Anda di halaman 1dari 8

ANGULAR CHEILITIS

Oleh :
Nevi Hidayah
NIM. 40618023

BAGIAN ILMU PENYAKIT MULUT


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2019
I. Identitas Pasien
Nama Pasien : An. M. Eka Ferdiansyah
Usia : 14 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Urip Sumoharjo
No. RM : 14811
II. Anamnesis
 Keluhan Utama : Pasien datang dengan keluhan pada sudut bibir kanan terdapat
luka dan sakit.
 Riwayat Penyakit : Pada sudut bibir terdapat pecah-pecah sejak 4 hari yang lalu,
sudut bibir terasa kering dan tidak sakit namun lama kelamaan menjadi pecah-
pecah dan kemerahan serta terasa perih, kemudian terasa sakit saat membuka
mulut. Pasien mengaku sering mengalami hal yang serupa seringkali pada waktu
kecil. Kondisi sekarang sakit. Pasien belum pernah mengobati keluhan pada
sudut bibir. Pasien tidak memiliki riwayat alergi makanan atau obat-obatan.
 Riwayat Perawatan
a. Gigi :-
b. Kebiasaan buruk : -
c. Riwayat Sosial : Pasien adalah seorang pelajar SMP dengan keadaan
sosial ekonomi menengah, pasien menyikat ggi 2 x
sehari yaitu pagi dan malam.
 Keadaan sosial dan Kebiasaan : Tidak ada keluhan
 Riwayat Penyakit Sistemik : Tidak ada keluhan
 Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluhan

III. Pemeriksaan Obyektif


1. Pemeriksaan Ekstra Oral :
a. Muka : Taa
b. Pipi Kanan : Taa
Kiri : Taa
c. Bibir atas : Taa
Bawah : Taa
d. Sudut Mulut : Pada sudut mulut kanan terdapat fissure dengan
panjang 3 mm, multipel, unilateral, batas jelas, berwarna kemerahan,
tepi deskuamasi dan sakit.
e. Kelenjar Limfe :
-Submandibularis Kanan : Taa
-Submandibularis Kiri : Taa
-Submental : Taa
-Leher : Taa
f. Kelenjar Saliva :
-Parotis Kanan : Taa
-Parotis Kiri : Taa
-Submandibularis : Taa
-Sublingualis : Taa
2. Pemeriksaan Intra Oral :
a. Mukosa labial atas : Taa
bawah : Taa

b. Komisura Kanan : Taa


Kiri : Taa
c. Mukosa bukal Kanan : Taa
Kiri : Taa
d. Labial fold atas : Taa
Bawah : Taa
e. Bukal fold atas : Taa
bawah : Taa
f. Gingiva rahang atas : Taa

rahang bawah : Pada gingiva rahang bawah terdapat


makula berwarna merah kecoklatan, memanjang dari gigi c kanan
sampai c kiri, jaringan sekitar normal, batas diffuse dan tidak sakit.

g. Palatum : Taa
h. Arkus Palatoglosus anterior : Taa
posterior : Taa
i. Lidah : Taa
j. Dasar Mulut : Taa

IV. Diagnosis
Angular Cheilitis.

V. Diagnosis Banding
DD: Herpes Labialis
- Persamaan Cheilitis Angularis dengan Herpes Labialis :
Tepi lesi kemerahan, dapat terjadi pendarahan dan membentuk krusta, lesi
menimbulkan rasa sakit.
- Perbedaan Cheilitis Angularis dengan Herpes Labialis:

Perbedaan Cheilitis Angularis Herpes Labialis


Defisiensi nutrisi, gangguan imun, Herpes Simplex Virus Tipe 1 yang
Etiologi infeksi Candida albicans, infeksi mengalami reaktivasi
bakteri Staphylococcus, trauma
Lokasi Sudut mulut unilateral/ bilateral Vermilion border
Menghilangkan faktor lokal, Pemberian obat antivirus dan vitamin
Perawatan pemberian antijamur/antibakteri,
pemberiann vitamin
Gambaran Eritema, fissure, ulser, deskuamasi Vesikel kecil berkelompok pecah
Klinis menjadi ulser, eritema
Rekuren/ Tidak rekuren Rekuren dari stomatitis herpetika
kambuhan primer
Prodormal Tidak ada Ada

VI. Rencana Perawatan

Terapi Cheilitis Angularis adalah preventif, simptomatik dan suportif


disesuaikan dengan keadaan pasien. Perawatan harus mencakup tindakan preventif
seperti menghilangkan faktor penyebab trauma, menjaga kebersihan mulut.

Tata laksana terapi Cheilitis Angularis pada kasus ini adalah pemberian Borax
Glicerin 10% dengan cara dioleskan menggunakan cattun bud pelet 3 kali sehari
yaitu pagi, siang dan malam. Terapi suportif dengan memberikan Becom c kaplet
10 diminum 1 kali sehari yaitu pagi setelah sarapan yang dapat membantu dalam
proses menyembuhan luka.

KIE (Komunikasi, informasi, Edukasi )

a. Menjelaskan tentang definisi, etiologi Cheilitis angularis


b. Cheiliti angularis merupakan penyakit yang tidak berpotensi menjadi keganasan
ataupun menular
c. Menjelaskan cara dan waktu penggunaan obat
d. Meningkatkan kebersihan rongga mulut
e. Perbanyak makan buah dan sayur serta minum air putih
f. Kontrol kembali setelah 7 hari.

Kontrol 1

S = Pasien datang untuk melakukan kontrol pertama. Pada sudut bibir kanan
Pasien tidak mengeluhkan rasa sakit. Obat digunakan secara teratur Bcom C
sisa 4 caplt, obat Borax Glicerin sisa ¾ botol.
O = EO : Normal
IO : Pada sudut bibir kanan warna kemerahan, tepi deskuamasi dan tidak
sakit.
A = Proses penyembuhan Chelitis angularis
P = Instruksi kepada pasien
- Menjaga OH
- Banyak mengonsumsi buah dan sayur serta minum air putih
- Pemberhentian penggunaan obat
- Hubungi operator apabila ada keluhan
VII. Pembahasan
Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan pada pasien, didapatkan hasil
diagnosis cheilitis angularis dan diagnosa banding herpes labialis. Diagnosis
cheilitis angularis ditegakkan karena pasien datang dengan keluhan pada keadaan
sudut bibir kanan yang terasa perih dan nyeri bila membuka mulut. Pasien tidak
menyadari penyebab keadaan ini, namun dari hasil anamnesis dikatakan bahwa
pasien memiliki kebiasaan menjilat sudut bibir dan jarang mengkonsumsi buah dan
sayur.

Cheilitis Angularis adalah suatu keadaan inflamasi pada sudut mulut yang
ditandai dengan adanya fissure kemerahan, nyeri dan rasa kering pada sudut mulut.
Pada kasus yang parah, fissure tersebut dapat berdarah ketika membuka mulut dan
menimbulkan krusta.

Etiologi angular cheilitis antara lain disebabkan oleh defisiensi vitamin B


kompleks dan didukung oleh faktor predisposisi kebiasaan menjilat sudut bibir.
Jaringan pada sudut mulut akan terakumulasi oleh saliva, keadaan ini dapat menjadi
lebih parah dengan membiarkan bibir yang basah dikeringkan oleh angin dan sinar
matahari. Pada beberapa kasus juga ditemukan dapat disebabkan oleh Infeksi C.
Albicans, Staphylococcus aureus, atau keduanya dapat merupakan penyebab
angular cheilitis, sensitivitas terhadap kontak dengan agen seperti makanan, sinar
matahari, alergi terhadap obat-obatan dan kosmetik serta terapi antibiotic dalam
jangka waktu yang lama.

Anak dengan status gizi kurang akan lebih mudah mengalami cheilitis
angularis dibandingkan anak dengan gizi baik. Kekurangan nutrisi dapat karena
kekurangan zat besi, vitamin B, asam folat, dan biotin. Defisiensi pada satu jenis
nutrisi dapat berperan kepada defisiensi nutrisi-nutrisi yang lainnya. Defisiensi
nutrisi seperti defisiensi zat besi, vitamin B, dan asam folat berkaitan dengan
angular cheilitis. Keduanya saling berhubungan, karena zat besi dan vitamin adalah
zat yang esensial. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan keutuhan jaringan epitel
berkurang. Mukokutan junction yang merupakan daerah peralihan antara kulit dan
mukosa mulut dengan epitel mukosa yang lebih tipis dibanding epitel kulit menjadi
lebih rentan.

Nutrisi yang kurang khususnya yang disebabkan oleh defisiensi zat besi
berpengaruh terhadap proliferasi sel terutama sel mukosa, karena fungsi zat besi
secara fisiologis meliputi pertumbuhan atau proliferasi sel, penyembuhan luka,
respon imunitas, dan mempertahankan struktur protein dan membran sel. Zat besi
dan nutrisi lainnya diperlukan dalam transkripsi gen untuk replikasi sel, perbaikan
sel, dan proteksi. Kekurangan nutrisi menyebabkan terganggunya fungsi proteksi,
perbaikan, dan pergantian sel-sel epitel di sudut bibir sehingga menimbulkan lesi
berupa fissura berwarna kemerahan yang merupakan gambaran klinis cheilitis
angularis. Dengan berjalannya waktu, dan didukung oleh kebiasaan menjilat sudut
bibir yang sering dilakukan secara tidak sadari. Fissura yang berwarna kemerah
akan menjadi semakin dalam dan meluas dari komisura ke kulit perilabial. Fissure
akan terdeskuamasi selama fungsi rongga mulut berjalan normal.

Perawatan harus mencakup tindakan preventif, seperti menghilangkan faktor


penyebab trauma, menjaga kebersihan rongga mulut, pengembaliin dimensi vertikal
yang benar dan menghilangkan kebiasaan menjilat sudut bibir. Terapi dapat
diberikan pelembab topikal serta suplemen vitamin.

Pasien jarang mengkonsumsi


buah dan sayur

Kekurangan nutrisi

Keutuhan jaringan epitel


mukosa sudut bibir berkurang

Epitel mukosa sudut bibir


menipis dan rentan

Cuaca mempengaruhi
terjadinya pecah pecah Mukosa sudut bibir kering
pada sudut bibir
Fissure yang berwarna kemerahan
dan deskuamasi pada sudut bibir

Chelitis angularis
VIII. Kesimpulan

Cheilitis angularis merupakan suatu keadaan yang terjadi pada daerah sudut
bibir baik unilateral ataupun bilateral, dengan ditandai oleh bentukan fissure pada
sudut bibir yang kemerahan, sakit, mengering dan terkadang terjadi deskuamasi pada
sudut bibir akibat kebiasaan menjilat sudut bibir. Penatalaksanaan pemberian obat
borax gliserin untuk melembabkan sudut bibir serta memberikan KIE kepada pasien.

Referensi
Greenberg MS., Glick M. 2015. Burket’s Oral Medicine Diagnosis and
Treatment. 12th edition. Hamilton: BC Decker Inc.: 39, 95.
Langlais, RP. 2013. Atlas Berwarna : Lesi Mulut Yang Sering Ditemukan.
Jakarta : EGC. P: 110-111.
Herlin S., Sri H., Ayu M. 2017. Insidensi dan Distribusi Penderita Angular
Cheilitis pada Bulan Oktober-Desember Tahun 2015 di RSGM Universitas Jember.
e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 5.