Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH SKILL LAB KEPERAWATAN KELUARGA

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA DEWASA

KELOMPOK 4

1. EBET PUTRA
2. FEBRIANTI NINGSIH
3. DEBY RAYENDRA
4. EDO ALFIND
5. NOVRI MAIYANSARI
6. ZATALINI

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya
terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan
Makalah Skill Lab tentang Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Anak Usia Dewasa.
Makalah ini merupakan salah satu nilai untuk mata kuliah Keperawatan Keluarga.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah
memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam
penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, 05 September 2019

Kelompok 4

ii
DAFTAR ISI

Cover ................................................................................................................................ i
Kata Pengantar ............................................................................................................... ii
Daftar Isi.......................................................................................................................... iii
BAB I Pendahuluan ........................................................................................................ 1
1.1 Latar belakang ............................................................................................................ 1
1.2 Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 1
BAB II Pembahasan ....................................................................................................... 2
2.1 Pengertian ................................................................................................................... 2
2.2 Tipe Keluarga ............................................................................................................ 2
2.3 Fungsi Keluarga.......................................................................................................... 3
2.4 Tugas Perkembangan Keluarga Dengan Anak Usia Dewasa ..................................... 4
2.5 Masalah keperawatan Yang Mungkin Muncul ........................................................... 4
BAB III Tinjauan Kasus ................................................................................................ 5
3.1 Pengkajian .................................................................................................................. 5
3.2 Intervensi Keperawatan .............................................................................................. 17
3.3 Implementasi dan Evaluasi ......................................................................................... 18
BAB IV Penutup ............................................................................................................ 22
4.1 Kesimpulan ........................................................................................................................... 22
4.2 Saran ....................................................................................................................................... 22
Daftar Pustaka ................................................................................................................ 23

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan keluarga adalah proses perubahan yang terjadi pada sistem
keluarga meliputi perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggotanya di
sepanjang waktu (Budi Anna Keliat, 2000). Perkembangan ini terbagi menjadi
beberapa tahap atau kurun waktu tertentu. Pada setiap tahapnya keluarga memiliki
tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar tahapan tersebut dapat dilalui dengan
sukses (Friedman, MM.2000)
Tahap perkembangan keluarga dibagi sesuai dengan kurun waktu tertentu yang
dianggap stabil, misalnya keluarga dengan anak pertama berbeda dengan keluarga
dengan remaja. Menurut Rodgers (Friedman, 1998), meskipun setiap keluarga melalui
tahapan perkembangan secara unik, namun secara umum seluruh keluarga mengikuti
pola yang sama dan tiap tahap perkembangan membutuhkan tugas atau fungsi
keluarga agar dapat melalui tahap tersebut dengan sukses.
Tahap perkembangan keluarga keenam dimulai saat anak masuk mulai
meninggalkan rumah untuk membentuk keluarga yang baru. Pada fase ini umumnya
keluarga mencapai jumlah anggota keluarga maksimal, sehingga keluarga sangat
sibuk. Selain aktivitas disekolah masing-masing anak memiliki aktivitas dan minat
sendiri. Demikian pula orangtua yang mempunyai aktivitas yang berbeda dengan anak.
Untuk itu keluarga perlu bekerjasama untuk mencapai tugas perkembangan.

1.2 Tujuan
a. Mampu melakukan pengkajian pada keluarga dengan usia dewasa
b. Mampu menentukan diagnosa keperawatan keluarga dengan usia dewasa
c. Mampu menyusun rencana tindakan keperawatan pada keluarga dengan usia
dewasa
d. Mampu melakukan tindakan keperawatan yang telah direncanakan pada keluarga
dengan usia dewasa
e. Mampu mengevaluasi asuhan keperawatan keluarga yang telah dilakukan pada
keluarga dengan usia dewasa

1
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Pengertian
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran
dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta social dari tiap anggota
keluarga. (Duvall & Logan,1986)
Keluarga dengan anak dewasa dimulai pada saat anak pertama
meninggalkan rumah dan berakhir pada saat anak terakhir meninggalkan rumah.
Lamanya tahapan ini tergantung jumlah anak dan ada atau tidaknya anak yang
belum berkeluarga dan tetap tinggal bersama orang tua.

2.2. Tipe Keluarga


A. Tipe Keluarga Tradisional
a. Keluarga inti, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri dan anak-
anaknya ( anak kandung dan anak angkat )
b. Keluarga besar, yaitu keluarga inti ditambah keluarga lain yang mempunyai
hubungan darah, misalnya kakek, nenek, paman dan bibi
c. Keluarga “Dyad” yaitu suatu rumah tangga yang tidak mempunyai anak
d. “Single Parent”, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari 1 orang tua dengan
anak (kandung atau angkat). Kondisi ini bia disebabkan oleh perceraian atau
kematian.
e. “Single Adult” yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari 1 orang dewasa
f. Keluarga Lansia, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri yang
berusia lanjut
B. Tipe Keluarga Non Tradisional
a. Commune Family yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari 1 keluarga tanpa
pertalian darah yang hidup serumah.
b. Orang tua (ayah-ibu) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup
bersama dalam satu rumah tangga
c. Homo seksual, yaitu dua individu yang sejenis hidup dalam satu rumah tangga

2
2.3 Fungsi Keluarga
Friedman (1986), mengidentifikasi 5 fungsi dasar keluarga yaitu :
A. Fungsi Afektif
Berhubungan dengan fungsi internal keluaraga yang merupakan basis
kekuatan keluarga. Fungsi ini berguna untuk pemenuhan psikososial. Keluarga
yang berhasil melaksanakan fungsi ini berarti dapat mengembangkan konsep diri
yang positif. Fungsi afektif merupakan energi yang menentukan kebahagiaan
keluarga, keretakan keluarga, kenakalan anak dan masalah keluarga timbul karena
fungsi afektif yang tidak terpenuhi.
B. Fungsi Sosial
Sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dilalui
individu yang menghasilkan interaksi social dan belajar berperan dalam lingkungan
sosial. (Friedman,1986)
Keberhasilan perkembangan individu dan keluarga tercapai melalui
interaksi atau hubungan antar anggota keluarga yang diwujudkan dalam sosialisasi.
Anggota keluarga belajar disiplin, belajar tentang norma-norma budaya dan
perilaku melalui hubungan dan interaksi dengan keluarga
C. Fungsi Reproduksi
Keluarga yang berfungsi untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan
menambah sumber daya manusia.
D. Fungsi Ekonomi
Merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota
keluarga, seperti kebutuhan akan makanan, pakaian dan temapat berlindung
(rumah).
E. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga juga berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan
yaitu untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan atau merawat anggota
keluarga yang sakit. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan
mempengaruhi status kesehatan keluarga.
Tugas Kesehatan Keluarga Menurut Friedman adalah :
1. Mengenal masalah kesehatan
2. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat

3
3. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit
4. Mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat
5. Mempertahankan hubungan dengan menggunakan fasilitas kesehatan masyarakat.

2.4 Tugas Perkembangan Keluarga Dengan Anak Dewasa


1. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar.
2. Mempertahankan keintiman pasangan.
3. Membantu orang tua memasuki masa tua.
4. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat.
5. Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga.
(Duvall dan Miller,1985)

5.4 Masalah keperawatan Yang Mungkin Muncul


Masalah yang mungkin terjadi pada anak usia dewasa adalah :
1. Komunikasi kaum dewasa muda dengan orangtua mereka perlu ditingkatkan.
2. Masalah dalam hal transisi peran bagi suami istri.
3. Masalah perawatan orangtua lanjut usia.
4. Munculnya masalah kesehatan yang bersifat kronis dan perubahan situasi fisik
(kolesterol tinggi, obesitas, tekanan darah tinggi).
5. Masalah gaya hidup perlu mendapat perhatian, kebiasaan minum alkohol,
merokok, makan dan lain-lain.

4
BAB III
TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian
A. Data Umum
1. Nama Keluarga (KK) : Bpk. A
2. Alamat :Jln. Tiga sari, Pekanbaru
3. Pekerjaan : Pegawai swasta
4. Nomor Telepon : 081112345678
Komposisi Keluarga :

No Nama
No JK Hub dengan Umur Pendidikan Pekerjaan
KK
1. Ibu L Pr Istri 56 thn PT Ibu rumah tangga
2. Nn. A Pr Anak 25 thn S1 Pegawai swasta
3. An. H Pr Anak 15 thn SMA Pelajar
4. Ibu W Pr Mertua 60 thn SMA Tidak bekerja
5. Ibu R Pr Orang lain 23 thn SMP Asisten RT
Genogram :

Ibu W

Bapak A Ibu L

Ibu R

Nn. A An. K

Keterangan :
Orang tua Bpk.A masih hidup, namun tinggal dengan adik Bapak A. Dan
orang tua laki laki ibu L sudah meninggal 3 tahun yang lalu, dan sejak itu ibu
W tinggal dengan keluarga bapak A. Menurut ibu L, ayahnya meninggal hanya

5
karena sudah tua saja. Kedua orang tuanya tidak ada yang menderita penyakit
hipertensi atau penyakit turunan lainnya, seperti: Diabetes melitus, asma, dan
sebagainya. Sedangkan istri dan anaknya dalam keadaan sehat, tidak ada
penyakit tertentu yang bersifat berat ataupun kronis. Ibu L dan bapak A tinggal
juga dengan 1 orang asisten rumah tangga nya ibu R dan kedua anaknya, Nn. A
dan An. K
5. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Bpk. A adalah extended family. Menurut Bpk. A dan istrinya,
tidak ada masalah dengan tipe keluarga seperti ini. Bahkan menurut Bpk.A,
dengan tipe extended family sekarang ini dapat menambah dan meningkatkan
rasa sayang dan lebih saling memperhatikan satu sama lainnya dalam keluarga.
6.Suku Bangsa
Suku keluarga bpk. A adalah asli suku Minang. Menurut Bpk. A dan istrinya,
tidak ada budaya dari suku minang yang mereka anut bertentangan dengan
kesehatan, bahkan suku minang mempunyai kebiasaan yang sangat baik untuk
kesehatan, khususnya untuk Bpk.A yaitu mempunyai kebiasaan mengkonsumsi
sayur-sayuran.
7. Agama
Agama yang dianut oleh keluarga Bpk. A adalah agama Islam, yang mana
menurut Bpk. A agama islam itu adalah agama yang sangat memperhatikan
kesehatan dan menjadikan hidup ini lebih tenang dan tentram, khususnya jika
menjalankan ibadah sholat lima waktu dalam sehari dan berpuasa setiap hari
Senin dan Kamis. Semua ajaran yang diajarkan dalam agama islam diyakini dan
dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama oleh istri dan anaknya.
8. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Status sosial ekonomi keluarga Bpk.A adalah menengah ke atas. Menurut
keluarga (Bpk.A), penghasilan diperoleh dari gaji bulanan bapak A yang
bekerja sebagai pegawai swasta dan menjadi manager di perusahaan tersebut,
penghasilan bapak A 1 bulan lebih kurang Rp. 8.690.000/bulan. Bpk. A
mengatakan penghasilan tersebut dialokasikan untuk kebutuhan makan sehari-
hari, biaya sekola anak – anak dan selalu diusahakan menabung.

6
9. Aktifitas Rekreasi Keluarga
Keluarga Bpk.A melakukan rekreasi 1 minggu sekali, disaat akhir pekan,
dimana saat itu bapak A libur dan anak anak juga libur, mereka menghabiskan
waktu untuk rekreasi ke tampat wisata, untuk membahagiakan semua
keluarganya.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


10. Tahap perkembangan keluarga saat ini
11. Tahap perkembangan keluarga Bpk A saat ini adalah: tahap perkembangan
keluarga dengan anak dewasa, dimana anak pertama keluarga Bpk. A adalah
berusia 25 tahun. Menurut Duvall dan Miller (1985 dalam Friedman, 1998),
tugas perkembangan keluarga pada tahap perkembangan keluarga dengan anak
usia dewasa adalah: Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar,
mempertahankan keintiman pasangan, membantu orang tua memasuki masa
tua, membantu anak untuk mandiri di masyarakat, penataan kembali peran dan
kegiatan rumah tangga. Menurut Bpk.A dan istri, tugas perkembangan keluarga
yang sudah terpenuhi adalah: membantu anak untuk mandiri di masyarakat.
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi menurut Bpk A dan
istrinya yaitu anak dewasanya yang belum menikah.
12. Riwayat keluarga inti
Menurut Bpk.A, sebelum menikahi istrinya, mereka sempat berpacaran dulu
selama beberapa bulan. Bpk. A pertama kali bertemu dengan Ibu.L di tempat
kerja, dimana Bpk.A dan ibu.L bekerja pada satu tempat. Setelah merasa cocok
dan merasa saling membutuhkan, Bpk.A langsung melamar Ibu.L. Setelah
menikah, yaitu tahun 1991, dipercaya oleh Allah untuk mempunyai 2 anak
perempuan.
13. Riwayat keluarga sebelumnya
Bpk.A dan ibu. L mengatakan bahwa kedua orang tuanya menikah karena
dijodohkan oleh orang tua mereka. Pada masa dulu, tidak ada yang namanya
pacaran berlama-lama, kalau sudah dipertemukan dan merasa cocok langsung
saja menikah.

7
C. Lingkungan
14. Karakteristik rumah
Keluarga Bpk. A tinggal di rumah sendiri. Luas rumah Bpk. A kira-kira 50 M2 ,
tipe permanen, dengan jumlah ruangan adalah 8 ruangan, yaitu: ruang tamu, 5
kamar tidur, ruang makan, dapur, kamar mandi. Keadaan rumah Bpk.A rapi dan
bersih. Semua perabotan rumah tangga di rumah bapak A terletak pada
tempatnya, TV, Kulkas, Guci, dan perabotan lainnya. Rumah Bpk.A dengan
penerangan yang cukup. Sedangkan untuk sumber air keluarga adalah berasal
dari air PAM.
Denah Rumah:

Kamar Dapur WC

Mandi
kamar
ruang makan Kamar

Kamar Kamar

Tidur I
Ruang
Tamu

Septick Tank

15. Karakteristik tetangga & komunitas RW


Pada umumnya tetangga atau masyarakat yang tinggal disekitar Bpk. A adalah
orang/penduduk asli, sehingga biasanya yang tinggal dilingkungan sekitarnya
adalah masih mempunyai hubungan keluarga. Dengan demikian, tidak pernah
ada yang pindah, kecuali jika di bawa oleh anaknya yang jauh dari tempat
tinggalnya. Kebiasaan yang sering dilakukan oleh warga adalah gotong royong,
pengajian, melayat, dan mengikuti kegiatan-kegiatan keluarga lainnya, seperti:
perkumpulan keluarga jika ada yang pesta atau punya hajatan, dan sebagainya.
Warga di sekitar rumah Bpk. A cukup rukun dan aktif. Tidak ada kebiasaan
atau budaya yang dianut oleh masyarakat bertentangan dengan kesehatan.
16. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Bpk.A adalah penduduk asli dan telah punya rumah sendiri, sehingga
tidak ada niat atau alasan untuk pindah. Bpk. A tinggal disini sejak awal
menikah.
8
17. Perkumpulan keluarga & interaksi dengan masyarakat
Keluarga Bpk. A sangat mengutamakan berkumpul dengan keluarga, dimana
keluarga bapak A sering berkupul di ruang tamu untuk menghabiskan waktu
bersama seperti menonton TV. Sedangkan interaksi keluarga dengan
masyarakat, sangat baik. Bpk.A selalu rajin mengikuti kegiatan-kegiatan yang
ada di masyarakat, seperti: pengajian, gotong royong, dan sebagainya.
18. Sistem Pendukung keluarga
Menurut Bpk.A, yang menjadi pendukung dalam keluarganya adalah istrinya
yang selalu sabar dan baik sekali. Bersedia mengurus Bpk.A dan kedua anak
nya. Selain itu, tetangga-tetangga disekitarnya sangat baik-baik dan perhatian,
serta mempunyai persatuan yang sangat kuat, jika ada yang sakit langsung
didatangi atau dikunjungi begitu juga kalau ada yang meninggal.

D. Struktur Keluarga
19. Pola Komunikasi keluarga
Pola komunikasi yang sering dan biasa dilakukan oleh keluarga adalah
komunikasi dua arah. Saling menghargai jika ada yang sedang berbicara.
20. Struktur kekuatan keluarga
Salah satu kekuatan keluarga adalah kearifan Bpk.A terhadap istri dan anak
serta mertua dan asisten rumah tangganya. Cara yang biasa Bpk.A lakukan jika
ingin menegur anaknya jika salah, adalah dengan cara menasehatinya dengan
baik dan bijaksana.
21. Struktur Peran
Di dalam keluarga, Bpk.A berperan sebagai kepala keluarga dan sumber
penghasilan keluarga. Begitu juga dengan Ibu L, yang berperan sebagai ibu
rumah tangga bagi suami dan anaknya. Peran ibu L sehari-hari adalah mengurus
rumah tangga. Kedua perempuannya berperan sebagai anak. Ibu W berperan
sebagai mertua yang membantu ibu L mengurus ruamh tangga dan ibu R yang
berperan sebagai asisten rumah tngga berperan memberekan rumah, memasak
dan lain lain.
22. Nilai dan norma budaya
Nilai atau norma budaya yang dianut oleh keluarga Bpk. A adalah saling
sayang menyayagi dan saling menghargai orang yang lebih tua. Selain itu,

9
adalah turut merasakan penderitaan yang dialami oleh anggota keluarga lain
yang sedang punya masalah atau kemalangan.

E. Fungsi Keluarga
23. Fungsi Afektif
Keluarga Bpk.A adalah keluarga yang penuh kehangatan, kasih sayang, dan
saling memperhatikan satu sama lain, terutama Bpk. A bersama istri.
24. Fungsi Sosialisasi
Fungsi interaksi dan sosialisasi dalam keluarga baik. Menurut Bpk.A, mulai
dari kecil, kedua anaknya sudah diajarkan untuk santun kepada orang tua,
pandai berteman, dan ikut mengaji.
25. Fungsi perawatan keluarga (termasuk mas-kes)
Keluarga Bpk.A dan istri selalu berusaha untuk dapat memberikan yang
terbaik untuk anaknya, terutama dalam menjaga dan merawat kesehatan seluruh
anggota keluarganya. Namun, menurut ibu L, selama ini keluarga bingung
dengan kondisi kesehatan Nn. A. Bpk.A dan istri (ibu.L) pertama kali
mengetahui Nn. A terdapat gastritis usia 24 tahun di periksa di dokter. Anak A
sampai sekarang masih sering kambuh gastritisnya, jarang makan, bekal yang
dibawa kekantor tidak habis, dirumah hanya makan sekali, dan tidak suka
makan sayur. Alasan Nn. A jarang makan karena katanya tidak selera kalau
sudah ada pekerjaan yang numpuk mau makan. Sudah dibawa berobat namun
masih sering kambuh, sehingga ibu L khawatir dengan anak A, takut anak A
kenapanapa dengan penyakitnya.
Keluarga mengatakan sedikit mengenal tentang gastritis. Keluarga hanya
mengatakan bahwa gastritis adalah penyakit magh yang disebebkan telat
makan. Keluarga hanya tahu bahwa tanda dan gejalanya adalah sakit perut dan
mntah. Keluarga tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Selama ini keluarga
hanya membelikan anak obat saja. Keluarga sesekali mengunjungi pelayanan
kesehatan jika keluhan anak tidak berkurang.
Bpk.A dan keluarga juga belum mampu memutuskan tindakan keperawatan
yang tepat untuk mengatasi keluhan yang dirasakan oleh Nn. A. Sehingga jika
keluhan yang dirasakan oleh Nn. A muncul, respon keluarga masih seperti
biasa-biasa saja dan hanya membelikan Nn. A obat di warung dan diberi makan

10
tanpa memterhatikan jenis makanan yang diberikan. Akhir – akhir ini anak
sering sakit perut dan tidak mau makan, keluarga hanya memberikan apa yang
mau dimakan anak seperti mie goreng. Hal ini disebabkan karena keluarga tidak
mengetahui dengan jelas akibat lanjut atau komplikasi dari gastritis ini jika
tidak diatasi dengan segera.
Keluarga juga tidak mampu melakukan perawatan yang tepat kepada Nn. A
yang mengalami gastritis. Ibu. L, selama ini jika keluhan Nn. A muncul,
keluarga baru mulai memperhatikan Nn. A terutama memperhatikan makanan
untuk Nn. A. Tetapi jika keluhan sudah hilang atau tidak muncul lagi, Bpk.A
dan keluarga tidak menjaga dan merawat kembali kesehatan Nn. A dengan
baik. Makanan yang disajikan kembali kepada kebiasaan dan kesukaan Nn. A,
yaitu mie goreng dan tidak suka sayur.
Keluarga juga tidak mengetahui pentingnya menciptakan kondisi
lingkungan rumah yang sehat, nyaman, dan aman terhadap kondisi kesehatan
Nn. A sekarang ini, dan keluarga juga tidak mengetahui bagaimana cara
menciptakan lingkungan rumah yang sehat yang dapat meningkatkan kesehatan
pada Nn. A.
Keluarga juga mengatakan belum dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan
secara optimal, karena menganggap gastritis itu sesuatu yang serius. Sehingga
keluarga selalu membawa An.A ke pelayanan kesehatan apabila sudah
mengalami keluhan yang sangat parah dan sakit perut tidak tertahankan lagi.

F. Stress dan Koping Keluarga


26. Stressor jangka pendek
Menurut Bpk.A dan istri yang menjadi beban pikiran saat ini adalah masalah
kondisi kesehatan Nn. A yang tidak sehat-sehat. Keluarga cemas sekali dengan
kondisi kesehatan Nn. A.
27. Stressor jangka panjang
Bpk.A dan keluarga mengatakan bahwa jika masalah kesehatan Nn. A tidak
terselesaikan, takutnya Nn. A akan mengalami masalah kesehatan yang lebih
parah dan di raat di rumah sakit.
28. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah

11
Menurut Bpk.A, jika ada masalah Bpk.A langsung bercerita dengan ibu L dan
menyelesaikannya bersama – sama secara musyawarah.
29. Strategi adaptasi disfungsional
Strategi adaptasi disfungsional yang sering dilakukan oleh Bpk.A adalah
mendiamkan masalah dan berusaha menyimpan sendiri masalah tersebut, serta
dibawa pada saat tidur.

G. Pemeriksaan Fisik

NO. Yang Diperiksa Bpk.A Ibu. L Nn. A


1. Keadaan Umum: Baik Baik Baik

2. Tanda-tanda vital:
- Tekanan Darah 120/80 mmHg 130/80 -
- Nadi 96 X/mnt 80 X/mnt 90 X/mnt
- Suhu 36,50C 36,50C 370C
- Pernafasan 20 X/mnt 18 X/mnt 24 X/mnt
Tinggi Badan: 160 cm 160 cm 110 cm
Berat badan: 63 kg 50 kg 17 kg
Kepala: Simetris, bersih Simetris, bersih Simetris,
Rambut: Htm brsh

Mata: Tdk ikterik Tdk ikterik


- Sklera: Tdk anemis Tdk anemis Tdk ikterik
- Konjungtiva Bersih/N Bersih/N Tdk anemis
Telinga: Bersih/N Bersih/N Bersih/N
Hidung: Lembab, sedikit Lembab Bersih/N
Mulut/Mukosa: berbau. Lembab
Caries (-), tdk Caries (-), tdk Caries (-),
lengkap, sedikit lengkap berlubang
Gigi: kotor.

Leher: Pbsran GB (-) Pbsran GB Pbsran GB (-)


Paru-Paru: Simetris (-) Simetris
- Bentuk dada Vesikuler Simetris Vesikuler
- Bunyi nafas Vesikuler
Kardiovaskuler:
- Bunyi jantung: BJ I-II : N BJ I-II : N BJ I-II : N
Perut/bising usus: Positif Positif Positif
Ekstremitas atas: Normal Normal Normal
Ekstremitas bawah: Normal Normal Normal
Turgor Kulit: Elastis Elastis Elastis

12
NO. Yang Diperiksa An. K Ibu. W Ibu. R
1. Keadaan Umum: Baik Baik Baik

2. Tanda-tanda vital:
- Tekanan Darah - 130/80 120/80
- Nadi 106 X/mnt 80 X/mnt 90 X/mnt
- Suhu 36,50C 36,50C 36.50C
- Pernafasan 26 X/mnt 18 X/mnt 20 X/mnt
Tinggi Badan: 90 cm 160 cm 110 cm
Berat badan: 10 kg 50 kg 17 kg
Simetris, bersih Simetris, bersih Simetris,
Kepala: Htm brsh
Rambut:
Mata: Tdk ikterik Tdk ikterik Tdk ikterik
- Sklera: Tdk anemis Tdk anemis Tdk anemis
- Konjungtiva Bersih/N Bersih/N Bersih/N
Telinga: Bersih/N Bersih/N Bersih/N
Hidung: Lembab, sedikit Lembab Lembab
Mulut/Mukosa: berbau. Caries (-),
Caries (-), tdk Caries (-), tdk
lengkap, sedikit lengkap
Gigi: kotor.

Leher: Pbsran GB (-) Pbsran GB Pbsran GB (-)


(-)
Paru-Paru:
- Bentuk dada Simetris Simetris Simetris
- Bunyi nafas Vesikuler Vesikuler Vesikuler
-
Kardiovaskuler:
- Bunyi jantung: BJ I-II : N BJ I-II : N BJ I-II : N
Perut/bising usus: Positif Positif Positif
Ekstremitas atas: Normal Normal Normal
Ekstremitas bawah: Normal Normal Normal
Turgor Kulit: Elastis Elastis Elastis

H. Harapan Keluarga
Keluarga merasa sangat senang dan bahagia sekali jika mendapatkan perhatian
dan pelayanan kesehatan yang langsung ke keluarga seperti sekarang ini, sehingga
bisa menyampaikan keluhan dan apa yang dirasakan.

13
ANALISA DATA

DATA DIAGNOSA
KEPERAWATAN
DATA SUBJEKTIF:
- Bpk. A dan keluarga mengatakan mengetahui Ketidakefektifan manajemen
gastritis pada Nn. A sejak 1 tahun yang lalu, dan kesehatan keluarga bpk. A
sering Nn. A mengalami sakit perut. khususnya pada Nn. A dengan
- Bpk. A dan keluarga pada saat Nn. A sakit perut gastritis
keluarga memberikan makanan kesukaannya agar
ia mau makan yaitu mie goreng.
- Bpk. A dan keluarga tidak mengenal dengan jelas
tentang gastritis, baik pengertian, faktor
penyebabnya, tanda dan gejala, serta akibatnya.
- Keluarga dan Bpk.A tidak mengetahui dengan
pasti apa yang menjadi faktor penyebab
terjadinya gastritis pada Nn. A.
- Keluarga mengatakan bahwa tidak mengetahui
bagaimana cara merawat Nn. A dengan gastritis,
sehingga kalau keluhan yang dirasakan oleh Nn.
A tidak ada, keluarga tidak pernah memberikan
perhatian khusus terhadap Nn. A, terutama dalam
hal makan. Namun, kalau sudah merasakan
keluhan, barulah kelurga menjaga makan Nn. A.
- Keluarga juga mengatakan belum dapat
memanfaatkan pelayanan kesehatan secara
optimal, sehingga keluarga selalu membawa Nn.
A ke pelayanan kesehatan apabila sudah
mengalami keluhan yang sangat parah dan tidak
tertahankan lagi.

DATA OBJEKTIF:
- Nn. A tampah memegang bagian perutnya
- Nn. A tampak sedikit meringis
- Makanan Nn. A tidak sehat, yang siap saji dan
lebih banyak makan makanan pedas.

DATA DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Data Subjektif: Ketidak efektifan manajemen
- Keluarga mengatakan anak A belum keluarga Bpk A dalam
menikah diusianya yang sudah 25 tahun mengatasi anggota keluarga
dewasa belum menikah.

14
Data Objektif:
- Nn. A tampak tampak masih sendiri dan
belum ada cincin yang melingkar di jari
manis nya.

SKALA PRIORITAS
1. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga Bpk A khususnya Nn. A dengan
gastritis .

NO. KRITERIA PERHITUNGAN SKORING PEMBENARAN


1. Sifat Masalah: Nn. A mengalami gastritis
Aktual (Tidak 3/3 x 1 1 semenjak 1 tahun yang lalu.
atau Kurang Keluarga tidak mampu
sehat). melaksanakan 5 tugas kes klg
2. Kemungkinan Keluarga Bpk.A mempunyai
masalah dapat 1/2 x 2 1 status pendidikan yang
diubah: tinggi, dan mempunyai
Sebagian motivasi untuk sehat. Selain
itu, perhatian masyarakat
sekitar terhadap keluarga
Bpk.A juga sangat baik.
Terdapat puskesmas yang
tidak jauh dari rumah Bapak
A
3. Potensial 2/3 x 1 2/3 Nn. A memiliki gastritis,
Masalah untuk akibat kesibukanya bekerja
dicegah: Cukup Nn. A jarang makan tepat
waktu dan makanan yang
sering di konsumsi yaitu mie
goreng.
4. Menonjolnya 2/2 x 1 1 Keluarga dan Bpk.A
Masalah: mengatakan bahwa ini adalah
Masalah berat suatu masalah yang sangat
dan harus perlu diatasi segera agar Nn.
segera diatasi. A sehat dan tidak sakit sakit
lagi, serta mau makan
makanan yang sehat.
Total Skore 3 2/3

15
2. Ketidak efektifan manajemen keluarga Bpk A dalam mengatasi anggota keluarga
dewasa belum menikah.

NO. KRITERIA PERHITUNGAN SKORING PEMBENARAN


1. Sifat Masalah: Nn. A belum menikah
Resiko 2/3 x 1 2/3 diusianya kini sudah 25 tahun

2. Kemungkinan 2/2 x 2 2 Status pendidikan Bpk.A dan


masalah dapat keluarga adalah tinggi. Dan
diubah: motivasi keluarga yang tinggi
Mudah untuk an.A segera menikah.

3. Potensial 1/3 x 1 1/3 An.A menyenangi


Masalah untuk pekerjaannya sehingga belum
dicegah: terfikir kapan waktunya untuk
Rendah menikah, walaupun
sebenarnya Nn. A juga ingin
segera menikah.

4. Menonjolnya 1/2 x 1 ½ Keluarga bapak A


Masalah: ada mengatakan memang ada
masalah, tapi resiko anak A menikah diusia
belum perlu dewasa ini namun jika anak A
ditangani belum berjumpa dengan
jodohnya ya tidak masalah.
Total Skore 3 1/2

Berdasarkan hasil perhitungan skoring, maka diagnosa keperawatan yang muncul pada
keluarga Bpk.A khususnya pada Bpk.A dengan caries berdasarkan urutan prioritas adalah:
1. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga bapak A khusunya Nn. A dengan
caries. Total skoring adalah = 3 2/3
2. Ketidak efektifan manajemen keluarga Bpk A dalam mengatasi anggota keluarga
dewasa belum menikah.. Total skoring = 3 1/2

16
3.2 Intervensi Keperawatan

No Diagnosa NOC NIC


1. Ketidakefektifan manajemen 1. Keluarga mamapu mengenal masalah Keluarga mampu mengenal masalah caries:
kesehatan keluarga bapak A gastritis ( pengetahuan kesehatan dan a. Pendidikan kesehatan tentang gastritis
khususnya Anak A dengan gastritis prilaku sehat) b. Pendidikan kesehatan tentang manajemen
a. Pengetahuan tentang gastritis perawatan gastritis
b. Pengetahuan manajemen c. Pendidikan kesehatan tentang gaya hidup
perawatan gastritis sehat untuk gastritis
c. Pengetahuan gaya hidup sehat d. Pendidikan kesehatan tentang diit atau
untuk gastritis makanan untuk gastritis
d. Pengetahuan diit atau e. Pendidikan kesehatan tentang regimen
makanan untuk gastritis pengobatan
e. Pengetahuan tentang regimen
pengobatan
2. Keluarga mampu memutuskan untuk Keluarga mampu memutuskan untuk merawat Nn.
merawat untuk merawat, A, membantu diri sendiri membangun kekuatan,
memperbaiki kesehatan: beradaptasi dengan perubahan fungsi, atau
a. Kesiapan keluarga dalam mencapai fungsi yang lebih tinggi:
perawatan dirumah a. Dukungan keluarga dalam membuat
b. Berpartisipasi dalam memutuskan keputusan
perawatan kesehatan b. Dukungan emosional
c. Kepercayaan kesehatan c. Membangun harapan untuk kondisi yang
lebih baik
3. Mampu merawat Nn. A untuk Keluarga mampu merawat Nn. A dan memberikan
meningkatkan atau memperbaiki dukungan dalam meningkatkan status kesehatan:
kesehatan : a. Dukungan pemberian perawatan
a. Prilaku kepatuhan : diit yang tepat b. Dukungan keluarga
b. Prilaku kepatuhan: gaya hidup c. Manajemen diit
sehat d. Keterlibatan keluarga menyiapkan menu
c. Prilaku meningkatkan kesehatan yang bervariasi dan sehat
d. Kemampuan keluarga memberi

17
perawatan langsung
4. Keluarga mampu memodifikasi Keluarga mampu memodifikasi lingkungannya:
lingkungan: control risiko dan a. Manajamen lingkungan: rumah yang aman
keamanan: b. Bantuan pemeliharaan rumah
a. Deteksi risiko c. Peningkatan support system
b. Dukungan keluarga selama d. Manajemen lingkungan
pengobatan
c. Menyiapkan lingkungan rumah
yang ama
5. Keluarga mampu memanfaatkan Keluarga mampu memamnfaatkan fasilitas
fasilitas kesehatan: kesehatan:
a. Pengetahuan tentang sumber a. Panduan pelayanannkesehatan
kesehatan b. Konsultasi
b. Perilaku mencari pelayanan c. Mengunjungi pelayanan kesehatan
kesehatan d. Bantuan system kesehatan
c. Partisipasi keluarga dalam
perawatan keluarga

3.3 Implementasi dan Evaluasi

TGL Diagnosa Implementasi Evaluasi Ttd Perawat


Ketidakefektifan TUK I Subjektif (S):
manajemen Memberikan pendidikan kesehatan tentang caries a. Keluarga mengatakan telah mengerti
kesehatan pada keluarga Bapk A: dengan apa yang dijelaskan mengenai apa
keluarga bapak A a. Menggali pengetahuan keluarga tentang itu gastritis, yaitu “penyakit pada
khususnya Anak gastritis: “ Sebelum saya menjelaskan tentang pencernaan yaitu radang lambung dengan
A dengan gastritis gastritis, Menurut Bpk dan Ibu, Apa yang tanda muncul nya sakit kepala, mual dan
diketahui tentang gastritis”? muntah, disebabkan karena sering telat
b. Mendiskusikan bersama keluarga tentang makan dan makanan yang dikonsumsi
pengertian, penyebab dan tanda dan gejala tidak sehat”.
gastritis dengan menggunakan lembar balik

18
dan leaflet : “gastritis adalah penyatik dalam Objektif (O):
system pencernaan yaitu terjadinya a. Keluarga tampak antusias dengan
peradangan pada lambung disebabkan oleh penjelasan yang diberikan
peningkatan asam lambung yang berlebihan b. Mata selalu memperhatikan dan sambil
karena kondisi lambung yang kosong dan menganggukanggukan kepalanya.
konsumsi makan yang terlalu asam dan c. Keluarga tampak aktif bertanya
terlalu pedas. Tanda dan gejalanya yaitu
pusing, sakit perut, mual dan muntah “Setelah Analisa (A):
saya menjelaskan tentang pengertian, a. Masalah teratasi sepenuhnya, TUK I
penyebab dan tanda dan gejala gastritis, coba tercapai sepenuhnya. Keluarga mampu
Bpk atau ibu jelaskan kembali apa yang menjelaskan tentang caries dengan baik.
dimaksud dengan gastritis, serta penyebab
dan tanda gejalanya?” Planning (P):
c. Memberikan pujian kepada keluarga atas a. Lanjutkan intervensi untuk TUK 2
jawaban tepat yang diberikan oleh keluarga: “
Baik sekali apa yang telah Bpk jelaskan,
berarti Bpk dan ibu telah mengerti tentang
pengetian gastritis”.
TUK 2 Subjektif (S):
Memberikan pendidikan kesehatan tentang akibat a. Keluarga mengatakan telah mengerti
gasritis pada keluarga Bapk A: dengan apa yang dijelaskan mengenai
a. Menggali pengetahuan keluarga tentang akibat gastritis yaitu “perdarahan lambung
akibat gastritis: “Sebelum saya menjelaskan dan anemia ”.
akibat gastritis, Menurut Bpk dan Ibu, Apa
yang diketahui akibat gstritis”? Objektif (O):
b. Mendiskusikan bersama keluarga tentang a. Keluarga tampak antusias dengan
akibat gastritis dengan menggunakan lembar penjelasan yang diberikan
balik dan leaflet : “akibat grastritis adalah b. Mata selalu memperhatikan dan sambil
perdarah lambung yang dapat menyebabkan menganggukanggukan kepalanya.
kita kekurangan darah dan resiko infeksi di c. Keluarga tampak aktif bertanya
lambung. “ Setelah saya menjelaskan tentang
akibat gastritis, coba Bpk atau ibu jelaskan

19
kembali apa akibat gastritis?” Analisa (A):
c. Memberikan pujian kepada keluarga atas a. Masalah teratasi sepenuhnya, TUK 2
jawaban tepat yang diberikan oleh keluarga: “ tercapai sepenuhnya. Keluarga mampu
Baik sekali apa yang telah Bpk jelaskan, menjelaskan tentang caries dengan baik.
berarti Bpk dan ibu telah mengerti tentang
akibat caries”. Planning (P):
a. Lanjutkan intervensi untuk TUK 3
TUK 3 Subjektif (S):
Mendemonstrasikan cara penyusunan menu diet a. Nn. A mampu mendemonstrasian cara
untuk gastritis pada keluarga Bapk A: menyusun menu diit gastritis.
a. Menggali kebiasaan keluarga dalam
mengkonsumsi makanan Objektif (O):
b. Mendemonstrasikan cara penyusunan menu a. Keluarga tampak antusias dengan
diit untuk gastritis secara langsung. “Setelah penjelasan yang diberikan
saya contohkan cara penyusunan menu diit b. Mata selalu memperhatikan dan sambil
gastritis yang benar, coba Nn. A ulangi lagi?” menganggukanggukan kepalanya.
c. Memberikan pujian kepada Nn. A yang bisa c. Keluarga tampak aktif bertanya
mendemonstrasikan muenyusun menu diit
yang baik. “ waah, bagus sekali Nn. A sudah Analisa (A):
bisa menyusun menu diitnya, nantik jangan a. Masalah teratasi sepenuhnya, TUK 3
lupa untuk dilaksanakan menu diit nya ya.. “ tercapai sepenuhnya. Keluarga mampu
menjelaskan tentang caries dengan baik

Planning (P):
a. Lanjutkan intervensi untuk TUK 4

20
EVALUASI SUMATIF ASKEP KELUARGA
CATATAN PERKEMBANGAN
Hari/ Tgl Diagnosa Implementasi Ketercapaian RTL
YA TIDAK
Ketidakefektifan 1. Mengevaluasi kemampuan keluarga mengenal masalah V
manajemen kesehatan gastritis (pengertian, penyebab, tanda dan gejala)
keluarga bapak A 2. Mengevaluasi kemampuan keluarga memutuskan masalah
khususnya Anak A dengan ( akibat gastritis) V
gastritis 3. Mengevaluasi kemampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit V
4. Mengevaluasi kemampuan keluarga dalam memodifikasi
lingkungan V
5. Mengevaluasi kemampuan keluarga dalam memeanfaatkan V
pelayanan kesehatan

21
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan
darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing menciptakan serta
mempertahankan kebudayaan . Terdapat beberapa tahapa perkembangan keluarga diantaranya
yaitu keluarga pasangan baru, keluarga “childbearing” kelahiran anak pertama, keluarga
dengan anak pra sekolah, keluarga dengan anak sekolah, keluarga dengan anak remaja,
keluarga dengan anak dewasa, keluarga usia pertengahan dan keluarga usia lanjut. Keluarga
memiliki 2 tipe yaitu tipe keluarga tradisional dan non tradisional. Fungsi keluarga itu sendiri
ada 5 yaitu fungsi afektif sosialisasi, reproduksi, ekonomi dan perawatan kesehatan.

4.2 Saran
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, dimana keluarga memiliki peran
yang penting dalam pembentukan generasi bangsa berikutnya, oleh sebab itu diharapkan
untuk setiap orang tua maupun tenaga kesehatan terutama perawat agar dapat memaksimalkan
tugas perkembangan keluarga dan fungsi keluarga itu sendiri.

22
DAFTAR PUSTAKA

Friedman, M. (2010). Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan Praktek. Edisi ke-5.
Jakarta: EGC.

Duvall & Logan. (1986). Marriage & Family Development. New York : Harper & Row
Publisher.

Duvall, E. M & Miller, C. M. (1985). Marriage and Family Development 6th ed. New York :
Harper & Row Publisher.

23