Anda di halaman 1dari 6

OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATAN RSUDZA : INTEGRASI

KESEHATAN FISIK DAN KESEHATAN MENTAL


Lely Safrina

Abstrak. Integrasi pelayanan psikologi di pusat pelayanan kesehatan negara Barat telah
dimulai sejak pertengahan tahun 1970. Integrasi ini terjadi karena beberapa alasan, salah
satunya adalah peningkatan biaya penanganan kesehatan, yang telah mengarahkan untuk
mencari alternatif-alternatif bagi the traditional health care system. Melihat pentingnya
integrasi kesehatan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental, untuk pelayanan kesehatan
yang optimal bagi rakyat Aceh maka pada september 2013 Direktur RSUDZA (Dr.
Syahrul, SpS (K)) membuka pelayanan psikologi pada klinik Gabungan Tujuan penelitian
untuk menggambarkan dinamika pelayanan psikologi di RSUDZA guna menemukan
berbagai tantangan dan hambatan demi peningkatan pelayanan yang optimal. Metode
tulisan ini adalah laporan tertulis peneliti selama melakukan pelayanan di RSUDZA.
(JKS 2016; 1:14-19)

Kata Kunci : Psikolog, layanan psikologi, layanan kesehatan

Abstract. The integration of psychological services in health care system within western
countries has been developed since 1970. It happened because of several circumtances, for
instance an inclined cost of health. Thus, it drove alternatives to revise the traditional health
care system. The importance of integrated health between physical and mental in order to
optimalize health services within Aceh community, therefore the Director of Aceh
Provincial Hospital (Dr.dr. Syahrul, SpS (K)) has been initiated psychological services on
September 2013 along with some others physical health services in one clinic. The purpose
of this paper is to give an overview of dynamics in the psychological services to figure out
various challenges and obstacles. This paper is adopted from author’s real experiences in
the field for 2 (two) years of practice in the hospital (RSUDZA). (JKS 2016; 1:14-19)

Keyword : Psychologist, psychology services, health care servic

Pendahuluan1 terhadap berbagai penyakit; (c)telah


Kesehatan dibudaya barat telah lama berubahnya fokus dari infectious disease
dilihat sebagai keseimbangan alami ke chronic disease sebagai tantangan
(natural balance) antara aspek-aspek fisik utama dalam dunia medis; (d) Adany
dan emosi yang dimediasi oleh a penelitian ilmu perilaku, contohnya
harmonious mixture of the humors aplikasi teori belajar pada etiologi penyakit
(phlegm, choler, blood, and melancholy). dan illness behavior; (e) peningkatan biaya
Integrasi pelayananpsikologi di pusat penanganan kesehatan telah mengarahkan
pelayanan kesehatan negara Barat telah untuk mencari alternatif-alternatif bagi
dimulai sejak pertengahan tahun 1970. the traditional health care system.
Integrasi ini terjadi karena beberapa alasan
menurut (1) yaitu (a) biomedical model Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh
telah gagal menjelaskan secara adekuat sendiri pada tahun 2013 awal belum
mengenai kesehatan dan illness; (b) memiliki fasilitas pelayanan psikologi.
Meningkatnya fokus untuk meningkatkan Melihat pentingnya integrasi kesehatan
kualitas hidup dan tindakan preventif antara kesehatan mental dan kesehatan
fisik untuk pelayanan kesehatan yang
optimal bagi rakyat Aceh maka pada
Lely Safrina adalah Dosen Psikologi Fakultas september 2013 dibuka pelayanan
Kedokteran Universitas Syiah Kuala
psikologi pada klinik Gabungan 2
(Syahrul, 2014).

14
Lely Safrina Adalah Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Rsudza :
Integrasi Kesehatan Fisik Dan KesehatanMental

Penyediaan pelayanan psikologi ini atas belum memiliki prosedur tetap. Dualisme
inisiatif direktur RS yang menjabat pada juga berlanjut terjadi pada kebijakan-
tahun 2013 yaitu Dr.dr. Syahrul,Sp.S(K) kebijakan kesehatan. Meskipun advokasi
dengan mempertimbangkan alasan tentang terus dilakukan untuk keseimbangan
pentingnya integrasi pelayanan kesehatan kesehatan mental, ada ketidakseimbangan
seperti yang telah dijelaskan diatas. Beliau asuransi manfaat dalam coverage antara
juga menegaskan betapa pentingnya mental health dan medis, dimana biaya
kesehatan mental dalam kesehatan fisik. untuk kesehatan mental lebih sedikit. Di
Amerika, suatu kemajuan besar dalam
Namun, pelayanan psikologi yang baru ini menjawab permasalahan dengan
tentunya tidak mudah untuk dijalankan di penambahan kode health and behaviour ke
sebuah sistem pelayanan kesehatan yang terminologi prosedur yang berlaku saat ini.
sangat berorientasi pada pelayanan medis. Sebelum penetapan kebijakan ini,
Ada banyak tantangan, kesempatan dan pelayanan-pelayanan psikologi hanya
juga hambatan dalam pelaksanaannya di dibayar berdasarkan mental health benefit,
usia pelayanan psikologi yang masih kebijakan ini menjadi sangat kaku. Sebagai
sangat belia ini. contoh, kebijakan lama psikolog klinis-
kesehatan diharapkan menghasilkan
Tulisan ini dibuat untuk menggambarkan diagnosa psikiatri (kebanyakan faktor-
dinamika pelayanan psikologi di RSUDZA faktor psikologis yang mempengaruhi
guna menemukan berbagai tantangan dan kondisi fisik) bahkan ketika tidak
hambatan demi peningkatan pelayanan diperlukan dan tidak fokus kepada
yang optimal. intervensi. Sebuah contoh dari dilema ini
adalah persiapan psikologis untuk pasien
Metode yang akan dioperasi yang tidak memiliki
Tulisan ini adalah report pelaksanaan gejala kondisi psikiatri manapun.
pelayanan psikologi yang dilakukan oleh
penulis yang telah bertugas menjadi Dualisme juga berlanjut terjadi pada
psikolog dan konsultan kesehatan selama kebijakan-kebijakan kesehatan Amerika.
dua tahun di RSUDZA. Meskipun advokasi terus dilakukan untuk
keseimbangan kesehatan mental, ada
Hasil dan Pembahasan ketidakseimbangan asuransi manfaat
Hambatan dalam coverage antara mental health dan
Clinical Pathway medis, dimana biaya untuk kesehatan
Psikolog klinis adalah satu jabatan mental lebih sedikit. Di Amerika, suatu
fungsional tenaga kesehatan berdasarkan kemajuan besar dalam menjawab
undang-undang tenaga kesehatan nomor 36 permasalahan dengan penambahan kode
tahun 2014 pasal 11.Namun layanan health and behaviour ke terminologi
psikolog belum termasuk dalam layanan prosedur yang berlaku saat ini. Sebelum
yang dibayarkan oleh sistem asuransi penetapan kebijakan ini, pelayanan-
kesehatan nasional Indonesia. Hal ini salah pelayanan psikologi hanya dibayar
satunya karena belum adanya clinical berdasarkan mental health benefit,
pathway yang berisi pedoman layanan kebijakan ini menjadi sangat kaku. Sebagai
psikologi di berbagai tatanan kesehatan, contoh, kebijakan lama psikolog klinis-
sekaligus mengatur seperti apa layanan kesehatan diharapkan menghasilkan
psikologi pada layanan primer atau diagnosa psikiatri (kebanyakan faktor-
layanan tingkat lanjut. faktor psikologis yang mempengaruhi
kondisi fisik) bahkan ketika tidak
Hal yang sama juga pernah terjadi di diperlukan dan tidak fokus kepada
Amerika, ketika pelayanan psikologi intervensi. Sebuah contoh dari dilema ini

15
JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA Volume 16 Nomor 1 April 2016

adalah persiapan psikologis untuk pasien treatmen medis juga berpengaruh oleh
yang akan dioperasi yang tidak memiliki seragam putih tadi.
gejala kondisi psikiatri manapun.
Konseling pada pasien dan keluarga
Meskipun sudah jelas bahwa psikolog thalasemia
dapat membantu penegakan diagnosa Individual konseling bagi keluarga pasien
medis dan menunjang terapi medis, namun menghabiskan waktu yang banyak.
tidak semua tenaga fungsional lain paham Konseling berkelompok menjadi alternatif
akan peran Psikolog di sistem layanan bagi keluarga pasien. Namun ruangan
bersama. Psikolog yang mampu konseling kelompok yang tidak tersedia
menggunakan permintaan rujukan dari juga menjadi kendala tersendiri. Suasana
dokter (tenaga medis) sebagai suatu nyaman menjadi standar dalam proses
kesempatan untuk mengedukasi kolega konseling kelompok keluarga. Jika ini
tenaga medis mengenai peran-peran dilaksanakan maka seharusnya menjadi
Psikolog akan lebih sukses bekerja di salah satu standar pelayan yang harus
sistem pelayanan kesehatan (4). Tenaga dilaksanakan untuk semua keluarga pasien
medis khususnya dokter yang sebelumnya penyandang thalasemia.
cuma sedikit terpapar bekerja dengan
psikolog, psikolog dianggap sebagai “a Underuse pelayanan psikologi oleh
dumping ground” tempat sampah terutama dokter dan dokter spesialis
untuk pasien-pasien sulit. Menjadi partner tenaga medis di sebuah
rumah sakit tidak semudah yang
Kesempatan dan tantangan dibayangkan. Meskipun surat edaran
Konseling pada pasien dan keluarga kepada semua bagian telah dikirimkan oleh
onkologi anak, juga onkologi dewasa direktur yang menyatakan bahwa ada
Saat akan memulai asesmen harapan dan psikolog yang bertugas menjadi konsultan
juga motivasi orang tua pasien terumama mental health, namun hanya sedikit bagian
pada anak-anak kasus onkologi, psikolog yang merujuk atau meminta bantuan
memiliki kesulitan karena kebanyakan layanan psikologi. Saat ini yang sudah
orang tua tidak paham mengetahui merujuk jika didapati gejala-gejala
penyakit anaknya. Dokter yang psikologis yang menyertai penyakit fisik
bertanggung jawab kurang menjelaskan yaitu, dokter spesialis anak, psikiatri,
kondisi sebenarnya dari si pasien. Hal ini bagian onkologi untuk kasus-kasus yang
menyebabkan petugas pelayanan psikologi kompleks.
memiliki kesulitan untuk melakukan
asesmen karena diagnosa penyakit dan Data penelitian juga menyebutkan bahwa
penjelasan penyakit bukan tugas dan intervensi health-psychology dapat
tanggung jawab psikolog. Harapan orang meningkatkan medical treatment
tua terlalu besar melihat anak-anak mereka outcomes, treatment adheherence
seperti sedia kala. Untuk mengantisipasi (kepatuhan dalam pengobatan),
hal ini, psikolog menyarankan orang tua mengurangi long-term complication of
untuk menanyakan ke dokter tentang apa disease, mengurangi penggunaan
yang terjadi pada anak-anak mereka. pelayanan medis secara berlebihan (3).
Psikolog biasanya datang ke ruangan-
ruangan pasien didampingi oleh dua orang Bekerja di suatu pelayanan kesehatan,
asisten yang menggunakan seragam putih- maka kemungkinan mendapat rujukan dari
putih. Hal ini menyebabkan anak-anak dokter (tenaga medis) untuk melakukan
biasanya menolak untuk didatangi oleh tim asesmen ataupun treatment psikologis
psikologi. Ketakutan anak-anak ini akan untuk pasien-pasien yang mengalami
penyakit fisik.

16
Lely Safrina Adalah Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Rsudza :
Integrasi Kesehatan Fisik Dan KesehatanMental

Hal ini tentunya membutuhkan berkolaborasi dengan bagian paru dalam


pengetahuan yang spesifik mengenai jenis proses pelaksanaannya.
penyakit fisik. Pengetahuan ini bisa
didapatkan melalui tambahan short course Support Group
atau juga melalui buku, juga dengan Kelompok-kelompok support perlu
berada di poli bersama dokter melihat dibentuk dan disediakan di RSUDZA
pasien yang ditangani oleh dokter secara sebagai upaya untuk menjaga atau
langsung. Pengetahuan ini mencakup meningkatkan motivasi pasien dan
treatment, penyebab, perilaku dan emosi keluarga, contohnya dalam menjalani
terkait, juga konteks dimana pelayanan proses pengobatan berkelanjutan,
kesehatan dilakukan (1). persiapan keluarga menghadapi kehilangan
Berada di poli pelayanan kesehatan fisik keluarga, persiapan pada pasien
adalah yang perlu dilakukan oleh psikolog. menghadapi perubahan dalam hidup ketika
Hal ini perlu dilakukan agar psikolog didiagnosa penyakit kronis.
mampu beradaptasi dan berintegrasi
dengan baik dengan tenaga medis lainnya. Contoh Support group center keluarga
Kesempatan ini juga bisa dimanfaatkan sekaligus pasien bagi:
oleh Psikolog untuk mengedukasi  penyandang kanker
rekannya (dokter) mengenai hal-hal apa  Pasien thalasemia
saja yang bisa dilakukan oleh psikolog  Anak-anak berkebutuhan khusus
klinis di pusat pelayanan kesehatan.  Penyakit kronis lainnya

Peluang jenis pelayanan psikologi Menjadi bagian tim untuk pasien VCT
RSUDZA Selama ini, pasien akan dirujuk ke
Menjadi mitra BNNP Aceh psikolog oleh dokter yang menangani
RSUDZA bisa menjadi institusi mitra pasien vct, jika pasien bersedia menemui
untuk wajib lapor dan rawat jalan psikolog. Pelayanan psikologi belum
pengguna NAPZA. Penggunaan menjadi standar pelayananan minimal bagi
NAPZA yang tinggi di Aceh juga harus pasien-pasien vct. Meskipun asesmen dan
menjadi perhatian banyak pihak, bantuan psikologis cukup dibutuhkan
khususnya RSUDZA. Menjadi mitra dalam penanganan pasien HIV-AIDs
BNNP adalah salah satu yang bisa seperti yang banyak dituliskan dalam studi
dilakukan untuk membantu program pustaka.
presiden yaitu rehabilitasi 100 ribu
narkoba. Hal ini juga penting dilakukan Saksi ahli dalam proses pengadilan.
untuk menyelamatkan generaasi penerus Psikolog dapat membantu pihak penegak
anak-anak Aceh. hukum jika diminta untuk melakukan
wawancara kepada pelaku atau pun korban
Klinik adiksi untuk perubahan perilaku. yang sedang dalam keadaan trauma,
Salah satu program adiksi yang bisa terutama untuk kasus-kasus KDRT,
dilakukan adalah Smoking cessation pelecehan seksual dan bullying. Untuk
program atau program berhenti merokok dapat melakukan ini tentu saja psikolog
sebaiknya menjadi prioritas juga dan bisa rumah sakit harus mendapatkan training
dilakukan di klinik pelayanan psikologi tambahan terkait kompetensi forensik dan
NAPZA. Hal ini karena Indonesia terutama juga menambah wawasan hukum secara
Aceh yang budaya sehari-harinya melihat terus menerus agar segala rekomendasi
merokok adalah hal yan biasa. Apalagi dapat memberikan keadilan.
rokok pada remaja menjadi pintu gerbang
bagi NAPZA. Program ini tentunya harus

17
JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA Volume 16 Nomor 1 April 2016

Peran dan fungsi lainnya “Clinical melakukan edukasi, riset, juga terlibat
Health Psychologist” dalam kebijakan dan menyediakan
Ada beberapa hal yang menjadi area pelayanan psikologi.
wilayah peran dan fungsi dari psikolog
rumah sakit, yaitu menangani : Penelitian juga menyebutkan bahwa
 Problems of coping with illness psikoedukasi yang diberikan pada
 Medical regimen adherence kelompok atau komunitas, dimana hal
 Psycho-physiologic disorders tersebut akan mengurangi biaya tinggi
 The doctor-patient relationship ketika pelayanan diberikan pada satu orang
 Health care systems design (2). Edukasi komunitas ini juga akan
membantu munculnya dukungan sosial
Contoh-contoh aktivitas psikolog rumah pada anggota komunitas karena sudah
sakit yang bisa dilakukan (3): adanya pemahaman mengenai penyakit
 Assessment of candidates for back dan pentingnya dukungan sosial pada
surgery, organ transplantation. komunitas, khususnya pada keluarga.
 Desensitization of fears of medical and
dental treatsment including fear of Psikolog rumah sakit atau clinical-health
needles, anesthesia, or magnetic psychologist juga dapat melakukan
resonance imaging procedures. penelitian atau asesmen mengenai cultural
 Treatment to enhance coping with or views of illness. Hal ini akan membantu
control over pain including chronic menemukan support apa yang dapat
back pain, headache, or severe burns. diambil dari sisi budaya sekaligus
 Behavior-change programs for mendapatkan hambatan-hambatan budaya
behavioral risk factors such as smoking, terhadap suatu penyakit. Pandangan
obesity, stress, and sedentary lifestyle. budaya ini akan menjadi masukan dalam
 Consultations and program melakukan promosi dan prevensi suatu
development regarding medical penyakit terhadap masyarakat.
regimen adherence (inpatient units for
insulin-dependent diabetic children). Kesimpulan
 Support groups for patients with chronic Adanya pelayanan psikologi di RSUDZA
illness, patients in cardiac rehabilitation, Banda Aceh telah membuktikan kemajuan
patients who are HIV positive, or pemikiran dan bukti nyata tentang
families of terminally ill patients. optimalisasi pelayanan kesehatan. Hal ini
 Development of psychosocial services menunjukkan pelayanan yang hanya
for oncology patients. berorientasi pada fisik sudah beralih
kepada integrasi fisik dan mental.
Pendekatan komunitas Meskipun dalam dua tahun pelayanan
Kehadiran psikolog melalui edukasi dan psikologi ini menemui berbagai kendala
promosi dapat membantu menjaring dan hambatan. Hal ini membuat psikolog
masyarakat untuk sadar akan gejala dini rumah sakit tentunya harus lebih giat
dan pemeriksaan awal. Hal ini sesuai melakukan edukasi kepada manajemen dan
dengan pernyataan (2) yang menegaskan rekan profesi kesehatan lainnya tentang
bahwa hal yang menjanjikan dalam sistem peran dan fungsi psikolog di rumah sakit
pelayanan kesehatan adalah penggunaan agar tidak terjadi underuse pelayanan
program edukasi dalam pelayanan psikologi di RSUDZA. Meskipun integrasi
kesehatan primer terintegrasi. Hal yang psikologi dengan medis di seting
sama juga ditegaskan oleh Bellar dan pelayanan kesehatan sedang berkembang,
Deardoff (1) bahwa psikolog yang bekerja tidak banyak tulisan atau penelitian yang
terintegrasi dengan dan dalam sistem dilakukan secara khusus tentang praktek
kesehatan memiliki peran untuk pelayanan psikologi klinis-kesehatan di

18
Lely Safrina Adalah Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Rsudza :
Integrasi Kesehatan Fisik Dan KesehatanMental

pelayanan kesehatan rumah sakit dan


pelayanan kesehatan primer. Studi literatur
tentang pelayanan psikologi rumah sakit
menunjukkan masih banyak hal yang bisa
dilakukan untuk mengurangi overused
pelayanan kesehatan medis oleh
masyarakat yang berefek pada
meningkatnya biaya kesehatan masyarakat.

Daftar Pustaka
1. Bellar CD, Deardoff WW. Clinical
health psychology in medical settings: a
practitioner's guidebook. 2nd Ed.
Washington DC: American
Psychological Association; 2009.
2. Freeman A, Felgoise S, Davis D.
Clinical Psychology: Integrating
Science and Practice. John Wiley &
Sons, Inc; 2008.
3. Gatchel RJ, Oordt MS. (2010) Clinical
health psychology and primary care:
practical advice and clinical guidance
for successful collaboration.
Washington DC: American
Psychological Association; 2010.
4. Searight HR. Practicing psychology in
primary care. USA: HOGREFE; 2010.

19