Anda di halaman 1dari 17

ANATOMI TOPOGRAFI

KAKI BELAKANG

Secara topografi, kaki belakang dapat dibagi atas bagian lateral dan medial. Dari
pembagian tersebut, selanjutnya kaki belakang dapat dibagi ke dalam berbagai regio.
Namun, regio yang akan dibahas adalah Regio Gluteofemoralis, Regio cruralis
lateral, Regio femoralis medial et patelaris, dan Regio cruralis medial pada anjing.

A. Regio Kaki Belakang Lateral

1. Regio Gluteofemoralis
Regio Gluteofemoralis adalah suatu wilayah pada daerah Gluteal dan Femoralis
Lateral. Bila kita menyebut daerah Gluteofemoralis maka daerah Os. Femur yang
dimaksud adalah daerah Femoralis Lateral, karena secara topografi Femoralis Lateral
berdampingan letaknya dengan daerah gluteal.
a. Batas Regio
Adapun batas-batas dari Regio Gluteofemoralis adalah sebagai berikut :
 Dorsal : Garis Median Tubuh
 Cranial : Garis Median Tubuh
Regio Paralumbalis
Regio Abdominalis Lateral
 Caudal : Regio Caudal
 Distal : Regio Cruralis Lateral

b. Titik Orientasi
Untuk memudahkan mengidentifikasi wilayah akan sangat mudah bila dapat
ditetapkan tanda-tanda khusus yang hanya ada di daerah tersebut dan tidak pernah ada
pada daerah lainnya yang kemudian disebut sebagai titik orientasi. Titik orientasi
pada Regio Gluteofemoralis adalah sebagai berikut:
 Tuber Coxae
 Tuber Ischii
 Trochanter Major
 Trochanter Tertius

c. Kepentingan Regio
Kepentingan dari Regio Gluteofemoralis adalah dikarenakan sering terjadi
kejadian sebagai berikut:
 Abses, yaitu peradangan.
 Hematoma,yaitu penumpukan cairan diluar pembuluh.
 Luxatio Articulatio Coxae, yaitu pergeseran dari persendia antara os femur dan
os coxae.
 Frakture Os Femur, yaitu terjadi patah tulang pada bagian os femur.

d. Komponen
Komponen yang terdapat di Regio Gluteofemoralis adalah sebagai berikut:
 Kulit
Lapisan terluar yang harus dibuka untuk mengetahui isi dari Regio
Gluteofemoralis adalah kulit.
 Fascia
Setelah kulit semua terkuak akan tampak lapisan putih tipis licin yang melapisi
permukaan otot-ototnya. Lapisan tersebut adalah Fascia. Pada hewan yang gemuk
sebelum Fascia tampak dengan jelas lemak di bawah kulit. Bila kita berhasil
mempreparis secara benar maka akan tampak permukaan otot dilapisi oleh Fascia dan
lekuk-lekuk batas serat otot satu dengan yang lainnya. Bila kita buka Fascia maka
serat otot dengan warna kemerahan akan tampak dengan jelas. Fascia terbagi atas dua
yaitu Fascia Superficialis dan Fascia Profundus.
 Otot
Otot-otot yang tersusun di Regio Gluteofemoralis adalah :
1. M.Gluteus
Otot lapisan pertama di daerah gluteal adalah otot Gluteus Superficialis yang
berbentuk seperti kipas. Gluteus Superficialis berorigo di Margo Lateral Illium, Tuber
Coxae, Aponeurosa Gluteus Medius dan berinsersio di Fascia Lata sampai Patella
serta fungsi meregang Fascia Lata, Flexor paha extremitas dan lutut. Otot Gluteus
Medius yang ditutupi oleh otot Gluteus Superficialis. M.Gluteus Medius berorigo
Fascies Glutea, Crista Iliaca, Ligamentum Sacroiliacadorsal Et. Lateral dan
berinsersio di Trochanter Mayor bagian caudal serta memiliki fungsi sebagai
Extremitas paha, Abductor kaki belakang, dan Retractor kaki belakang.otot Gluteus
Profundus yang ditutupi oleh otot Gluteus medius dan Superficialis. M. Gluteus
Profundus berorigo di spina ischiadica dan berinsersio di throcanter mayor bagian
belakang serta memiliki fungsi sebagai abductor kaki belakang.
2. M.Tensor Fascialatae
Di cranio-distal dari kelompok otot glutealis tersebut atau disekitar tuber coxae
akan tampak otot tensor Fascialata yang berbentuk segitiga yang seratnya berjalan di
vergen ke distal dan melanjut menjadi Fascia menuju ke persendian lutut. Otot ini
berorigo diMargo lateral illium, tuber coxae dan aponeurosa Gluteus medius serta
berinsersio di Fascia Latae sampai patella. Fungsi m.tensor Fascialatae adalah
meregang Fascia Latae, flexor, paha extremitas, lutut.
3. M.Sartorius Venter Cranial
Di cranial otot tensor Fascialata akan tampak otot kecil memanjang dengan serat
ke bawah menuju ke persendian lutut, otot ini adalah otot Sartorius Venter Cranial.
M.Sartorius Venter Cranial berorigo di Tuber Coxae dan berinsersio di Patella serta
berfungsi sebagai Adductor kaki belakang, Flexor paha, Extremitas lutut.
4. M. Biceps Femoris
Di caudal otot Sartorius Venter Cranial dan Tensor Fascialata hampir seluruh
permukaan lateral femur ditutupi oleh otot-otot Biscep Femoris. M.Biceps Femoris
dibagi atas dua caput yaitu M.Biceps Femoris Caput Superficial dan M.Biceps
Femoris Caput Profundus. Otot ini berorigo : Ligamentum Sacrosciadica,
Tubercullum Ischii Termasuk Cutaneus Superficialis Tubercullum Ischii termasuk
Cutaneus Profundus dan berinsersio Patella, Ligamentum Patella, Crista Tibia, Fascia
Lata, Tubercullum Calcis serta fungsinya adalah sebagai Abductor kaki belakang,
Retractor kaki belakang, mendorong tubuh ke depan.
5. M. Semitendinosus
Di Caudodistal dan di bagian Profundus Biceps Femoris, tampak otot
Semitendinosus. Otot ini berorigo di Tuber Ischii bagian Ventral dan berinsersio di
Crista Tibia dan Facies Medial Tibia, Tuber Calcis serta memilik fungsi sebagai
abductor kaki belakang, retractor kaki.
6. M. Quadriceps Femoris
Tepat diproximal Fascia dari Tensor Fascialata akan terlihat otot Qudriceps
Femoris yang lebih besar dengan serat memanjang ke Distal seraha dengan ruas
tulang Femur. Otot ini menutupi seluruh permukaan tulang Femur di sebelah lateral,
medial, dan sebelah cranial. M.Quadriceps Femoris dibagi atas empat bagian yaitu
tiga Vastus (Vastus Lateral, Vastus Intermedius, Vastus Medial) dan satu Rektus
(Rektus Femoris).
7. M. Semimembranosus
Otot ini terdapat pada bagian Profundus dari otot Biceps Femoris dan berbentuk
seperti lembaran yang terbagi atas dua Venter yaitu M.Semimembranosus Venter
Cranial dan M.Semimembarnosus Venter Caudal. Otot ini berorigo di Ischium sampai
Tuber Ischii bagian Ventral, Ligamentum Sacrischiadica dan berinsersio di Femur
diatas Condylus medial Caput Epicondylus Medial Femur termasuk bagian cranial,
Condylus Medial Tibia serta memiliki fungsi sebagai Adductor kaki belakang,
Extremitas paha.
8. M. Gemeli
Otot yang paling proximal adalah otot Gemeli posisinya di sekitar Throcanter
Mayor. Otot ini berorigo dipinggir lateral Os Ischium dan berinsersio di Fossa dan
Crista Throcanterica serta fungsi Supinator Femoris.
9. M. Adductor
Merupakan otot besar yang terletak pada bagian cranial M.Semimembranosus
Venter Cranial dan terlihat juga pada sisi medial. Otot ini berorigo di Tubercullum
Pubicus dan berinsersio diujung proximal sisi lateral bagian kasar Femur dekat
Throcanter Tertius serta memiliki fungsi Adductor kaki belakang, Extremitas paha.
10. M.Abductor Cruris Caudalis
M. Abductor Cruris Caudalis, merupakan otot yang berada pada Caput
Accessorius Biceps Femoris, pada bagian profundus otot Biceps Femoris Caput
Superficial. Pada anjing otot ini kecil dan berorigo di Ligamentum Sacroschiadica dan
berinsersio di Crista Tibia serta memiliki fungsi sebagai Abductor kaki belakang.
11. M.Quadratus Femoris
Otot ini berdekatan dekat otot Gemeli dan otot Adductor. Otot ini berorigo di
bidang ventral Os Ischium dan berinsersio dibagian posterior Femur di bawah Fossa
Throcanterica serta memiliki fungsi sebagai Supinator Femur.

 Pembuluh darah
Regio ini menerima suplai darah melalui beberapa artei dan vena yaitu:
- A. Et V. Saphena Lateral
- A. Et V. Caudalis Femoralis Distalis
 Saraf
Regio ini diinervasi oleh
- N. Ichiadicus
- N. Peroneus Communis
- N. Tibialis
- N. Cutaneus Surae Caudalis
N. Ischiadicus merupakan saraf terbesar dikaki belakang yang bercabang menjadi
N. Peroneus Communis yang menuju arah patella yang dibagi atas N. Peroneus
Superficial dan N. Peroneus Profundus. Selain itu juga dicabangkan menjadi N.
Tibialis yang menuju ke Os Tibia dan N. Cutaneus Surae Caudalis.

 Tulang
Tulang-tulang yang terdapat pada Regio ini adalah sebagai berikut :
- Os Ilium
Tulang Ilium atau tulang usus merupakan tulang terbesar diantara ketiga penyusun
tulang Coxae. Memiliki dua facies yaitu Facies Gluteal dan Facies Pelvina dan tiga
Margo yakni Margo Cranial dan tepian yang membentuk Crista Iliaca, Margo Medial
yang melengkung membentuk Incisura Ischiadica Mayor serta Margo lateral yang
bentuknya Concav. Bagian terlebar dari Os Ilium seperti sayap dan disebut Alae
Iliaca. Tulang Ilium memiliki dua bungkul yang disebut Tuber Coxae yang terletak
diujung sayap Ilium serta Tuber Sacral yang membentuk persendian dengan tulang
Sacrum.
- Os Ischium
Tulang Ischium membentuk bagian caudal dari lantai Cavum Pelvis. Os Ischium
memiliki dua facies yaitu Facies Pelvina dan Facies Ventralis. Facies Pelvina adalah
bagian dari tulang Ischium yang menghadap kerongga/Cavum Pelvis. Sedangkan
Facies Ventralis merupakan tempat perlekatan otot Adductor daerah paha.
Mempunyai empat Margo yaitu Margo Cranial yang menjadi bagian Caudal Foramen
Obturatorium dan Margo Caudal antara yang kanan dengan yang kiri membentuk
Arcus Ischiadicus. Margo Lateral membentuk Incisura Ischiadica Minor dan Margo
Medial yang membentuk Simpisis Ischii (bagian belakang dari Simpisis Pelvis).
Antara Incisura Ischiadica Mayor dengan Incisura Ischiadica Minor terdapat rigi
tajam yang disebut Spina Ischiadica.
- Os Pubis
Merupakan tulang terkecil diantara ketiga Tulang Coxae. Tulang Pubis
membentuk bagian depan dari lantai Pelvis. Terdiri atas sebuah Corpus, dua facies
yaitu Facies Pelvina dan Facies Ventralis, tiga Margo. Margo cranial membentuk
Pecten Osis Pubis dan Margo Caudal menjadi bagian depan dari Foramen
Obturatorium, serta Margo Medial membentuk Simpisis Pubis (bagian depan dari
Simpisis Pelvis). Pertemuan ketiga tulang Ilium,Ischium dan Pubis membentuk
tempat persendian dengan tulang Femur yang disebut Acetabulum. Dalam
Acetabulum terdapat legokan tempat Ligamentum persendian Femorococae yang
disebut Fossa Acetabuli. Sedangkan bagian permukan dari Acetabulum yang
bersinggungan langsung dengan Caput Femoris (Facies Articularis Acetabulum)
disebut Facies Lunata.
- Os Femur
Os Femur terdiri atas corpus dengan dua extremitas. Pada corpus dikenal adanya
dua Margo yaitu Margo medialis dan Margo lateralis.pada ujung proximal Margo
medialis terdapat Trochanter Minor dan pada ujung distal Margo lateralisnya di
proximal terdapat Trochanter Tertius. Trochanter Tertius hanya dikenal pada kuda
sedang pada pemamah biak, babi, dan anjing tidak dikenal adanya Trochanter Tertius.
Di ujung distal Margo lateralisnya terdapat Crista Supracondyloidea Lateralis.pada
extremitas proximal terdapat Caput Femoris, Colum Femoris, dan Trochanter Mayor.
Sedang pada extremitas distal terdapat Trochlea di anterior tempat mengadakan
persendian dengan Os Patella, serta Condylus Lateral dan Condylus Medialis di
posterior, diantara kedua Condylus tersebut terdapat legokan yang disebut Fossa
Intercondyloidea. Disisi lateral dan medial pada extremitas distal juga terdapat
Epicondylus Lateral dan Epicondylus Medial.pada permukaan bagian belakang
diujung proximal terdapat Fossa Trochanterica yang seperti dibatasi oleh Crista
Trochanterica dari Trochanter Mayor. Sedang di distal di proximal Condylus Lateral
terdapat Fossa Supracondyloidea.
 Limfonodus
Kelenjar pertahanan yang ditemukan di Regio Gluteus femoralis adalah Ln.
Popliteus.
2 . Regio Cruralis Lateral
Regio ini menempati seluruh permukaan luar daerah dari os Cruris bagian lateral.
a. Batas Regio
Regio Cruralis Lateral memiliki batas-batas Regio sebagai berikut:
 Proximal : Articulatio Genue
 Distal : Regio Tarsalis
 Dorsal : Sisi Dorsal
 Plantar : Plantar Cruris

b. Titik Orientasi
Regio Cruralis Lateral memiliki tittik orientasi Regio sebagai berikut:
 Tendo Achiles
 Musculi Extensoria
 Crista Tibia

c. Kepentingan Regio
 Neurectomi N. Peroneus

d. Komponen
 Kulit
Kulit merupakan lapisan terluar pada Regio Cruralis Lateral. Kulit daerah ini
relative tebal dan sangat menyatu dengan bagian Fascianya.
 Fascia
Pada Fascia Superficialisnya, melintas saraf kulit seperti saraf Cutaneus Surae
Dorsal yang dicabangkan dari Saraf Peroneus, Saraf Cutaneus Surae Caudal yang
dicabangkan dari Saraf Tibialis. Fascia Profundusnya biasanya dua lapis yaitu lapisan
pertama menyelubungi seluruh wilayah Os Cruris dan lapisan keduanya menjadi
pembungkus otot wilayah cranial tanpa ikut menyelubungi Tendo Achiles.
 Otot
Otot-otot pada Regio Cruralis Lateral dari cranial ke caudal adalah sebagai
berikut:
1. M. Tibialis Cranialis
Otot ini merupakan otot paling cranial pada Regio Cruralis Lateral. Otot ini
berorigo di Condylus Lateral Tibia dan berinsersio di Metatarsal I & II serta memiliki
fungsi sebagai Flexor Tarsus.
2. M. Extensor Digitorum Longum
Otot ini berorigo di Fossa Extensoria Femur dan berinsersio di Phlanx Distal (III)
jari II, III, IV, &V serta berfungsi sebagai Extensor jari dan Fleksor Tarsus.
3. M.Extensor Digiti I Longum
Otot ini berorigo di Condylus Lateral Os Tibia dan bagian Posterior Os Tibia dan
berinsersio di Crista Semilunar Phalanx Distal serta berfungsi sebagai Flexor jari.
4. M. Peroneus Longus
Otot ini berorigo di Condylus Lateral Os. Tibia dan Caput Fibula dan berinsersio
di Os. Metatarsal I serta berfungsi sebagai Flexor Tarsus.
5. Peroneus Brevis
Otot ini berorigo di Caput Fibula (bersatu dengan origo M. Extensor Digitorum
Lateral) dan berinsersio di bagian Proximal Os Metatarsal V serta berfungsi sebagai
Flexor Tarsus.
6. M. Ektensor Digitorum Lateral
Otot ini berorigo di Caput Fibula dan berinsersio di Phalanx Distal jari V (Tendo
Insertio M. Extensor Digitorum Longus untuk jari V) serta memiliki fungsi sebagai
Extensor Jari.
7. M. Flexor Digitorum Superficialis
Otot ini berorigo di Fossa Plantaris Os Femur dan berinsersio di Tubercullum
Calcis, basis Phalanx III jari II, III, IV, & V (pada anjing) serta berfungsi sebagai
Flexor jari.
8. M. Gastrocnemius
Otot ini merupakan otot paling caudal di Regio ini yang Terbagi atas dua caput
yaitu caput medialis dan caput lateralis. Yang terlihat dari sisi lateral merupakan
Caput lateralis yang berorigo di Tubercullum Supracondyloideus Lateral dan
berinsersio di Tubercullum Calcis bagian Plantar serta berfungsi sebagai Extensor
Tarsus dan Flexor lutut.

Pembuluh Darah
Pembuluh darah yang menyuplai Regio Cruralis Lateral adalah sebagai berikut:
- Vena Saphena Lateralis
- Vena Saphena Lateralis Pars Cranial
- Vena Saphena Lateralis Pars Cranial

Saraf
Nervi yang menginervasi Regio Cruralis Lateral adalah sebagai berikut :
- N. Tibialis
- N. Peroneus Superficialis
- N. Peroneus Profundus

 Tulang
Tulang yang terdapat pada Regio Cruralis Lateral adalah sebagai berikut :
1. Os Tibia
Os Tibia terdiri atas Corpusdua Margo yaitu Margo Anterior dan Margo Lateralis
serta dua Extremitas yaitu Extremitas Proximal dan extremitas Distal. Pada Margo
Anterior terdapat Crista Tibia sedang pada Margo Lateralis terdapat Spatium
Interossium Cruris yaitu celah antara tulang Cruris (Tibia Fibula). Pada Extremitas
Proximalis terdapat Condylus Medialis dan Condylus Lateralis, Tuberositas Tibia di
cranial, Eminencia Intercondyloidea, Fossa Ligamenti di medial Tuberositas Tibia,
Sulcus Extensoria di lateral dan Incisura Poplitea (di caudal). Pada Extremitas Distal
terdapat Maleolus Lateral dan Maleolus Medial.
2. Os Fibula
Os Fibular terdiri atas Corpus dan Extremitas. Pada kuda tulang Fibulanya
langsing dengan ujung meruncing dan bersatu di ½ - 2/3 dengan Corpus Tibia.
Sedang pada anjing dan babi tulang Fibula bersatu di ujung distal Tibia. Pada sapi
tulang Fibulanya pendek (seperti Rudimenter). Extremitas tulang Fibula ada dua yaitu
Extremitas Proximal dimana terdapat Caput Fibula dan Extremitas Distal dimana
pada anjing dan babi Extremitas Distal Fibulanya bersatu dengan tulang Tibia
membentuk Maleolus Lateralis. Tempat tulang Fibula menempel pada tulang Tibia
adalah di Laterovolar.
B. REGIO KAKI BEAKANG MEDIAL

1. Regio Femoralis Medial et Patelaris


Regio Femoralis Medial seperti namanya adalah daerah paha sebelah dalam dan
lutut.
a. Batas Regio
Untuk memudahkan mengidentifikasi wilayah akan sangat mudah bila dapat
mengenali batas-batas pada Regio Femoralis Medialis et Paterllaris, antara lain:
 Proximal : Regio Inguinalis
 Distal : Regio Cruralis Medial
 Dorsal dan Plantar : Tepian paha

b. Titik Orientasi
Sebagai penanda untuk mengidentifikasi daerah ini atau titik orientasi nya
dapat digunakan, yaitu :
 Patella
 Articulatio Femoro Tibiale
 Vena Saphena Medial
 Kelompok otot Semitendinosus dan Semimembarnosus

c. Kepentingan Regio
Kepentingan dari Regio Femoralis Medial et Patelaris adalah dikarenakan sering
terjadi kejadian sebagai berikut:
 Sering terjadi Abses/radang
 Sering terjadi Hernia

d. Komponen
Komponen yang terdapat di Regio Femoralis Medial et Patelaris adalah sebagai
berikut:
 Kulit
Pada daerah ini kulitnya relatife halus dengan banyak Glandula Sebacea
sehingga cenderung licin dan berminyak.
 Fascia
Bila kulit dibuka maka segera akan dapat melihat Fascia namun biasanya
Fascia banyak ditutupi oleh lemak. Fascia Superficial tipis namun Fascia
Profundusnya terdiri atas dua lapis yang merupakan kelanjutan dari Fascia Latae
dan Tunica Flava. Pada daerah ini terdapat Cincin Femoralis yang merupakan
tempat melintasnya arteri, vena.

 Otot
Otot yang terdapat pada Regio Femoralis Medial et Patelaris adalah :
1. M. Sartorius
Musculus Sartorius merupakan otot yang paling cranial pada paha medial,
dibagi menjadi dua yaitu Venter Cranial dan Venter Caudal yang berfungsi sebagai
Adductor kaki belakang, flexor paha dan extensor lutut. Musculus Sartorius Venter
Cranial dibagian caudalnya berbatasan dengan M. Quadriceps Vastus Medial et
Rectus Femoris pada bagian cranialnya berbatasan dengan garis median tubuh dan
berorigo pada Tuber Coxae dan berinsersio pada Patella, sedangkan Musculus
Sartorius Venter Caudal berupa pita dan berada paling Superficial dari M.
Adductor dan M. Semimembranosus Cranial et Caudal, berorigo pada Margo
Lateral Ilium dan berinsersio pada Facies Medial Tibia. Bila otot Sartorii Caudal di
incise makan akan tampak otot paha medial lapisan kedua yaitu otot Rectus
Femoris dan Vastus Medial.
2. M. Gracilis
M. Gracilis merupakan otot paha medial yang paling lebar membentuk
segitiga dan bila otot Gracilis dibuka maka akan tampak otot Adductor dan
semakin jelas terlihat otot Semimmbranosus dan Semitendinosus. Musculus
Gracilis yang berorigo pada Symphysis Pelvis, Tendo Praepubicum dan berinsersio
pada Crista Tibia yang berfungsi sebagai Adductor kaki belakang dan Flexor lutut.
3. M. Pectineus
M. Pectineus berada paling proximal dari M. Adductor dan M.
Semimemranosus, menempel pada Os. Pubis. Musculus Pectineus yang memiliki
fungsi Adductor kaki belakang dan sebagai Supinator Femur (kaki belakang)
berorigo pada Eminentia Iliopectinea, dan berinsersio pada Facies Medial diatas
ujung bawah Femur.
4. M. Adductor
Pada bagian lateral M. Adductor Longus berorigo pada tubercullum Pubicum
dan berinsersio pada ujung proximal sisi lateral bagian kasar Femur dekat
Throcanter Tertius, bagian medial dibagi menjadi dua M. Adductor Magnus dan
M. Adductor Brevis yang berorigo pada Symphysis Pelvis dekat Archus
Ischiadicus dan berinsersio pada tepian lateral bagian kasar Femur, Musculus
Adductor berfungsi sebagai Adductor kaki belakang dan Extensor paha. Musculus
Adductor berada diantara M. Quadriceps Vastus Medial dan M. Semimembranosus
Cranial.
5. M. Semimembranosus
Musculus lainnya yang terdapat pada paha medial adalah M.
Semimembranosus di bagai menjadi dua yaitu M. Semimembranosus Cranial dan
M. Semimembranosus Caudalis yang berada diantara M. Adductor dan M.
Semitendinosus. M. Semitendinosus merupakan otot paling caudal pada otot paha
medial, M. Popliteus berada dibagian Tubercullum .
6. M. Semitendinosus
M. Semitendinosus merupakan otot paling caudal pada otot paha medial, M.
Popliteus berada dibagian Tubercullum .
7. M. Quadriceps Femoris
M. Quadriceps Femoris berada pada caudal M. Sartorius Venter Cranialis.

 Pembuluh Darah
Pembuluh darah yang menyuplai darah pada Regio Regio Femoralis Medial
et Patelaris adalah sebagi berikut:
- A. et V. Iliaca Externa
- A. et V. Profunda Femoralis
 A et V. Circumflexa Femoris medial
 A et V. Tunkus Pudendoepigastrica
- A. et V. Femoralis
 et V. Circumflexa Femoris Lateralis
 A et V. circumflexa Ilium superficialis
 A et V. Caudalis Femoris Proximalis
 A et V. Caudalis Femoris Media
 A Saphena dan V. Saphena medial
 et V. Genus Descenden
 et V. Caudalis Femoris Distalis
 et V. Poplitea
 et V. Tibialis Caudalis
 et V. Tibialis Cranialis

Setelah kulit dibuka dan Fascia dibersihkan dari lemak akan tampak otot-otot
yang dibungkusnya dan pembuluh darah serta saraf yang melintas dipertengahan
daerah ini melintas kedistal. Arteri utama yang memasok darah regio ini berasal
dari arteri femoralis dan arteri profunda femoralis. Pada regio ini juga terdapat
vena yang selalu berdampingan dengan arteri, yang diberikan nama yang sama
dengan arterinya (vena satelit). Arteri femoralis merupakan lanjutan dari arteri
eliaca externa (cabang dari aorta) setelah mencabagkan arteri profunda femoralis.
Selanjutnya arteri femoralis memberikan cabang sebagai berikut: Ateri
Circumflexa Illium Superficial dicabangkan dari sisi latera Arteri yang melintas
ke arah Cranioproximal menuju otot Sartorius, Tensor Fascia Lata dan Rectus
Femoris. Artei Circumflexa Femoris Lateralis yang juga dicabangkan dari sisi
lateral Arteri Femoralis kemudian melintas diantara otot Rectus Femoris dan
Fastus Medial. Setelah mencabangkan Arteri Circumflexa Femoris Lateralis,
Arteri Femoralis mencabangkan Arteri Caudalis Femoris Proximalis dan Arteri
Saphena. Arteri Saphena berjalan kedistal secara subcutan sampai di daerah
Cruris Medial. Selanjutnya, Arteri Femoralis mencabangkan Arteri Genus
Descenden yang memasok daerah genu/lutut, dan kemudian mencabangkan
Arteri Caudalis Femoris Media yang memasok otot adductor dan
semimembranosa. Arteri Femoralis setelah mencabangkan Arteri Caudalis
Femoris distalis berubah nama menjadi Arteri Poplitea yang selanjutnya
membelah dua menjadi Arteri Tibialis Cranialis dan aster Tibialis Caudalis.

 Saraf
Nervi yang menginervasi Regio Femoralis Medial et Patelaris adalah:
- N. Femoralis
- N. Saphena
 Tulang
Tulang-tulang yang terdapat pada Regio ini adalah sebagai berikut :
- Os Ilium
- Os Ischium
- Os Pubis
- Os Femur
- Os Patela

2. Regio Cruralis Medial


Regio ini merupakan daerah pada bagian Os Cruris bagian medial.
a. Batas Regio
Untuk memudahkan mengidentifikasi wilayah akan sangat mudah bila dapat
mengenali batas-batas pada Regio Cruralis Medial, antara lain :
 Proximal : Regio Femoralis Medial
 Distal : Regio Tarsalis
 Dorsal & Plantar : Tepian Dorsal dan Plantar Cruris

b. Titik Orientasi
Untuk mempermudah pengenalan terhadap Regio Cruralis Medial maka
dilaukan identifikasi terhadap titik- titik tertentu yang disebut titik orientasi yaitu
sebagai berikut:
 Tendo Achiles
 Articulatio Genue
 Vena Saphena Medial
c. Kepentingan Regio
Kepentingan mempelajari Regio ini adalah dikarenakan pada Regio Cruralis
Medial sering terjadi :
 Fraktur Tibia
 Pemasangan Infus Intra Vena melalui V. SAPHENA MEDIAL
 Pemeriksaan Limfonodus Poplitea

d. Komponen
 Kulit
Sama seperti Regio lainnya lapisan pertama yag harus dibuka untuk melihat
komponen dari Regio Cruralis Medial adalah kulit yang merupakan lapisan
terluar.
 Fascia
Fascia pada Regio Cruralis Medial terbagi atas Fascia Superficial yang terletak
lebih luar dan Facia Profundus yang terletak lebih dalam.

 Otot
Berikut adalah susunan otot dari Regio Cruralis Medial dari cranial ke caudal :
1. M. Tibialis Cranialis
Otot ini merupakan otot paling cranial di Regio Cruralis Medial yang juga
terlihat dari sisi latera. M. Tibialis Cranialis berOrigo di Condylus Lateral Tibia
dan berInsersio : Metatarsal I&II serta berfungsi sebgai Flexor Tarsus.
2. M. Poplitea
Otot ini berOrigo di Epycondylus Lateral Femur (Fossa Musculi Poplitea) dan
berInsersio di bidang Medio Plantar Os Tibia serta berFungsi sebagai Flexor lutut.
3. M. Flexor Digitorum Profundus
Otot ini berOrigo di bagian Posterior Tibia dan berInsersio di bagian Posterior
Tibia (Phalanx Distal).
4. M. Flexor Digiti I Longus
Otot ini berOrigo di Condylus Lateral Os Tibia, bagian Posterior Tibia dan
berInsersio di Crista Semilunar Phalanx Distal.
5. M. Flexor Digitorum Superficial
Otot ini berOrigo di Fossa Plantaris Femur dan berInsersio di Tubercullum
Calcis, Basis Phalanx II jari II, III, IV, & V ( pada anjing) serta memiliki fungsi
sebagai Flexor jari.
6. M. Gastrocnemius Caput Medial
Caput medial berorigo di Tubercullum Supracondyloideus Medial dan
berinsersio di Tubercullum Calcis bagian Plantar serta berfungsi sebagai Extensor
Tarsus dan Flexor Lutut. Pembuluh darah
 Pembuluh Darah
Kebutuhan darah dari Regio Cruralis disuplai oleh pembuluh darah sebagai
berikut:
- A. Saphena
- V. Saphena Medial

 Saraf
Regio Cruralis Medial diinervasi oleh saraf-saraf sebagai berikut:
- N. Saphena
- N. Tibialis
 Tulang
Tulang yang terdapat pada Regio Cruralis Medial adalah sebagai berikut :
- Os. Tibia
- Os. Fibula

DAFTAR PUSTAKA

Dyce K.M., Snack W.O., and Wensing C.J.G (1996). Textbook of Veterinary
Anatomy. 2nd ed. W.B. Saunders Company. Phiadelphia.
Robert Getty. 1975. Sisson and Grissman’s The Anatomy of the Domestic Animals.
Vol. 1. Ed. Ke 5. W.B. Sauders Company. Philadelphia.
Peter Popesko. 1975. Atlas of Topographical Anatomy of The Domestic Animals.
1975. Vol 1. Ed ke 2. W.B. Sauders Company. Philadelphia