Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

APOTEK SEHAT SEJAHTERA

Disusun Oleh :

Kelompok 9

1. Yoga Dwi Ufantoro (1508010025)


2. Dede Wiharya (1508010043)
3. Laila Syuki Rokhman (1508010063)
4. Daya Ghufron A. (1508010067)
5. Siti Anisa (1508010097)
6. Melda Henara (1508010123)
7. Anggi Saputri M. (1508010143)
8. Putri Dwi Kumala S. (1608010018)
9. Ayudya Putri R. (1608010066)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO


2018

I. Latar Belakang
Pelayanan farmasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem
pelayanan kesehatan yang utuh dan berorientasi pada pelayanan pasien, penyediaan
obat bermutu, serta perbekalan farmasi lain yang terjangkau bagi semua lapisan
masyarakat. Salah satu sarana unit pelayanan kesehatan yang memegang peranan
terpenting untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal adalah apotek.
Masyarakat umum mengartikan apotek adalah tempat jual beli obat. Hal ini
tidak salah, karena pelayanan apotek merupakan upaya kesehatan yang bersifat
sosioekonomi yang artinya walaupun apotek tempat usaha sosial tetapi harus
diusahakan agar memperoleh surplus keuangan dengan cara pengolahan yang
profesional dengan memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi. Disamping itu tetap
diterapkan pelayanan apotek yang berorientasi pada pasien (patient oriented)
sehingga masyarakat bisa mendapatkan obat sesuai kemampuan ekonominya.
Apotek juga merupakan tempat membaktikan hidup seorang Apoteker atas profesi
yang disandangnya.
Pelayanan apotek diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat sehingga produktifitas masyarakat meningkat. Untuk memberikan
pelayanan kefarmasian bagi masyarakat Purwokerto dan sekitarnya serta dalam
rangka membantu usaha pemerintah dalam menyediakan dan mendistribusikan
obat-obat bermutu, mudah didapat dengan harga terjangkau maka kami berniat
mendirikan apotek ”Sehat Sejahtera Farma” di wilayah Purwokerto Selatan.
Apotek ”Sehat Sejahtera” didirikan dipusat keramaian di wilayah Purwokerto
Selatan. Luas wilayah kecamatan Purwokerto Selatan sekitar 17,3 km2 yang terdiri
dari 7 desa, dengan jumlah penduduk sebesar 84.712 jiwa, dengan mayoritas mata
pencahariannya adalah pegawai, petani dan pedagang. Untuk melengkapi pelayanan
kesehatan maka didirikan apotek supaya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan terpenuhi seiring meningkatnya sosial ekonomi dan pengetahuan serta
kesadaran masyarakat atas kesehatan.

II. VISI DAN MISI

1. Visi
Sebagai sarana pelayanan kesehatan secara cepat, tepat, ramah serta harga
terjangkau dan membimbing masyarakat.
2. Misi
Pengelolaan apotek sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan menjaga
keseimbangan antara fungsi sosial dan bisnis, dan mengembangkan peran apotek
dibidang kesehatan sebagai mitra pemerintah dan masyarakat.

III. TUJUAN
Pendirian apotek ”Sehat Sejahtera Farma” mempunyai beberapa tujuan
diantaranya :
1. Sebagai tempat pengabdian Profesi Apoteker dalam pelayanan obat yang
bermutu kepada masyarakat diwilayah tersebut (terutama wilayah Buayan dan
sekitarnya).
2. Sarana pekerjaan kefarmasian seperti pengadaan, peracikan, penyimpanan,
pengamanan, pelayanan atas resep dokter dan pelayanan informasi obat.
3. Menyediakan dan menyiapkan obat-obatan serta perbekalan farmasi yang
bermutu dimana sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
4. Sebagai sumber konseling, informasi dan edukasi kesehatan khususnya informasi
obat yang aman, bermutu dan pengobatan yang benar kepada masyarakat.
5. Mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dalam rangka menjadikan Indonesia
Sehat 2010

IV. STRUKTUR ORGANISASI

Jumlah tenaga kerja sebanyak 7 orang, dengan rincian sebagai berikut:


- Direktur/ Pemilik Apotek 1 orang
- Kepala/ Apoteker Pengelola 1 orang
- Bagian Penjualan/ Kasir 1 orang
- Asisten Apoteker 1 orang
- Bagian Gudang 1 orang
- Bagian Pembelian 1 orang

Pembagian tugas secara umum adalah:


1. Apoteker Pengelola Apotek
Memimpin seluruh kegiatan apotek dalam pengelolaan apotek demi peningkatan
dan pengembangan hasil usaha apotek, bertanggung jawab terhadap kualitas,
keamanan, kerasionalan pelayanan obat, mengelola administrasi apotek dalam
pembuatan laporan, surat menyurat dan mencatat penerimaan dan pemasukan
uang.

2. Apoteker Pendamping
Melaksanakan seluruh tugas APA, bila APA berhalanganselama jam buka apotek.
Membantu apoteker dalam pengelolaan apotek, pelayanan obat dan hal lain.

3. Asisten Apoteker
Bertanggung jawab dengan pelaksanaan teknis peracikan obat.
4. Kasir
Bertanggung jawab pada proses pembayaran pada proses penjualan barang.
5. Karyawan Apotek (Bagian gudang dan bagian pembelian)
Menjaga kebersihan di seluruh ruang apotek, mengelola sampah dengan baik,
membantu dalam penyiapan obat.

V. Teknis Operasional

a. Nama apotek : apotek sehat sejahtera farma

Nama apoteker : yoga dwi ufantoro, S.Farm., Apt

No.SIA : 2015/SIA/1546

Alamat apotek : jl, raya ahmad mercy RT/RW 06/12 kecamatan purwokerto selatan
kabupaten banyumas (sebelah puskesmas)

b. Jam buka apotek


Hari kerja : Senin - jumat buka jam (7.30 – 21.00)
Hari libur nasional : buka pulul 15.00 – 21.00
Hari libur : buka pukul (13.00 – 18.00)

c. Tenaga kerja (job deskription)


1. APA (Apoteker penanggung jawab apotek)
Bertanggung jawab atas berbagai aspek di apotek baik, aspek penjualan,
administrasi, pengadaan, laporan keungan dll
2. APING (Apoteker pendamping)
Bertanggung jawab menggantikan apoteker penanggung jawab.
3. AA(Asisten apoteker)
Bertanggung jawab dengan pelaksanaan teknis peracikan obat, tetapi dengan
bimbingan APA atau APING
4. Casier
Bertanggung jawab pada proses pebayaran pada proses penjualan barang
5. Cleaning service
Bertanggung jawab pada kebersihan ruangan yang ada di apotik dan kebersihan wc,
pelataran apotek
VI. Alat dan perbekalan Farmasi yang dibutuhkan beserta dengan denahnya :
a. Bangunan
- Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien.
- Tempat mendisplai informasi, brosur bagi pasien.
- Ruang tertutup untuk konseling.
- Tempat untuk mendisplai informasi, brosur pasien.
- Ruang peracikan dan penyerahan obat.
- Toilet.

b. Kelengkapan bangunan apotek


- Sumber air
- Sumber penerangan
- Alat pemadam
- Ventilasi
- Sanitasi f.
- Papan nama APA
- Billboard nama apotek

c. Perlengkapan Kerja
- Alat pengolahan / peracikan obat beserta wadah & copy resep
- Perlengkapan administrasi
- Tempat penyimpanan, berupa lemari terkunci, rak-rak, etalase, kulkas
- Kelengkapan buku-buku pedoman apotik

Denah Apotek
VII. PERMODALAN APOTEK
A. Modal Tetap

No Kebutuhan Biaya
1. Bangunan 20juta x 5 Rp 100.000.000
tahun
2. Perlengkapan apotek Rp 40.000.000
3. Perlengkapan Rp 15.000.000
bangunan
4. Perijinan Rp 5.000.000
Total Biaya Rp 160.000.000

B. Modal Operasional

No Kebutuhan Biaya
1. Biaya operasional
a. Gaji APA Rp 3.000.000
b. Gaji APING Rp 1.500.000
c. Gaji AA Rp 1.000.000
d. Biaya listrik, telepon, Rp 500.000
dan pemeliharaan
Rp 5.000.000 x 12
Total Biaya =
Rp 60.000.000
2. Persediaan obat
a. Resep Rp 3.750.000
b. OWA Rp 6.000.000
c. Obat bebas dan bebas Rp 4.500.000
terbatas
Total Biaya Rp 14.250.000 (1
kali omset)

VIII. Pemasaran
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang dituju untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang
dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen. Pelayanan Informasi obat di
Apotek ini dapat dilakukan dalam rangka memasarkan produk yang dilakukan oleh
Apoteker pengelola Apotek atau Asisten Apoteker bila Apoteker Pengelola Apotek
tidak berada di tempat. Pelayanan informasi obat dilaksanakan dalam rangka
memberikan pelayanan kefarmasian yang lebih baik kepada pasien mengenai fungsi
atau kegunaan obat, efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan obat, cara
pemakaian dan waktu pemakaiannya. Pelayanan informasi obat seorang Apoteker
Pengelola Apotek atau Asisten Apoteker memberikan informasi obat secara terbuka
tanpa dipungut biaya.
Strategi pemasaran apotek ini menggunakan matriks SWOT merupakan alat
penyesuaian (matching tool) yang penting untuk memantu para manajer
mengembangkan empat tipe strategi. Hubeis dan Najib (2008).
Tujuan dari penggunaan matriks SWOT adalah untuk mempertimbangkan secara
komprehensif kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, sehingga mampu
meningkatkan efektifitas pelayanan konsumen dan meningkatkan performa proses
pelayanan yang diberikan. Berdasarkan hasil peluang dan ancaman dari lingkungan
eksternal dibandingkan secara sistematis dengan kekuatan dan kelemahan dari
lingkungan internal secara terstruktur untuk menghasilkan strategi pengembangan
bisnis yang sesuai. maka alternatif strategi ini dilakukan dengan menggunakan
matriks SWOT adalah :
1. Strategi SO (Strengths - Opportunities) yang dapat digunakan yaitu :
a. Meningkatkan pelayanan dalam penjualan obat–obatan
b. Meningkatkan kemampuan manajemen perusahaan dengan mengoptimalkan
kinerja Apotek KWU

2. Strategi WO (Weaknesses - Opportunities) yang dapat digunakan yaitu :


a. Menyusun dan menerapkan pelaksanaan standar atau kriteria kinerja (SOP)
pekerjaan kefarmasian.
b. Meningkatkan kualitas sumber daya perusahaan seperti sumber daya
manusia (SDM) untuk ikut serta dalam pelatihan atau pendidikan

3. Strategi ST (Strengths - Threats) yang dapat digunakan yaitu :


a. Meningkatkan pengawasan dan evaluasi kegiatan dan kinerja Apotek KWU
b. Membuat strategi promosi produk

4. Strategi WT (Weaknesses - Threats) yang dapat digunakan adalah :


a. Kerjasama dengan pengawas obat dan makanan (POM) Dinkes Kabupaten
Banyumas
b. Peran serta yayasan dalam meningkatan kualitas SDM

IX. PENUTUP
Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi kelayakannya, maka
pendirian Apotek Sehat Sejahtera Farma di Wilayah Purwokerto Selatan mempunyai
prospek yang cukup bagus, baik ditinjau dari segi pelayanan maupun usaha.

DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai