Anda di halaman 1dari 44

DPMN Kabupaten Agam__

JEMBATAN
A. PENJELASAN UMUM
1. Definisi
Adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk melewatkan lalu lintas darat yang terputus
pada kedua ujungnya akibat adanya hambatan berupa: sungai / lintasan air, lembah, jalan /
jalan kereta api yang menyilang dibawahnya

2. Prinsip Pemilihan Konstruksi Jembatan:


1. Konstruksi Sederhana (bisa dikerjakan masy)
2. Harga Murah (manfaatkan material lokal)
3. Kuat & Tahan Lama (mampu menerima beban lalin)
4. Perawatan Mudah & Murah (bisa dilakukan masy)
5. Stabil & Mampu Menahan Gerusan Air
6. Sesuai KEBUTUHAN bukan KEINGINAN

3. Jenis Konstruksi
1. Jembatan Beton Bertulang
2. Jembatan Gantung
3. Jembatan Gelagar Besi Lantai Kayu/Beton
4. Jembatan Gelagar Kayu Lantai Kayu

4. Survey Lokasi
1. Pengecekan Lapangan situasi penampang sungai yang dilewati jembatan atau rencana
Jembatan
2. Tentukan rencana posisi jembatan
3. Lakukan pengukuran lebar sungai, Kedalaman sungai, jenis tanah dasar untuk
mengetahui rencana bentang jembatan
4. Survey lokasi perletakan
 Pada bentang terpendek
 Pada agian sungai yang lurus
 Pada tanah Keras
 Pada tebing sungai yang tidak terlalu tinggi
 Pada jalan yang sudah ada
5. Pengukuran Lebar Jembatan
Bentang bersih jembatan mengikuti lebar basah rata rata
6. Pengukuran kedalaman sungai
Diukur dengan menggunakan batang kayu/bambu (dicolok)
7. Mengukur tinggi muka air Normal (MAN)
Didapat dari informasi penduduk setempat/sekitarnya
8. Mengukur tinggi muka air banjir (MAB)
Tanyakan informasi tinggi muka air banjir maximal (banjir tahunan atau periodik) yang
pernah terjadi.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

9.

a.
Buat paku pada pohon atau tempat lain yang kondisinya mantap
b.
Ukur ketinggian jarak antara MAS (Muka Air Survey) dengan Paku (gunakan slang)
c.
Hitung ketinggian jarak dasar sungai (DS) dari paku c=MAS+dalam sungai
d.
Ukur ketinggian jarak antara MAN dengan paku
e.
Ukur ketinggian jarak antara MAB dengan paku
f.
Tentukan tinggi bebas jembatan sesuai dengan kriteria jembatan.
g.
Hitung ketinggian jarak antara paku dengan calon letak gelagar jembatan.
g=MAB-tinggi bebas
10. Letak Kedalaman pondasi
a. Harus diletakkan pada tanah keras
b. Minimal 1 m dibawah dasar sungai (kecuali pondasi jembatan gantung)
11. Survey pengangkutan bahan (jika ada), ketersediaan dan harga bahan yang tersedia
dan yang harus dibeli dari luar

5. Gambar Perencanaan
1. Gambar Tata Letak
2. Gambar denah dan potongan
3. Gambar detail konstruksi
Gambar dapat dilakukan dengan sket dengan syarat dapat dibaca dan dimengerti
dengan ukuran dalam cm dan merupakan hasil survey pengukuran dilapangan.

6. Perhitungan Volume Pekerjaan


Perhitungan volume berdasarkan gambar perencanaan yang sudah selesai, selanjutnya
dihitung kebutuhan bahan yang dibutuhkan.

7. Perhitungan Kebutuhan Hari Orang Kerja (HOK)


Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menitikberatkan
pada masyarakat miskin, dan perlu kesepatakan penggunaan tenaga kerja dan kebutuhan
HOK untuk menyelesaikannya. Kebutuhan tenaga terampil minimal 2 orang tukang.

8. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya


RAB (Rencana Anggaran Biaya) dibuat berdasar hasil perhitungan volume pekerjaan dan
kebutuhan Hari Orang Kerja serta hasil surrvei harga bahan.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
B. BANGUNAN PELENGKAP JEMBATAN
1. Sayap Jembatan
Berfungsi untuk menahan longsor pada tebing sungai dan melindungi pangkal
jembatan.

2. Krib
Berfungsi untuk mengarahkan aliran dan menahan erosi

3. Oprit Jembatan.
Oprit adalah jalan masuk menuju jembatan.
 Tanjakan pada oprit jembatan maksimum 12%
 Jari-jari tikungan minimum 10 m
 Jarak pandang bebas minimum 30 m
 TPT pada oprit harus dipasang sulingan

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
C. LANGKAH-LANGKAH DISAIN JEMBATAN

1. Batasan Pokok Jembatan


Tinggi Bebas dari MAB
(m)
Kriteria/ Sifat
No J. J.
Kondisi Aliran J. Gelagar
J.Kayu J. Beton Gantun Pelengkun
Besi
g g
1 Saluran Irigasi Tenang 0.5 0.5 0.5 1 P + 0.5
Sungai di Tenang 0.6 0.6 0.6 1.1 P + 0.6
2 daerah
dataran Deras 1 1 1 2 P+1
Sungai di Tenang 1 1 1 2 P+1
3 daerah
Pegunungan Deras 1.5 1.5 1.5 2.5 P + 15
P = jari-jari tembereng vertikal

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
2. Pemilihan Konstruksi Jembatan

Keterangan J.Kayu J. Gelagar Besi J. Beton J. Gantung J. Pelengkung

Lalu lintas Sedang Berat Berat Ringan Berat

Untuk Roda
4 max 30 m
Untuk Roda 4 Untuk roda 4 Untuk roda 4
Bentang Untuk roda 4 Untuk roda
Max 16 m max 6 m max 12 m
2 max 160
m

Kenyamanan Cukup Cukup Nyaman Kurang Nyaman

Murah bila
Murah bila
Harga Sedang Mahal banyak Sedang
banyak kayu
kayu

Pengawasan
Sedang Sedang Teliti Sedang Sedang
pelaksanaan

Pelaksanaan Sedang Mudah Sedang Sedang Mudah

Awet Bila Awet bila Awet Bila Awet bila


Keawetan Sedang
dirawat stabil dirawat stabil

3. Perkiraan Daya dukung tanah.

Daya Dukung
No Jenis Tanah
(Ton/m2)

1 Lempung lunak – Keras 5 – 30

2 Pasir Halus Kurang Padat – Padat 7.5 – 12.5

3 Pasir Kasar Kurang Padat – Padat 10 – 40

4 Cadas Pasir +/- 40

5 Batu Pasir +/- 80

6 Batu Beku +/- 100

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
4. Perkiraan Dimensi Jembatan

1 – 1.5 m

T = 1.5 + MAB + Tinggi Bebas + Tinggi Gelagar + Tebal Lantai


A = 0.2 – 0.3 T
B = 0.4 – 0.7 T
D = 0.17 – 0.25 T
K = 0.1 T

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
D. JEMBATAN BETON
Untuk desain dan konstrusi jembatan beton dapat menggunakan Standar Bina Marga /
KIMPRASWIL untuk jalan kabupaten.

Keuntungan dan kerugian penggunaan jembatan beton dibanding jembatan kayu atau
jembatan gelagar besi, antara lain:

Keuntungan
a. Masa pakainya lebih lama
b. Kebutuhan untuk pemeliharaan seharusnya/relatif lebih ringan
c. Harga tidak jauh berbeda dengan jembatan kayu, dan lebih murah daripada gelagar besi
d. Dapat dibangun di tempat yang tidaj ada kayu dan pengangkutan gelagar besi sangat
sulit/relatif mahal
e. Masyarakat mendapatkan ketrampilan baru, yaitu cara menggunakan bahan beton yang
notabene sangat dipengaruhi oleh tingkat dan kualitas pemahaman struktur beton dan
cara pengerjaannya.

Kerugian
a. Perlu ketrampilan khusus dalam desain
b. Perlu pengawasan yang tenaga trampil yang dapat mengawasi tanpa meninggalkan
lokasi bangunan
c. Perlu perhatian khusus untuk menjamin kualitas pekerjaan
d. Sangat peka terhadap penurunan tanah (settlement)/ turunnya pondasi, maka perlu
pondasi yang terjamin kuat
e. Lebih sulit pemeliharaan bila ada kerusakan
f. Kerusakan lebih sulit dideteksi sampai dengan jembatan ambruk, maka lebih
berbahaya
g. Bila dibuat lebar dan panjang, proporsi biayanya sangat besar, dan proporsi dana
untuk bahan lebih tinggi dibanding proporsi untuk tenaga kerja
h. Tanpa pengawasan yang ketat, resiko kegagalan cukup besar
i. Ketrampilan untuk membangun jembatan beton tidak dapat diterapkan oleh
masyarakat sendiri pada masa pasca proyek, karena sangat bergantung pada konsultan
dan pemngawas. Mereka tidak mendapatkan ketrampilan yang dapat diterapkan pada
kebutuhan lain-lain.

Persyaratan untuk Jembatan Beton


Karena masalah-masalah yang telah diuraikan diatas, maka perlu beberapa pembatasan dan
persyaratan untuk jembatan beton, sebagai berikut :
1. Ukuran bentang dibatasi yaitu 6 meter. Untuk bentang lebih panjang sebaiknya
mendapatkan persetujuan dari dinas terkait
2. Desainer harus sudah berpengalaman dalam pembuatan jembatan beton
3. Harus tersedia tenaga pengawas lapangan yang sudah berpengalaman dengan
pembuatan struktur yang sama. Orang tersebut harus siap bekerja di tempat jembatan
selama pelaksanaan jembatan, dan tidak boleh merangkap pengawas lokasi proyek lain.
4. Pondasi harus jelas kuat dan stabil, yang dapat diperiksa melalui tes pit atau
pengeboran (soil auger). Jembatan beton tidak diijinkan pada lokasi yang mempunyai
sifat tanah kurang stabil dan daya tahan lemah. Jembatan beton untuk lokasi dengan
tanah kurang baik memerlukan suatu penelitian yang cukup mahal, termasuk test
laboratorium tanah, dengan pondasi yang rumit dan mahal.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
E. JEMBATAN GANTUNG
a. Kriteria Desain
Alternatif pemilihan desain konstruksi setelah diperoleh bentang yang dibutuhkan, ukuran
lebar 1,5 meter dan panjang maksimum 60 meter.
Bentang H f Ø seling Ø kabel Δf
(m) (m) (m) Pengaku Utama (m)
15 3,0 1,5 3/8” 1/2” 0,31
20 3,5 2,0 1/2” 5/8” 0,42
25 4,0 2,5 1/2” 5/8” 0,52
30 5,0 3,0 1/2” 3/4” 0,62
35 6,0 3,5 5/8” 3/4” 0,73
40 7,0 4,0 5/8” 7/8” 0,83
45 7,5 4,5 5/8” 7/8” 0,94
50 8,0 5,0 3/4” 1” 1,04
55 9,0 5,5 3/4” 1 1/8” 1,15
60 10,0 6,0 3/4” 1 1/4” 1,25

b. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan pembangunan, yaitu sebagai berikut :
a) Pembersihan Lokasi
Bersihkan lahan dari pepohonan, akar-akaran tonggak-tonggak dll
Amankan lahan dengan menggunakan pagar agar tidak terganggu oleh orang

b) Persiapan Material
1) Material yang disiapkan sebelum pelaksanaan pembangunan yaitu :
2) Tiang utama (Pylon), dibuat di bengkel besi. Pelaksanaan di lapangan hanya
tinggal merakit dan menyetel pada lantai pondasi.
3) Klem, kabel sling, besi penggantung, warfel, dll jumlahnya tergantung
kebutuhan, jadi ditentukan pada saat perencanaan.
4) Kayu balok, papan, kuku macan/paku untuk lantai jembatan.
5) Batu belah, pasir dan semen unutk pondasi.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
c) Pemasangan Konstruksi Jembatan
1) Penentuan as jembatan dengan menggunakan patok kayu, ketinggian jembatan
ditentukan pada patok tersebut. Usahakan jembatan berdiri pada posisi datar.
2) Gali pondasi untuk dudukan pylon dan pondasi angker.

3). Buat pasangan batu kali untuk pondasi pylon dan blok angker dengan
campuran 1 semen : 3 pasir, angker untuk landasan pylon, kabel dan untuk
pengaku harus dipasang dengan benar.

4) Pasang tiang pylon yang sudah dibuat di luar lokasi, kemudian baut pada
hubungan antara tiang pylon dan pondasi dikencangkan.
5) Pengaku dari besi siku dipasang melintang pada ujung atas pylon dengan baut.
6) Pasang kabel dengan menghubungkan dua blok angker di kedua tepi sungai
melalui kedua puncak (rol) pylon yang dilewati. Sambungan kabel dan blok
angker harus menggunakan warfel.
7) Pasang besi penggantung dan gelagar melintang dimulai dari bagian (segmen I)
yang paling dekat dengan Pylon.
8) Pemasangan bangian II dan seterusnya, sama dengan pemasangan bagian I.
Untuk kelancaran kerja, antara 2 gelagar melintang dipasang lantai sementara.
(dari bambu/papan/balok kayu).
9) Pasang kabel seling (pengaku) di bawah gelagar.
10) Pasang gelagar memanjang yang menumpu pada gelagar melintang.
Penyambungan gelagar-gelagar memanjang tidak boleh dalam satu garis
(harus seling-seling).
11) Pasang lantai jembatan

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

JALAN

A. PENDAHULUAN

Jalan desa adalah jalan yang dapat dikategorikan sebagai jalan dengan fungsi lokal di daerah
pedesaan.
Arti fungsi lokal daerah pedesaan yaitu :
1. sebagai penghubung antar desa atau ke lokasi pemasaran
2. sebagai penghubung hunian/perumahan
3. penghubung desa ke pusat kegiatan yang lebih tinggi tingkatnya(kecamatan

Manfaat ditingkatkan/dibangunnya jalan desa untuk masyarakat pedesaanantara lain :


1. Memperlancar hubungan dan komunikasi dengan tempat lain,
2. Mempermudah pengiriman sarana produksi ke desa,
3. Mempermudah pengiriman hasil produksi ke pasar, baik yang di desamaupun yang di luar,
4. Menigkatkan jasa pelayanan sosial, termasuk kesehatan, pendidikan, dan penyuluhan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan jalan baru antara lain :
1. trase jalan mudah untuk dibuat
2. pekerjaan tanahnya relatif cepat dan murah
3. tidak banyak bangunan tambahan (jembatan, gorong-gorong, dll)
4. pembebasan tanah tidak sulit
5. tidak akan merusak lingkungan

Hal yang perlu diperhatikan dalam peningkatan jalan lama antara lain :
1. lokasi memungkinkan untuk pelebaran jalan
2. geometri jalan harus disesuaikan dengan syarat teknis
3. tanjakan yang melewati batas harus diubah sesuai syarat teknis
4. sistem drainase dan pekerjaan tanah tidak akan merusak lingkungan

B. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PERENCANAAN JALAN


1) Pertimbangan Drainase
Drainase diperlukan karena air mempunyai pengaruh yang buruk untuk jalan, antara lain
yaitu :
1. Jalan menjadi RUSAK jika badan jalan tidak cepat kering sehabis hujan
2. Jalan akan mudah terputus (pavement erosions) bila air dibiarkan melintangi permukaan
jalan
3. Jalan menjadi rusak bila air dibiarkan mengalir ditengah jalan
4. Jalan menjadi bergelombang bila fondasi jalan tidak kering

Pertimbangan yang paling sederhana dari masalah drainase adalah :


1. Jalan kawasan perbukitan diusahakan mengikuti punggung bukit karena jalan yang
mengikuti punggung bukit tidak akan mengalami masalah drainase sebab air tidak
perlu melintangi jalan.
2. Jalan yang dibuat pada lereng bukit harus ada galian dan timbunan,selokan pinggir
jalan, talud, gorong-gorong dan bangunan pelengkaplainnya.
3. Jalan yang dibangun di lembah (cekungan) sebaiknya dihindarikarena kemungkinan
jalan tidak bisa dikeringkan.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
2) Geometri Jalan
Jalan direncanakan untuk kecepatan 15 s.d. 20 km/jam, pandangan bebas harus
memperhatikan keselamatan pemakai jalan yaitu :
1. Tikungan vertical dengan pandangan bebas 30 m
2. Tikungan horizontal dibuat dengan pandangan bebas 30 m
3. Jari-jari tikungan minimal 10 m dan untuk tikungan tajam perkerasandibuat dengan
pelebaran dan kemiringan melintang miring ke dalam.

3) Tempat Persimpangan
Pertimbangan yang harus diperhatikan adalah tempat menunggu kendaraan yang berjalan
dari lain arah, tempat ini harus kelihatan daritempat sebelumnya.

4) Tanjakan Jalan
1. Tanjakan diukur dengan rumus “
jumlah meter naik per setiap seratus meter horizontal
“ (10 m naik per 100 m horizontal sama dengan tanjakan 10 %)
2. Untuk peningkatan keselamatan dan penggunaan jalan, pilih trase jalan tanjakan yang
tidak terlalu curam. Jika jalan menanjak terus,tanjakan maksimal dibatasi 7 %
3. Pada bagian pendek, tanjakan di batasi 20 %. Setelah 150 m, harus disediakan bagian
datar atau menurun.

5) Tikungan pada Tanjakan Curam


Pada daerah perbukitan sering dijumpai pada jalan yang menanjakdengan kemiringan >
10%. Bila terdapat tikungan tajam didaerah tersebut jalan harus direncanakan sebagai
berikut :
1. Perkerasan pada tikungan diperlebar menjadi > 4 m
2. Tikungan dibuat pada bagian datar untuk mempermudah perjalananbagi yang naik
atau turun
3. Perencanaan drainase jalan dibuat sedemikian hingga saluran dariatas diteruskan lurus
ke depan dan airnya dibuang jauh dari jalan,dan saluran pada jalan bagian bawah
dimulai dari luar bagian datar(sesudah tikungan)

6) Bentuk Badan Jalan


Penentuan bentuk badan jalan disarankan sebagai berikut :
1. Pada kondisi biasa badan jalan dibuat miring ke saluaran tepidengan kemiringan badan
jalan 4-5%.
2. Untuk daerah relatife datar, badan jalan dibuat seperti “punggungsapi” (lebih tinggi ±
6-8 cm di bagian tengah) dengan catatan bilapunggung sapi sudah terlihat dengan
mata telanjang berarti sudahcukup miring untuk drainase.
3. Pada tikungan jalan dibuat miring ke dalam dengan kemiringanmaksimal 10% dan
perlebaran perkerasan dibagian dalam tikungandemi keamanan dan kenyamanan.
4. Pada jurang jalan dibuat miring ke arah bukit dan saluran, hal inidemi keselamatan dan
drainase.

7) Bahu Jalan
1. Fungsi bahu jalan antara lain :
2. Pelindung permukaan jalan
3. Perantara antara aliran air hujan yang ada di permukaan jalanmenuju saluran tepi.
4. Tempat pemberhentian sementara.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
Persyaratan teknis bahu jalan sebagai berikut :
a. Dibuat disebelah kiri dan atau kanan sepanjang jalan, dengan lebar minimum 50 cm
b. Harus dibuat dengan kemiringan yang lebih miring dari permukaan jalan, biasanya 6-8
cm (sama dengan turun 3-4 cm per 50 m’)
c. Material penyusunnya seharusnya terdiri dari tanah yang dapatditembusi air,
sehingga pondasi jalan dapat dikeringkan melaluiproses perembesan.
d. Tanah pada bahu jalan harus dipadatkan.
e. Lebih baik bila ditanami rumput ditepi luar bahu, mulai 20 cm dari tepiyang berfungsi
sebagai stabilisasi tepi jalan.
f. Penanaman pohon perdu di luar bahu (dan saluran bila ada) untukmembantu stabilitas
timbunan baru

8) Perlindungan Tebing
Cara yang digunakan untuk perlindungan tebing antara lain :
1. Saluran Diversi
digunakan untuk menangkap air yang mengalir dari lereng di atas menuju tebing, agar
air tidak terbuang melalui tebing. Isi saluran diversi harus dibuang ke tempat yang
lebih aman. Bila aliran airnya cepat, saluran diversi harus dilindungi dengan pasangan
batu, batu kosong, rumput atau terjunan seperti saluran lain. Saluran diversi digunakan
terutama untuk tebing dengan puncak lereng masih jauh diatas tebing jalan.
2. Teras Bangku
Dapat dilakukan dengan syarat lahan dapatdikorbankan untuk membentuk teras dan
jenis tanah dapatdibentuk dengan stabil. Teras dibuat sejajar dengan
kontur(kemiringan maksimal 2%). Setiap 10 m panjang air diterjunkandari saluran ke
bawah, dan penerjunan harus diperkuat sepertibangunan terjun yang lain. Dimensi
teras minimal adalah 50 cmlebar dan 1.00 m tinggi.
3. Talud Batu Kosong
dapat disusun pada tebing, tetapi tebing harusdikepras agar tidak tegak lurus. Aliran
air dipermukaan dialihkandari talud batu kosong melalui saluran diversi.
4. Talud Pasangan Batu
relative kuat, namun relatif mahal.Pasangan batu harus diberikan suling untuk
membuang air tanahdari belakang tembok. Ujung dalam suling harus diberi
saringankecil dari ijuk. Pasangan batu harus dibuat dengan pondasi yangtidak akan
bergerak, karena pasangan batu tidak fleksibel samasekali. Ukuran bawah pasangan
batu disesuaikan dengan standarBina Marga.
5. Bronjong
adalah cara yang kuat dan cukup fleksibel, tetapi relatiflebih mahal. Agar posisi
bronjong stabil dan tidak lari, pancangandiberikan pada tingkat bronjong yang paling
bawah, dengan jarakpancang setiap 1 – 1½ m dan ukuran pancangan 12-15
cm.Dipancang sampai lapisan tanah keras. Kegunaan bronjong untukmenahan
timbunan baru atau melindungi tebing dari aliran air.
6. Perlakuan Vegetatif
adalah cara yang relatif efektif dan murah ,yaitu dengan menanami tebing dengan
berbagai jenis tanaman.

9) Saluran Pinggir Jalan


Saluran yang berdekatan dengan bahu jalan diperlukan disebelah kanan dan kiri jalan,
kecuali :
 Jalan dibuat dipunggung bukit (bentuk Punggung Sapi)
 Jalan dibuat dilereng bukit, tidak perlu saluran di sebelah bawah
 Badan jalan diurug lebih dari 50 cm
Untuk keadaan biasa dimensi saluran harus berukuran minimal 50 cm(dalam) dan 30 cm
(lebar dasar), dengan lebar atas 50 cm (bentuk trapesium).

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
Syarat saluran pinggir jalan :
 Saluran dibuat sejajar dengan jalan
 Dasar saluran dibuat kemiringan yang rendah untuk menghindari erosi tanah dasar
saluran/plesteran dasar, namun tidak datar.
 Ketinggian dasar saluran harus lebih rendah dibanding lapisan pasirdibawah pondasi
jalan untuk proses perembesan dan pengeringanpondasi jalan.
 Untuk saluran yang mudah erosi, perlindungan terdiri dari perkuatantalud dan dasar
saluran serta pemberian bangunan drop struktur.Jenis perlidungan saluran antara
lain dengan menggunakan rumput(gebalan), turap, batu kosong, atau pasangan.
Bronjong dapat digunakan terutama pada tikungan di tanah yang peka erosi.

Pertimbangan untuk pemilihan tipe perlindungan saluran pinggir adalah :


 Kemiringan saluran dan kecepatan air
 Jenis tanah
 Perubahan arah aliran pada belokan
 Debit air

C. JALAN RABAT BETON


LAPISAN SIRTU
CL
6% 4% BETON 1 : 2 : 4

70
80 80

50 VARIASI 230 VARIASI 50

TIPIKAL PERKERASAN
SKALA 1 : 50

1. Ketentuan jalan Rabat Beton adalah :


1. Lebar minimal lebih dari 2,0 m
2. Perkerasan rabat beton digunakan bila kondisi tanah dasar kurang baik, daerahnya
sering terkena banjir atau didaerah tanjakan
3. Lapisan dasar merupakan lantai kerja dari pasir urug dengan tebal minimal 5 cm
4. Rabat beton dibuat seperti bentuk sel dengan tebal minimal 10 cm. Pada bagian tengah
diisi dengan sirtu yang dipadatkan yang tebalnya disesuaikan dengan rabat beton,
persyaratan sirtu sama dengan syarat jalan sirtu
5. Rabat beton menggunakan campuran = semen : pasir : split = 1 : 2 : 3
6. Tiap panjang 1,5 meter dibuat dilatasi dengan lebar 2 cm, pada dilatasi diisi dengan pasir
hingga 2 cm dari muka rabat beton, kemudian disiram dengan prime coat (campuran
aspal : minyak tanah = 1 : 1) atau diisi dengan speci semen
7. Pada bahu jalan perlu dibuat sub drainase untuk membuang air dibawah perkerasan
dengan ukuran 20 x 30 cm setiap jarak 3 m
8. Saluran drainase dibuat bentuk trapesium dengan ukuran atas lebar 50 cm, dalam 50
cm dan lebar dasar 30 cm.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
2. Perencanaan
 Beban Rencana
Gunakan beban rencana pada jalan type jalan perintis yakni dengan beban rendah dan
tebal perkerasan praktis (minimum)
Penggunaannya harus dibatasi kendaraan yang akan lewat pada jalan tersebut,
maksimum hanya jenis kendaraan kecil dengan muatan maksimal
 Pilih mutu Beton yang akan digunakan
Gunakan perkiraan kekuatan beton adalah minimal K 175, yaitu beton yang mempunyai
kekuatan per cm2 175 kg.
Perkiraan komposisi campuran beton yang sesui dengan K 175 adalah campuran
1 pc : 2 ps :4 krl dengan pengadukan tangan / molen.
 Perhitungan Tebal Perkerasan
Tebal minimum yang direkomendasikan untuk jalan perintis adalah 10 cm, dengan diberi
lapisan tanah keras/dipadatkan dibawahnya.
Untuk jalan baru sisi jalan diberi kuku beton.
Lapisan tanah keras berupa urugan sirtu yang dipadatkan dan diratakan dengan cara
digilas atau ditimbris)
Tebal perkerasan tanah dasar berkisar 15 cm sampai dengan 25 cm atau tergantung
kondisi tanah asli.
 Menentukan rencana geodetic jalan yang diinginkan (lebar, ketinggian, lengkungan)
Caranya :
a) Pasang patok kayu kuat-kuat di as atau pinggir sepanjang jalan yang akan dibangun
b) Gunakan alat water pass atau dipasang benang datar kemudian menandai patok
patok itu dengan cat dan ditulis angka 0.000.
c) Ukur Selisih tinggi tanah disekitarnya tinggi patok 0.000.
d) Catat selisih tinggi tersebut untuk setiap permukaan tanah disekitar patok
e) Patok tersebut selanjutnya akan digunakan untuk patokan perencanaan dan atau
pelaksanaan.
 Penentuan batas urugan dan galian dari rencana geodetic di atas dari hasil survey geodesi
dan rencana geodeticnya akan dapat dilihat pekerjaan urugan & galian (“cut and fill”),
kemudian akan dapat dihitung volume pekerjaan potongan dan timbunan tersebut.
 Menghitung Volume Pekerjaan dari masing-masing pekerjaan, sekaligus menghitung
perkiraan beaya yang akan dibutuhkan.
 Membuat gambar Rencana dengan skala yang jelas untuk pedoman pelaksanaannya.

Data lapangan yang diperlukan :


 Data survey geodesi termasuk situasi lokasi (SAP)
 Lebar, Panjang jalan yang akan dibangun
 Ukur Selisih tinggi tanah disekitarnya tinggi patok 0.000.
 Rencana Kendaraan yang diperbolehkan lewat
 Ketersediaan material dilokasi dan daftar harga satuan material

3. Monitoring dan Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan


1. Pastikan semua persiapan lapangan sudah siap
2. Pahami dengan benar gambar rencana
3. Periksa apakah cetakan peralatan pengecoran sudah lengkap
4. Cek benang-benang ukuran sudah sesuai dengan gambar
5. Pastikan pelaksanaan produksi beton sesuai dengan penjelasan mengenai pekerjaan
beton dengan campuran semen : pasir : split (koral) di atas
6. Sebelum penghamparan beton sebaiknya dilapisi alas (plastik) dari bahan yang tidak
tembus air campuran beton, sehingga air semen tidak meresap kebagian bawah.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
7. Penghamparan beton dilakukan sekali hampar sesuai tebal jalan yang diinginkan, hindari
penumpahan beton menggunung disatu tempat
8. Beton yang sudah dihampar segera dirojok setelah batas waktunya untuk mendapatkan
kepadatan yang prima.
9. Pastikan semuanya menurut koridor keselamatan kerja.
10. Setelah finishing beton selesai, basahi beton dengan cara direndam atau ditutupi karung
basah untuk mengindari penguapan berlebihan.
11. Pembasahan beton dapat memberi hasil pengerasan beton yang baik.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

TEMBOK PENAHAN TANAH (TPT)

A. Pengertian
TPT adalah suatu bangunan yang berfungsi untuk menstabilkan kondisi tanah tertentu pada
umumnya dipasang pada daerah tebing yang labil. Jenis konstruksi antara lain pasangan
batu dengan mortar, pasangan batu kosong, beton, kayu dan sebaginya.

B. Fungsi dan Jenis Konstruksi Penahan Tanah.


Fungsi utama dari konstruksi penahan tanah adalah menahan tanah yang berada
dibelakangnya dari bahaya longsor akibat :
1. Benda-benda yang ada atas tanah (perkerasan & konstruksi jalan, jembatan,
kendaraan, dll)
2. Berat tanah
3. Berat air (tanah)

C. Jenis tembok penahan tanah


1. Batu kali murni & batu kali dengan tulangan (gravity & semi gravity)
2. Tembok yang dibuat dari bahan kayu** (talud kayu)
3. Tembok yang dibuat dari bahan beton (talud beton)

D. Pembuatan desain penahan tanah bisanya membutuhkan data-data :


1. Potensi sarana dan prasarana yang sudah ada dan potensi sumber daya alamnya.
2. Tanah letak rencana /bentuk lokasi,
– Jenis tanah
– Kedalaman tanah keras
– Lapisan air tanah
3. Data kondisi lokasi, lingkungan, dan peruntukan konstruksi
– Sungai sebagai saluran irigasi
– Jalan sebagai pengaman tepi jalan
– Perlindungan tebing keamanan sarana dan prasarana (jalan, pemukiman, dll)
yang ada diatas atau di bawahnya, pencegah gerusan
– Tanggul pencegah banjir, luapan air.

E. Kriteria Perencanaan Penahan Tanah


1. Merupakan usulan dari masyarakat yang bersifat swadaya berupa dukungan kemauan
dan kemampuan dalam bentuk partisipasi baik pelaksanaan maupun pemeliharaan
dan peningkatan.
2. Sedapat mengkin memanfaatkan potensi sumber daya yang ada.
3. Konstruksi sederhana dan dapat dikerjakan oleh masyarakat.
4. Lokasi yang dipilih tepat dan memiliki manfaat yang besar baik sebagai sarana dan
prasarana penunjang atau pencegah bahaya longsor, banjir atau erosi.
5. Untuk alasan kemudahan pelaksanaan pembangunan dan efisiensi waktu dan biaya
pelaksanaan terhadap kemampuan pekerjaan pada kondisi normal, tinggi maksimal
untuk prasarana penahan tanah 4,00 meter
6. Kedalaman minimum prasarana tembok penahan dapat disesuaikan sampai memenuhi
kestabilan konstruksi penahan tanah.
7. Ukuran bagian lain dari prasarana tembok penahan memenuhi persyaratan teknis dan
memiliki persyaratan keamanan yang memadai.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
8. Prasasrana tembok penahan tanah untuk sarana dan prasarana irigasi atau tanggul
sedapat mungkin bersifat kedap air selain dari persyaratan teknis dan persyaratan
keamanan yang memadai.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

IRIGASI
A. PENGERTIAN
Irigasi adalah suatu sistem untuk mengairi suatu lahan dengan cara membendung sumber
air. Atau dalam pengertian lain irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan
pembuangan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan,
irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak.

B. Tujuan Irigasi
Selain untuk mengairi sawah atau lahan pertanian, irigasi juga memiliki tujuan lain, yaitu :
1. Memupuk atau merabuk tanah, Air sungai juga memiliki zat – zat yang baik untuk
tanaman
2. Membilas air kotor, Biasanya ini didapat di perkotaan. Saluran – saluran di daerah
perkotaan banyak sekali terdapat kotoran yang akan mengendap apabila dibiarkan,
sehingga perlu dilakukan pembilasan.
3. Kultamase ini hanya dapat dilakukan bila air yang mengalir banyak mengandung
mineral, material kasar. Karena material ini akan mengendap bila kecepatan air tidak
mencukupi untuk memindahkan material tersebut.
4. Memberantas hama, Gangguan hama pada tanaman seperti sudep, tikus, wereng
dan ulat dapat diberantas dengan cara menggenangi permukaan tanah tersebut
dengan air sampai batas tertentu.
5. Mengatur suhu tanah, Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu daerah suhu tanah
terlalu tinggi dan tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman maka suhu tanah dapat
disesuaikan dengan cara mengalirkan air yang bertujuan merendahkan suhu tanah.
6. Membersihkan tanah, Membersihkan tanah, dilakukan pada tanah yang tidak subur
akibat adanya unsur-unsur racun dalam tanah. Salah satu usaha misalnya
penggenangan air di sawah untuk melarutkan unsur-unsur berbahaya tersebut
kemudian air genangan dialirkan ketempat pembuangan.
7. Mempertinggi permukaan air tanah. Mempertinggi permukaan air tanah, misalnya
dengan perembesan melalui dinding-dinding saluran, permukaan air tanah dapat
dipertinggi dan memungkinkan tanaman untuk mengambil air melalui akar-akar
meskipun permukaan tanah tidak dibasahi.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

DRAINASE
A. PENGERTIAN
Serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi, membuang, mengalirkan,
mengalihkan air dari kawasan atau lahan tertentu baik dipermukaan maupun dibawah
permukaan.

B. FUNGSI SALURAN DRAINASE


1. Mengurangi Kelebihan Air
Fungsi pertama dari drainase adalah sebagai saluran pembuangan air. Drainase
memungkinkan debit air di suatu tempat berkurang karena dibuang ke tempat lain
yang berada lebih rendah dan tidak mengganggu. Tujuannya supaya tempat tersebut
bisa berfungsi normal sebagaimana mestinya. Bayangkan apabila terdapat genangan
air di suatu tempat, pasti akan cukup mengganggu aktivitas kita kan?

2. Mencegah Terjadinya Banjir


Seringkali kita mendengar suatu daerah terkena musibah banjir. Penyebabnya tidak
lain karena jumlah air yang masuk ke tempat itu lebih banyak dibandingkan dengan
air yang keluar. Alhasil, daerah ini mau tidak mau akan tergenangi air untuk
sementara waktu sampai kapasitas air yang dibuang lebih tinggi. Salah satu solusinya
yaitu memperbaiki sistem drainase tersebut, baik yang masuk maupun keluar.

3. Mengontrol Kualitas Air Tanah


Dalam kaitannya dengan salinitas, drainase berfungsi untuk mengontrol kualitas air
tanah. Bangunan ini sanggup menjaga air tanah tetap bersih dengan mengendalikan
ketinggian air yang menuju ke permukaan serta memperbaiki daerah yang becek.
Selain itu, drainase juga dapat mencegah tercemarnya air tanah oleh buangan limbah
cair. Umumnya, drainase dibuat sedemikian rupa memakai standar khusus yang
membuat air didalamnya tidak bisa keluar dari saluran tersebut.

4. Menurunkan Permukaan Air Tanah


Drainase juga mempunyai fungsi untuk menurunkan permukaan air tanah. Hal ini
biasanya diterapkan di daerah-daerah yang rawan banjir sehingga apabila terjadi
hujan deras maka daerah tersebut tidak langsung dipenuhi air. Manfaat yang sama
juga diterapkan pada area yang sedang dalam proyek pembangunan. Penurunan
level air tanah berguna untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan yang
berhubungan dengan pondasi seperti galian tanah, pengecoran tanah, dan urugan
tanah.

5. Mencegah Timbulnya Kerusakan


Segala sesuatu yang berlebihan cenderung akan mengakibatkan dampak negatif.
Begitupun jika kapasitas air di suatu tempat terlalu banyak, maka air bisa merusak
benda-benda dan infrastruktur yang tergenang. Contohnya air yang berlebihan dapat
mengelupas struktur jalan aspal, merusak permukaan jalan betonmenjadi tidak rata,
dan mengeroposkan bagian bawah bangunan yang terendam. Tidak hanya itu, pada
lingkungan yang masih labil, keberadaan air yang terlalu banyak dapat pula
menyebabkan bencana alam seperti tanah longsor, erosi, dan banjir bandang. Jadi,
dengan dibangunnya sistem drainase yang baik dan benar, kejadian-kejadian buruk di
atas bisa dihindari.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

C. BENTUK SALURAN DRAINASE / IRIGASI

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

1. Persamaan pada bentuk saluran empat persegi panjang

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__
2. Persamaan pada bentuk saluran trapesium

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

BERITA ACARA
SURVEY HARGA
BAHAN/ALAT/UPAH

Pada hari ....................................Tanggal ......................................Bulan ...............................Tahun


.................. (............................................................) Pukul .............................WIB bertempat di
Kantor Wali Nagari ....................................telah dibahas dan ditetapkan hasil survey harga Bahan,
alat, upah untuk kegiatan pembuatan disain RAB Nagari................................. survey dilakukan
oleh Tim penyusun RKP dilaksanakan ke Quary yang berlokasi di..................Kecamatan............. &
Toko yang berada disekitar Nagari.....................Kecamatan............... yang dilaksanakan pada
tanggal ......s/d ...................
Hasil Pembahasan & Penetapan Bahan, alat, upah ini ditetapkan sebagai harga yang berlaku
dinagari................... dalam rangka penyusunan Disain RAB tahun .................... sebagaimana
terlampir.

Demikianlah berita acara ini dibuat dengan penuh tanggungjawab agar dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

............, ................................2018

TIM PENYUSUN RKP

1.............................

2.............................

3..............................

4.............................
Dst...

Mengetahui Disetujui
Wali Nagari ............................ Ketua TIM Penyusun RKP

(___________________) (___________________)

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

HASIL SURVEY HARGA BAHAN/ALAT/UPAH

Nagari : ______________ Tanggal Survey : ______________


Kecamatan : ______________
Kabupaten : Agam

Kegiatan / Pekerjaan : ______________________

Lokasi : ______________________

Nama ............................................
Suplier
No Bahan / Alat Satuan Alamat ............................................
Harga Biaya Biaya Pajak
Total Keterangan
Quary Transport Lansir PPn Galian C
9=
1 2 3 4 5 6 7 8 10
4+5+6+7+8

dst

Pemilik Quary Surveyor

1. ______________ _______________

2. ______________ _______________

(Nama Jelas, T Tangan dan Stamp Penyedia) 3. ______________ _______________

Mengetahui
Wali Nagari _______________

(_________________)

Lembar ke...... dari ........

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

Penanganan Dampak Negatif Terhadap Lingkungan


:
Desa : ...................................................... Jenis Kegiatan
............................................................
:
Kecamatan : ...................................................... Desain oleh
............................................................
:
Kabupaten : ...................................................... Tanggal
............................................................

Mohon diisi untuk dua jenis dampak lingkungan negatif yang sangat merugikan masyarakat dan berpotensi
terjadi (keterangan dilanjutkan ke lembar tambahan, bila perlu) :
1. Dampak lingkungan negatif yang sangat merugikan masyarakat dan berpotensi terjadi :

Apa saja yang telah direncanakan untuk mencegah masalah ini atau untuk mengurangi dampak negatif yang
mungkin timbul?

2. Dampak lingkungan negatif yang sangat merugikan masyarakat dan berpotensi terjadi :

Apa saja yang telah direncanakan untuk mencegah masalah ini atau untuk mengurangi dampak negatif yang
mungkin timbul?

Mohon diisi untuk dua jenis dampak lingkungan negatif yang hampir pasti terjadi (keterangan dilanjutkan ke
lembar tambahan, bila perlu) :
1. Dampak lingkungan negatif yang hampir pasti terjadi

Apa saja yang direncanakan untuk mengatasi masalah ini atau untuk mengurangi dampak negatif yang
mungkin timbul?

2. Dampak lingkungan negatif yang hampir pasti terjadi

Apa saja yang direncanakan untuk mencegah masalah ini atau untuk mengurangi dampak negatif yang
mungkin timbul

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

SURAT PERNYATAAN HIBAH

Yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : ...................................................
Jenis Kelamin : ...................................................
Tempat Tanggal Lahir : ...................................................
Pekerjaan : ..................................................
No. KTP : ...................................................
Alamat : ...................................................
Selanjutnya disebut sebagai Pemberi Hibah atau Pihak Pertama.

Yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : ...................................................
Jenis Kelamin : ...................................................
Tempat Tanggal Lahir : ...................................................
Pekerjaan : ..................................................
No. KTP : ...................................................
Alamat : ...................................................
Selanjutnya Disebut sebagai Penerima Hibah atau Pihak Kedua.

Bahwa dengan ini saya melepaskan Tanah Hak Milik saya seluas ± ......m² yang terletak di Desa.....
Kecamatan...... Kab......., dan menyerahkan kepada Penerima Hibah atau Pihak Kedua yang akan
digunakan untuk pembangunan Sarana dan Prasana Desa.

Adapun batas-batas tanah tersebut sebagai berikut :


1. Sebelah Utara berbatasan dengan : ..............................
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan : ..............................
3. Sebelah Timur berbatasan dengan : ..............................
4. Sebelah Barat berbatasan dengan : ..............................

Demikian surat Pelepasan Hak milik Tanah ini dibuat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan
sehat jasmani dan rohani serta tanpa ada paksaan dan atau tekanan dari pihak manapun juga.
Apabila dikemudian hari ada gugatan dari ahli waris saya, maka sepenuhnya saya bertanggung
jawab.
............., tanggal, ...., tahun

Mengetahui Yang menyatakan


Kepala Desa ..................... ………………………..

...................... .............................

Menyetujui:
Ahli waris:
Suami/Istri Anak:

...................... ....................
....................... ......................

SAKSI – SAKSI
1. …………………..... (………………..)
2. …………………..... (………………..)

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

Berita Acara
Kesanggupan Swadaya Masyarakat
Terhadap Usulan Kegiatan :..........................................

Pada hari ini ............................ tanggal .......................... bulan ................ tahun ...............
bertempat di ...................................... Nagari ........................ Kecamatan ............................
Kabupaten ............................ Provinsi .........................., berdasarkan hasil musyawarah Nagari /
Jorong* , kami yang bertanda tangan di bawah ini mewakili dan atas nama masyarakat Nagari /
Jorong* menyatakan bahwa jika usulan yang kami usulkan disetujui dalam Musyawarah
Perencanaan Pembangunan untuk didanai, kami sepakat dan sanggup untuk memberikan
swadaya sebagaimana di bawah ini :

No Bentuk Swadaya Volume Satuan Nilai (Rp) Nama Penyumbang


1. Bahan
a.
b.
c.
d.
e.
…..
2. Lahan
a.
b.
c.
…..
3. Uang Tunai

4. Peralatan
a.
b.
c.
….
5. Tenaga Kerja
a.
b.
c.
d.
….
6. Lainnya
…..

Rincian dari swadaya tersebut, termasuk nama-nama penyumbang sebagaimana tercantum


dalam lampiran berita acara ini.

Swadaya atau sumbangan masyarakat sebagaimana tersebut di atas akan direalisasikan setelah
adanya keputusan penetapan usulan yang didanai melalui Musyawarah Perencanaan
Pembangunan sampai pada tahap pelaksanaan kegiatan. Jika swadaya tersebut di atas tidak dapat
direalisasikan maka kami menyadari dan bersedia menerima sanksi berupa pemutusan atau
pemberhentian bantuan dana untuk Nagari / Jorong* kami.

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

Demikian berita acara ini kami buat dengan sebenarnya dan atas dasar musyawarah masyarakat
Nagari / Jorong agar dapat digunakan sebagaimana mestinya

.........................., tanggal :...............................

Wali Nagari / Wali Jorong............................. Ketua Tim RKP

(..............................................) (.......................................)

Atas nama masyarakat desa

Nama Alamat Jabatan Tanda Tangan


(dalam masyarakat)
1.
2
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

* Coret yang tidak perlu

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

Rencana Penggunaan Alat Berat


Nagari :

Kecamatan :
Kabupaten :

Gambaran pekerjaan yang membutuhkan alat berat, termasuk perkiraan volume pekerjaan

Jenis alat berat yang dibutuhkan :

Justifikasi teknik (alasan teknis penggunaan alat berat) :

Analisa penggunaan alat terlampir

Perkiraan kebutuhan biaya dan mekanisme pembayaran :

Proses persetujuan masyarakat dijelaskan :


(termasuk uji coba pekerjaan oleh masyarakat, bila ada

Diketahui Dibuat oleh

Wali Nagari Tim Penyusun RKP

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

DATA PEMANFAAT LANGSUNG

Nagari : ______________
Kecamatan : ______________
Kabupaten : Agam

Kegiatan / Pekerjaan : ______________________

Status
Jenis 1. Penganggur
No Nama Alamat Usia 1. KS 1
Kelamin A RTM 2. Setengah
2. Pra KS
Penganggur
1
2
3
4
5
6
7
8
9

dst

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018
DPMN Kabupaten Agam__

By M Riza Pahlevi____TA ID P3MD Kab. Agam Pelatihan Disain RAB Kab. Agam 2018