Anda di halaman 1dari 4

Bab IV

Joint Venture

Pendahuluan
Pada bab ini akan dibahas mengenai masalah joint venture yaitu pengertian,
karakteristik, metode akuntansi utuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan
joint venture. Sehingga setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan
dapat melaporkan atau mencatat transaksi yang berhubungan dengan joint venture.

Pengertian
Joint venture adalah persekutuan jangka pendek, dimana para sekutu pada
umumnya sudah mempunyai usaha pokok.

Metode Akuntansi Untuk Joint Venture


Ada 2 metode akuntansi untuk mencatat transaksi joint venture yaitu:
a. Pembukuan dijadikan satu dengan pembukuan usaha rutin salah satu sekutu
b. Pembukuan terpisah dari pembukuan usaha rutin sekutu

a. Pembukuan dijadikan satu dengan pembukuan usaha rutin salah satu sekutu
Dalam metode ini semua transaksi yang berhub ungan dengan operasi joint

venture dicatat oleh semua sekutu dengan pembukuan sebagai


berikut:
Keterangan Sekutu pemegang pembukuan Sekutu bukan pemegang
pembukuan
Aktiva, hutang Nama aktuva, hutang dengan Nama pemegang pembukuan
diberi tanda joint venture
Modal Nama pemegang modal Nama penanam modal
Rekening Nominal joint venture Joint venture

46
KASUS 1
Pada tanggal 1 januari 2005 Adi dan lili membuka usaha joint venture dalam
menjual tanah kaplingan. Disepakati Adi menyerahkan tanah 20 kapling dengan
harga pokok @ Rp. 1.000.000 dan diberi harga oleh Adi untuk joint venture sebesar
Rp. 1.250.000,-. Lili menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000 untuk biaya
perijinan. Laba dibagi dengan komposisi 75% untuk adi dan 25% untuk Lili.
Transaksi 1 januari samapai dengan Agustus 2005 yaitu periode pembentukanjoint
venture sebagai berikut:
- Dibayar biaya perijininan Rp. 500.000
- Dibayar biaya perbaikan lingkungan Rp. 2.000.000
- Dibayar biaya penjualan Rp. 1.000.000
- Dibayar biaya kantor Rp.500.000
- Dijual 20 kapling tanah @ Rp. 2.000.000 secara kredit
- Piutang sebesar Rp. 2.000.000 tak tertagih
- Pada tanggal 31 Agustus kas dikembalikan pada anggota jointventure
pemegang pembukuan (Adi)
Diminta : susunlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut
Pembahasan
(dalam Rp.
000)
Transaksi Buku Adi Buku Lili
Investasi Adi JV 25.000 JV 25.000
Tanah 20.000 Tanah 20.000
Laba penyerahan tnh 5.000 Laba penyerahan tnh 5.000
Investasi Lili Kas-JV 5.000 Adi 5.000
Lili 5.000 Kas 5.000
Membayar biaya-biaya JV 4.000 JV 4.000
Kas-JV 4.000 Adi 4.000
Menjual tanah Piutang-Jv 40.000 Adi 40.000
JV 40.000 JV 40.000
Penerimaan piutang Kas-JV 38.000
Piutang-JV 38.000 -
tertagih
Menghapus piutang JV 2.000 JV 2.000
Piutang-JV 2.000 Adi 2.000

47
Mengakui laba joint JV 9.000 JV 9.000
Laba JV 6.750 Adi 6.750
venture
Lili 2.250 Laba JV 2.250
Pengambilan kas joint Kas 31.750 Kas 7.250
LILI 7.250 Adi 7.250
venture
Kas JV 39.000

b. Pembukuan terpisah dari pembukuan usaha rutin sekutu


Bila joint venture membuat catatan terpisah, maka catatan/pembukuan joint venture
dicatat seperti usaha biasa sedangkan anggota joint venture hanya mencatat
transaksi yang ada hubungannya dengan dirinya saja sepert:
1. Penawaran dana kej oint venture
2. Perolahanlaba atas joint venture
3. Penarikankembali dana yang tertanam dalam joint venture

KASUS 2
Dari kasus 1 tapi dicatat dalam pembukuan yang terpisah
Pembahasan

(dalam Rp.
000)
transaksi Buku Joint Venture Buku Adi Buku Lili
Tanah 20.000 Invs. Pd JV 25.000
Mdl Adi 20.000 Tanah 20.000 -
1

2 Kas 5.000 Invs. Pd JV 5.000


Mdl Lili 5.000 - Kas 20.000

3 Biaya 4.000
Kas 4.000
Piutang 40.000
Penjualan 40.000
4
5 Kas 38.000
Piutang 38.000
Penghapusan

48
6 piutang 2.000
Piutang 2.000
Penjuala 40.000 Invs. Pd JV 6.750 Invs. Pd JV 2.250
Biaya 4.000 Laba JV 6.750 Laba JV 2.250
Penghapusan
7
piutang 2.000
Tanah 20.000
Mdl adi 6.750
Mdl Lili 2.250
Mdl adi 31.750 Kas 31.750 Kas 7.250
Mdl LILI 7.250 Invs pd JV 31.750 Invs. pd JV 7.250
8
Kas 39.000

49