Anda di halaman 1dari 7

HOME RUANG KELUARGA RUANG KELAS RUANG BACA RUANG MENULIS RUANG IMPIAN

HOTS Dalam Pembelajaran ABOUT ME

07.14

Dewi Apriliana
An ordinary working mom who lov
kids and teaching and reading
Read More>

(Pixabay) POPULAR POSTS


       
   LATAR BELAKANG
OGN 2019 ; Peluang A
Dalam K13 revisi 2017, ada perubahan signifikan dalam hal penyusunan Rencana Lebih Besar Tahun Ini!
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ada empat hal yang harus muncul dalam RPP yaitu : Penguatan
Pendidikan Karakter, Literasi, 4 C dan HOTS. Istilah 4 C berkaitan dengan ketrampilan abad 21
yang perlu dimiliki oleh siswa berupa Creative, Critical Thinking, Communicative, dan HOTS Dalam
Collaborative. Dalam kurikulum ini, pembelajaran dalam kelas seharusnya mendorong siswa  Pembelajaran
untuk menjadi kreatif, berfikiran kritis, mampu menyampaikan idenya dengan komunikasi yang
baik, dan mempunyai ketrampilan yang baik saat menjalin kerjasama dengan pihak lain.
Pada pola ini guru seharusnya selalu berupaya mengaktifkan potensi siswa untuk
REVIEW BUKU BELAJAR ZERO WAS
belajar mencari tahu dan menerapkan apa yang telah mereka ketahui untuk menjadi sebuah
MENUJU RUMAH MINIM SAMPAH
ketrampilan, yang pada akhirnya akan membangun sikap mereka. Dapat dikatakan bahwa
pembelajaran aktif  K 13 berkaitan dengan Higher Order Thingking Skills (HOTS) atau kemampuan
berfikir aras tinggi.
  Mengintegrasikan HOTS dalam pembelajaran juga merupakan sebuah keharusan, jadi
HOTS itu bukan hanya sekedar pada pembuatan soal untuk assessment. HOTS dalam
pembelajaran maksudnya adalah kemampuan berfikir kritis, logis, reflektif dan metakognitif. K 13
Apem Kukus Tradision
menuntut agar materi pembelajaran didesain untuk mendorong siswa mampu untuk
memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Model pembelajaran yang berpusat pada guru yang Ngangeni

(teacher-centered learning) sudah tidak lagi relevan. Peserta didiklah yang harusnya menjadi pusat
pembelajaran (student-centered learning).
Contoh Artikel Gagasa
APA ITU HOTS? 
Ilmiah

Menurut Lewis dan Smith dalam King, Ludwika Goodson, & Faranak Rohani (1997:32) ,
istilah HOTS atau ketrampilan berpikir aras tinggi ini meliputi berpikir kritis, logis, reflektif, dan
metakognitif. Ketrampilan ini dianggap akan aktif jika peserta didik dihadapkan pada beberapa Bangga Jadi Guru

bentuk permasalahan, ketidakpastian, hal yang bersifat dilema, atau pertanyaan-pertanyaan.


Lewis dan Smith dalam King (1997:35) kemudian mendiskripsikan bahwa proses berpikir
aras tinggi terjadi saat seseorang mengambil informasi baru dan mengaitkannya ke informasi
lama yang telah tersimpan di memorinya (prior knowledge) lalu disusun kembali untuk Apakah Maafmu Selez
mendapatkan jawaban atas situasi atau masalah yang dihadapinya. Melalui proses berfikir aras Coklat?
tinggi semacam ini, seseorang itu kemudian menjadi dapat memutuskan apa yang akan
dipercayainya, menentukan apa yang akan dilakukannya, menciptakan ide dan barang baru, atau
membuat prediksi.
Making Appointment b
Phone ; Belajar Bahas
HOTS BERDASAR TAKSONOMI BLOOM
Inggris Bersama Misis

Konsep HOTS ini sebenarnya meliputi beberapa konsep dari beberapa ahli. Misalnya, Dewi
berkaitan dengan konsep ketrampilan berpikir dalam taksonomi Bloom (1956), konsep hirearki
kemampuan belajar yang dikemukakan oleh Brigs dan Wager (1981), Gagne (1985), serta beberapa
konsep lain.
Dalam penelitian ini, konsep ketrampilan berpikir aras tinggi lebih didasarkan pada FO L LOW U S
konsep taksonomi Bloom yang sudah diperbaharui. Taksonomi Bloom merupakan pengkatagorian
kognisi atau ranah berpikir yang dipublikasikan oleh Benjamin S Bloom pada tahun 1956. Maka
tanda yang digunakan pada taksonomi tersebut adalah huruf C (Cognititive). Empatpuluh lima
tahun kemudian, pada tahun 2001 seorang anggota tim Bloom yang bernama David R Krathwohl,
mengusulkan revisi pada Taksonomi Bloom tersebut. Berikut ilustrasi perubahannya (Rusyna:22) :

Taksonomi Bloom Lama: RECENT POSTS

C1 (Pengetahuan); C2 (Pemahaman); à C3 (Aplikasi); à C4 (Analisis); à  C5 (Sintesis); à C6 (Evaluasi).


BUKAN SEKEDA
OEMAR BAKRI;
Taksonomi Bloom Revisi: Catatan
Pengalaman
C1 (Mengingat);à C2 (Memahami); à C3 (Mengaplikasi); à C4 (Menganalisis); à C5 (Mengevaluasi); à Mengikuti
PembaTIK Level
C6 (Mencipta)
1 3 Oc t 2 0 1 9
Pada taksonomi Bloom yang lama menggunakan kata benda sebagai label (Pengetahuan,
Pemahaman, dsb.), sedangkan pada taksonomi Bloom revisi menggunakan kata kerja (Mengingat, Ajari Anak Untu
Peka Kon ik
Memahami, dsb.). Penggunaan kata kerja pada bagian revisi selaras dengan tujuan taksonomi
Budaya dengan
Bloom, yaitu mempermudah guru untuk membuat klasifikasi tentang hal apa saja yang harus Portal Gartis
dipelajari oleh peserta didiknya dalam jangka waktu tertentu. Guru akan lebih mudah untuk Rumah Belajar
mengidentifikasi pada level kognisi manakah sebuah tujuan pembelajaran akan dicapai. Guru
1 2 Oc t 2 0 1 9
juga terbantu untuk mengidentifikasi pada level kognisi manakah sebuah aktifitas belajar akan
dilakukan atau suatu assesment akan dibuat. Menulis Cerpen
Pada taksonomi Bloom revisi, kemampuan ‘mengevaluasi’ yang tadinya pada C6, levelnya Tema Hijrah :
turun menjadi C5. Sedangkan kemampuan ‘sintesis’ naik pada level C6 dan berganti nama menjadi BUKAN TAMU
BIASA
‘mencipta (create)’. Tingkat kognisi mencipta dianggap lebih tinggi daripada mengevaluasi. Ini
berdasar pada asumsi bahwa seseorang dikatakan dapat mencipta sesuatu setelah melalui 2 1 Au g 2 0 1 9
tahapan menganalisis dan mengevaluasi.
Berikut rincian ranah kemampuan berpikir aras tinggi (HOT) didasarkan pada bagan Level LANGKAH MUD
Kognitif dari taksonomi Bloom yang telah direvisi.  Dalam bagan tersebut, terdapat 6 dimensi MENULIS PUISI
DENGAN TEKNI
proses kognitif: C1 Remember, C2 Understand, C3 Apply, C4 Analyze, C5 Evaluate, dan C6 Create. LDA

6 DIMENSI PROSES KOGNITIF 2 0 Ju l 2 0 1 9

Making
Appointment by
Penjelasan dari tiap dimensi itu menurut Buku Panduan Penulisan Soal 2017 yang Phone ; Belajar
dikeluarkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemendikbud (2017:7) adalah sebagai Bahasa Inggris
Bersama Misis D
berikut:
0 1 Ju l 2 0 1 9
C1 Remember: mengingat
Ini adalah tingkat proses kognitif paling dasar dimana peserta didik mengingat sesuatu yang
pernah mereka pelajari tanpa perlu mengubahnya menjadi perspektif mereka sendiri. Peserta
didik menunjukkan pemahaman dasar terhadap materi pelajaran dan dapat membuat
PRESS
generalisasi secara sederhana.
Pada makalah anda , tambahkan deskripsi mengenai keadaan di kelas anda bagaimana contoh
keadaan berdasarkan ranah ini. Tentu saja disesuaikan dengan mapel anda dan materi pelajaran
yang akan anda angkat. 
contohnya:
Makalah saya tentang penelitian HOTS di bidang bahasa Inggris, materi pembelajaran Writing Hortatory
teks. Maka saya menuliskan keadaan murid saya pada tataran ini sebagai berikut:
Kaitannya dengan keadaan peserta didik di sekolah kami dalam pembelajaran menulis teks

eksposisi adalah sebagai berikut: peserta didik saat proses ‘writing’ dikatakan pada level C1 ini
saat para peserta didik tersebut hanya menuliskan ulang teks berbentuk Hortatory Expositon yang
mereka ambil dari sumber lain, tanpa mengubahnya.

Pada level ini, peserta didik sudah menunjukkan kemampuan mengenali dan mengingat bahwa
‘generic structure’ dari sebuah teks hortatory exposition adalah terdiri dari ‘thesis – argumentation
– dan – recomendation’. 
lakukan hal yang sama pada tingkatan level lainnya di bawah ini.
MEMBER OF

C2 Understand: memahami
Sebuah kemampuan untuk memahami suatu pengetahuan. Peserta didik menunjukkan
1minggu1cerita
kemampuan menyusun materi yang telah dipelajari sebelumnya. Siswa dapat menjelaskan dan
menginterpretasi dengan memberi contoh, mengubah sebuah bentuk presentasi menjadi bentuk
yang berbeda.

B LO G A R C H I V E
C3 Apply: menerapkan
Kemapuan untuk menggunakan metode/konsep/ prinsip/teori yang telah siswa pelajari dalam
situasi yang berbeda. Ini merupakan kemapuan untuk menerapkan suatu pengetahuan. Peserta ▼  2019 (27)
didik mampu menggunakan informasi yang telah dipelajari sebelumnya untuk menyelesaikan ►  Oktober 2019 (2)
masalah atau tugas tertentu.
►  Agustus 2019 (1)
Pada makalah anda , tambahkan deskripsi mengenai keadaan di kelas anda bagaimana contoh
keadaan berdasarkan ranah ini. Tentu saja disesuaikan dengan mapel anda dan materi pelajaran ►  Juli 2019 (2)

yang akan anda angkat. ►  Mei 2019 (2)

►  April 2019 (3)


C4 Analyze: menganalisis/ membedah
►  Maret 2019 (2)
Proses kognitif ini meliputi kemampuan untuk menguraikan atau memecah materi jadi bagian –
►  Februari 2019 (6)
bagian penyusunnya sehingga komponennya dan strukturnya dapat difahami. Peserta didik pada
tahapan berfikir ini akan mampu mengidentifikasi alasan atau penyebab suatu masalah. Mereka ▼  Januari 2019 (9)

mampu menganalisa sebuah kesimpulan atau sebuah generalisasi untuk menemukan bukti yang Bangga Jadi Guru
mendukung, atau sebaliknya, peserta didik mampu mempertimbangkan bukti-bukti yang sudah
ada untuk menyusun sebuah kesimpulan atau sebuah generalisasi. Contoh Artikel Gagasan Ilmiah

Apakah Maafmu Selezat Cokl


C5 Evaluate: megevaluasi
Kemampuan untuk mengambil keputusan berdasar kriteria dan atau standar. Misalnya siswa REVIEW BUKU BELAJAR ZERO
dapat melakukan kegiatan memeriksa dengan menunjukkan kelebihan, menunjukkan WASTE: MENUJU RUMAH
kekurangan atau membandingkan. Siswa juga mampu melakukan kritik atau membuat penilaian MINIM...
yang objektif.
OGN 2019 ; Peluang Anda Leb
Besar Tahun Ini!
C6 Create: mencipta
HOTS Dalam Pembelajaran
Proses kognitif pada ranah ini mencakup kemampuan memadukan bagian-bagian untuk
membentuk sesuatu yang baru. Siswa mampu merumuskan/merancang, merencanakan dan THE UNTOLD HERO; Mengena
kemudian memproduksi suatu karya yang orisinal. Peserta didik menunjukkan kemampuan
Kepergian Seorang Saha...
memproduksi karya orisinal, membuat prediksi, menyeselesaikan masalah, berargumentasi atau
mempresentasikan karya seni atau musik. Create a Poem & Beautify it w
Canva
Keenam dimensi proses kognitif tersebut kemudian dikelompokkan dalam tiga level Belajar Menulis Puisi dan
kognitif, dengan tanda L1 & L2 (LOT) , serta L3 (HOT). Mempercantiknya dengan C
·           L1 meliputi kemampuan C1 mengingat dan C2 memahami ►  2018 (15)
·           L2 meliputi kemampuan C3 menerapkan
►  2017 (2)
·           L3 meliputi kemampuan C4 menganalisis, C5 mengevaluasi dan C6 mencipta
►  2016 (1)
Perincian  diatas diadaptasi dari Taxonomy for Learning, Teaching and Assessing yang
dikemukakan oleh L. W. Anderson and D. R. Krathwohl berdasar Bloom’s Taxonomy dalam Leroy
(2011:3).
Jadi dalam sebuah kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis HOTS harus terdapat kegiatan LABELS
yang menstimulus siswa untuk mengembangkan kemampuan menganalisis, mengavaluasi dan
mencipta. Ini akan tercapai jika pembelajaran berlangsung dalam pembelajaran aktif dimana
RUANG BACA RUANG IMPIAN
siswa menjadi pusatnya.
RUANG KELAS RUANG KELUARGA

PENERAPAN TEORI MENJADI ARTIKEL GAGASAN ILMIAH


RUANG MENULIS

Dalam makalah atau artikel anda lalu tunjukkan pada posisi ranah kognitif mana siswa anda pada
materi yang anda jadikan penelitian. Misalnya  pada pra penelitian, keadaan pembelajaran dan hasil tulisan
siswa saya pada Hortatory text 90 % pada ranah C1 dan C2, 10% pada ranah C. 
S TAT I S T I C S
Setelah itu tetapkan pada level kognitif berapa siswa anda akan dibawa. Pastinya ke salah satu
ranah di L3, dengan tujuan membawa siswa anda ke ranah berpikir aras tinggi. Contohnya : saya ingin
membawa siswa saya ke ranah Create (C6) pada pembelajaran menulis teks Hortatory Exposition.
2 2 4 6 9
Lalu fikirkan metode pembelajaran apa yang akan anda terapkan untuk membawa siswa keranah HOTS
tersebut. Teknik pembelajaran apa yang akan anda terapkan berdasar metode tersebut. Sebagai contoh ; dalam
penelitian, saya menerapkan Photovoice sebagai teknik pembelajaran untuk membawa siswa ke ranah berpikir
aras tinggi (HOTS). Maka kemudian judul makalah atau gagasan ilmiah saya menjadi :

PENERAPAN PHOTOVOICE SEBAGAI TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN


MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

atau
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF BERBASIS HOTS DENGAN TEKNIK PHOTOVOICE NTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA
KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

atau 
PENGUATAN KARAKTER BERFIKIR KRITIS MELALUI ENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF
BERBASIS HOTS DENGAN TEKNIK PHOTOVOICE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN
MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

Inti pembahasan gagasan ilmiah anda adalah untuk membuktikan rumusan masalah yang anda tetapkan
berdasar latar belakang dan judul yang anda usung. Misalnya dari judul saya diatas saya memunculkan beberapa
rumusan masalahnya sebagai berikut:

Apakah melalui penerapan pendekatan pengajaran aktif berbasis HOTS dengan Photovoice
sebagai tekniknya dapat meningkatan kemampuan menulis teks hortatory exposition pada siswa kelas XI
IPA 2?

Anda dapat pula membuat rumusan menanyakan seberapa besar prosentase peningkatan
kemampuan menulisnya?

Apakah melalui penerapan pendekatan pengajaran aktif berbasis HOTS dengan Photovoice
sebagai tekniknya dapat membawa siswa mencapai aras berfikir yang lebih tinggi, yaitu ‘creating’?

Atau anda dapat pula menanyakan bagaimana teknik/metode tersebut dapat membawa siswa
mencapai aras berfikir yang lebih tinggi, yaitu ‘creating’ ?

Artikel gagasan ilmiah anda pun kemudian akan mengalir jika anda sudah menuliskan sampai tahap tersebut.
Anda kemudian dapat mengembangkannya menjadi PTK, Best Practice atau sebagai artikel ilmiah. Jika artikel
ilmiah akan digunakan untuk sebagai kelengkapan OGN maka jangan lupa untuk disesuaikan dengan ketentuan
pada petunjuk pelaksanaan OGN,  DI LAMAN INI .
Selamat menulis artikel gagasan ilmiah anda. Semoga berhasil.

DAFTAR PUSTAKA
King, FJ, Ludwika Goodson, and Faranak Rohani. 1997. Higher Order Thinking Skills; Definition,
Teaching Strategies, Assessment. Tersedia pada: cala.fsu.edu  . Diakses pada 12 September 2018.
Leroy, Rachel Van Horn. 2011.Using Bloom's Taxonomy to Sequence Writing. Tersedia pada:
digitalcommons.georgiaouther.edu .Diakses pada 13 Maret 2018.
Panduan Penulisan Soal 2017.Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang emendikbud
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 103 Tahun 2014 tentang
Pembelajaran Pendidikan Dasar dan Menengah.
Rusyna, Adun. 2014. Keterampilan Berpikir. Yogjakarta. Penerbit Ombak.
htpps.www.britishcouncil.my/english/courses-children/resources/HOT-skills.  Diakses pada 5
Februari 2018.

SHARE THIS STORY

 SH AR E O N FACE BO O K  SH AR E O N T WIT TE R  P IN THIS P O ST

 TAGS: ruang kelas

← Previous Story Next Story →

YO U M I G H T A L S O L I K E

LASKAR AKSARA; UPAYA MEWARNAI AKAL BANGGA JADI GURU


MENGUATKAN KAR... MENGAKARKAN PEKERTI

5 COMMENTS

YANTI ANI

17 Januari 2019 19.13

HOTS atau ketrampilan berpikir aras tinggi ini meliputi berpikir kritis, logis, reflektif, dan
metakognit.
2nya paham tapi reflektif dan metakognit masih bingung?
Balas
Balasan

DEWI APRILIANA UJIANTI

18 Januari 2019 08.41


kalau secara teori sih metakognitif itu seperti mengajari anak 'belajar untuk mempelajari
sesuatu'..mendorong mereka untuk punya keingintahuan dari dari dalam diri mereka
sendiri gitu untuk mau mempelajari sesuatu secara kritis

KANDRA WILKO

22 Agustus 2019 18.11

Wah dengan teknologi informasi sekarang ini rasanya cocok membuat siswa yang
memiliki kesenangan terhadap sesuatu kemudian didorong untuk mempelajarinya hingga
sangat rinci. Di grup Facebook khusus blogger yang saya ikuti banyak siswa dengan
tipikal ini. Mereka mempelajari website hingga bisa bikin web sendiri dengan template
yang ga kalah dari lulusan sarjana. Cuman kadang ada sebagian kecil yang kebablasan
nyuri informasi kartu kredit orang dan memanfaatkannya dengan membeli domain dan
hosting kemudian dijual lagi dengan harga murah. Buyernya jadi kecewa saat memakai
domain dan hosting yang dibeli tiba-tiba di cancel oleh perusahaan yg menyediakan
layanan. Nah guru harus sampai ke titik ini dalam memberikan dorongan menurut saya.
Jangan karena udah jago coding malah nyari uang panas yang nantinya berpotensi
memperburuk reputasi siswa.

Balas

STEFFIFAUZIAH

18 Januari 2019 01.09

Bun bahasannya berat, aku pusing wkwk. Seharian ngurus header blog soale. Pas baca ini
waaaah, gak paham wkwk. Maapkan tapi kutau ini akan kubutuhkan untuk menulis ilmiah.
Makasih sharingnya bun ~
Balas
Balasan

DEWI APRILIANA UJIANTI

18 Januari 2019 08.44

hihi..memang lagi kesambet pengen nulis yang serius nih mbak Steffi...cocoknya jadi
teman jika nanti menulis ilmiah. Terimakasih sudah mampiiiir

Balas

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: Wayan Sentan Logout

Publikasikan Pratinjau Beri tahu saya


Created with  by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates BACK