Anda di halaman 1dari 7

PEMANTAUAN HEMODINAMIKA ANAK

A. Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Hemodinamik


1. Faktor intrinsik
a. Usia gestasi saat lahir
b. Asfiksia
c. Infeksi perinatal
d. Malformasi kongenital
2. Faktor ekstrinsik
a. Komplikasi/ penyulit pada kehamilan
b. Komplikasi/ penyulit pada persalinan
c. Obat yang dikonsumsi ibu
d. Timing of cord clamping

Fase Syok Patofisiologi Tanda dan Gejala


Syok Tahap ini: mekanisme kompensasi Tahap ini: gejala dapat
terkompensasi tubuh  mempertahankan fungsi tidak nyata
organ - Denyut nadi meningkat
- Redistribusi aliran darah ke organ - Tekanan nadi
vital (otak, ginjal, dan adrenal) menyempit
dengan mekanisme regulasi - Akral mulai dingin
vasomotor (vasodilatasi di organ - CRT >3 detik
vital dan vasokontriksi di organ - Tekanan darah normal
lain) - Diuresis menurun
- Peningkatan kontraktilitas miokard
- Ginjal  penurunan ekskresi air
dan garam
Syok - Mekanisme kompensasi gagal  - Denyut nadi meningkat
dekompensasi sirkulasi dan O2 ke organ vital - Akral dingin
menurun - CRT > 3 detik
- Metabolisme anaeorob meningkat - Tekanan darah
 produksi asam laktat meningkat menurun
 asidosis metabolik - Diuresis menurun
- Asidosis  mengganggu bahkan tidak ada
kontraktilitas miokard
- Asidosis  mengganggu pompa
elektrolit  kebocoran cairan
ekstraseluler
- Mediator inflamasi meningkat 
penurunan perfusi jaringan

B. Parameter Monitoring Hemodinamik

Parameter
Denyut nadi Terdapat korelasi tidak signifikan antara denyut nadi dan aliran
darah sistemik (SBF/ Systemic Blood Flow).
Warna Terdapat ketidaksepakatan antar observer ketika diperlihatkan video
mengenai kapan bayi berwarna pink, dimana nilai SpO2
divariasikan.
CRT Terdapat keseragaman nilai CRT antar observer ketika melakukan
CRT di area dada, namun tidak seragam ketika dilakukan di dahi,
lengan tumit. CRT > 3 detik memiliki 55% sensitivitas dan 80%
spesifitas untuk memprediksi SBF rendah.
Diuresis Terdapat korelasi tidak signifikan abtara diuresis, CRT, dan SBF
rendah.
Serum laktat Serum laktat kadar >2,8 mmol/L mempunyai 100% sensitivitas dan
60% spesifitas untuk mendeteksi SBF rendah
Perbedaan Tidak ada korelasi abtara CPTd dengan SBF
antara
temperature
sentral dan
perifer (CPTd)
Tekanan darah Terdapat korelasi buruk antara tekanan darah dengan SBF pada bayi
premature < 30 minggu

C. Metode Monitoring Hemodinamik


1. Klinis/ Lab
a. Klinis
1) Tanda dan gejala  warna, CRT, CPTd, status mental
2) Tanda-tanda vital
3) Diuresis
b. Lab
1) AGD
2) Serum laktat
2. Non klinis
a. Non invasive
1) Capnografi
2) Parameter ventilator
3) Transcutaneous O2
4) Pulse oximetry
5) ECG
6) Echocardiography
7) NIRS (Near Infared Spectroscopy)
8) USCOM (Ultrasound Cardiac Output Monitor)
b. Invasive
1) Arterial cannulation
2) Central venous cannulation
3) Pulmonary artery cathether
4) PCCO (Pulse index Contour Continous Cardiac Output)
c. Advanced
1) fMRI
2) fECHO
3) IEC (Impedance Electrical Cardiometry)

D. Obat Penunjang Kardiovaskuler


1. Dopamin
a. Dosis rendah
1) Dosis ginjal
2) 0,5-2µg/kgBB/menit
3) Stimulasi reseptor dopamin perifer
4) Meningkatkan aliran darah ginjal, menseterika dan koroner
b. Dosis sedang
1) Dosis kardiotonik
2) 2-10µg/kkBB/menit
3) Stimulasi reseptor β-adrenergik
4) Meningkatkan denyut jantung dan cardiac output
5) Vasodilator perifer
c. Dosis tinggi
1) Dosis presor
2) Aktivasi reseptor α adrenergik dan serotonin
3) Peningkatan resistensi vaskular sistemik
2. Dobutamin
Martin dan Fanaroff
a. Dosis : 5-20 mcg/kgBB/menit IV
b. Meningkatkan output jantung (reseptor β-1 kardioselektif)

Digunakan sebagai terapi awal inotropik


- Untuk kelainan disfungsi miokardium
Dopamin/ Dobutamin infus
1. Berikan terapi cairan awal
2. Monitor tekanan darah dan frekuensi jantung
3. Gunakan infusion pump
4. Infus melalui kateter vena umbilikal/ PICC
a) Bila jalur vena sentral tidak ada, gunakan jalur perifer terpisah
b) Jangan menggunakan arteri umbilikal atau arteri lain
c) Jangan melakukan flush dari jalur dopamin

Racikan Dopamin/ Dobutamin


Dopamin/ Dobutamin Dose equivalent
15 mg/kgBB dalam 50 ml D5% 1 ml/ jam : 5 mikrogram/kgBB/min
30 mg/kg/BB dalam 50 ml D5% 1 ml/jam : 10 mikrogram/kgBB/min
Dose range 5-20 mikrogram/kgBB/min

Persiapan Dopamin/ Dobutamin


Dopamin/ Dobutamin
Membuat larutan* 30 mg/kg dalam 50 ml
Dosis equivalen 1 ml/jam = 10 mikrogram/kg/mnt
Dosis interval 5-20 mikrogram/kg/mnt
*kondisi khusus jika bayi BBLR larutan bisa dibuat dalam 25 ml

3. Efinefrin
a. Katekolamin endogen
b. Dosis rendah bekerja pada β1-adrenergik
c. Inotropik, kronotropik dan vasodilator
d. Menstimulasi jantung
e. Dosis tinggi bekerja pada α-adrenergik
f. Menigkatkan resistensi perifer
Martin dan Fanaroff
- Infus drip 0,05-1 mg/kgBB/menit IV
4. Norefinefrin
a. Lebih menyebabkan vasokonstriksi dibandingkan adrenalin
b. Penggunaan noradrenalin terbatas karena efek vasokonstriksinya yang
dominan
c. Kemungkinan iskemik dan peningkatan afterload

5. Kortikosteroid
a. Bayi prematur
1) Jaras hipotalamus-hipofise-adrenal belum matang
2) Respon terhadap stres inadekuat
b. Deksametason dan hidrokortison
1) Meningkatkan tekanan darah pada keadaan hipotensi persisten
c. Rekomendasi dosis:
1) Hidrokortison 2-10 mg/kgBB/ hari, 2-4 dosis
2) Deksametason 0,25 mg/kgBB, dosis tunggal
DAFTAR PUSTAKA

Choudhory P, et al. 2011. Principles of pediatric and neonatal emergencies. 3rd ed.
Delhi: JP medical

Kluckow M et. Al. 2000. Low superior vena cava flow and intraventricular
hemorrhage in preterm infants. Arch dis child fetal neonatal ed.

Miletin J et al. 2009. Bedside detection of low systemic flow in the very low birth
weight infant on day 1 of life. Eur J pediatr

Noori S et al. 2012. Neonatal blood pressure suport: the use of inotropes, lusitropes,
and other vasopressor agents. J Clin Perinatol

Osborn DA et al. 2014. Clinical detection of upper body blood flow in very premature
infants using blood pressure, capilarry refill time and central-peripheral
temperature difference. Arch dis fetal neonatal

Raichur DV et al. 2001. Capillary refill time in neonatus: beside assessment. Indian J
Pediatr.