Anda di halaman 1dari 7

Timektomi

Timektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat timus, yaitu kelenjar dengan bentuk
segitiga yang terletak di bagian dada dekat jantung. Kelenjar ini mengeluarkan beberapa
hormon dan memiliki peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Kelenjar timus memiliki fungsi sebagai waduk bagi sel T yang melindungi tubuh dari
patogen. Kelenjar ini sangat aktif di masa kanak-kanak dan mulai menyusut dan tidak lagi
berfungsi setelah memasuki masa dewasa.

Pengangkatan kelenjar timus dilakukan sebagai bentuk pengobatan beberapa masalah


kesehatan yang disebabkan fungsi abnormal dari kelenjar timus, seperti myasthenia gravis
atau saat tumor tumbuh pada kelenjar. Timektomi sendiri adalah sebuah tindakan medis yang
digunakan untuk mengatasi penyakit yang timbul pada kelenjar timus. Kelenjar yang satu ini
terletak di dekat organ jantung. Fungsi dari kelenjar ini sendiri adalah sebagai tempat
penempatan sel T. Selain itu kelenjar timus ini sendiri juga menghasilkan beberapa jenis hormon
yang dapat merangsang bekerjanya sistem imun dalam tubuh manusia. namun, seperti yang telah
kita katakan sebelumnya bahwa kelenjar timus ini sendiri memiliki masa aktif yang sangat
terbatas. Kelenjar timus akan sangat aktif pada saat kita masih kanak-kanak. Tetapi, setelah kita
menjadi dewasa maka peran dari kelenjar timus ini sendiri akan berkurang dengan drastis.
Pengurangan fungsi dan kinreja dari kelenjar timus ini akan berujung pada tidak berfungsinya
kelenjar timus secara total.

Tubuh manusia sendiri memiliki banyak sekali organ yang memiliki fungsi seperti kelenjar
timus. Organ dan jaringan serta kelenjar yang memiliki batas waktu untuk mengaktifkan diri.
Ketika batas tersebut telah tercapai maka secara perlahan akan mengalami pengurangan
keaktifan dan sampai pada akhirnya tidak aktif kembali. Namun, organ-organ seperti itu
terkadang sangat rentan dengan serangan dari penyakit. salah satu contoh dari organ tersebut
adalah usus buntu. Jaringan yang satu ini masih tak diketahui fungsinya untuk apa, namun jika
organ tersebut mengalami kondisi yang berbahaya akan segera dilakukan tindakan penanganan
medis.

Operasi timektomi ini sendiri bertujuan untuk dapat mengatasi penyakit yang terjadi akibat
adanya gangguan pada kelenjar timus. Bentuk gangguan ini sendiri memiliki banyak sekali
bentuk dan penyebabnya. Fungsi abnormal pada kelenjar timus ini sendiri dapat disebabkan oleh
penyakit yang disebut miastenia gravis, bisa juga disebabkan oleh kanker dan tumor yang
berkembang di sekitar kelenjar timus.

Operasi timektomi ini sendiri dilakukan pada beberapa pasien yang mengalami kondisi penyakit
khusus. Salah satu penyakit yang menyebabkan pasien menjalani operasi ini adalah miastenia
gravis. Sebuah penyakit yang dapat menyerang kinerja otot. Penyakit ini biasanya ditunjukan
dengan ciri-ciri melemahnya otot pada wajah, tangan dan kaki. Namun, tidak semua pasien yang
menderita penyakit ini kemudian mendapatkan tindakan operasi. Tindakan operasi hanya akan
diambil pada mereka yang menunjukan gejala yang sudah cukup parah. Tingkat keparahan ini
sendiri bisanya dapat ditunjunkkan ketika penyakit ini telah mengganggu kehidupan sehari-hari
dari pasien tersebut. Selain itu faktor usia juga menjadi salah satu pertimbangan yang cukup
memiliki andil besar. Dalam pelaksanaannya tindakan operasi ini hanya dapat dilakukan pada
mereka yang telah berumur dibawah 60 tahun dan memiliki kondisi badan yang cukup sehat,
untuk memungkinkan dilakukannya operasi.

Selain dapat digunakan untuk menjalani pengobatan penyakit miastenia gravis. Tindakan ini juga
dapat digunakan untuk mengobati pasien yang menderita penyakit timoma. Penyakit timoma
adalah ebuah penyakit yang disebabkan oleh tumor yang tumbuh pada kelenjar timus. Pada
pengobatan penyakit timoma, maka tindakan operasi timektomi adalah pilihan yang sangat tepat
dan akan dilakukan pada saat tumor masih dalam tahap awal. Hal ini dikarenakan jika tidak
segera diatasi maka tumor dapat menyebar ke daerah disekitar kelenjar timus. Sebagaimana kita
tahu bahwa kelenjar timus ini sendiri terletak diantara jantung dan paru-paru. Apabila kedua
organ tersebut mengalami gangguan maka akan timbul komplikasi penyakit lain.

Selain itu itu jika tumor tersebut tidak segera diatasi maka akan menghimpit jaringan pembuluh
darah yang terdapat dijantung. Jika pembuluh darah tersebut terhimpit maka akan menimbulkan
reaksi penyakit lain seperti stroke dan penyakit jantung yang lain. Pada beberapa pasien yang
menjalani operasi pengangkatan kelenjar timus ini sendiri akan merasakan bahwa penyakit yang
dideritanya akan menjadi lebih parah dari sebelumnya. Namun sebenarnya kondisi tersebut
adalah sebuah kondisi yang sangat wajar. Secara perlahan kondisi pasien akan mulai membaik,
bisanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk pasien dapat
sepenuhnya membaik.
Hasil yang Diharapkan
Timektomi biasanya dilakukan pada pasien yang didiagnosa dengan kondisi myasthenia
gravis, yang ditandai dengan melemahnya otot-otot di wajah, leher, lengan, dan kaki.
Kondisi ini terjadi karena kelenjar timus menghasilkan antibodi yang menganggu
kemampuan otot untuk berkontraksi. Untuk menghindari dampaknya yang melemahkan,
pengangkatan kelenjar timus direkomendasikan tapi hanya pada mereka yang berusia di
bawah 60 tahun dan hanya jika menunjukan gejala parah yang mengganggu kegiatan harian.
Pengangkatan kelenjar timus juga disarankan bagi mereka yang menderita timoma atau
tumbuhnya tumor pada kelenjar timus.

Karena posisinya yang dekat dengan jantung dan paru-paru, timektomi dianggap sebagai
pilihan tepat untuk menghindari penyebarannya ke organ lain. Kondisi ini juga dapat
menganggu aliran darah, sebab tumor dapat menghimpit pembuluh darah pada organ di
sekitarnya. Beberapa penelitian menanggap timektomi adalah pengobatan paling efektif
untuk mengobati timoma pada masa gejala awal.

Biasanya hasil dari pengangkatan kelenjar timus adalah posifit terutama bagi pasien usia
muda yang sehat. Pasien perlu dirawat beberapa minggu dan disarankan menghindari
aktivitas berat setelah prosedur.

Penting untuk dipahami bahwa beberapa pasien merasakan gejalanya makin memburuk
setelah prosedur, namun akan membaik setelah beberapa minggu atau bulan. Hasilnya pun
jangka panjang, sehingga kualitas hidup pasien meningkat dan dapat melanjutkan aktivitas
seperti biasa.

Jika dilakukan untuk mengobati myasthenia gravis, maka tindakan ini dapat mengurangi
gejala yang dirasakan pasien. Meskipun begitu, pasien tetap harus mengonsumsi obat untuk
menjaga hasil positif yang diterima pasca operasi. Selain itu, pengangkatan kelenjar timus
juga meningkatkan kemungkinan mencapai remisi.

Cara Kerja Timektomi


Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan timektomi. Dokter bedah
akan memilih yang terbaik berdasarkan kondisi yang dialami pasien. Salah satu
pendekatannya adalah transsternal timektomi di mana dokter bedah akan membuat satu
sayatan pada tulang dada. Lalu, alat khusus digunakan untuk membelah tulag dada untuk
menemukan dan mengakses kelenjar timus. Yang diangkat bukan hanya kelenjar timus, tapi
juga sel lemak yang menumpuk di dada karena dapat mengandung jaring timus dengan
potensi tumbuh kembali. Pendekatan ini biasanya dilakukan pada mereka yang didiagnosa
menderita timoma.

Dokter bedah juga bisa memilih untuk membuat sayatan di bagian bawah leher dalam
prosedur yang disebut transervikal thymectomy. Prosedur ini dikembangkan untuk
mengobati myasthenia gravis dan dianjurkan bagi mereka yang tidak memiliki tumor di
kelenjar timus. Pendekata ini tidak perlu memotong tulang dada kiri dan kelenjar diangkat
menggunakan alat khusus.
Kemajuan terbaru dalam bidang kedokteran telah membuka jalan untuk prosedur timektomi
minimal invasif dengan bantuan robot dan timektomi torakoskopi dengan bantu video. Pada
prosedur ini dokter bedah perlu membuat sayatan kecil di dada, di mana kamera dan
beberapa alat-alat bedah berukuran kecil dimasukkan.

Pada timektomi minimal invasif dengan bantuan robot, dokter menggunakan lengan robot
untuk menemukan dan mengangkat kelenjar timus. Kelebihan dari teknik ini antara lain
lebih sedikit trauma, mengurangi komplikasi intraoperatif, dan periode pemulihan lebih
pendek.
Operasi timektomi sendiri pada dasarnya adalah sebuah operasi terbuka. Sebagaimana yang telah
kita ketahui bahwa operasi terbuka ini sendiri sangat membutuhkan sayatan yang cukup besar
pada area dimana sumber penyakit terletak. Namun, seiring dengan perkembangan, maka operasi
timektomi ini sendiri dapat dibagi menjadi 3 metode utama. Pembagian ini didasarkan pada cara
operasi yang dilakukan, dan tujuan dari dilakukannya operasi tersebut. Metode operasi yang ada
pada tindakan timektomi adalah

1. Transsentral Timektomi

Pelaksanaan timektomi menggunakan metode ini bisa dikatakan merupakan timektomi yang
cukup radikal. Hal ini dikarenakan pada saat dilakukan operasi maka pasien akan berada dalam
kondisi terbius total. Setelah, itu dokter akan membuat sayatan lurus pada dada, setelah dirasa
cukup dan dapat melihat tulang rusuk . Ketika dokter telah dapat melihat tulang rusuk maka akan
dilakukan tindakan pembukaan tulang rusuk menggunakan beberapa alat khusus. Ketika tulang
rusuk berhasil dibuka dan dokter dapat melihat letak dari kelenjar timus, maka akan dilakukan
pengangkatan terhadap kelenjar timus. Pada metode ini pengangkatan tidak hanya dilakukan
pada kelenjar timus saja. Tapi, juga dilakukan pada tumpukan lemak, hal ini dikarenakan untuk
mencegah munculnya kembali penyakit yang sama. Dokter akan menggunakan metode ini jika
pasien di diagnosa memiliki kanker pada kelenjar timus

2. Transervikal timektomi

Metode ini sendiri dilakukan dengan cara membuat sayatan di bagian bawah leher. timektomi
jenis biasa dilakukan pada mereka yang yang teridentifikasi memiliki gangguan penyakit
miastenia gravis. Serta dapat dianjurkan pada penyakit lain yang tidak berhubungan dengan
tumor. Operasi ini berlangsung tanpa haru melakukan pembukaan pada tulang rusuk.
3. Minimal invasif timektomi

Metode ini bisa dikatakan merupakan metode paling baru. pada metode ini sendiri dokter
biasanya akan membuat sayatan kecil pada bagian dada pasien. Dari sayatan tersebut maka
dokter akan memasukkan beberapa peralatan kecil yang akan digunakan dalam metode
pengobatan ini. salah satu alat yang mengambil peran penting dalam metode ini adalah toraskopi,
sebuah alat yang memiliki fungsi hampir sama dengan alat yang digunakan untuk laparoskopi
dan biopsi. Melalui toraskopi dokter dapat melihat bagian dalam dari kelenjar timus. Selain itu
metode ini juga dapat mempersingkat waktu rawat inap pasien di rumah sakit.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Timektomi


Timektomi dianggap prosedur bedah besar, dengan resiko termasuk perdarahan dan infeksi
pasca operasi. Pasien juga bisa menunjukkan reaksi negatif terhadap obat bius yang
digunakan. Ada juga kemungkinan melukai organ terdekat, seperti paru-paru dan jantung
yang akan menambah komplikasi.
Dokter bedah juga harus memastikan tidak merusak saraf dekat kelenjar timus, karena ini
akan melemahkan pasien dan menurunkan kualitas hidup pasien.

Nyeri dada juga akan dirasakan pasien terutama masa awal setelah prosedur hingga
beberapa hari setelahnya. Sehingga, pasien memerlukan obat pereda nyeri.

Daftar Pustaka :
 Meriggioli MN, Sanders DB. Disorders of neuromuscular transmission. In: Daroff RB,
Fenichel GM, Jankovic J, Mazziotta JC, eds. Bradley’s Neurology in Clinical Practice. 6th
ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 78.

 Mittal MK, Wijdicks EFM. Muscular paralysis. In: Parrillo JE, Dellinger RP, eds. Critical
Care Medicine: Principles of Diagnosis and Management in the Adult. 4th ed. Philadelphia,
PA: Elsevier Saunders; 2014:chap 64.

https://halosehat.com/review/tindakan-medis/timektomi diakses pada 16 Oktober 2019