Anda di halaman 1dari 4

RESUME KEPERAWATAN

Pada Tn. E dengan Halusinasi


Di Ruang Subadra RS. Dr,H. Marzoeki Mahd. Bogor

I. PENGKAJIAN

Klien bernama Tn. E berusia 40 tahun dengan No. RM 0372590. Klien belum
menikah dan tidak bekerja, klien dulu bersekolah di SMK 6 Bandung. Penanggung
jawab klien adalah Ny. N yaitu adik klien, kedua orangtua klien sudah meninggal.
sebelum dirawat di RSMM klien tinggal bersama dengan adik-adiknya, adik
iparnya,dan keponakannya. Namun dengan ruangan khusus yang terpisah, didalam
sutu rumah. Alasan masuk klien adalah karena klien mengurung diri, berdiam diri,
berbicara sendiri, melukai diri dan orang lain, mengamuk, serta menyerang anggota
medis. Klien masuk RSMM sejak tanggal 25 Septrmber 2019. Klien mengatakan
pernah mengalami gangguan jiwa simasa lalu pada tahun 2004 dengan pengobatan
sebelumnya berhasil. Klien merupakan pelaku dan korban aniaya fisik, pelaku pernah
menjadi pelaku aniaya saatteman-temannya mengejek Ibunya dan pernah menjadi
korban aniaya fisik/kekerasan dalam keluarga oleh Ayahnya. Saat SMP klien tidak
pernah menjadi pelaku/korban/ saksi aniaya seksual, klien belum pernah menjadi
pelaku/ korban/saksi dari penolakan maupun tindak kriminal. Klien menyatakan ada
anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa yaitu suami bibi klien bernama
Tn. A dengan gejala Halusinansi tanpa adanya pengobatan. Klien pernah mengalami
masa laluyang tidak menyenangkan yaitu pernah melihat hantu (Kuntilanak) pada
tahun 2004. Tanda-tanda vital klien: TD:112/84, N: 80, S: 37,2 C, R: 18nm. Tinggi
badan klien, 164 dengan BB: 75 kg. Klien tidak memiliki keluhan fisik. Klien tinggal
serumah dengan adik, adik ipar, dan keponakannya. Klien mengatakan kurang
menyukai bagian matnya yang kecil dan kantung matanya. Klien dapat menyebutkan
identitas serta jeniskelaminnya dengan benar, klien puas sebagai laki-laki. Klien
dalam keluarga berperan sebagai anak pertama, harapan klien yaitu ingin masuk
surga. Klien merasa tidak ada yang salah dengan dirinya. Orang yang berarti dalam
hidup klien saatini adalah Tn. P, yaitu teman kerjanya. Klien mengatakan jarang
mengikuti kegiatan masyarakat karena jarak rumahnya yang jauh. Klien meyakini
bahwa klien dapat mendengar suara dari Allah, isinya adalah perintah dari allah,
biasanya sering mendengar suara-suara tersebut, apalagi ketika sendirian respon klien
adalah mendengar suara-suara tersebut. Klien mengatakan kadang-kadang solat, baik
dirumah maupun di RS. Penampilan klien saat dikaji tampak tidak rapi, rambut
tampak berantakan, pembicaraan lembut, aktifitas motorik lesu, alam perasaan sedih,
afek tumpul, interaksi selama wawancara kontak mata kurang, persepsi klien
halusinansi pendengaran, proses fikir tidak ada masalah, klien memiliki paham
nihilisfiu yaitu yakin bahwa dirinya sudah meninggal dunia. Tingkat kesadaran baik,
klien dapat menyebutkan tempat, orang, waktu, dan Presiden tahun ini. Klien tidak
mengalami gangguan terhadap memori. Klien dapat melakukan perhitungan
sederhana seperti pertambahan, perkalian, pembagian dan pengurangan. Klien dapat
menilai aktivitas yang akan dilakukannya, seperti mandi dahulu baru makan. Klien
tidak mengalami masalah dalam daya tahan diri. Kebutuhan persiapan pulang klien:
makan dan BAB/BAK dilakukan dengan mandiri. Namun dalam mandi dan
berpakaian klien masih membutuhkan bantuan minimal. Saat dikaji klien mengatakan
belum mandi pagi ini, dan saat berpakain klien sesekali kedapatan menggunakan
pakaian dengan terbalik. Klien jarang tidur siang, klien tidur malam kira-kira kurang
lebih 7 samap 8 jam. Kegiatan sebelum/sesudah tidur yaitu sikat gigi dan berdoa.
Penggunaan obat dengan bantuan minimal. Kegiatan dalam rumah klien biasanya
mencuci pakaian dan menyapu. Kegiatan diluar rumah klien yaitu belanja dengan
menggunakan angkutan umum. Mekanisme coping klien. Adaptif dengan bicara
dengan orang lain dan berolahraga. Sedangkan yang maladaptif dengan minum
alkohol dan merokok, dan mencederai diri. Klien tidak memiliki masalah psikisional
dan lingkungan pengetahuan klien kurang tentang penyakit jiwanya dan obat-obatan.
Saat diajak untuk melakukan halbaru, klien menolak karena malu.

Hasil Pemeriksaan Fisik:

1. TandaTanda Vital
- TD: 112/84 mmhg
- TD: 80 x/m
- RR: 18 x/m
- S: 37,2 Celcius

2. Ukur
- TB: 164 cm
- BB: 75 kg

3. Keluhan fisik: tidak mengalami keluhan

II. Diagnosa Keperawatan

1. Halusinasi
2. Defisit Perawatan Diri
3. Harag Diri Rendah

III. Tujuan Khusus dari Masalah

1. Halusinasi
a. Klien mampu melakukan hubungan saling percaya.
b. Klien mampu mengenal isi halusinasinya.
c. Klien mampu mengetahui waktuhalusinasinya.
d. Klien mampu mengetahui frekuensi halusinasinya.
e. Klien mampu mengetahui situasi yang menimbulkan halusinasinya.
f. Klien mampu mengetahui respon yang dilakukan jika halusinasinya
muncul.
g. Klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
h. Klien mampu mengontrol halusinasi dengan patuh minum obat.
i. Klien mampu mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
j. Klien mampu mengontrol halusinasi dengan kegiatan harian.
k. Klien mampu memasukkan dalam jadwal kegiadan harian.

2. Defisit Perawatan Diri


a. Klien mampu melakukan hubungan saling percaya.
b. Klien mampu mengidentifikasi masalah perawatan diri: kebersihan diri,
berdandan, makan/minum, BAK/BAB.
c. Klien mampu melatih cara menjaga kebersihan diri: mandi dan
gantipakaian, sikat gigi, cucirambut dan guntingkuku.
d. Klien mampu melatih cara berdandan: sisiran, berdandan/bercukur.
e. Klien mampu melatih cara makan dan minum dengan baik.
f. Klien dapat melatih cara BAB dan BAK yang baik.
g. Klien mampu memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

3. Harga Diri Rendah


a. Klien mampu melakukan hubungan saling percaya.
b. Klien mampu mengidentifikasi kemampuan melakukan kegiatandan aspek
positif pasien (membuat daftar kegiatan)
c. Klien mampu menilai kegiatan yang dapat dilakukan saat ini.
d. Klien mampu memilih salah satu kegiatan yang dapat dilakukan saat ini
untuk dilatih.
e. Klien mampu melatih kegiatan pertama, kedua, ketiga dan keempat (alat
dan cara melakukannya)
f. Klienmampu memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian
g. Lien mampu menilai kemampuan yang telah mandiri.

IV. Tindakan Keperawatan

1. Halusinasi
a. Bina hubungan saling percaya dengan klien.
b. Bantuklien mengenal halusinasinya.
c. Bantu klien mengenal waktu, frekuensi, situasi, respon, dari halusinasinya.
d. Bantu klien melatih cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
e. Bantu klien melatih cara mengontrol halusinasi dengan patuh minum obat.
f. Bantu klien mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
g. Bantu klien mengontrol halusinasi dengan kegiatanharian.
h. Bantu klien memasukkan dalam jadwal harian.

2. Defisit perawatan diri


a. Bina hubungan saling percaya dengan klien
b. Bantu klien mengidentifikasi perawatan diri: mandi, ganti pakaian, sikat gigi,
cuci ambut dan gunting kuku.
c. Bantu klien melatih cara berdandan: menyisir rambut, berias/bercukur.
d. Bantu klien melatih cara makan dan minum yang baik.
e. Bantu klien melatih cara BAB dan BAK.
f. Bantu klien memasukkan kedalam jadwal harian.

3. Harga Diri Rendah


a. Bina hubungan saling percaya.
b. Bantuklien mengidentifikasi kemampuanmelakukan kegiatandan aspek positif
klien (membuat daftar kegiatan).
c. Bantu klien menilaikegiatanyang dapat dilakukan saat ini.
d. Bantu klien memilihsalah satu kegiatan yang dapat dilakukan saatini untuk
dilatih.
e. Bantu klien melatih kegiatan pertama, kedua, ketiga dan keempat.
f. Bantu klien memasukkan kedalam jadwal harian.
g. Bantu klien menilai kemampuan yang telah mandiri.
V. Evaluasi

S:
- klien mengatakan masih mendengar suara-suara dari Allah SWT. (Isi:
perintah dari tuhan, Waktu: saat sedang sendiri, Frekuensi: sering, Situasi:
sedang sendiri, Respon: diam mendengarkan).
- Klien mengatakan kurang menyukai bagian matanya yang kecil,
khususnya kantung matanya yang menghitam membuat dirinya kurang
percaya diri.
- Klien mengatakan belum mandi pagi ini dan tidak menyadari bahwa
pakaiannya terbalik.

O:
- Persepsi klien: halusinasi pendengaran.
- Kontak mata kurang saat pengkajian.
- Penampilan sat diujiklien tampak tidak rapi, rambutnya tampak
berantakkan.
- Saat diajak untuk mencoba melakukan hal baru (bermain bola) klien
menolak karena malu.

A:
- Masalah halusinasi belum teratasi.
- Masalah defisit perawatan diri belum teratasi.
- Masalah harga diri rendah belum teratasi.

P:
- motivasi klien untuk mengontrol halusinasi dengan cara menghardik,
patuh minum obat, bercakap-cakap.
- Motivasi klien untuk mengatasi maslah harga diri rendahnya dengan
melatih kegiatan dan aspek positif klien (kegiatan 1-4)
- Rencana Tindak Lanjut: masukkan kedalam jadwal kegiatan harian
tindakan yang telah ditentukan.