Anda di halaman 1dari 4

ALAT BAHAN

Alat Bahan
1. Mikroskop stereo 1. Larva instar ke III Drosophila melaogaster
2. Mikroskop cahaya 2. Larutan fisiologis NaCl 0,9%
3. Kaca benda 3. Larutan FAA
4. Kaca penutup 4. Laturan acetokarmin
5. Jarum pentul 5. Kertas hisap
6. Tissue

PROSEDUR

Dipilih larva Drosophila melanogaster instar III yang berukuran paling besar agar mudah
diamati dan dicari kelenjar ludahnya.

Diletakkan larva pada kaca benda dan ditetesi dengan larutan fisiologis NaCl 0,9 %.

Dicari bagian kepala, leher, dan ekor larva di bawah mikroskop stereo.

Dipisahkan kepala dengan ekor Drosophila melanogaster dengan cara jarum pentul ditusuk
pada bagian kepala dan ekor, kemudian ditarik secara perlahan sampai terputus.

Dicari kelenjar ludah pada bagian kepala, kelenjar ludah berbentuk saccus transparan.

Dipisahkan kelenjar ludah dari lemak-lemak yang menempel.

Ditetesi kelenjar ludah dengan FAA secukupnya sampai warna kelenjar ludah berubah
menjadi putih.
Dibersihkan sisa FAA dengan cara menghisapnya dengan kertas hisap, kemudian ditetesi
dengan asetokarmin.

Ditutup preparat dengan kaca penutup, lalu ditekan-tekan agar preparat hancur, sehingga
kromosom dapat keluar dan dapat diamati.

HASIL
Gambar Keterangan
Gambar Pengamatan - Kelenjar ludah atau saliva yang terdapat
pada Drosophila melanogaster memiliki
bentuk seperti saccus dan transparan.
- Kelenjar ludah ini masih memiliki lemak
yang menempel.

- Kromosom raksasa yang masih


mengumpul di dalam sel (tidak keluar
dari sel) yang diamati menggunakan
mikroskop cahaya perbesaran 400X.

Gambar literatur - Penggambaran satu set kromosom


politen dari Drosophila melanogaster
yang dibandingkan dengan kromosom
dari jaringan ovarium (sudut kiri bawah)
pada pembesaran yang sama.
- Setiap kromosom parietal dan maternal
dipasangkan dengan homolognya
(sinapsis somatik).
Sumber: T. S. Painter, J. Hered. 1934. 25: - Ada daerah di mana dua kromosom
465-476 homolog dipisahkan (asynapsis).
- Semua kromosom dihubungkan bersama
oleh daerah pericentromeric untuk
membuat kromosenter tunggal.

ANALISIS
Berdasarkan percobaan yang dilakukan untuk mengetahui kromosom raksasa pada
Drosophila melanogaster, didapatkan kelenjar ludah yang masih memiliki lemak yang
menempel. Kelenjar ini didapatkan dari larva instar III yang kemudian diberikan larutan
fisiologis NaCl 0,9 %. Lalu, larva instar III diamati di mikroskop stereo untuk dibedakan
antara bagian kepala dan ekor. Setelah kepala dan ekor dibedakan, antara bagian tersebut
ditusuk dengan jarum pentul dan ditarik hingga terputus. Bagian kepala yang terputus akan
terdapat kelenjar ludah yang bentuknya berupa saccus dan transparan. Kelenjar ludah ini
masih memiliki lemak yang menempel sehingga perlu dibersihkan terlebih dahulu. Setelah
kelenjar ludah bersih dari lemak, kelenjar ludah diberi tetesan larutan FAA hingga warna
kelenjar ludah berwarna putih. Bagian yang berwarna putih dipisahkan dengan bagian yang
lain. Lalu sisa larutan FAA yang masih tersisa dihisap menggunakan kertas hisap dan ditetesi
dengan asetokarmin. Kemudian tutup preparat dengan kaca penutup dan ditekan agar preparat
hancur hingga kromosom keluar dan dapat diamati dengan mikroskop cahaya.

PEMBAHASAN
Kromosom raksasa atau kromosom politen merupakan kromosom yang ukurannya
lebih besar jika dibandingkan dengan kromosom yang normal (King, dkk. 2013).
Berdasarkan hasil pengamatan pada larva instar III Drosophila melanogaster yang telah
diletakkan pada larutan NaCl 0,9% kami mendapatkan adanya kelenjar ludah berupa saccus
transparan yang masih memiliki lemak. Larva instar III yang diletakkan pada larutan NaCl
0,9% berfungsi untuk Kelenjar ini digunakan untuk diamati kromosom raksasanya. Tetapi
kami tidak dapat menemukan adanya kromosom raksasa. Kromosom raksasa yang kami
temukan masih mengumpul atau menggumpal di dalam sel. Kromosom tersebut tidak keluar
dari sel dapat dikarenakan kurangnya penekanan pada kaca penutup preparat setelah ditetesi
acetocarmin.

Kromosom ini biasanya ditemukan di dalam organ Drosophila melanogaster dan hewan
lainnya, seperti Chiromonys plumosus, Loxophyllum meleagris. Kromosom raksasa ini
memiliki struktur yang berbeda juga pada kromosom normal. Struktur kromosom raksasa
terdiri atas kromosenter, band, interband dan puff.
SIMPULAN