkit dari kursi bisa anda awali dengan mengangkat tubuh ke sisi
tepi kursi dengan berpegangan pada tangan kursi. Perlahan duduk di tepi kursi
lalu gunakan tangan kusi sebagai pegangan. Posisikan tubuh berdiri tegak di
depan kusi lalu ambil tripot dengan salah satu tangan.
Untuk mendapatkan alat bantu tripot kini pun semakin mudah. Hal ini
karena sudah ada sejumlah distributor alat bantu fisioterapi tripot yang
menawarkan tongkat piramid kaki tiga dengan harga terjangkau. Beberapa
diantaranya bahkan sudah menyediakan fasilitas penjualan secara online.
Namun, tetap ingat untuk memilih distributor terpercaya guna mendapat prduk
berkualitas baik. Sekian ulasan kali ini. Semoga ulasan mengenai alat bantu
fisioterapi tripot ini bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA

Alfadhlani., Meuthia, Y., Vallent, D. F. 2013. Perbaikan Rancangan Kruk Ketiak untuk
Penderita Cedera dan Cacat Kaki. Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol 12 No 2.

Pronajaya, G. 2016. Moblisasi Dini (Ambulansi). Diakses pada 21 Oktober 2019, dari
http://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Undergraduate-7560-LAMPIRAN.pdf

Saepudin, A. 2014. Peranacangan Modifikasi Kruk untuk Disabilitas Kaki dari Kruk menjadi
Kursi dengan Metode Axiomatic Design (Doctoral Dissertation, UIN Sunan Kalijaga).

Supatmi. 2013. Membantu Pasien Berjalan dengan Alat Bantu Jalan. Ponorogo.

Suratun., dkk. 2008. Klien Gannguan Sistem Muskuluskeletal. Jakarta. EGC.