Anda di halaman 1dari 5

Nama : Alba Mayshella

NIM : 1745201014

Mata Kuliah : Fisika Padat

Resume Alat-alat Medis dan Cara Kerjanya

1. Lampu Operasi

Proses operasi dibutuhkan tata ruang dan pencahaan khusus. Operasi besar
akan membutuhkan waktu yang lama dan dokter beserta perawat yang banyak
sehingga membutuhkan tata pencahayaan yang baik. Maka peran sebuah lampu
operasi sangat penting sehingga dibutuhkan lampu operasi yang handal yang
memiliki cahaya yang terang namun lembut, tidak menyengat, dan tidak
memimbulkan panas yang berlebih serta yang tidak kalah pentingnya adalah
lampu operasi yang tidak menimbulkan bayangan. Jika keunggulan tersebut
tidak dapat dipenuhi maka akan dipastikan keseluruhan system kerja dari
proses operasi akan terganggu. Karena adanya panas dan bayangan akan
membuat para dokter kesulitan dalam menjalankan proses operasi. Maka
lampu operasi haruslah memiliki keunggulan tersebut. Karena untuk
menggunakan system lampu operasi yang menggunakan jenis lampu halogen
membutuhkan daya besar dan berakibat membekaknya anggaran dana untuk
lisrik, maka lampu halogen diganti dengan lampu LED dengan kelebihan lebih
hemat listrik sehingga anggaran untuk listrik bisa diminimalkan.

Cara kerja dari lampu operasi adalah merubah energy listrik menjadi cahaya
oleh LED. Proses pembentukan cahaya pada LED yaitu mengubah elektron
menjadi foton. Elektron yang dialiri oleh sumber tegangan (FORWARD BIAS)
akan mengalami medan elektromagnetik hingga menimbulkan arus listrik.
Arus listrik ini kemudian akan meng”ON”kan dioda (LED) hingga foton dalam
LED akan memancarkan energi dalam bentuk cahaya LED ( Lizuka, 2008).
Berikut gambaran mengenai prinsip kerja dari LED. Dalam LED, dapat
dipandang sebagai sebuah kristal. Kristal ini terdiri dari lubang (hole) dan
elektron (ion), setiap elektron akan mengisi lubang yang kosong dalam
rekombinasi ini disebabkan oleh hantaran arus listrik dari sumber tegangan
(panjar maju). Ketika elektron telah berekombinasi dengan lubang tadi,
menyebabkan elektron terlepas dari energi ikatny. Rekombinasi ini
menghasilkan energi yang terlepas dari elektron. Energi yang terlepas inilah
digunakan untuk memancarkan foton (rekombinasi radiaktif, sebagaian lain
digunakan untuk memanaskan partikel-partikel kristal (rekombinasi non-
radiaktif). Pancaran cahaya ini merupakan cahaya sebuah LED.

2. Pendingin Mayat

Dalam dunia kedokteran mesin pendingin (cold storage) sangat diperlukan,


salah satunya untuk mendinginkan mayat. Mesin pendingin ini digunakan
karena mayat tidak tahan lama dan mudah membusuk jika ditempatkan di udara
terbuka dan pada suhu kamar biasa. Penyebab kerusakan mayat diantaranya
adalah aktifnya mikroorganisme dan bakteri yang ada dalam tubuh manusia.
Pada suhu ruangan dan keadaan lembab, mikroorganisme dan bakteri dapat
berkembang biak dengan cepat. Maka untuk keperluan diatas suatu teknik
refigerasi sangat diperlukan untuk proses pendinginan mayat di rumah sakit.
Cara kerja mesin pendingin mayat sebagai berikut :

 Kompresor sebagai tenaga penggerak, menghisap bahan pendingin /freon


gas dari evaporator dengan suhu dan tekanan rendah, lalu ditempatkan
sehingga menjadi suhu dan tekanan tinggi. Gas tersebut melalui pipa tekan
keluar dari kompresor menuju kondenser.
 Gas freon dengan suhu dan tekanan tinggi mengalir didalam pipa kondenser
yang berbentuk spiral dan ada proses penurunan suhu dan tekanan menjadi
rendah sesuai suhu kondensasi, lalu mengembun wujudnya berubah menjadi
cair.
 Pengering berisi bahan pengering(blower)diantara dua kawat saringan yang
dapat menyerap uap air dan menyaaring kotoran-kotoran
 Pipa kapiler, mempunyai lubang yang sangat kecil untuk menaikkan
tekanan/saat didalam seperti mendapat hambatan sehingga tekanan akan
meningkat. Fron akan keluar dengan suhu dan tekanan tinggi dan masuk ke
evapolator.
 Evapolator terdiiri dari pipa-pipa besar tekanan di pipa tersebut rendah
sekali kerena di hisap dan dibuat vaccum oleh kompresor. Bahan pendingin
cair di evaporator akan menguap dan berubah wujud menjadi gas dengan
suhu dan tekanan rendah.
 Termostart akan membuka dan kompresor berhenti bekerja setelah suhu
mencapai yang diinginkan. Setelah beberapa menit suhu naik, kontak
termostart menutup lagi dan kompresor bekerja lagi.

3. Sphydmomanometer (tensimeter)

Adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah yang bekerja
secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset
dengan system non invasive. Terdiri dari manset, bola tensi, selang, tabung
skala, dan air raksa.

Prinsip kerja alat pengukur tekanan darah (tensimeter) sama dengan U-Tube
Manometer. Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan
tinggi kolom (tabung) yang berisi liquid static untuk menentukan tekanan.
Manset dipasang ‘mengikat’ mengelilingi lengan dan kemudian ditekan
dengan tekanan diatas tekanan arteri lengan (brachial) dan kemudian secara
perlahan tekanannya diturunkan. Pembacaan tinggi mercuri dalam kolom
(tabung manometer) menunjukkan peak pressure (systolic) dan lowest pressure
(diastolic).

4. USG (ultrasonografi)

USG atau ultrasonografi merupakan satu alat canggih yang berfungsi untuk
mencitrakan organ dalam tubuh manusia. Tidak hanya melihat janin dalam
Rahim, alat ini juga berfungsi untuk pemeriksaan organ dalam seperti jantung,
liver, ginjal, lambung, usus dan lain sebagainya. USG bekerja dengan
memanfaatkan gelombang suara ultra (frekuensi tinggi) seperti sonar pada
kelelawar.
Cara kerja USG yakni Transducer pada USG yang ditempelkan pada bagian
tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar
pada pemeriksaan prostat. Di dalam transducer terdapat kristal yang digunakan
untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transducer.
Transducer bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang
suara. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi
akustik oleh transducer yang dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian
tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan
merambat terus menembus jaringan yang akan menimbulkan bermacam-
macam pantulan sesuai dengan jaringan yang dilaluinya. Pantulan yang berasal
dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transducer, dan kemudian
diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan dalam
bentuk cahaya pada layar oscilloscope.

5. Autoclave (Steam Strelizier)


Autoclave merupakan salah satu alat laboratorium yang berguna sebagai
pensteril alat-alat operasi, makan dll. Autoclave ada yang menggunakan
elemen basah dan elemen kering. Kebanyakan autoclave yang ada
menggunakan sistem manual tetapi ada juga autoclave yang sudah
menggunakan sistem microcontroller agar semakin mudah pemakaian dan
aman untuk digunakan oleh pengguna. Untuk mencapai suhu yang tinggi,
steam steriliser menggunakan sistem vakum dan tekanan yang besar. Dengan
sistem vakum dan tekanan yang besar maka steam steriliser dapat mencapai
suhu yang tinggi.
Pada prinsipnya sterilisasi autoclave menggunakan panas dan tekanan dari
uap air. Temperature sterilisasi biasanya 121 derajat celcius, tekanan yang
biasa digunakan antara 15-17,5 psi (pound per square inci) atau 1 atm.
Lamanya sterilisasi tergantung dari volume dan jenis. Alat-alat dan air
disterilkan selama 1 jam, media tersebut dipanaskan antara 20-40 menit
tergantung dari volume bahan yang disterilkan. Cara kerja alat ini yaitu,
1. Sebelum alat digunakan, atur terlebih dulu temperatur yang dikehendaki
yaitu diatas 100 derajat celcius juga atur lamanya proses sterilisasi melalui
printer.
2. Tekan S1, supply tegangan dari PLN masuk, lampu L1 dan L2 akan
menyala, pada filamen akan terjadi pemanasan.
3. Panas yang dihasilkan filamen akan terus naik sampai temperatur yang
dikehendaki
4. Setelah batas temperatur yang dikehendaki tercapai, micro switch (Shg)
akan memutuskan hubungan sehingga filamen tidak akan mendapat supply
5. Micro switch akan menghubungkan kembali supply dari PLN bila
temperatur menurun. Dengan terhubungnya micro switch ini, maka filamen
akan melakukan pemanasan lagi, begitulah proses ini terjadi berulang-
ulang.