Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling
berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahapan yaitu input,
proses, dan output (Nugroho Widjajanto, 2001:2). Informasi akuntansi
adalah data akuntansi yang berguna dan diolah sehingga dapat dijadikan
dasar untuk mengambil keputusan yang tepat bagi pemakai informasi
akuntansi. Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi
yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan
mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan
keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan
krediur) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen) (Baridwan, 2002:4).
Di dalam informasi akuntansi terdapat berbagai macam transaksi.
Dimana salah satunya adalah penjualan. Sistem penjualan digunakan untuk
menangani transaksi penjualan barang atau jasa, baik secara kredit maupun
secara tunai. Dalam transaksi penjualan kredit, jika order dari pelanggan
telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa untuk
jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada pelanggannya.
Dalam penjualan tunai, barang atau jasa baru diserahkan oleh bagian
pengiriman kepada pembeli jika bagian kasir telah menerima uang dari
pembeli. Di dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut tentang bagaimana
proses terjadinya penjualan di dalam sistem informasi akuntansi.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi penjualan ?
2. Apa saja jenis dari sistem informasi akuntansi penjualan ?
3. Apa saja tujuan dari sistem informasi akuntansi penjualan ?
4. Apa saja fungsi yang terkait dalam sistem penjualan ?
5. Apa saja dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan ?
6. Apa saja catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan ?
7. Apa saja prosedur yang membentuk sistem penjualan ?
8. Bagaimana flowchart dalam sistem penjualan ?
9. Apa saja unsur pengendalian intern dalam sistem penjualan ?

1.3 Tujuan Makalah


Makalah ini dibuat untuk mengetahui bagaimana proses penjualan di
dalam sistem informasi akuntansi dan bagaimana flowchart dari proses
penjualan tersebut serta jurnal yang terkait.

1.4 Manfaat Manfaat


1. Menambah pengetahuan akan proses penjualan yang terjadi di dalam
sistem informasi akuntansi.
2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah “Sistem Informasi Akuntansi”

2
BAB II

PEMBAHASAN

Menurut Mulyadi (2001) Penjualan adalah jumlah yang dibebankan kepada


pelanggan untuk barang dagang yang dijual, baik secara tunai maupun kredit.
Besar kecilnya penjualan juga tergantung dari perencanaan yang telah dibuat oleh
perusahaan, misalnya perancangan tentang harga barang, tempat pemasaran,
maupun jumlah yang akan diproduksi.

Sistem penjualan adalah sistem yang melibatkan sumber daya dalam suatu
organisasi, prosedur, data serta sarana pendukung untuk mengoperasikan sistem
penjualan, sehingga dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi pihak
manajemen dalam pengambilan keputusan. Sistem informasi akuntansi penjualan
adalah sub sistem informasi bisnis yang mencakup kumpulan prosedur yang
melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen dan informasi
penjualan untuk keperluan manajemen dan bagian lain yang berkepentingan,
dalam proses atau transaksi penjualan.

Tujuan dari sistem informasi akuntansi untuk aktivitas penjualan menurut


Azhar Susanto (2001: 170) adalah sebagai berikut :

1. Aktivitas penjualan merupakan sumber pendapatan perusahaan. Kurang


dikelolanya aktivitas penjualan dengan baik, secara langsung akan merugikan
perusahaan karena selain sasaran penjualan tidak tercapai, juga pendapatan
akan berkurang.
2. Pendapatan dan hasil penjualan merupakan sumber pembayaran perusahaan
oleh karenanya perlu diamankan.
3. Akibat adanya penjualan akan merubah posisi harta yang menyangkut :
a. Timbulnya piutang kalau penjualan secara kredit atau masuknya uang
kontan kalau penjualan secara tunai.

3
b. Kuantitas barang yang akan berkurang dari gudang karena penjualan yang
terjadi.”

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa tujuan sistem informasi


akuntansi penjualan adalah untuk menghindari penyelewengan-penyelewengan
sehingga dapat menunjang kelancaran penjualan perusahaan.

2.1 Penjualan Tunai


Penjualan tunai dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara
mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang lebih dahulu
sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang
diterima oleh perusahaan, barang kemudian diserahkan kepada pembeli dan
transaksi penjualan tunai kemudian dicatat oleh perusahaan. Pada sistem
ini, bila pembeli sudah memilih barang yang akan dibeli, pembeli
diharuskan membayar kebagian kassa. Oleh karena itu, tidak perlu ada
prosedur pengiriman barang pada toko penjual. Informasi yang biasa
dibutuhkan dalam sistem penjualan tunai yaitu jumlah penerimaan kas dari
penjualan tunai setiap hari dan jumlah kas yang disetorkan ke bank setiap
hari.

2.1.1 Fungsi yang terkait dalam penjualan tunai


a. Fungsi Penjualan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari pembeli,
mengisi faktur penjualan tunai dan menyerahkan faktur tersebut kepada
pembeli untuk kepentingan pembayaran ke fungsi kas.
b. Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli.

4
c. Fungsi Gudang
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyimpan barang yang dipesan
oleh pembeli, serta menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman.
d. Fungsi Pengiriman
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengepak barang dan menyerahkan
barang yang telah dibayar kepada pembeli.
e. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat transaksi pada penjualan
tunai dan membuat laporan penjualan tunai yang terjadi. Mulyadi (2001:
462).

2.1.2 Dokumen yang digunakan dalam penjualan tunai


a. Faktur Penjualan Tunai
Faktur penjualan tunai digunakan oleh fungsi penjualan sebagai
pengantar pembayaran oleh pembeli kepada fungsi kas dan sebagai
dokumen sumber untuk pencatatan transaksi ke dalam jurnal penjualan.
b. Pita Register Kas
Pita register kas digunakan sebagai bukti penerimaan kas yang
dikeluarkan oleh fungsi kas dan merupakan dokumen pendukung faktur
penjualan tunai.
c. Credit Card Slip
Dokumen ini diisi oleh fungsi kas dan berfungsi sebagai alat untuk
menagih uang tunai dari bank yang mengeluarkan kartu kredit berkaitan
dengan transaksi penjualan yang telah dilakukan oleh pemegang kartu
kredit.
d. Bill of Lading
Dokumen ini merupakan bukti penyerahan barang dari perusahaan
penjualan barang kepada perusahaan angkutan umum.
e. Bukti Setor Bank
Dokumen ini dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas ke
bank. Bukti setor bank diserahkan oleh fungsi kas kepada fungsi

5
akuntansi sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi ke dalam
jurnal penerimaan kas.
f. Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan
Dokumen ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk meringkas harga
pokok produk yang dijual selama satu periode. Mulyadi (2001, 463-468)

2.1.3 Catatan akuntansi yang digunakan dalam penjualan tunai


a. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat
penerimaan kas dari penjualan tunai.
b. Jurnal Umum
Jurnal ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat harga pokok
produk yang dijual.
c. Kartu Persediaan
Kartu persediaan digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat
berkurangnya harga pokok produk yang dijual dan untuk mengawasi
mutasi dan persediaan barang yang disimpan di gudang.
d. Kartu Gudang
Catatan ini digunakan untuk mencatat mutasi dan persediaan barang yang
disimpan dalam gudang. Mulyadi (2001, 468-469)

2.1.4 Prosedur yang membentuk sistem penjualan tunai


a. Prosedur Order Penjualan
Fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan membuat faktur
penjualan tunai yang digunakan pembeli untuk melakukan pembayaran
ke fungsi kas dan untuk memungkinkan fungsi gudang dan fungsi
pengiriman menyiapkan barang yang akan diserahkan kepada pembeli.
b. Prosedur Penerimaan Kas
Fungsi kas menerima pembayaran dari pembeli dan memberikan tanda
pembayaran yang dapat berupa pita register kas dan cap “lunas” pada
faktur penjualan tunai.

6
c. Prosedur Penyerahan Barang
Fungsi pengiriman menyerahkan barang kepada pembeli.
d. Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai
Fungsi akuntansi melakukan pencatatan penjualan tunai dalam jurnal
penjualan dan jurnal penerimaan kas. Fungsi akuntansi juga mencatat
berkurangnya persediaan barang yang dijual dalam kartu persediaan.
e. Prosedur Penyetoran Kas ke Bank
Fungsi kas menyetorkan kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank.
f. Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas
Fungsi akuntansi mencatat penerimaan kas dalam jurnal penerimaan kas
berdasar bukti setor bank yang diterima dari bank melalui fungsi kas.
g. Prosedur Pencatatan Harga Pokok
Penjualan Fungsi akuntansi membuat rekapitulasi harga pokok penjualan
berdasarkan data yang dicatat dalam kartu persediaan.

2.1.5 Unsur pengendalian intern dalam sistem penjualan tunai


Unsur pengendalian intern yang seharusnya ada dalam sistem
penjualan tunai adalah sebagai berikut: (Mulyadi 2001, 470-471).
a. Organisasi
 Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kas.
 Fungsi kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.
 Transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan,
fungsi kas, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi.
b. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
 Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan
dengan menggunakan formulir faktur penjualan tunai.
 Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi kas dengan cara membubuhkan
cap “lunas” pada faktur penjualan tunaidan penempelan pita register
kas pada faktur tersebut.
 Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan
otorisasi dari bank penerbit kartu kredit.

7
 Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara
membubuhkan cap “sudah diserahkan” pada faktur penjualan tunai.
 Pencatatan ke dalam buku jurnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi
dengan cara memberikan tanda pada faktur penjualan tunai
c. Praktik yang sehat
 Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan.
 Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke
bank pada hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai atau hari
kerja berikutnya.
 Penghitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik
dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksa intern.

2.1.6 Contoh Kasus

Desain Sistem pada Rumah Makan Soto Ayam & Ayam Goreng
Bangkong Penjualan Tunai

Pramusaji (bagian penjualan) menawarkan menu kepada pelanggan,


kemudian mencatat Surat Order Pesanan. Pramusaji menyerahkan Surat
Order Pesanan kepada bagian juru masak untuk menyiapkan pesanan
tersebut. Setelah juru masak menyiapkan pesanan, pramusaji mengantarkan
pesanan dan membawa kembali Surat Order Pesanan. Bila pelanggan selesai
makan, maka pramusaji akan mencatat tambahan pesanan yang diambil oleh
pelanggan. Kemudian pramusaji akan mencatat ulang pesanan pada Faktur
Penjualan sebanyak 2 rangkap dan menyobek Surat Order Pesanan. Faktur
Penjualan kedua disimpan oleh bagian penjualan, sedangkan faktur
penjualan pertama diserahkan ke bagian kasir untuk melakukan
pembayaran. Bila pelanggan sudah membayar, dari kasir akan menghasilkan
struk penjualan sebanyak 2 rangkap.

8
Bagian kasir akan menyerahkan struk penjualan pertama untuk
pelanggan dan struk penjualan kedua beserta faktur penjualan diserahkan ke
bagian admin. Bagian admin akan menggunakan struk penjualan kedua dan
faktur penjualan tersebut untuk membuat laporan pendapatan (penjualan)
sebanyak 2 rangkap. Laporan pendapatan pertama beserta struk penjualan
dan faktur penjualan akan dibuat arsip oleh bagian admin, kemudian laporan
pendapatan kedua akan diserahkan ke pemilik. Laporan pendapatan yang
diterima oleh pemilik akan diperiksa oleh pemilik untuk menganalisa dan
mengontrol penjualan, selanjutnya laporan pendapatan tersebut akan
disimpan oleh pemilik.

9
2.2 Penjualan Kredit
Menurut Arens yang dialih bahasakan oleh Amir Abadi Yusuf
(1993;352), pengertian penjualan kredit adalah sebagai berikut:
“Transaksi-transaksi usaha yang melibatkan pemberian suatu produk
(barang atau jasa) yang ditukar dengan janji untuk membayar dimana ketika
transaksi terjadi, pembeli berjanji untuk membayar dalam tempo masa
tertentu.”
Berdasarkan uraian di atas, dapat diartikan bahwa semua transaksi
penjualan yang tidak dibarengi dengan pembayaran tunai merupakan
penjualan kredit. Menurut Azhar (1999;174-175), pengertian penjualan
kredit adalah sebagai berikut:
“Penjualan kredit adalah penjualan yang dilakukan dengan tenggang waktu
rata-rata lebih dari satu tahun.”
Berdasarkan uraian di atas, dapat diartikan bahwa penjualan yang
dilakukan pihak penjual kepada pihak pembeli dimana pihak pembeli tidak
membayar langsung tetapi diberi tenggang waktu untuk melakukan
pembayaran kepada pihak penjual dan biasanya dalam jangka waktu satu
tahun. Pada umumnya, sistem penjualan kredit terdiri dari prosedur pesanan
penjualan, prosedur persetujuan kredit, prosedur pengiriman barang,
prosedur pembuatan faktur dan prosedur akuntansi penjualan kredit.
Prosedur pesanan penjualan informasi yang dibutuhkan meliputi pesanan
yang belum dapat dipenuhi dan kesanggupan mengirim barang di waktu
tertentu.

2.2.1 Fungsi yang terkait dalam penjualan kredit


a. Fungsi Penjualan
Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima surat order dari pembeli,
meminta otorisasi kredit, menentukan tanggal pengiriman dan dari
gudang mana akan dikirim, serta mengisi surat order pengiriman.

10
b. Fungsi Kredit
Fungsi ini bertanggungjawab untuk meneliti status kredit pelanggan dan
memberikan otorisasi pemberian kredit kepada pelanggan.
c. Fungsi Gudang
Fungsi ini bertanggungjawab untuk menyimpan barang dan menyiapkan
barang yang dipesan oleh pelanggan, serta menyerahkan barang ke fungsi
pengiriman.
d. Fungsi Pengiriman
Fungsi ini bertanggungjawab untuk menyerahkan barang berdasarkan
surat order pengiriman dari fungsi penjualan. Fungsi ini bertangungjawab
untuk menjamin bahwa tidak ada barang yang keluar dari perusahaan
tanpa ada otorisasi dari yang berwenang.
e. Fungsi Penagihan
Fungsi ini bertanggungjawab untuk membuat dan mengirimkan faktur
penjualan kepada pelanggan.
f. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat piutang yang timbul dari
transaksi penjualan kredit dan membuat serta mengirimkan pernyataan
piutang kepada para debitur, serta membuat laporan penjualan. Fungsi ini
juga bertanggungjawab untuk mencatat harga pokok persediaan yang
dijual ke dalam kartu persediaan. Mulyadi (2001, 210-213).

2.2.2 Dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan kredit


a. Surat Order Pengiriman dan Tembusannya
 Surat Order Pengiriman
Merupakan lembar pertama surat order pengiriman yang memberikan
otorisasi kepada fungsi pengiriman untuk mengirimkan jenis barang
yang dipesan pembeli.
 Tembusan Kredit (Credit Copy)

11
Dokumen ini digunakan untuk memperoleh status kredit kepada
pelanggan dan untuk mendapatkan otorisasi penjalan kredit dari fungsi
kredit.
 Surat Pengakuan
Dokumen ini dikirimkan oleh fungsi penjualan kepada pelanggan
untuk memberitahu bahwa ordernya telah diterima dan dalam proses
pengiriman.
 Surat Muat (Bill of Lading )
Dokumen yang digunakan sebagai bukti penyerahan barang dari
perusahaan kepada persahan angkutan umum.
 Slip Pembungkus (Packing Slip)
Dokumen ini ditempelkan pada pembungkus barang untuk
memudahkan fungsi penerimaan di perusahaan pelanggan dalam
mengidentifikasi barang- barang yang diterimanya
 Tembusan Gudang
Dokumen ini dikirim ke fungsi gudang untuk menyiapkan jenis
barang dan menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman, serta
untuk mencatat barang yang dijual ke dalam kartu gudang.
 Arsip Pengendalian Pengiriman
Tembusan surat order pengiriman yang diarsipkan oleh fungsi
penjualan menurut tanggal pengiriman yang dijanjikan. Arsip
pengiriman merupakan sumber informasi untuk membuat laporan
mengenai pesanan pelanggan yang belum dipenuhi.
 Arsip Index Silang
Tembusan surat order pengiriman yang diarsipkan secara alfabetik
menurut nama pelanggan untuk memudahkan menjawab pertanyaan-
pertanyaan dari pelanggan mengenai status pesanannya

12
b. Faktur dan tembusannya
 Faktur penjualan
Dokumen yang dikirim oleh fungsi penagihan kepada pelanggan.
 Tembusan Piutang
Dokumen yang dikirimkan oleh fungsi penagihan ke fungsi akuntansi
sebagai dasar untuk mencatat piutang ke dalam kartu piutang.
 Tembusan Jurnal Penjualan
Dokumen yang dikirimkan oleh fungsi penagihan ke fungsi akuntansi
sebagai dasar transaksi penjualan dalam jurnal penjualan.
 Tembusan Analisis
Dokumen yang dikirim oleh fungsi penagihan ke fungsi akuntansi
sebagai dasar untuk menghitung harga pokok penjualan yang dicatat
dalam kartu persediaan, untuk analisis penjualan dan untuk
perhitungan komisi wiraniaga.
 Tembusan Wiraniaga
Dokumen ini dikirimkan oleh fungsi penagihan kepada wiraniaga
untuk membantu bahwa order dari pelanggan yang lewat ditangannya
telah dipenuhi
c. Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan
Rekapitulasi harga pokok penjualan merupakan dokumen pendukung
yang digunakan untuk menghitung total harga pokok produk yang dijual
selama periode akuntansi tertentu. Data yang dicantumkan dalam
rekapitulasi harga pokok berasal dari kartu persediaan.
d. Bukti Memorial
Dokumen sumber untuk mencatat harga pokok produk yang dijual dalam
periode akuntansi tertentu. Mulyadi (2001, 214-216).

13
2.2.3 Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjuala kredit
a. Jurnal Penjualan
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan.
b. Kartu Piutang
Merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi piutang
perusahaan kepada tiap-tiap debiturnya.
c. Kartu Persediaan
Merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis
persediaan.
d. Kartu Gudang
Catatan yang diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi
dan persediaan fisik barang yang disimpan di gudang.
e. Jurnal Umum
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat harga pokok produk
yang dijual selama periode akuntansi tertentu. Mulyadi (2001, 219).

2.2.4 Prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit


Jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit adalah sebagai
berikut : Mulyadi (2001, 219-220).
a. Prosedur Order Penjualan
Fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan mencatatnya pada
surat order penjualan. Fungsi penjualan kemudian membuat surat order
pengiriman dan mengirimkannya kepada berbagai fungsi agar fungsi
tersebut memberikan kontribusi dalam melayani order dari pembeli.
b. Prosedur Persetujuan Kredit
Fungsi penjualan meminta persetujuan penjualan kredit kepada pembeli
tertentu dari fungsi kredit.
c. Prosedur Pengiriman
Fungsi pengiriman mengirimkan barang kepada pembeli sesuai dengan
informasi dalam surat order pengiriman yang diterima dari fungsi
pengiriman.

14
d. Prosedur Penagihan
Fungsi penagihan membuat faktur penjualan dan mengirimkannya
kepada pembeli.
e. Prosedur Pencatatan Piutang
Fungsi akuntansi mencatat tembusan faktur penjualan ke dalam kartu
piutang.
f. Prosedur Distribusi Penjualan
Fungsi akuntansi mendistribusikan data penjualan menurut informasi
yang diperlukan oleh manajemen.
g. Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan
ungsi akuntansi mencatat secara periodik total harga pokok produk yang
dijual dalam periode akuntansi tertentu.

2.2.5 Unsur pengendalian intern dalam sistem penjualan kredit


Unsur pokok pengendalian intern dalam sistem penjualan kredit terdiri dari:
Mulyadi (2001, 220-221).
a. Organisasi
 Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kredit.
 Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penjualan dan fungsi
kredit.
 Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi kas.
 Transaksi penjualan kredit harus dilaksanakan oleh fungsi penjulan,
fungsi kredit, fungsi pengiriman, fungsi pengaihan, dan fungsi
akuntansi.
b. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
 Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan
dengan menggunakan formulir surat order pengiriman.
 Persetujuan pemberian kredit diberikan oleh fungsi kredit dengan
membubuhkan tanda tangan pada credit copy.

15
 Pengiriman barang kepada pelanggan diotorisasi oleh fungsi
pengiriman dengan cara menandatangani dan membubuhkan cap
“sudah dikirim” pada copy surat order pengiriman.
 Penetapan harga jual, syarat penjualan, syarat pengangkutan barang,
dan potongan penjualan berada di tangan Direktur Pemasaran dengan
penerbitan surat keputusan.
 Terjadinya piutang diotorisasi oleh fungsi penagihan dengan
membubuhkan tanda tangan pada faktur penjulan.
 Pencatatan ke dalam kartu piutang dan ke dalam jurnal penjualan,
jurnal penerimaan kas, dan jurnal umum diotorisasi oleh fungsi
akuntansi dengan cara memberikan tanda tangan pada dokumen
sumber.
 Pencatatan terjadinya piutang didasarkan pada faktur penjualan yang
didukung dengan surat order pengiriman dan surat muat.
c. Praktik yang sehat
 Surat order pengiriman bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan.
 Faktur penjualan bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penagihan.
 Secara periodik fungsi akuntansi mengirim pernyataan piutang kepada
setiap debitur untuk menguji ketelitian catatan piutang yang
diselenggarakan oleh fungsi tersebut.
 Secara periodik diadakan rekonsiliasi kartu piutang dengan rekening
kontrol piutang dalam buku besar.

16
2.3 Contoh Kasus
PT. Mustika Ratu merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak
dalam usaha penjualan kosmetik dan jamu sebagai perusahaan yang
pendapatannya bersumber dari aktivitas penjualan, maka penanganan
terhadap aktivitas penjualan harus dilaksanakan berdasarkan suatu prosedur
yang memadai, dimana dalam suatu prosedur melibatkan beberapa fungsi
dalam bagian – bagian terkait dengan penjualan. Beberapa hal yang terkait
dengan sistem akuntansi penjualan kredit PT. Mustika Ratu :
a. Fungsi – fungsi yang terkait dengan penjualan kredit
b. Dokumen – dokumen yang digunakan
c. Prosedur penjualan kredit
d. Bagan alir dokumen pada sistem akuntansi penjualan

Dalam pelaksanaan PT. Mustika Ratu melakukan penjualan secara


tunai dan kredit. Penjualan secara kredit dilaksanakan dengan cara
pembayaran berdasarkan angsuran dalam arti pembayaran tidak dilunasi
dalam satu waktu. Jika pembeli ingin melakukan pembelian secara kredit
harus ada persetujuan sebelumnya dari bagian kredit dan melakukan
pembelian secara tunai minimal 4 kali.

Dalam siklus pendapatan PT. Mustika Ratu,Tbk melakukan prosedur


penjualan kredit. Dimana pendapatan yang diperoleh PT. Mustika Ratu
sebagian besar berasal dari penjualan kredit. Penjualan kredit pada PT.
Mustika Ratu dilakukan oleh fungsi – fungsi terkait, yaitu salesmen, fungsi
kredit, fungsi penjualan, fungsi gudang, ungsi pengiriman, fungsi
penagihan, fungsi akuntansi dan keuangan. Masing – masing dari fungsi
tersebut memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya.

17
Berikut adalah prosedur penjualan kredit yang dilakukan oleh PT.
Mustika Ratu :

a. Prosedur Order Penjualan


Di mulai dari salesmen menawarkan produk pada toko yang didatangi,
kemudian dicatat pada surat pesanan dan diserahkan ke bagian kredit
untuk meminta otorisasi kredit. Selanjutnya, surat pesanan tersebut
dikirimkan ke penjualan untuk dibuatkan formulir order penjualan
rangkap 2. Surat tersebut diserahkan ke gudang aga disiapkan barangnya.
Setelah barang dikirim ke pelanggan fungsi pengiriman memberikan
delivey order lembar ke-4 untuk dibuat faktur penjualan sebagai dasar
penagihan ke pelanggan.
b. Prosedur Persetujuan Kredit
Fungsi kredit menerima surat pesanan penjualan dari salesman, kemudian
menganalisis apakah layak diberikan kredit atau tidak. Persetujuan kredit
disetujui oleh fungsi kredit dan manager sales and distribution dengan
menandatangani pada surat pesanan dan menyerahkan kepada penjualan
sebagai dasar pembuatan formulir order penjualan.
c. Prosedur Pengiriman
Dalam prosedur ini, kepala gudang menyiapkan barang yang telah
dipesan oleh pelanggan dengan memeriksa kesesuaian formulir order
penjualan. Kemudian staff administrasi gudang membuat delivery order
sebanyak 6 rangkap. Satu rangkap untuk arsip dan sisanya didistribusikan
ke departement EDP. Bagian gudang harus selalu memeriksa jumlah,
jenis barang, dan tanggal kadaluasa barang. Setelah dilakukan
pemeriksaan dan pencocokan, petugas barang jadi menyerahkan delivery
order lembar 3 dan 4 bersama barang kepada petugas ekspedisi sebagai
dasar pembuatan perhitungan nilai asuransi dan pembuatan surat jalan.

18
d. Prosedur Pencatatan Putang
Dalam prosedur ini, piutang dicatat sesuai dengan dokumen – dokumen
pendukung yang berhubungan transaksi penjualan tersebut. adapun
sistem pencatatan penjualan yang digunakan adalah sistem perpetual,
dimana setiap jenis barang jadi memiliki rekening sendiri – sendiri yang
merupakan buku pembantu persediaan. Sistem penlaian yang dilakukan
PT. Mustika Ratu menggunakan metode FIFO. Setelah selesai dokument
akan disimpan sebagai arsip.
e. Prosedur Penagihan
Fungsi penagihan menerima faktur penjualan lembar pertama dan ke 2
dari fungsi penjualan dan dicocokan jumlah dan jenis barang. Setelah
sesuai dokument tersebut dibawa ke fungsi penagihan yang dibantu oleh
dept collector melakukan penagihan kepada pelanggan sesuai dengan
faktur penjualan. Lembar pertama diberikan kepada pelanggan sebagai
bukti bahwa pelanggan telah melunasi pembayaran dan lembar kedua
diserahkan ke bagian akuntansi sebagai arsip.

Jadi pendapatan yang diperoleh PT. Mustika Ratu berdasarkan pada


periode waktu dan aktivitas operasional perusahaan, yaitu penjualan secara
kredit.

19